Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9080

Yuk Cek Kepribadian Kamu dari Bentuk Hidung

BOGOR DAILY– Setiap orang dikarunia hidung bentuk hidung yang berbeda-beda. Namun tahukah Anda bahwa setiap bentuk hidung dapat menunjukkan kepribadian seseorang.

Ya, orang yang memiliki bentuk hidung mancung cenderung memiliki kepribadian yang berbeda dengan pemilik hidung kecil. Yuk, cari tahu bentuk hidung seperti dilansir Boldsky, dan cocokkan dengan kepribadian Anda!

1. Hidung besar
Orang yang memiliki hidung besar diyakini cocok sebagai pemimpin. Ketegasan orang dengan hidung besar teruji saat ia berada dalam sebuah tim dimana sifat kepemimpinannya akan membawa perubahan pada anggota kelompok.

2. Hidung kecil
Orang yang memiliki hidung kecil cenderung ceria dan mudah bersosialisasi. Sifat ini membuat mereka menjadi lebih populer dibandingkan yang lain.

3. Hidung mancung

Orang yang memiliki hidung mancung cenderung unggul di bidang bisnis. Mereka memiliki naluri bisnis yang tinggi dan banyak orang menanggapi positif kualitas pemilik hidung mancung dalam berwirausaha.

4. Hidung lebar
Ketika seseorang memiliki hidung yang lebar, maka biasanya Ia memiliki kepribadian yang kuat namun cenderung tempramental. Mereka juga dikenal memiliki gaya persuasif sehingga mampu mempengaruhi orang lain.

5. Hidung pesek
Mereka yang memiliki hidung pesek cenderung optimis dan baik hati. Mereka juga pribadi yang dapat menyenangkan orang lain. Wajar jika pemilik hidung pesek banyak memiliki teman.

Wuih, Gaharnya Tampilan Moge Baru Essien

BOGOR DAILY– Bintang Persib Bandung asal Ghana, Michael Essien, tak hanya mengguncang sepak bola Indonesia lewat aksinya di atas lapangan. Dia juga membuat kejutan setelah membeli sebuah moge (motor gede) merek Harley Davidson.

Dalam akun instagram Elvin_Feroza, menampilkan foto serah terima kepada Essien moge yang dimaksud. Dalam foto lainnya tampak moge tersebut dengan disertai tulisan “sold to Michael Essien”.

Dalam keterangannya, Elvin-Feroza lantas menuliskan “Thanks u Essien…. Foto tersebut lantas membuat netizen yang kemungkinan besar adalah Bobotoh atau pendukung Persib, memberikan pelbagai komentar yang intinya ucapan selamat.

“Mantapp..siap jalan2 keliling Bandung nih pake Harley & dijamin jadi pusat perhatian,.karena yg naeknya “Byson” tulis indraferiana.

Akun dzulfiqar_anto menulis “Custom style … Cooooooool”. Kemudian edinurhamdi menulis “Mantap @iam_ess moge anyar euy.. Sedangkan sandyahmad18 menulis “mangprang!! @iam_ess”.

Selain ucapan selamat, ada juga komentar yang bisa membuat tertawa. Salah satunya yang ditulis angga_sg, “Belinya kredit apa cash Kang..?”. Tulisan itu mendapat tanggapan dari regides, “regides@angga_sg kredit di oto kang hehehhe pis ah,”. ”@angga_sg kredit di wom finance piss ah (2),” tulis ihsanrespaty.

Pastinya langkah Essien dengan membeli moge sebagai wujud dia mulai kerasan bermain di Indonesia, khususnya Persib. Bisa saja dia ingin menikmati suasana Kota Kembang dengan menaiki moge yang baru dibelinya. (Jawapos)

212 Napi Kabur ‘Dikandangkan’ Lagi, Nih Sanksinya

BOGOR DAILY– Sebanyak 212 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau sudah ditangkap. Mereka pun  kembali ‘dikandangkan’ di rutan,

Pihak rutan juga telah memberikan sanksi salah satunya meminta seluruh napi untuk melakukan pembersihan dan memperbaiki fasilitas yang sempat dirusak untuk kabur.

Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, pihak terkait, yakni dari Kementerian Hukum dan HAM, Polri, TNI, pemerintah daerah setempat dan perwakilan napi pada Sabtu (6/5) pagi, telah melakukan mediasi terkait kaburnya ratusan napi ini. Hasilnya, pihak napi akan melakukan pembersihan dan perbaikan fasilitas yang dirusak.

“Hasil mediasi pukul 09.00 WIB pagi hari ini adalah, seluruh napi akan melaksanakan pembersihan dan perbaikan pintu-pintu sel.
Ruang makan dan dapur akan diperbaiki dan difungsikan kembali,” kata Rikwanto, Sabtu (6/5/2017).

Selain itu, lanjut Rikwanto, semua tuntutan napi akan ditindaklanjuti. Namun, Rikwanto tak menjelaskan apa saja tuntutan para napi ini.

Saat ini, lanjut Rikwanto, suasana di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru tersebut sudah kondusif. Jumlah personel pengaman di rutan itu kurang lebih berjumlah 700 orang. Mereka terdiri dari 1 SSK dari Polresta Pekanbaru, 2 SSK Brimobda Riau, 1 SSK dari TNI, 2 peleton dari Shabara Polda Riau, 1 peleton dari Satpol PP dan 100 orang dari Pers Intelkam dan Reskrim.

“Situasi sudah meredam, aman, kondusif,” kata Rikwanto.

Sementara itu, 212 tahanan yang berhasil ditangkap itu semuanya akan dievakuasi ke Lapas Klas 2A Tangkerang, Pekanbaru.

Ramadhan Sebentar Lagi, Pemkot Bogor Sibuk Awasi Stok Pangan

BOGOR DAILY– Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Polresta Bogor Kota berkomitmen meningkatkan sinergitas demi memberikan jaminan keamanan ketersediaan stok bahan pokok. Langkah ini untuk menekan pihak-pihak (penimbun) yang ingin meraup keuntungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menuturkan, ketahanan pangan merupakan ketahanan negara, sedangkan stabilitas pangan adalah stabilitas daerah. “Untuk itu, komitmen ini harus benar-benar dijaga, baik kami selaku pemerintah daerah maupun pihak kepolisian di daerah,” kata Ade, Jumat (5/5).

Ade menyebut, menjelang bulan Ramadan ini, Pemkot Bogor bersama Polresta Bogor Kota melakukan upaya pencegahan agar tidak ada pihak yang bermain mencari keuntungan, selain melakukan operasi pasar.

“Dari 26 bahan kebutuhan pokok di Kota Bogor ada 11 kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan, jika ada kenaikan kebutuhan pokok di Kota Bogor disesuaikan dengan harga referensi yang dikeluarkan pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya menambahkan, pihaknya akan membentuk tim yang membantu mengawasi jalur transportasi maupun distribusi bahan pokok kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. “Tim ini untuk mencegah penimbunan-penimbunan barang oleh pihak yang meraup keuntungan sehingga harga menjadi naik,” ujarnya.

Dia menerangkan, tim atau satgas yang dibentuk akan memetakan pelaku atau penimbun. “Jika ada penimbunan akan ada sanksi dan tindakan tegas. Imbauan kami jangan sampai ada niat untuk menimbun, karena sesuai informasi dari Bulog stok yang ada mencukupi kebutuhan masyarakat saat bulan ramadhan,” pungkasnya (beritasatu)

Dari Camat, Lurah Sampai Staf Cibinong Diperiksa BNNK Bogor

BOGOR DAILY– 

Badan Narkotika Nasio­nal Kabupaten (BNNK) Bogor kembali memeriksa pegawai negeri sipil (PNS). Kali ini, seluruh PNS  di lingkungan Kecama­tan Cibinong diperiksa untuk memastikan tubuh mereka bersih dari narkoba.

Sebnyak 130 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalani tes urine di kantor Kecamatan Cibinong.

Ketua Tim Pelaksana BNNK Bogor Rika Indriati Roamer menuturkan, tes urine tersebut menyasar seluruh pega­wai. Mulai dari staf hingga lurah di Kecamatan Cibinong.

“Tak hanya camat, lurah sampai staf diperiksa. Termasuk  petugas kebersihan dan sekuriti ikut dalam tes urine ini,” ujarnya.

Menurut Rika, kegiatan tersebut sengaja ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penya­lahgunaan narkotika serta menegakkan Peraturan Undang–Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgu­naan Narkoba.

“Giat ini juga merupakan arahan bu­pati Bogor agar seluruh aparatur di Bumi Tegar Beriman bersih dari nar­koba dan diharapkan menjadi contoh panutan dari wilayah lain di luar Tanah Pasundan,” pungkasnya yang kini men­jabat sebagai kepala seksi (kasi) Pen­cegahan dan Pemberdayaan BNNK Bogor itu.

 

Ini Kata Kapolres Bogor Soal Anak Buahnya yang Gendong Biduan

BOGOR DAILY– Foto polisi gendong biduan sambil nyanyi viral di medsos selama beberapa hari terakhir. Oknum polisi dalam foto itu ternyata anggota Polres Bogor Jawa Barat. Gara-gara aksinya menjadi viral, polisi Bogor itu pun mendapatkan hukuman dari  institusinya.

Foto polisi gendong biduan diambil di sela-sela perayaaan Hari Buruh atau May Day di Stadion Pakansari Bogor, Senin (1/5/2017) lalu.

Saat itu, biduan dangdut nekat naik ke pundak polisi sambil bernyanyi. Polisi yang masih mengenakan seragam dinas kepolisian itu pun terhanyut dalam lagu yang dibawakan biduan seksi.

Biduan seksi tanpa risih menunggangi pundak polisi sambil tetap membawa mikrofonnya. Sementara polisi yang menggendong biduan itu terlihat mengikuti dentuman musik dangdut yang menggema sambil memainkan dua jempolnya.

Tak ayal, aksinya di atas panggung itu menyita perhatian publik. Selama berhari-hari, jagat media sosial ramai mem-bully aksi polisi Bogor itu. Bahkan, di tingkat Polri ulah polisi Bogor ini juga dapat kecaman.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus, apa yang diperbuat oknum polisi itu tak etis. “Iya, kurang etis kalau benar seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menyatakan jika polisi Bogor tersebut telah dihukum sesuai aturan institusinya.

Menurutnya, apa yang dilakukan polisi saat perayaan Hari Buruh telah melanggar etika. “Iya dia kena hukuman disiplin. Sudah ditangani Polres  Bogor,” ucap Yusri.

Dikonfirmasi soal ini, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menyatakan telah menindak yang bersangkutan. Ia meminta agar persoalan ini tidak diperpanjang, karena sudah diselesaikan lewat jalur kode etik. “Masalah seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan, sudah diselesaikan di internal kepolisian,” ujar Dicky.

Menurutnya, saat itu anggota polisi yang fotonya jadi viral itu sedang berjaga. Tidak ada maksud ikut naik ke panggung berjoget sampai menggendong biduan dangdut.

“Para buruh dan anggota berbaur dalam keceriaan acara tersebut. Yah namanya aksi panggung ciri khas dari artis tersebut adalah memanjat seperti tiang panggung termasuk meminta gendong,” tegas Dicky.

Seperti diketahui, saat perayaaan Hari Buruh pada 1 Mei lalu aksinya dipenuhi hiburan. Di lokasi, ada tiga penyanyi dangdut wanita yang mengenakan busana seksi.

Saking bersemangatnya, personel yang mengaku Trio Macan itu naik ke tiang panggung hingga naik ke pundak polisi yang kini jadi viral dan menuai kecaman warga net. Belakangan, Trio Macan mengaku bukan mereka yang tampil dalam acara itu (bd)

40 Ribu Ekor Ayam di Jasinga Mati Terpanggang, Nih Fotonya

BOGOR DAILY– Kebakaran peternakan ayam terjadi di Jasinga, Bogor. Puluhan ribu ayam mati terpanggang akibat kebakaran yang menimpang peternakan milik PT Januputro ini.

Menurut Kapolsek Jasinga AKP Darsono dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (6/5), kebakaran terjadi pada pukul 05.30 WIB
“Penyebab kebakaran diduga konsleting listri. Kerugian 40 ribu ekor ayam dan pakan 21 ton, jadi total Rp 2,5 miliar,” kata Darsono.
Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di lokasi serta menanyai saksi-saksi. Kasus ini dalam penyelidikan.

Pemerintah Daerah Ini Janjikan Gaji Dokter Spesialis Rp40 Juta

BOGOR DAILY– Minimnya ketersediaan dokter spesialis di daerah perbatasan membuat pemerintah setempat berlomba-lomba menjanjikan gaji dan insentif menarik kepada para dokter yang mau mengabdi di daerah mereka.

Di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, misalnya, dokter spesialis yang mau bertugas di daerah perbatasan Timor Leste ini ditawarkan gaji sebesar Rp 40 juta lengkap dengan kendaraan dan rumah dinas.

“Yang paling dibutuhkan adalah SDM terutama dokter spesialis. Kami penuhi standar dengan memberikan insentif memadai ditambah mobil, rumah dinas, uang cuti, tiket cuti dan masih banyak lagi,” ujar dia di sela-sela kunjungan ke RSPP Betun, Malaka, NTT, Jumat (5/5/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Malaka, Paskalia Frida Fahik mengatakan bahwa selain memberikan gaji dan insentif yang memadai, pemerintah Malaka juga memberikan beasiswa kepada dokter umum untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis dengan dana Rp20 miliar yang dianggarkan dari APBD kabupaten.

Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat perbatasan. Dengan jumlah penduduk 189.046 jiwa, hanya ada empat dokter spesialis yang bertugas di daerah perbatasan ini.

“Dokter umum kami tawarkan gaji dan insentif Rp 15 juta sedangkan dokter spesialis Rp 40 juta. Kami berani memberikan gaji dan insentif besar agar para dokter mau bekerja di Malaka,” pungkas dia.

Gerebek Tempat Pengoplos Gas, Polisi Gondol Dua Karung Bersegel

BOGOR DAILY– Grebek rumah yang diduga dijadikan tempat pengoplosan gas, jajaran Polsek Rumpin tak temui pemilik rumah.

Menurut Kapolsek Rumpin, Kompol S Simangunsong, penggerebekan itu bermula dari informasi warga.

Dari informasi yang diterima, rumah yang berlokasi di Kampung Parigi RT 04/06 Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor diduga menjadi tempat pengoplosan gas bersubsidi.

Namun sayang, penggerebekan yang dilakukan polisi ini diduga sudah bocor sehingga saat lokasi tersebut didatangi sudah dalam keadaan kosong.

“Lokasinya disekitar hutan, saat kami datangi sudah tidak ada seorang pun dirumah tersebut,” katanya.

Menurutnya, para pelaku melakukan pengoplosan Gas Elpiji 3 kilogram yang di pindahkan ke Tabung Gas Elpiji 12 kilogram.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan dua karung plastik segel untuk diamankan sebagai barang bukti di Mapolsek Rumpin. “Saat ini kasusnya masih kami dalam penyelidikan,” tukasnya.

Duit Jupe Terkuras Hingga Rp1 Miliar

BOGOR DAILY– Keluarga merogoh kocek tak sedikit untuk membiayai perawatan penyanyi dangdut Julia Perez di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat akibat penyakit kanker serviks stadium lanjut yang diidapnya. Tiga bulan dirawat, Jupe  mengeluarkan biaya hampir Rp 1 miliar.

Hal ini seperti disampaikan Nia Anggia, adik perempuan Jupe.

“Masih di bawah (Rp1 Miliar). Insya Allah nanti uang sumbangan pengin bantu yang lain, karena mbak Jupe juga pengin gitu,” kata Nia.

Untungnya, biaya tersebut bisa ditutupi berkat sumbangan dari sahabat dan orang-orang yang peduli. Sumbangan itu, kata Anggi, langsung disalurkan ke pihak RS.

“Kalau ada yang nyumbang langsung dimasukin ke deposit rumah sakit. Jadi, ada beberapa orang tidak kirim ke sumbangan, tapi langsung ke deposit rumah sakit,” lanjutnya.

Sayangnya, Nia menolak membeberkan total uang yang dihabiskan selama Jupe dirawat. “Nggak mau ah, nggak enak. Belum di atas satu (miliar) pokoknya,” lanjutnya.

Ditambahkan Nia, seluruh biaya rumah sakit hingga kini masih belum bisa dilunasi.

“Luar biasa besar sekali karena udah tiga bulan. Tapi kita belum bayarin, belum lunas. Kita belum tahu totalnya kan masih di sini, sampai detik ini masih dirawat,”tandasnya.