Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9033

Cuaca Ekstrem, Puting Beliung Terjang Kampung di Cilodong

BOGOR DAILY– Puting beliung melanda pemukiman warga di Kampung Sidamuk, Cilodong Kota Depok, Rabu (14/6/2017). Akibatnya, empat rumah rusak rata-rata atap rumah pada bertebangan.

Angin puting beliung itu terjadi sekira pukul 08:00 saat cuaca mendung. Angin kencang datang merobohkan pepohonan sekaligus atap rumah warga. Selain tu, tembok rumah juga ambruk.

“Rumah yang terkena angin puting beliung rata-rata atap rumah terbawa angin, dan tembok roboh. Selain itu sebuah pohon pete juga ikut tumbang,” ujar Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet kepada Poskota.

Mantan Kanit Sabara Polresta Depok ini mengatakan dalam peristiwa ini tidak ada korban luka dan hanya kerugian materil saja. “Kita bekerjasama dengan anggota babinsa dari Koramil Sukmajaya membersihkan sisa puing pohon tumbang dan memperbaiki sementara rumah yang rusak,” tambahnya

Kepergok Nyuri, Pemuda di Cileungsi Nekat Bunuh Pemilik Toko

BOGOR DAILY– Setelah diburu selama sebulan lebih, pelaku pencurian disertai kekerasan yang menewaskan anak pemilik toko kelontong di Cileungsi Kabupaten Bogor, akhirnya berhasil dibekuk.

Pelaku yang masih berusia 17 tahun itu, kini menjalani pemeriksaan di penyidik Polres Bogor. Bersama pelaku, petugas menyita barang bukti berupa, 1 kaos warna kuning, 1 bantal, 1 tabung gas 3 Kg yang digunakan saat menghabisi nyawa korban, dan 1 buah tikar.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, korban Ahmad Fadli Hasibuan 20, yang merupakan anak pemilik toko kelontong dihabisi nyawanya oleh pelaku DS 17, didalam tokonya di Jalan Alfalah Kampung/Desa Pasir Angin Rt 03/04 Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor pada Minggu (30/4/2017) lalu.

DS masuk kedalam toko dengan membobol plafon. Korban yang masih berstatus mahasiswa curiga ada yang aneh pada atap tokonya, lalu menghubungi ayahnya. Namun sebelum ayah korban tiba, pelaku yang DO saat dibangku SMA ini, lebih dulu turun.

“Karena korban melawan, pelaku lalu mengambil tabung gas 3 Kg dan menghantamkan ke kepala korban hingga tewas. Saat ditemukan keluarganya yang tiba di toko, korban sudah tak bernyawa akibat kepalanya pecah. Keluarga lalu melapor ke Polisi. Dari olah TKP dan keterangan saksi, serta bukti petunjuk dilokasi, pelaku yang diburu sebulan lebih akhirnya berhasil tangkap,”kata AKBP Dicky Rabu (14/6/2017).

Pelaku usai menghabisi nyawa korban, lalu menggasak barang berupa, rokok, HP dan uang tunai. HP korban yang sudah dijual, sudah diamankan kembali. Sementara uang sudah terpakai. Motor korban merek Honda Beat Nopol F 3374 MA juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

“Pelaku awalnya hanya mau mencuri, namun karena depergoki korban yang tidur didalam toko, maka terjadilah pembunuhan,” ujar AKBP Dicky.
“Tersangka dijerat Pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun

Waspada! Proyek Tol BORR Minta Tumbal

BOGOR DAILY– Pengerjaan proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) diwarnai insiden berdarah. Seorang pengendara warga Sukawening Dramaga, Nasan, tewas kecelakaan saat melewati Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) yang saat ini masih dalam pembangunan Tol BORR seksi II, Selasa (13/6) pagi. Sore harinya, insiden serupa kembali terjadi. Tabrakan beruntun pecah di tol exit Sentul- Kedungbadak hingga membuat banyak korban tergencet. Pengendara pun diminta waspada saat melintas jalan tersebut karena dikhawatirkan kembali makan korban.

Baru enam bulan berja­lan, proyek Tol BORR sudah makan korban. Nasan yang hendak berangkat kerja ha­rus mengalami nasib tragis saat melintasi Jalan Sholis yang saat ini mengalami pe­nyempitan akibat pengerjaan tol. Niatnya menyalip sebuah truk justru berujung maut hingga tubuhnya tergeletak di tengah jalan yang masih tahap pembangunan jalan tol layang.

Kanit Laka Lantas Polresta Bogor Kota AKP Said men­gatakan, pengendara motor bernama Nasan tersebut diduga tewas terlindas truk saat hendak menyalip truk dari sebelah kanan yang melaju ke arah Simpang Tol BORR. “Kejadiannya pukul 08:00 WIB. Masih dugaan terlindas truk Fuso kare­na truknya yang terlibat juga belum diketahui ke­beradaannya,” ungkap Said.

Di hari yang sama, ta­brakan beruntun di Jalan Sholis membuat gempar. Tak tanggung-tanggung, sebelas mobil bertabrakan di tol exit Tol BORR. Aktivitas beberapa pekerja proyek pun sempat terhenti lantaran ikut menolong korban tabrakan.

Salah seorang korban sela­mat dari maut tersebut yakni Budianto (33), warga Cikam­pek. Niatnya silaturahmi ke rumah saudaraya di Peruma­han Taman Yasmin justru berujung duka. Mobil Avanza merah dengan nomor polisi B 1288 FMO yang dikenda­rainya hancur ditabrak truk. Bahkan, tubuhnya bersama anggota keluarga yang lain, Dian, Fitri, Ade dan Raka, ikut tergencet begitu mobilnya ditabrak di tol exit Tol BORR.

Lima ratus meter jelang keluar jalan Tol BORR, Budi­anto kaget ketika mobil yang dikendarainya tiba-tiba jalan sendiri. Bahkan, mobilnya menabrak sejumlah mobil yang ada di depannya hingga perutnya pun terjepit setir. Begitu juga dengan sauda­ranya yang lain juga merasa kaget. Ketika ditabrak, ia mencoba banting setir ke kanan dan ke kiri tetapi tidak bisa. Bahkan, kaca mobilnya langsung pecah sehingga Budi tak dapat melihat jelas setelah menabrak mobil di depannya.

Ketika kejadian tersebut, Budi mengaku belum men­getahui bahwa mobil yang dikendarainya ditabrak truk yang mengalami rem blong. Seketika langsung banyak warga yang datang untuk menolongnya, khususnya salah satu balita yang ada di mobilnya, Raka (4). “Kita yang ada di dalam kegenjet semua. Tapi Alhamdu­lillah pas kegencet ban­yak orang yang nolong,” terangnya.

Mobilnya mengalami rusak berat bahkan sudah tidak berbentuk, namun Budi­anto bersyukur keluarganya tetap selamat dan hanya luka ringan saja. “Setelah berhenti langsung ditolong tukang asongan dan semuanya dike­luarkan,” paparnya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priadji menjelas­kan, kecelakaan bermula saat truk semen bernomor polisi B 9607 SFU yang dikendarai Kelana Jaya (34) melaju dari arah keluar Tol BORR menuju Jalan Sholis. Setibanya di lokasi, dengan kondisi jalan menurun, truk tersebut didu­ga mengalami gagal fungsi rem sehingga hilang kendali dan menabrak kendaraan di depannya. “Sopirnya sudah kita amankan. Untuk kenda­raan yang rusak berat ada tiga unit dan sudah dibawa ke Unit Laka Lantas,” ujar Bramastyo.

Bramastyo menuturkan, polisi masih mengumpulkan bukti dan meminta keteran­gan sejumlah saksi mata, termasuk melakukan pemer­iksaan terhadap sopir truk yang sudah diamankan. “Ti­dak ada korban jiwa. Seluruh korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Islam Bogor un­tuk mendapat pertolongan,” tuturnya.

Terjadinya dua insiden ta­brakan dalam sehari di Ja­lan Sholis ini ramai dibhas netizen. Ada yang mengaitkan peristiwa itu dengan unsur mistis, akibat pembangunan proyek.

“Innalillahi,Tol Borr minta tumbal,”tulis netizen mnegomentari soal kabar tersebut,

Tak hanya netizen, warga ikut mengeluhkan adanya proyek jalan Tol BORR. Salah seorang warga Sukadami, Setiawan, menyebut bahwa kawasan Sholis belakangan memang rawan kecelakaan. “Hati-hati sajalah kalau lewat Sholis. Takutnya minta tumbal lagi, soalnya sekarang jadi rawan kecelakaan,” ungkap Setiawan.

Ia membeberkan, sejak adanya pembangunan Tol BORR, jalan jadi menyempit. “Banyak yang suka nekat melawan arus untuk putar balik,” ujarnya. Atau, lanjut dia, pengendara yang hen­dak putar balik juga sering kesulitan lantaran tertutup seng proyek. Ini diperparah dengan tidak adanya rambu di jalan tersebut.

Kondisi ini dianggap menyulitkan pengendara, apalagi yang bukan warga Bogor. “Apalagi yang di lampu merah mau ke Yasmin, itu kalau malam, kendaraan suka saling bere­but jalan duluan. Ada yang putar baliknya di situ (lampu merah, red). Harusnya kan itu nggak boleh,” urainya.

Insiden ini pun menyita perhatian Pengamat Trans­portasi dari Universitas Pak­uan Budi Arif. Menurutnya, rambu-rambu wajib dipa­sang dalam setiap proyek. Hal ini diatur dalam Analisis Mengenai Dampak Ling­kungan (Amdal) yang dike­luarkan Dinas Perhubungan (Dishub). “Rambu-rambu ini cuma dipasang tapi ja­rang dipantau. Makanya harus betul-betul dipastikan rambu belokan atau perlu­nya waspada itu dipasang di sepanjang jalan yang terkena proyek,” terangnya.

Tidak Layak Jalan, Penumpang Dipaksa Ganti Bus

BOGOR DAILY– H-11 jelang arus mudik, operasional bus di Terminal Baranangsiang diperketat. Petugas gabungan dari Polri, Dishub dan TNI melakukan inspeksi mendadak (sidak) soal kelaikan bus yang akan menjadi transportasi mudik angkutan Lebaran di Terminal Baranangsiang Kota Bogor, Selasa (13/6).

Dalam razia ini, 20 bus yang tidak laik jalan diminta masuk pool oleh petugas gabungan. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tak laik diperingatkan tidak mengangkut penumpang saat Lebaran.

“Ada 70 bus AKAP yang kami periksa, 20 bus tak layak jalan. Kami langsung paksa tidak boleh angkut penumpang. Bus harus pulangkan ke kandang atau pool bus masing-masing. Bus boleh angkut lagi penumpang jika pelang­garan atau kekurangannya sudah diperbaiki,” kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji.

Ratusan penumpang yang sudah be­rada dalam 20 bus yang tidak layak jalan diminta turun oleh petugas. Penumpang diminta berganti bus untuk melanjutkan perjalanan. “Demi ke­selamatan di jalan, semua penumpang kami minta ber­ganti bus. Penumpang semua kooperatif,” ujarnya.­

Pelanggaran yang ditemu­kan saat operasi, yakni habis­nya masa berlaku buku kir. Bahkan, ada bus yang tidak memiliki buku kir sama sekali. Kemudian ada juga bus yang STNK-nya tidak ada serta ada sopir yang tak memiliki SIM.

Ada juga pelanggaran teknis seperti lampu sen dan lampu besar mati, rem tangan tidak berfungsi serta ban kendaraan yang sudah tipis.

Terkait bus yang tidak mem­punyai buku kir atau kir yang sudah habis masa berlakunya, menurut Kadis Perhubun­gan Kota Bogor Rachmawati, merupakan pelanggaran seri­us. Pihaknya menegaskan para pemudik tidak perlu khawatir atas tidak beroperasinya pulu­han bus yang tidak layak.

Dia menjamin masih ada 450 bus angkutan Lebaran tahun ini yang siap men­gangkut pemudik ke berbagai wilayah. “Ada bus cadangan. Kalau pemudik naik, masih bisa terangkut semua. Namun kami prediksi untuk tahun ini jumlah pemudik dari Bogor ke luar kota akan mengalami penurunan sekitar sebelas persen. Pemeriksaan kelay­akan bus sudah berlangsung sejak 29 Mei lalu. Semakin dekat hari raya, kami lebih inten hingga H-3. Bus yang tidak layak akan kami beri tanda,” paparnya.

Bagi bus yang layak, pi­haknya akan melakukan tes bebas narkoba bagi sopirnya dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dinding Lapas Jambi Jebol Diterjang Banjir, Puluhan Napi Kabur

BOGOR DAILY- Dinding Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi jebol, setelah tak kuat menahan debit air sungai yang meluap. Dinding yang jebol itu dimanfaatkan napi untuk kabur dengan cara berenang.

“Ya begitulah, diduga berenang atau terbawa arus saat dinding lapas jebol. Cuma itu yang bisa digunakan sebagai media melarikan diri,” ujar Kasubag Publikasi Ditjen PAS Syarpani saat dikonfirmasi, Rabu (14/6/2017).

Syarpani belum bisa menjelaskan lebih jauh, kronologi peristiwa jebolnya lapas Jambi yang mengakibatkan 76 napi kabur. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur.

“Mau lewat mana, pintu depan dikunci, jadi dugaan sementara mereka kabur melalui dinding yang jebol itu. Tapi saat ini masih tanggap darurat dan belum ada detil pastinya, kita juga sedang menuju kesana untuk mengecek langsung,” jelasnya.

Sebanyak 76 narapidana kabur, setelah dinding lapas Jambi jebol. Tampak dalam foto,  air telah memasuki area blok lapas.

Dari 76 napi yang kabur, 13 orang sudah tertangkap kembali, 1 orang menyerahkan diri. Hingga kini masih ada 52 napi yang masih dalam pengejaran

Kak Emma 9,5 Jam Dicecar Pertanyaan

BOGOR DAILY– Fatima atau Kak Emma diperiksa polisi sekitar 9 jam sebagai saksi untuk tersangka Habib Rizieq Syihab dalam kasus dugaan pornografi di situs baladacintarizieq. Dia bicara jalinan pertemanannya dengan Firza Husein dan perkenalannya dengan Habib Rizieq.

Kak Emma yang mengenakan baju berwarna biru dan kerudung putih bermotif bunga datang didampingi kuasa hukumnya, Novianto, ke Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa 13 Juni 2017. Dia mulai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pukul 11.00 WIB.

Kak Emma diperiksa selama 9,5 jam dan dicecar 18 pertanyaan. Kak Emma mengungkapkan hubungannya dengan Firza Husein sebatas pertemanan. Komunikasi yang terjalin antara Kak Emma dengan Firza juga hanya membicarakan masalah keagamaan. Kak Emma juga membantah kebenaran chat audio WhatsApp yang beredar di medsos yang disebut-sebut dikirim dari Firza kepada dirinya. “Enggak betul (dicurhati oleh Firza),” ujar Kak Emma.

Tidak hanya soal Firza Husein, Kak Emma dicecar tentang perkenalannya dengan Habib Rizieq. Dia mengatakan mengenal Habib Rizieq yang kini masih berada di Arab Saudi itu sejak tahun 1997.

Keluarga Korban Tabrakan Kereta Walahar Tuntut PT KAI

BOGOR DAILY– Keluarga salah satu korban kecelakaan tabrakan kereta api Walahar Ekspress, Hari Febrianto akan menuntut PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui jalur hukum. Pihaknya menilai PT KAI lalai menjalankan tugas sebagai penyedia transportasi kereta sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Pihak KAI tidak ada upaya pencegahan terjadinya kecelakaan sehingga pihak keluarga Hari akan menuntut karena diduga lalai,” kata salah satu anggota kelurga Hari, Hanfi Fajri di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Rabu (14/62017) dinihari.

Dia mengatakan, seharusnya PT KAI  bisa melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan tersebut. Misalnya dengan menertibkan jalur di sekitar lokasi kejadian.

Hanfi membantah kecelakaan itu disebabkan kelalaian korban, karena di pintu perlintasan banyak terjadi pelanggaran lalu lintas dan tidak tertibnya warga di sekitar tempat kejadian.

“Aparat kepolisian yang siaga di perlintasan tersebut tidak melakukan penertiban, padahal itu merupakan jalur perlintasan yang harus steril dari aktivitas warga,” ujar Hanfi.

Hanfi mengatakan, pada saat kejadian, mobil boks yang  ditumpangi Hari terjebak dalam kondisi yang tidak bisa bergerak maju maupun mundur.

Hal itu menurut dia disebabkan sebagian jalur perlintasan digunakan tidak semestinya sehingga jalur kendaraan menjadi sempit.

“Keluarga kami sebagai korban, dari arah berlawanan memakan jalan utama yang seharusnya digunakan untuk jalan mobil, maka otomatis posisi itu menyebabkan kecelakaan,” tegas dia.

Patuhi Rambu-Rambu

Sementara itu, Kepala Daerah Operasi 1 PT KAI  Yusren menegaskan, korban jiwa dalam kecelakaan tersebut akan diberikan asuransi. Dua korban tewas tersebut teridentifikasi bernama Aris dan Rizal.

“Asuransi untuk korban (kereta Walahar Ekspres) pasti ada, nanti kita urus,” kata Yusren kepada media di lokasi kejadian, Jalan Kembang Pacar, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa 13 Juni 2017.

Yusren juga memperingatkan bagi siapa pun yang melintasi rel kereta api agar mematuhi aturan dan rambu-rambu yang ada. “Kita mohon kalau ada rambu peringatan untuk pelintasan, untuk menghentikan lajunya,” tegas Yusren.

Tertimbun Saat Tidur, Korban Hujan Lebat Jadi 134 Orang

BOGOR DAILY- Korban tewas akibat hujan lebat dan tanah longsor di Bangladesh bertambah menjadi 134 orang. Kebanyakan korban tewas tertimbun longsor yang terjadi saat mereka sedang tertidur.

Seperti dilansir AFP, Rabu (14/6/2017), kepolisian setempat memperingatkan bahwa korban tewas masih bisa bertambah. Hal ini seiring para petugas penyelamat berhasil mencapai wilayah terpencil Chittagong Hills, yang akses transportasi dan jaringan teleponnya terputus.

Menurut Manzurul Mannan, pejabat distrik Rangamati yang terdampak paling parah, sedikitnya 98 orang tewas di wilayahnya. “Korban tewas mungkin akan bertambah,” tutur Mannan kepada AFP.

Sedangkan 30 korban tewas lainnya berasal dari wilayah Chittagong dan 6 korban tewas dari wilayah Bandarban. Otoritas setempat menyebut, 15 orang lainnya dilaporkan hilang dan dikhawatirkan terkubur timbunan longsor yang didominasi lumpur.

Kebanyakan korban tewas berasal dari kalangan warga miskin yang tinggal di distrik Rangamati, dekat perbatasan India. Timbunan longsor mengubur ratusan rumah di distrik itu.

Salah satu warga setempat menjelaskan bagaimana tanah di bawah rumahnya bergerak dan bergeser pada malam hari. Warga bergegas berlari keluar rumah saat longsor terjadi dan mengungsi ke rumah-rumah tetangga. “Beberapa keluarga lainnya juga mengungsi ke sana, tapi sesaat setelah fajar, salah satu sisi bukit menimbun rumah. Enam orang masih hilang,” tutur Khatiza Begum kepada situs berita lokal, Bangla Tribune.

Kepala kepolisian distrik setempat, Sayed Tariqul Hasan, menyatakan sebagian besar longsor terjadi pada Selasa (13/6) sebelum fajar menyingsing. “Beberapa dari mereka sedang tertidur di dalam rumah di lereng bukit, ketika tanah longsor terjadi,” ujarnya.

Ribuan warga yang tinggal di kawasan perbukitan diperintahkan untuk mengungsi. Otoritas setempat telah menyediakan 18 kamp penampungan di distrik-distrik yang terdampak parah. Kepala Departemen Penanggulangan Bencana Bangladesh, Reaz Ahmed, menyatakan tim tanggap bencana telah dikerahkan, namun belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Begitu hujan berhenti, kita akan mendapat gambaran penuh soal kerusakan dan bisa memulai upaya pemulihan,” tandasnya.

Izin Mau Pre-Wedding, Asworo Malah Bunuh Kekasihnya

BOGOR DAILY– Martinus Asworo (32) tersangka kasus dugaan pembunuhan Chatarina Wiedjawati (30) telah ditangkap setelah sebulan buron. Namun, motif Asworo menghabisi calon istrinya saat hendak prewedding itu masih menyisakan tanda tanya besar, termasuk bagi keluarga Chatarina.

Ayahanda Chatarina, Paulus Selamet, masih bertanya-tanya mengapa Asworo tega menghabisi putri kesayangannya itu. “Sampai saat ini, saya masih nggak percaya, memangnya salah anak saya apa? Kenapa sampai tega melakukan itu (membunuh),” kata Selamet lirih.

Menurut Selamet, hubungan Asworo dan putrinya tersebut selama ini baik-baik saja. “Kalau memang tidak cinta kenapa sampai tega begini?” ujarnya

Selamet juga berharap Asworo diberi hukuman yang setimpal. “Ya saya berterima kasih pada polisi seandainya sudah tertangkap. Jadi kami serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk hukumannya yang setimpal,” kata Selamet

Asworo yang bekerja sebagai pegawai fotokopi SMA Xaverius I, Palembang, ini menghilang bagai ditelan bumi setelah Chatarina ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka pada semak-semak di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, pada Kamis 11 Mei 2017.

Sejoli ini sebelumnya berencana menikah pada 5 September 2017. Asworo dan Chatarina berpamitan kepada orang tua hendak terbang dari Palembang menuju Yogyakarta untuk melakukan foto prewedding pada Minggu, 7 Mei 2017.

Pelarian Asworo berakhir di tangan Tim Rimau Polda Sumatera Selatan yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Erwin bersama Kanit I Kompol Natoni Hadi.

Polisi hingga kini masih memeriksa Asworo secara intensif untuk menguak motif di balik pembunuhan Chatarina

Curhat di Facebook Soal Ibu Hamil di KRL, Mahasiswi Ini Dihujat

BOGOR DAILY– Dunia maya kembali dihebohkan dengan screenshot status seorang perempuan yang disebut bernama Shafira Nabila Cahyaningtyas di Facebook. Dalam statusnya itu, perempuan tersebut kesal terhadap para ibu hamil yang kerap mendapatkan prioritas tempat duduk di kereta commuterline di Jabodetebek.

Status Facebook Shafira itu diunggah seorang netizen bernama Eka Aditya melalui foto-foto screenshot karena akun Shafira sendiri saat ini sudah tidak aktif lagi.

Dari screenshot itu terbaca bahwa Shafira menulis dirinya telah rutin naik kereta commuterline selama dua tahun terakhir dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Gue naik yang jam 07.05 di gerbong khusus cewek, KRL tujuan Bogor-Tanah Abang emang terkenal dengan ibu-ibu yang ganas luar biasa,” tulis Shafira tentang perjalannya hari itu.

Dia duduk berjejer dengan temannya dan berniat tidur sampai stasiun tujuan akhir.

“Nah tadi gue udah tidur dan tiba-tiba sampe Stasiun Citayam gue dibangunin dong sama pak satpam dan disuruh berdiri dan ngasih tempat duduk gue ke ibu-ibu hamil,” keluh dia.

Shafira merasa keberatan karena diminta bangun untuk kemudian berdiri berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya. Dia mengaku pusing dan kesal sehingga ingin mengumpat satpam dan ibu hamil yang telah mengambil tempat duduknya di KRL.

“Akhirnya dengan sedikit keikhlasan dan banyak kemarahan dengan keadaan, gue dan temen gue berdiri sampe Stasiun Tanah Abang,” lanjut dia.

Setelah menyampaikan keluhan itu, Shafira kemudian bertanya kenapa ibu-ibu hamil berhak mendapatkan tempat duduknya dan mengapa ibu hamil selalu menjadi prioritas.

“Iya sih mereka emang lagi hamil, di perutnya ada anaknya, tapi nggak begini! Gue di Bogor juga usaha cari tempat duduk dan dengan tanpa bersalahnya direbut sama ibu-ibu hamil. Semakin lama gue semakin gak respeck sama ibu-ibu hamil, bener-bener udah semuak itu!” tulisnya.

Dia menulis bahwa di setiap gerbong sudah disediakan kursi prioritas bagi ibu hamil dan ibu yang membawa anak. Namun mengapa para ibu hamil itu malah mengambil tempat duduk (hak) orang lain dengan alasan bahwa mereka hamil. Dia mengatakan lebih rela tempat duduknya di KRL diberikan kepada orang lain, seperti orang lanjut usia, ketimbang diberikan kepada ibu-ibu hamil.

“Gue lebih suka ngasih tempat duduk gue ke orang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Yah mungkin orang kira gue berhati batu tapi ini kan pilihan, silahkan aja kalo mau ngasih ibu-ibu hamil tapi saya enggak,” kata dia.

Eka Aditya mengunggah screenshot status Facebook Shafira dengan keterangan, “Ntah apa yang ada di pikiran Mahasiswi ini. Kuliah doang di kampus yang bagus, tapi gak ada rasa empati sama sekali. Sementara akun yang bersangkutan sedang non-aktif.”

Status Eka itu sampai saat ini sudah dibagikan sebanyak 2.128 kali dan mendapat 333 komentar. Kebanyakan komentar menyayangkan sikap Shafira. Tak sedikit pula yang merundungnya.