Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 9071

Megawati Ikut Rayakan 200 Tahun Kebun Raya Bogor

BOGOR DAILY– Kebun Raya Bogor genap berusia 200 tahun pada hari ini. Peringatan 2 abad ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Megawati Soekarnoputri.
Megawati hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Ada pula Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dan Menkominfo, Rudiantara yang hadir di halaman Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/5/2017)
Megawati yang mengenakan batik bermotif bunga tiba pukul 09.10 WIB. Presiden ke-5 RI ini mengisi buku tamu lalu bersalaman dengan para hadirin dan duduk di barisan paling depan. Teten dan Rudiantara duduk di samping Megawati.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rencananya, Megawati akan menyampaikan pidato di hadapan para hadirin.

Kebun Raya Bogor sendiri mengadakan serangkaian acara dalam rangka peringatan 200 tahunnya. Kegiatan itu di antaranya penandatanganan Prasasti 2 Abad, Peluncuran Prangko 2 Abad Kebun Raya Bogor, Pameran Perkebunrayaan (18-21 Mei 2017), KRB 200K Run (20-21 Mei 2017), Kegiatan Pendidikan Lingkungan (19-21 Mei 2017), Sepeda Santai 2 Abad KRB (20 Agustus 2017), Seminar Internasional, Festival Seni dan Budaya, Harmoni dalam Seni, Lomba Fotografi Kebun Raya, Lomba Olahraga Antar Kebun Raya, dan kegiatan lainnya

Tiga Santri Penghafal Alquran Tewas Terseret Ombak

BOGOR DAILY– Kabut duka masih nampak jelas di Pondok Pesatren Hidayatullah Kalimulya, Depok. Para pengajar di ponpes yang menempati lahan seluas empat hektar tersebut masih harap-harap cemas dengan keadaan dua siswanya yang terbawa ombak di Pantai Ranca Buaya, Garut, Selasa (16/5) sore.

Sesekali di dalam ponpes, para pengajar silih berganti menginstruksikan santrinya untuk berdoa bersama sembari memberikan update kabar tentang perkembangan pencarian para korban.

Sekretaris Yayasan Ponpes Hidayatullah, Iwan Rusnanda mengatakan, pada saat kejadian, sekitar 23 siswa Kelas IX yang barus saja mengikuti ujian hafalan Alquran mengadakan kegiatan rihlah atau perjalanan liburan ke daerah pantai di Garut, Jawa Barat pada Senin (15/5).

Rencana liburan selama dua hari ini berakhir kelam, ketika pada Selasa sore, rombongan santri yang asyik berjalan dibibir pantai, terbawa ombak yang besar. Sekitar 13 santri hanyut.

Beberapa di antaranya berhasil diselamatkan. Nahas, lima santri hanyut, tiga diantaranya ditemukan tewas, sedangkan dua masih belum diketemukan.

“Bersama pembimbingnya santri berenang, karena memang ombak besar mungkin, membuat belasan siswa yang baru menyelesaikan hafalan enam juz Alquran terbawa ombak,” terang dia kepada Jawa Pos, kemarin.

Dia berujar, sebelum kejadian salah satu korban, Rijal Amarullah menelepon untuk meminta pulsa, setelah ditelepon balik ternyata sudah tidak ada jawaban. “Datangnya ombak besar, tiba-tiba membuat segalanya berubah sangat cepat,” jelas dia.

Sejam dari kejadian atau tepatnya pukul 17.00, pihak sekolah mendapat kabar duka tentang hanyutnya beberapa santri tersebut. Pihak sekolah kata Iwan, pertama kali menghubungi orang tua murid yang terbawa arus.

“Kami langsung hubungi orang tua santri dan beberapa diantaranya langsung berangkat ke lokasi kejadian dan sebagian kami langsung antar dari pesantren,” jelas dia.

Saat ini ujar Iwan, seluruh keluarga santri yang menjadi korban masih berada di lokasi kejadian untuk mendapat informasi perkembangan pencarian para korban “Orang tua di lokasi juga ditemani ketua yayasan kami di lokasi,” ujar Iwan.

Selain menghubungi orang tua santri, pihaknya juga memberangkatkan 14 orang Tim SAR ke lokasi kejadian . Tim tersebut menurut dia sudah melakukan penyisiran bergabung dengan tim SAR lainnya. “Kami juga punya tim SAR sendiri, sudah kami berangkatkan ke Garut,” terang dia.

Dosen Paksa Mahasiswa Ikut HTI. Kalau Tidak Mau, Ini Ancamannya

BOGOR DAILY– Pemerintah sudah menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan dibubarkan karena tidak sesuai dengan Pancasila. Selain upaya pembubaran, pemerintah juga mulai membentengi orang-orang dari paham yang disebarkan oleh HTI. Salah satunya, di lingkungan kampus.

Menristek Dikti M. Nasir menuturkan, ada indikasi kuat HTI tersebar sampai ke dalam kampus. Bahkan, dia menerima laporan ada dosen yang sudah terlibat dalam gerakan-gerakan radikal. Lantas dosen tersebut mempengaruhi mahasiswa untuk ikut serta dalam gerakan radikal.

”Ada seorang dosen yang mengatakan, kalau kamu tidak ini (ikut HTI) kamu nilainya tidak lulus. Ada informasi seperti itu yang masuk ke saya,” ungkap dia.

Terkait pelarangan anggota HTI di kampus, Kemenristek Dikti masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenkopolhukam  atau Kemenkum HAM. Sejauh ini dia tidak bisa melarang secara langsung orang untuk ikut dalam HTI. ”Kami lihat kegiatan penekanan pada sekelompok orang itu yang tidak boleh,” ujar Nasir.

Rencana pembubaran HTI sudah diungkapkan Wiranto pada 8 Mei, atau sepuluh hari lalu. Alasannya, ormas tersebut dianggap bisa menimbulkan perpecahan lantaran hendak mengganti asas, dasar, dan tujuan negara kesatuan republik Indonesia. Namun, rupanya rencana pembubaran itu belum diikuti dengan tindakan nyata.

Proyek Terowongan MRT Ditembus Bocah, Kontraktor Dapat Sanksi

BOGOR DAILY– Tiga anak muda memasuki terowongan MRT dan berfoto selfie di lokasi proyek nasional itu. PT MRT Jakarta menyatakan kontraktor proyek di wilayah yang bersangkutan telah diberi sanksi.

“Kami sudah melakukan penurunan poin untuk aspek health, savety, and environment (HSE) dari kontraktor,” kata Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Hikmat, Kamis (18/5/2017).

Hikmat menyatakan bentuk sanksi berupa penurunan poin itu adalah hasil pembahasan dewan direksi. Sanksi serupa juga diberikan kepada kontraktor yang telah lalai sehingga membikin kehebohan ‘salju palsu’ berupa busa proyek di Jalan Jenderal Sudirman, beberapa waktu lalu.

Kejadian tiga anak muda menembus terowongan MRT dinilai sebagai pelanggaran berat yang dilakukan kontraktor. “Pihak kontraktor sudah kami panggil. Kami buat berita acara, kami buat teguran. Kami bahas di level direksi karena ini pelanggaran cukup berat. Ini masalah pengamanan wilayah proyek,” tuturnya.

Lokasi terowongan yang tertembus itu ada di kawasan seputaran Jalan Jenderal Sudirman. Foto selfie di terowongan MRT ini dipasang dalam akun media sosial Instagram Erlangga Citro Kusumo @erlanggacitro. Foto ini diunggah 12 Mei 2017.

Erlangga bersama dua kawannya berswafoto tanpa ada pengawalan dari petugas MRT. Mereka mengambil foto menggunakan action cam. Dalam fotonya, Erlangga memberi caption ‘JABOTE (Jakarta-Bogor-Tangerang)’. Dalam unggahannya, Erlangga mengaku foto yang diambil tersebut ilegal. Keterangan itu ditulisnya di kolom komentar foto. Fotonya bikin heboh media sosial.

Wuiih, Polisi Panen Miras Sitaan di Parung Panjang Bogor

BOGOR DAILY Polsek Parung Panjang panen miras sitaan dari hasil operasi. Menjelang bulan puasa Ramadhan, sedikitnya ada  329 botol minuman keras berbagai jenis dan ukuran.

Operasi cipta kondisi jelang bulan puasa yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tadi malam ini, langsung dipimpin Kapolsek Parung Panjang, Kompol Lusi Saptaningsih.

Operasi pertama yang dimulai pukul 16.00 WIB menyita 132 botol miras dari warung Imam Virgo di Kampung Cikabon Rt 01/02 Desa/Kecamatan Parung Panjang dan warung Danis di Kampung Mekar Mulya Rt 01/03 Desa Parung Panjang Bogor.

Operasi berlanjut menyisir penjual petasan diwilayah Pasar Parung Panjang.

“Di Pasar Parung Panjang, kami sita 15.000 buah petasan dengan ukuran besar dan kecil dari 2 toko milik H. Sambah 50, dan H.Sahlan, 53. Keduanya kami minta buat surat pernyataan untuk tidak lagi menjual bahan ledak berbahaya,”kata Kompol Lusi Saptaningsih, Kapolsek Parung Panjang, Rabu (17/5/2017).

Jelang malam, petugas mendatangi warung jamu diwilayah Cikabon. Hasilnya, petugas amankan 15 botol miras merk Intisari dari warung Uda 28, dan warung lain yang masih berdekatan sebanyak 72 botol miras merk Anggur Merah.

“Operasi kami lanjutkan hingga menyita 132 botol miras dari berbagai merek,”ujar Kompol Lusi.

VIDEO: Demo di Balaikota, Mahasiswa Dicueki Walikota

BOGOR DAILY Puluhan mahasiswa BEM se-Bogor menggelar unjuk rasa di Balaikota Bogor. Demo yang berlangsung Selasa (16/5) sore kemarin menunut soal kinerja Walikota Bogor Bima Arya yang dinilai masih belum memenuhi harapan masyarakat selama 3 tahun menjabat.

Dalam orasinya para mahasiswa ini menyinggung soal banyaknya masalah yang belum terselesaikan. Mulai dari kemacetan, transportasi serta penataan pedagang kaki lima (PKL). Semua persoalan itu dianggap tuntas sejak kepemimpinan Bima Arya 2014.

Namun, selama 1 jam melakukan aksi, para pengunjuk rasa ini tidak ditemui oleh walikota maupun perwakilan Pemkot Bogor. Usai menyampaikan orasinya, para mahasiswa ini pun membubarkan diri secara tertib.(iwk/bd)

 

Berikut Videonya

 

Gara-gara Masalah Raskin, Foto Camat Ciawi Dibakar Massa

BOGOR DAILY– Warga yang mengaku mengurusi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembagian raskin di Desa Citapen, mendesak Bupati Bogor mencopot jabatan  Camat Ciawi, Bambang Setiawan.

Bambang dituding telah menyuruh LSM untuk memperkarakan pembangunan RTLH dan pembagian raskin di Desa Citapen, Cibedug, dan Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kesal dengan informasi tersebut, sejumlah orang itu lantas melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Desa Citapen pada Rabu (17/5/2017).

Ketua RW di Desa Citapen, Aziz, bertutur, bahwa aksi unjuk rasa ini mendesak agar Bupati Bogor segera memberi sanksi pada Camat Ciawi.

“Persoalan ini bukan hanya menyinggung Kepala Desa tapi ini sudah menjadi urusan masyarakat. Kami sebagai warga yang melaksanakan pembangunan RTLH maupun Raskin dengan baik merasa sakit hati diorderkan atau dijerumuskan ke LSM,” katanya dalam orasi.

Aziz menegaskan, jika tidak ada sanksi tegas dan mutasi dari Ciawi, maka pihaknya bakal kembali melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih besar.

“Kami berikan waktu sampai Senin depan (22/7/2017). Kalau tidak ada tindakan tegas dari Bupati, kami akan demo dengan massa yang lebih besar ke kecamatan,” tegasnya.

Tak hanya berorasi, massa juga membakar foto Bambang Setiawan. Aksi unjuk rasa ini kemudian bubar setelah semua aspirasi diluapkan.

Jelang Puasa, THM Kemang Bogor Dibongkar Pasang

BOGOR DAILY–  Jelang Puasa,  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mulai ancang-ancang menutup tempat hiburan malam (THM) di kawasan Kemang. Sebanyak 18  THM telah disegel untuk selanjutnya bakal diratakan.

“Hari ini kami sudah melakukan penyegelan dan siap dibongkar, setelah dilayangkan SP satu, dua dan tiga, untuk selanjutnya akan kita bongkar kalau tidak tanggal 22 atau 23 mei 2017,” ujar Ruslan, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasi (Dalop) Pol PP Kabupaten Bogor.

Penyegelan dilakukan, lanjut dia, agar pemilik melakukan pembongkaran sendiri. Namun, jika pemilik tak kunjung membongkar bangunannya, maka pihaknya bersama petugas gabungan akan membongkar paksa belasan bangunan tersebut.

“Kita lihat itikad baik pemilik saja, jika memang masih membandel, bangunanya pasti akan kami ratakan,” tegasnya.

Meski begitu, ia pun tak bisa menjamin THM itu bakal mengikuti prosedur. Sebab, selama ini penertiban kerap bongkar pasang.

“Ah paling juga anget-angetan, karena mau puasa. Nnati juga buka lagi kayak main bongkar pasang,”sindir warga setempat.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor Herdi Yana, berjanji akan kembali menghidupkan program Nongol Babat (Nobat) yang selama ini mati suri.

Mudik Lebaran, Masuk Tol Dapat Diskon 20 Persen. Nih Syaratnya

BOGOR DAILY– Jasa Marga memberikan potongan harga bagi pengguna e-Toll dalam bertransaksi di ruas tol selama arus mudik dan arus balik lebaran 2017. Diskon sebesar 20 persen itu berlaku di seluruh ruas tol yang dioperasikan oleh Jasa Marga.

“Diskon 20% hanya berlaku bagi pengguna uang elektronik seperti e-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI), Blink (BTN) dan Flazz (BCA),” ujar AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Diskon tarif tol tersebut berlaku pada saat arus mudik lebaran 2017 mulai H-3 sampai H+2 lebaran. Kemudian saat arus balik pada H+4 sampai H+6.

Volume kendaraan pada saat arus mudik dan balik lebaran setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini kerap menimbulkan antrean di gerbang tol yang cukup panjang hingga terjadi kemacetan.

“Dengan adanya diskon 20% yang diberikan untuk pengguna uang elektronik, Jasa Marga berharap pengguna jalan untuk berpindah melakukan transaksi pembayaran tol dari tunai menjadi non tunai,” imbuh Heru.

Pembayaran non-tunai (e-Toll) dapat mempersingkat waktu di gardu tol. Sehingga kapasitas transaksi di gerbang tol lebih meningkat dan mengurangi antrean kendaraan.

“Selain itu, diskon tarif untuk pengguna uang elektronik diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pengguna uang elektronik yang hingga saat ini baru mencapai 28% dari keseluruhan transaksi di jalan tol milik Jasa Marga,” pungkas Heru.

Detik-detik Tiga Siswa Asal Bogor Tewas Kegencet Badan Bus

BOGOR DAILY– Niat hati hendak berwisata, rombongan study tour siswa kelas XII SMK Panca Karya, Bogor, Jawa Barat malah mengalami musibah. Bus yang mereka tumpangi terbalik hingga menewaskan tiga penumpang di Jalan Magelang-Kopeng Km 15, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Selasa (16/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Tiga korban meninggal adalah siswa, yang seluruhnya masih berusia belasan tahun. Ketiga korban asal Bogor yakni Rendi Ferdiansyah (18) warga Leuwi jambi, Kadung Mangu; Mita Sumiyati (18), warga Babagan, Madang; Sarifah Nurnajah (18), warga Sukahati, Ciuterep. Sementara 35 penumpang lain dan krus bus menderita luka-luka dan harus dirawat di RST Dr Soejono Magelang, RST Dr Soeroyo, dan RSUD Tidar Magelang.

Sembari menahan isak tangis, Siti Aminah (18), salah satu korban selamat, mengisahkan kejadian nahas yang menimpa rombongannya tersebut. Ia mengatakan, sejak memasuki Cikarang, sampai kawasan jalur Pantura Semarang, sopir selalu memacu bus dengan kecepatan tinggi. Namun, sama sekali tak ada ketakutan yang muncul di benaknya.

“Mungkin perasaan saya dan teman-teman sedang gembira, karena hendak liburan, jadi tidak ada yang merasa takut walaupun sopir ngebut. Apalagi, sebagian banyak yang tertidur, karena lelah menempuh perjalanan jauh, terutama Sarifah (salah satu korban meninggal), yang sejak awal mengeluh masuk angin,” ungkapnya.

Lanjut Siti, rombongannya berangkat dari sekolah pada Senin (15/5) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Rencananya, mereka bakal mengunjungi sejumlah objek wisata di Magelang dan Yogyakarta, antara lain Candi Borobudur, Malioboro, pantai Parangtritis, hingga Goa Pindul. Belum satupun objek wisata dikunjungi, musibah sudah lebih dulu menerpa.

Ia pun masih ingat betul, tiga temannya yang meregang nyawa, duduk tak jauh dari kursinya. Siti duduk di bangku bagian tengah, di sisi sebelah kanan, sedangkan ketiga temannya itu duduk di sebelah kiri. Saat kejadian, ucap Siti, kondisinya masih gelap, sehingga mayoritas penumpang masih tertidur lelap, termasuk para guru pendamping.

Siti yang juga tertidur, mulai bangun ketika bus melintasi jalan dengan kontur berkelok dan naik turun. Kesadarannya belum penuh. Tiba-tiba saja benturan keras terjadi, yang membuatnya bersama penumpang lain terbangun penuh. Kepanikan terjadi ketika bus melaju tanpa aturan, dibarengi teriakan histeris para penumpang.

“Semua histeris, lalu bus terguling, ada beberapa teman terjatuh dan mengalami luka-luka. Ketika bus mulai berhenti, saya menyaksikan tiga teman dalam kondisi tertindih bus, sama sekali tidak bergerak,” paparnya sembari mengusap air mata, yang mulai mengucur deras.

Siti yang saat itu merasakan nyeri luar biasa di pergelangan kaki kirinya, langsung bergegas menyelamatkan diri, keluar dari bus. Dengan perasaan panik dan kalut, ia bersama guru dan korban selamat lainnya, sebisa mungkin membantu korban-korban yang mengalami kesulitan untuk keluar dari bus. “Tak berselang lama, warga mulai berdatangan dan ikut membantu,” tandasnya.