Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 9027

Ini Daftar Petugas yang Siaga Selama Musim Mudik di Bogor

BOGOR DAILY-Petugas gabungan akan siaga selama musim mudik. Tak hanya dari unsur kepolisian, tapi juga sejumlah tenaga lainnya ikut menjaga kenyamanan, dan keamanan selama H-7 sampai H+7 Lebaran.

Adapun daftar petugas gabungan yang ikut siaga di antaranya dari anggota Polres Bogor,  TNI, Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sampai organisasi masyarakat (ormas).

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky, menuturkan jumlah personel tersebut akan disebar di 22 Pos Pengamanan (Pospam) dan 202 Pos Penjaga dan Pengatur (Gatur) di Kabupaten Bogor.

“Dari Polres Bogor ada 1.900 personel, sisanya dari TNI, Satpol PP, PMI, BPBD, Pemkab Bogor hingga Ormas. Jadi total sekitar 4.000 personel yang disiagakan,” kata AM Dicky, Senin (19/6/2017).

Dicky menambahkan, adapun pusat atau konsetrasi pengamanan, dilakukan di pusat-pusat keramaian, rumah ibadah, kantor pemerintahan dan juga jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor.

Pihaknya memprediksi, wilayah Bogor akan mengalami kepadatan pada Hari Lebaran hingga H +7 Lebaran. Hal tersebut mengingat Bogor merupakan favorit masyarakat untuk berwisata.

“Setiap tahunnya, wilayah Bogor khususnya Puncak selalu ramai pada hari Lebaran hingga akhir masa liburan. Bogor hanya perlintasan mudik yang jumlahnya kecil dibanding jalur mudik lainnya,” tambahnya.

Selain hal tersebut, Dicky juga mengimbau agar pada malam takbir nanti masyarakat tidak melakukan takbir keliling dan cukup melakukan malam takbir di masjid masing-masing wilayah.

“Sudah saya imbau, melalui polsek-polrek agar menyiapkan tempat, baik itu masjid atau lapangan untuk melakukan malam takbir. Sehingga tidak perlu ke jalan di jalan-jalan,” tutupnya.

Jalur Mudik di Bogor Masih Banyak yang Rusak

BOGOR DAILY–  Musim mudik tahun ini kondisi jalan di Kota Bogor belum sepenuhnya dikatakan layak untuk dilalui kendaraan. Tercatat, dari 747 kilometer total jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor, 20 persen dalam kondisi rusak.

Kabid Pemeliharaan Kebinamargaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Herman Rusli, mengatakan, sedianya pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak Januari. Namun tidak dengan pemeliharaan berkala.

“Perbaikan sifatnya tambal sulam oleh bidang pemeliharaan jalan yang statusnya jalanan kota. Kecuali jalan nasional dan provinsi. Jalan nasional itu antara lain, Dramaga, Abdullah Bin Nuh, Sholeh Iskandar, Warung Jambu, Pajajaran, dan Ciawi,” bebernya.

Sedangkan untuk jalan provinsi, mulai dari Ekalokasari depan PDAM masuk Lawang Gintung, Batu Tulis, Bondongan, Empang, Juanda, Sudirman kemudian masuk Pemuda, Kebon Pedes hanya sebatas melakukan koordinasi. Khusus jalan nasional maupun provinsi, kata dia, sejauh ini sudah kategori baik.

“Kalau jalan kota, titik persisnya kira-kira 30-40 persen rusak dari Januari tapi sudah kita lakukan tambal sulam,” bebernya.

Lebih lanjut Herman mengatakan, jalan-jalan alternatif menjadi prioritas untuk diperbaiki seperti SBJ dan Gang Makam. Dari Kebon Pedes, lalu dan Cimanggu. Pihaknya juga memprioritaskan jalan-jalan yang dilalui oleh angkutan umum.

“Namanya pemeliharaan rutin seperti melakukan perbaikan, jika jalan rusak ringan, kalau sudah berat enggak bisa menggunakan pemeliharaan rutin,” ungkapnya.

Apalagi saat Januari sampai April bahkan hingga Mei hujan selalu turun. Di sisi lain, selain jalan rusak yang disebabkan faktor alam, pun ada juga jalan rusak akibat galian PDAM. Dalam hal ini, Herman mengaku tidak akan turun sebelum PDAM memperbaiki, sebab itu merupakan tanggung jawab mereka. “Saya tunggu sampai dimana mereka memperbaikinya, awalnya enggak begitu, kok,” tegasnya.

Herman mengatakan, soal anggaran, pemeliharaan berkala rata-rata Rp200 juta hingga Rp300 juta. Tergantung dari berapa panjang dan lebar jalan, berapa saluran yang harus diperbaiki. “Kalau pemeliharana rutin di bidang saya, wilayah I, Rp8 miliar, wilayah II, Rp8 miliar dan wilayah tiga Rp9 miliar,” tandasnya. (Jawa Pos)

ADV BNN : Kegiatan sosialisasi oleh BNNK Bogor

Kegiatan sosialisasi oleh BNNK Bogor pada hari minggu, 18 Juni 2017

1.  – Pukul : 09.30 – 11.30
     – Tempat : Masjid At- Taqwa, Tanah Sareal, Kota Bogor
     – Narasumber : Rika Indriati R, SP (Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat)
     – Materi : Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Seminar Bahaya Narkoba dalam kegiatan pembukaan Pesantren Kilat di masyarakat lingkungan Masjid At-Taqwa, Tanah Sareal Kota Bogor. Kegiatan diikuti oleh Bapak RT, pengurus masjid, ibu2 dan bapak2 warga sekitar, serta anak2 dan pemuda2 yg akan mengikuti kegiatan pesantren kilat. kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar anti narkoba yg dipimpin oleh ketua RT dan diikuti oleh seluruh peserta.
2. – Pukul 11.30 – 13.00
    – Tempat : Gereja HKBP Immanuel Kandang Roda, Cibinong
    – Narasumber : Gantara Lenggana, S.Sos, M.Si (Kasubbag Umum BNNK Bogor)
   – Materi : Cara pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba

ADV : Peringatan HJB Ke-535 Berlanjut di Bulan Juli

Bogor Daily – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-535 tahun ini terasa istimewa. Pasalnya tahun ini peringatan HJB jatuh di bulan Ramadhan. Oleh karena itu berbagai acara yang digelar di tingkat Kelurahan, Kecamatan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) banyak bernuansa keagamaan.

Selain itu menurut Hanafi, Ketua Panitia Perayaan HJB ke 535, beberapa kegiatan dilaksanakan sebelum Ramadhan. Diantaranya seperti acara gerak jalan di Kelurahan Sindang Barang, Pagelaran Wayang Golek, Pagelaran Seni di Situ Gede. Sedangkan sisanya akan berlangsung setelah lebaran. Diantaranya seperti pagelaran wayang golek, helaran pagelaran seni, Istana Bogor Untuk Rakyat dan Museum Open. “Kecuali rapat paripurna istimewa DPRD 3 Juni 2017, itu sih sudah dilaksanakan karena tidak bisa ditunda,” katanya.

HJB ke-535 tahun ini mengangkat tema “Bogor Ngahiji, Kebersamaan Dalam Keberagaman”. Tema tersebut diambil karena masyarakat Bogor merupakan masyarakat yang heterogen. Namun demikian mereka semua adalah “Orang Bogor”. Oleh karena itu  meskipun tidak lahir di Bogor tetapi tinggal di Bogor, berarti mereka memiliki tanggung jawab menjaga Kota Bogor.“Jadi kita bangun Kota Bogor ini dengan kebersamaan dan keberagaman yang ada,” lanjut Hanafi.

Ia mengutip perkataan almarhum KH. Abdurahman Wahid (Gusdur) yang menyatakan, “Tidak penting apapun agamamu atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan tanya apa agamamu dan sukumu.”

“Jadi apapun suku dan agamanya, di Bogor ini yang penting bisa melakukan hal-hal yang baik untuk orang banyak, dan itu akan membuat orang tidak akan menanyakan apa agama dan sukunya. Ini yang kami harapkan bisa tetap tumbuh di Bogor dalam membangun dengan kebersamaan,” jelasnya.

Menurut Hanafi, panitia mengajak seluruh aparatur di wilayah, BUMD dan masing-masing OPD agar ketika menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk apapun, dapat disinergikan dengan kegiatan HJB dan melibatkan masyarakat. Kegiatan yang dimaksud bisa berupa lomba MTQ, Adzan, Marawis, bazar, operasi pasar murah, santunan anak yatim, dan yang lainnya.

Puncak acara rangkaian peringatan HJB adalah helaran pagelaran seni yang akan dilaksanakan tanggal 16 Juli 2017. Seperti tahun sebelumnya, direncanakan kegiatan ini akan digelar dengan melaksanakan  pawai budaya dengan mengundang penampilan dari beberapa daerah dan mengundang kepala daerah. “Tahun kemarin, kami mengundang Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sedangkan tahun  ini kami akan mengundang kepala daerah lainnya,” ungkap Hanafi.

Sedangkan pagelaran wayang golek yang sudah dilaksanakan di setiap Kecamatan sebelum bulan ramadhan, akan kembali digelar tanggal 8 Juli 2017 di Plaza Balaikota Bogor. Sementara itu, Istana Bogor Untuk Rakyat dan Museum Open tanggal 24-28 Juli 201. Untuk Bogor Expo akan dilaksanakan 19-23 Juli di Gor Pajajaran dan beberapa daerah lain akan berpartisipasi untuk memeriahkannya.

“Harapannya  di usia Kota Bogor ke 535 ini kami dapat terus melestarikan kebudayaan, mengajak masyarakat untuk sama-sama mewujudkan program-program prioritas yang sudah direncanakan, karena dalam pelaksanaan setiap program, ada peran pemerintah dan masyarakat,” lanjut Hanafi yang juga adalah Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor.

(Advertorial)

Jadwal Kegiatan HJB 535 Tahun 2017
No Lembaga/OPD Uraian Kegiatan Waktu Pelaksanaan Lokasi
1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Lomba Teknologi Tepat Guna 20 April 2017
2 Dinas Lingkungan Hidup Lomba Ciliwung Bersih se-Kota Bogor 20 Mei 2017 13 Kelurahan
3 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 1 Bogor Halal Fair 19 s/d 21 Mei Halaman Parkir Giant Yasmin
2 Operasi Pasar Murah (Sembako) 13 – 18 Juni 2017 6 Kecamatan
4 Kec. Bogor Tengah Lomba senam lansia 21 Mei 2017 Aula Kel. Kebun Kalapa
Pemberian santunan untuk janda dan anak yatim 22 Mei 2017 Aula Kel. Kebun Kalapa
Bazaar Sembako Murah 22 Mei 2017 Aula Kel. Sempur
Pemberian Zakat dari Baytul Maal 22-26 Mei 2017 11 Kelurahan
6 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lomba Sanitasi Award
7 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemilihan Pekerja Teladan April s/d Mei 2017 Perusahaan di Kota Bogor
8 Sewindu Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan (KOPPAJA) 1 Pentas seni anak islam 1 Juni 2017 Halaman Balaikota
2 Launching WEB yayasan dan KOPPAJA
3 Buka puasa bersama
9 Sekretariat DPRD Rapat Paripurna Istimewa HJB Ke-535 3 Juni 2017 Gedung DPRD Kota Bogor
10 Kec. Tanah Sereal 1 Jalan Sehat 13 Mei 2017 Kel. Sukaresmi
2 Jalan Sehat Juli 2017 Kel. Cibadak
3 Pengobatan Gratis Juli 2017 Kel. Cibadak
4 Pembagian Sembako Murah Juli 2017 Kel. Tanah Sereal
5 Santunan Anak Yatim Juli 2017 Kel. Cibadak
6 Pengobatan Gratis Juli 2017 Kel. Mekarwangi
11 Dinas Pariwisata dan 1 Pagelaran Wayang Golek 6 Mei 2017 Kel. Katulampa Bogor Timur
Kebudayaan Kel. Tanah Baru Bogor Timur
13 Mei 2017 Kel. Pabaton Bogor Tengah
Kel. Kertamaya Bogor Selatan
20 Mei 2017 Kel. Kebun  Pedes Tanah Sereal
Kel. Bubulak Bogor Barat
2 Pagelaran Seni di Situ Gede 20, 21 Mei 2017 Kel. Situ Gede Kec. Bogor Barat
3 Kacapi suling iringan musik sebelum pelaksanaan sidangh paripurna HJB 3 Juni 2017 Gedung DPRD
4 Lomba Marawis 10,11 Juni 2017 Lomba Marawis antar kelurahan
5 Wayang golek di balai kota 8 Juli 2017 Plaza Balaikota Bogor
6 Helaran dan pagelaran seni 16 Juli 2017 Jl. Sudirman / Jalur SSA
7 Istana untuk rakyat Juli 2017 Istana Bogor
12 Event Organizer Bogor EXPO 19 s/d 23 Juli 2017 GOR PAJAJARAN
13 Dinas Sosial 1 Lomba Jalan Lansia
2 Pembagian sembako pada lansia
15 Dinas Pendidikan 1 Lomba sekolah bersih tingkat TK,SD dan SMP 23 Mei 2017
2 Gerakan Pesantren Kilat SD dan SMP 29 – 31 Mei 2017
3 Santunan terhadap anak yatim piatu 2 Juni 2017
16 Rumah Sakit Umum Daerah Deteksi dini penyakit jantung koroner Juni 2017 Balaikota Bogor
17 Dinas Kesehatan 1 Lomba Senam Lansia Kota Bogor 18 Mei 2017 Dinas Kesehatan
2 Seminar KTR  dengan Tema “Show Your Colours,,, Saatnya yang Muda Beraksi”. Sasaran kegiatan : generasi muda, pelajar SMP dan SMA, Ormas 22 Mei 2017
3 Pemberian Kaca Mata untuk anak sekolah 22 – 24 Mei 2017
4 Festival Mural KTR 31 Mei 2017
5 Kampanye Angkot Sehat 31 Mei 2017
6 Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Bogor 07 Juli 2017
7 Lomba RW Bersih dan Sehat se-Kota Bogor 01 Mei 2017
8 Deteksi FR – PTM di masyarakat umum Mei – Juli 2017
9 VCT Mobile Mei – Juli 2017
10 Sosialisasi / seminar HIV : Juli 2017
11 Penyuluhan DBD : Juli 2017
18 Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Lomba Koperasi Berprestasi
19 Badan Amil Zakat Gebyar Ramadhan Anugerah Zakat 30 Mei 2017 Gedung Aula MUI
20 PDAM 1 Diskon 50% Pemasangan Baru untuk 1000 Sambungan Langsung Sampai kuota 1000 Sambungan Langsung habis Seluruh zona layanan kecuali zona VI
2 Pembayaran rekening gratis untuk 1.129 pelanggan kategori Masjid, Mushola, Majelis Ta’lim dan Pesantren Selama bulan Ramadhan Seluruh zona layanan
3 Gratis Biaya Balik Nama 1 Juni – 31 Juli 2017 Seluruh zona layanan
21 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penilaian Perusahaan Terbaik

Napi di Lapas Bogor Jadi Pemasok Narkoba

BOGOR DAILY– Polres Bogor kembali mengungkap kasus peredaran narkoba di Kabupaten Bogor. Kali ini, hasilnya mengejutkan, lantaran pasokan ganja dikendalikan napi dari dari lembaga permasyarakatan (lapas) di wilayah Bogor. Dua tersangka IHM (36) dan BTY (33) ditangkap berikut barang bukti sebanyak 133 kilogram ganja kering.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima polisi soal peredaran narkoba di wilayah Bogor. “Dari penyelidikan diketahui pengedarnya adalah IHM yang memang sudah menjadi target kami,” kata Dicky di Mapolres Bogor, Senin (19/6/2017).

Pria itu dibekuk di kontrakannya di wilayah Desa Dayeuh, Cileungsi. Dari tangan tersangka disita 132 paket ganja kering masing-masing seberat 1 kg yang dibungkus lakban warna coklat. “Tersangka mengaku barang tersebut didapat dari temannya yang mendekam di lapas,” kata Dicky, tanpa menyebut lapas dimaksud.

Dari hasil pengembangan, polisi kembali menangkap BTY di Desa Ciburuy, Cigombong dengan barang bukti ganja 1 kilogram.”Barang haram tersebut didapat dari IHM, artinya narkoba ini masih satu jaringan yang dikendalikan seorang napi di lapas,” kata dia.

Dicky mengatakan, kedua pelaku yang tertangkap tangan ini sebagai pengedar ganja di wilayah Bogor. Saat ini polisi tengah memburu jaringan pemasok narkoba yang diduga berasal dari lingkungan lembaga permasyarakatan di wilayah Bogor. “Sedang kami selidiki untuk mengungkap jaringan yang dikendalikan dari lapas ini,” Dicky menandaskan.

97 Adegan Diperagakan di Rekonstruksi Pesta Gay Kelapa Gading

BOGOR DAILY– Polres Jakarta Utara menggelar rekonstruksi kasus pesta gay bertajuk ‘The Wild One’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rekonstruksi ini digelar langsung di lokasi untuk memperjelas adegan saat pesta gay tersebut.

Rekonstruksi mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (19/6/2017). Seluruh tersangka yang berjumlah 10 orang beserta tiga orang saksi juga dihadirkan. Adegan dimulai sejak pintu masuk dengan memperagakan adegan seorang saksi bernama Hinoto penjaga keamanan dan saksi Rojali selaku petugas kebersihan (OB). Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke dalam lokasi ruko berlantai 4 dengan seluruh tersangka.

“Total ada 97 adegan dalam rekonstruksi ini. Seluruh tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Nasriadi  di lokasi, Senin (19/6/2017).

Rekonstruksi ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi. Proses rekonstruksi berlangsung dengan pengawalan Tim Tiger bersenjata lengkap. Dalam rekonstruksi ini awak media tidak diperkenankan mengikuti keseluruhan proses rekonstruksi yang berlangsung di dalam ruko, guna mencegah efek sosial yang berlebihan

Sebelumnya, Polres Jakarta Utara menggerebek sebuah event prostitusi gay ‘The Wild One’ di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakut. Event itu digelar di PT Atlantis Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada Minggu 21 Mei 2017 sekitar pukul 19.30 WIB. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 orang.

Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka atas pengungkapan kasus tersebut. Mereka ialah empat orang berinisial CD, N, D, dan RA selaku pengelola tempat fitness tersebut serta enam orang yang terlibat dalam aksi pornografi, yaitu SA, BY, R, TT, A, dan S.

Walikota Bogor Ngamuk, Motor di Parkiran Liar Ditendang

BOGOR DAILY- Walikota Bogor Bima Arya ngamuk di Pasar Anyar saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (19/6/2017) pagi.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu marah besar lantaran mendapati puluhan sepeda motor diparkir sembarangan di tengah jalan hingga mengalangi para pejalan kaki.

Bima Arya menendang sepeda motor hingga terjatuh. Ia kemudian memerintahkan petugas untuk memindahkan sepeda motor tersebut.

Bima juga memanggail juru parkir yang berada di lokasi. Juru parkir tersebut langsung mendekat dan berusaha mencium tangan sang walikota. Namun Bima Arya tak mau bersalaman. “Angkut semuanya. Sekarang area ini harus kosong semuanya,” tegas Bima Arya.

Bima Arya mengaku tidak bisa menahan emosinya lantaran melihat kendaraan roda dua diparkir di tengah jalan. “Ini menyusahkan orang lain ya. Makanya macet segala macam karena ada parkir liar di sini,” imbuhnya.

Bima Arya mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengawasi juru parkir agar tidak lagi mengelola lokasi parkir ilegal.

Mau Lebaran, 1,5 Juta Warga Pilih Tinggalkan Bogor

BOGOR DAILY– Arus mudik Lebaran 2017 diprediksi mulai ramai pada H-3 atau Kamis (22/6). Sebab, pemerintah memajukan cuti lebaran mulai Jumat, 23 hingga 30 Juni 2017. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memprediksi lonjakan penumpang Hari Raya Idul Fitri dari Kabupaten Bogor akan jatuh pada Kamis (22/6).

Kepala Seksi Pengawasan Sarana Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Irawadi Sukisman mengatakan, sesuai kebijakan pemerintah pusat, setelah menambah cuti bersama yang jatuh pada hari Kamis, diperkirakan rencana mudik lebaran masyarakat Kabupaten Bogor akan dimulai sejak Senin (18/6) hari ini. “Diperkirakan mulai besok (hari ini) sudah mulai bergerak. Puncaknya hari Kamis karena sudah mulai liburan,” kata Irawadi.

Berkaca pada mudik lebaran tahun lalu, ia menyebut ada sekitar 1,5 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bogor yang akan meninggalkan Bogor untuk pulang kampung. Lalu, karena mudik lebaran tahun ini terbagi beberapa trip, dalam artian terus berangsur hingga hari H. Sehingga, perkiraan perhari armada bisa yang dibutuhkan mencapai sebanyak 400 bis perharinya. “Insya Allah untuk kendaraan bis siap tersedia dan kita upayakan bisa mengangkut semua masyarakat Kabupaten Bogor,” ucap dia.

Irawadi juga meyakinkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kendaraan mudik yang digunakan dari wilayah Kabupaten Bogor. Sebab, pihaknya sudah rutin melakukan kegiatan inspeksi angkutan umum (ramp check) di setiap full bis dan terminal. Sehingga, ia bisa memastikan kendaraan yang sudah diberikan logo berbentuk bulat keluaran dari Dishub layak untuk digunakan mudik. “Dari hasil ramp check kita memberikan logo kepada bis yang layak untuk digunakan mudik. Masyarakat sebaiknya menggunakan armada bis yang sudah dipasang logo,” yakinnya.

Di sisi lain, Irawadi menuturkan, pihaknya akan mulai mengefektifkan sepuluh titik Pos Pam jalur mudik di Kabupaten Bogor mulai hari ini. Pos Pam ini dibangun untuk membantu masyarakat yang hendak mudik ketika dalam perjalanan terjadi troubel. “Jadi Pos Pam ini kita bangun untuk mengarahkan atau menunjukan jalan bagi para pemudik. Menjadi tempat istrihat hingga sebagai sarana diskusi penumpang yang masih bingung,” tutur dia.

Dirinya menambahkan, sepuluh titik Pos Pam ini akan didirikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Seperti, di sekitar Ciawi, Cisarua, Megamendung, arah ke Sukabumi, Leuwiliang serta Cileungsi. “Titik fokus kita di jalur Selatan seperti arah Puncak dan Sukabumi. Kita akan turunkan kekuatan penuh, dari Dalop sebanyak 250 anggota dibantu 20 orang tim penguji kendaraan,” tutupnya.

ADV : KIA Dan Percepatan Perekaman E-KTP

Bogor Daily – Beberapa waktu lalu banyak anggota masyarakat bertanya soal pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Mereka diantaranya mempertanyakan prosedur dan waktu pembuatan KIA serta manfaatnya. Memang, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, setiap anak di Indonesia wajib memiliki KIA. Kartu tersebut akan berfungsi sama seperti KTP pada orang dewasa.

Menurut Agus Suparman, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, pada dasarnya KIA merupakan dokumen kependudukan. Dokumen tersebut diperlukan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak.

Pengadaan KIA merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program mewujudkan Kota Layak Anak. Juga sesuai dengan ketentuan Undang Undang nomor 25 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Sebab dengan adanya KIA, identitas anak secara hukum menjadi lebih jelas,” katanya. Keberadaan KIA antara lain bisa bermanfaat untuk melindungi setiap anak dari praktek perdagangan anak.

“Karena fungsinya sama dengan KTP, maka setiap KIA akan dilengkapi dengan  Nomer Induk Kependudukan (NIK),” kata Agus. Dengan dipergunakannya KIA maka kedepan seluruh penduduk di Indonesia  mulai dari bayi sampai dengan para lansia bisa terdata secara lebih akurat. Akurasi data kependudukan menjadi salah satu syarat penting yang harus terpenuhi dalam menyusun berbagai strategi pembangunan di berbagai bidang.

Di Kota Bogor pembuatan KIA belum dimulai tahun 2017 ini. Menurut Agus, pembuatan KIA tahun 2017 baru diberlakukan di 50 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Diantaranya Surakarta, Malang, Yogyakarta, Depok dan Makasar seta Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bantul. Kota dan kabupaten itulah yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan proyek percontohan pembuatan KIA.

“Kota Bogor tidak termasuk di dalam daftar ke-limapuluh kota tersebut, jadi sampai dengan saat ini kami baru pada tahap melakukan sosialisasi menyangkut segala sesuatu tentang KIA tersebut,” jelas Agus.

Namun demikian mulai tahun 2018, seluruh pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia sudah harus melaksanakan pelayanan pembuatan KIA. Untuk itu, “Pemerintah daerah diminta mengelola kegiatan pembuatan KIA ini secara mandiri,” ungkap Agus. Oleh karena itu pihaknya berencana akan mengajukan anggaran pelayanan pengadaan KIA pada APBD tahun 2018 yang nilainya mencapai sekitar Rp 2,7 milyar.

Anggaran tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membiayai pengadaan kartu, pengadaan alat, pelatihan petugas, sosialisasi serta kegiatan pelayanan. Mengingat dikelola secara mandiri, maka KIA yang diterbitkan oleh pemerintah daerah masing-masing akan berbeda. Terutama berbeda dari warna yang akan dipergunakan.

Format kartu akan sama dengan KTP orang dewasa. KIA bagi anak berusia antara 5 tahun sampai dengan 17 tahun kurang satu hari, wajib dilengkapi foto. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi bayi dan anak berusia antara 0 sampai dengan sebelum 5 tahun. Secara teknis, pelayanan KIA direncanakan akan dilaksanakan termasuk dengan melibatkan berbagai pihak seperti rumah sakit.

Percepatan Perekaman KTP

Saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor juga tengah melaksanakan program percepatan perekaman KTP elektronik. Tercatat masih ada sekitar 15.674 penduduk Kota Bogor yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Menurut Agus Suparman, orang-orang yang terdata sebagai pihak yang belum melakukan perekaman data KTP, merupakan mereka yang belum jelas keberadaannya. “Persoalannya orang-orang itu ada dimana, sudah meninggal, tinggal di luar kota atau bisa juga mereka tinggal di luar negeri,” katanya.

Jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik pada tahun 2017 sudah jauh lebih berkurang. Sebab pada awalnya, setelah KTP elektronik diberlakukan sesuai  ketentuan UU Nomor 24 tahun 2013, tercatat masih ada sekitar 47 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman.

Ditargetkan pada akhir bulan Oktober 2017, seluruh penduduk warga Kota Bogor sudah selesai melakukan perekaman. “Percepatan perekaman ini mendesak dilakukan karena pada tahun 2018 Kota Bogor akan menyelenggarakan Pilkada,” jelas Agus. Sukses Pilkada tentu salah satunya sangat ditentukan oleh adanya data kependudukan yang akurat.

Untuk mendukung percepatan proses perekaman, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor melakukan berbagai cara. Pelayanan perekaman diintensifkan dengan sistem jemput bola. Dengan sistem ini ditargetkan setiap hari bisa terlayani sekitar 150 orang yang melakukan perekaman.

Dalam sistem jemput bola, diantaranya dimanfaatkan mobil keliling. Mobil tersebut berkeliling ke 68 kelurahan yang ada, secara terjadwal untuk memudahkan pelayanan kepada warga. Juga telah dibuka gerai pelayanan perekaman di Mall BTM lantai 3.

Selain itu percepatan perekaman dilakukan dengan memanfaatkan alat perekam gendong. Dua unit alat perekam gendong yang dimiliki  Disdukcapil Kota Bogor saat ini, bisa dibawa petugas langsung ke rumah penduduk. “Pelayanan seperti itu dibutuhkan bagi warga masyarakat yang sulit atau sudah tidak bisa bepergian termasuk datang ke Kelurahan,” jelas Agus. Pelayanan seperti ini juga diselenggarakan pada saat berlangsung Car Free Day.

Jadi bagi Anda yang belum melakukan perekaman data diri untuk kepentingan penerbitan KTP elektronik, diharapkan bisa segera melakukannya dengan memanfaatkan pelayanan-pelayanan baru tersebut. Anda bisa memilih, dimana Anda suka akan melakukan perekaman.

(Advertorial)

Kapolda Janji Angkat Topi Kalau Habib Rizieq Pulang

BOGOR DAILY– Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab hingga kini masih ogah pulang ke tanah air. Rizieq masih bertahan di Arab Saudi usai menjadi tersangka bersama Firza Husein dalam kasus chat berbau pornografi.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan berjanji akan angkat topi jika Rizieq pulang ke tanah air dan menghadapi proses hukumnya.

“Hukum harus ditegakkan dan harus dihadapi. Itu aja. Itu paling elegan dan saya akan angkat topi kalau beliau datang,” tegas Iriawan saat acara apel persiapan Hari Raya Idul Fitri di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Disamping itu, Iriawan pun enggan menanggapi prihal janji Sumpah Mubahalah yang diucapkan oleh Rizieq.

“Nggak apa-apa, silakan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, tersangka kasus chat pornografi,Habib Rizieq Syihab masih belum kembali ke Indonesia. Berulang kali pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu diminta kooperatif mengikuti prosedur hukum.

Sejumlah rencana disiapkan oleh kepolisian. Pengajuan red notice gagal karena ada klausul hanya pasal-pasal tertentu yang bisa diajukan. Kasus Rizieq dianggap tak masuk kategori.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan punya skema lain. Dia teringat dengan kasus Gayus Tambunan, 2010 lalu. Gayus merupakan tersangka kasus mafia pajak Rp 25 miliar.

Saat itu Iriawan menjabat Wakil Direktur Keamanan Trans Nasional Bareskrim Mabes Polri, dengan pangkat brigadir jenderal. Bersama dengan Wamenkum HAM Denny Indrayana, Iriawan berhasil membawa pulang Gayus dari Singapura ke Tanah Air.

Pengejaran kala itu dilakukan secara matang karena Indonesia tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura. Selama tiga hari Gayus sudah dikuntit. Paspornya juga sudah dibekukan.

Menurut mantan Kapolda Jawa Barat ini, cara itu bisa dilakukan untuk memulangkan Habib Rizieq dari Saudi Arabia. “Alternatif, imigrasi bisa mengeluarkan namanya pencabutan paspor apabila diminta oleh kita,” ujar Iriawan di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).