Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9045

Shireen Sungkar dan Bima Arya Masak Bareng Mi Glosor Iles-iles

BOGOR DAILY– Walikota Bogor, Bima Arya yang didampingi oleh sang istri, Yane Ardian dan owner Raincake Bogor, Shireen Sungkar menggelar kegiatan memasak menu Ramadhan.

Dipandu oleh Chef Ico dari De Chef Culinary, Bima menjadi bintang tamu dalam kegiatan memasak Menu Ramadhan Ala Shireen Sungkar di Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Minggu (04/06/17) sore.

Sejak dulu mi glosor memang jadi jadi menu favorit warga Bogor di kala berbuka puasa. Ingin mencicipi makanan khas ini, Shireen Sungkar pun belajar membuat mi glosor dengan bahan berbeda. Mi yang identik dengan warna kuning dan bertekstur kenyal ini biasanya terbuat dari adonan tepung sagu atau aci dengan tambahan kunyit.

Dibantu Chef Ico dari De Chef Culinary mi glosor ini dibuat dari umbi porang. Sejenis singkong, setelah diolah menjadi mi, namun hanya seratnya saja yang diambil. Alhasil, mi glosor yang satu ini lebih sehat untuk tubuh. Namanya mi Glosor Iles-iles.

Chef Ico menjelaskan, Mi Glosor Iles-iles ini juga cocok bagi mereka yang tengah dalam program diet. Tak lengkap berbuka puasa tanpa mi glosor tapi takut gemuk, cocok dengan menu yang satu ini.  “Modifikasi mi glosor versi sehat. Salah satu takjil khas Bogor, cuman kalau mi yang biasanya kan terbuat dari tepung dan ada kandungan gulanya. Begitu nyampe ke badan jadi gula, nah ini alternatif, meminimalisir datangnya diabetes juga,” kata Chef Ico saat memandu acara Menu Ramadhan Ala SS (Shireen Sungkar) di Taman Kencana, kemarin.

Selain sehat karena menggunakan bahan umbi porang, tambahkan sedikit udang, agar tetap ada protein di dalamnya, pun menambah aroma masakan nantinya. Kian lezat, campurkan dengan bakso juga telur.

“Salah satu kekuatan bumbu itu kan untuk obat juga, jadi disini ada bawang putih, juga merah dan warna kuningnya itu dari kunyit, berfungsi sekaligus sebagai antioksidan tinggi. Masakan Bogor kudu pakai kemiri, salah satu ciri khasnya juga,” papar Chef Ico.

Menurutnya, bukan mi glosor namanya jika tidak memiliki sensasi pedas. Berbeda dengan masakan biasanya, menjadi lebih sehat lagi karena tidak menggunakan garam pada umumnya. Melainkan pink garam.

“Gurih dan eggak bikin darah tinggi. Karena sudah gurih jadi tidak perlu menggunakan MSG, jadi jauh lebih sehat. Tak perlu berlama-lama, sajian mi glosor iles-iles siap tersaji sebagai takjil berbuka puasa,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bima Arya yang juga hadir ditemani sang istri Yane Ardian mengatakan, belakangan diakuinya banyak keluhan muncul soal warganya yang bukan lagi terkena penyakit menular, melainkan lebih banyak penyakit tidak menular.

“Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi disebabkan salah satunya karena pola hidup, bergerak yang kurang, juga makanan yang nggak sehat. Karena itu di Bogor sama-sama sedang mengkampanyekan supaya warga bergerak dan makan makanan sehat,” kata Bima.

Wanita Setengah Bugil Belanja Bikin Gempar

BOGOR DAILY– Jagad maya dihebohkan oleh seorang wanita yang bugil belanja di supermarket. Akibat sebuah foto dan video yang diduga diambil di Jakarta, beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp dan situs berbagi video YouTube.

Video ini menjadi viral karena menampilkan pemandangan yang sulit dipercaya. Seorang wanita, dengan tenangnya, berbelanja dalam kondisi bugil.

Berbagai komentar masyarakat menanggapi perempuan cantik yang dengan kondisi nyaris bugil berbelanja di sebuah apotek di Jakarta. Bahkan, dalam video yang merekam momen tersebut, terdengar samar-samar seorang warga ikut nyeletuk menanggapi tingkah perempuan berambut pendek itu. “Wah kiamat sebentar lagi.”

Seperti diketahui, dalam video amatir yang tersebar berdurasi satu menit itu seorang perempuan berambut pendek dengan kulit putih bersih sedang melakukan transaksi di sebuah kasir apotek. Tak pelak, momen itu menjadi perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. “Kapan lagi (ada) tontonan (seperti ini),” ujar salah satu orang yang terekam dalam video tersebut. “Wah abangnya (petugas kasir) grogi tuh abangnya,” imbuhnya

Perempuan berkulit putih itu tampak cuek meski dengan gerak-gerik setengah malu. Dia terus berusaha menutupi bagian dadanya yang tak tertutup dengan selembar kain. Tak hanya menikmati, sebagian orang yang ada di sana juga tampak salah tingkah melihat perempuan itu.

Setelah menyelesaikan pembayaran, perempuan yang belum diketahui namanya itu beranjak pergi dengan langkah cepat.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat (3/6) malam sekitar 23.30. Selain video yang memperlihatkan perempuan setengah bugil itu bertransaksi di apotek, sebuah foto yang juga viral menampakkan dia sedang bertansaksi di sebuah minimarket. Bahkan, dalam foto tersebut, banyak orang yang juga berada di minimarket sambil memperhatikan dan seolah memperbincangkan kelakuan perempuan setengah bugil itu.

Hingga kini belum ditekatui siapa identitas dan alasan sang cewek melakukan hal itu.

Polisi Usut Kasus Pembacokan Leher Pemuda di Gunungputri

BOGOR DAILY– Geng motor kembali membuat onar di Kabupaten Bogor. Aji warga Kampung Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri harus mengalami luka bacok dibagian leher. Aji dibacok saat hendak memasuki pom bensin yang ada di Kampung Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri pada Minggu (4/5) dini hari.

Panit Reskrim Polsek Gunungputri Iptu Imam Junaedi menuturkan, kejadian ini bermula saat korban selepas pulang dari rumah rekannya yang berada di Desa Karanggan, Kabupaten Bogor sekitar 02:00 WIB. Pada saat berkendara, korban mempunyai firasat diikuti pengendara lain di belakangnya. Setelah itu, korban langsung berniat memasuki salah satu pom bensin yang ada di Talajung Udik. “Jadi sebelum masuk ke pom bensin, tiba-tiba ada dua orang (pelaku) dengan mengendarai satu unit motor menyabetkan benda keras ke leher korban,” kata Imam.

Setelah itu, sambung dia, korban dengan keadaan berdarah akibat mengalami luka bacok mencoba mengejar pelaku, dibantu oleh pengendara lainnya. Namun sayang, pelaku tidak dapat dikejar karena berkendara begitu cepat. “Selanjutnya sambil arah pulang korban meminta bantuan kepada warga dan langsung dilarikan berobat ke Klinik Medistira 2,” ucap dia.

Disisi lain, dijelaskan Imam, walaupun korban sampai saat ini belum membuat laporan kepada pihak yang berwajib (aparat kepolisian). Namun, pihaknya tetap menangani dengan cara melakukan penyelidikan terhadap pelakunya. “Kami tetap usut dan lakukan penyelidikan,” tuturnya.

Dirinya menghimbau, kepada seluruh warga Gunungputri agar menyerahkan persoalan ini kepada aparat kepolisian. Sebab, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. “Jangan main hakim sendiri karena dikuatirkan salah sasaran. Terpenting tetap hati-hati dan menjaga diri saat berkendara pada malam hari,” himbaunya.

Pihaknya mengaku maish mengusut kejadian yang ramai disebut aksi gengster. Namun, polisi mengaku belum menemukan indikasi perbuatan geng motor atau gengster. Karena, dari keterangan korban sendiri pelakunya hanya mengendarakan satu unit motor. “Mari kita sama-sama cegah kejadian seperti ini dapat terulang. Karena, saya menduga yang melakukan adalah pelaku curanmor. Sebelumnya Polsek juga sudah intensif melakukan patroli untuk mencegah begal tersebut,” ujarnya.(metropolitan)

Nasib Situs Badigul, Warisan Budaya yang Dijual ke Pengusaha

BOGOR DAILY–  Sebuah kawasan perbukitan di daerah Rancamaya jadi saksi bisu kebesaran Kerajaan Pakuan Pajajaran, Prabu Siliwangi. Situs Badigul, begitu orang menyebutnya. Namun, warisan itu terpaksa dikubur seiring berdirinya padang golf dan perumahan Rancamaya sejak 1993. Inilah nasib situs Badigul di Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535 tahun. 

Nama Bukit Badigul belakangan ramai dibahas kalangan budayawan. Ini menyusul gagalnya acara ‘Napak Tilas Eyang Prabu Siliwangi’ yang digagas Baraya Kujang Pajajaran, Mei lalu. Kegagalan ini dipicu adanya larangan dari pihak Rancamaya Golf & Country Estate terhadap gelaran budaya tersebut.

Padahal jika merunut pada catatan sejarah, dulunya situs Badigul jadi tempat suci untuk semedi dan munajatnya raja-raja Pajajaran. Namun sejak 1994, perbukitan yang menjadi bukti keberadaan Prabu Siliwangi itu harus dikubur demi kepentingan bisnis.

Tanah seluas 2,7 hektare yang merupakan warisan budaya itu dijual dan kini dikuasai PT Suryamas Duta Makmur sebagai pengembang Rancamaya Golf & Country Estate.

Kami kecewa karena masyarakat yang ingin melakukan napak tilas atau ziarah ke makam Prabu Siliwangi tidak dibolehkan pihak perumahan. Padahal, itu kan makam atau petilasan Prabu Siliwangi,”ungkap Sekretaris Baraya Kujang Pajajaran, Ahmad Fahir.

Sedangkan, menurutnya, sejarah Prabu Siliwangi dan Pajajaran kuncinya ada pada dua tempat. Yakni situs Batu Tulis sebagai Keraton Pajajaran dan Bukit Badigul. Namun ia mempertanyakan alasan pihak pengembang yang justru melarang masyarakat mendatangi situs tersebut.

“Aneh, masa mau ke makam kolot sendiri atau leluhur tidak bisa (melalui napak tilas, red). Padahal negara yang maju adalah yang dapat mempertahankan dan tidak melupakan peninggalan sejarah atau cagar budaya,” kata Fahir.

Warga Rancamaya, Lutfi Suyudi mengatakan, sebelum perumahan Rancamaya berdiri, Situs Badigul sudah menginjak usia lebih dari lima abad atau hampir mencapai 600 tahun. Sedangkan keberadaan perumahan Rancamaya baru berdiri 1994 atau 23 tahun. Sehingga, warisan budaya itu bisa dihapus dari memori setiap warga setempat. Apalagi bagi kalangan budayawan.

“Sampai kapan pun semua orang meyakini bahwa ini dasar sejarah dan tidak bisa dihapus sampai kapan pun. Keberadaan Rancamaya bukan mempertahankan atau melestarikan, melainkan merusak,” ujar Lutfi yang masih memiliki hubungan saudara dengan pemilik tanah warisan budaya, Tubagus Cecep Adi Raja.

Ia pun menceritakan soal pembebasan lahan yang telah berlangsung sejak 1993, saat era orde baru. Menurutnya, pembebasan lahan itu melibatkan salah satu keluarga konglomerat Tanah Air. “Memang itu nggak bisa dipungkiri. Makanya sekarang di perumahan itu penghuninya orang-orang penting,” urainya.

Budayawan Bogor Fahir berharap pihak pengembang dapat bekerja sama dengan pemerintah. Karena, situs Badigul atau cagar budaya ini sangat bersejarah dan harus dikembalikan ke negara. “Badigul itu hak milik negara dan kerajaan itu aset negara, apapun alasannya situs itu harus dikembalikan ke negara,” harap dia.

Fahir juga meminta, seluruh pihak khususnya Walikota Bogor Bima Arya dapat menyelamatkan Bukit Badigul bagaimanpun itu caranya. Karena, sudah jelas Badigul ini harus dikembalikam sebagaimana fungsinya yaitu menjadi situs bersejarah atau cagar budaya milik negara, bangsa dan pemangku adat sunda, bukannya milik swasta.

“Pemerintah wajib mengembalikan Badigul sesuai fungsinya menjadi situs cagar budaya dan diakui secara undang-undang atau memiliki ketetapan dari mulai Walikota, Pemprov hingga Kemendikub,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, OS Rancamaya Golf Estate, Josephin menjelaskan, sebenarnya kalau dari pengelola tidak memperbolehkan masyarakat datang ke bukit tersebut. Sebab, lahan itu sudah dimiliki seutuhnya oleh pihak Rancamaya. Sehingga, kalaupun masyarkat ingin datang ke tempat itu untuk melakukan ritual ataupun lainnya harus ijin terlebih dahulu ke pengelola. “Kalau dari kami sebenarnya tidak boleh,” kata dia.

Menurutnya, memang tak dipungkiri di lapangan masih saja ada masyarakat yang mendatangi bukit itu walaupun sudah dilarang. Namun, kalaupun ada yang bertandang ke kawasan itu dan ketahuan akan diberitahukan agar segera meninggalkan tempat tersebut.

“Kita kurang tahu kalau masih ada yang datang kesitu diam-diam. Kita juga dengar warga pada ziarah begitu. Namun dari kami pada intinya tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Saat wartawan koran ini meminta izin untuk mengabadikan bukit Bagindul, perempuan berambut pendek ini pun demikian sama tak mengizinkannya. Ia malah menyarankan agar mengajukan permohonan kepada pimpinan teratas di tempatnya bekerja. “Kalau mau sebaiknya kirim email aja pengajuan ijin untuk bisa memfoto wilayah itu,” imbuhnya.

Sedangkan, saat ditanya kawasan bukit Bagindul apakah akan disulap menjadi perumahan, ia mengaku, belum mengetahuinya, karena progres pembangunan kewenangannya ada di pusat. “Kita kurang tahu kalau masalah itu. Sejauh ini belum ada rencana pembangunan,” tutupnya.(metropolitan)

Jalan-jalan ke Sukaraja, Jokowi Bagikan Ini ke Warga

BOGOR DAILY– Sama seperti Ramadhan tahun lalu, Presiden RI Jokowi kembali membagi-bagikan sembako bagi warga. Kali ini, Minggu (4/6/2017), Jokowi memberikan sembako untuk warga Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Dengan mengenakan kemeja putih, Jokowi membagikan sembako kepad apara warga. Bingkisan berwarna merah putih berisi sembako itu dibagikan kepada warga menjelang berbuka puasa.

Banyak warga yang antusias mendapatkan sembako dari Jokowi.  Banyak juga warga yang menyempatkan diri bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Selain sembako, Jokowi juga membagikan buku tulis untuk anak-anak.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena kedatangan Presiden Jokowi untuk membagikan sembako kepada warga yang bermukim disana. “Ada sekitar 500 bingkisan berisi sembako yang dibagikan kepada masyarakat disana,” kata AKP Ita dalam keterangannya.

Malam harinya, Jokowi melakukan ibadah Salat Tarawih di Masjid yang berada di Masjid Jami Assa’Adah, Perumahan Mutiara Sentul, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Indonesia Sukses Rebut Dua Gelar di Thailand Open GPG 2017

BOGOR DAILY– Indonesia meraih hasil cukup memuaskan pada Thailand Open GPG 2017. Dua wakil Indonesia dipastikan menjadi juara pada ajang ini. Adalah ganda putra dan ganda putri yang berhasil meraih prestasi memukau itu.

Greysia Polii/Apriani Rahayu berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dengan dua set langsung 21-12 dan 21-12.

Indonesia tak mengalami cobaan berat dan mengalahkan pasangan Thailand hanya dalam waktu 45 menit. Menariknya, ini menjadi prestasi pertama duet Greys/Apriani yang baru berpasangan sebulan ke belakang.

Sementara itu, ganda putra Indonesia yang mungkin kurang diketahui banyak orang, Berry Angriawan/Hardianto berhasil meraih gelar dengan mengalahkan pasangan Jerman Raphael Beck/Peter Kaesbauer.

Berry/Hardianto bisa dibilang pasangan underrated. Pasalnya ini bukan gelar pertama mereka. Keduanya sempat menjadi juara Malaysia Open beberapa waktu lalu.

Sayangnya, satu wakil Indonesia lainnya di turnamen ini, Jonatan Christy takluk dari wakil India Sai Praneeth dengan 17-21, 21-18, dan 21-19.

Suami Kerja di Luar Kota, Sang Istri Enak-enakan Selingkuh

BOGOR DAILY– Tak terbayang, hancurnya perasaan Irwan (40). Keutuhan rumah tangganya kini diambang kehancuran usai mendengar kabar sang istri telah berselingkuh dengan pria lain saat dia sibuk mencari nafkah. Parahnya, perselingkuhan itu sampai digerebek warga.

YS (30), istri Irwan ternyata memiliki pria idaman lain bernama AB (25), lantaran sang suami yang bekerja di luar kota jarang pulang. Irwan hanya pulang sekali setiap pekannya.

Perselingkuhan YS dan AB diketahui oleh warga saat keduanya tengah asik bercumbu di rumah kontraknya di Kampung Sindang RT10 RW03 Desa Cijantung Kecamatan Sukatani, Jumat (2/6) malam lalu.

Kedua insan dimabuk asmara itu digerebeg lantaran warga sekitar merasa curiga dengan gerak gerik YS yang kerap memasukan pria lain ke rumah kontrakanya.

“Awalnya, pas ditanya keduanya mengaku kakak adik, bukan pasangan kekasih,” kata Ketua RT setempat, Agus kepada awak media dilansir Jawapos.com, Minggu (4/6).

Namun, saat ditanya lebih jauh keduanya tak bisa membuktikan jika mereka bersaudara. Mengetahui ada yang tidak beres dengan pasangan itu, kemudian keduanya dibawa ke kantor balai Desa Cijantung untuk diserahkan kepada pihak berwajib.

Dihadapan Kades, keduanya mengaku telah menjalin hubungan selama 8 bulan. Selama itu pula kedua pasangan kekasih terlarang itu menyembunyikan kisah cinta mereka.

Namun, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga setelah tertangkap basah tengah bercumbu di dalam kontrakan.

Padahal diketahui dari pernihakan YS dan Irwan, keduanya telah dikaruniai dua orang anak. Namun entah setan apa yang merasuki pikiran YS sehingga tega merusak keutuhan rumah tangganya.

“Keduanya langsung dibawa kentor Polsek Sukatani karena menghindari aksi massa yang terus berdatangan kekantor desa,” kata Agus. (Jawa Pos)

Kalah dari Bhayangkara, Bobotoh Ricuh

BOGOR DAILY– Pertandingan Bhayangkara vs Persib berujung ricuh. Kericuhan terjadi pada menit ke-82, saat  Bhayangkara FC berhasil mencetak gol keduanya. Sementara, oknum Bobotoh yang kecewa atas kekalahan timnya itu masuk ke dalam lapangan dan menghampiri para pemain Persib untuk meluapkan kekecewaan.

Kericuhan pun berlanjut di tribun penonton, saling lempar antarbobotoh yang berusaha melerai dan anarkis pun tak terhindarkan.

Pemain Persib Bandung Tony Sucipto  kecewa dengan sikap oknum Bobotoh-sebutan pendukung Persib- yang membuat ricuh saat laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (4/6/2017). Ricuhnya Bobotoh diduga lantaran kecewa dengan hasil yang diraih timnya tersebut.

“19 tahun kami tanpa gelar akhirnya juara pada 2014, dukungan yang kami dapat luar biasa, sampai sekarang juga sangat luar biasa. Tapi, ada oknum yang mengatas namakan Bobotoh membuat ricuh, Kami kecewa pasti, kami tetap meminta dukungan dari Bobotoh,” kata Tony dalam sesi jumpa pers usai pertandingan, Minggu (4/6/2017).

Maung Bandung memang belum pernah menang dalam empat laga terakhir di Liga 1 2017. Bahkan, Atep dan kawan-kawan kalah dalam dua laga terakhir melawan Bali United dan Bhayangkara FC.

Pada saat kericuhan terjadi, Tony sempat menghampiri para Bobotoh untuk menenangkan. Sayangnya, dia dan para pemain Persib lainnya tak bisa naik ke atas tribun di mana para Bobotoh berada.

“Percuma aja kita teriak buat Bobotoh yang anarkis, kami sebagai pemain tidak bisa naik ke atas juga karena ada pengamanan. Cuma sayang ada oknum yang mengatas namakan Bobotoh anarkis,” ujarnya.

Hilang Misterius di Sungai Cibeet Cariu, Pemuda Ini Ditemukan Tewas

BOGOR DAILY– Petugas Tim SAR berhasil menemukan seorang pria yang tenggelam di Sungai Cibeet, Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban ditemukan dalam keadaan tewas dan tersangkut batu kali di dasar sungai.

“Saat ini korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RSUD Cileungsi, Bogor,” ujar Kepala Basarnas Kantor SAR Jakarta, Hendra Sudirman, Minggu (4/6/2017).

Korban diketahui bernama Dodi Siusnarsen (20) dikabarkan tengggelam saat berenang di sungai Cibeet, bersama 10 orang temannya, pada Sabtu (3/6) pukul 16.55 WIB. Setelah dilakukan pencarian dalam waktu selama hampir 24 jam akhirnya membuahkan hasil, petugas menemukan korban dalam keadaan tersangkut batu didasar sungai Minggu (4/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelam.

“Korban ditemukan masih di sekitar lokasi setelah tim penyelam melakukan penyisiran di dalam sungai, kondisi korban tersangkut batu kali,” kata Hendra.

Menurut identitasnya, Dodi diketahui merupakan warga Kampung Kalimbutilu, Desa Kalimbutilu, Kecamatan Wamena Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kupang, NTT. Saat ini jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Mobil Boks Terbalik di KM 24 Jagorawi, Begini Penampakannya

BOGOR DAILY Kecelakaan tunggal terjadi di KM 28 tol Jagarawi arah Bogor, Jawa Barat. Sebuah mobil boks terbalik di tengah jalan.

“Untuk informasinya memang benar ada kecelakaan,” ujar petugas Jasa Marga Lita, Minggu (4/6/2017).

Saat ini petugas jalan tol tengah melakukan evakuasi terhadap kendaraan mobil boks yang berada di tengah jalur jalanan.

“Kecelakaan hanya melibatkan satu kendaraan,” terangnya.

Akibat peristiwa ini, arus kendaraan jelang 500 meter menjelang lokasi kecelakaan melambat. Belum ada informasi mengenai adanya korban dalam peristiwa ini.

Ini Foto-fotonya: