Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9090

Sibuk Siaga Hari Buruh, Uji Coba Car Free Night Dibatalkan

BOGOR DAILY– Malam bebas kendaraan bermotor (car free night/CFN) di Kota Bogor yang sedianya di uji coba Sabtu (29/4) malam dibatalkan. Dibatalkannya acara yang digagas Pemerintah Kota Bogor tersebut disebabkan sejumlah aparat pengamanan diharuskan fokus pengamanan Hari Buruh Senin.

“Ia terpaksa harus dibatalkan untuk acara CFN malam ini. Disebabkan seluruh personel pengamanan Kota Bogor (TNI dan Polisi) harus siaga dalam pengamanan Hari Buruh dan besok Apelnya,” kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priadji saat dikonfirmasi, Sabtu (29/4) sore.

Namun, kata Bram, CFN akan diusahakan bisa diuji coba kembali pada Sabtu malam pekan depan. Sedangkan untuk hari bebas kendaraan secara reguler Minggu pagi tetap dilaksanakan sejak pukul 06.00-09.00 WIB.

Sebelumnya, Pemkot melakukan uji coba pemberlakuan satu hari tanpa kendaraan CFN di sepanjang Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (29/4).

CFN akan dilakukan sejak pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB. Kepala Dinas Pehubungan Kota Bogor Rakhmawati  mengatakan bahwa wacana untuk melaksanakan CFN telah disampaikan kepada jajaran Muspida Kota Bogor yang menyepakati untuk melakukan uji coba kegiatan hari tanpa kendaraan di malam hari tersebut.

Menurut Rakhmawati, setiap akhir pekan mulai dari Sabtu malam suasana di Kota Bogor cukup padat dan ramai oleh aktivitas masyarakat yang menikmati liburan di sejumlah titik. Seperti di Taman Air Mancur, Taman Sempur, dan sejumlah taman lainnya.

Dan setiap malam minggu pula, lanjut dia, jajaran Muspida melakukan patroli gabungan skala besar dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menghindari aksi-aksi seperti tawuran dan balapan liar. (beritasatu)

Galang Petisi, Aksi Penolakan One Way Puncak Sampai 5 Mei

BOGOR DAILY–  Aksi penolakan program one way yang digagas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Puncak Bogor (GMPB) terus digulirkan. Belasan perwakilan dari LSM GMPB melakukan aksi unjuk rasa dan mengirimkan surat kepada Bupati dan DPRD di depan gerbang halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kemarin.

Pantauan Metropolitan, aksi ini dilakukan setelah salat Jumat. Para pengunjuk rasa terlebih dulu melakukan orasi di depan gerbang Pemkab Bogor. Setelah itu, demonstran mengirimkan surat penolakan program one way kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Bogor. Aksi ini pun hanya berjalan kurang lebih satu jam. “Isi surat ini meminta program one way segera ditutup atau dihapuskan,” kata penggagas tolak program one way, Imam Sukarya Sarkowi.

 

Menurut Imam, tak menjadi persoalan aksi ini dilakukan hanya kurang lebih sepuluh orang. Sebab, tujuan kegiatan ini agar berjalan damai dan istikamah. “Teman-teman kami di sana mempercayakan ke saya, makanya saya ke sini sendiri. Kalau membawa banyak masa, khawatir ricuh. Soalnya sempat ada ketidaksepahaman dengan polisi,” ucap dia.

Imam menuturkan, aksi ini akan terus disuarakan hingga Jumat (5/5). Rencananya, aksi selanjutnya akan diisi melalui pengumpulan tanda tangan dari masyarakat sekitar Puncak terkait penolakan program one way ini. “Besok (hari ini, red) kita akan lakukan zikir dan doa bersama di tempat kejadian maut. Minggu hingga Jumat, teman-teman kami di sana akan mengumpulkan petisi melalu tanda tangan,” yakinnya.

Ia menambahkan, petisi ini pun nantinya akan diserahkan kepada pemkab, gubernur hingga presiden. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah dapat mengkaji ulang program one way yang sudah diberlakukan. “Karena ini sifatnya nasional, kita akan berikan petisi ke presiden,” lanjutnya.

Imam juga meminta melalui surat ini, pemerintah, badan legislatif, aparat kepolisian hingga segenap masyarakat di tiga kecamatan di Puncak dapat mencarikan solusi terbaik untuk persoalan kemacetan Puncak. Sebab jika tidak ada solusi dan masih tetap melakukan one way, masyarakat sudah jenuh dibuatnya. “Kita itu ingin melihat wujud nyata seperti di jalur Selatan dan Utara yang baik, adanya ruang bagi pejalan kaki hingga memperbaiki jalan rusak di Puncak,” pinta dia.

Imam merasa miris ketika melihat Puncak mengalami kemacetan tentu akan diberlakukan program one way. Padahal, program ini dilakukan tidak satu atau dua jam, melainkan bisa hingga tiga jam. Sehingga ketika ada masyarakat dari Bogor yang terkena macet karena harus menunggu tiga jam dari program ini, akhirnya banyak kegiatan masyarakat yang dirugikan. “Contohnya kalau pagi ada hajatan di sekitar Puncak, masyarakat pasti sudah terjegat one way. Sehingga akhirnya banyak kegiatan masyarakat yang dirugikan,” aku Imam.

Jika bicara keuntungan program one way, Imam mengaku ketika ada kemacetan dan program ini diberlakukan, kepadatan arus lalu lintas akan hilang. Tetapi tingkat risiko angka kecelakaan pun harus diperhitungkan ketika jalur ini berubah menjadi jalur bebas hambatan. “Iya, lancar tapi dengan risiko angka kecelakaan dan kematian karena tabrakan di jalan menjadi tinggi,” tuturnya.
Disinggung mengenai solusi untuk mengatasi kemacetan Puncak, ia menuturkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan Pemkab Bogor. Di antaranya membuka sodetan jalan dari pintu tol yang diarahkan ke Desa Cibanon dan dilanjutkan ke arah Pasirangin hingga Masjid Atta’awun. Lalu meningaktkan jalan di jalur Gadog sampai Pasirmuncang hingga ke arah Megamendung yang bisa tembus ke Taman Safari serta meningkatkan pembangunan Jembatan Gadog dengan cara menambah ruasnya. Sehingga jika ketiga hal ini dapat diatasi pemerintah, kemacetan yang biasa terjadi di Puncak dapat terkendali. “Makanya kami meminta ketiga jalan itu ada peningkatan jalan atau ruas jalannya,” imbuh dia.
Soal adanya aksi pro membela program one way, kata Imam, itu dipersilakan saja. Sebab, sebetulnya saat mengalami kemacetan parah pada tahun-tahun lalu pun, pihaknya melakukan hal sama (pro terhadap one way, red). Tetapi itu dulu waktu pengaturannya hanya diberlakukan satu jam saja. Berbeda halnya yang saat ini bisa mencapai empat atau lima jam. “Sekarang dari jam tiga sampai jam tujuh. Bahkan bisa dilakukan tiba-tiba, sehingga waktunya tidak jelas dan membuat masyarakat bingung,” tutupnya. (bd)

Anggota Dewan Ini Protes Soal Perbaikan Jembatan Cipamingkis

BOGOR DAILY– Belum adanya kepastian perbaikan Jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Jalan Raya Transyogi Jonggol-Cariu, tepatnya di Kampung Jagaita, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, membuat anggota dewan dari Fraksi Golkar protes. Adalah Wawan Haikal Kurdi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secepatnya merampungkan perbaikan.

Menurut Wawan, memang perbaikan jalan ini domainnya berada di Pemprov Jabar. Sebab, jembatan itu berada di jalan berstatus provinsi. Sehingga, pemprov tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larit. Mengingat jembatan itu merupakan akses masyarakat melakukan aktivitas hingga roda perekonomian. “Pemprov harus mengambil langkah konkret. Jangan sampai persoalan ini malah berlarut-larut. Harus ada langkah yang tidak memakan waktu lama,” kata Wawan.

Politisi Golkar ini menuturkan, memang jembatan bambu sudah dibuat warga untuk akses masyarakat sehari-hari. Namun, hal itu perlu dipikirkan juga keselamatannya. Sebab tak menutup kemungkinan ketika hujan, jembatan bambu itu bisa sewaktu-waktu tergerus derasnya air Sungai Cipamingkis. “Ini juga harus dipikirkan. Sebab, khawatir ada masyarakat yang terseret banjir bandang,” tutur dia.

Ia menyarankan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor dapat memperketat pengawasan. Mengingat dua jembatan bambu yang dibangun secara swadaya itu untuk mengakomodasi warga di lima desa, yakni Desa Balekambang, Bendungan, Sukagalih, Weninggalih dan Sirnagalih Kecamatan Jonggol. “UPT harus betul-betul melakukan pengawasan,” ujarnya.

Warga melintas di jembatan Cipamingkis yang patah di Jalan Raya Jonggol Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/4) lalu.

Sebelumnya, sudah dua minggu kondisi Jembatan Cipamingkis di Jalan Transyogi Cibubur-Cianjur, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dibiarkan tanpa perbaikan. Meski begitu, Pemprov Jabar menargetkan Jembatan Cipamingkis dapat dilalui kembali tahun depan. Menurut Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, tahun ini juga pemprov akan memulai perbaikan jembatan.

Pembangunan Jembatan Cipamingkis, kata dia, tidak bisa disamakan dengan legenda Sangkuriang. Sebab hal serupa yang terjadi di Banjar dan Pangandaran pun, jembatan harus dibangun dari awal dan itu membutuhkan waktu tak sebentar. Sehingga, dilanjutkan Deddy, pihaknya akan menghitung dan mengonsepkan terlebih dahulu, akan membangun jembatan seperti apa nantinya. “Pasti dikerjakan tahun ini dan selesai atau bisa digunakan tahun depan. Nanti dikonsepkan dulu. Namun, membangun jembatan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan waktu semalam,” ucapnya saat ditemui di Lapas Kelas II A Cibinong.

Menurut Deddy, karena wilayah Jonggol ini merupakan lokasi tanah bergerak, pihaknya mengambil keputusan kewenangan pembangunan ini berada di pemerintah pusat. “Kalau anggaran kita sangat memungkinkan dibangun tahun ini ya tahun ini kita bangun. Tetapi tidak bisa begitu saja, cukup tidak anggaran bencana yang kita miliki,” imbuhnya.

Deddy menambahkan, terpenting saat ini adalah bagaimana pihaknya menyediakan jalur alternatif bagi para pengguna kendaraan agar transportasi tetap bisa berjalan, walaupun pembangunan itu membutuhkan waktu tak sebentar. “Apakah ada jalan sementara dulu atau alternatif jembatan. Intinya walaupun agak lama namun harus ada,” ujar Deddy. (bd)

Pemkot Bogor Ambil Alih PDJT, Ini Alasan Pak Wali

BOGOR DAILY– Puluhan pegawai PDJT kembali menggeruduk Balai Kota Bogor, kemarin. Mereka datang untuk mengadukan nasibnya yang terkatung-katung karena belum mendapat gaji selama empat bulan. Mereka juga menolak hasil audiensi beberapa hari lalu yang menyebut PDJT akan dibubarkan. Sebab, ibarat pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. Sudah tak digaji eh perusahaannya mau bubar.

Sambil berselawat dan berbekal spanduk seadanya, mereka terus-terusan menyuarakan nasibnya. Kepala Bagian Satuan Pengawas Internal PDJT Kota Bogor Tri Handoyo mengaku menolak likuidasi atau pembubaran PDJT yang sebelumnya telah digagas Direktur Utama PDJT dan Walikota Bogor. Hal itu karena karyawan menganggap likuidasi itu merupakan usulan sepihak dari Direktur PDJT Krisna Kuncahyo kepada Wali Kota Bogor Bima Arya. “Aksi ini ujung dari hasil audensi antara Wali Kota, Direksi dan Badan Pengawas PDJT Rabu (25/4) kemarin. Kita sebetulnya ditunjuk sepuluh perwakilan karyawan, tapi pas datang ke sini tidak diajak masuk oleh direksi,” kata Tri.

Namun setelah dari Hotel Salak, hasil keputusan wali kota dinyatakan memilih membubarkan PDJT. Hal tersebut membuat para karyawan PDJT kebingungan. “Padahal usulan alternatif likuidasi diajukan Direksi adalah pernyataan sepihak. Kami sama sekali tidak dilibatkan dalam rapat untuk keberlangsungan PDJT,” terangnya.

Karena itu, pihaknya datang ke Balai Kota untuk meminta penjelasan langsung dari Wali Kota terkait likuidasi PDJT. Menurutnya, likuidasi bukan langkah akhir karena ratusan karyawan masih ingin tetap bekerja. “Lebih baik Direksi saja yang mengundurkan diri karena tidak mampu mengurus perusahaan. Selama empat bulan ini kami tidak terima gaji, bus semua pada rusak. Kami harap jangan dibubarkan PDJT,” paparnya.

Sementara itu, Bima Arya mengaku akan mengambil alih pengelolaan PDJT sekaligus mengakhiri konflik yang ada di intenal PDJT. Ia akan menunjuk pelaksana tugas (plt) yang dalam waktu dekat segera mengumumkannya. “Sebelumnya PDJT pernah dipimpin plt ketika zaman Pak Suharto. Sambil berjalan akan kita selesaikan permasalahannya,” ujarnya.

Terkait wacana pembubaran PDJT, Bima mengaku belum memutuskan langkah tersebut. Tetapi ia akan mengambil alih pengelolaannya dan nantinya akan dilakukan pembahasan bersama karyawan. Sebab, salah satu tuntutan karyawan seperti itu. “Karyawan meminta PDJT tetap beroperasi dan kita akan rumuskan dengan karyawannya serta akan lakukan hitung-hitungan memungkinkan PDJT ini beroperasi sambil menunggu Perda perubahaan status PDJT menjadi Perseroda,” jelasnya.

Sebelumnya, Pengamat Hukum Sugeng Teguh Santoso menilai pembubaran perusahaan merupakan hal tidak terhindarkan. Sebab jika tidak, keberadaan perusahaan hanya menjadi beban Pemerintah Daerah (Pemda). “Ya itu memang tidak terhindarkan. Kalau tidak, akan terus memangkas anggaran Pemerintah Kota (Pemkot),” terangnya.

Namun, pandangan lain diutarakan Pengamat Transportasi Djoko Setiojowarno. Opsi yang baik untuk PDJT saat ini, menurutnya, adalah mengubah status PDJT yang semula perusahaan daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT). “Kalau dibubarkan, tidak memungkinkan. Sebab, PDJT memiliki banyak karyawan. Maka dari itu diubah statusnya,” jelasnya.

Djoko juga menilai dengan 148 karyawan PDJT yang belum digaji selama empat bulan, merupakan kesalahan fatal yang seharusnya tidak dilakukan direksi. Sebab walau bagiamana pun, PDJT milik Pemkot Bogor. “Kalau milik swasta mungkin boleh-boleh saja seperti itu, ini memalukan sekali jika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang seperti itu,” tandasnya. (met/bd)

Kota Bogor Uji Coba Car Free Night Malam Ini

BOGOR DAILY– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal melakukan ujicoba program car free night pada Sabtu (29/3), malam, di Jalan Sudirman. Program ini untuk mengakomodir aktivitas warga di satu titik yang lebih terkonsentrasi.

Car free night ini ide awalnya dari Kapolresta Bogor Kota, tujuannya untuk lebih memusatkan konsentrasi masyarakat di satu titik dalam menikmati aktivitas di libur akhir pekan,” kata Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Rakhmawati, Jumat (28/4).

Ia mengatakan, wacana untuk melaksanakan ‘car free night’ (CFN) telah disampaikan kepada jajaran Muspida Kota Bogor. Kemudian disepakati untuk melakukan uji coba kegiatan tersebut.

Menurut Rakhmawati, setiap akhir pekan mulai dari Sabtu malam, suasana di Kota Bogor cukup padat dan ramai oleh aktivitas masyarakat yang menikmati liburan di sejumlah titik. Seperti di Taman Air Mancur, Taman Sempur, dan sejumlah taman lainnya. Dan setiap malam minggu, jajaran Muspida melakukan patroli gabungan skala besar dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Melihat situasi ini, maka timbul niat bersama untuk melakukan suatu upaya agar aktivitas masyarakat bisa kita arahkan ke hal-hal yang lebih positif dengan adanya car free night,” kata mantan Camat Bogor Tengah ini.

Uji coba car free night Sabtu malam akan berjalan selama empat jam, yakni dari pukul 19.00 sampai dengan 22.00 WIB. Lokasinya sama dengan titik dilaksanakannya car free day yang berlaku setiap hari Ahad pagi.

“Pola dan teknis car free night sama seperti car free day (CFD) untuk tahap uji coba ini kita melakukannya di Jalan Sudirman, untuk melihat situasi dan kondisi,” katanya.

Menurut Rakhmawati, uji coba dilakukan untuk melihat sejauh mana car free night bisa diberlakukan. Uji coba akan dievaluasi pada hari Selasa (2/5), apakah bisa dilakukan rutin atau tidak. “Jadi tidak harus di Jalan Sudirman, bisa jadi berpindah lokasi dan tidak permanen setiap akhir pekan. Bisa jadi cuma sebulan sekali. Ini melihat situasi yang ada,” katanya.(bd)

Besok, DKC Garda Kebangsaan Gelar Musabaqoh Kitab Kuning

BOGOR DAILY– Dewan Kordinator Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Bogor akan mengadakan Musabaqoh Kitab Kuning di pondok pesantren Riyadul Aliyah Caringin, Minggu (30/4), besok. Giat ini akan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren.

Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Bogor, Suherman mengatakaan, Musabaqoh ini terbagi dalam dua kategori yaitu ula dan ulya. Untuk kategori ula usia maksimal 20 tahun, dan untuk ulya maksimal 25 tahun.

“Kitab yang dimusabaqohkan yaitu kitab fathul qorib dan nadhom imrithi untuk kategori ula, kitab ihya ulumuddin dan alfiah ibnu malik untuk kategori ulya,”sebutnya.

Suherman pun mengajak kepada para santri untuk menjadi peserta pada musabaqoh tersebut. ”Dengan adanya musabaqoh ini, saya berharap para santri di Kabupaten Bogor, khususnya para peserta yang ikut musabaqoh dapat termotivasi untuk terus mempelajari kitab kuning” ujarnya

Nantinya, sambut dia peserta yang lolos jadi juara satu di musabaqoh kitab kuning ini, akan diikutsertakan pada musabaqoh ditingkat Provinsi sampai tingkat Nasional atau grand final yang akan memperebutkan hadiah total 500 juta, paket perjalanan umroh dan beasiswa pendidikan.

“Insyaallah akan dihadiri bupati. Bagi para santri yang belum mendaftarkan diri untuk mengikuti musabaqoh tersebut dapat segera mendaftarkan diri ke panitia melalui SMS ke 087770119317,”tandasnya (doy/feb)

Masih Pagi Buta, Truk Boks Terguling Tol Veteran Arah Serpong

0

BOGOR DAILYTruk wingbox mengalami kecelakaan tunggal di tol Veteran arah Serpong. Akibatnya, lalu lintas sempat macet.

“Informasi menimbulkan kemacetan, saat ini imbasnya saja,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Indra, Sabtu (29/4/2017).

Berdasarkan informasi dari akun Twitter @TMCPOldaMetro, mobil tersebut terguling di KM 17B Tol Veteran arah Serpong sekitar pukul 05.40 WIB. Truk ini bernopol B 9127 KCC.

Belum ada informasi mengenai korban luka atau kondisi penumpang dan pengemudi mobil ini. Petugas sudah melakukan penanganan terhadap kejadian ini.

“Sementara laporan cuma mobil wingbox terbalik. Belum ada informasi mengenai korban luka,” imbuh Indra.

Geger! Tembakan Misterius Teror Rumah Habib Rizieq Megamendung

BOGOR DAILY– Teror tembakan misterius ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Megamendung hingga kini masih mengundang tanda tanya. Belakangan ini, pasca kasus chat mesum mencuat serta adanya upaya mangkir Habib Rizieq dari pemanggilan sebagai saksi jagat di media sosial ramai soal insiden penembakan yang diarahkan ke rumah pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4). Akibat peristiwa tersebut, Habib Rizieq pun memutuskan memboyong keluargaanya ke luar negeri.

“Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” ungkap Sambo
Rizieq juga membawa serta istri Umi Syarifah Fadlun bin Yahya dan keluarganya. Menurut Sambo, Rizieq merasa tidak aman lagi berada di Indonesia.

“Habib merasa sudah tidak aman lagi di Tanah Air. Beliau bawa 18 keluarganya ke luar negeri,” papar Ketua Panitia Tamasya Al Maidah itu.

Sebelumnya, anggota Tim Advokasi Hukum GNPF MUI Kapitra Ampera membenarkan terkait kepergian Riziq ke luar negeri. Namun, kepergian tersebut dikarenakan sedang menjalani ibadah umrah di Madinah.

“Habib (Rizieq) sekeluarga lagi di Madinah sekarang. Umrah,” timpal Kapitra, Kamis (27/4).

Kapitra menuturkan, Rizieq sekeluarga direncanakan pulang ke Indonesia, pekan depan.

Seperti diketahui, Rizieq sendiri juga tengah menghadapi sejumlah perkara di kepolisian terkait 15 laporan kasus berbeda. Bahkan, Rizieq pun diketahui mangkir dari panggilan penyidik, Selasa (25/4) lalu, terkait kasus chatting berkonten porno dengan Firza Husein.

Namun, polisi setempat tidak menerima laporan tersebut. Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait ‘teror’ tersebut. “Tidak ada (laporan),” ucap Dicky

Sementara dari postingan yang beredar di media sosial disebutkan jika  kamar pribadi di pondok pesantren milik imam besar Front Pembela Islam (FPI) KH Rizieq Syihab dikabarkan ditembak sniper.

Dari foto yang diunggah, memperlihatkan foto ‘tembakan sniper’ ke kaca. Tapi saat foto yang diunggah salah satu akun Instagram @rat0n0efendi itu diperlihatkan, Kapolres masih meragukan jika lubang di kaca adalah bekas tembakan.

“Lagipula kalau pecahnya kayak gitu itu bukan pecah karena sniper. Kerikil melejit barangkali,” jelas Dicky.

Sementara Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi belum bisa mengklarifikasi soal isu tersebut. Ia juga belum bisa memastikan kebenaran isu tersebut.

“Belum ada klarifikasi. Kebenarannya belum jelas,” ujar Maman. (bd)

VIDEO: Detik-detik Penahanan PNS Bogor Tersangka Korupsi Proyek

BOGOR DAILY– Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bogor pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor ikut terjerat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan talud (dinding pembatas tanah) di Kampung Muara, Keluarahan Pasir Jaya, Kota Bogor.

Pria berkacamata berinisial KY itu ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan dua tersangka lainnya yang sudah lebih dulu ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kota Bogor pada Jumat (21/4/2017) lalu.

Pada Jumat (28/4/2017) sore tadi KY menjadi tahanan Kejari Bogor selama 20 hari kedepan. “Iya awalnya KY sebagai saksi , selanjutnya dari pengembangan penyidikan KY ditetapkan sebagai tersangka,” Ujar Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kota Bogor Andi Fajar.

Andi pun menjelaskan bahwa pada pengerjaan proyek pembangunan talud KY berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).”Peran dari PPK itu selaku penanggung jawab kegiatan, itu kapasitasnya KY adalah sebagai PPK nya,” ucap Andi.

Sedangkan dua tersangka lainnya yang ikut ditahan bersama KY merupakan konsultan pengawas dari dua perusahaan.

Mengenai keterlibatan adanya pihak lain Andi pun enggan berkomentar karena pihaknya masih terus melakukan proses pengembangan. “Itu teknis, kita lihat perkembangan selanjutnya,”ucapnya singkat

Pihaknya menjelaskan bahwa penyidik masih terus bekerja dan terus melakukan pengembangan.Andi menjelaskan bahwa penyidik hingga saat ini masih menelusuri ketidak sesuaian spesifikasi pada pembangunan talud.

Menurutnya ada banyak ketidaksesuaian spesifikasi yang ada dalam kontrak kerja. Namun pihaknya pun tidak menyebutkan apa saja yang tidak sesuai spesifikasi dalam pembangunan talud di Kampung Muara.

” Ya, tidak sesuai spek itu banyak ada di kontrak kerjanya,” katanya.

Andi menuturkan bahwa saat ini semua proses masih berjalan, pihaknya pun masih terus menelusuri tentang kesesuaian teknisnya.

Nantinya untuk melengkapi berkas perkara para tersangka pihak Kejari Kota Bogor akan memanggil beberapa saksi lainnya. “Kita akan panggil beberapa saksi lagi untuk melengkapi berkas perkara, kedepan kemungkinan tetap akan ditindak lanjuti untuk berkas perkaranya,” tutur Andi

lihat videonya:

 

 

Pembongkaran Vila di Megamendung Tiga Kali Molor, Ada Apa?

BOGOR DAILY– Rencana pembongkaran 23  villa liar dilkawasan perhutani Megamendung akhirnya gagal. Setelah beberapa kali direncanakan dari mulai tanggal 11 april, 17 April, hingga 27 april 2017,sampai berita ini diturunkan  pembongkaran tersebut belum juga terlaksana.

Padahal,Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasi (Dal Ops) Satpol PP Kabupaten Bogor Asnan pernah mengatakan, pembongkaran ke – 23 Villa liar di lahan Perhutani tersebut adalah Intruksi langsung dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). “Itu intruksi langsung dari KLH,kami pol PP kabupaten sifatnya hanya membantu saja,” katanya beberapa waktu lalu.

Meski sudah direncanakan beberapa bulan, menurut Kasi Trantib Kecamatan Megamendung Iwan Relawan, pihak KLH sampai kini belum juga melakukan eksekusi. “Kemarin ada yang datang dari kementrian,memberi tahukan bahwa pembongkaran belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Molornya rencana tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan, terutama para aktivis lingkungan. Seperti yang dikatakan Aktivis Lingkungan Puncak Djatnika (50). Dirinya menilai, perlu ada keseriusan dari pemerintah dalam melesatarikan lingkunga. “Terlebih villa – villa itu berada di lahan resapan air,” katanya.

Hal senada juga dikatakan aktivis lingkungan lainnya Chaidir Rusli. Dirinya sangat menyesalkan dengan gagalnya pembongkaran villa di kawasan perhutani tersebut. “Padahal itu perintah langsung,tapi tetap saja belum terlaksana, Ada apa coba,” sesalnya.(bd)