Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 9114

Dibobol Bali United, Persib Akui Kesalahan Sendiri

BOGOR DAILY– Persib Banduung dihukum oleh kesalahan sendiri saat takluk 1-2 dari Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (8/4). Gol yang tercipta murni dari kesalaham pemain belakang.

Dalam laga itu, Maung Bandung memang harus takluk lewat gol Irfan Bachdim dan Yabes Roni. Mereka hanya mampu membalasnya melalui Raphael Maitimo tiga menit sebelum laga berakhir.

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman-pun tak puas dengan barisan belakang pemainnya. Dia akan melakukan evaluasi usai laga ini.

“Kami  kemasukan 2 gol karena murni kesalahan sendiri. Gol pertama ada miskomunikasi 3 pemain kami dan Bachdim bisa melewati Vlado sebelum mencetak gol. Gol kedua Bali menunggu dan mereka melakukan intersep passing kami, counter attack jadi gol,” kata pelatih yang karib disapa Djanur.

Namun demikian, positifnya permainan Atep dkk ada perubahan. Kini, Persib bisa mengontrol permainan dari kaki ke kaki.

“Secara umum permainan kami kelihatan berkembang karena mendominasi ball possesion. Tapi yang penting memang gol dan kemenangan yang dicari bukan penguasaan bola,” tandas dia. (bd)

Nih Identitas 4 Teroris yang Ditembak di Tuban

BOGOR DAILY–  Pasca aksi baku tembak antara polisi dan Kelompok teroris yang merupakan bagian dari Jamaah Ansaru Daulah (JAD), enam anggota teroris berhasil dilumpulhkan. Keenam jenazah teroris itu kini berada di RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso, Surabaya.
Para teroris itu mengawali aksi dengan melakukan penembakan terhadap 2 anggota polisi yang sedang bertugas. Mereka menembak dari dalam mobil Daihatsu Terios putih H 9037 BZ.

Mobil tersebut kemudian ditinggal di pinggir jalan. Polisi kemudian menemukan sejumlah bukti dari dalam mobil itu termasuk paspor atas nama Satria Aditama.

Melalui keterangan dari Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, Minggu (9/4/2017), 4 dari 6 teroris tersebut berhasil diidentifikasi. Polisi masih terus melakukan identifikasi terhadap pelaku lainnya.

Berikut keempat identitas teroris yang beraksi di Tuban kemarin (8/4):

1.Nama : Adi Handoko
Tempat, tanggal lahir: Batang, 29 Maret 1983
Alamat: Dk. Limbangan, Kec. Tersono, Kab. Batang

2. Nama : Satria Aditama
Tempat, tanggal lahir: Semarang, 28 Oktober 1998
Alamat: Jalan Taman Karonsih, Kec. Ngaliyan – Semarang
No. Paspor : B4284092

3. Nama : Yudhistira Rostriprayogi
Tempat, tanggal lahir: Kendal, 14 Februari 1998
Alamat: Ds. Cepokumulyo, Kec. Gemuh, Kab. Kendal

4. Nama : Endar Prasetyo
Tempat, tanggal lahir: 28 Juni 1965
Alamat: Dk. Limbangan, Kec.Tersono, Kab. Batang

Besok, Bandara Halim Ditutup 5,5 Jam

BOGOR DAILY– TNI AU merayakan HUT ke-71 pada Minggu (9/4) besok di Lanud Halim Perdanakusuma. Penerbangan sipil di Halim pun dihentikan 5,5 jam.

Penutupan sementara Bandara Halim untuk penerbangan sipil ini sudah diperingatkan dengan keluarnya Notice to Airmen (Notam) dari Kemenhub.

“Karena ada military excersice dalam rangka HUT TNI AU, Bandara Halim ditutup untuk penerbangan sipil dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB,” jelas Kabag Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio

Konsekuensinya, ada beberapa penerbangan di antara interval waktu penutupan dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Informasi yang saya terima sampai saat ini, Citilink dari dan menuju Halim sudah dialihkan ke Cengkareng. Untuk maskapai lain, saya belum dapat laporannya,” imbuh Agoes.

Pihaknya berharap maskapai penerbangan proaktif memberikan informasi kepada para calon penumpangnya lebih awal tentang penutupan di Bandara Halim dan pengalihan rute ini.

Sebelumnya diberitakan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Udara (AU) ke 71 akan dilaksanakan pada hari Minggu (9/4) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam perayaan tersebut akan ditampilkan 132 pesawat milik TNI AU yang melibatkan 4.500 personel.

Pesawat-pesawat tersebut antara lain Pesawat C130 Hercules, Pesawat T41 cessna, Pesawat CN 295, Pesawat Boeing 737, Pesawat F-16, Golden Eagle T50i, Hawk 109, Pesawat Sukhoi dan lain-lain. Selain itu akan ada beberapa atraksi pesawat dan peragaan kegiatan dari TNI AU dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia.

Acara kemeriahan perayaan HUT TNI AU yang Ke 71 rencananya akan dibuka untuk masyarakat umum. Masyarakat akan diberi ruang dan akses masuk ke Lanud Halim.  (bd)

Makin Malam, Jamaah Jabar Bersholawat Sesaki Stadion Pakansari

BOGOR DAILY– Ribuan jamaah Jabar Bersholawat mulai sesaki Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Banyak peserta yang membawa bendera. Sementara, petugas kepolisian dan Satpol PP juga  berjaga di sekitar panggung hingga menempatkan mobil water cannon.

Terlihat di panggung, group musik Debu sedang melakukan cek sound. Kegiatan Jawa Barat Bershalawat sendiri menurut rencana akan dimulai pukul 19.00 WIB malam ini.

Sebelumnya, acara ini sedianya akan digelar di Lapangan Tegar Beriman.Namun, karena tidak ada izin dari Pemkab Bogor, acara itu dipindahkan ke Stadion Pakansari.

Tak cuma jamaah, beberapa petugas juga seragam putih juga tampak berkeliling mengitari kawasan komplek Stadion Pakansari,  namum ada pula yang berkumpul berdiri di satu titik.

Mereka adalah petugas keamanan dari  Laskar Pembela Islam (LPI). Menurut Pimpinan Pusat LPI, Maman Suruadi, ribuan personel LPI itu bertugas untuk memastikan kegiatan ‘Jawa Barat Bersholawat’ berlangsung dengan tertib dan aman.

“Sekitar seribu personel diturunkan, hanya berjaga-jaga saja, Insya Allah, ini kan bukan demo jadi dipastikan aman,” ungkapnya

Dia menuturkan, bahwa ribuan personel LPI tersebut merupakan gabungan dari beberapa LPI yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

“Ada yang dari Sukabumi, Bandung, bahkan dari pusat, Jakarta pun diturunkan,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, diturunkannya ribuan personel LPI lantaran jumlah jemaah yang hadir dalam kegiatan Jabar Bersholawat diperkirakan lebih dari seribu jemaah.

“Ya semakin malam pasti akan semakin ramai, terlebih dikabarkan Imam Besar kami, Habib Rizieq akan hadir,” jelasnya.

Dia menandaskan, bahwa ribuan personelnya itu hanya berjaga di sekitar area lokasi kegiatan. “Kita utamakan di sekitar area panggung, sedangkan untuk pengamanan di luar area temoat kegiatam berlangsung atau di luar stadion itu ada dari kepolisian,” tandasnya. (bd)

Lagi! Tabrakan Truk Fuso vs Pikap di Ciseeng, Mobil Ringsek

BOGOR DAILY  Akibat rem blong kendaran kosong jenis truk Fuso pengangkut galian tambang dari arah Kecamatan Ciseeng menabrak Carry Pikap B. 9249 GAC pengangkut gas tiga gram yang datang dari arah berlawanan.

Pristiwa yang terjadi di Jembatan Gerendong Desa Putatnutug, Kecamatan Ciseeng, Kamis (06/03/17) sekitar pukul 12.00 WIB itu, membuat sopir Carry pikap mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke puskesmas dan mobilnya  terdorong sekitar 8 meter serta bagian depannya hancur. Sementara sopir truk Fuso diamankan di Mako Polsek Rumpin.

Akibat kecelakan tersebut kemacetan terjadi hingga dua kilometer dari dua arah, baik dari arah Ciseeng dan Rumpin.

Rohmat (35) salah seorang saksi mengatakan, saat kejadian mobil jenis truk Fuso keadaan kosong yang dari Ciseeng, menabrak mobil jenis Carry pikap pengangkut gas dari arah Rumpin.

“Itu kendaraan truk Fuso kosong dari arah Ciseeng menabrak kendaraan bak terbuka penganggkut gas, tidak ada korban jiwa. Supir bak terbuka langsung dilarikan ke pukesmas Rumpin,” katanya Metropolitan, kemarin.

Ditempat yang sama anggota Satlantas Polsek Rumpin, Brigadir Indra Cahyadi mengungkapkan kecelakaan terjadi diduga karena rem blong. “Jadi untuk sementara kasus ini ditangani oleh Unit Lakalantas Ponduk Udik,” pungkasnya(bd)

Ngaliwet Bareng STS, Usmar Jawab Unek-unek Warga Cikaret

BOGOR DAILY– Ketua Front Pembela Indonesia (FPI) Sugeng Teguh Santoso alias STS makin gencar melakukan pembinaan hukum kepada warga Bogor. Lewat acara ‘Ngaliwet dan Ngawangkong Bareng Warga”, STS menggandeng Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman untuk menjawab unek-unek warga di Kampung Cikaret Pangumbahan, RT 01 RW 04, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan Sabtu (8/4) siang ini.

Mulai dari masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lingkungan sampai ke persoalan akses penggunaan BPJS yang dirasa masih sulit. Lewat acara Ngaliwet itu lah,

Selama acara berlangsung, banyak warga yang mengeluhkan masalah akses kesehatan melalui BPJS.  Melihat masalah itu, Wakil Walikota  Bogor Usmar Hariman  pun akhirnya mau buka-bukaan menjawab keluhan warga.

Usmar mengakui adanya tunggakan BPJS yang membengkak lantaran makin banyaknya jumlah penerima BPJS yang berpindah status dari jalur mandiri menjadi tanggungan pemerintah daerah (pemda). Hal ini pula yang akhirnya membuat pembiayaan yang ditanggung APBD jadi ikut meningkat.

“Di Kota Bogor ada migrasi 43 ribu jiwa lebih, dari mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBD. Makanya, tunggakan itu mencapai Rp 43 miliar,”kata Usmar.

Untuk menyelesaikan tunggakan tersebut, pemerintah mengambil kebijakan untuk dilakukan pemutihan “Jadi nanti berapa yang menjadi tanggug jawab Pemda dan berapa yang menjadi BPJS, nanti tolong disampaikan ke pusat,” kata Usmar.

Sementara Sugeng Teguh Santoso (STS) meminta warga agar memahami soal mekanisme mendapatkan bantuan hukum untuk orang miskin.

Pertama, metode  bantuan strukrural di mana warga terpaksa dimiskinkan karena sistem. Sebagai contoh, warga yang rumahnya digusur atau pedagang kaki lima (PKL) yang diusir tanpa solusi relokasi yang jelas hingga kehilangan sumber penghasilan.

“Nah, yang kedua, bantuan hukum untuk warga miskin yang tersangkut kasus narkoba, itu harus di bela dan gratis,” kata STS

Saat ini Kota Bogor sudah memiliki  perda bantuan hukum. Sayangnya, perda ini masih terbatas penerapannya. Karena baru mencapai 30 perkara dengan biaya 10 juta per perkara. ia pun berharap lewat acara Ngaliwet dan Ngawangkong Bareng Waga ini, warga bisa mendaaptkan solusi atas persoalan yang melilit.

“ya, intinya kami ingin agar masyarakat itu melek hukum. Semoga ini bisa menjadi jembatan anatar pemerintah warga untuk menjawab unek-unek mereka,”harapnya

ta cuma Usmar, beebrapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terlihat hadir. Di ataranya, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabag Umum hingga Kabag Kemasyarakatan. (bd)

 

Apes! Dipalak, Dua Petugas Stasiun Parungpanjang Juga Dianiaya

BOGOR DAILY– Dua petugas keamanan Stasiun Kereta Api Parungpanjang Abubakar Asgap dan Maman Ekosuprianto dipalak dan dijotos hingga babak belur oleh R alias Akew dan temannya. Pelaku yang merupakan warga Parungpanjang itu berhasil dibekuk petugas Polsek Parungpanjang sementara temannya masih buron.

Pristiwa berawal ketika kedua korban usai makan malam di sekitar Pasar Parungpanjang Desa/Kecamatan Parungpanjang sekitar pukul 20.00 WIB. Keluar dari tempat makan, mandadak korban mendengar ada yang memanggilnya. Karena tidak mengenali orang yang memanggilnya, korban hanya menoleh. Pelaku pun langsung menjepit tubuh korban dengan tangan. Terjadilah saling pukul.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Parungpanjang, korban dan pelaku sama – sama dua orang, mereka terlibat perkelahian. Sementara tiga orang kawan dari kedua pelaku hanya menonton saja dan tidak melakukan tindakan apapun.

“Jadi hanya dua orang pelaku yang melakukan kekerasan,” ungkapnya kepada Metropolitan, kemarin.

Setelah kejadian, ungkapnya R alias Akew salah seorang pelaku berhasil diamankan jajarannya. Namuan satu pelaku lagi masih buronan.

Sementara itu seorang korban, Maman Ekosuprianto mengungkapkan, saat itu dirinya lagi berdua sama temennya usai makan di sekitar Pasar Parungpanjang, lalu ada yang memanggil temannya. “Hai PKD,” kata Maman -sapaanya- menirukan ucapan pelaku.

Setelah dipanggil, lanjutnya temannya itu menoleh dan mendekati pelaku, lalu pelaku memintai uang sejumlah Rp 100 ribu.

“Pertama teman saya dipukuli kemudian saya berbalik ke arah mes lalu saya dikejar oleh pelaku dan dipukuli, hingga mengalami luka. Klo temen saya memar di bagian kepala dan saya sendiri memar di bagian pipi kanan hingga gigi saya patah dua,” bebernya.

Menurut Kanit Reskrim pelaku diancam tindakan kekerasan dan pemerasan terhadap dua orang keamanan stasiun tersebut. ”Lantaran kasus kekerasan ini menggunakan tangan kosong, untuk barang bukti berdasarkan hasil visum,” pungkasnya.

Pertarungan Jalanan

Buah impor: Peer Shiangli, Apel Amerika. Itu sudah saya nikmati sekitar tahun 1977. Buah yang mahal tentunya saat itu. Khususnya buat kami anak Gang Rukun.

Di perkampungan kumuh di atas kuburan ini, mau menikmati buah-buah tersebut tidak perlu pakai uang. Cukup mempersiapkan diri. Jalan bolak-balik sejauh kurang lebih 15-16 kilometer. Keluar-masuk kampung. Dan menghindari jalan raya (khawatir tertangkap petugas tramtib), menuju Pasar Glodok, Pancoran, Jakarta Barat.

Di Pasar Glodok Pancoran ini berjejer pedagang buah lokal maupun impor. Untuk ritual mendapat buah impor yang mahal itu. Kami anak Gang Rukun harus mempersiapkan diri sebelumnya. Harus janjian dengan teman-teman. Sepakat berangkat di bawah jam 6 pagi.

Jarak tempuh bolak-balik 16 kilometer akan kami tempuh kurang lebih 4 jam. Kemudian kompetisi rebutan buah di keranjang sampah bisa 1 jam lamanya. Jadi kami harus kembali sekitar jam 12 kurang. Karena pukul 13.00 kami harus sekolah siang.

Dari Gang Rukun kami akan jalan kaki ke arah Pasar Glodok, Pancoran. Sampai disana kami memeriksa keranjang-keranjang buah. Tempat buah-buah afkir atau rusak di buang pedagang. Biasanya buah-buah tersebut belum rusak seluruhnya. Bahkan masih bisa dinikmati 80 persen.

Pembeli yang terdiri dari orang-orang berduit (orang Tionghoa kebanyakan) memang tidak mau membeli buah yang sudah rusak. Karenanya, pedagang akan memisahkan di keranjang sampah.

Nah, di keranjang sampah inilah kami anak kampung dari berbagai kawasan kumuh di Jakarta akan “berkompetisi”. Demi mendapat buah-buah yang mahal itu.

Dalam rebutan tersebut, biasanya anak-anak antarkampung tidak masalah. Sebab Abang penjual buah adalah orang-orang yang baik. Memisahkan kami kalau ribut dan dibagi-bagilah buah itu.

Setelah dapat buah yang dimasukkan dalam Bongsang (keranjang dari bambu dengan alas jerami), dengan riang gembiranya saya dan teman pulang sambil berlari-berlari kecil. Wah senang sekali, bro!

Sesampainya di Gang Rukun, di atas kuburan sudah menunggu teman-teman lain. Dan kami pun berpesta buah. Dahsyat! Anak kampung makan buah impor.

Suatu kali dalam perjalanan pulang. Waktu itu: Saya, Ujang Topong dan Selamet, sudah mendapat tiga bongsang. Ada Apel, Mangga, Peer, Belimbing besar, Jeruk dan lain-lain.

Kami melewati kampung daerah Thanki (Lapangan UMS, Petak Singkian). Ketika sedang bercanda-canda. Jalan kami dihadang oleh enam anak yang seusia saya. Dua orang di antara mereka lebih bongsor. Mereka memaksa tiga bongsang itu semuanya diserahkan.

Kami kaget. Saya dan Selamet saling bertatap mata. Selamet yang lebih besar dari saya menyarankan mereka diberi satu keranjang. Namun mereka menolak. Memaksa semuanya diserahkan.

Saya mulai takut. Selamet lalu menawarkan dua keranjang. Juga ditolak. Semua mereka tuntut. Saya makin takut dan tahu mereka akan merebutnya dengan kekerasan.

Dengan isyarat mata saya tahu Selamet mengajak kabur. Seketika kami lari tunggang-langgang. Tetapi kami akhirnya terkepung. Karena Ujang Topong yang paling kecil dari kami tertangkap. Ujang dipukuli.

Ya Tuhan, kami harus melawan. Tiga keranjang buah mereka rebut. Satu keranjang berceceran. Dua keranjang kami taruh di tanah. Dua melawan satu. Saya lihat Selamet sudah menghadapi dua orang. Dan saling pukul.

Saya juga kena beberapa pukulan. Tapi saya bisa pukul juga satu-dua. Yang saya tak tahan saat melihat Ujang Topong. Dia menangis dipukuli. Jatuh terguling-guling dan ditendang-tendang seperti bola.

Hanya karena insting membela teman, tanpa pikir lagi saya lari meloncat menendang seorang anak yang aniaya Ujang. Anak tersebut jatuh. Tapi saya pun jatuh. Tak ayal empat anak menendangi saya sampai jatuh ke dalam selokan got.

Mereka menginjak dan menendang punggung saya. Tidak tahu berapa lama saya diinjak-injak. Karena kemudian mereka diusir oleh Tukang Es Cincau yang kebetulan lewat. Tukang es tersebut mengibas-ngibaskan pikulannya sehingga mereka bubar. Saya pun selamat berkat Tukang Es Cincau.

Dua keranjang buah berhasil mereka gondol. Satu keranjang tersisa lalu kami kumpulkan. Kami semua babak belur. Selamet wajahnya kena pukul. Ujang Topong masih menangis menahan sakit pada tubuhnya.

Saya tidak mau menangis. Tubuh saya hitam belepotan lumpur bau. Dengkul luka lebar terkena benturan jalan. Wajah saya bengkak luka. Siku tangan luka. Keduanya karena menahan tubuh yang diinjak-injak. Badan saya sakit semua. Saya periksa ternyata tidak ada yang patah. Tapi saya dendam pada mereka. Sebab ini bukan perkelahian. Tapi ini adalah perampasan dengan kekerasan.

Pertarungan mempertahankan hak milik dan mempertahankan sikap tidak mau tunduk menyerah pada paksaan. Pada sikap arogansi. Kami memang kalah. Saya dan teman-teman kehilangan dua keranjang buah. Tapi kami tidak kehilangan harga diri.

Sampai di Gang Rukun, walau sudah saya bersihkan diri. Tanda babak belur tidak bisa disembunyikan. Saya tidak bisa berbohong lagi sama ibu.

Ibu tahu saya habis berkelahi. Saya saat itu kelas 5 berusia 11 tahun. Saya bicara apa adanya. Diam siap menerima pukulan seperti biasa. Karena ibu sudah memegang rotan pembersih kasur. Saya kelu. Tapi tak ada pukulan yang mendarat. Ibu terlihat sedih.

Saya kemudian disuruh mandi dan pergi sekolah seperti biasa. Sementara Bapak baru tahu malam setelah diberitahu Ibu. Bapak hanya melihat saya lekat-lekat. Tertawa kecil dan bicara keras. “Jangan cengeng, Jaga diri!,” bentaknya.

Tak ada kata-kata lain yang diomong lagi. Dia memegang kepala saya dan saya disuruh belajar. Kebiasaan rutin belajar malam bertahun-tahun. Saya tak tahu apa yang ada dalam pikiran bapak ibu saya.

Perasaan dendam tumbuh. Tapi saya tidak tahu dan tidak kenal mereka yang merampas buah-buahan kami. Dalam suatu kesempatan di kuburan, saya dapatkan jeruji sepeda. Saya potong sepanjang 15 centimeter. Saya runjingkan. Dipasang gagang kayu. Dibungkus kertas.

Dua minggu kemudian, saya ajak lagi Selamet. Sementara Ujang Topong kapok tidak mau. Akhirnya teman saya Akir yang ikut. Mereka tahu saya membawa senjata itu. Kami sengaja melewati Jalan Thanki. Pergi-pulang saya tidak ketemu lagi anak-anak itu. Dan kami tidak pernah bertemu lagi. Tuhan rupanya “menyelamatkan” saya.

 

#Catatan Gang Rukun (Kuburan Mangkok) Edisi 5

 

Salam Damai, Hindari Dendam…

 

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekjen Peradi dan Ketua Front Pembela Indonesia)

Lihat! Warga Leuwiliang Ramai-ramai Nikah Lagi

BOGOR DAILY–  Masih banyaknya warga yang belum memiliki surat nikah, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Leuwiliang  bekerjasama dengan Muspika Leuwiliang, Kantor Unit Agama (KUA) Kecamatan Leuwiliang dan Majelis Hakim Pengadilan Agama Cibinong mengadakan kegiatan nikah masal.

Ketua  MUI Kecamatan Leuwiliang Chairil Anwar mengatakan,  isbat nikah massal dilakukan untuk menikahkan mereka secara hukum.

“Jadi kami mendatangkan pengadilan agama untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat agar hadir disini,” ujar Chairil

Isbat nikah, sambungnya, ada sebanyak  46 pasangan dan dimulai dari pukul 09.00-14.00 WIB.

“Mereka yang di isbatkan merupakan pasangan yang telah menikah sebelumnya secara agama namun belum menikah secara hukum,” bebernya.

Sebelum dinikahkan secara hukum, terangnya, pasangan ini akan  dibuktikan dulu oleh pengadilan agama, apakah benar pasutri atau bukan.

“Dari sekian banyak yang terseleksi, sekitar dua orang tidak bisa hadir mengikuti isbat nikah massal. Nantinya mereka akan diurus di kantor pengadilan agama Cibinong dengan membawa pasangan serta saksinya dan akan disidang kembali oleh majelis hakim,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Leuwiliang Chaeruka Judianto mengungkapkan latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut karena banyak pasutri yang belum tercatat secara hukum. Oleh karena itu kecamatan bersama MUI melakukan upaya untuk mendorong para pasutri agar memiliki surat nikah agar administrasi kependudukannya lebih mudah.

“Nantinya mereka yang telah memiliki buku nikah akan lebih mudah dalam mengurus kependudukan, salah satunya akta anak dan yang lainnya,” pungkasnya. (bd)

Tiga Proyek Pemkab Bogor Bernilai Rp18 Miliar Gagal Lelang

BOGOR DAILY– Proses pembangunan di Kabupaten Bogor tampaknya bakal tersendat. Hingga awal triwulan kedua ini, sejumlah dinas belum menyerahkan sejumlah paket lelang kegiatan. Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi.

Menurut Budi, hingga kini yang sudah mengajukan kegiatan fisik baru dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Sementara untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Pendidikan (Disdik), sama sekali belum memasukkan paket lelang tersebut. “Sisanya belum ada yang masuk, kecuali pengajuan dari konsultan saja,” katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang masuk per Kamis (6/4) kemarin, pengadaan barang yang diajukan ada 32 paket. Di antaranya pekerjaan konstruksi delapan paket, jasa konsultansi 59 paket serta jasa lainnya 19 paket. “Total semuanya ada 118 paket kegiatan masuk dari 22 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan pagu anggaran Rp225,8 miliar,” terang Budi.

Dari paket lelang yang sudah diajukan tersebut, sambung Budi, ada 38 paket yang sudah memiliki pemenang. Dari nilai pagu anggaran Rp141 miliar, nilai penawaran mencapai Rp121 miliar. “Jadi artinya terjadi efisiensi yang kita hasilkan sebesar Rp19 miliar atau 13,82 persen dari 38 paket tersebut,” ujarnya.

Hingga kini dari total 118 paket kegiatan yang sudah masuk, yang sedang berjalan atau dalam proses pelelangan sebanyak 36 paket kegiatan dengan pagu anggaran Rp23 miliar. “Kalau proses persiapan ada 41 kegiatan dengan pagu Rp41,7 miliar. Ada juga yang gagal lelang sebanyak tiga kegiatan dengan pagu Rp18 miliar,” kata Budi.

Ia hanya berharap SKPD yang memiliki paket lelang, khususnya yang memliliki paket lelang terbanyak, agar secepatnya melakukan pengajuan. Mengingat selain untuk efisiensi waktu, juga untuk menghindari gagal lelang yang nantinya memerlukan proses waktu yang lebih lama. “Ketika terjadi gagal lelang, sudah pasti ada penambahan waktu yang mundur. Kita harap secepatnya semua dinas mengajukan,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal mengaku akan mengevaluasi secara internal terkait minimnya paket lelang yang masuk ke bagian lelang. Sebab, persoalan ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. “Kita akan bahas ini. Tentu kita akan dorong agar dinas tidak menunda-nunda lagi pengajuan lelangnya,” tutupnya. (bd)