Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9004

Liburan Berujung Petaka, 6 Wisatawan Digulung Ombak Cikalong

BOGOR DAILY– Niat libur lebaran, sejumlah wisatawan justru pulang membawa kabar duka. Tak tanggung-tanggung, sebanyak  6 pelancong digulung ombak saat berenang di Pantai Paping Blok Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin siang (26/6). Dua korban bernama Dindin (8) dan Cepy (24) asal Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya belum ditemukan hingga tengah malam.

Saksi mata, Munaedi (40), warga Cibulakan Kecamatan Singaparna menerangkan, saat itu dia berlibur bersama keluarga untuk makan di tepi Pantai Cikalong. Sekitar pukul 14.00 WIB, keponakannya yakni Cepy, Dindin, Deden Firmansyah (20), dan Yogi (30) pergi bermain ke pantai.

Tak lama berselang, saat membereskan makan dari pantai terdengar teriakan adanya orang yang terseret ombak.
Dia pun berlari ke sumber keramaian itu. Ternyata saat tiba di lokasi yang terseret ombak itu adalah Cepy dan Dindin. Lalu, kedua keponakannya ini ditolong oleh Deden.

Namun, Deden malah sama-sama terseret arus. Selanjutnya, Yogi pun terjun untuk menolong. Namun, nasibnya juga sama seperti Deden. Dia terjebak dalam gulungan ombak yang begitu keras. Melihat situasi itu, Munadi terjun dengan masyarakat untuk menolong keempat lelaki tersebut. Namun, yang berhasil diselamatkan ke darat hanya Deden dan Yogi.

“Sementara dua lagi (Cepy dan Dindin Red) entah ke mana,” terang dia, di Ruang IGD RSUD dr Soekardjo tadi malam.

Menurut dia, saat dievakuasi ke darat, Deden dan Yogi sudah dalam kondisi pingsan. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas Cikatomas. Namun, Deden, adik Yogi harus dilarikan lagi ke IGD RSUD dr Soekardjo karena membutuhkan penanganan yang intensif.

Munaedi menjelaskan Deden, Cepy dan Yogi adalah anak kakak iparnya, Ria S Bariah. Sedangkan Dindin adalah anak dari pasangan Endih dan Enung yang juga saudaranya. Mereka semua tinggal di Tundagan Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Dia menambahkan di waktu yang sama, sekitar 30 meter dari lokasi keluarganya terseret ombak, kejadian serupa menimpa dua wisatawan lain. Yakni Mala Malasari (16) dan Mirna (12) asal Margaluyu Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya.

Keluarga korban, Ila Lestari (23) menuturkan saat kakaknya, Yogi berusaha menolong Cepy, Deden, dan Dindin seperti tersedot ombak ketika kakinya menginjak pasir pantai.

“Saya juga kaget pertamanya, mendengar pengunjung lain teriak-teriak ada anak-anak terbawa ombak. Ketika dua orang berhasil diselamatkan ternyata keluarga kami,” terang perempuan yang tidak bisa menghentikan tangisnya ini (Jawapos)

Kecelakaan Tunggal, Mobil Terbalik di Tol Karawaci

BOGOR DAILY- Sebuah mobil Toyota Rush terbalik di Tol Karawaci KM 22 arah Merak. Saat ini kecelakaan sedang ditangani petugas.

“Benar ada mobil terbalik di lokasi. Saat ini dalam penanganan,” ujar petugas call center PT Jasa Marga, Widodo saat dihubungi, Selasa (27/4/2017).

Kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 03.49 WIB. Mobil terbalik di lajur kanan. “Mobil terbalik di lajur paling kanan,” kata Widodo.

Belum diketahui korban akibat kecelakaan tersebut. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar. “Saat ini lalu lintas masih ramai lancar,” tutupnya.

Ketahuan! Libur Lebaran Prilly Booking Villa di Puncak

BOGOR DAILY– Libur Lebaran yang panjang membuat Prilly Latuconsina  mengajak teman-teman sekolahnya berlibur bersama. Prilly Lautocnsina mengatakan lokasi berlibur tersebut sudah ditentukan, yaitu di sebuah kawasan wisata di Bogor, Jawa Barat. “Bareng teman SMP, aku menyewa vila di Bogor seharian,” ungkap Prilly Latuconsina saat ditemui di rumahnya di Serpong, Tangerang.

Seusai berlibur bersama teman SMP, Prilly Latuconsina melanjutkan liburan bersama teman semasa SMA. “Ada deh, di sebuah tempat,” Prilly Latuconsina enggan membocorkan tempat liburannya.

Lalu bagaimana dengan liburan keluarga? “Enggak ada liburan keluarga, hanya di rumah saja berkumpul bersama,” ucap Prilly Latuconsina.

Heboh! Kertas Berisi Pesan Thogut Akan Datangi Polisi di Serang

BOGOR DAILY– Kertas selebaran bernada teror dan ancaman ditemukan di wiper mobil milik polisi di pos polisi lalu lintas Polres Serang Kota di Jalan Veteran dekat alun-alun kota. Ancaman ditunjukan kepada kepolisian dan rencana teror di beberapa tempat.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan temuan selebaran tersebut. Kertas bernada ancaman ditemukan oleh salah satu anggota pada hari ini sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung dilaporkan kepada jajaran kepolisian.

“Jadi memang betul ada ditemukan selebaran oleh anggota kami di kendaraan dinas patroli lalu lintas yang saat itu terparkir di pos lalin (lalu lintas). Sementara ini dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan tentunya sejauh ini baru sebatas ingin membuat keresahan,” kata Komarudin

Komarudin menilai, selebaran tersebut ingin membuat resah kepolisian yang saat ini sedang melaksanakan Operasi Ramadniya 2017 dan pengamanan aktivitas Lebaran. Ia menegaskan bahwa jajaran kepolsian Kota Serang tidak terpengaruh dan fokus melaksanakan tugas.

“Dalam kesempatan ini ditegaskan bahwa anggota kami tidak berpengaruh dah masih fokus melaksanakan tugas. Di Kota Serang sendiri terjadi kepadatan di beberapa titik karena aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Polisi saat ini sedang melakukan pendalaman terkait pelaku penyimpan selebaran bernada ancaman. Komarudin meminta kepada warga Kota Serang tidak resah dan tetap melaksanakan Lebaran sebagaimana mestinya. Sementara itu, dari rekaman CCTV, kepolisian sudah mendapatkan ciri-ciri orang tersebut.

“Warga Serang tetap tenang tidak perlu khawatir. Jadi tunggu tim kami menjemput, masyarakat tetap tenang,” ucapnya.

Lima Bangunan di Bogor Terbakar Selama Lebaran

BOGOR DAILY– Lima bangunan di lokasi berbeda di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ludes terbakar selama dua hari berturut-turut. Bangunan yang terbakar rata-rata ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Kebakaran terakhir menimpa bangunan bengkel AC dan kedai warung tegal (warteg) di Kelurahan Cipaku RT 2/4, Kecamatan Bogor Selatan pada Senin (26/6) sekitar pukul 06.00 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dua bangunan milik Ahmad Junaedi ini disebabkan korsleting listrik.

“Diduga korsleting listrik. Bangunan bengkel dan wartegnya dalam kondisi ditinggal mudik. Tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kota Bogor, Marse Hendra Saputra di Bogor.

Sehari sebelumnya atau tepat pada hari raya Idul Fitri, tiga bangunan habis dilalap si jago merah. Rumah milik Gugun, 45, di Kelurahan Rancamaya RT 4/3 Kecamatan Bogor Selatan tebakar saat ditinggal berkunjung ke rumah keluarga Minggu (25/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga, akibat konsleting listrik.

Hal serupa juga menimpa rumah milik Rani di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Barang-barang berharga di dalam rumah habis tak tersisa. Kebakaran diduga disebabkan ledakan petasan yang dimainkan anak kecil sekitar rumah.

“Kebakaran juga menimpa rumah di Kampung Kebon Majah RT 1/1, Kelurahan Bondongan, Bogor Selatan. Ini pun diduga akibat konsleting listrik,” kata Marse.

Sebelumnya pada H-2 Lebaran atau Jumat (23/6), kebakaran menimpa satu bangunan rumah di Perumahan Daramaga Hijau, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dan tiga rumah di Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kerugian materil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 800 juta.

Kemacetan Puncak Sampai Cianjur, Begini Rekayasa Lalin Polisi

BOGOR DAILY– Jalur Puncak-Bogor, hingga malam ini masih diberlakukan sistim rekayasa lalulintas satu arah atau one way (satu jalur) bagi kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta.

Kepadatan kendaraan di Warung Kaleng dan Taman Safari Indonesia (TSI), akan ditarik oleh petugas, guna melancarkan jalur saat akan diberlakukan satu arah dari bawah menuju atas.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika yang memonitor jalur dengan motor di Pos 2 B Gadog mengatakan, kendaraan yang hendak naik, akan dibuka jalurnya, jika dianggap sudah longgar jalur di warung kaleng.

AKBP Dicky juga mengatakan, kendaraan dari arah Cipanas, Cianjur, belum dibuka jalurnya untuk turun ke bawah. “Yang di Cianjur masih di-pending, guna melonggarkan kepadatan kendaraan di Warung Kaleng. Karena jika kendaraan dari Cipanas, Cianjur ditarik ke bawah, di saat jalur di Puncak masih padat, maka akan terjadi kemacetan panjang,” kata AKBP Dicky.

Antrian kendaraan baik yang hendak naik  maupun sebaliknya, saat ini sudah mengular sejauh 8 Km. Sementara, data di GT Ciawi, hingga pukul 16.00 WIB, kendaraan dari atas menuju Jakarta, tercatat ada 14.899 kendaraan. Sebaliknya dari Jakarta ke Puncak tercatat ada 19.388 kendaraan.

“Ada fenomena menarik, karena kendaraan yang hendak ke Puncak, jauh lebih tinggi dari yang hendak turun. Angka ini diprediksi akan berubah, saat kendaraan yang sudah mengular di Cipanas hingga Cianjur dibuka untuk menuju ke bawah. Sekitar pukul 21.00 WIB, akan ada lonjakan kendaraan yang turun,” katanya

Berkah Tahunan, Penjual Kembang di Makam Laris Manis

BOGOR DAILY– Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah dimanfaatkan warga Bogor, Jawa Barat untuk berziarah kubur di sejumlah pemakaman, sehingga suasana di makam lebih ramai dari biasanya. Suasana seperti ini pun jadi berkah tahunan bagi para penjual kembang setaman.

Mengunjungi makam dan hari lebaran sudah menjadi tradisi warga Bogor dan sekitarnya. Seperti pemakaman Sinargara, Kampung Pabuaran, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin pagi sudah ramai dikunjungi sejumlah keluarga yang datang berziarah.

Linawati (33) bersama suami dan anaknya menziarahi makam kakek dan neneknya di pemakaman Sirnagara, Kecamatan Pabuaran.  “Tradisi mbak, setiap lebaran pasti ziarahin makam keluarga,” katanya.

Menurut Lina, menziarahi makam sama halnya bersilaturahmi ke keluarga. Karena warga meyakini amalan yang diterima oleh orang yang sudah wafat adalah doa dan amalan Alquran. “Kalau orang tua yang masih hidup didatangi anaknya pasti senang, apalagi yang sudah wafat, pasti senang dikunjungi di hari lebaran, sambil kita bacakan doa,” katanya.

Tradisi ziarah kubur setiap lebaran membawa berkah tersendiri bagi penjaga makam. Aceng (46) penjaga makam Sirnagara sibuk meladani pengunjung makam.

Aceng juga menyediakan air, kembang bagi pelayat, dijual dengan harga mulai Rp2.000 sampai Rp5.000. Rata-rata yang datang ziarah satu keluarga, terdiri dari ibu, ayah dan anak. Bahkan keluarga lengkap dengan nenek, kakek, sepupu hingga kerabat dekat.

Tak jarang, kunjungan ke makam menjadi ajang silaturahmi warga yang saling kenal. Bahkan mereka saling bersalam-salaman di makam. Tak jarang janjian untuk berkunjung ke rumah masing-masing saat lebaran.

Keramaian juga terjadi di makam Dreded dan Blender, Kota Bogor. Silih berganti warga berdatangan, ada yang membawa mobil, maupun sepeda motor.

“Alhamdulillah tiap lebaran berkah. Dagangan laris,” ungkap penjual kembang di sekitar lokasi makam.

Puncak Macet Parah, Kendaraan Dailihkan Keluar Tol Bogor

BOGOR DAILY– Kemacetan parah terjadi di jalur Puncak. Untuk mengurainya,  PT Jasa Marga sempat mengalihkan kendaraan di Tol Jagorawi untuk keluar menuju pintu Tol Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Volume kendaraan di Tol Jagorawi pagi ini terpantau mengalami peningkatan yang mengakibatkan kepadatan kendaraan menuju Ciawi. Kepadatan telah mencapai kurang lebih 3 Km,” kata Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso dalam keterangannya, Senin (26/6/2017)

Oleh karena itu, Jasa Marga Cabang Jagorawi bekerjasama dengan Kepolisian, melakukan pengalihan arus kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak dan Ciawi untuk keluar melalui pintu Tol Bogor pada pukul 07.30 WIB.

“Menghadapi musim balik Lebaran 2017, kami terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk pengguna jalan tol. Kami menyediakan layanan informasi realtime, yang dapat diakses melalui call center 14080, twitter, instagram atau website resmi Jasa Maga,” jelasnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Anaga Budiarso mengatakan pihaknya tengah mengurai kemacetan dengan memeberlakukan sistem satu arah menuju kawasan Puncak sejak pukul 08:30 WIB hingga pukul 11:00 WIB namun bersifat situasional.

“Tadi pagi memang sempat pengalihan kendaraan menuju Puncak dan Ciawi ke pintu Tol Bogor. Tetapi sekarang sudah berangsur menurun tinggal 2 kilometer lagi dan sekarang sedang berlakukan satu arah ke Puncak,” singkat Anaga

Waspada Penyerangan, Polda Jabar Perketat Pengamanan

BOGOR DAILY– Polda Jabar meningkatkan kewaspadaan pascaserangan teror di Mapolda Sumut. Selain markas polisi, personel memperketat posko penjagaan berkaitan pengamanan Lebaran 2017.

Hal tersebut disampaikan Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus. “Perlunya peningkatan kewaspadaan anggota dalam pelaksanaan Pam Stasioner di posko-posko pascakejadian teror teroris di wilayah Sumut,” kata Yusri via pesan singkat, Senin (26/6/2017).

Polda Jabar meminta anggotanya yang tengah bertugas di lapangan untuk siaga dan ekstra hati-hati. Langkah tersebut guna mengantisipasi tindakan pelaku teror yang menyasar aparat kepolisian.

Selain itu, Polda Jabar mengimbau anggotanya agar saling melindungi saat melaksanakan tugas di posko-posko. “Harus lebih waspada,” kata Yusri.

Penyerangan di pos penjagaan di Mapolda Sumut, Medan, terjadi Minggu (25/6), sekitar pukul 03.00 WIB. Serangan itu membuat menewaskan satu anggota polisi, Aiptu Martua Sigalingging.

Pelaku aksi teror ini diketahui dua orang. Selain SP yang kini kondisinya kritis, pelaku lain, AR, ditembak mati oleh anggota Brimob.

Puncak Mulai Diserbu, Antrean Gerbang Tol Ciawi Mengular 3 KM

BOGOR DAILY– Hari kedua lebaran sepertinya mulai dimanfaatkan warga untuk berlibur.  Antusiasme warga yang hendak menikmati libur lebaran di kawasan Ciawi, Puncak, dan sekitarnya mulai terlihat di Tol Jagorawi. Antrean menjelang Gerbang Tol (GT) Ciawi mengular hingga 3 Km.

Petugas Call Center Jasa Marga Vika mengatakan, kepadatan dimulai sejak KM 41. Kepadatan diketahui sampai pembayaran tol.

“Sejak KM 41 mulai ada antrean, sampai Gerbang Tol Ciawi,” kata Vika,  Senin (26/6/2017) sekitar pukul 08.20 WIB.

 Vika menuturkan, kepadatan di Tol Jagorawi hanya terjadi di titik itu. Selebihnya dari Jakarta menuju Bogor terpantau lancar. Begitu pun sebaliknya, lalu lintas masih lancar.  Berdasarkan informasi yang diperoleh, kepadatan terjadi di kawasan Pandansari sampai pertigaan Gadog. Pancang kepadatan sekitar 1,4 Km.

Terpisah, Kepala Humas Jasa Marga Dwimawan Heru, Senin (26/6), pukul 07.00 WIB kepadatan sudah lebih dari 1 Km. Selain ke Puncak masyarakat juga diperkirakan akan ke Sukabumi.

Pihak Jasa Marga dan kepolisian Bogor pun mengambil langkah antisipasi guna mengurai kemacetan. “Kondisi antrean di Gerbang Tol Ciawi mulai ramai. Sudah di atas 1 Km. Sementara PJR dan LJT Jasa Marga sedang proses pengalihan lalin ke Exit Bogor,” demikian penjelasan Dwimawan. Diperkirakan semakin siang kondisi kemacetan di Puncak akan semakin bertambah.