Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9123

Polisi Gerebek Markas Judi Online Internasional di BNR

BOGOR DAILY– Markas perjudian ‘online’ jaringan internasional di Bogor akhirnya terbongkar, Jumat (31/3) siang kemarin.  Sebuah ruko di kawasan Bogor Nirwana Residance (BNR) rupanya sudah tiga bulan menjadi sarang 28 pelaku melancarkan aksinya. Meski terbilang baru, namun anggotanya sudah tersebar di banyak daerah. Dalam  sehari, omsetnya mencapai Rp5 miliar.

Satuan Reskrim (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mmenggerebek sindikat perjudian dengan nama beken ‘Jamuzu Corp’. Di Ruko Green Soho Valey Kompleks Bogor Nirwana Residence (BNR) itulah, sebanyak 22 orang dipekerjakan menjadi operator. Sedangkan, enam orang lainnya menjalani peran sebagai administrator (3 orang), manajer (3 orang) dan dua orang jadi pimpinanya. Seluruhnya diringkus polisi tanpa perlawanan.

Kepala Polresta Bogor, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengaku telah mengincar sindikat ini sejak awal tahun berdasarkan informasi warga.

“Kami menerima informasi adanya praktik perjudian ‘online’ sepakbola, langsung ditindaklanjuti oleh Kasatreskrim, hingga pukul 13.00 WIB dilakukan penangkapan kepada sejumlah orang di lokasi perjudian,” Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya di Makopolresta Kedung Halang, Jumat (31/3) tadi malam.

Untuk ikut dalam perjudian ‘online’ tersebut, pelanggannya harus membayar uang mulai dari Rp100 ribu tarif terendah hingga Rp500 ribu. Konsumen   yang sudah membayar akan mendapat ID dan password untuk bisa masuk ke akun perjudian ‘online’ tersebut.

ID tersebut dikirimkan langsung oleh bos besarnya di Filipina melalui manajer di Bogor “Nomor yang didapat dari Manila, dilempar ke admin, lalu dari admin dikirim ke operator. Di antara ketiganya terjalin komunikasi, pelanggan yang mau ikut akan mendapatkan nomor ID dan password setelah membayar sejumlah dana,” ujarny.

Ulung menyebutkan, dari keterangan pelaku praktek perjudian ‘online’ tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Diperkirakan, jaringan tersebut juga terdapat di beberapa kota dan jumlahnya mnecapai ribuan orang petaruh.

“Petaruh langsung berhubungan dengan permainan, jadi menang atau tidak yang tahu jaringan atas,”terangnya

Selain menangkap pelaku, polisi juga penggeledahan seisi ruangan. diamankan sejumlah barang bukti diantaranya lima unit laptop, perangkat wifi, 44 unit telepon genggam android, tiga CCTV, kursi, belasan earphone, satu unit televisi dan sejumlah berkas-berkas, serta buku catatan nomor contak pelanggannya.

Bila dihitung dengan tarif terendah 100 ribu dan jumlah pelanggan yang ribuan dan tersebar di Indonesia,  Ulung menaksir omset yang diraup pelaku dalam seharinya bisa mencapai Rp5 miliar

“Ya, kalau lihat dari jumlah opeator dan kewajiban menebus  nomor ID sebesar 100-500 ribu, bisa sampai 5M per hari,”kata Ulung.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Chondro Sasongko menyebutkan, operator yang dipekerjakan oleh jaringan judi ‘online’ tersebut kebanyakan perempuan. Mereka menerima gaji berkisar antara Rp2,5 juta sampai Rp4 juta per bulan.

“Kami masih melakukan pendalaman, dari catatan mereka penggunanya sudah ribuan orang,” kata Chondro.

Menurut Chondro, para pelaku dikenai Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan Undang-Undang ITE. Ancaman bisa mencapai 10 tahun.

Awas! Teror Piton Sampai ke Rumah-rumah di Bogor

BOGOR DAILY– Tak hanya di Kalimantan,  teror piton juga terjadi di wilayah Bogor.  Sejumlah warga di tiga wilayah dikejutkan dengan munculnya  ular raksasa yang masuk ke rumah. Selama Maret lalu, tiga piton ditemukan di rumah warga. Ada yang muncul di dapur, kolong kasur, hingga terakhir binatang mengerikan ini ada di selokan  dapur. Seperti yang kemarin menggemparkan  Kampung Sindang Barang, kemarin.

Di Kelurahan  Sindangbarang, warga RT 03/05  M Fany Fauzi (19) dikagetkan dengan munculnya ular piton di selokan rumah. Hewan berukuran 2,8 meter ini terurai panjang tepat di lubang saluran air.

Ini berawal saat Fany merasa air yang mengalir ke saluran pembuangan tersumbat.   Saat diperiksa, ia pun kaget bukan kepalang melihat seekor ular piton raksasa ada di selokan. Saat ingin ditarik, ular itu justru masuk ke  pipa berukuran 2 ins tersebut. “Malah masuk ke pipa paralon, saya tarik buntutnya tapi licin. Saya tarik bertiga pakai kain juga tetap tidak bisa. Akhirnya saya panggil paman saya yang memang biasa tangkap ular,” tuturnya.

Setelah ditangkap, mulut ular tersebut langsung diikat menggunakan lakban. Tapi, beberapa saat setelah diikat, ular tersebut memuntahkan dua ekor tikus. Ia pun  curiga piton itu pula yang belakangan  memangsa bebek peliharaannya.

“Kemarin bebek saya mati kepalanya rusak, kayanya sama ular ini. Soalnya kalau dimakan tikus pasti digrogotin semua,” ungkapnya.

Ular terebut kini ditempatkan di sebuah kandang berukuran 1 meter x 1 meter. Keberadaannya menarik perhatian warga sekitar, sehingga banyak anak kecil yang mengerumuni kandang tersebut. Fany pun belum memiliki rencana akan diapakan ular teresbut nantinya.

Sementara itu, pada  Senin (13/3) lalu, ular jenis ini juga membuat geger warga Kampung Kabandungan, RT 01/04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Bobotnya seberat 20 kilogram itu  menyelinap masuk ke dapur rumah warga, Yunus (35) sekitar pukul 11:30 WIB.

Kepala ular itu tiba-tiba muncul dari sela perabotan dapur. “Jadi awalnya Ibu Neneng (istri Yunus) mendengar suara tokek di dapur. Tidak lama, kepala ular muncul Terus teriak,” ujar Memed (37) salah satu pawang saat menangkap ular

Mendengar teriakan, para tetangga lainnya mencari warga yang punya nyali menaklukan ular. Sampai-sampai ia harus  membobol tembok belakang rumah.

“Ularnya lari. Awalnya lari ke plavon rumah. Terus ular masuk sela-sela rumah. Untuk menangkap, terpaksa membobok tembok. Karena celah sangat sempit dan dalam,” ujarnya.

Dari deretan penemuan, teror piton di Desa Ciderum Kecamatan Caringin yang paling menggemparkan pada Sabtu (4/3) lalu.  Ular bermotif batik itu tiba-tiba melingkar di bawah tempat tidur rumah warga di Jalan Raya Mayjen HE Sukma, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Bogor.

Setelah ditangkap hidup-hidup dari bawah tempat tidur, Koko, sang pawang ular kemudian berhasil menangkap, dan membawanya untuk dipelihara.

Komunitas pencinta ular, SIOUX Snake Rescue (SSR) pun buka suara soal maraknya ular piton yang keluar dari habitatnya.

Menurut Pelaksana Umum SIOUX Snake Rescue Kisut Kisin, meski ular piton tidak berbisa, namun  masyarakat harus tetap waspada. Kisin mengatakan, alasan ular bisa sampai masuk ke permukiman penduduk karena mereka melakukan aktivitas, seperti mencari makan, ganti kulit, dan kawin. Mereka akan mencari tempat yang dirasa aman untuk bersembunyi.

“Ular bersembunyi di tempat yang aman menurut dia. Bisa di dalam sepatu, loteng, lemari, kolong tempat tidur. Kalau di selokan itu kan banyak makanan dia, seperti tikus,” ucap Kisin.

Karena itu, Kisin menyarankan, agar rumah tidak dimasuki ular, jangan ada makanan ular. “Rumah harus bersih, jangan kasih alasan ular masuk ke rumah,” katanya.

Sementara itu, Peneliti herpetologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Mirza D Kusrini juga menambahkan, saat seekor ular keluar dari habitatnya itu menandakan jika sang ular kekurangan mangsa. Ini bisa berakibat fatal, hingga piton nekat  memangsa manusia. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kalimantan.

“Walau tidak banyak, dalam kondisi tertentu, piton bisa memangsa manusia. Ini karena lahan tempat bersemayam makanan piton seperti babi hutan dan rusa, sudah digusur manusia dengan menanam kelapa sawit. Karena yang dicari untuk makan sudah tak ada, sementara ularnya lapar, maka manusia di makan, walau diakui piton itu bisa memangsa apapun, karena sifat hewan melata ini oportunis,”tandas peneliti IPB ini. (met/bd)

 

Kong Acep dan Bang Halim

0

Kong Acep, usianya sekitar 60 tahun. Seorang kakek yang sudah memiliki dua cucu. Sementara mantunya bernama Halim.

Usia Halim sekitar 37 tahun. Berbadan besar. Sering telanjang dada dan memanggul kayu. Saya memanggilnya Haji Halim sebagai doa agar Bang Halim bisa segera menunaikan ibadah hajinya.

Keduanya, warga Desa Jabonmekar, Kampung Sawah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Mereka saya kenal sejak tahun 2000. Nyaris 17 tahun kami bersahabat.

Kong Acep dan Haji Halim adalah orang Bogor tapi berdialek Betawi. Berbicara blak-blakan. Ceria. Egaliter. Terbuka dengan pihak manapun. Tanpa membedakan asal-usul dan agama.

Keduanya adalah bandar kayu kampung. Kayu Nangka, Duku, Gowok, Manggis, Cemara. Semuanya tersedia. Kayu-kayu yang ditebang oleh mereka berasal dari pohon yang tumbuh di wilayah Parung, Depok dan Sawangan.

Selama 17 tahun saya berbisnis dengan mereka. Orang-orang sederhana dan jujur. Mereka memanggil saya “Boss” karena saya setia membeli kayu mereka selama 17 tahun. Sudah ratusan atau mungkin ribuan kubik kayu sudah saya beli dari mereka.

Walau saya dipanggil “Boss”, tetap saja ucapan “Elu” dan “Gue” terlontar dalam setiap pembicaraan kami. Dengan tanpa jarak.

Kong Acep dan Bang Halim tahu saya berprofesi sebagai pengacara senior. Tapi itu tidak membuat kami menjadi kikuk.

Suatu kali saya melihat Kong Acep meracik Lempuyang, Jahe dan beberapa bahan lain.

“Kong, elu lagi ngeja apa tuh…???

“Ngeja” adalah diksi kaum Betawi Parung dan sekitarnya yang berarti membuat, mengerjakan (kerja).

“Mau tau aja luh. Kalau mau Gua bikinin nih biar bini luh puas,” katanya dengan logat bahasa yang bikin tersenyum.

Saya menjadi paham ternyata Kong Acep sedang meracik jamu “pusaka” yakni untuk stamina pria. Kong Acep memang pengantin baru. Setahun lalu dia menikah lagi. Dia ditinggal istri pertamanya yang wafat.

Sekali waktu, dia dan saya terlibat perdebatan tawar-menawar kayu borongan. Kong Acep berujar pada mantunya Bang Halim: “Tu (mantu) Si Boss mah ini udah mau minterin kita. Lah kayu segunung begini di tawar murah banget,” ujarnya.

“Kebangetan luh, Boss. Masa kayu-kayu botoh (cakep) gini luh tawar murah. Luh mah udah jago sekarang. Susah gua jual kayu dapat untung gede sama luh,” tambahnya.

Diakhir perdebatan, tiga ikat uang dengan lak dari bank sudah berpindah tangan. Dan kami pun tertawa bersama atas kesepakatan yang baik itu.

Saya bersyukur kenal dan menjadi sahabat mereka. Selama 17 tahun waktu yang tidak singkat. Keahlian jenis kayu, ukuran dan kegunaan masing-masing jenis kayu serta cara menaksir harga kayu, dapat saya serap dari mereka.

Termasuk pula menaksir harga kayu baik dalam kondisi pohon tegak maupun dalam bentuk tebangan dan kayu olahan.

Bang Halim juga terinspirasi dengan profesi saya sebagai pengacara. Sehingga anak pertamanya yang lulus dari Pesantren Choirunnisa akhirnya kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Mengambil jurusan Hukum  Syariah. IPK-nya juga 3,5. Suatu pencapaian yang baik.

Saya sering datang ke rumah mereka untuk ngobrol di tengah kepenatan pikiran untuk refreshing.

Berbicara dengan Kong Acep selalu menggembirakan. Tidak ada kepalsuan. Blak-blakan. Tidak ada bicara agama yang membuat segegasi. Laku lampah. Perkataan dan perbuatan baik yang menghargai sesama menjadi tujuan. Tempat mereka bagaikan oase yang menyegarkan.

Ditambah lagi oleh istri Bang Halim: “Ceu Aan”. Yang masakannya enak sekali. Dia juga selalu mempersilakan siapapun tamu untuk makan gratis di dapurnya.

 

Salam Damai dari Jabon Parung

 

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia dan Ketua Umum Front Pembela Indonesia)

Hukum Yang Tidak Rumit

0

Saya mengikuti acara berita di Fox Crime. Beritanya tentang petugas imigrasi dan polisi (Border Security and American Frontline) di Bandara John F Kennedy (JFK) Amerika Serikat.

Petugas imigrasi dan polisi ini menjaga wilayah perbatasan Kanada-Amerika. Mereka memeriksa pelintas batas baik warga Amerika maupun asing yang akan masuk ke Amerika.

Singkat cerita. Di Bandara JFK, New York, dua orang warga negara Vietnam turun di bandara. Barang bawaan mereka diperiksa. Lalu ditemukan uang sebanyak 62 juta dolar! Pada dua sisi lembar uang, satu sisi memang mendekati asli. Namun, pada sisi lain terlihat secara kasat mata uang itu palsu.

Pemalsuan uang adalah sebuah tindak kejahatan di Amerika Serikat. Sama seperti di Indonesia. Lalu kemudian apa yang terjadi?

Uang palsu tersebut disita dan kedua warga negara Vietnam itu diizinkan masuk ke AS tanpa uang palsunya. Tidak ada proses hukum dan penahanan.

Mengapa demikian? Ternyata kedua warga Vietnam itu mengaku bahwa uang palsu tersebut akan dibakar dalam upacara pemakaman keluarganya.

Petugas kemudian mengecek pada keluarga turis Vietnam yang bermukim di AS itu. Terkonfirmasi bahwa benar ada acara ritual pemakaman.

Dan tanpa perlu rumit, uang palsu itu disita. Dua pengunjung tersebut dipersilahkan masuk AS. Simpel dan tidak berbelit.

Pada kasus lain, dua pekerja AS ingin menyeberang ke Kanada. Sampai di wilayah perbatasan AS-Kanada, petugas memeriksa mobil pekerja tersebut. Dan ternyata ditemukan remah-remah Mariyuana.

Kedua pekerja itu lalu diperiksa darahnya. Hasilnya negatif. Akhirnya kedua pekerja tersebut diizinkan melintas ke Kanada.

Lagi-lagi simpel. Tidak rumit. Mereka memang diperiksa dari mana remah-remah Mariyuana tersebut, siapa yang pakai, dan lain-lain.

Bahkan dua pekerja tersebut dapat bonus saran. Bahwa lain kali kedua pekerja itu harus membersihkan mobilnya dengan vakum dulu.

Bagaimana jika di Indonesia? Bisa diduga dua warga Vietnam dan dua pekerja tersebut akan diperiksa intensif. Jadi tersangka dan lain-lain.

Tidak membuat rumit hukum adalah salah satu jalan agar penghargaan pada aparatur hukum bisa meningkat. Tentu saudara bisa berbeda pendapat dengan saya.

 

Salam,

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia dan Ketua Umum Front Pembela Indonesia)

VIDEO: Massa Aksi 313 Menyerbu Stasiun Bogor Menuju Masjid Istiqlal

BOGORDAILY- Massa peserta aksi 313 berangkat menggunakan transportasi kereta comuterline dari Stasiun Bogor menuju Jakarta, Jumat (31/3/2017) pagi. Mereka pun menuntut keadilan kepada pemerintah untuk menghukum Gubernur Non Aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Sementara itu pihak Stasiun Bogor belum menyiapkan jadwal kereta tambahan dengan adanya aksi ini dan masih bersifat situasional, apabila terjadi lonjakan penumpang di arus kepulangan menuju bogor. Sejumlah aparat kepolisian pun tetap disiagakan di Stasiun Bogor untuk menjaga situasi keamanan agar tetap terjaga. (wan)

DLH Getol Gembleng Kader PKK Pilah Pilih Sampah

BOGOR DAILY–  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memberikan pelatihan khusus, cara mengelola sampah kepada sejumlah kader PKK Bojonggede.

Ini ditujukan untuk meraih target piala adipura seklaigus mendorong pencanangan Bupati Bogor Nurhayanti atas visinya membuat wilayah Bogor bebas sampah 2020 mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Atis Tardiana mengatakan, seluruh kader PKK diberikan pemahaman tentang manajemen pengelolaan bank sampah.

“Mulai dari  cara pemilahan sampah, proses pendaur ulangan sampah basah dan kering sekaligus dikenalkan Konsep Pusat Olah Sampah (POS) Pilah Angkut Nabung Daur Ulang Agar Indah (PANDAI),”beber Atis di sela acara yang berlangsung di rumah kepala desa, Kamis (30/3), kemarin.

Tak hanya itu, melalui kegiatan ini pihaknya juga ingin agar masyarakat dapat menambah wawasannya tentang bagaimana proses pengelolaan sampah yang benar. Sehingga, persoalan sampah rumah tangga bisa teratasi.

“Kami ingin mengampanyekan gerakan pemilahan sampah. Harapannya, agar persepsi masyarakat masyarakat bisa berubah bahwa sampah itu tanggungjawab bersama antara masyarakat, pemerintah dan swasta,”terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Desa Bojonggede, H.M. Zamhuri. Melalui kegiatan sosialisasi Bank Sampah yang digelar oleh DLH diharapkan akan tumbuh kesadaran masyarakat di wilayahnya untuk menabung sampah, sebagai upaya menyikapi permasalahan sampah.

“Kami juga ingin menekankan bahwa sampah itu sumber daya. Sampah bukan lagi sebagai barang sisa yang harus dibuang sebanyak-banyak nya ke TPA, tetapi harus dipilah agar menjadi sumber daya sesuai dengan jenisnya,” tandasnya (doy/bd)

Ustad Hasri Harahap dari Bogor Pimpin Aksi 313

BOGOR DAILY– Aksi 313 tetap dilanjutkan walau pimpinan aksi Muhammad Al Khaththath ditangkap polisi. Aksi 313 akan dipimpin Ustad Hasri Harahap. Selain Al Khaththath, wakilnya Irwansyah juga ditangkap polisi atas kasus makar

“Aksi kini dipimpin Ustad Hasri Harahap, dari Bogor,” jelas pengurus FUI Bernard Abdul Abdul Jabar

Menurut Bernard massa tetap akan bergerak dari Istiqlal usai salat Jumat menuju Istana. Massa meminta presiden menegakkan hukum. “Kami ingin gubernur DKI dicopot,” jelas dia.
Bernard juga menyampaikan aksi akan berlangsung damai. Tidak akan ada anarkis. “Kan polisi sudah berjaga,” tegasnya.
Sebelumnya, Muhammad Al Khaththath pimpinan aksi 313 ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Bernard menilai penangkapan ini merupakan penggembosan yang dilakukan polisi ke massa aksi 313. Selain Al Khaththath ikut ditangkap juga Irwansyah wakilnya, serta beberapa mahasiswa. “Ini bentuk ketakutan penguasa, bentuk kezaliman,” beber dia. (bd)

Selamat! Nurhayanti Jadi Bupati Perempuan Terbaik

0

BOGOR DAILY– Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Nurhayanti rupanya mendapat perhatian dari kalangan luas. Mulai dari  pengembangan sektor pariwisata yang memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisatawan yang datang ke Indonesia, Kabupaten Bogor mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata, serta meningkatnya kepuasan pelayanan publik dari tahun ke tahun Kabupaten Bogor juga mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Selain itu, Kabupaten Bogor mendapat Anugerah Parahita Ekapraya tingkat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) RI,  penghargaan sebagai Kabupaten Sadar Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM,  penghargaan Lencana Jasa Pratama dari PMI Pusat terkait kinerjanya dalam membina organis dan konsisten melakukan kegiatan kemanusiaan bersama PMI selama hampir 22 tahun serta banyak penghargaan yang diraihnya dalam berbagai bidang baik di tingkat provinsi maupun di tingkat pusat dalam kurun waktu 2016 lalu.

Majalah Women’s Obsession di hari ulang tahunnya ke-2 pada Kamis (30/3), di Segara Ballroom Hotel, Dharmawangsa, menganugerahkan Women Obsession  Awards 2017 kategori Best Women Regional Leaders kepada Bupati Bogor . Nurhayanti,   salah satu tokoh wanita inspiratif dari berbagai bidang.

Menurut Bupati Bogor, dengan diperoleh penghargaan Women Obsession Award akan memacu dirinya untuk ke depannya bekerja lebih baik lagi,  memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas sehingga pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah juga dirasakan di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Penghargaan ini menurut saya merupakan nomor sekian, akan tetapi langkah-langkah yang dilakukan adalah bagaimanan ketercapaian kinerja secara bertahap yang menjadi program prioritas yang tersusun dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.

Bupati Bogor pun mendedikasikan penghargaan tersebut kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. “Penghargaan ini khusus saya berikan untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” tandasnya

Penyidik Senior KPK Novel Dapat Surat Teguran, Ada Apa?

BOGOR DAILY– Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkap alasan dikeluarkannya Surat peringatan kedua (SP 2) pada penyidik senior KPK Novel Baswedan.  Menurut Agus, surat teguran itu diberikan karena  ada protes yang disampaikan Novel terkait dengan usulan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Aris Budiman terkait dengan posisi kepala satuan tugas (kasatgas) di KPK agar berasal dari Polri.
“Jadi komplainnya (dari Novel) memakai bahasa yang tanda kutip itu bisa menghina orang,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (31/3/2017).

Menurut Agus, surat dari Aris itu baru sampai ke tangan pimpinan KPK dan belum ada langkah lanjutan ke Mabes Polri. Agus mengatakan pimpinan KPK belum memutuskan apa pun terkait dengan usulan dari Aris itu.

“Itu kan baru usulan Dirdik ke Pimpinan (KPK). Pimpinan belum follow up itu ke Mabes Polri. Jadi sebetulnya belum ada langkah apa-apa dari Pimpinan ke Mabes Polri,” sebut Agus.

“Yang dari KPK ke Mabes itu suratnya masih terkait dengan AKP 2 tahun. Jadi belum ada apa-apa. Iya, memang biasanya seperti itu kan. Penyidik KPK itu 2 tahun AKP di Polri jadi penyidik di KPK. Itu pun mulai dari bawah,” ucapnya.

Agus pun kembali mengatakan bila usulan dari Aris itu belum ditindaklanjuti Pimpinan KPK dan sudah diprotes Novel. Padahal, Agus menyebut usulan itu bisa saja tidak diikuti.

“Nanti kan dipertimbangkan pimpinan, bisa aja nggak diikuti kan. Jadi kalau belum apa-apa sudah protes. Wong kita sendiri belum bergerak apa-apa kok gitu lho,” ucap Agus.

Priitt! Lurah Cantik Sempur Incar Pengendara Nakal

BOGOR DAILY– Pengendara yang membawa mobil ke Taman Lapangan Sempur siap-siap digembok petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Aturan larangan mobil parkir di sekitar Taman Lapangan Sempur akan berlaku mulai 1 April mendatang.

“Kecuali warga yang tinggal di wilayah Sempur ini, tetap diizinkan itupun akan dipasang stiker khusus di mobilnya,” ujar Lurah Sempur, Rena De Frina. Rena menjelaskan, penggembokan kendaraan akan dilakukan petugas Dishub yang melakukan pengawasan secara mobile di areal Taman Lapangan Sempur.

Rena mengaku bakal mengincar pengedraa nakal yang nekat memarkir kendaraannya sembarangan. “Kalau ada pengendara yang mengaku akan bertemu saudaranya di Sempur ternyata cuma parkir, baru akan digembok petugas,” katanya.

Lebih jauh kata lurah cantik ini, kepada seluruh warga Kota Bogor yang hendak datang ke Taman Sempur untuk parkir di luar area taman.

Kebijakan tersebut kata Rena merupakan upaya Pemkot Bogor menjawab keluhan warga Sempur yang merasa terganggu dengan banyaknya kendaraan yang parkir di sekitar Taman Sempur setiap akhir pekan. “Warga sedikit terganggu dengan kepadatan kendaraan, untuk itu dibuat kebijakan seperti ini. Ribet pasti tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, kita optimis saja semoga semua pihak mendukung dan berlangsung dengan baik,” katanya.

Bukan sekali ini Rena menjadi viral karena kebijakannya. Wanita yang selalu tampil menawan itu pun tak ragu untuk blusukan ke setiap sudut wilayah bisa mengetahui persoalan yang mesti dia selesaikan. Aksi blusukan itu sering dia lakukan dan dianggap sebagai pengganti olahraga (bd)