Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 9070

Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Bogor Dibawa Kabur

BOGOR DAILY– Yuni Amalia (16), gadis dibawah umur hilang dibawa kabur. Warga Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu sudah tak lagi pulang ke rumah sejak 26 April 2017. Sudah 23 hari, Yuni alias Enai yang baru lulus SMP itu membuat orang tuanya kebingungan hingga akhirnya melapor polisi, kemarin.

Hampir satu bulan berlalu, Enai putri Dadang Sumarna (59) menghilang. Di rumahnya di Asrama Pusdikzi Nomor 20, RT 02/02 Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, sang ayah sudah kehabisan cara untuk menemukan putrinya.

Enai, putri kelima dari enam bersaudara itu tak ada kabar setelah melakukan cuci darah di RS PMI (26/4) lalu. Tapi, bukannya pulang ke rumah, ABG yang baru lulus SMP tahun ini justru tak lagi menampakan batang hidungnya.

“Habis cuci darah darah dia enggak pulang. Setelah dua hari juga enggak ada kabar sampai kami tanya ke semua teman-temannya,”ungkap Dadang.

Sebelum hilang, Enai mengenakan kaos berwarna abu-abu lengan panjang, celana jeans pendek, sepatu kets warna silver. Biasanya, kata Dadang jika tak pulang, putrinya selalu mengabari. Enai juga tak menunjukkan keanehan apapun. Namun, belakangan ia sering memergoki putrinya senang bermain HP. Sayang, ponselnya sengaja dikunci.

“Memang sebelum hilang dia sering main hp. Enggak tahu isinya apa karena dipassword (ponsel Enai,red),”tutur lelaki yang sudah 20 tahun menjadi penjaga sekolah di SMP Sapta Marga Bogor.

Di mata keluarga, Enai dikenal mudah bergaul. Namun karena penyakitnya thalasemia yang dideritanya, emosinya selalu tidak stabil. Tiga hari sejak kepergian putrinya, adiknya pernah memergoki status Facebook Enai.

Dalam facebook itu, Enai mengaku sudah tenang dan mau menikah. Ia juga memposting foto bersama lelaki mirip pengamen dengan baju yang sama saat dinyatakan hilang.

“Adiknya (Arif,red) bilang begitu. Karena dia sempat memergoki facebook kakaknya. Setelah itu non aktif, begitu juga dengan nomornya,”urainya.

Sampai akhirnya sudah 23 hari berlalu, Dadang memutuskan untuk melapor Bhabinkamtibmas dan dilanjutkan ke Polsek Bogor Selatan.

“Dia cuma bilang, sekarang sudah tenang, dan mau nikah katanya, tapi belum jelas maksudnya apa. Setelah itu, tidak ada kontak lagi,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lawanggintung, Aiptu Teguh Purwanto menuturkan, diperkirakan Enai pergi bersama ‘Ambon’, seorang teman di medsos facebooknya, yang diduga sering berada di sekitaran Jalan Soleh Iskandar sebagai pengamen jalanan.

“Tadi siang (kemarin, red) pihak keluarga baru melaporkan hilangnya anak mereka itu, kini pencarian kami sudah sampai menelusuri ke Jalan Baru, karena laki-laki itu sering kelihatan ngamen disana,” katanya saat dihubungi Metropolitan.

Teguh menambahkan, korban itu anaknya pendiam dan cenderung tertutup. “Dia itu harusnya sekarang kelas satu SMA, namun tidak meneruskan sekolahnya dan hanya sampai SMP. Anaknya tidak macam-macam, anak rumahan yang cenderung pendiam,” tukasnya.

Diduga korban memiliki hubungan khusus dengan lelaki bernama Ambon tersebut. Teguh mengatakan, pihak keluarga sendiri baru mengetahui lelaki yang bernama Ambon setelah anaknya hilang. “Kami menduga, selama ini Enai melakukan kontak melalui handphone, jadi orang tua tidak tahu perihal hubungan keduanya. Apalagi kan dia sakit, jadi tergolong anak rumahan yang jarang keluar rumah,” lanjutnya.

Sekedar diketahui, Enai punya ciri-ciri berkulit sawo matang, bermata sipit dan rambut panjang sebahu. Jika masyarakat ada yang melihat bisa melaporkan ke polsek terdekat.

 

Razia Imigran Puncak Buka Salon Gagal, Sengaja Dibocorkan?

BOGOR DAILY– Satpol PP Kabupaten Bogor merazia imigran sebagai pelaku usaha dari Timur Tengah atau pekerja di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumát (19/05/2017).

Namun, razia tersebut diduga bocor. Sebab, sejumlah wilayah yang setiap hari ramai lalu-lalang dan aktivitas warga negara asing (WNA), mendadak sepi.

Seperti di Kampung Warung Kaleng dan Ciburial, Kecamatan Cisarua. Di tempat usaha imigran, baik yang menjadi pekerja maupun pemilik tempat usaha ini, tidak banyak ditemukan WNA seperti hari biasa.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasi (Dalops) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Ruslan SP membenarkan jika operasi atau razia WNA dan imigran yang dilakukannya diduga sudah bocor.

“Kalau tidak ada yang membocorkan, tak mungkin sepi,” ujarnya saat memeriksa kepemilikan tempat usaha cukur rambut di Kampung Ciburial, Jumát (19/05/2017).

Ruslan menjelaskan, ada tiga lokasi yang menjadi sasaran razia kali ini, yakni lokasi Pasar Festival (Pafesta), Warung Kaleng dan Ciburial.

“Kami merazia pegawai warga asing atau imigran dan bangunan yang dijadikan tempat usaha mereka tanpa izin,”imbuhnya.

Dalam razia tersebut, puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Bogor yang juga melibatkan pihak Imigrasi dan unsur kepolisian, TNI dan Muspika Cisarua.

Usai Lari Bareng, Bima Arya Dapat Sepatu OKE OCE Bekas Sandiaga

BOGOR DAILY– Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima undangan berlari bersama Wali Kota Bogor Bima Arya. Sandiaga juga menghadiahkan sepatu OK OCE nya kepada Bima Arya.
Sandiaga dan Bima selesai berlari sekitar pukul 07.40 WIB usai mengitari jalanan di sekitar Balai Kota Bogor, Sabtu (20/5/2017). Usai berlari, Sandiaga kembali ke Balai Kota untuk melakukan pendinginan.

Saat sedang melakukan pendinginan itulah, Sandiaga tiba-tiba menanyakan nomor sepatu dari Bima. Ia bermaksud untuk memberikan sepatu berlari OK OCE nya kepada Bima.

“Nomor sepatu berapa Pak? Barangkali ke sini lagi saya bawain sepatu OK OCE,” kata Sandiaga.

Bima yang mendengar pertanyaan tersebut terlihat antusias. Ia lantas langsung meminta mencoba sepatu yang dipakai Sandiaga.

“Saya nomor 42 Pak, saya coba sepatu Bapak coba. Wah ini pas sekali, saya langsung pakai saja ya,” kata Bima.


Sejurus kemudian, Sandiaga langsung menyerahkan sepatu tersebut ke Bima.

“Ya sudah ambil saja Pak, ini kalau pas kita tuker sepatu saja. Kan sama-sama hobi lari biar tambah semangat,” kata Sandiaga seraya menyerahkan sepatunya.

Sebelumnya, Sandiaga tiba di Bogor untuk menghadiri undangan berlari dari Wali Kota Bima Arya. Selain berlari, mereka juga melanjutkan agendanya dengan makan pagi bersama.

Tukang (Pengusaha) Ojek

Dia bernama Wahono. Saya penumpang ojek.  Wahono pengusaha ojek. Harus disebut pengusaha karena Wahono bukan pekerja.  Dia tidak tunduk pada perintah siapapun.

Tidak terikat jam kerja dan dia menerima upah bukan dipatok Upah Minimum Regional (UMR). Tapi upah yang hanya ia sepakati untuk diterima atas jasanya mengantar penumpang.

Karena saya lapar dan dia adalah seorang yang setara, maka tidaklah boleh saya makan sendiri tanpa mengajaknya makan. Pak Wahono rupanya juga lapar. Jadilah kami makan bersama di Rumah Makan Bebek Kaleyo Tebet, Jakarta, se-turun dari Commuter Line Bogor-Jakarta.

Saya juga wajib yang mentraktir karena saya yang ajaknya. Juga wajib saya bayar jasa antaran dari Stasiun Tebet ke Epicentrum Kuningan, tempat yang mewah untuk kongkow-kongkow.

Kami berbahasa jawa selama makan. Pak Wahono rupanya asli Yogyakarta. Sementara saya anak Jakarta made in Semarang…hehehe..

Pak Wahono rupanya bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana dengan bermodal motor yang diojekkan.

Jadi jangan remehkan tukang ojek loh.Para pekerja mandiri ini adalah barisan warga negara yang tangguh. Tidak membuat repot bangsa dan negara. Cukup bagi mereka diberi ruang ekpresi kerja saja.

 

Salam Hormat saya untuk Para Driver Ojek Dimana pun Berada…

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Walikota Bogor 2018 dan Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia)

 

 

Biadab! Bocah TK Malabar Dicabuli Penjaga Sekolah

BOGOR DAILY– Entah tempat mana lagi yang aman bagi anak-anak agar mereka terhindar dari kejahatan seksual. Betapa tidak, sekolah tempat mendidik anak justru belum bebas dari predator seksual.

Adalah QZA, siswi sebuah TK di kawasan Malabar, Bogor Tengah, Kota Bogor, yang diduga dicabuli oleh penjaga sekolah berinisial UD. Kejadian itu berawal ketika bocah 4,5 tahun tersebut mengeluh kesakitan sepulang dari sekolah, Rabu siang (10/5). Setelah diperiksa orang tuanya, ternyata ada darah yang keluar dari kemaluan QZA

“Kami keluarga awalnya  tidak curiga. Tapi ketika dijemput di sekolah kok terlambat setengah jam,” ujar ibu korban MF. Dia menjelaskan, sebelum kejadian itu, sikap buah hatinya memang sudah berubah.

Bocah berambut ikal itu cenderung agresif. Sering kali marah setiap kali diantarkan ke sekolah. Suami dan keluarga pun sempat kebingungan melihat sikap  QZA. “Ketahuannya ketika sampai di rumah ada banyak darah dari badannya,” bebernya.

Akhirnya setelah dirayu berulang kali bocah periang itu mau bercerita. QZA mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan kepada ibunya. “Anak saya mengaku kalau sudah dua kali dipegang kemaluanya,” tutur MF.

Yang bikin MF semakin sakit hati,  pelaku bahkan mengancam QZA, jika menceritakan perbuatannya kepada orang tuanya, dia  tak segan-segan untuk menembaknya.  “Saya kemudian tenangin anak saya, jangan takut enggak ada yang menembak. Di sini ada mami jangan takut,”lirihnya

Pengakuan putrinya lantas diabadikan oleh MF menggunakan kamera ponsel. MF juga langsung memeriksakan anak sulungnya itu ke dokter dokter spesialis kandungan. Dia pun sudah  melaporkan kejadian tersebut ke wali kelasnya.

Saat ini, aku MF, kian hari kondisi anaknya semakin trauma. Sejak kejadian pengakuan itu, berulang kali QZA menolak pergi ke sekolah.“Kami keluarga maunya pelaku segera ditangkap. Sekarang anak saya trauma enggak mau ke sekolah lagi. Polisi belum ngusut juga. Saya rela lakukan upaya hukum,” pintanya.

Heboh! Edaran BIN Soal Larangan Berjenggot dan Celana Cingkrang

BOGOR DAILY– Belakangan publik dihebohkan oleh surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Indonesia (BIN) di media sosial. Dalam postingan itu dicantumkan larangan bagi karyawan untuk mengenakan celana cingkrang, berambut panjang atau berjenggot.

Beredarnya surat tersebut tentunya menuai sejumlah kontroversi di kalangan masyarakat. Tak ingin masalah semakin berlarut-larut, pihak BIN akhirnya buka suara.

Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara Zaelani mengatakan jika surat tersebut tidak benar. Ia juga mengaku tidak pernah menandatangani aturan tersebut.

“Bahwa Surat Edaran tertanggal 15 Mei 2017 dengan Kop Surat BIN yang saya tanda tangani berisikan larangan staf BIN berjenggot dan bercelana cingkrang adalah tidak benar,” ujar Zaelani.


Dalam keterangannya baru-baru ini Zaelani menjelaskan jika BIN memang mengeluarkan surat edaran pada 5 April 2017. Namun di dalamnya tidak dicantumkan larangan berjenggot, celana cingkrang atau jenggot.

Sementara itu, sebelumnya Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Sundawan Salya mengatakan jika larangan tersebut memang ada. Namun menurutnya itu hanya untuk pegawai internal. Ia juga mengaku heran bagaimana surat tersebut bisa beredar.

“Lewat aturan ini kami ini ingin menjaga estetika dan etika dalam berpakaian,” jelas Sundawan. “Ini urusan internal bukan konsumsi publik.”tandasnya

Lagi! Tol Cipularang KM 91 Renggut Korban Siang Ini

BOGOR DAILY– Kecelakaan beruntun kembali terjadi di ruas jalan Tol Cipularang Kilometer 91, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat, 19 Mei 2017.

Kecelakaan terjadi lantaran sebuah truk pengangkut beras diduga mengalami rem blong, sehingga menabrak sebuah minibus dan dua kendaraan petugas Jasa Marga yang tengah melakukan pengaturan lalu lintas, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut semalam.

Petugas langsung melakukan evakuasi para korban kecelakaan. Satu orang penumpang truk masih dalam kondisi terjepit badan kendaraan.

Petugas yang dibantu warga melakukan evakuasi dengan menggunakan peralatan manual. Warga berusaha menyelamatkan korban yang terjepit. Selain itu, tiga korban lainnya yang tergeletak di sejumlah titik langsung dievakuasi petugas ke mobil ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kecelakaan beruntun ini terjadi saat arus lalu lintas di sekitarnya padat merayap, seiring dengan adanya olah TKP. Tiba-tiba, truk bermuatan beras hilang kendali dan menabrak minibus serta dua mobil Jasa Marga.

Kerasnya benturan membuat satu unit kendaraan petugas terlempar ke dalam jurang, satu unit kendaraan petugas lainnya terbalik dan satu kendaraan pribadi terdorong ke depan.

Sementara truk yang mengalami rem blong terjun ke jurang. Dalam kecelakaan ini, empat orang yaitu dua petugas Jasa Marga dan dua orang dari awak truk mengalami luka.

“Empat orang luka akibat kecelakaan ini sudah dibawa ke rumah sakit. Diduga kendaraan truk mengalami permasalahan dalam pengereman,” kata Kasat Lantas Polres Purwakarta  Ajun Komisaris  Polisi Arman Sahti, Jumat, 19 Mei 2017.

Petugas yang tengah di lokasi kejadian berusaha mengevakuasi bangkai mobil yang menutupi jalan. Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas dari arah Bandung ke Jakarta mengalami kemacetan.

Sebelumnya, kecelakaan maut beruntun terjadi di Tol Cipularang Kilometer 91 Kabupaten Purwakarta Jawa Barat dari arah Bandung menuju Jakarta. Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan. Akibatnya, empat orang meninggal dunia, satu orang luka berat dan 26 orang lainnya luka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, insiden itu terjadi sekira pukul 19.45 WIB melibatkan mobil pribadi, mobil travel, bus pariwisata, dan truk kontainer.

“Diduga konteiner rem blong yang menabrak 10 mobil dalam antrean kemacetan. Seluruh korban saat ini sudah dievakuasi ke IGD RS Siloam Dan RS Thamrin Purwakarta,” ujarnya, Kamis, 18 Mei 2017 malam.

Kobaran Api Lahap Stasiun Klender, Lihat Nih Foto-fotonya

BOGOR DAILY–  Kebakaran yang terjadi di Stasiun Klender membuat perjalanan kereta Manggarai-Bekasi dan sebaliknya dihentikan sementara. Penumpang berebut menggunakan ojek. Paling tidak ini terjadi di Stasiun Bekasi. “Penumpang naik ojek untuk ke pintu tol Bekasi Barat, dari sana naik bus ke Jakarta,” kata Nurhidayat, karyawan swasta, Jumat 19 Mei 2017.

Nurhidayat tiba di Stasiun Bekasi sekitar pukul 8.27. Saat itu penumpang sudah berjubel karena kereta ke Jakarta tidak ada yang beroperasi. “Saya tidak jadi masuk Stasiun,” kata Nurhidayat. “Penumpang juga sudah banyak yang keluar untuk cari angkutan alternatif.”

Menurut Nurhidayat, umumnya penumpang berganti dengan bus. Namun untuk naik bus mereka harus menunggu di pintu Tol Bekasi Barat. Akhirnya mereka menggunakan ojek untuk mencapai tempat itu. “Jalan di depan Stasiun Bekasi macetnya luar biasa,” katanya.

Karena hampir semua penumpang beralih ke bus, kata Nurhidayat, akhirnya terjadi penumpukan penumpang di jalan menuju pintu Tol Bekasi Barat. Mereka harus berebut naik saat bus yang ditunggu muncul.


Api yang membakar Stasiun Klender terlihat pada pukul 7.30. Sedikitnya 10 ruangan di stasiun dilahap api. Diduga kebakaran itu akibat korsleting listrik di gudang penyimpanan barang.

Juru bicara PT. KAI Commuter Jabodetabek  Eva Chairunisa  meminta maaf kepada masyarakat atas gangguan perjalanan kereta lintas Bekasi-Manggarai dan sebaliknya itu. “Saat ini KRL sejumlah perjalanan masih tertahan dan belum dapat diberangkatkan,” kata Eva lewat keterangantertulis.

Menurut Eva, dengan adanya kebakaran di Stasiun Klender itu, para penumpang kereta disarankan menggunakan transportasi lain. Bagi mereka yang sudah terlanjur membeli tiket, bisa pengembalian di stasiun terdekat.

Lagi! Sentul City Ribut dengan Warga Gara-gara Tanah Jalan

BOGOR DAILY– Hubungan PT Sentul City dengan warga Kampung Pasiripis, RT 01 dan 04/ 01, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang tengah memanas. Kedua pihak kembali ribut karena kasus tanah jalan. Ini menyusul adanya penentangan dari Sentul City atas aksi warga melakukan pelebaran jalan yang menghubungkan Sentul City dengan Kampung Pasiripis.

Informasi yang dihimpun, jalan yang menghubungkan Sentul City dengan Kampung Pasiripis ini memiliki kontur jalan selebar 2,5 meter persegi. Merasa terlalu sempit, warga yang mendapatkan bantuan dari donatur akhirnya berencana melebarkan jalan itu menjadi 5 hingga 6 meter persegi. Pelebaran jalan sudah dimulai sejak Januari tahun ini.

Pada saat pelebaran jalan mulai dilakukan dan beberapa alat berat mulai memasuki kawasan Sentul City yang menghubungkan ke Kampung Pasiripis. Pihak Sentul merasa keberatan lantaran jalan yang akan dilebarkan merupakan lahan milik PT Sentul City dan warga tidak ada komunikasi kepada Sentul untuk melebarkan jalan tersebut. Sehingga, PT Sentul City memasang portal dengan ketinggian 3 meter dan lebar 2,5 meter, dengan tujuan agar alat berat tidak bisa masuk ke kawasan tersebut.

Wakil Ketua RT 04, Muhamad Mahmud mengatakan, rencana aksi damai ini dilakukan agar PT Sentul City dapat melepas pemasangan portal sesuai surat permohonan yang sudah dibuat Kepala Desa (Kades) Bojongkoneng ke pihak Sentul. “Surat tidak ditanggapi makanya warga berencana melakukan orasi. Tapi aksi tidak jadi karena pihak Sentul melakukan mediasi,” kata Mahmud.

Tak hanya pencabutan portal, warga juga meminta agar PT Sentul City dapat mengizinkan pelebaran jalan yang akan dilakukan warga. Sebab, selama ini tidak ada jalan alternatif lain yang bisa mengakses untuk kendaraan roda empat ke atas. “Sebenarnya jalan ini sudah sejak dari dulu enam meter lebarnya, tapi sekarang cuma 2,4 meter. Saksi bisunya jembatan, tinggal cocokin saja dengan lebar jembatan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Corporate Communication PT Sentul City Edo Marbun merasa heran dengan tuntutan agar jalan dapat dilebarkan. Karena, sejak 2012 silam warga tidak pernah mengeluhkan lebar jalan yang menghubungkan Sentul ke Kampung Pasiripis. “Dibuka untuk apa? Digedein untuk apa? Dulu itu tidak ada yang protes, ko sekarang ada yang protes, berarti ada yang memanfaatkan,” kata Edo.

 

Menurutnya, bukan tanpa alasan pihaknya melakukan pemasangan portal ini. Pemasangan portal dilakukan agar kendaraan berat tidak bisa memasuki kawasan itu. Karena, ketika jalan itu rusak siapa yang akan memperbaikinya.

“Januari tiba-tiba ada alat berat masuk sehingga kita minta berhenti. Kita juga sudah laporkan ke Polres Bogor terkait pembangunan tanpa ijin,” imbuh dia.

Namun demikian, sambung dia, pihaknya tetap memberikan kontribusi untuk masyarakat Kampung Pasiripis. Kendaraan roda empat atau pribadi tetap bisa menggunakan jalur tersebut. “Jadi kendalanya dimana. Lahan itu milik kita. Nomor suratnya SHGB 2241 dan SHGB 1245 atas nama PT Bukit Sentul,” tutupnya.

Awas! Seleksi Karyawan Bus Transpakuan Pilih Kasih

BOGOR DAILY– Kembali beroperasinya Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor malah menuai masalah. Bos PDJT yang kini dijabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati itu harus benar-benar profesional memilih pegawai yang kembali bekerja untuk mengoperasikan lima unit bus TransPakuan. Pengamat pun meminta pelaksana tugas direktur utama itu tidak pilih kasih lantaran ratusan pegawai juga hingga kini belum digaji.

Kepala Satuan Pengawas Internal PDJT Tri Handoyo mengatakan, dengan diambil alihnya PDJT oleh Pemkot Bogor memang merupakan langkah tegas dari Walikota Bogor, namun ia mengkhawatirkan terkait akan adanya seleksi sejumlah karyawan untuk kembali bekerja. Hal itu karena jumlah karyawan PDJT yang cukup banyak sedangkan bus yang akan beroperasi jumlahnya sangat sedikit. “Jumlah karyawan hampir 150 orang nanti ini yang mana yang akan diambil, sedangkan berbicara pekerjaan semua kita butuh,” ujarnya kepada Metrpolitan.

Selain itu, sejumlah karyawan PDJT mempertanyakan nasib yang beberapa bulan terakhir belum mendapatkan gaji. Padahal Pemkot harus menyelesaikan satu-satu permasalahan yang terjadi di PDJT. “Permasalahan gaji juga sekarang belum selesai, idealnya kan diselesaikan dulu satu-sarlu sebelum membangun perusahaan ini kembali,” terangnya.

Tri meminta agar Rakhmawati dapat memprioritaskan karyawan yang memperjuangkan PDJT dari awal khususnya 75 karyawan yang tidak mengingkan perusahaan berplat merah tersebut dilikuidasi. Karena ia tidak memungkiri ada dua kubu di internal PDJT.

“Buktinya tidak semua karyawan ikut berjuang untuk menyelamatkan PDJT. Nah mereka kemana saja ketika teman-teman yang 75 ini mempertahankan untuk tidak di likuidasi,” paparnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menjelaskan, jika Pemkot Bogor telah mengambil alih PDJT, maka orang yang ditunjuk Pemkot Bogor harus profesional untuk merancang kembali konsep PDJT. Hal itu agar PDJT dapat melayani kebutuhan masyarakat, bahkan dengan orang-orang profesional tersebut PDJT dapat memberikan keuntungan.

“Status PDJT pun harus diubah nantinya jangan sampai PDJT ini terus bergantung kepada Pemkot Bogor,” katanya.

Djoko juga berharap agar Plt yang dipilih oleh Walikota Bogor tidak pilih kasih memilih sejumlah pekerjanya. Hal itu karenan PDJT yang beroperasi hanya sejumlah unit saja. “Ini akan menjadi maslaag baru jika Plt pilih kasih dalam memilih sejumlah karyawan untuk bekerja lagi, apalagi PDJT ini mempunyai karyawan yang banyak,” jelasnya.