Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9144

Hari Tanpa Ankgkot Berlanjut, Penumpang Kebingungan

BOGORDAILY – Unjuk rasa pengemudi angkutan kota (angkot) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan mogok operasi terus berlanjut hingga Selasa pagi. Kondisi ini menyebabkan penumpukan calon penumpang yang terlihat kebingungan karena tak ada angkutan yang bisa ditumpangi untuk beraktivitas.

Kalau pun ada satu atau dua angkot yang melintas, mereka enggan untuk mengantar penumpang karena khawatir jadi sasaran unjuk rasa.

Begitu juga dengan transportasi online, yang tiba-tiba menghilang sejak ada aksi demo sopir angkot.

“Dari tadi nungguin engga ada yang lewat. Tadi mau ikut naik truk, penuh terus,” kata seorang warga Bogor bernama Wilda di Terminal Bubulak, Selasa (21/3/2017).

Penumpukan penumpang terlihat di Simpang Salabenda, Terminal Laladon dan Bubulak, serta beberapa titik ruas Jalan Jakarta-Bogor. Bahkan, di Terminal Laladon aparat dari Brimob sudah berjaga-jaga sejak Selasa pagi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi demo anarkis dari para sopir angkot.

Kemudian, penumpukan juga terjadi di kawasan Cibinong City Mal, seputar Pasar Cibinong, Jalan Keradenan dan Simpang PDAM.

Beredar kabar, ojek online dilarang melintas di seputar Pasar Cibinong mengingat ada konsentransi massa dari sopir angkot yang akan melakukan penyisiran.

“Tadi setiap pengemudi ojek online dikasih tahu oleh aparat jangan lewat Pasar Cibinong,” kata Rusdi, warga yang biasa beraktivitas di pasar tersebut.

Imbas ke Kota Bogor

Tak hanya di kabupaten, demo sopir angkot juga berimbas ke wilayah Kota Bogor. Sebagian angkot enggan menarik penumpang hingga ke wilayah perbatasan kabupaten.

“Engga berani, Pak. Kemarin saja penumpang saya suruh turun. Kan kasihan. Mending nggak usah ke arah sana sekalian,” kata Dede, sopir angkot 03 Terminal Barangsiang-Bubulak.

Akibatnya, di sejumlah ruas jalan Kota Bogor pun terjadi penumpukan penumpang. Di antaranya di Jembatan Merah, Mawar, Jalan Abdullah bin Nuh, seputar Kedunghalang Talang atau Jalan KS Tubun, dan Simpang Bogor Ring Road.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama kepolisian dan TNI mengerahkan armada bus dan truk untuk mengangkut penumpang yang telantar.

“Kami kerahkan empat truk Pol PP dan beberapa armada bis Transpakuan yang memungkinkan. Juga dibantu truk dari Polres dan Kodim,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Aksi demo sopir angkot dilakukan karena ojek dan taksi online yang beroperasi dinilai ilegal. Sehingga mereka menuntut pemerintah setempat untuk bertindak.

liputan6

Waspada! TBC di Sekitar Kita

Waspada jika Anda sering batuk atau menderita batuklebih dari dua minggu. Apalagi jika disertai dengan berat badan menurun, berkeringat pada malam hari, merasa lemah, lesu dan kurang nafsu makan. Anda perlu waspada, karena hal iItu merupakan tanda-tanda dan gejala penyakit tuberkulosis (TBC).

Memang tidak setiap batuk pasti TBC. Tetapi jika kondisinya seperti itu, maka sebaiknya segera periksakan diri ke puskesmas. Minta kepada petugas laboratorium untuk memeriksa dahak dari batuk yang Anda alami. Selain rontgen, pemeriksaan dahak merupakan langkah awal untuk bisa memastikan, apakah seseorang terkena TBC atau tidak.

Apabila pemeriksaan dahak hasilnya positif TBC, maka segeralah berobat. “Kepada para penderita TBCyang memeriksakan diri di puskesmas dan beberapa rumah sakit tertentu akan diberikan obat secara gratis,” ungkap Dr. Dedet B. Utoyo, Msc, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Bogor. Menurutnya pengobatan harus dijalani penderita dengan sangat disiplin. Mengikuti ketentuan pengobatan yang sudah ditetapkan selama 6 bulan berturut-turut dan tidak boleh terputus.

Selain berobat secara disiplin, penderita diharapkan selalu menggunakan masker. Setidaknya menutup mulut pada saat batuk atau bersin. Hal itu perlu dilakukan agar penderita tidak menularkan kuman TBC kepada orang-orang di sekitarnya. Kuman tersebut dapat menular dengan sangat mudah dari penderita ke orang lain, karena kuman tersebut menebar lewat udara. Terutama pada udara yang lembab.

Kalau penderita tidak bersikap disiplin dalam melakukan pengobatan, akibatnya bisa fatal. Penderita bukannya membaik, malah sebaliknya bisa lebih parah.Selain akan menularkan Kepada orang lain terutama keluarga yang tinggal satu rumah, kumannya akan semangkin kebal . “Kalau sudah begitu status penderita meningkat dan masuk kategori MDR,” lanjut Dedet. Ketika penderita sudah masuk ke dalam kategori MDR, pengobatan yang harus dijalani menjadi 2 tahun berturut-turut tanpa terputus.

Menurut Drg. Dewi Windari, Wakil Sekretaris PPTI Kota Bogor, penderita kategori MDR di Kota Bogor cenderung meningkat dari tahun ke tahun. “Sampai dengan tahun 2015 lalu, kami telah menemukan sekitar 90 penderita TB kategori MDR di Kota Bogor,” ungkapnya. Realitas memprihatinkan inilah yang mendorong PPTI Kota Bogor tergerak untuk lebih intensif melakukan berbagai upaya pencegahan TBC.

PPTI Kota Bogor membantu Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan gerakan “Ketuk Pintu”. Ini merupakan langkah proaktif Dinkes Kota Bogor untuk mendata penderita tuberkulosis di Kota Bogor. Gerakan yang akan melibatkan seluruh puskesmas dan para kader kesehatan ini, sekaligus akan dimanfaatkan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit membahayakan ini. Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat akan semakin peduli terhadap bahaya penyakit TBC, yang selama ini senantiasa mengancam kesehatan masyarakat.

Kepedulian, pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya tuberkulosis memang masih perlu ditingkatkan. Hingga saat ini, tiga penyakit menular yang menjadi perhatian utama masyarakat dunia termasuk Indonesia adalah HIV-AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Tingkat Kesakitan dan kematian yang diakibatkan serta besarnya jumlah orang yang terkena penyakit tersebut, menyebabkan ketiga penyakit itu tetap menjadi prioritas program kesehatan.

Besarnya tantangan dalam penanggulangan penyakit ini dapat dilihat dari hasil survey prevalansi tuberkulosis yang dilakukanoleh Badan Litbangkes Kemenkes RI tahun 2013 – 2014. Angka insiden TB adalah 399 per 100.000 penduduk dan angka prevalensi TB sebesar 647 per 100.000 penduduk (WHO,2015).

Jika jumlah penduduk Indonesia berkisar 250 juta orang maka diperkirakan ada sekitar 1 juta pasien TBC baru dan sekitar 1,6 juta pasien TBC setiap tahunnya. Sedangkan jumlah kematian karena tuberkilosis 100.000 orang per tahun, atau 273 orang per hari. Situasi tersebut menyebabkan Indonesia menempati peringkat ke-2 negara yang memiliki beban TBC tinggi di dunia, setelah India.

Laporan WHO tahun 2015 juga memaparkan, angka kasus baru yang ditemukan hanya 68% atau 676.000 kasus dari total 1.000.000 kasus. Berdasarkan data tersebut berarti masih ada sekitar 324.000 atau atau 32 % kasus baru yang yang masih belum ditemukan, diobati dan dilaporkan. Menghadapi realitas itu maka kerjasama antara pemerintah, sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sangat diperlukan, sehingga dapat mendorong peningkatan penemuan kasus TBC, agar penderita dapat segera didiagnosis dan diobati hingga sembuh (TOSS).

Jika mengacu pada hasil survey tahun 2013 – 2014 angka insiden 339 per 100.000 penduduk maka Kota Bogor dengan Jumlah Penduduk 1 Juta jiwa, angka insiden berkisar 3.390 jiwa. Sementara hasil cakupan program TB tahun 2016 kota Bogor 2.283 masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Dan jumlah Pasien TB Resisten Obat (TB MDR) dari tahun 2014 – 2016 sebanyak 96 orang. Kasus TB dan kasus TB MDR tersebar diseluruh Kelurahan Kota Bogor.

Berdasarkan data tersebut Kota Bogor akan mengadakan pencananganan “ Gerakan Masyarakat menuju Indonesia Bebas TB” pada peringatan hari TB sedunia pada 24 maret 2017 dengan starategi gerakan “ Ketuk Pintu ”. Gerakan ini untuk menemukan lebih banyak terduga TB, dan PPTI sebagai Pilot Project untuk kegitan ini di Kelurahan Marga Jaya dan akan dilanjutkan untuk semua Kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Barat. (advetorial)

A Bui (Sebuah Nama Tionghoa)

0

Suara orang minta tolong gedubrak-gedubruk menggema di rumah Joko Tole sore itu sekitar pukul 17:00 WIB. Cuaca terang cerah. Saat nyaman bagi siapapun untuk mulai berleha-leha.

Akan tetapi suara lolongan minta tolong mengusik Joko Tole yang sore itu sedang mengisi lampu petromax dengan minyak tanah, untuk persiapan dinyalakan sebagai penerang di rumahnya.

Joko Tole terkejut. Dihadapannya ada A Bui, tetangganya yang etnis tionghoa sudah berdiri gemetar ketakutan. Dia lari masuk rumah Joko Tole tanpa permisi. Lari lintang pukang ketakutan menabrak kursi kayu bulat berkaki 4 besi yang ada dalam rumahnya.

A Bui adalah seorang “Pontien” (istilah orang Gang Rukun, Kampung Kuburan Mangkok untuk menyebut etnis tionghoa yang berasal dari Pontianak).

Pokoknya disebut pontien kalau dia berasal dari Kalimantan Barat. Mau dari Singkawang, Pontianak atau dari daerah Kalimantan Barat lainnya, Pontien, titik.

A Bui badannya besar, berotot dan dia rajin kerjanya. A Bui berusia lebih tua dari Joko Tole. Mungkin selisih 6 atau sekitar 7 tahun.

Joko Tole saat itu kira-kira kelas 2 SMP. Dilihatnya A Bui yang badannya besar gemetar dan menghiba minta pertolongan. Joko Tole akhirnya faham karena di luar rumah terlihat Trisno.

Trisno adalah preman kampung berbadan kerempeng yang namanya di Gang Rukun cukup nyohor. Dalam keadaan setengah teler minuman keras, Trisno memegang gunting kain. Rupanya Trisno mengejar A Bui karena kecewa A Bui tidak memberikan uang sejumlah yang diminta Trisno.

A Bui menjelaskan ia yang kerja sebagai tukang jahit belum menerima upah jahit sehingga tidak bisa memberi sejumlah uang yang diminta Trisno. Di Gang Rukun, Trisno memang terkenal hobi memeras etnis tionghoa.

Orang-orang etnis tionghoa datang ke Gang Rukun hanya bermodalkan tekad untuk merubah masa depan. Mereka datang hanya membawa pakaian dan sedikit uang sewa rumah.

Seingat Joko Tole etnis tionghoa yang datang ke Gang Rukun kebanyakan orang-orang Pontien, yang umumnya kerja di sektor informal sebagai penjahit yang menerima upah jahit konfeksi.

Seingat Joko Tole ada juga beberapa yang berasal dari Bangka tetapi sedikit. Yang dari Bangka rata-rata bekerja sebagai buruh di toko kelontong sembako yang juga dimiliki oleh tionghoa dari Bangka.

Orang-orang tionghoa ini miskin-miskin sehingga disebut sebagai “Cina Dimpil”. Mereka hidup hemat dan bekerja keras. Bahkan kalau perlu makan bubur saja. Etnis tionghoa ini umumnya selalu takut pada orang-orang yang memerasnya seperti Trisno.

Mereka tidak akan pernah melawan. Selain itu mereka bukan WNI karena memang tidak punya dokumen kewarganegaraan. Walau mereka lahir turun-temurun di Indonesia, tetap saja mereka bukan WNI.

Ada kebijakan ruwet pemerintah yang membuat etnis tionghoa sulit mendapat status WNI saat itu. Baru saat Presiden Abdurahman Wahid memerintah, keruwetan status WNI etnis tionghoa ini diselesaikan.

Karena keributan yang terjadi, bapaknya Joko Tole yang sedang tidur sehabis menarik Minicar (moda transportasi pengganti becak) terbangun. Dan A Bui merepet cerita soal ia diperas Trisno. Akhirnya A Bui disuruh bapak Joko Tole tinggal saja dulu di dalam rumah.

Bapak Joko Tole menyangka sudah tidak ada masalah. Kemudian dia berjalan ke belakang rumah. Ternyata disana sudah ada Trisno menghadang dengan memegang clurit.

“Bapak ini melindungi Cina terus ya,” geram Trisno sambil mengacungkan celurit ke arah Bapak Joko Tole.

Sementara Joko Tole membeku melihat bapaknya dihadang Trisno dengan menenteng celurit. Dia tidak bisa apa-apa sebagai anak remaja. Namun Joko melihat ada tongkat kayu yang biasa dipakai latihan bela diri oleh bapak dan kakaknya.

Tapi dia sudah tidak sempat lagi memberikan tongkat itu sama bapaknya. Joko Tole melihat bapaknya yang baru bangun tidur itu berdiri tak berdaya dihadapan Trisno yang mengangkat celurit.

Posisi bapaknya tidak bisa mundur karena dibelakangnya ada dinding kandang kambing. Yang Joko Tole dengar bapak berkata begini: “Tenang Tris, tenang Tris,”.

Namun ajaib di luar dugaan. Trisno mengurungkan niat menyerang Bapak Joko Tole dengan senjata itu. Trisno malah berbalik arah sambil menggerutu. Terlihat bapak Joko Tole yang tadinya kaget menjadi tenang kembali.

Joko Tole bersyukur sore itu tidak terjadi insiden yang membahayakan bapaknya. Dan ia segera berlari memeluk bapaknya. Tidak berapa lama datang Mas Parlan dan Mas Setiyanto.

Mas Parlan membawa senjata celurit dan sempat berbincang-bincang dengan bapak Joko Tole. Namun Joko Tole melihat bapaknya terus berusaha menenangkan Mas Parlan.

Mas Parlan adalah sahabat karib Bapak Joko Tole yang terkenal berani dan tampaknya ia ingin membela Bapak Joko Tole.

Setelah dewasa, Joko Tole mengingat peristiwa itu sebagai suatu resiko yang bisa menimpa karena sikap bapaknya yang selalu menolong setiap orang yang minta pertolongan.

Saat itu ia menolong A Bui dan sebelumnya juga seperti itu terhadap tetangga orang tionghoa yang diperas oleh Trisno. Rupanya Trisno tidak terima niatnya selalu terhalang oleh bapaknya.

Dia mendengar ketika bapaknya cerita dengan ibu bahwa saat itu bapaknya betul-betul tidak berdaya, tak bisa menghindar.

Yang terpikir oleh bapaknya, sekiranya Trisno menyerang dengan celurit maka hanya satu cara yang mau ditempuh. Yaitu, menangkis senjata itu dengan tangan bersamaan menyerbu menendang sekerasnya kemaluan lawan.

Pasti tangan bapaknya akan terluka. Namun lawannya pun akan terjungkal dengan kemaluan pecah. Bapak Joko Tole memang berlatih beladiri tapi dia bukan jawara yang kebal senjata.

Joko Tole mengingat itu kini. Bahwa melakukan kebaikan juga beresiko. Tetapi walau begitu, bapaknya tidak pernah berhenti mencontohkan berbuat baik pada tetangga dan sesama. Dia mengajarkan lebih baik menanggung resiko daripada tidak berbuat sama sekali.

Catatan Tentang Gang Rukun Kampung Kuburan Mangkok Edisi 3

Tugu Kujang, 19 Maret 2016

Sugeng Teguh Santoso, SH

VIDEO: Mencekam!! Malam Ini Ojek Online Balas Sweeping Sopir Angkot

BOGORDAILY- Aksi mogok angkutan kota untuk menolak angkutan berbasis online berujung rusuh. Kedua pihak saling sweeping. Angkutan online dihentikan di jalan, helmnya dihancurkan. Di lain pihak, kaca angkot rusak karena dilempar batu.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (20/3/2017), beberapa pengemudi ojek online dihentikan secara paksa dan diambil helm untuk dihancurkan. Aksi ini tak pelak membuat penumpang ojek online menjerit histeris karena ketakutan.

Tak lama kemudian, aksi sweeping juga dilakukan ojek online di Jalan Raya Yasmin, Kota Bogor. Dua unit angkot trayek 32 rute Cibinong-Ciomas (Pagelaran) menjadi sasaran mereka.

Pantauan di lokasi, angkot trayek 32 bernopol F-1921-LB mengalami rusak kaca di sebelah kanan karena dilempar batu dan dipukul menggunakan kayu. Bodi mobil angkot tersebut juga rusak karena hantaman batu dan kayu.

“Saya lagi bawa penumpang, tiba-tiba itu mereka nyerang. Ada banyak, jumlahnya lebih dari 20 orang. Mereka serang saya, kaca dipukul kayu, dilempar batu,” kata Encim, sopir angkot trayek 32, yang ditemui di Jalan Raya Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Encim menyebut, satu unit mobil angkot trayek 32 lainnya juga menjadi sasaran. Bahkan, kata Encim, sopir angkot tersebut dipukuli.

Pantauan pukul 18.35 WIB, ratusan pengemudi ojek online masih berkumpul di Jalan Raya Yasmin, Kota Bogor. Semakin lama, ojek online lainnya juga terus berdatangan. Akibatnya, arus lalu lintas di simpang Giant Yasmin menjadi terhambat. Pengendara yang melintas terpaksa mengurangi kecepatannya karena banyak ojek online yang berdiri dan berbaris di badan jalan. (dt/bd)

Mobil Mercy RI 1 Mogok Saat Tempuh Perbatasan Kalimantan Barat

BOGORDAILY – Presiden Jokowi beberapa hari lalu baru melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. Di sana, sejumlah proyek diresmikan Jokowi.

Ada cerita menarik dari kunjungan kerja Jokowi ke Kalimantan Barat kali ini. Mobil kepresidenan yang ditunggangi Jokowi mogok di tengah jalan.

Jokowi memang menempuh perjalanan darat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau dan PLBN Aruk. Jokowi selalu menggunakan mobil Mercedes Benz S 600 hitam dalam menempuh perjalanan ke perbatasan.

Jokowi sempat menumpangi mobil dinas Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Saat itu, Jokowi beserta rombongan akan makan malam di Pasar Hongkong, Singkawang.

Keesokan harinya, Jokowi meresmikan 8 PLTG Power Plant 500 MW di Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Sepulang dari sana, Jokowi beserta rombongan menuju ke sebuah restoran di kawasan Kubu Raya sebelum kembali ke Jakarta.

Tak disangka, mobil hitam yang biasa ditumpangi Presiden berhenti. Rupanya, mobil Jokowi mogok.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Bey Machmudin mengatakan, mobil itu mogok setelah menempuh perjalanan 30 menit dari Mempawah.

“Mogok karena bermasalah pada setingan gas, sehingga laju kendaraan tidak bisa dalam keadaan normal,” kata Bey di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Paspampres kemudian melakukan prosedur keamanan dan menyiapkan mobil pengganti. Sebuah mobil Toyota Alphard disiapkan sebagai pengganti agar Jokowi dapat melanjutkan perjalanannya.

“Ajudan mengecek situasi lebih dulu, kemudian Ibu Negara naik ke Alphard, baru Bapak menyusul. Waktu kejadian ada sekitar 5 menit,” Bey memungkas.

liputan6

VIDEO: Heboh Hari Tanpa Angkot di Bogor

BOGORDAILY- Hari ini Bogor nyaris sepi dari angkot. Mereka menggelar aksi mogok massal. Seperti yang terlihat di Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor ini. Puluhan supir angkot dari sejumlah trayek di Bogor, Senin (20/3/2017) pagi melakukan sweeping terhadap angkutan yang menolak mogok. Aksi ini sempat dibubarkan polisi dan membuat penumpang terlantar.

Sejumlah supir angkot ini melakukan sweeping terhadap para angkutan miniarta serta angkot yang masih beroperasi di Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor. Mereka memaksa turun para penumpang namun sempat ditolak oleh para awak angkutan bus.

Aksi ini pun membuat para penumpang terlantar, karena para sopir takut angkutannya di sweeping oleh supir angkot yang berdemo. Aksi ini pun langsung dibubarkan oleh petugas Polsek Tanah Sareal karena tidak memiliki izin dalam melakukan mogok operasi. Para sopir ini berunjuk rasa menolak adanya angkutan online, yang dinilai merugikan pendapatan para supir angkot.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah demo sopir angkot menolak angkutan online akan berlanjut pada esok hari. (wan)

 

(wan)

Narkoba Dan Kenakalan Remaja Sama – sama Bahaya.

BOGORDAILY – Narkoba merupakan kata yang tidak asing lagi ditelinga kita, silih bergantian mafia narkoba ditangkap oleh aparat kepolisian. Dan kita juga melihat barang dengan berbagai jenis narkoba dibakar, tapi faktanya sampai sekarang narkoba masih beredar dan dikonsumsi. Dan kemudian narkoba mejadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja seperti tawuran dan free sex. Berangkat dari masalah itu mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor menginisiasi penyuluhan bahaya narkoba dan kenakalan remaja bekerjasama dengan BNN Kab Bogor dan kepolisian yang diadakan di SMP BP FAI UMJ Kec kemang.

Diky Nurhidayat (Koordinator) mengatakan dalam sambutanya, acara ini merupakan sebuah kegelisahan akan kondisi siswa hari ini, yang seharusnya siswa tugasnya belajar dan mencari ilmu untuk bekal masa depan, sebaliknya digunakan dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Ujarnya

BNN kab Bogor yang kesempatan kali ini diwakili oleh Rika Indriati ( Kasi P2M) menjelaskan bahwa narkoba telah merambah ke semua kalangan masyarakat saat ini, tidak tanggung tanggung narkoba bahkan dikemas dalam bentuk makanan sepeti permen dan brwonies. Dan dia Mengajak untuk hidup sehat prestasi gemilang. Rika indriati menambahkan, siswa jangan merokok kerena rokok juga mengandung bahan yang berrbahaya bagi tubuh kita sehingga ini yang akan menjadi gerbang penyalahgunaan narkoba. Punkasnya

Kaplosek kemang, Ade Yusuf Hidayat mengatakan dalam materinya, ada 3 kejahatan korporat yaitu teroris, korupsi dan NARKOBA. Dan dia juga mengintruksi kepada semua peserta agar melaporkan pengedar, pemakai, narkoba ke aparat kepolisian dan akan diberi hadiah siapa yang melaporkanya. Menaganggapi kenakalan remaja, dia menceritakan dulu senjata arit di pakai untuk perang, dan juga oleh komunis. sekarang senjata arit di pakai oleh siswa untuk tawuran, serentak peserta tertawa. Kepada para guru jangan takut untuk mendidik siswa dengan tegas, jika orang tua siswa yg tidak terima saya sendiri yang menghadapinya, artinya orang tua itu tidak mau anaknya pinter. Ujarnya.

Saef Abdullah ( guru SMP BP FAI UMJ ). Meyatakan bahawa wilayah disini itu transisi, disebut kampung tapi tidak ada pertanian, disebut kota ya nggak, jadi timbul kegelisahan dalam lingkungan seperti ini. Dan dia menegaskan kepada semua siswa agar bisa menerepkan materi acara ini di kehidupan sehari – hari. Tandasnya.

Banyak siswa yang kecanduan terhadap narkoba sehingga mereka sangat berani melakukan kejahatan demi mendapatkan narkoba. Semoga acara ini dapat menjauhi seks bebas serta kejahatan sosial yang terdampak dari narkoba. ujaarnya

Terungkap Sosok Yuyun, Istri Kedua Ustad Hasby

0

BOGOR DAILY – – Masih soal rumah tangga Ustad Ahmad Al Habsyi dan Putri Aisyah Aminah. Ini soal siapa istri kedua Habsyi. Habsyi mengenal Yuyun sejak tujuh tahun lalu. Meski kenal lama, sang ustad baru menikah lagi setelah Yuyun bercerai.

“Kenalnya dengan Al Habsyi itu waktu dia masih jadi istri orang sekitar tujuh tahun lalu. Dia adalah salah satu jamaahnya Al Habsyi, tapi hubungan khusus mereka terjalin setelah si WIL itu jadi janda,” ucap pengacara Putri Aisyah, Vidi Galenso Syarief, Senin (20/3/2017).

Beberapa waktu lalu, sempat diberitakan bila Ustad Al Habsyi menikahi Yuyun saat masih berstatus istri orang. Hal itu juga dibantah oleh pengacara sang istri.

Yuyun diketahui adalah wanita asal Palembang. Ia juga disebut pernah menjalin hubungan bisnis dengan Habsyi.

“Dia nggak selingkuh, mereka baru berhubungan spesial setelah si perempuan itu bercerai,” tegas Vidi.

Namun, perselisihan terjadi karena adanya sayarat dan aturan yang tidak dipenuhi oleh sang ustad. Putri Aisyah sebagai istri merasa ada sesuatu yang dirasa tidak adil dilakukan oleh suaminya.

“Itu yang bikin dia membuat ingin cerai. Kalau soal poligami dia juga kan paham, dibolehkan oleh agama. Cuma cara-cara dan aturan, di Annisa ayat 3 apa 23 boleh dengan syarat. Kalau disembunyikan gimana ada keadilan,” pungkas Vidi (dtk/feb)

20 PNS Bogor Berebut Jadi Kadis di Empat Instansi Ini

BOGOR DAILY-   Hasil seleksi administrasi empat lelang jabatan eselon II (open bidding) akan diumumkan hari ini (20/3) oleh tim Panitia Seleksi (Pansel).
Sekertaris Daerah yang juga Ketua tim pansel, Ade Sarip Hidayat mengatakan telah menandatangani berkas mereka yang lolos dalam tahapan proses seleksi administrasi.
Hasil seleksi administrasi empat lelang jabatan eselon II (open bidding) akan diumumkan hari ini (20/3) oleh tim Panitia Seleksi (Pansel).
Sekertaris Daerah yang juga Ketua tim pansel, Ade Sarip Hidayat mengatakan telah menandatangani berkas mereka yang lolos dalam tahapan proses seleksi administrasi.
Dari 20 Kandidat tersebut, terbagi atas 7 kandidat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), 5 kandidat Kepala Dinas Pendidikan. 4 Kandidat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta 4 kandidat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.

Ini Lho Wajah Baru Underpass Stasiun Manggarai

BOGOR DAILY-  Stasiun Manggarai kini sudah banyak berubah. Apalagi setelah underpass Stasiun Manggarai selesai dibangun. Jika biasanya penumpang yang ingin menyeberang antar peron harus bersabar menunggu ketika ada kereta berhenti, kini  di setiap peron terdapat tangga underpass yang menghubungkan satu sama lain.
Peron 1 dan 2 untuk Commuter Line dengan tujuan Bekasi dan Jakarta Kota. Sedangkan peron 3, 4, 5, dan 6 untuk Commuter Line tujuan Bekasi, Tanah Abang, Duri, Depok, dan Bogor. Pada papan informasi juga terdapat penunjuk arah bagi penumpang.
Saat masuk, penampilan underpass memang masih terlihat baru. Ada beberapa bagian yang masih dalam pembangunan. Selain itu, di setiap sudut underpass dipasang loudspeaker untuk memberikan informasi kepada penumpang.
Di beberapa sudut, sudah ada pembangunan sebagai tempat eskalator. Namun belum terpasang. Wajah baru ini pun memberi kesan tersendiri bagi penumpan KRL. Salah satunya, Silvia, yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi. Dia mengatakan menyeberangi peron lewat underpass lebih memudahkannya. Kendati begitu, Sylvia menilai masih ada beberapa kekurangan.
“Menggunakan jalur kereta bawah tenang lebih cepat. Kalau lewat atas lama. Harapan ke depannya ada musala, toilet, dan eskalator,” kata Sylvia.
Tak hanya anak muda yang mengungkapkan kemudahan menggunakan underpass Stasiun Manggarai. Rasmin (65), mengatakan underpass membantunya menyeberangi peron dengan lebih aman.
“Bagus ini. Jadi lebih cepat. Saya juga nggak capek kok. Daripada nyeberang lewat atas, ngeri. Cuma nanti kalau bisa ada perhatian buat orang tua, ibu hamil, atau orang yang bawa barang banyak,” ujar Rasmin.
Selain di Manggarai, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) tengah membangun 7 underpass di 7 stasiun untuk mempermudah penumpang menyeberangi antarperon.
Tujuh stasiun tersebut antara lain Stasiun Tebet, Stasiun Cilebut, Stasiun Citayam, Stasiun Bojonggede, Stasiun Sudimara, dan Stasiun Pondok Ranji. Stasiun-stasiun tersebut diprioritaskan karena dianggap memiliki pertumbuhan jumlah penumpang yang tinggi (dtk/bd)
sumber: detik.com