Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9034

Pelaku Duel Rebutan Cewek di Cigudeg Diumpetin Polisi

BOGOR DAILY– Polisi telah menetapkan RZK (17) sebagai tersangka pembunuhan siswa SMAN 1 Cigudeg Bogor, Raden Aldian Fadilah (17). RZK dan Aldian duel sampai mati gara-gara rebutan cewek.

RZK yang merupakan warga Kampung Anyar, Desa/Kecamatan Cigudeg membunuh Aldian di Lapangan Bola Dwikora, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Jumat (9/6). “Pelaku dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara,” kata Kapolsek Cigudeg Kompol Yayan Sopyan.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan, korban dan pelaku terlibat keributan lantaran memperebutkan seorang perempuan. Sehingga, tindakan duel tak terhindarkan. “Iya, akibat perempuan, terus dikompor-kompori sama teman-temannya sehingga berantem. Perempuan yang direbutkan itu pacar korban. Pelaku mengganggunya,” ucap dia.

Jika bicara mengenai keberadaan pelaku, jelas dia, pihaknya sementara ini belum bisa memberitahukannya karena khawatir keluarga korban yang masih emosi mencari keberadaan pelaku. “Kalau dikasih tahu nanti keluarga korban datang ke situ langsung dianiaya, nanti polisi lagi yang disalahkan,” jelasnya.

Namun, ia meyakinkan kondisi pelaku saat ini berada di tempat yang aman. Di balik itu, pihaknya juga sedang intens menenangkan kondisi keluarga korban yang masih tersulut emosi dengan peristiwa ini.

“Kita amankan di satu tempat dan Insya Allah aman. Kita belajar berdasarkan pengalaman, khawatir kejadian seperti ini (keluarga korban main hakim sendiri, red) terulang kembali,” ujarnya.

Innalillahi, Tubuh Refan Hancur Tergilas Truk Tangki di Cijeruk

BOGOR DAILY- Seorang anak berusia empat tahun yang bernama Muhammad Refan As Sidqi tewas akibat terlindas truk tangki air.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (13/6/2017), sekitar pukul 11.50 WIB, di Kampung Warung Menteng, RT 02/03, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan warga sekitar, Rahmat, kejadian itu berawal ketika Refan meminta uang kepada ibunya untuk jajan. Ibu korban memberikan uang sebesar Rp 2 ribu untuk jajan.

Kemudian bocah itu pergi ke warung yang terletak di seberang jalan. Masih menurut saksi, Refan sudah berhasil menyebrang namun ada sebuah truk tanki air bermuatan penuh melaju dari arah Cijeruk menuju Caringin menyenggol tubuh anak itu yang sedang berdiri di pinggir jalan.

Rahmat, ia tidak melihat persis posisi Refan ketika sebelum terlindas, ia hanya melihat mobil truk tangki bernopol B-9366-TFU itu melaju dengan tidak biasanya.

Saat truk tanki yang dikemudikan sopir atas nama Rustam itu sudah melaju agak jauh, Rahmat mendapati Refan sudah terkapar di jalan dalam kondisi tubuh kaki dan kepala hancur.

“Jadi jalan truk tangkinya itu kayak di jalan berbatu terdengar suara retakan gitu, pas mobil udah agak jauh, saya liat Refan udah gitu,” ujar RahmatSelasa (13/6/2017).

Kondisi jalan yang awalnya sepi pun berubah menjadi ramai terlebih saat itu sang sopir truk tangki tersebut mencoba kabur sehingga warga pun sempat mengeroyoknya sebelum dibawa ke polisi.

“Refan juga pas ditemukan, dia masih megang uang, dua ribu,” ujar Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan jenazah Refan dibawa petugas ke RSUD Ciawi untuk dilakukan otopsi

Maju Pilgub Jabar, Bima Arya Komunikasi Terus dengan Ketum PAN

BOGOR DAILY– Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku siap maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang. Bersama Partai Amanat Nasional, dirinya mengaku siap berkomunikasi dengan partai lain.

Bima mengatakan, terus melakukan komunikasi politik secara intens dengan semua pihak, termasuk dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

“Saat ini, komunikasi dibangun dengan semua untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada. Jadi belum mengerucut. Saya bersama Pak Zulkifli terus berkomunikasi,” papar Bima, Selasa (13/6).

Bima menjelaskan, sebagai kader partai, dirinya siap mengikuti instruksi yang diberikan partainya, termasuk soal Pilgub Jabar ini. Dikatakan, yang terpenting adalah menentukan sikap untuk memberi kemaslahatan untuk semua.

“Politik kan dinamis. Memang, saat ini saya banyak menerima pertanyaan dari warga apakah akan ke Jawa Barat atau tetap di Bogor,” kata Bima.

Sejauh ini, orang nomor satu di Kota Bogor itu masih menunggu keputusan dari partai. Ia pun belum mempersiapkan diri secara matang terkait hal tersebut. “Ini kan belum tahap visi-misi, masih dalam tahap komunikasi dulu. Namun, pada saatnya setelah ada keputusan, baru bicara ke depan,” tambah Bima.

Nama Bima Arya muncul setelah Zulkifli Hasan menyatakan telah menyiapkan kader-kader terbaik dari PAN untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat. Selain Bima Arya, nama anggota DPR Dessy Ratnasari juga ikut dimunculkan.

Ketua Umum PAN Zulkifli dalam keterangannya beberapa waktu lalu mengaku dari sejumlah nama, Desy Ratnasari dan Bima Arya menjadi dua calon yang masuk dalam bursa kandidat dalam Pilgub Jabar 2018.

Selasa Pagi Kecelakaan Juga Terjadi Jalan Solis Bogor, 1 Tewas

BOGOR DAILY– Kecelakaan di Jalan Sholeh Iskandar Selasa (13/6) juga terjadi pada pagi hari. SEkitar pukul 08:00 wib, seorang pengendara motor tewas di tempat. Informasi ini menyebar melalui grup pertemanan via WhatsApp.  Teman dari korban kecelakaan baru menyadari rekannya tewas setelah mendapat informasi yang tersebar dari grup WhatsApp.

Kanit Laka Lantas Polresta Bogor Kota, Iptu Said pengendara motor bernama Nasan tersebut diduga tewas terlindas truk saat hendak menyalip truk dari sebelah kanan yang melaju ke arah Simpang Tol BORR.

“Dugaan sementara ada kelalaian dari pengendara motornya, masih dugaan terlindas truk fuso,” terangnya.

Saat ini, kata Said, pihaknya masih mencoba mencari sksi-saksi yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan.

Begitu juga dengan truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan itu masih belum diketahui keberadaannya.

“Kalau korban sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, kemungkinan nanti akan dibawa langsung oleh pihak keluarga,” terangnya.

Sementara itu, rekan korban, Reza (22) menuturkan temannya mengalami kecelakaan saat akan pergi bekerja dengan melaju di sekitar pembangungan sesi II B Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

Ketika itu, dirinya yang mendapatkan informasi kecelakaan langsung bergegas menuju RS Bhayangkara dengan teman kerja korban lainnya.

“Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB, waktu itu saya lihat pesan di grup WhatsApp ada kecelakaan, awalnya saya tidak mengira kalau itu teman saya, tapi pas lihat motornya ternyata itu memang motor teman saya,” ungkapnya.

Ada Kecelakaan Beruntun di Jalan Sholeh Iskandar, Nih Fotonya

BOGOR DAILY- Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sholeh Iskandar sekitar pukul 15:00 wib. Pantauan di lokasi kejadian, ada sembilan mobil, bebrapa di antaranya dalam kondisi rusak berat hingga ringsek.

Menurut saksi, kecelakaan dipicu akibat rem blong sebuah truk tronton yang melaju dri arah Tol Borr Sentul-Bogor. Saat macet, kendaraan itu tak bisa dikendalikan hingga menabrak mobil di depannya secara beruntun.

“Gara-garanya truk itu. Ada pedaganga songa yang sampai kejepit, karena tadi posisinya lagi macet,”kata Udin, slaah satu peekrja kontraktor yanga da di lokasi kejadiaan.

Hingga berita ini dimuat, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung. Namun belum ada pihak kepolisian yang bsia dimintai keterangan.

Berikut foto-foto yang diambil langsung dari Tempat Kejadian Perkara (TKP)

 

Begini Kata Sekdakot Bogor Soal Mudik Pakai Mobil Dinas

BOGOR DAILY– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini belum memutuskan kebijakan tentang penggunaan mobil dinas untuk mudik. Hal itu lantaran belum ada surat edaran dari pemerintah pusat tentang penggunaan mobil di­nas tersebut. Sehingga, Pemkot Bogor meminta kepada setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan menggunakan mobil dinas agar mengaju­kan permohonan peminjaman.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, pihaknya akan meru­muskan kebijakan menggunakan mobil dinas yang akan dipakai mudik setiap PNS di Kota ada kepastian dari pemerBogor. Hal itu karena belum intah pusat tentang peng­gunaan kendaraan dinas untuk mudik. “Memang perlu dirumuskan dulu. Karena pada dasarnya, mobil dinas ini digunakan untuk dinas saja, bukan untuk kepentin­gan pribadi setiap PNS-nya,” ujarnya kepada Metropolitan di Balai Kota Bogor.­

Jika dibolehkan, menurut Ade, harus ada persyaratan yang dipenuhi para PNS yang akan menggunakan mobil dinas tersebut. Se­hingga jika ada hal-hal yang terjadi, para PNS tersebut harus bertanggung jawab. Sebab, kerusakaan yang terjadi di luar dinas bukan tanggung jawab Pemkot Bogor. “Makanya harus ada permohonan peminja­man kepada pemkot dan ada syarat ketentuan yang nantinya harus dipenuhi setiap PNS,” terangnya.

Meski demikian, Ade Sarip mengaku belum mengon­sultasikannya kepada wali kota. Namun, konsep terse­but nantinya akan dibawa untuk dijadikan kebijakan Wali Kota Bogor dalam mela­rang atau memperbolehkan PNS menggunakan mobil dinas untuk mudik.

“Kalau disimpan di rumah juga kan khawatir karena nantinya ditinggalkan PNS mudik ke kampung halamannya. Se­dangkan jika disimpan di Pemkot Bogor pun, tempat­nya tidak memungkinkan,” paparnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor Anggraeni Iswara menjelaskan, di setiap dinas Kota Bogor setidaknya me­miliki lima kendaran dinas. Sehingga dari jumlah dinas yang ada di Kota Bogor, ada 200 kendaraan dinas yang ada di Kota Bogor. “Semua itu hanya mobil, tidak berikut dengan motornya,” katanya.

Terkait penggunaan mobil dinas untuk mudik, Anggrae­ni enggan berkomentar ban­yak. Namun, setiap PNS yang menggunakan kendaaran dinas mempunyai tanggung jawab atas kendaraan dinas yang digunakannya. “Itu bukan kapasitas saya. Tetapi setiap PNS yang menggu­nakan kendaraan dinas ha­rus bertanggung jawab atas kendaraan tersebut karena mereka telah menandatan­gani berita acaranya,” ung­kap Anggraeni.

Injak Genting Rumah, Begal Sadis Berjimat Baru Bisa Lumpuh

BOOR AREAPetugas Kepolisian Sektor Bojonggede, Kabupaten Bogor, baru saja menangkap dua pelaku pembegalan sadis yang sering berulah di sekitar wilayah Kota Depok, Jawa Barat.

Mereka masing-masing bernama Ikhwanurhakim (32 tahun) dan Guntur (22 tahun). Keduanya ditangkap dalam penggerebekan di wilayah Desa Dadap, Kecamatan Bojonggede.

Kepala Polsek Bojonggede, Kompol Siswanto mengatakan, dalam penangkapan itu,Ikhwanurhakim terpaksa harus dilumpuhkan dengan tembakan di kaki. Karena dia melakukan perlawanan yang membahayakan jiwa petugas.

“Salah satu tersangka yakni Ikhwanurhakim terpaksa kami lumpuhkan karena berupaya melakukan perlawanan saat akan dibekuk tim buru sergap,” kata Siswanto, Senin, 12 Juni 2017.

Menurut Siswanto, daftar kejahatan pembegalan yang dilakukan Ikhwanurhakim dan Guntur cukup panjang dan dari semua aksinya, mereka kerap melukai korban dengan senjata tajam.

“Mereka ini kerap melakukan pencurian motor, bahkan tak segan-segan melukai korbannya jika melawan,” kata Siswanto.

Terbukti pada saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti berupa golok yang selama ini dipakai pelaku untuk menyerang korban-korbannya.

Selain senjata tajam, petugas juga menemukan sebuah benda yang disebut-sebut sebagai jimat keselamatan milik Ikhwanurhakim.

“Selain itu kami juga temukan jimat pelaku yang katanya bisa kebal,” ujar Siswanto.

Entah benar-benar berpengaruh atau tidak, dalam penangkapan ini ada sebuah cerita yang sulit dicerna akal sehat. Ketika benda itu masih berada di tangan Ikhwanurhakim, petugas mendapatkan mengalami kejadian aneh tapi nyata.

Menurut Kepala Unit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Ade Ahmad Sudrajat, petugas yang akan melumpuhkan Ikhwanurhakim beberapa kali gagal, setiap kali peluru ditembakkan dari pistol mengarah ke tubuh Ikhwanurhakim, peluru selalu nyasar, meleset dari target.

Padahal saat peluru ditembakkan, posisi petugas dan pelaku tak begitu jauh atau masih dalam jangkauan akurat tembak.

“Saat akan kami amankan dia ini sempat melawan. Kita sempat beri peringatan ternyata masih melawan ya terpaksa kami lumpuhkan. Tapi peluru nyasar terus,” kata Ade saat mendampingi Siswanto.

Sebelum menemukan lokasi persembunyian kedua begal, menurut Ade, tim buru sergap sudah menyelidiki secara mendalam tentang kehidupan pelaku. Baik sepak terjang maupun sejarah kehidupannya. Termasuk tentang jimat kebal tembak yang dimiliki Ikhwanurhakim.

Dari penyelidikan itu petugas mengetahui tubuh Ikhwanurhakim hanya bisa ditembus peluru jika saat tembakan dilepaskan petugas menginjak genting. “Katanya injak genting dulu. Nah entah kebetulan atau tidak peluru kita akhirnya tepat mengenai kakinya,” kata Ade.

Sementara itu, Ikhwanurhakim mengaku mendapatkan jimat itu dari guru mengajinya, saat dia masih menimba ilmu agama sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Banten.

Menurutnya, sang guru memberikan jimat itu kepadanya dengan tujuan agar santrinyan itu terhindar dari bahaya bukan untuk melakukan kejahatan.

“Ini dapat dari guru saya, dulu saya mondok sebagai santri di daerah Lebak. Ini kata guru saya buat keselamatan. Tapi saya akui saya salah menggunakannya,” kata Ikhwan sembari meringis menahan rasa sakit di luka bekas tembakan pada kakinya.

Ikhwanurhakim mengatakan, dia merasa sangat menyesal dan telah mendapatkan karma atas perbuatannya. Seba saat memberikan benda jimat itu, gurunya berpesan agar selalu berbuat baik dan tidak merugikan masyarakat. “Guru saya pesan suruh berbuat baik, ya saya khilaf,” katanya seperti dilansir vivanews.

Kini Ikhwanurhakim sang mantan santri dan Guntur harus menghabiskan waktu di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. -]

Dua Rumah di Bojongkerta Bogor Dilumat Si jago Merah

BOGOR DAILY– Dua unit rumah milik Nurdin dan Yahya warga RT 4/6 Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor hangus dilalap api, Senin (12/06/17) malam. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

Menurut keterangan salah satu pemilik rumah Nurdin, peristiwa kebaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di saat mayoritas umat muslim tengah menjalankan ibadah salat tarawih.

“Saya juga tadi nggak tahu persisnya. Tapi kata istri, apinya muncul dari bagian belakang (rumah, red). Tetangga lari-lari ke masjid kasih tahu kalau rumah saya kebakaran,” paparnya.

Pantauan di lokasi, api melalap habis bagian belakang rumahnya. Bagian atap kamar dan toilet rumahnya habis tak tersisa. Begitu pun halnya dengan rumah Yahya yang berada persis di sampingnya, yang tak lain masih saudara kandungnya.

“Untungnya warga cepat membantu memadamkan api pakai alat-alat seadanya, jadi api nggak merambat ke rumah yang lain,” kata Nurdin.

Untuk memadamkan api, sebanyak empat unit truk damkar masing-masing dua unit milik Kabupaten Bogor dan Kota Bogor berikut satu unit mobil Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dikerahkan ke lokasi.

 

Sempat Terpuruk, Man City Incar Semua Gelar di Musim Depan

BOGOR DAILY– Manchester City bisa dibilang sebagai salah satu klub terbesar di Inggris. Memiliki dana melimpah serta bintang-bintang istimewa, mereka diharapkan mampu mencapai performa terbaik dan mengangkat trofi tiap musimnya.

Sayangnya pada musim ini, Man City gaga l mengangkat satu trofi pun padahal sudah dipimpin seorang Pep Guardiola. Meski begitu, gelandang mereka, Ilkay Guendogan punya pendapat tersendiri.

“Saya pikir itu tetap musim yang baik dan sukses. Cara kami bermain, kami mengawali segalanya sangat baik pada tujuh sampai delapan laga pertama. Penting berada di peringkat tiga klasemen Premier League dan langsung lolos ke Liga Champions. Tapi, mungkin orang lain punya pendapat berbeda,” ujarnya kepada situs resmi Man City.

“Secara umum performa kami sangat baik. Kami hanya perlu fokus untuk hal-hal kecil musim depan. Saya yakin kami bisa bersaing di semua kompetisi dan memperebutkan semua titel. Tim harus menargetkan yang terbaik. Karena tim ini punya tim dan manajemen yang sangat baik. Kami dominan dalam bermain, bisa membuat banyak peluang. Tim yang bisa mengalahkan siapapun,” pungkas dia.

Guendogan sendiri saat ini sedang melewati pemulihan cedera. Dia hanya bermain 16 kali sepanjang musim sebelum terkapar dan baru bisa kembali bermain awal musim depan

Ada TV, Laptop dan HP di Sel Mewah Bandar Narkoba Ini

BOGOR DAILY– Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sedang mengejar tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan narkotika Freddy Budiman menemukan fakta mengejutkan. Narapidana Lapas Cipinang sekaligus jaringan Freddy berinisial HC dipenjara dalam sel mewah.

Dari sumber Jawa Pos, HC tinggal sendirian di sel tersebut. Di sel itu terdapat fasilitas TV LCD berukuran besar. TV yang terpasang ditembok penjara. Di atas TV itu terdapat sebuah air conditioner (AC) yang membuat sel begitu dingin.

Tak hanya itu, di meja yang ada di sel, terdapat tiga buah handphone serta sebuah laptop bermerk Mac Book. Jelas sel itu lebih layak disebut hotel.

Saat dikonfirmasi terkait temuan tersebut, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membenarkannya. Menurutnya, bahkan ditemukan adanta perangkat closed circuit television (CCTV) di dalam dan luar sel tersebut. ” untuk detilnya, nanti akan dijelaskan Kepala BNN ya,” paparnya.

Perlu diketahui, HC ditangkap karena bersama dengan Freddy Budiman membuat pabrik narkotika di wilayah Tangerang. Didatangkan ekstasi kelas satu yang akan dipecah menjadi empat ekstasi di pabrik tersebut.

Ekstasi tersebut berasal daru benua biru atau eropa. Tak hanya ekstasi, ditemukan juga sabu sabu dari pabrik yang dikelola keluarga Freddy tersebut. (Jawa Pos)