Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8966

Kasus Penganiayaan Siswi Bogor Dihentikan, Keluarga Pasrah

BOGOR DAILY– Kasus penganiayaan siswi Bojongmenteng, RT 05/06, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor yang sempat ramai kini terpaksa dihentikan. Orang tua Siti Ladiva yang merupakan korban kekerasan di angkot tak sanggup lagi mengurus kasus hukum yang semula ingin dituntaskannya.

SANG ayah Diva (13), Wawan Suwardi (44), pasrah dengan kasus penganiayaan terhadap anaknya. Jika semula ia berniat mempolisikan ibu dari lelaki yang selama ini dekat dengan putrinya, sekarang niatan itu pupus.

“Udahan deh, sayanya juga sudah sakit-saki­tan, tidak kuat. Selalu kepikiran, kadang tidur juga tidak nyenyak. Mau kerja juga kepikiran,” ujar Wawan pasrah.

Sejak kasus itu mencuat, ia mengaku telah dimediasi pihak kelurahan. Hasilnya, kata perdamaian disepakati dengan ditandatan­ganinya surat perjanjian diatas materai.

“Kasus ini sudah diselesaikan beberapa hari lalu di kelu­rahan dan kita sudah tanda tangan perjanjian,” ujarnya di rumahnya, kemarin.

Selama ini, Wawan mengaku sakit-sakita dan divonis men­gidap asma akut. Sehingga daripada kesehatannya mem­buruk ia memasrahkan kasus itu untuk dihentikan.

“Ayah mana sih yang rela anaknya dijambak, diludahin. Tapi saya kesehatan saya juga memburuk gara-gara masalah itu,” akunya.

Tak hanya itu, saat proses mediasi ia juga merasa dalam posisi tidak diuntungkan. Se­bab, yang tahu persis kro­nologi peristiwa penganiayaan adalah ibu tiri Diva, Elli. Hanya saja, karena bukan ibu kand­ung, Elli tidak memiliki hak bi­cara dalam proses mediasi itu.

Sedangkan, dirinya juga merasa tidak dianggap ketika berbicara sehingga ia me­milih untuk diam saja. Tapi hal tersebut dinilai oleh pihak penengah sebagai ketida­ktahuan. Akhirnya mediasi diakhiri dengan perdamaian. Niat untuk mengadu ke pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pun dikurung.

“Serba salah saya disana. Akhirnya ya sudahlah, saya pilih untuk diam saja,” ujarnya.

Lapor Bupati! 231.385 Warga Bogor Butuh Pekerjaan

BOGOR DAILY– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 231.385 orang di wilayah Bumi Tegar Beriman menyandang status tuna karya alias menganggur. Jumlah ini didapat dari angkatan kerja lulusan sekolah yang ada di Kabupaten Bogor pada tahun ini.

Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Yous Sudrajat mengatakan, jumlah ini masih bisa bertambah lagi, sebab dari total 231.385 orang yang masih menganggur, belum digabung dengan lulusan dari Sekolah Menenagah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Bogor. “Total SMK yang ada di Kabupaten Bogor ada 324. Jika satu sekolah ada 10 orang yang menganggur, itu tinggal dikalikan saja dan ditambah dengan jumlah total yang ada,” kata Yous.

Namun demikian, ia meyakinkan, jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor terbilang masih sedikit. Karena, di Jawa Barat, Kabupaten Bogor menduduki peringkat keenam jumlah pengangguran yang ada. “Di Jabar kita enam besar. Hanya 10,1 persen dari angkatan kerja yang jumlahnya mencapai 23.138.500 orang,” ucap dia.

Yous menjelaskan, ada beberapa kriteria dari jumlah pengangguran terbuka saat ini. Seperti, orang yang sudah mendaftar namun belum keterima kerja dan orang yang tidak akan diterima kerja dimana-mana, dalam hal ini seperti orang yang hanya lulusan SD atau tidak memiliki keahlian khusus sehingga sulit untuk mencari kerja. “Total ada 5 kriteria. Penganggur ini dari usia 15 sampai 55 tahun atau usia pensiun,” jelasnya.

Disinggung mengenai warga lokal kalah saing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam pekerjaan, ia menuturkan, memang kebanyakan perusahaan besar akan memilih TKA karena kualitas yang dimiliki oleh orang tersebut. Apalagi, kebanyakan perusahaan besar ketika investasi disini menggunakan padat modal, dalam artian hanya menggunakan mesin yang tentunya membutuhkan pekerja yang memiliki keahlian khusus. “Iya memang. Karena memang butuh keahlian khusus dan kepercayaan dari pemilik perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibawa menjelaskan, untuk banyaknya tenaga asing yang diprioritaskan ketimbang tenaga lokal itu sudah menjadi resiko dari adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga, saat ini lebih tepatnya bagaimana pemerintah dapat meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia (SDM) itu sendiri. “Kalau itu sudah resiko dari MEA. Pemerintah juga sebenarnya sudah mewanti-wantinya. Sekarang yang penting bagaimana kualitas SDM bisa ditingkatkan dan pengawasan tenaga kerja asingnya,” ungkapnya.

Asyik Pesta Sabu, Noah Digerebek Bareng Oknum Polisi

0

BOGOR DAILY– Aparat Resintel Satuan Brimob Polda Kaltim menggerebek sebuah rumah yang ditengarai kerap dijadikan transaksi dan pesta narkoba jenis sabu, Jumat (4/8) malam.

Sebanyak 10 anggota lebih yang sudah mengawasi rumah di Jalan Tepian Batang Km 4, RT 05 Kelurahan Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Mereka menunggu komando. Sebab, seorang anggota yang menyamar sebagai pembeli belum memberikan kode untuk dilakukan penggerebekan.

Setelah ada kesepakatan, kemudian anggota yang menyamar diminta datang oleh Chairil Anwar alias Noah untuk mengambil sabu. “Setelah sepakat, anggota yang mengepung langsung masuk ke dalam rumah,” sebut Komandan Satuan (Dansat) Brimob Kombes Pol Heri Heryandi.

Ade menambahkan, untuk anggota polisi yang ditangkap, masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Provos. “Masih diperiksa, sedang apa di sana serta seluruhnya jalani tes urine,” urainya.

Ribuan PKL Puncak Dipaksa Angkat Kaki Sampai Akhir Agustus

BOGOR DAILY- Rencana pelebaran Puncak awal September membuat pemerintah daerah (Pemda) harus membongkar bangunan liar yang selama ini dipakai pedagang kaki lima (PKL). Ribuan pedagang dipaksa angkat kaki dari lahan yang akan dipakai untuk pelebaran hingga akhir Agustus.

Kepala BP4D Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah mengatakan ada 1.243 pedagang dan bangunan yang akan dibongkar.  “Iya, bangunan permanen atau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan kami bongkar untuk pelebaran jalan dan juga demi penataan Kawasan Puncak agar lebih rapi dan indah,” kata Syarifah Sopiah.

Ia menambahkan pemerintah daerah dan beberapa perusahaan akan menyediakan rest area atau tempat penampungan sementara ratusan PKL.“Karena pembangunan Rest Area Anjungan Cerdas butuh prosedur yang cukup panjang, maka untuk sementara kami menyiapkan tempat penampungan dengan bantuan pinjam lahan dari PT Gunung Mas, PT. Sumber Sari Pakuan dan lainnya dengan ruas area beragam,”terangnya.

Untuk memuluskannya, Anggota Komite Perencanaan Kabupaten Bogor, Yayat Supriatna menyatakan para pedagang harus mengosongkan lahannya. “Sekarang ini kan masih proses lelang, awal September mulai eksekusi. Makanya, pedagang itu harus sudah pindah sampai akhir Agutus,”ungkap Yayat.

Dalam pembangunan ini, pemerintah tak hanya membongkar lapak pedagang. Bahkan patung tentara yang berada di Selarong pun akan ikut dibongkar.

Rencana pembongkaran kios milik pedagang kaki lima (PKL) untuk pelebaran Jalan puncak menuai kekhawatiran bagi warga yang sehari-hari mengais rezeki di kawasan tersebut. Koordinator PKL Cibereum, Didin mengaku hingga saat ini belum ada kejelasan tempat bagi pedagang meski pemerintah mengklaim telah menyediakan lahan di kawasan Gunung Mas.Infonya memang begitu, tapi sampai sekarang belum ada kepastian yang langsung ke kita,”sesal Didin.

Menurutnya, di Cibereum sendiri ada kurang lebih 100 PKL yang berdiri. Sehingga, diharapkan, pemerintah dapat memikirkan lebih awal terkait titik lokasi yang disediakan untuk para PKL. Karena, mereka juga mempunyai hak yang sama untuk hidup layak mencari kehidupannya. “Alokasinya tentu harus sesuai. Intinya tolong kepada pemerintah untuk memanusiakan para PKL dan jangan bertindak arogan,”pintanya.

Bangun Tidur, Balita Bondongan Menjerit Lihat Ibunya Gantung Tidur

BOGOR DAILY- Seorang ibu rumah tangga Juju Juhaeni (28) tewas gantung diri di rumahnya di Jalan Pahlawan Gang Sukajadi, RT 4/X, Bondongan Kecamatan Bogor Selatan.

Informasi yang dihimpun,kejadian ini baru diketahui saat putranya Reza (5) menyaksikan sosok ibunya tergantung di pintu kamar mandi. Spontan, Reza yang baru bangun tidur menjerit ketakutan hingga didengar kakak korban Heti Susilawati (31).

Sang kakak yang tinggal di samping rumah korban bergegas menuju sumber teriakan. Hingga, kejadian itupun dilaporkan ke Ketua RT. Ketua RT 01 Awi menyebutkan korban ditemukan dalam keadaan tewas gantung diri dengan seutas tali tambang plastik bekas. “Korban ditemukan di kusen kamar mandi,”ungkap Awi.

Selanjutnya, warga pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Bogor Selatan.  Informasi yang dihimpun, usai dilakukan olah TKP, polisi menemukan secarik kertas yang berisi pesan untuk suaminya,  Syukur Lafau (30). Saat kejadian, suaminya masih menginap di rumah temannya “Diduga dia bunuh diri karena masalah ekonomi,”kata Awi.

Makin Mudah, Daftar Paspor Bisa Lewat WhatsApp. Ini Caranya

BOGOR DAILY– Berbagai kemudahan diberikan untuk mendukung pelayanan. Kali ini Kantor Imigrasi Bogor meluncurkan Layanan Antarian Paspor via Whatsapp yang akan memberikan kepastian waktu para pemohon untuk terlayani tanpa mengantre panjang.

“Terhitung mulai hari ini (Senin), pemohon dapat mendaftarkan diri melalui WhatsApp,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor Herman Lukman di Kantor Imigrasi Bogor, Senin.

Herman menjelaskan, layanan ini serentak diluncurkan di 26 kantor imigrasi di wilayah Indonesia yang memiliki pemohon paspor 150 per hari, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Ia mengatakan, layanan antrian paspor via whatsapp adalah inovasi Direktorat Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM.  “Perkembangan teknologi saat ini, hampir semua masyarakat memiliki telepon seluler yang dilengkapi aplikasi seperti whatsapp,” kata dia.

Dengan layanan antrian paspor via whatsapp ini, masyarakat yang ingin bikin baru atau perpanjang paspor dapat mendaftarkan diri dengan cara mengirim pesan ke no whatsapp Imigrasi Bogor yakni 08 1111 00 333.

Tata cara pendaftaran dengan mengirikan data diri mengetik #NAMA#TGLLahir#TglKedatangan.

“Contoh #Budi#25011987#07082017 lalu kirim ke 08 1111 00 333,” terang Herman.

Setelah mendaftarkan diri, akan ada balasan dari Imigrasi berupa nomor barcode berupa kode booking. Nomor ini direplay untuk selanjutnya pemohon mendapatkan nomor antrean, sekaligus jadwal untuk datang ke kantor Imigrasi.

“Dengan layanan ini, ada kepastian waktu dan kepastian terlayani bagi masyarakat. Tidak perlu menunggu lama-lama, cukup daftar dari rumah, datang sesuai jadwal yang dikirimkan,” kata Herman.

Herman menyebut mekanisme ini mencegah calo atau joki karena pendaftar wajib menggunakan nomor pribadi. Kode booking yang diperoleh saat mendaftar harus diperlihatkan saat datang ke Kantor Imigrasi.

Pemohon wajib datang 30 menit seelum jadwal telah ditentukan. Bila pemohon datang terlambat pada jadwal yang telah ditentukan kode booking akan hangus.

“Jika nomor kode booking hangus, silakan mendaftar ulang kembali,” katanya seraya menyatakan pemohon wajib membawa dokumen asli dan memastikan semua data diri pada dokumen identik dan sama.

“Untuk paspor rusak atau hilang tidak dapat diajukan via whatsapp,” kata Herman.

Hari pertama uji coba layanan antrean paspor via WA di Kantor Imigrasi berbeda dari biasanya, tidak tampak antrian pemohon yang membludak.

“Ada kepastian waktu, berbeda dengan sebelum diberlakukan aplikasi ini. Kita harus menunggu lama, untuk mengurus paspor,” kata Abdul Kadir pemohon dari Bogor.

Jalan Dilebarkan, Sistim One Way Puncak Dihapus?

BOGOR DAILY- Deretan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Raya Puncak siap-siap digusur. Mulai September, pemerintah akan melebarkan jalan dan membuatnya jadi empat lajur. Ribuan pedagang diberikan batas waktu untuk angkat kaki sampai akhir Agustus ini, karena kiosnya akan dibongkar. Akankah langkah ini mengurangi kapadatan di jalur Puncak?

Pemerintah pusat jadi mengucurkan anggaran untuk pelebaran Jalan Puncak senilai Rp23 miliar. Sejak kasus tabrakan maut beruntun di jembatan Selarong, jalan ini memang jad fokus pemerintah. Saat ini pemerintah daerah pun gencar menyosialisasikan terkait rencana pembongkaran kios PKL dan bangunan lainnya.

Anggota Komite Perencanaan Kabupaten Bogor, Yayat Supriatna mengatakan sambil menunggu pengosongan di area tersebut, proses lelang juga masih berlangsung

Tapi awal September kita akan mulai pengerjaan. Makanya pedagang itu harus sudah pindah sampai akhir Agutus,”ungkap Yayat.

Dalam pembangunan ini, pemerintah tak hanya mebongkar lapak pedagang. Bahkan patung tentara yang berada di Selarong pun akan ikut dibongkar.

Sesuai rencana, pelebaran ini akan dimulai dari Gadog, Kecamatan Ciawi sampai Gunung Mas Kecamatan Caringin. “Jadi dilebarkan sementara ada yang 1,5 meter dan ada yang langsung 2 meter. Sehingga nanti Puncak memiliki empat lajur,”kata lelaki yang juga jadi Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP4)Kota Bogor.

Meski begitu, ia mengaku jika pelebaran ini belum bisa menjawab persoalan kemacetan di kawasan yang jadi favorit wisatawan tiap akhir pekan. Sebab, jika kendaraan tidak dibatasi, maka pelebaran ini akan percuma. “Artinya, pemda juga harus punya terobosan untuk mengendalikan kendaraan yang masuk ke kesana,”kata dia.

Ia mencontohkan, seperti, pembuatan sarana jalur bus atau angkutan umum seperti bus yang beroperasi disekitar Puncak sehingga wisatawan tidak perlu membawa kendaraannya naik ke puncak.

Harus ada penataan dan untuk apa pembangunan ini jika nantinya masih ada persimpangan yang kecil. Ini harus terencana agar kepadatan bisa terurai,”pintanya.

Informasi yang dihimpun, dengan pelebaran jalan ini maka sedikitnya ada 1.243 pedagang yang harus angkat kaki. Bangunan semi permanen dan permanen yang selama ini berdiri di pinggiran jalan akan dibongkar. Sebagai gantinya, mereka akan menempati empat titik relokasi yang sudah disediakan pemerintah.

Sementara itu, dengan adanya penambahan lajur maka pihak kepolisian pun akan menyiapkan uji coba soal pemberlakukan sistem satu arah. Menurutnya keputusan apakah sistim itu tetap diberlakukan atau tidak akan dilihat setelah pelebaran selesai.

Yang pasti ada perubahan dari segi jarak kemacetan, intinya bia lebih baik dari sekarang. Tapi itu kan nanti akan terlihat setelah lajurnya sudah jadi. Harus uji coba dulu,ungkap Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama.

Adapu beberapa spot persimpangan yang disarankan untuk dilebarkan yakni Simpang Muncang ,Jembatan Gadog, Simpang Pasir angin, Simpang Megamendung, Simpang Lokakarya, Pasar Cisarua, Ciburial dan Warung Kaleng.

“Terutama di Warung Kaleng sudah sangat tidak relevan. Bnagunanya malah dekat sekali dengan jalan raya. Bahkan tidak ada space parkir, ini kan tidak boleh,”kata dia.

Ini Tata Cara Salat Gerhana Bulan

0

BOGOR DAILY- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakaat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin, mengingatkan umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana atau khusuf saat gerhana yang menurut data astronomi jatuh pada 8 Agustus 2017.

Awal gerhana diperkirakan akan terjadi mulai pukul 02:22 WIT, 01.22 WITA, atau 00.22 WIB. Sedang puncak gerhana terjadi pada pukul 03.21 WIT, 02.21 WITA, atau 01.21 WIB. Gerhana akan berakhir pada pukul 04:18 WIT, 03:18 WITA, atau 02.18 WIB. Berikut tata cara salat gerhana

a. Berniat di dalam hati;
b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi SAW menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;
e. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
g. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
h. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
k. Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.

Ada Gerhana Bulan, Masjid di Bogor Gelar Salat Khusuf

BOGOR DAILY- Berdasarkan data astronomi, akan terjadi Gerhana Bulan Parsial (sebagian) pada 7-8 Agustus 2017. Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan bahwa awal gerhana diperkirakan mulai pukul 02:22 WIT, 01.22 WITA, atau 00.22 WIB. Sedang puncak gerhana terjadi pada pukul 03.21 WIT, 02.21 WITA, atau 01.21 WIB.

Kementrian Agama (Kemenag) RI menyiapkan surat edaran kepada Kanwil Kemenag untuk melaksanakan salat Khusuf. Sebab akan terjadi Gerhana Bulan Parsial (sebagian) pada 7-8 Agustus 2017.

Dari situs resmi Kemenag, Gerhana Bulan Parsial akan terjadi pada Selasa 8 Agustus 2017 pukul 02.22 WIB, 01.22 WITA dan 00.22 WIT. Puncak gerhana terjadi pada pukul 03.21 WIB, 02.21 WITA dan 01.21 WIT.

Kemenag meminta agar masyarakat menyelenggarakan Salat Khusuf Al Qamar atau salat gerhana bulan yang akan difasilitasi masing-masing pemerintah daerah di kabupaten /kota.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor Ansurullah mengaku belum menerima surat ederan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan salat Khusuf tersebut. Menurutnya harus melakukan kajian terlebih dahulu terkait akan terjadinya gerhana bulan tersebut. “Kita masih menunggu surat ederannya, dan jika sudah ada nanti baru kita laksanakan,” ujarnya saat dihubungi Metropolitan.

Meski demikian, bukan berarti masyarakat tidak bisa melaksanakan salat Khusuf tersebut, karenamasyarakat pun bisa melaksankan salat sunnah tersebut. “Memang dianjurkan bagi umat muslim untuk melaksanakan salat khusuf ketika terjadinya gerhana bulan ini,” terangnya.

Selain itu, menurut Ansurullah dengan adanya gerhana bulan tersebut mengingatkan umat muslim tentang kebesaran Allah karena dengan adanya gerhana bulan tersebut, karena Allah dapat melakukan hal apapun.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Raya Bogor Ustd Ahmad Fathoni mengaku telah menyiapkan untuk pelaksanaan salat gerhana bulan. Namun, sebelum melalasanakannya pihaknya akan berkoordinasi dengan MUI Kota Bogor. “Memang secara perhitungan besok akan terjadi gerhana, maka dari itu kita akan melaksankannya secara berjamaah, namun kita juga saat ini masih sedang melakukan koordinasi dengan MUI Kota Bogor,” paparnya.

Dengan adanya gerhana bulan ini, menurut Ustd Fahtoni, umat Islam memberbanyak takbir, istighfar, tasbih, tahlil dan tahmid. Karena menurutnya adanya gerhana bulan ini memang sering kali dikaitkan dengan orang-orang yang meninggal pada zaman dahulu. “Beberapa waktu lalu juga kita melaksanannya, dan sebelum melaksanakan salat Khusuf ini memang selalu ada khotbah terlebih dahulu,” katanya

BUMDes Jembatan Emas Menuju Sejahtera

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

 Ada 417 desa di Kabupaten Bogor. Ini tentu potensi yang luar biasa. Dengan luas 2.664 kilometer persegi dan jumlah penduduk 5,5 juta lebih, serta sumber daya alam yang melimpah, rasanya mustahil jika Kabupaten Bogor tidak bisa maju melebihi daerah lain.

 Warga Bogor seharusnya hidup berkecukupan. Tanpa harus mengais-ngais pekerjaan ke Jakarta atau ke Kota Bogor atau kota-kota lain di Jabodetabek.

 Untuk menyelaraskan itu, perlu sebuah ide besar dan revolusioner. Sehingga bisa menekan pengangguran. Menekan tingkat kemiskinan. Dan menekan kesenjangan perekonomian yang saat ini terasa semakin lebar.

 Saya sendiri sependapat dengan para pakar ekonomi. Bahwa salah satu cara untuk menggeliatkan perekonomian berbasis pedesaan, yakni dengan memeratakan pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau biasa disebut BUMDes.

Dalam peraturan yang ada secara jelas dikatakan BUMDes dapat didirikan dalam bentuk Usaha Bersama (UB). Jadi badan hukumnya adalah usaha bersama. Undang-undang melarang mendirikan BUMDes dengan badan hukum Koperasi, Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Commmanditaire Vennootschaap (CV), Usaha Dagang (UD) dan sejenisnya.

Dalam BUMDes, manajer dan karyawannya dipilih dari masyarakat desa. Sementara kepala desa bertindak sebagai komisaris atau pengawasnya. Dari mana modalnya? Menurut ketentuan yang ada, bisa dari pemerintahan desa, kekayaan desa yang dipisahkan, tabungan masyarakat, bantuan pemerintah pusat, bantuan pemerintah provinsi dan bantuan pemerintah daerah. Atau bisa juga pinjaman dari lembaga keuangan atau kerja sama usaha dengan pihak lain.

Banyak bisnis di pedesaan yang bisa digarap BUMDes ini. Di antaranya: usaha jasa. Bisnis penyaluran sembilan bahan pokok (sembako). Usaha perdagangan. Usaha industri kecil. Bisnis rumahan. Dan lain sebagainya.

Kendati demikian, pembentukan BUMDes di suatu desa bisa juga jadi “boomerang”. Salah satunya jika BUMDes dikelola bukan kepada ahlinya. Sang manajer harus betul-betul memiliki mental wirausaha. Harus memiliki leadership. Dan terpenting dari itu semua harus punya reputasi baik dan integritas.

Sampai Januari 2016, dari 417 desa di Kabupaten Bogor sebanyak 123 desa memang sudah memiliki BUMDes. Tingkat kesuksesannya pun bervariasi. BUMDes di Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, misalnya. BUMDes di Cilebut ini setidaknya sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk menangkal bank keliling alias rentenir.

Sementara BUMDes di Sukamanah, Kecamatan Megamendung, bahkan sudah mampu mengelola tiga unit layanan bisnis. Kabarnya omsetnya pun miliaran. Baik berupa dana tunai maupun berbentuk aset. Ketiga unit bisnis itu meliputi simpan pinjam. Penyaluran air ke rumah warga. Dan mengelola pasar desa dengan ratusan kios. Dua contoh ini membuktikan bahwa BUMDes jika dikelola dengan benar, maka bisa untung dan membuka lapangan pekerjaan.

Selain usaha jasa, potensi sumber daya alam di Kabupaten ini juga luar biasa. Ada desa yang memiliki tambang, di mana BUMDes nanti bisa membuka unit bisnis tambang atau unit bisnis yang menangani angkutannya. Atau juga jadi pemasok untuk keperluan perusahaan dan lain sebagainya.

Ada pula desa yang warganya ahli dalam produk kerajinan tangan. Ini menjadi bisnis oleh-oleh yang pemasarannya bisa dibantu pemerintah daerah. Intinya, berbagai macam bisnis bisa dikembangkan BUMDes di desa masing-masing sesuai potensi alam, kondisi wilayah dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, dalam perspektif ini, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu turun tangan dan memfasilitasi pembentukan semua BUMDes untuk kemajuan desa. Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah. Selain memberikan bantuan dana, pemerintah daerah juga bisa bekerja sama dengan kepala desa melakukan pembinaan manajerial kepada calon manajer BUMdes. Merumuskan proposal bisnis yang baik. Memberikan informasi pasar. Membuka akses ke mitra bisnis. Membuka akses sumber pendanaan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dan juga membantu akses sumber keuangan ke swasta.

Bagi Pemkab Bogor, bantuan dana dan fasilitasi ini harus menjadi perhatian. Pertama, karena jumlah orang miskin di Kabupaten Bogor masih banyak, yakni 9,6 persen dari sekitar 5,5 juta penduduk. Kedua, cepat atau lambat Kabupaten Bogor yang wilayahnya sangat luas akan diserbu aneka macam proyek bisnis modern sebagai imbas penuh sesaknya Jakarta.

Jika masyarakat desa tidak segera disejahterakan, tidak dibukakan lapangan pekerjaan melalui optimalisasi dan pendirian BUMDes, maka potensi daerah bisa digarap warga asing. Sehingga kita akan bersaing dengan tenaga kerja yang dibawa pengusaha asing.

Pemerintah harus serius melindungi warganya agar tidak tergusur dari desanya. Karena itu, BUMDes merupakan salah satu solusinya. Mengutip Adam Smith, pakar teori ekonomi pasar, bahwa penentuan tingkat kemakmuran adalah kemampuan manusia itu sendiri sebagai faktor produksi. (*)