Friday, 3 April 2026
Home Blog Page 9143

Ternyata Ini Alasan Ezra Wallian Mau ‘Dibajak’ Indonesia

0

 

BOGOR DAILY-  Sang ayah, Glen Walian, buka suara terkait anaknya, Ezra Walian yang maun dinaturalisasi oleh Indonesia. Menurutnya, Ezra sejak kecil memang seperti ada di rumah ketika berkunjung ke Indonesia.

Memang, sebelumnya DPR RI melalui Komisi X sudah memberi persetujuan soal naturalisasi Ezra. Mereka menilai kalau Ezra memang pantas untuk ini.

Ezra sendiri bisa tampil kala Indonesia vs Myanmar di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (21/3) ini. Namun, ada pertanyaan yang masih merebak, yakni soal alasannya mau dinaturalisasi Indonesia.

“Saya berbicara dengan Ezra dan saya sedikit berpikir, oke saya memang lahir di Jakarta, tapi Ezra tahu indonesia sebagai negara untuk berlibur,” beber Glen.

Tak hanya itu, ia juga menganggap jika Indonesia memiliki budaya masyarakat yang ramah   “Indonesia menurutnya punya masyarakat yang ramah. Dia merasa seperti di rumah saat pertama kali datang.”imbuhnya

Glen menambahkan, kalau naturalisasi Ezra ini murni keinginannya. Tak ada sama sekali yang menekan keputusannya.

“Dia tak bisa menerangkan alasannya itu. Saya tak menekan sama sekali, itu murni dari dirinya sendiri,” tandas dia. (jp/bd)

Siap-siap, Juru Parkir di Suryakencana Mau Dipangkas

BOGOR DAILY-  Dinas Perhubungan Kota Bogor baru mewacanakan untuk diterapkannya parkir meter di kawasan Suryakancana dan Jalan Siliwangi. Penerapan ini mau tak mau akan mengurangi jumlah juru parkir yang ada di kawasan tersebut.

Kasi Perparkiran pada Dishub Kota Bogor, Rudi Parta Wijaya mengatakan dua kawasan tersebut akan dijadikan percontohan Tempat Parkir Elektronik (TPE).

Tahun ini kata dia, sedang dalam proses pembahasan, bagaimana kerja sama dengan perbankan. “Termasuk sistem integrator-nya. Anggaran TPE sebetulnya sudah diajukan pada tahun lalu namun tak terealisasi di tahun 2017,”ujarnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengajukan anggaran kegiatan pengadaan TPE untuk realiasasi tahun 2018. Tak tanggung-tanggung pengadaan sistem yang diklaim mampu mencegah kebocoran parkir itu mencapai Rp2,6 miliar untuk 20 unit alat parkir meter.

Meski sudah elektronik,  penerapan parkir tersebut masih akan memperkerjakan juru parkir dengan pembayaran menggunakan kartu E-money.

Pastinya juga juru parkir akan berkurang dan hal itu akan disosialisasikan lebih dahulu.“Kami juga sudah menyosialisasikan kepada ratusan juru parkir (Jukir)  menuju realisasi program parkir meter tahun 2018 mendatang,”ucapnya.

 

Ini Lho Dosen yang Ngaku-ngaku Jadi Tuhan

0

BOGOR DAILY– Polres Mataram memantau dosen Universitas Mataram (Unram) bernama Sabar Nababan yang bikin heboh media sosial karena mengaku sebagai tuhan dari agama yang disebutnya Agama Angkasa Nauli (AAN). Polisi memanggil pihak rektorat Unram untuk dimintai keterangan mengenai Sabar.

“Kami akan berkoordinasi dengan rektorat, apakah rektorat tahu kondisi yang bersangkutan ini atau tidak. Hari ini akan kami mintai keterangan dari pihak rektorat,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, Selasa (21/3/2017).

Lalu bagaimana Sabar bisa mengajar dengan kondisi mental yang terganggu? Menurut Muhammad, Sabar tidak memiliki masalah ketika berbicara mengenai hal-hal lain seputar ketuhanan.

“Memang dia dosen. Kalau kita tanya sih biasa saja jawabnya, tetapi begitu masuk ke masalah agama dia bersikukuh, menurutnya ‘saya kalau enggak ada perintah dari Tuhan Jahowa’, selalu begitu,” papar Muhammad.

Muhammad mengatakan bahwa Saban mengidap skizofrenia. Polisi mendapatkan kepastian itu dari pemeriksaan Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB. Sabar juga diketahui pernah berobat untuk menyembuhkan skizofrenia yang diidapnya itu ke Denmark.

“Kita mendapatkan surat dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB, yang isinya bahwa yang bersangkutan mengidap schizofrenia sejak 2015,” ujar Muhammad.

Sabar telah dimintai keterangan pada Senin (20/3) kemarin. Sejauh ini tidak ada proses hukum terhadapnya, hanya diminta tetap melapor ke polisi.

Kesal Memuncak, Warga Jampang Bakar Motor Pejambret

0

Aksi penjambretan terjadi di Jalan Raya Kemang, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Minggu malam (19/3). Beruntung , salah seorang pelaku yang diketahui bernama Yoga Nanda (24) berhasil diamankan warga. Karena emosi, motor pelaku yang digunakan untuk menjambret ikut dibakar hingga hangus.

Informasi yang dihimpun, aksi penjambretan terjadi sekitar pukul 20:20 WIB. Saat itu korban Andi Sufiyansah sedang mengendarai sepeda motornya bersama istri dan anaknya. Secara tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor Satria FU hitam tanpa plat nomor memepet korban dan merampas tasnya. “Pelaku ada dua orang yaitu Yoga Nanda yang membawa motor dan boncengannya yang diketahui bernama UYE,” kata Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Maulana.

Akibat dirampas secara paksa, korban sempat terjatuh dari sepeda motornya. Warga di sekitar yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong dan mengejar pelaku. Hasilnya, satu orang pelaku Yoga Nanda berhasil diamankan warga dan dibawa ke Mapolsek Kemang. Sementara teman pelaku Uye berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran. “Satu pelaku lain Uye berhasil kabur dengan membawa tas korban yang berisi satu buah handphone merek Samsung Galaxi V2 warna gold dan uang tunai Rp.170.000,” terangnya.

Selanjutnya, warga yang kesal akibat ulah pelaku membakar sepeda motor pelaku. Di lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan sepeda motor pelaku yang sudah dibakar. “Saat itu korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Sementara satu pelaku lain yaitu Uye yang diketahui warga Ciseeng masih buron dan dalam pengejaran petugas,” tandas Ade Yusuf (met/bd)

Angkot Mogok Hingga Ricuh. Kemana Walikota dan Bupati?

0

BOGOR DAILY- Adanya aksi mogok angkot yang berujung aksi bentrok antara pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum jadi momok bagi pemerintah daerah (pemda). Sejumlah kalangan menilai jika aksi yang terjadi sebagai akibat dari lambatnya pemerintah merespon gejolak yang sudah muncul di masyarakat.

Menurut Penga­mat Kebijakan Publik Mihradi, masalah ini bu­kan hal baru, melainkan riak-riaknya sudah lama muncul. Sayang, tidak ada inisiatif dari peemrintah menyikapi banyaknya keluhan masyarakat, baik pengemudi ojek online maupun sopir angkot. Sementara, di sejumlah daerah kericuhan di antara dua kubu itu sudah terang-terangan terjadi.

“Ini menandakan kalau pemerintah itu lambat. Seha­rusnya ini tidak perlu terjadi kalau pemerintah sudah lebih dulu mempertemukan masing-masing pemangku kepentingan untuk berembuk,” kata akade­misi dari Universitas Pakuan itu.

Mihradi menyatakan jika peran pemerintah tidak seka­dar menjadi pemadam ke­bakaran dalam menghadapi persoalan, melainkan tanggap melakukan langkah pencega­han (preventif).

“Perlu kehadiran pemerintah di tengah gejolak yang mun­cul. Jangan sampai menung­gu korban, baru bergerak,” sindirnya.

Ia pun kembali mempertanyakan kemana arah kebijakan Walikota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Nurhayanti dengan munculnya inisiden pada Senin (20/3), kemarin. Padahal dalam undang-undang pemerintah daerah telah disebutkan kewenangan daerah dalam mengambil keputusan diskresi. Yakni tindakan yang ditetapkan atau dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meski  dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan

” Artinya, walaupun tidak ada aturan di atasnya, peemerintah bisa mengambil langkah demi menjaga kondusifitas wilayah sesuai kebutuhan wilayah. Tinggal mau atau tidak itu dipakai. Pertanyaannya selama ini mereka (kepala daerah-red) kemana saja?”tegasnya

Sementara itu,  Ketua Organda Kabupaten Bogor Gunawan mengaku tak  bisa menjamin aksi mogok ini dilakukan sampai kapan. Sebab, pihaknya pun tak mengeluarkan surat izin atau pemberitahuan untuk melakukan aksi seperti ini.

“Ini dilakukan spontanitas oleh sopir. Kami meredam sebatas kemampuan kita saja. Hal ini dilakukan agar pemerintah tak mengakomodasi keberadaan angkutan online sebelum aturannya jelas, sampai awal April nanti (sesuai target Kemenhub, red),” kata Gunawan usai audiensi bersama DPRD, Dishub dan Polres Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, kemarin siang.

Menurut Gunawan, sebenarnya pihaknya sudah mengupayakan sejak satu minggu lalu agar tak terjadi aksi mogok massal seperti ini melalui pertemuan dengan pemerintah kabupaten (pemkab) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Namun, sangat disayangkan pertemuannya pun baru bisa dilaksanakan. Hingga aksi mogok angkot sulit dibendung

“Ajuan sudah kita masukan sejak Jumat lalu, tetapi pertemuan saja baru bisa dilaksanakan hari ini. Kita juga khawatir antarmasyarakat bisa ribut seperti di Tangerang. Sebab, kebijakannya belum jelas tapi sudah berani beroperasional. Kita meminta penyetopan terlebih dahulu hingga aturannya jelas,” ucap dia. (met/bd)

 

Truk Seruduk Minibus di Puncak Sampai Ringsek

0

BOGOR DAILY- – Diduga mengalami selip ban, sebuah truk menabrak satu minibus di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kanit Laka Lantas, Iptu Asep Saepudin mengatakan, kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9192 VQA yang dikendarai Supardi (45) melaju dari arah Puncak menuju Jakarta sekira pukul 13.30 WIB. Setibanya di lokasi, truk tersebut diduga mengalami selip ban sehingga bergerak ke arah kanan dan menabrak mobil bernomor polisi B 1832 NKQ yang dikendarai Denni Ferdian.

“Diduga karena kondisi hujan dan jalan yang licin serta menurun truk itu mengalami selip ban dan menabrak mobil dari arah berlawan,” katanya, kemarin.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat ini, kedua kendaraan berserta sopirnya sudah diamankan polisi ke Unit Laka Lantas Ciawi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Tidak ada korban jiwa, hanya materi saja sekitar Rp25 juta. Sekarang barang bukti sama sopirnya sudah diamankan di Unit Laka Ciawi,” pungkasnya.(met/bd)

Tak Kunjung Dilantik, Nasib Tiga Calon Bos PDAM Digantung

METROPOLITAN Meski tiga nama bos PDAM Kabupaten Bogor telah digadang-gadang terpilih, tapi ketiganya tak kunjung dilantik. Nasib ketiga calon PDAM itu terpaksa digantung pemerintag daerah, di antaranya, Hasanudin Tahir, Efie Pancawatie dan Eka Bhinekas sebagai Direktur Utama Beredar kabar jika tertundanya pelantikan itu karena dewan tidak merestui ketiganya jadi pemegang tahta di PDAM Tirta Kahuripan.

Namun kabar itu langsung dibantah Bupati Bogor Nurhayanti. “Tidak benar, itu hak prerogatif saya,”kata Nurhayanti.

Baginya, pelantikan itu tetap akan dilaksanakan. Ia pun memastikan jika hal itu tidak berkaitan dengan hasil konsultasi yang sebelumnya telah dilakukan pada Jumat (17/3) lalu.Sebab, hasil konsultasi itu hanya jadi bahan pertimbangan, Sedangkan yang menentukan tetap dirinya sendiri dengan berpatokan pada aurannya.  “Dewan itu hanya berikan saran. Kalau mempertimbangkan tidak apa. Namun saya punya hak prerogatif,”tegasnya lagi.(met/bd)

Tak Ada Angkot, Giliran Truk Satpol PP Diburu

BOGOR DAILY-  Sejumlah truk Satpol PP Kota Bogor diburu warga, karena aksi mogok total jilid II yang dilakukan sopir angkot.  Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Polresta Bogor Kota pun terpaksa mengerahkan truk untuk mengangkut para penumpang yang terlantar dampak mogoknya sopir angkot, sejak Selasa (21/3/2017) pagi.

Penumpang yang terlantar diangkut menggunakan truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor.Truk tersebut berkeliling jalur satu arah Kebun Raya Bogor untuk mengangkut penumpang yang terlantar di pinggir jalan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau langsung evakuasi penumpang yang terlantar. Hari ini dua trayek angkot yang mogok beroperasi adalah 02 dan 03

Trayek 02 melayani jurusan Sukasari-Terminal Bubulak sedangkan 03 Baranangsiang-Bubuluk. Mogok lanjutan angkot 02 dan 03 diduga karena dipicu keberadaan ojek dan taksi online yang beroperasi di Kota Bogor.

Selain itu, lokasi akhir trayek 02 dan 03 adalah di Bubulak yang merupakan terminal bersama dengan angkot Kabupaten Bogor.

“Kalau angkot Kabupaten masih demo, kita susah bawa penumpang ke Bubulak, malah jadi ribut. Makanya, gak narik dulu aja,” kata seorang sopir angkot 02. (tib/bd)

THM Lucky One BNR Bikin Dewan Sewot. Ini Alasannya

BOGOR DAILY-  Perubahan nama Club 31 menjadi Licky One rupanya jadi sorotan anggota DPRD Kota Bogor. Selain tidak berizin, keberadaan kelab mala mini juga tanpa memberikan kontribusi apapun bagi pemerintah daerah.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Oyok Sukardi mengatakan, permasalahan Club 31 atau yang saat ini berubah nama menjadi Lucky One seharusnya segera diselesaikan pihak pengelola, mulai dari proses perizinan hingga ketertibannya yang saat ini diduga mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar BNR. “Ini izinnya dari dulu belum selesai. Seharusnya pengusaha kelab tersebut mengurus izin dulu agar nanti bisnisnya tenang,” ujarnya kepada Metropolitan.

Keberadaan Lucky One yang tidak berizin ini, kata Oyok, merugikan Pemkot Bogor. Sebab dengan mereka tidak memiliki izin maka pemkot pun tak bisa memungut pajak dari Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut. Sebab, memungut pajak dari setiap tempat usaha adalah izin.

“Seharusnya pemkot bisa bertindak tegas kepada kelab tersebut. Sebab, mereka berbisnis di Kota Bogor tanpa memiliki izin dan membayar pajak. Ini harus segera ditertibkan,” terangnya.

Politisi Golkar ini menilai karena kelab tersebut tidak memiliki izin namun tetap beroperasi, maka akan menimbulkan sejumlah dampak. Pertama, pengusaha lainnya merasa cemburu dengan kelab yang tidak berizin namun tetap beroperasi. Sedangkan untuk dampak keuangannya ada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemkot Bogor harus segera bertindak tegas,” katanya.

Sebelumnya, Camat Bogor Selatan Sujatmiko Barlianto mengaku baru mengetahui kelab yang ditolak warga sekitar itu kembali buka dan berganti nama menjadi Lucky One. Ia akan mengecek ke lokasi tersebut, sebab sebelumnya kelab itu memang tak berizin lengkap dan tak ada persetujuan dari warga sehingga disegel Satpol PP.

“Nanti kita akan cek dan menanyakan apakah kelab tersebut sudah memiliki izin atau belum,” jelasnya (met/bd)

 

Mogok Angkot Jilid II di Bogor, Netizen: Sering-sering Saja

BOGOR DAILY- Adanya aksi mogok massal jilid II hari ini di Kota Bogor menyita perhatian banyak warga. Di media sosial, banyak netzien yang senang dengan aksi lanjutan ini. Sebab, hari tanpa angkot ini dianggap membuat jalanan menjadi lebih tertib dan lancar.

“Jalanan Bogor lancar…. Sepertinya hari ini masih episode 2 mogok angkot” tulis Susy Octaviani

“tumben jalanan bogor sepi lancar ga ada angkot.. ada apa ya?? tp bagus lah sering2 aja kaya gini..” tulis netizen lainnya, Hamdani

Di sejumlah medsos baik Facebook, instagram netzien mengomentari imbas tak ada angkot. Meski ada saja  yang terlantar di jalanan, namun tak sedikit netizen yang merasa berkah karena jalanan di Kota Bogor lebih lancar. Seperti video yang diunggah salah satu netizen ini nuysouls

https://www.instagram.com/p/BR4iMDLgCmc/?tagged=mogokangkotbgr