Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9056

Tren Vape di Kalangan Remaja, Pemkot Bogor Siapkan Perda

BOGOR DAILY Tren rokok elektrik atau vape semakin menjamur. Bahkan, banyak remaja Bogor yang sudah menikmati vape namun tidak mengerti dampak dari mengisap kandungan cairan di dalamnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melarang penggunaan vape setelah melakukan uji laboratorium, Minggu lalu.

Rokok elektrik dianggap kekinian dan sudah menjadi fenomena baru di kalangan remaja Bogor. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Melalui Dinkes Kota Bogor, uji lab terhadap kandun­gan cairan vape pun dilakukan. Hasilnya, dampak penggunaan vape sama dengan

Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena membenarkan jika banyak pengguna vape yang belum tahu dampak penggurokok konvesional. Kepala naan rokok elektrik tersebut, padahal sama bahayanya dengan mengisap rokok biasa. “Kami uji lab ke BPOM untuk mengetahui kadar nikotinnya. Ternyata dampak penggunaan vape itupun sama dengan ro­kok konvensional karena kadar nikotinnya tidak terbatas,” ka­tanya.­

Hasil uji lab, kata Erna, sudah dinyatakan penggunaan vape itu pun memberikan risiko ne­gatif pada penggunanya. Kalau rokok konvesional sudah ada sejak ratusan tahun sehingga sudah ditetapkan dampak se­cara medis yaitu berisiko paru-paru, jantung koroner hingga kemandulan.

Namun untuk vape secara medis belum di­tetapkan penyakit apa yang akan terjadi dari dampak peng­gunaannya. “Walau belum tahu menyebabkan penyakit apa, secara medis sudah dise­pakati vape itu berisiko nega­tif. Untuk secara detail harus ada penelitian yang panjang,” terangnya.

Erna juga mengungkapkan, tren rokok elektrik itu pun baru mencuat sejak dua tahun ter­akhir. Bahkan, banyak para remaja di usia dini menganggap penggunaan vape itu lebih keren dan kekinian. Hal ini juga menyebabkan perokok remaja trennya kian meningkat. “Kami mengimbau masyarakat tidak menggunakan rokok elektrik. Apalagi remaja seha­rusnya tidak boleh merokok. Lebih baik kita mencegahnya sejak dini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Ko­misi B DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tempat untuk meng­gunakan vape. Hal itu dike­tahui setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meny­ampaikan Raperda Perubahan Perda 12/2009 tentang Ka­wasan Tanpa Rokok (KTR) ke DPRD untuk dibahas.

Nantinya akan ada beberapa poin pe­rubahan dalam Perda 12 tahun 2009. Satu di antaranya akan mengatur tentang beberapa lokasi pelarangan penggu­naan rokok elektrik termasuk sisha. “Jadi ke depannya rokok elektrik dan sisha akan diatur dalam Perda tentang KTR,” katanya.

Mengenai ruang aspirasi ma­syarakat terhadap pelaporan KTR di beberapa lokasi ter­tentu membuat pihaknya juga akan membahas kembali mengenai lokasi KTR.

“Jadi sebenarnya ada dua yang di­bahas dalam Raperda peruba­han Perda KTR, pertama tentang penambahan lokasi KTR, kedua tentang rokok elektrik dan sisha. Keduanya akan diatur dalam perda tentang KTR nanti­nya,” terangnya.

Selama Puasa, Edies Adelia Getol Minta Jodoh

BOGOR DAILYAktris Eddies Adelia masih menjalani puasa Ramadan tahun ini tanpa pendamping. Wanita berusia 38 tahun itu berharap doanya untuk jodoh dikabulkan di bulan yang suci ini.

“Siapa tahu Allah kabulkan doa saya, diberikan jodoh. Siapa sih enggak pengen menikah, tapi saya jodoh sih lillahi ta’ala,” ucapnya saat diwawancara di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Ramadan tahun ini, Eddies ingin lebih khusyuk dalam beribadah. Selain menjalankan perintah wajib, Eddies ingin menunaikan ibadah sunah. Ia tidak ingin puasanya hanya mendapat rasa lapar dan dahaga.

“Puasa tahun ini tentunya saya bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk bisa menjalankan ibadah tarawihnya juga tadarus,” ujarnya.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam berpuasa bagi Eddies adalah menjaga lisan. Ia tidak akan berburuk sangka kepada apapun atau siapapun selama menjalani ibadah puasa.

“Puasa kan lisan yang tidak baik. Hati yang berprasangka buruk mencoba lurus seperti ini, jadi selalu berprasangka baik, lisan berkata yang baik dan hati yang baik,” katanya.

Seminggu, PSK Gang Semen ‘Puasa’ Layani Si Hidung Belang

BOGOR DAILY– Ramadan tiba. Kedipan lampu senter penjaga vila tak tampak seperti hari-hari biasa. Tidak ada aktivitas mencolok di lokalisasi Gang Semen, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. Sudah dua hari ini aktivitas di Gang Semen meredup. Para Pekerja Seks Komersial (PSK) memilih pulang kampung di minggu pertama puasa.

Rumah-rumah wisma yang berjajar di sepanjang Gang Se­men terlihat sepi. Jika biasanya penjaga vila sudah siap-siap di depan gang menuju kawasan lokalisasi, lain halnya dengan pemandangan malam per­tama di bulan puasa.

Salah seorang penjaga vila yang menyambi calo PSK, Jaka menuturkan, aktivitas di Gang Semen akan tutup satu minggu. Para PSK akan ikut ‘puasa’ untuk tidak melayani pria hidung belang.  Selanjutnya kegiatan di sana akan kembali normal.

Bedanya, selama puasa ini setiap calo PSK akan menunggu di Gang Semen, bukan di depan pintu masuk lokalikasi. “Ini mah cuma tutup sementara saja. Bulan puasa juga masih buka, karena ada saja tamu yang datang. Bi­asanya sih yang sudah pelang­gan tetap,” ungkap Jaka.

Meski begitu, jumlah pelang­gan di Gang Semen tak se­banyak hari-hari biasa. Ini pula yang membuat banyak PSK memilih pulang kampung. Sebagian dari mereka ada yang beralih membuka usaha.

“Macam-macam sih, ada yang jadi penjual online, penjual kue Lebaran, sama buka wa­rung nasi di kampung,” kata lelaki yang juga pengawal PSK lebih dari 10 tahun.

Karena sepi pelanggan, Jaka pun mau tak mau terkena im­basnya hingga ia harus men­cari tambahan penghasilan di luar jadi calo dan bodyguard PSK. “Ya duit yang ada buat modal usaha saja jualan nasi bareng istri,” terangnya.

Waspada! Polisi-polisi Jadi Incaran Bom Teroris

BOGOR DAILY– Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah keras ihwal tuduhan sekelompok orang yang menyebut peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah pengalihan isu.

Menurutnya, pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu adalah jaringan sel Mudiriyah Bandung Raya yang dipimpin Jajang. Dia diketahui berkaitan langsung dengan jaringan Bahrun Naim yang pernah melakukan bom Thamrin.

“Jaringan Bahrun Naim merupakan cabang ISIS yang memiliki paham Takfiri yaitu menegakkan ideologi kekhilafahan. Faham Takfiri ini mengajarkan untuk menyerang 2 kelompok yang dianggap kafir yaitu Kafir Harbi dalam hal ini polisi yang dianggap sebagai kafir yang melakukan penyerangan agresif terhadap mereka,” ujar Kapolri dalam siaran persnya, Sabtu (27/5).

Kapolri menambahkan, polisi jadi incaran teroris karena dianggap sebagai antek-antek negara kafir karena negara kita dianggap sebagai negara kafir yang berbeda ideologi dengan teroris dan menentang kekhilafahan.

Tito menyebut, penyerangan terhadap polisi oleh kelompok sel Mudiriyah Bandung Raya sudah dimulai Desember 2016, tapi berhasil digagalkan polisi.

“Bom di Simpang Lima Senen berhasil digagalkan kemudian pelakunya ditangkap ketika bersembunyi di waduk Jatiluhur. Kemudian bom panci yang targetnya Mapolda Jabar dan pos polisi di Taman Pandawa, bom meledak prematur. Pelakunya lari ke kantor Kelurahan kemudian dikejar sekelompok anak SMA, dikepung masyarakat dan pelakunya tertembak mati oleh polisi,” tegas Tito.

Lebih jauh Kapolri menjelaskan, waktu itu sudah terdeteksi nama pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu dalam jaringan sel Ahmad Sukri dan Iwan. Namun mereka paham sistem komunikasi harus hati-hati untuk menghindari dideteksi polisi sehingga kemudian terjadilah bom bunuh diri Kampung Melayu.

Lantas, kenapa Kampung Melayu yang jadi target?

“Karena ada pos polisi, bukan masalah tempatnya tapi targetnya (calon korban) yang penting polisi yang sedang bertugas yang disebut mereka kafir harbi,” kata Tito.

Terkait tuduhan kelompok masyarakat yang mengatakan polisi kecolongan juga dibantah Kapolri. Menurutnya, dari 100 rencana teroris, 99 berhasil digagalkan. Jika ada satu meledak, itu tetap kemenangan Polri.

Karenanya, Kapolri tidak kaget. Ketika Densus 88 berhasil melumpuhkan teroris di Tuban, kelompok masyarakat akan menganggap itu tugas polisi. Namun ketika terjadi bom, polisi dianggap kecolongan.

“Kelompok ini tidak paham jaringan teroris dan selalu menganggap ini rekayasa polisi. Sutradara Hollywood sehebat apapun tidak akan mampu merekayasa dan membunuh anggota polisi sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, terhadap polisi yang menjadi korban bom Kampung Melayu, Polri memberikan penghormatan yang tidak kecil.

“Polisi punya tugas memberantas teroris dan melindungi masyarakat. Polisi yang gugur itu termasuk mati syahid karena berperang dan berjuang di jalan Allah,” pungkas Kapolri.

Nasib Jenazah Ahmad Sukri yang Ditolak Warga, Begini Akhirnya

BOGOR DAILY– Jenazah terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Ahmad Sukri (AS), mendapat penolakan warga. Akibatnya, jenazah Ahmad tak bisa dimakamkan di kampung halamannya.

Yakni di Kampung Ciranji, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

“Jenazah AS rencananya tiba Senin (29/5) dan akan langsung dimakamkan di sekitar tempat tinggalnya. Namun sebagian besar warga menolak dengan alasan namanya sudah tercemar sebagai teroris,” kata Kepala Desa Sirnagalih, Andi Hermawan, Minggu (28/5).

Pemilik Akun @Muslim_Cyber1 Terancam 6 Tahun, Ini Gara-garanya

BOGOR DAILY– Pemilik akun @muslim_cyber1, HP terancam hukuman 6 tahun penjara. Itu setelah yang bersangkutan kepergok menyebarkan pesan palsu atas nama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, pria 23 tahun asal Jagakarsa, Jakarta Selatan telah disangka menjadi salah satu admin akun instagram @muslim_cyber1. Akun ini rutin memposting gambar-gambar, kalimat-kalimat yang bisa menebar kebencian bernuansa SARA.

“HP bisa dijerat dengan pasal berlapis. Dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a UU ITE serta atau Pasal 4 huruf d angka 1 juncto Pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis,” ujar dia usai menangkap HP, Minggu (29/5).

“Ancaman hukumannya enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Sementara undang-undang tentang Penghapusan Ras, ancaman hukumannya lima tahun dan denda 500 juta,” jelas Setyo.

Adapun barang bukti yang kini diamankan adalah satu unit ponsel merek Xiaomi, satu sim card XL, satu sim card Three, fake chat atau chating palsu antara Kapolri dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya, dan sejumlah postingan Instagram.

Hilangnya Surat Al-Maidah Ayat 51-57, Ini Kata Penerbit

BOGOR DAILY– Kementerian Agama telah mengirimkan surat teguran nomor B-734/LPMQ.01/TL.02.1/5/2017 kepada PT Suara Agung Jakarta, atas kekeliruan PT tersebut menerbitkan Al-Quran tanpa surat Al-Maidah ayat 51-57.

Manajemen PT Suara Agung dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa kekeliruan cetakan Al-Quran yang viral di media sosial itu, terjadi karena kekhilafan pihak penerbit. Surat yang dianggap hilang oleh para pembacanya itu, menurut pihak manajemen, berada di halaman lain dalam Al-Quran itu.
“Terjadi kekeliruan semata karena human error tanpa ada unsur kesengajaan. Kekeliruan itu adalah penempatan isi pada halaman 113 sampai 117 dalam proses pencetakan. Sehingga Surat Al-Maidah ayat 51 sampai 57 yang harusnya ada di halaman 117, tercetak pada halaman 113,” ujar manajemen penerbit dalam rilis tanggal 24 Mei 2017.
General Manager PT Suara Agung Iden Koswara menegaskan pihaknya tak mengetahui detail penyebab kesalahan cetak tersebut. PT Suara Agung, kata Iden, hanya bertindak sebagai penerbit.
“Yang pasti tidak ada ayat yang hilang, tapi tertukar tempat. Ya tapi tentu saja itu tetap kesalahan sebagaimana yang sudah kami katakan dalam rilis,” ujar Iden
Iden menjelaskan, kesalahan cetak pada Al-Quran terbitan perusahaannya sudah ditindaklanjuti sejak 2015 lalu, tak lama setelah Al-Quran itu pertama kali diterbitkan.
“Sebetulnya sudah di distribusi terbitan itu sejak tahun 2015. Sudah ditarik di tahun yang sama ketika menemukan kekeliruan, tapi belum semua. Sudah cetak ulang juga di 2015 dengan terbitan yang sudah direvisi,” kata Iden.
“Sudah ada juga cetakan kedua pada tahun 2016. Namun ya namanya sudah beredar, masih ada yang mungkin tersisa dan viral pas ditemukan,” imbuh dia.
Menurut Iden ada 400 eksemplar Al-Quran tersebut yang sudah terlanjur beredar di masyarakat. PT Suara Agung meminta masyarakat untuk menyerahkan Al-Quran cetakan tahun 2015 tersebut kepada toko tempat mereka membelinya, atau dikirimkan ke alamat penerbit, untuk diganti dengan yang baru dan sudah diperbaiki.
PT Surya Agung, kata Iden, telah menemui pihak MUI Kecamatan Mega Mendung Kabupaten Bogor yang menginvestigasi temuan tersebut pada Jumat (26/5), untuk mengklarifikasi. Kemenag juga telah menarik dan memusnahkan total 5.480 eksemplar Al-Quran yang telah dicetak dan belum sempat beredar ke masyarakat.
“Cara pemusnahan itu berbeda-beda, tergantung kebijakan SOP pencetak. Kami kan hanya menerbitkan jadi tidak tahu betul. Tapi biasanya pemusnahan itu caranya dicacah dan dijadikan bubur kertas. Kemungkinan besar pemusnahan tersebut juga demikian,” kata Iden.

Solat Tarawih di Sentul, Jokowi Diserbu Jamaah

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo menunaikan ibadah salat Tarawih di Masjid Andalusia, Sentul City, Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Minggu (28/5/2017) atau bertepatan dengan 2 Ramadan 1438 H.

Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media dan informasi Sekretariat Presiden, Presiden disambut oleh Ketua Humas STIE Tazkiah dan Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Andalusia H Sutopo dan langsung memasuki masjid.

Tak berapa lama, azan berkumandang menandakan masuknya waktu Isya pada pukul 18.59 WIB.

Ustaz Ulil Amri Zainudin yang bertindak sebagai imam pun langsung memimpin salat Isya.

Usai mendengarkan tausyiah dari Imam Besar Masjid Andalusia Ustaz Abdul Mughni, Presiden menunaikan ibadah salat Tarawih yang diimami oleh Ustaz Ulil Amri Zainudin.

Selepas salat Tarawih, Presiden menerima tanda kenangan berupa majalah Andalusia yang diserahkan oleh Direktur Pelaksana Andalusia, Syaripudin Kusin.

Sebelum meninggalkan masjid, Presiden tak lupa menyalami jemaah yang hadir, dan membagi-bagikan buku tulis, serta berswafoto.

Tampak mendampingi Presiden, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Dua hari sebelumnya, Presiden berturut-turut melaksanakan salat Tarawih di Masjid Baitussalam yang berada di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor.

Kabur dari Rutan, Kepala Bos Ayam Diinjak-injak Sampai Tewas

BOGOR DAILY– Kelakuan Petrus alias Ate benar-benar biadab. Kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Babak Bengkayang, pemuda 24 tahun itu membunuh Desi Yuliana, 35, pengusaha peternakan ayam, Kamis (25/5) malam.

“Saya nekat membunuh, karena ingin memiliki handphone korban. Saya pukul kepalanya hingga jatuh. Kemudian saya injak-injak kepalanya sampai mati. Setelah itu baru saya ambil handphonenya,” kata Petrus di Mapolres Bengkayang, sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grouop), Sabtu (27/5).

Mayat Desi ditemukan tak jauh dari kandang ayamnya di Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Bengkayang Kamis (25/5) sekitar pukul 19.00. Hanya sekitar 300 meter dari rumahnya. Kondisinya sangat mengenaskan. Saat ditemukan, Desi mengenakan gaun merah dan terlihat luka menganga di sekitar telinga, gigi depannya rontok semua dan mulutnya mengeluarkan darah segar.

Mayat ditemukan sekitar pukul 19.30 oleh Pak Tinggi, 60, warga Dusun Sempayuk, pemilik lahan tempat mayat Desi ditemukan. Saat itu Pak Tinggi hendak memberi makan ayamnya.

Pak Tinggi memberitahu Nasaruddin yang akrab disapa Mamang, suami Desi. Tak berselang lama, warga pun menyemut di lokasi penemuan mayat wanita tersebut. Salah seorang warga menghubungi kepolisian.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mayat Desi dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Bengkayang sekitar pukul 22.00. Hasil pemeriksaan tim medis, wajah Desi dipukul dengan benda tumpul hingga tewas.

Dipimpin Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Novrial Alberty Kombo, polisi bergerak cepat mencari pelaku, dibantu oleh warga. Petugas dan warga menyisiri hutan Dusun Sempayuk. Pengejaran pelaku juga dilakukan Kapolsek Lumar Ipda Maju Kenedy Siregar dan Unit Reskrim Polsek Lumar Bripka Ardi Nopolinus.

“Tak sampai satu kali 24 jam, kami berhasil menangkap pelaku Petrus di hutan Dusun Sempayuk yang berdampingan dengan perkebunan sawit,” kata Novrial Alberty Kombo di markasnya.

Para Perwira polisi dan warga memburu Petrus ke dalam hutan hingga sekitar tujuh kilometer dari jalan raya. Petrus bersembunyi di hutan sejak kabur dari Rutan Klas II B Mabak Bengkayang, Kamis (25/5) sore. “Ketika pelaku keluar dari persembunyiannya di hutan, dia bertemu dengan korban dan langsung membunuhnya,” jelas Kombo.

Petrus merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas II B Babak Bengkayang yang menjalani hukuman selama 3,9 tahun dalam kasus pencurian. Dijerat dengan pasal 363 KUHP. Menurut pengakuannya kepada polisi, dia berhasil melarikan diri dari Rutan dengan cara memanjat tembok setinggi kurang lebih 15 meter menggunakan tangga. Petrus berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan petugas jaga Rutan, Kamis (25/5) sekitar pukul 15.00.

Sementara Kapolsek Lumar Ipda Maju Kennedy Siregar mengatakan, dari tangan Petrus, polisi menyita barang bukti handphone merek Vivo milik Desi. Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Mapolres Bengkayang. “Tersangka masih kita periksa,” tegasnya.

Besok, Halte Kampung Melayu Beroperasi Normal

BOGOR DAILY– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat,  memerintahkan pihak PT Transjakarta untuk segera mengoperaikan kembali halte bus Kampung Melayu.

Halte Kampung Melayu berhenti beroperasi sejak ledakan bom di Terminal Kampung Melayu. Akibat ledakan tersebut, terjadi kerusakan di halte tersebut.

Djarot meminta kepada Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono untuk mengoperasikan halte Kampung Melayu mulai besok, Senin (29/5/2017). Hal ini disampiakannya saat meninjau Terminal Kampung Melayu pasca ledakan bom pada Rabu (24/5/2017) lalu.

“Saya perintahkan kepada Pak Budi besok sore sudah bisa beroperasi dengan Dishub dan Kepolisian,” ujar Djarot di Terminal Kampung Melayu, Minggu (28/5/2017).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta jaminan aspek kenyamanan dan kesehatan sebelum pengoperasian halte. Karenanya, Djatot meminta Transjakarta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan Dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memastikannya.

“Oleh karenanya besok pagi tolong dibilas ulang. Libatkan dinas kesehatan, damkar untuk nyemprot, kemudian sore sudah bisa fungsi. Jam 3 atau jam 4, atau pick hour. Jadi pagi sampe siang sampe dzuhur itu bersih-bersih untuk persiapan nanti dibuka,” ujar Djarot.

Halte Transjakarta Kampung Melayu melayani empat koridor setiap harinya. Keempat rute tersebut dalah Koridor 5 (Ancol – Kampung Melayu) Koridor 7 (Kampung Rambutan – Kampung Melayu), Koridor 11 (Kampung Melayu – Pulogebang) dan rute non BRT BRT (Grogol – Kampung Melayu).