Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9055

Totti Pensiun, Spanduk Fans AS Roma Indonesia Jadi Viral

BOGOR DAILY– Fans AS Roma di Indonesia belakangan jadi perhatian dunia. Hal ini karena ada sebuah spanduk soal kepergian Francesco Totti yang akan cabut dari klub.

Sebelumnya, Totti memang sudah umumkan bahwa pekan ke-38 musim ini akan jadi laga terakhirnya sebagai pemain Roma. Itu terjadi saat Roma menghadapi Genoa di Olimpico, Minggu (28/5/2017) malam nanti.

Tentu, kepergiannya masih menyisakan tanda tanya. Banyak kabar menyebut kalau pemain 40 tahun itu bakal segera gantung sepatu.

Akan tetapi apapun alasannya, yang jelas banyak pendukung AS Roma yang merasa kehilangan. Seperti yang dilakukan oleh fans Roma di Indonesia yang sampai menyita perhatian dunia.

“Luar biasa: Spanduk Totti digantung di Jembatan Margonda, Depok, Jawa Barat, Indonesia – 10.000 km dari Roma. Gairah,” tulis Twitter resmi AS Roma.

Jelas cuitan itu mengundang banyak reaksi mulai dari netizen Italia, sampai Indonesia. Banyak dari mereka menunjukkan respect-nya dan turut sedih dengan kepergian Totti.

Tragis! Istri Tewas Digilias Truk di Depan Anak dan Suami

BOGOR DAILY– Kecelakaan maut  menimpa pasangan suami istri bernama Deden Sugito (37) dan istrinya Tati Sumiati (35), warga Kampung Mekarsari Rt.002/004 Kelurahan Harjasari Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Peristiwa tragis ini terjadi pada pukul 19.05 WIB di Jalan Raya Mayjen H.E Sukma Kampung Teluk Pinang, RT03/01 Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (29/5) malam.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal saat sepeda motor dengan nopol F-4892-DP berniat menyalip truk dari arah kiri yang  melaju dari arah Ciawi menuju Sukabumi. Begitu melintasi jalan tersebut, tiba-tiba motor yang dikendarai Deden oleng. Diduga stang kemudi sepeda motor menyenggol body samping truk yang dikendarai Endang Heryana (35), warga Kampung Naringgul Rt. 04/07 Ds. Karang Papak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Sepasang suami istri itu pun akhirnya terjatuh dari motornya.

Menurut saksi mata, M Nur (51), saat itu pengemudi motor jatuh ke arah kiri. Sementara penupangnya, Tati jatuh ke kanan, hingga tubuhnya hancur terlindas ban truk  belakang sebelah kiri.

“Begitu jatuh, penumpangnya langsung meninggal di tempat. Badannya hancur terlindas ban,”ungkap Nur, warga setempat. Kecelakaan ini langsung ditangani Unit Laka Lantas Ciawi.

Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke RSUD Ciawi. Selain Deden, anak korban Citra Putri Kayla Sugito mengalami luka lecet di kepala dan wajah, sedangkan tangan kirinya putus. (bd)

Aman, Tentram dan Sejahtera

Aman, tentram dan sejahtera adalah dambaan setiap insan. Dalam politik ketatanegaraan, diksi aman, tentram dan sejahtera adalah kewajiban negara untuk dipenuhi warganya.

Pemenuhan kewajiban negara itu tidak terwujud dengan begitu saja. Ada aparatur yang perlu melakukannya. Aparatur itu adalah politisi. Karena sistem ketatanegaraan Indonesia menempatkan para politisi sebagai pejabat publik untuk menjalankan fungsi: negara mencapai aman, tentram dan sejahtera.

Kerunyaman akan terjadi apabila politisi sudah jadi pejabat publik. Akan tetapi, aman, tentram dan sejahtera belum tercapai. Kenapa? Karena politisi ini korup! Mengambil bagian rakyat untuk dirinya. Untuk kelompoknya dan juga kroninya.

Ketika ada politisi pejabat publik amanah. Tidak korup. Itu sama saja “menyinggung ” dan “mempermalukan ” mereka yang korup. Maka satu-satunya jalan adalah digulingkan. Apapun caranya. Termasuk pengerahan massa berjilid-jilid dengan memainkan sentimen agama dan ras.

Bahkan presiden yang bekerja keras membangun infrastruktur di seantero negeri. Menegakkan daulat politik dan ekonomi. Dia diserang berbagai macam isu. Mulai komunisme hingga dianggap tidak pro rakyat. Dengan tujuan: penggulingan!

Soal aman, tentram dan sejahtera, ternyata para politisi pengejar kuasa paling ahli dan paling menikmati.

Dalam kasus isu keutuhan negeri: gerakan kelompok HTI. Isu kebangsaan. Gerakan radikalisme berbasis agama. Dan terakhir soal teror bom. Nyaris para politisi kita sedikit sekali bersuara. Kalau bisa malah tidak bersuara.

Sebab: HTI, gerakan radikalis fundamentalis berbasis agama adalah lumbung suara yang jadi penyokong kuasa.

Yang justru bergerak bersuara dan bertindak adalah ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok silent majority. Bahkan partai yang berbasis nasionalis juga redup suaranya.

Basis pikir dua kelompok yang diam dan melawan radikalisme agama ini sama: aman, tenteram dan sejahtera. Tapi perspektif berbeda.

Yang diam berharap tetap dapat menangguk suara. Sementara yang bergerak melawan, juga bertujuan agar kehidupan sosial betul-betul aman, tentram dan sejahtera.

 

Salam Aman, Tentram dan Sejahtera

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Walikota Bogor/Sekjen DPN Perhimpunan Advokat Indonesia)

Ketahuan Bolos, Anak Buah Nurhayanti Ditindak

BOGOR DAILY– Hari pertama kerja di bulan ramadan 2017, dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bogor yang absen tanpa keterangan terancam sanksi sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2015.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengungkapkan, semua dinas termasuk di Sekretariat Daerah (Setda) telah menerapkan metode absensi menggunakan sidik jari.
“Jadi terlambat 1 menit saja saat apel barisnya terpisah sebagai bentuk komitmen penegakkan disiplin. Untuk dua orang tidak hadir tanpa keterangan akan dipanggil mengacu pada PP 53 Tahun 2015,” kata Adang, Senin (29/5).
Menurut Adang, selama puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan bekerja. “Kan sudah diatur dalam PP 53 dan edaran bupati. Justru harusnya makin semangat bukan malas-malasan,” tukasnya.
Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan (Adpem) pada Setda Kabupaten Bogor, Aty Guniarwaty mengungkapkan, seorang kasubag juga dipisahkan apelnya karena datang terlambat.
“Biasanya, setda itu kehadirannya cukup baik. Tapi, enggak tahu, pas saya pimpin apel, ada dua yang tidak masuk. Mungkin karena hari pertama kali ya. Tapi karena tidak ada keterangan, akan dipanggil. Sementara satu kasubag, apel terpisah karena terlambat. Karena saya ini bawel soal absensi,” kata Aty

Daging Celeng Jadi Adonan Bakso Cilok, 7 Pelaku Ditangkap

BOGOR DAILY– Tujuh penjual daging oplosan untuk bahan pembuatan cilok dan baso diringkus polisi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, ada tujuh pelaku yang diamankan.

PN (43), AI (35), UJ (24), IM (30), MA (31), dan seorang pembeli HS (38) yang diamankan di ruko Pasar Citeureup, Kabipaten Bogor pada Minggu (28/5/2017).

Menurutnya, pelaku telah mencampur daging ayam dengan daging babi. Daging oplosan itu kemudian dijual untuk bahan pembuatan cilok dan baso.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk menentukan tersangkanya,” ujarnya

Saat ditangkap, polisi menemukan daging babi hutan seberat 46 kilogram, daging ayam seberat 60 Kilogram, serta daging ayam yang sudah dicampur daging babi seberat 4 kilogram.

Tak hanya itu, 1 unit penggilingan daging kasar, 1 unit penggilingan daging halus dan 1 buah frezer ikut dibawa ke Mapolres Bogor untuk dijadikan barang bukti. “Pemiliknya juga masih kami periksa,” tambahnya.

Narkoba ‘Zombie’ Flakka Masuk Indonesia, BNN: Masih Diteliti

BOGOR DAILY– Di sejumlah negara, ganja campuran bernama Flakka memakan korban dan diyakini membuat pemakainya menjadi bertingkah seperti zombie. Kepala BNN Budi Waseso mencurigai ganja itu sudah masuk ke Indonesia.
“Ada beberapa yang kami curigai itu, sekarang kami sedang melakukan penelitian,” ujar pria yang akrab disapa Buwas ini ketika ditanya soal apakah Flakka sudah masuk ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Buwas usai pertemuan di Pusdiklat BPK di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Buwas mengatakan, ada beberapa jenis ganja baru yang telah masuk ke Indonesia. Ganja-ganja ini tengah diteliti, termasuk flakka.

“Sudah, sudah. Beberapa sudah (masuk ke Indonesia). Jenis-jenis baru kami temukan 65. Kemarin 60, sekarang kami temukan lima lagi yang baru. Jadi ini akan berkembang,” ujar Buwas.

Buwas menyatakan BNN melakukan penelitian untuk melakukan antisipasi. Menurut Buwas, hanya perkara waktu bagi ganja-ganja jenis baru untuk masuk ke Indonesia.

“Jadi ada 800 jenis baru, narkoba di dunia itu cepat atau lambat juga masuk ke Indonesia,” ujar Buwas.

Flakka sedang menjadi bahasan di media sosial. Sejumlah netizen ngeri dengan efek yang bisa ditimbulkan Flakka ini.

Campuran berbentuk kristal putih tersebut diyakini memiliki efek yang dahsyat. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh — kepalanya miring, nyaris kayang, susah berbicara — setelah mengonsumsi zat tersebut.

Tak hanya itu, ada juga pemakai Flakka yang mendadak berlari kencang dan menabrakkan dirinya ke mobil. Sejumlah media asing melaporkan, gerakan lari kencang itu disebabkan halusinasi hebat yang dialami pemakai Flakka.

Pemkot Bogor Launching Angkot Bebas Rokok

BOGOR DAILYJelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh setiap 31 Mei, Din­kes Kota Bogor menggandeng sopir angkot. Ada 16 unit ang­kot bebas rokok. Angkot-angkot itu yang akan dihias meng­gunakan stiker mural yang berisi pesan-pesan bahaya rokok yang dikemas dengan kalimat serta gambar menarik menyesuaikan selera kaum muda.

”Selama ini penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok di Kota Bogor, belum optimal. Pelanggaran Perda KTR itu masih banyak terjadi, terutama di angkot,” kata Staf Seksi Pro­mosi Kesehatan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Erni Yuni­arti.

Ia juga mengatakan, mural angkot menjadi sarana meng­informasikan kepada masyara­kat, menumbuhkan kesadaran dan keberanian untuk menegur setiap perokok yang melakukan pelanggaran seperti di ken­daraan umum tersebut. Selama ini masyarakat hanya mengan­dalkan pemerintah dalam me­negakkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diterbitkan tujuh tahun silam pada peringatan HTTS.

”Di angkot masih banyak pe­langgaran, terkadang yang merokok bukan hanya penum­pang, tetapi juga sopirnya,” katanya.

Perda KTR Nomor 12 Tahun 2009 juga mengamanatkan peran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penega­kannya. Masyarakat berhak menegur perokok yang me­rokok di kawasan tanpa rokok, seperti di dalam kendaraan angkot yang sedang diope­rasikan mengangkut penum­pang.

”Perda ini tidak akan berjalan jika penerapannya hanya mengandalkan pemerin­tah. Membangun kesadaran masyarakat penting, sopir angkot perlu diingatkan dan juga masyarakat lainnya,” ka­tanya.

Pemilihan jumlah kendaraan angkutan kota sebanyak 16 unit juga bukan tanpa alasan. Di bagian atap angkot itu masing-masing terdapat huruf yang bila disusun berjajar dan berurutan akan menampilkan kalimat #SuaraTanpaRokok. Selain itu, ke-16 unit kendara­an tersebut juga merupakan perwakilan rute/trayek angkot yang berotasi di pusat Kota Bogor, terutama yang melin­tasi jalur Sistem Satu Arah (SSA) yakni seputar Kebun Raya Bo­gor.

”Keberadaan angkot sudah menjadi ikon Kota Bogor. Meng­gunakannya sebagai iklan ber­jalan cukup efektif dalam kam­panye sosial. Karena tipikal orang mudah melihat pesan secara visual,” kata Yosef Rabinda­nata dari #SuaraTanpaRokok.

Lapor Pak Wali! Jembatan di Pagentongan Loji Ambrol

BOGOR DAILY– Jembatan penghubung dua kampung di Kota Bogor keropos tergerus air.

Jembatan yang menghubungkan Kampung Pagentongan dengan Kampung Sirnagalih di RT 2/6, Kelurahan Loji, Kota Bogor tergerus banjir pada Kamis (26/5/2017) malam.

Jembatan yang dibangun pada 2011 itu mengalami kerusakan pada bagian bawah.

Istri Ketua RT 2/6 Siti Halimah (29) mengatakan bahwa kejadian jembatan tergerus tetsebut terjadi setelah banjir.

“Waktu hujan besar itu kan malam Jumat itu air di kali Ciomas itu sampai baik ke atas sampai ketinggian dengkul,” ujarnya Senin (29/5/2017).

Halimah menambahkan setelah terjadi banjir, Jumat sorenya pondasi jembatan ambruk pada beberapa bagian.

“Iya pas sorenya itu ada suara langsung keropos pada bagian bawahnya, materialnya juga ikut ke bawa, sekarang gerowong, makanya kita langsung tutup pakai kayu,” ucapnya.

Karena tidak mau mengambil resiko warga menutup akses jalan tersebut.

Akibatnya, anak sekolah dan pengendara motor harus memutar mencari jalan alernatif lain.

“Iya di tutup anak sekolah ataupun motor enggak boleh lewat, karena kita enggak mau ngambil resiko, biarin jauh asal selamat,” ucapnya.

Halimah mengatakan pihak Kelurahan dan Kecamatan sudah meninjau jembatan tersebut.

Tren Vape di Kalangan Remaja, Pemkot Bogor Siapkan Perda

BOGOR DAILY Tren rokok elektrik atau vape semakin menjamur. Bahkan, banyak remaja Bogor yang sudah menikmati vape namun tidak mengerti dampak dari mengisap kandungan cairan di dalamnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melarang penggunaan vape setelah melakukan uji laboratorium, Minggu lalu.

Rokok elektrik dianggap kekinian dan sudah menjadi fenomena baru di kalangan remaja Bogor. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Melalui Dinkes Kota Bogor, uji lab terhadap kandun­gan cairan vape pun dilakukan. Hasilnya, dampak penggunaan vape sama dengan

Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena membenarkan jika banyak pengguna vape yang belum tahu dampak penggurokok konvesional. Kepala naan rokok elektrik tersebut, padahal sama bahayanya dengan mengisap rokok biasa. “Kami uji lab ke BPOM untuk mengetahui kadar nikotinnya. Ternyata dampak penggunaan vape itupun sama dengan ro­kok konvensional karena kadar nikotinnya tidak terbatas,” ka­tanya.­

Hasil uji lab, kata Erna, sudah dinyatakan penggunaan vape itu pun memberikan risiko ne­gatif pada penggunanya. Kalau rokok konvesional sudah ada sejak ratusan tahun sehingga sudah ditetapkan dampak se­cara medis yaitu berisiko paru-paru, jantung koroner hingga kemandulan.

Namun untuk vape secara medis belum di­tetapkan penyakit apa yang akan terjadi dari dampak peng­gunaannya. “Walau belum tahu menyebabkan penyakit apa, secara medis sudah dise­pakati vape itu berisiko nega­tif. Untuk secara detail harus ada penelitian yang panjang,” terangnya.

Erna juga mengungkapkan, tren rokok elektrik itu pun baru mencuat sejak dua tahun ter­akhir. Bahkan, banyak para remaja di usia dini menganggap penggunaan vape itu lebih keren dan kekinian. Hal ini juga menyebabkan perokok remaja trennya kian meningkat. “Kami mengimbau masyarakat tidak menggunakan rokok elektrik. Apalagi remaja seha­rusnya tidak boleh merokok. Lebih baik kita mencegahnya sejak dini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Ko­misi B DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tempat untuk meng­gunakan vape. Hal itu dike­tahui setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meny­ampaikan Raperda Perubahan Perda 12/2009 tentang Ka­wasan Tanpa Rokok (KTR) ke DPRD untuk dibahas.

Nantinya akan ada beberapa poin pe­rubahan dalam Perda 12 tahun 2009. Satu di antaranya akan mengatur tentang beberapa lokasi pelarangan penggu­naan rokok elektrik termasuk sisha. “Jadi ke depannya rokok elektrik dan sisha akan diatur dalam Perda tentang KTR,” katanya.

Mengenai ruang aspirasi ma­syarakat terhadap pelaporan KTR di beberapa lokasi ter­tentu membuat pihaknya juga akan membahas kembali mengenai lokasi KTR.

“Jadi sebenarnya ada dua yang di­bahas dalam Raperda peruba­han Perda KTR, pertama tentang penambahan lokasi KTR, kedua tentang rokok elektrik dan sisha. Keduanya akan diatur dalam perda tentang KTR nanti­nya,” terangnya.

Selama Puasa, Edies Adelia Getol Minta Jodoh

BOGOR DAILYAktris Eddies Adelia masih menjalani puasa Ramadan tahun ini tanpa pendamping. Wanita berusia 38 tahun itu berharap doanya untuk jodoh dikabulkan di bulan yang suci ini.

“Siapa tahu Allah kabulkan doa saya, diberikan jodoh. Siapa sih enggak pengen menikah, tapi saya jodoh sih lillahi ta’ala,” ucapnya saat diwawancara di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Ramadan tahun ini, Eddies ingin lebih khusyuk dalam beribadah. Selain menjalankan perintah wajib, Eddies ingin menunaikan ibadah sunah. Ia tidak ingin puasanya hanya mendapat rasa lapar dan dahaga.

“Puasa tahun ini tentunya saya bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk bisa menjalankan ibadah tarawihnya juga tadarus,” ujarnya.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam berpuasa bagi Eddies adalah menjaga lisan. Ia tidak akan berburuk sangka kepada apapun atau siapapun selama menjalani ibadah puasa.

“Puasa kan lisan yang tidak baik. Hati yang berprasangka buruk mencoba lurus seperti ini, jadi selalu berprasangka baik, lisan berkata yang baik dan hati yang baik,” katanya.