Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9115

Gandakan Duit Pakai Daun Kering, Dukun Parung Ini Diringkus

BOGOR DAILY– Afandi Sangadji Idris (43) mengiming-imingi jemaahnya agar mau menitipkan uang kepadanya untuk digandakan. Iming-iming itu mulai dari modal usaha, rumah hingga mobil.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kabupaten Kompol Gunarko mengungkap, jemaah akan diberikan modal apabila menitipkan sejumlah uang terlebih dahulu.

“Uang titipan awal Rp 500 ribu sampai Rp 7 juta. Makin gede makin dijanjikan gede juga,” ujar Gunarko

Jemaah yang menitipkan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah bahkan diberi kepercayaan untuk memegang kendaraan.

“Makanya yang gede gitu dipercayain pegang mobil, rumah, BPKB dan STNK atas nama orang,” sambungnya.

Gunarko mengatakan, Afandi memiliki 12 unit mobil yang saat ini telah disita polisi. Lalu dari mana Afandi bisa membeli kendaraan?

“Sebagian uang titipan yang dari jemaah itu dibelikan untuk DP kredit mobil, 12 mobil sudah disita. Rata-rata mobilnya kredit,” tuturnya.

Sementara jemaah yang menjadi korban dijanjikan mendapatkan uang yang berlipat ganda setelah menyetor yang titipan tersebut. Sebagai gantinya, pria asal Parung Kabupaten Bogor itu menyerahkan kardus yang boleh dibuka jemaah apabila sudah ada perintah dari Afandi.

“Setelah menitipkan sejumlah uang, jemaah diberi kardus satu-satu, hanya boleh dibuka kalau sudah disuruh oleh pelaku. Ternyata isinya daun kering,” terangnya (bd)

Semalam Suntuk Warga Pamijahan Nginap di Kantor Bupati

BOGOR DAILY Dinginnya malam tidak membuat warga Pamijahan kapok menunggu Bupati Bogor Nurhayanti, tepat di pintu gerbang komplek pemerintahan. Sejak Selasa (4/4) siang, mereka sudah berdiri menunggu orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu datang menemui. Tapi nyatanya, sampai matahari terbenam, tidak satu pun pejabat yang muncul. Sampai-sampai, puluhan warga yang datang dari pelosok itu nekat menginap di kantor bupati dengan beratapkan terpal butut dan alas tikar seadanya.

Warga Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan bersikukuh melakukan aksinya hingga malam hari. Mereka sampai membuka tenda terpal di pintu gerbang perkantoran dengan tiang tiang bambu. Aksi ini akan dilakukan sampai Jumat (7/4) mendatang, jika Bupati Bogor nurhayanti masih enggan menemui perwakilan warga.

Pantang pulang, begitulah prinsip warga Pamijahan yang menuntut pemerintah daerah mengganti rugi penderitaannya pasca bencana menerjang kampungnya pada 2015 silam. Bertahun-tahun mereka tak bosan menagih janji pemerintah membayar kompensasi pada warga yang selama ini jadi petani.

Aksi ini sudah kali ketiga selama 2017. Menurut Ketua Persatuan Rakyat Bogor (PRB) Ruhiyat Sujana, pihaknya akan tetap melakukan aksi serupa sampai pemerintah memenuhi tuntutan mereka. Minimal, mau memfasilitasi keluhan warga yang selama ini hidup dalam kesengsaraan.

“Kami mau menuntut kepastian jawaban soal nasib warga Pamijahan yang jadi korban longsor di Cibunian 2015,”kata Ruhiyat

Sebab, longsor yang terjadi akibat dugaan kelalaian pengusaha di sekitar desa, yakni PT Jaya Dinamika Geohidroenerghi (JDG) banyak warga yang terpaksa kehilangan pekerjaan.

“Ada lebih dari 50 KK yang terkena dampak longsor ini. Dan pemerintah sampai sekarang tidak memberikan kejelasan,”sesalnya.

Padahal, lanjut ruhiyat pada 2015 silam Dinas Pertanian pernah mengamini untuk membayarkan ganti rugi atas kerugian materil warga. Tapi nyatanya hingga kini kompensasi itu tak kunjung didapat. Sementara, nasib 55 kepala keluarga (KK) jadi taruhannya

“Kami akan tetap aksi sampai Jumat kalau bupati tidak mau juga menemui,”tegas dia.

Untuk diketahui, warga Pamijahan menuntut pencairan kompensasi karena merasa dirugikan akibat adanya proyek pembangunan PT JDG yang menyebabkan petani ikan gagal panen.

Di mata warga, pemerintah terkesan membela kaum elit, para pengusaha dan menelantarkan warga pribumi yang sudah bertahun-tahun menetap di bumi Cibunian.

“kenapa pemerintah membela perusahaan,kenapa tidak menindak perusahaan yang jelas menyengsarakan warga di sana,”keluh Ali Binaya warga Pamijahan yang merasa dirugikan karena  jadi korban longsor perusahaan yang berdiri di daerahnya.

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada tindak lanjut setelah melakukan pertemuan antara para petani dengan Pemkab Bogor. Sehingga, ia menyatakan, pemerintah tidak memiliki keberanian untuk menekan perusahaan PT JDG untuk melakukan pembayaran ganti rugi terhadap para petani, padahal disisi lain sejumlah pelanggaran perusahaan sudah banyak terjadi. “Kita minta Pemkab Bogor menutup itu (perusahaan) jika tidak dipenuhi tuntutan kami,” ucap dia.

Sedangkan gugatan one prestasi terkait surat kesepakatan yang telah dibuat dan disepakati perihal PT JDG harus memberikan kompensasi sebesar Rp692.500.000 pertahun selama 15 tahun. “Dasar untuk penutupan sudah jelas ada, kami akan kawal permasalahan ini sampai tuntas,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menekankan, para pengujuk rasa tidak diperbolehkan melakukan aksi demonstran melebihi 18:00 WIB. Namun pihaknya tidak bisa membubarkan paksa. “Seharusnya itu tidak boleh batasnya Cuma sampai jam 6 sore,”kata Ita

Meski begitu, massa beralasan jika pihaknya hanya akan menunggu pemimpinnya datang hingga pagi ini. “kami juga tidak akan beroarsi malam-mala. Kami hanyamenunggu bupati smapai titik darah penghabisan,”cetus Ruhiyat.

Sekedar diketahui, aksi demonstrasi ini terjadi mulai Selasa (4/4) siang dan terus berlanjut hingga pagi ini. Kemarin, beberapa orang mencoba menerobos gerbang Pemkab Bogor yang tengah dijaga para petugas Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Bogor. Namun, persoalan ini tak berlangsung lama, setelah petugas meminta para demonstran agar bertindak tak anarkis. Sebelumnya, demo serupa pernah dilakukan warga Pamijahan di tempat yang sama (depan gerbang Pemkab Bogor). Diantaranya, pada 18 April 2016, kedua Kamis (5/1) dan ketiga pada Kamis (26/1).(bd)

Dikira Orang Gila, Maling Motor Ditangkap di Tegallega

BOGOR DAILY– Seorang maling motor ditangkap warga di RT 4/8 Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Rabu (05/04/17) pagi.

Maling tersebut beraksi di sebuah tempat makan tepat di belakang kampus Pakuan. Namun, teriakan korban berhasil menggagalkan aksi tersangka.

“Tadi saya lihat tersangka sudah dorong motor dan pakai helm saya,” ujar sang korban, Boim

Beruntung, maling motor yang ditangkap tidak sempat diamuk massa karena langsung diamankan oleh petugas keamanan setempat yang langsung membawanya ke pos keamanan di RW 8 tersebut.

“Kami petugas keamanan awalnya ngira tersangka sebagai orang gila, karena tidak pakai baju dan memang terlihat bolak-balik, tapi ternyata ada warga yang lapor ke kita kalau orang tersebut adalah pencuri motor,” ujar Atep, petugas keamanan RW 8.

Ini wajah pelaku yang kepergok mencuri motor warga di Tegallega

Tersangka yang belum diketahui identitasnya itu kemudian langsung dibawa pihak kepolisian ke Polsek Bogor Tengah guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Lurah Tegal Lega, Ervin Yulianto membenarkan bahwa di wilayahnya memang sering terjadi kehilangan motor.

“Di Tegal Lega memang sering kehilangan motor. Bahkan minggu pertama saya tugas di sini pun langsung 2 motor yang ludes,” ujarnya singka

Pemkot Bogor Pungut Rp95 Milliar dari Resto-resto

BOGOR DAILY– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor tahun 2016 baru saja dilaporkan Wali Kota Bogor Bima Arya. Dari laporan tersebut, diketahui jumlah pajak tahun kemarin naik hingga Rp 158,5 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Pendapatan terbesar berasal dari penerimaan pajak di sektor pariwisata, khususnya resto-resto yang ada di Kota Bogor. tak tanggung-tanggung, Pemkot Bogor sanggup memungut pajak capai Rp95,4 milliar dari rest-resto yang ada,

“Sementara untuk pajak hotel dan pajak hiburan, masing-masing memberikan kontribusinya sebesar Rp 71,1 miliar dan Rp 24,1 miliar,” kata Bima dalam Rapat Paripurna terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Wali Kota Bogor tahun 2016, di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, baru-baru ini.

Tingginya pendapatan dari ketiga jenis pajak itu, lanjut Bima, besar kemungkinan lantaran dampak dari penggunaan tapping box yang dipasang. Pemasangan tapping box sendiri  telah dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah di hotel-hotel dan restoran.

Secara total, pendapatan daerah Kota Bogor tahun 2016 mencapai lebih dari Rp 2,1 triliun. Bima menyebut, tercapainya pendapatan sebesar itu berasal dari kontribusi antara lain oleh PAD tahun 2016 yang terealisasi sebesar Rp 784,7 milyar atau mencapai 107,79 persen dari target sebesar Rp 728 milyar.

“Dengan jumlah sebesar itu, berarti PAD tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 158,5 milyar bila dibanding dengan PAD tahun 2015, atau naik sekitar 25,2 persen. Perolehan PAD sebesar itu dikontribusi oleh pendapatan sektor pajak daerah sebesar Rp 429,1 milyar atau 105,70 persen dari target sebesar Rp 465,6 milyar,” papar Bima.

Diketahui, pendapatan sektor pajak ini mencapai 63,95 persen dari total PAD. Persentase ini mengalami kenaikan karena di tahun 2015, dominasi sektor pajak daerah pada PAD hanya mencapai 61,77 persen. (bd)

Disidak Bupati, Jalan Lingkar Dramaga Dikebut September Beres

BOGOR DAILY– Sembilan tahun menunggu akhirnya bulan November  tahun 2017 proyek jalan Lingkar Dramaga (JLD) tahaf dua sudah bisa digunakan.  Untuk memastikan lahan yang akan digunakan JLD, Bupati Bogor, Nurhayanti bersama Kepala Dinas PUPR, Yani Hasan, Camat Dramaga, Baehaki, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno meninjau ke empat titik dari mulai Desa Laladon, Kecamatan Ciomas  sampai dengan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga

Menurut Bupati Bogor, Nurhayanti jalur jalan raya Dramaga merupakan jalur prioritas di wilayah barat Kabupaten Bogor, maka pembangunan jalur lingkar Dramaga segera di percepat.  Tahaf satu, sudah dikerjakan yaituh di belakang terminal, sekarang di lajutkan ke tahaf dua Kecamatan Dramaga.

“Lahannya sudah dibebaskan, sekarang tinggal menunggu lelang proyek saja,”katanya .

Untuk pengerjaan tahaf dua, lanjutnya.  proyek pembangunan jalan sepanjang 3,7 Kilometer di mulai dari Desa Ciherang sampai dengan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, yang nantinya keluar di Duta berlian.  akan tetapi Pemerintah Kabupaten Bogor akan merencanakan membuka jalur sampai melewati Kampus IPB Dramaga dan daerah Cihedeung.

” Karena site plan Dramaga Cantik dan Dramaga Tower ada jalan besar yang di bangun terkoneksi dengan jalan, masyarakat mempunyai beberapa alternatif sebagai jalan keluar,”bebernya.

Ia juga menambahkan, bahwa pembebasan lahan sudah dilakukan semuanya dan tahap pertama akan selesai pada tahun ini. Setelah rampungnya jalan, diharapkan  arus kemacetan di sepanjang jalan Raya Dramaga bisa teruraikan. “Tahun ini, proyek JLD tahaf dua sudah harus selesai, ”katanya

Senada dengan Bupati,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor Yani Hassan menjelaskan,  proyek pembangunan jalan sepanjang 3,7 Km dan lebar 15 meter ini secepatnya dilelang oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

“Saat ini berkas proyek pembangunan jalan lingkar Laladon-Dramaga  sedang disusun dan secepatnya dilelang. Kami berencana bulan November 2017 jalan lingkar ini sudah siap digunakan,” kata Yani Hassan.

Semenetara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno berharap pembangunan jalan lingkar Laladon-Dramaga ini tidak hanya dilaksanakan hingga Hotel Duta Berlian, tapi hingga Leuwiliang, Ciampea hingga ke daerah barat lainnya.

“Kami harap pembangunan jalan lingkar di jalan nasional ini tidak hanya berhenti di Dramaga, tapi juga membangun jalan lingkar Utara Barat atau

Heboh! Ulama Bogor Tolak ‘Jabar Bershalawat’, Ini Alasannya

BOGOR DAILYRencana kegiatan Jawa Barat (Jabar) Bershalawat yang rencananya akan berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak. Kegiatan yang akan berlangsung pada Sabtu (8/4) itu dikabarkan memiliki muatan politis sehingga mendapatkan penolakan.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor Romdon mengaku tak mempersoalkan kegiatan Jabar bershalawat berlangsung di Kabupaten Bogor. Akan tetapi, kegiatan tersebut diduga merupakan rangkaian dari aksi 212 di Jakarta, sehingga seluruh umat NU sudah menolaknya, karena acara keagamaan tersebut dianggap bermuatan politis. “Kalau kami menyarankan masyarakat agar melakukan salawat di rumah masing-masing,” kata Romdon.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Doni ini, NU dan seluruh tokoh agama di Kabupaten Bogor juga sudah melakukan rapat. Dari hasil pertemuan itu, NU sepakat untuk menolak kegiatan yang hendak dilakukan di kompleks Pemkab Bogor. Sehingga, ia berharap, ketentraman dan kedamaian masyarakat Kabupaten Bogor yang sudah terjalin selama ini, jangan dirusak dengan acara yang bermuatan politik. “NU tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa di Jakarta. Para ulama NU sudah menolak, setiap upaya yang memecah belah anak bangsa. Tetapi saya tegaskan NU tidak melarang kegiatan salawat. Yang kami tolak itu, bukan acara agama tapi ada muatan lain,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Aji. Pihaknya juga tidak melarang kegiatan salawat tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan penelusuran terlebih dahulu informasi-informasi tersebut agar tidak menjadi informasi yang mengandung fitnah dan hoax. “Kami akan menggali kebenaran seluruh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan acara tersebut,” kata Mukri Aji.

Menurut Mukri, memang sudah ada proses perizinan yang ditempuh oleh mereka untuk kegiatan tersebut. Namun, kegiatan itu mendapatkan penolakan, bukan kepada salawat yang hendak dilakukan melainkan lebih kepada jaminan keamanan. “Saya berharap niatnya baik outnya juga baik. Karena salawat itu perintah Allah, tetapi jangan sampai dinodai dengan adanya miskomunikasi, saya kira ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucapnya.

Ia menambahkah, acara yang dihadiri puluhan ribu massa sangat memerlukan antisipasi keamanan, baik yang dilakukan pihak kepolisian atau panitia, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Karena untuk menjaga nyawa ulama, nyawa habaib, untuk menjaga itu. Bagaimanapun nilai maslahatnya menjadi utama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengaku, telah menerima pengajuan acara dari panitia Jabar Bershalawat yang hendak menggunakan lapangan Tegar Beriman sebagai kegiatan acaranya. Akan tetapi, belakangan ini dengan adanya berbagai pertimbangan termasuk akan menganggu aktivitas kegiatan di Pemkab Bogor, pemerintah daerah menolak penggunaan lapangan Tegar Beriman yang berada dalam area perkantoran Bupati Bogor.

“Kami sudah menerima surat dari panitia acara yang meminta lapangan dipakai. Tapi kami menolak lapangan dalam lingkup pemerintah Kabupaten Bogor ini dipakai. Ada beberapa pertimbangan, salah satunya, karena banyaknya objek vital VIP,” kata Adang.

Namun demikian, sambung Adang, pihaknya telah memberi solusi kepada panitia untuk menggunakan lapangan parkir di luar stadion Pakansari, untuk melaksanakan acara Jabar Bershalawat. “Panitia sudah kami beritahu. Jawaban panitia, mereka tidak keberatan jika harus pindah ke parkiran stadion,” tutupnya. (bd)

Hidup dari Jualan Gemblong, Kakek di Puncak Ini Ditinggal 4 Anaknya

BOGOR DAILY Teriknya matahari tidak menghalangi langkah kaki mengaiz rezeki.  Siang itu, terlihat  seorang lelaki berkulit keriput tampak semangat menunggu setiap pemilik mobil membuka kacanya.

Dengan berbalut kemeja lusuh dan peci hitam, lelaki tua itu jalan tegopoh-gopoh menawarkan kantong berisi gemblong. Setiap hari ia menjinjingnya untuk dijajakan ke setiap pengendara yang  melintas di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Dia lah, Abah Hadi, pria senja yang masih harus berjuang mencari nafkah di jalanan.

Ia tak sungkan-sungkan untuk menebar senyuman kepada pengendara yang melintas, seraya menawari gemblong dagangannya.

Salah satu lokasi favoritnya untuk berjualan gemblong adalah di Parkiran Cimory II.

Setiap mobil yang keluar masuk Cimory, pasti ia sambangi.

Saya sudah 85 tahun. setiap hari saya berjulan di sini,” katanya saat ditemui  di depan Cimory II Jalan Puncak Bogor Cipayung, Selasa (04/04/17).

Lanjutnya, ia sudah lama hidup sendiri sejak istrinya meninggal dunia. Empat orang anaknya sudah mempunyai keluarga masing dan memilih meninggalkan Hadi seorang diri di rumah dengan berjualan gemblong.

“Sudah 4 tahun saya berjualan. Kalau gak jualan saya mau dapat uang dari mana,” ungkapnya dengan nada pelan.

Selama itu ia berjualan dengan kemampuan berjalan dan pendengaran yang sudah mulai berkurang‎.

‎Kakek asli Bogor ini mengatakan, pendepatannya perhari dari pagi hingga sore itu tidak tentu.

“Yah, kalo tiap harinya, pendepatan cuma Rp 40 hingga 50 ribu, kadang kurang. Gak tentu,” ungkapnya

Jadi Tradisi, Tiap Bulan PKL di Bogor Disikat. Ada Efeknya?

BOGOR DAILY– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota lagi-lagi mengacak-acak pengendara mobil nakal sekalgus PKL yang mangkal di jalan protokol. Aksi ini dilakukan petugas gabungan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim). Seperti di  Jalan Pajajaran, Jalan Otista, MA Salmun, Dewi Sartika.

Dari penertiban itu,  pemkot menyita gerobak dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang nekat buka di trotoar dan badan jalan. Tidak sampai di situ, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah helm milik para pengendara sepeda motor yang kendaraannya parkir di atas trotoar sehingga mempersempit dan menyulitkan para pejalan kaki.

Salah seorang warga yang melihat proses penertiban mengaku heran dengan aksi pemkot. Menurutnya, giat itu hanya sekadar seremoni. nyatanya meski ditertibkan, pedagang nakal tetap bebas membuka lapaknya di hari-hari lain

“Heran juga sih, tiap bulan diacak-acak tapi ngaruh enggak. Ada lagi ada lagi, jadi percuma,”sindirnya

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, upaya penertiban ini jadi tradisi yang rutin dilakukan tiap bulan. Selain sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum, langkah itu juga diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mensterilkan kawasan-kawasan terlarang bagi PKL dan ojek online. “Semua ini dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan memberikan kenyamanan untuk warga. Karena warga Bogor berhak mendapatkan kenyamanan dikotanya sendiri,” ujarnya.

Pemkot Bogor juga akan secara rutin melakukan penertiban sebulan sekali. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelanggarnya dan tentu akan memberikan kenyamanan lebih kepada warga lainnya yang menggunakan fasilitas publik. “Setelah ditertibkan PKL akan selalu ada kembali, dan untuk antisipasinya kita akan razia rutin para PKL ini apalagi sekarang sudah ada tenaga tambahan,” terangnya

Selain berhasil mengamankan sejumlah gerobak dan lapak PKL serta helm, petugas gabungan juga mengempiskan dan menggembok beberapa kendaraan roda empat yang parkir secara liar di kawasan sekitar stasiun. “Mereka ini kebiasaan bibir jalan dan dapat mengakibatkan kemacetan, maka itu kita akan gembok bannya. Dan jika mereka akan mengambil mereka harus datang kekantor,” papar Kadishub Kota Bogor Rakhawati. (bd)

 

Mendagri Cetak 7 Juta Blanko E-KTP, Warga Bogor Tagih Jatah

BOGOR DAILY–  Delapan bulan sudah blanko KTP elektronik (e-KTP) kosong. Kementrian Dalam Negeri akhirnya menandatangani kontrak untuk percetakan blanko sebanyak tujuh juta keping. PT Pura Barutama terpilih jadi pemenang tender proyek yang sempat macet. Rencananya, April ini blanko tersebut akan didistribusikan ke daerah-daerah, termasuk wilayah Bogor.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor (Disdukcapil) Dodi Ahdiat mengatakan, sebanyak 55 ribu warga Bogor sudah melakukan perekaman data untuk e-KTP. Saat ini pihaknya tinggal menunggu pengiriman blanko untuk dicetak.

“Memang kami juga sekarang masih menunggu. Mudah-mudahan April ini bisa didistribusikan,” kata Dodi.

Meski begitu, ia ragu jika tujuh juta keping yang ditargetkan Kemendagri itu sanggup memenuhi kekosongan blanko e-KTP yang ada di seluruh daerah.

“Kalau baru tujuh juta keping, kemungkinan tidak akan terpenuhi untuk semua kota/kabupaten ya. Kota Bogor sendiri membutuhkan sekitar 55 ribu, jadi semoga itu bisa kami dapatkan,” ujarnya.

Mendagri Tjahjo Kumolo memastikan pendistribusian akan dilakukan bertahap ke beberapa daerah hingga selesai pada April ini. Untuk selanjutnya, pihaknya akan menyediakan sebanyak tiga juta lembar blanko e-KTP untuk yang baru mendaftar.

“Mulai bertahap yang 4,5 juta yang tertunda menerima blankonya (pada April ini, red), mudah-mudahan sudah kita distribusikan. Terus kami menyediakan per tahun tiga juta untuk yang KTP dari bujangan ke menikah, dari remaja ke dewasa, yang rusak, yang pindah alamat itu rata-rata per tahun lima juta sudah,” jelasnya.

Selain itu, Tjahjo juga menjelaskan sedang dilakukannya tender pemeliharaan server yang sebelumnya dipegang perusahaan asal Amerika Serikat. “Itu akan ditarik ke perusahaan lain,” katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Kepala Disdukcapil Oetje Subagdja mengaku belum mendapatkan informasi soal jatah blanko e-KTP yang akan diterima. Ia berharap pengiriman blanko tersebut bisa segera terealisasi.

“Infonya memang mau diambil provinsi, mudah-mudahan prosesnya cepat,” kata dia.

Menurutnya, hingga saat ini daftar tunggu warga Kabupaten Bogor yang sudah melakukan perekaman mencapai 184 ribu orang dan tinggal menunggu blanko dari pusat. Jika ditotal maka dari wilayah Bogor Raya ada 239.000 warga yang menanti kedatangan blanko pusat. (bd)

 

Dicekoki Miras, Siswi SMP dicabuli Penganguran

BOGORDAILY – Polsek Bojong Gede mengamankan AFT (21), pelaku pencabulan anak di bawah umur. AFT diamankan dari rumahnya di Kampung Sudimampir, Bojong Gede, Selasa (4/4) pagi.

Pemuda pengangguran itu hanya pasrah ketika polisi membekuknya.

“Dia sedang di sekitar rumahnya. Diamankan tanpa perlawanan,” kata Kapolsek Bojong Gede Kompol Siswanto, Selasa (4/4).

Dari keterangan yang didapat, pelaku mencabuli seorang siswi kelas 2 SMP. Kejadian itu dilakukan di rumah pelaku ketika suasana sedang sepi.

“Pelaku mengerjai korban di loteng lantai 2 rumahnya,” ungkapnya.

Korban dicekoki dengan minuman keras. Setelah tak berdaya, baru korban digagahi. Pelaku dengan korban sudah kenal baru dua minggu.

“Pelaku menenggak minuman keras lalu juga mencekoki korbannya dengan minuman keras hingga tidak berdaya,” ujarnya.

Kemudian pelaku diantarkan ke rumah temannya. Di sana korban juga bertemu orang tuanya.

“Saat korban diantarkan pelaku ke rumah temannya ada orangtuanya dan mengaku telah dicabuli pelaku,”. katanya.

Pelaku sudah diamankan polisi berikut barang bukti berupa pakaian korban, visum korban dari rumah sakit Polri Kramat Jati. Pelaku diancam Pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman di atas 15 tahun penjara,” tutupnya.(merdeka)