Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9081

Suami Guru di Cigudeg yang Terlindas Truk Sering Melamun

BOGOR DAILY– Duka masih menyelimuti kediaman Waway Munawaroh (48), seorang guru honorer di Cigudeg yang kakinya hancur terlindas tronton.

Di Kampung Toge, RT 01/06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, keluarganya merasa kehilangan sosok yang dianggap panutan. Kegigihannya mengajar tak mengenal honor yang didapatnya sejak sebelas tahun menggeluti dunia pendidikan.

Umi, begitulah Dado Ahmad (23) putra Waway memanggil sosok ibunya. Sejak kepergian uminya secara nahas, ada rasa kehilangan yang teramat dalam. Apalagi ayahnya belakangan sering termenung.

“Sejak kejadian itu bapak masih suka bengong. Karena umi itu sosok panutan untuk keluarga,” kenang Dado.

Pihak keluarga mengaku ikhlas melepas kepergian Waway. Selama ini Waway dan suami berprofesi sebagai guru honorer di sekolah swasta.

Dado mengaku seharusnya uminya menjadi pengawas di SMA Negeri 2 Cigudeg sampai Senin. Baru tiga hari, sudah tertimpa musibah yang merenggut nyawanya. Sejak 2006, Waway menjadi guru Madrasah Ibtidaiyah (Nurul Palah), pada 2008 mengajar di SMP sebagai guru Bahasa Inggris dengan gaji Rp300 ribu per bulan.

“Gaji jadi guru SMP sebulan hanya Rp300 ribu, sedangkan honor guru pengawas seminggu Rp300,” ujarnya.

Biasanya, setiap pagi almarhumah jualan nasi uduk lalu kembali melanjutkan aktivitas mengajar. “Biasa berangkat ngajar jam 09:30 WIB, pulang jam dua siang,” ujarnya.

Tidak hanya menjadi guru, di lingkungan Waway dipercaya warga sebagai Ketua RT 01/ 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg. “Kita minta pemerintah lebih memperhatikan nasib guru honorer yang ada di wilayah,” tukasnya. (metropolitan)

Tarif Parkir Motor Dipatok Rp3.000, Dewan Hanura Ini Protes

BOGOR DAILY– Belakangan, warga dibikin kesal karena tarif parkir di Kawasan Cibinong yang mendadak naik. Ini terjadi saat seorang pengendara motor  memarkirkan kendaraan roda duanya di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor. Ujang Efendi (57) mengaku kecewa karena petugas parkir yang meminta tarif parkir sebesar Rp3.000 tanpa disertai karcis.

Menurutnya, jika penerapan sistem parkir yang diterapkan seperti ini, tak ada ubahnya aparat membiarkan pungutan liar yang tengah menjadi fokus Presiden Joko Widodo dibiarkan di depan mata. “Saya tanya balik, saya parkir bayar Rp3.000 tanpa karcis, sama pungutan truk di jalanan tanpa disertai karcis juga. Apa bedanya? Mereka (polisi, red) sibuk tangkap tapi yang parkir ini gimana?” katanya.

Tingginya tarif parkir ini juga diprotes Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Hendrayana. Ia mengaku telah mendengarkan informasi tersebut. Sehingga, ia berjanji segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Sebab, ia pun menyadari bahwa tarif parkir yang berada di Kabupaten Bogor kerap dijadikan celah lantaran aturan yang mengatur terkait penyesuaian tarif hingga kini tidak ada perubahan.

“Sering kali si pengelola tidak jujur, mereka itu memiliki target terhadap retribusi. Banyak parkir liar dan parkir kendataan tidak pada tempatnya,” kata Hendrayana, kemarin.

Menurut Politisi Hanura ini, sebenarnya kenaikan tarif parkir di Kabupaten Bogor hingga kini belum dilakukan. Sebab, diperlukan perubahan peraturan daerah tentang parkir. Sehingga, kenaikan tarif parkir ini perlu dibahas lebih lanjut. “Sejauh ini belum kita terima pengajuannya,” ujarnya. (bd)

 

Jual Kios Pasar, Pengusaha Ini Disemprot Bos PD PPJ

BOGOR DAILY Meski belum melakukan sosialisasi terkait revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama diduga telah menjual sejumlah kios di basement. Hal tersebut sontak membuat sejumlah pedagang Blok F geram, lantaran perusahaan yang dipimpin Rudi Ferdian ini dianggap menyalahi aturan.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor Andri Latif mengaku sudah menegur PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama lantaran telah mulai menjual sejumlah kios di Blok F Pasar Kebon Kembang. Sebab, penjualan atau pengundian kios harus dilakukan bersama PD PPJ. “Sebelum adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS), pengembang tidak dibolehkan menjual sejumlah kios dan ruko tersebut. Untuk PT Mulyagiri kita sudah tegur,” ujarnya kepada Metropolitan.

Meskipun tidak ada sanksi yang diberikan kepada PT Mulyagiri, Andri Latif meminta agar PT Mulyagiri lebih tertib aturan dan tidak melakukannya lagi kedepan. Karena hal tersebut termasuk tindakan yang buruk dan bentuk ketidakadilan kepada para pedagang. “Kalau sekarang dibangun saja belum, dan PKS-nya saja belum kita bahas,” terangnya.

Terkait sejumlah kios yang telah dijual, kata Andri, telah gagal demi hukum. Sebab, hal tersebut melanggar aturan dan belum ada kesapakatan antara pengembang dengan pihaknya tentang pembahasan penjualan. “Karena itu melanggar maka batal demi hukum,” paparnya.

Selain itu, usai pembangunan revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, sejumlah pedagang yang ada Nyi Rajapermas akan ditampung di lantai dasar Blok F atau lantai yang saat ini sudah dijual duluan oleh PT Mulyagiri. “Ya memang kita juga mempersiapkan 80 kios untuk 80 pedagang yang saat ini berjualan di lahan PTR KAI,” katanya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang Muhammad Suryanto menjelaskan, tindakan yang dilakukan PT Mulyagiri sebagai pengembang proyek revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang sangat tidak terpuji. Padahal, PT Mulyagiri ini belum melakukan sosialisasi kepada pedagang namun sudah melakukan pejualan kios-kios. “Ini tindakan tidak terpuji dari pihak pengembang, seharusnya pengembang itu mendapatkan sanksi,” jelasnya.

Bahkan dengan adanya temuan tersebut, Suryanto juga curiga sejumlah kios yang lainnya pun sudah dijual kepada para pedagang lainnya. Seperti lantai dasar yang diperuntukkan pedagang eksisting saat ini. “Bisa saja ruko-ruko yang lain dijual. PD PPJ harus mengambil tindakan yang tegas kepada PT Mulyagiri ini,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan koran ini belum bisa mendapat konfirmasi dari bos PT Mulyagiri Rudi Ferdian. Berkali-kali ditelepon, namun handphone-nya tidak aktif. (metropolitan)

 

Kalah dari West Ham, Tottenham Gagal Kejar Chelsea

BOGOR DAILY– Asa Tottenham Hotspur untuk terus menekan Chelsea dan menjaga asa juara Premier League 2016-2017 mengalami sandungan. Bertandang ke markas West Ham United, Sabtu (6/5) dini hari WIB, di luar dugaan Tottenham kalah dengan skor 0-1.

Ini menjadi kekalahan perdana The Spurs dari tim di luar delapan besar klasemen Premier League dalam sepanjang musim. West Ham pun menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan kepada anak asuh Mauricio Pochettino sejak Liverpool pada 11 Februari silam.

Padahal, Tottenham sebenarnya tampil agresif dan menguasai permainan di kandang West Ham. Namun, The Hammers lebih menunjukkan determinasi untuk memenangi pertandingan walaupun terus mendapat tekanan dari tim tamu.

Tottenham mulai panas ketika pertandingan memasuki menit ke-20. Spurs mendapatkan peluang melalui Harry Kane dan Son Heung-min. Tetapi usaha keduanya berturut-turut dapat dipatahkan kiper Adrian.

Adian laik mendapat acungan jempol pada laga ini. Beberapa kali aksi-aksinya mampu mementahkan peluang emas Tottenham di mulut gawang. Berkat kegemilangan kiper asal Spanyol itu pula skor kacamata bertahan sampai jeda.

Selepas turun minum, Tottenham kembali menekan pertahanan West Ham. Namun, justru tuan rumah yang bisa unggul terlebih pada menit ke-65 memanfaatkan skema serangan balik. Manuel Lanzini membobol gawang Hugo Lloris setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak pertahanan Tottenham.

Bagi gelandang serang asal Argentina tersebut, ini menjadi gol ke-9 dalam 14 laga melawan tim London yag dilakoninya di Premier League. Bukti bahwa Lanzini memang berjodoh dengan Derby London.

Setelah gol Lanzini, mental para pemain Tottenham merosot. Upaya mereka untuk mengejar ketinggalan acap kandas di depan gawang Adrian. Tottenham tidak bias membuat gol balasan hingga pertandingan berakhir.

Kekalahan membuat perolehan poin Tottenham tertahan di angka 77. Chelsea berpeluang menjauhi Tottenham dengan keunggulan 7 angka jika berhasil menang atas Middlesbrough pada Senin (9/5) mendatang.

SUSUNAN PEMAIN

West Ham United (3-4-2-1): 13-Adrian; 23-Jose Fonte, 2-Winston Reid, 19-James Collins; 22-Samuel Byram, 16-Mark Noble, 8-Cheikhou Kouyate, 3-Aaron Cresswell; 20-Andre Ayew (11-Robert Snodgrass), 10-Manuel Lanzini (31-Edimilson Fernandes 90+3′); 28-Jonathan Calleri (24-Ashley Fletcher 89′)

Pelatih: Slaven Bilic

Tottenham Hotspur (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; 2-Kyle Walker (16-Kieran Trippier 80′), 4-Toby Alderweireld, 5-Jan Vertonghen (19-Moussa Dembele 67′), 33-Ben Davies; 15-Eric Dier, 12-Victor Wanyama (9-Vincent Janssen 73′); 23-Christian Eriksen, 20-Dele Alli, 7-Son Heung-Min; 10-Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Viral Aksi Gendong Biduan, Polisi Ini Ditangani Polres Bogor

BOGOR DAILY- Belakangan, ramai beredar foto seorang Polisi berseragam lengkap tengah menggendong biduan dangdut di atas panggung. Ternyata, kejadian itu berlangsung di Pakansari Bogor, tepatnya pada sebuah konser dangdut di wilayah Kabupaten Bogor pada 1 Mei 2017.

Dalam foto yang viral di media sosial tersebut, Polisi muda itu terlihat lincah bergoyang dengan biduan di atas kedua pundaknya. Sang biduan pun terlihat bernyanyi dengan paha menutup pangkat brigadir yang ada di kerah Polisi tersebut.

Saking viralnya, foto ini sampai ke Mabes Polri. Hingga tidak lama kemudian, Polisi tersebut diberi tindakan hukum.

“Itu melanggar etika, kena hukuman disiplin,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus Jumat (5/5).

Polisi ini tidak dipidana, hanya dikenakan hukuman pelanggaran disiplin. “Sudah ditangani Polres Bogor,” tutup Yusri.

Terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus, apa yang diperbuat oknum polisi itu tak etis. “Iya, kurang etis kalau benar seperti itu,” kata dia (bd)

Heboh! Ratusan Tahanan Kabur, Kendaraan Warga Dirampas

BOGOR DAILY– Sebanyak ratusan tahanan Rumah Tahanan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau,  melarikan diri setelah mampu mendobrak pagar hingga runtuh, Jumat (5/5/2017).

Setelah kabur, ratusan tahanan itu banyak yang lari bersembunyi di rumah warga.

“Dia masuk rumah saya Pak. Laki-laki, saya disuruhnya diam. Dia lalu memanjat loteng rumah,” kata Karmila, warga Pekanbaru.

Sejumlah tahanan kabur  berhasil diringkus oleh tim Kepolisian Resor Kota Pekanbaru.

Ratusan warga juga ikut mengejar tahanan di sepanjang ruas Jalan Harapan Raya, Gang Gunung Raya.

Darlis, warga setempat, mengakui melihat empat tahanan yang dikejar dan dua di antaranya berhasil ditangkap.

Menurutnya, ada sekitar 400 tahanan lari dari Jalan Sialang Bungkuk melewati Jalan Merpati menuju Jalan Harapan Raya, yang merupakan jalan lintas timur (jalintim) Sumatera.

“Mereka ada yang merampas kendaraan warga dan angkutan umum untuk meneruskan pelarian. Ada ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor diadang. Ada juga mobil taksi diberhentikan oleh mereka,” terangnya.(Suara)

Jalur Puncak Dilebarkan, Pemerintah Gelontorkan Rp36 Miliar

BOGOR DAILY– Pemerintah pusat berencana akan melakukan pelebaran jalan untuk mengantisipasi banyaknya kasus kecelakaan di sepanjang jalur wisata tersebut.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika menjelaskan, jalur puncak rencananya akan dibuat menjadi empat lajur agar dapat menampung kendaraan wisatawan saat menuju ke kawasan wisata Puncak.

Menurutnya, pelebaran jalan masing-masing diambil dua meter pada sisi kiri dan kanan jalan. “Kalau kami inginnya pelebaran masing-masing 3,5 meter, agar ada pembatas jalan,” katanya.

Pemerintah pusat, kata dia, akan menganggarkan sekitar Rp 36 milyar untuk membenahi jalur wisata Puncak dari mulai sekitaran Gadog hingga Cianjur.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga sedang membahas mengenai perubahan geometri di titik yang rawan terjadinya kecelakaan seperti di Tanjakan Selarong.

“Tapi harus ada koordinasi dengan pemerintah pusat, karena jalur puncak itu masuknya jalan nasional,” ujarnya, Jumat (5/5/2017).

Ajat melanjutkan, ada beberapa program yang telah dibahas oleh pemerintah daerah mulai dari pelebaran jalan hingga mengembalikan kawasan puncak sebagai destinasi wisata.

Terlebih, kata dia, belakangan jalur puncak ini menjadi sorotan setelah terjadi kasus kecelakaan yang banyak menelan korban jiwa. “Hasilnya kajian kami akan diusulkan kepada pemerintah pusat,” tukasnya.(*)

Geger! PNS Dishub Ditangkap Satreskrim Bogor Kota

BOGOR DAILY– Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Bogor berinisial KS (47) diamankan Tim Reserse Kriminal Alpha Force Polresta Bogor Kota. KS diduga melakukan pungutan liar untuk meloloskan pengujian kendaraan bermotor atau uji kir angkutan kota yang tidak memenuhi standar kelaikan jalan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota Candra Sasongko mengatakan penangkapan terhadap KS berawal dari informasi masyarakat. Masyarakat melapor soal maraknya calo dan pungli uji kir di Dishub Kota Bogor. “Oknum tersebut tertangkap tangan sedang menerima suap dari seorang calo berinisial AS untuk meloloskan uji kir 2 kendaraan, masing-masing angkot dan truk,” kata Candra, Jumat 5 Mei 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, praktik pungli uji kir di Dishub Kota Bogor sudah berlangsung lama. Petugas biasanya mengutip uang sedikitnya Rp20.000 per kendaraan agar lolos uji kir. “Berdasarkan pengakuan KS, hasilnya disetorkan kepada S (koordinator) untuk dibagikan setiap bulan. Bulan April lalu, KS mengaku menerima uang pembagian Rp 600.000,” tutur Candra.

Dari tangan KS, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bundel bukti pengurusan kir angkot, satu unit telefon genggam, satu dompet, dua KTP atas nama KS dan AS (calo), sejumlah uang, serta angkot yang tak lolos uji. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Candra, dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil sejumlah saksi, mulai dari petugas bagian pendaftaran, S (koordinator) hingga petugas kir yang lain. “Khusus untuk oknum PNS, kita akan kenakan pasal 12 huruf (e) UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” kata Candra menjelaskan.

Candra mengatakan dugaan pungli uji kir di Dishub Kota Bogor sebenarnya sudah lama diincar timnya. Bahkan, beberapa bulan yang lalu para petugas kir malah mogok bekerja karena mendapat pengawasan ketat dari tim Alpha Force serta tim saber pungli Polresta Bogor Kota. Saat itu, para petugas mengaku tidak nyaman terus diawsi oleh tim dari Polresta Bogor Kota.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dikonfirmasi terpisah mengaku sudah mengetahui ada oknum PNS yang diamankan polisi karena kasus dugaan pungli kir. Menurut dia, kasus ini merupakan pukulan telak bagi Kota Bogor karena saat ini Pemkot Bogor sedang melakukan reformasi angkot. “Segera kita lakukan evaluasi internal di dishub,” ujar Bima.

Nyerah Urus Transpakuan, Bos PDJT Pamitan

BOGOR DAILY– Kisruh berkepanjangan di Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, pengelola bus Trans Pakuan membuat Krisna Kuncahyo, mengundurkan diri dari posisinya sebagai direktur.

Saat ditanya wartawan, Jumat (5/5/2017), Krisna mengaku, pihaknya merasa tau diri karena pengelolaan PDJT telah diambil alih Pemkot Bogor.

“Saya merasa tau dirilah, beberapa waktu lalu kan Pemkot mengambil alih pengelolaan PDJT makanya saya pamit mundur,” katanya.

Krisna menambahkan, mulai hari ini dirinya resmi mengundurkan diri dari perusahaan daerah tersebut.

Menurut Krisna pihaknya sudah mengajukan beberapa solusi untuk menyelamatkan PDJT.

“Per hari ini saya resmi mengundurkan diri, sebelumnya saya pun sudah memberikan beberapa solusi, namun untuk Implementasinya nanti tergantung dari kebijakan Pemkot Bogor untuk mempercepat implementasi tersebut,” katanya.

Mengenai mekanisme siapa pelaksana tugas (Plt) di PDJT setelah dirinya mengundurkan diri, Krisna enggan menjawab.

Menurutnya nanti akan ada orang yang ditunjuk untuk  menjadi Plt Direktur PDJT. “Siapapun Plt yang ditunjuk itu yang akan mempercepat implementasi untuk menyehatkan PDJT,” ucapnya.

Krisna pun berharap dalam waktu dekat dapat dikoordinasikan.

Sekedar informasi pada tanggal 28 Aprail 2017 Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan dihadapan beberapa karyawan PDJT bahwa pengelolaan Trans Pakuan diambil alih Pemkot Bogor.

Usai Sesaki Masjid Istiqlal, Massa Aksi 55 Siap-siap Long March

BOGOR DAILY– Masjid Istiqlal, Jakarta mulai dipadati peserta Aksi Simpatik tanggal 5 Mei 2017 (55) yang memiliki agenda menuntut penegakan hukum dalam proses sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Di lokasi, massa berdatangan dari berbagai penjuru baik dari kawasan Jakarta maupun luar kota.

Berkumpulnya massa di Istiqlal tersebut merupakan kegiatan bagian dari Aksi Simpatik 55 yang membawa semangat Aksi Bela Islam 212. Rencananya mereka akan terus berdatangan ke masjid terbesar di Asia Tenggara itu untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah dilanjutkan “long march”.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengatakan Aksi Simpatik 55 adalah ekspresi sebagian umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan terdakwa Ahok.

Aksi, kata dia, juga untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama sehingga menjatuhkan vonis berdasarkan nurani. “Kepada hakim yang terhormat dan hakim yang mulia, kami tidak pada posisi untuk menekan sistem peradilan sedikitpun,” kata dia.

Peserta aksi, kata dia, hanya bermunajat kepada Allah di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Setelah itu bertawakal dan keputusan diserahkan kepada yang Majelis Hakim. (Republika)