Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9195

Ini Alasan Polri tangkap Firza Husein

0

BOGORDAILY- Polisi membenarkan Firza Husein digelandang ke Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Firza dibawa polisi terkait dengan kasus dugaan makar.

“Ya, dugaan kasus makar,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar seperti dilansir detikcom, Selasa (31/1/2017).

Jawaban itu disampaikan Boy saat ditanya apakah Firza ditangkap terkait dengan dugaan makar dan dibawa ke Mako Brimob, Depok. Dia belum memberikan keterangan lebih rinci soal peristiwa ini.

Sebelumnya, pengacara Firza, Aldwin Rahadian, menyatakan Firza dijemput polisi di rumah keluarganya di Jalan Makmur, Jakarta Timur, pagi tadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Penangkapan itu tadi jam 11.00 WIB pagi di rumah keluarga, ya bukan rumah Firza. Penangkapan terkait soal makar,” kata Aldwin, Selasa (31/1).

Dijelaskan Aldwin, ada sejumlah aparat yang datang membawa dan menunjukkan surat penangkapan. Setelah ada pengacara dari GNPF MUI, Firza pun kemudian dibawa ke Mako Brimob.

“Keluarga kaget ada surat penangkapan itu dan Firza dibawa ke Mako Brimob. Untuk itu, akan ada jumpa pers keluarga dan saya nanti sebelum magrib,” ujar Aldwin.

“Keluarga akan minta kejelasan juga. Jadi tuduhan makar tapi penggeledahan, difoto-foto ruangan, hanya difoto-foto saja. nggak ngerti ini ada apa,” jelasnya. (bd)

Belum Lapor Polisi, FPI Minta Penyebar Video Menyerahkan Diri Lebih Dulu!!

0

BOGORDAILY- Markas Besar Front Pembela Islam (FPI) meminta penyebar video berisi percakapan antara pria yang disebut-sebut sebagai Habib Rizieq Shibab dan Firza Husein agar menyerahkan diri. FPI mengaku belum melaporkan kasus video ini sampai si penyebar menyerahkan diri ke polisi.

“Kami meminta pelaku penghinaan dan fitnah untuk menyerahkan diri ke polisi. Karena dia sudah jadi buronan kami. Kita pengin tahu sejauh mana dia bisa berkelit,” ujar Juru Bicara DPP FPI, Slamet Maarif, Selasa (31/1/2017).

Slamet Maarif mengatakan, pihaknya sengaja tidak melaporkan kasus video ini sekaligus mengetes pihak kepolisian dalam menangani suatu perkara.

FPI menilai penanganan polisi lamban dibandingkan penetapan tersangka kepada Rizieq dalam kasus dugaan penodaan Pancasila.

“Kami sengaja belum melaporkan kasus ini sekaligus menguji profesionalitas polisi. Biar polisi juga bekerja. Menetapkan Habib Rizieq jadi tersangka cepat sekali, ini kok tidak ada reaksi. Kita tunggu aja,” pungkas Slamet. (jpnn)

Heboh Firza Husein Dikabarkan Ditangkap Polisi Siang Ini!!

0

BOGORDAILY- Perempuan yang menghebohkan medsos karena disebut-sebut memiliki hubungan khusus dengan Habib Rizieq, Firza Husein dikabarkan dijemput tim buser Polda Metro Jaya, di rumahnya, Selasa (31/1/2017) siang ini. Firza sebelumnya telah ditangkap pada 2 Desember 2016 bersama sejumlah tersangka lainnya karena diketahui sebagai salah satu pemegang dana kasus dugaan makar, namun ia tidak ditahan.

Pantauan wartawan di kediaman Firza, sejumlah pria tampak menjaga rumah di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur itu, Selasa (31/1/2017) siang. Rumah tersebut bercat pink pucat dengan pagar putih.

Saat dikonfirmasi terkait penangkapan Firza Husein, Wadirkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Akhmad Yusep mengaku belum mengetahuinya. “Enggak tahu, saya masih rapat,” ujar Akhmad Yusep.

Firza Husein merupakan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Dia pernah ditangkap setelah penyidik memiliki bukti keterlibatan Firza dalam rencana makar pada 2 Desember 2016. Firza tidak sendiri ditangkap, ada beberapa aktivis lain yang ikut diamankan polisi, namun tidak ditahan.

Di mata tetangganya, Firza bukanlah orang yang gemar bergaul dengan tetangga. Menurut istri ketua RT 03 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, rumah itu dimiliki Husein, ayah Firza.

“Saya saja (di sini) dari (tahun) ’84, dia antara 20-25 (tahun) kayaknya. Tapi enggak pernah kumpul sama kita,” kata Suwarni.

Keluarga Husein, termasuk Firza, dikenal sebagai orang yang tertutup meski tetap ramah pada tetangga. Minimnya interaksi dengan orang sekitar bahkan membuat Suwarni tidak tahu banyak soal tetangga, bahkan ia tidak tahu kapan Firza ada di rumah.

“Enggak tahu lagi ke rumah mamanya, apa kerja, apa ke luar negeri,” kata dia.

Kondisi rumah Firza Husein disebutnya selalu tertutup. Bila ada urusan RT, misalnya soal sumbangan, ada asisten rumah tangga yang membukakan pintu atau menjadi perantara dengan tuan rumah.

“Memang susah buka pintu, yang buka biasanya pembantu, kalau butuh kasih surat ya dikasih ke pembantu,” kata dia seperti dilansir Antara.

Suwarni mengatakan, keluarga Firza juga tidak pernah sekalipun mengadakan acara di rumah yang mengundang para tetangga. Sebagai tetangga, ia juga tidak tahu kehidupan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu, soal pekerjaan atau keluarga.

Catatan keluarga di RT tersebut hanya meliputi orangtua Firza. Ia tidak tahu persis apakah Firza –yang dikabarkan janda– punya saudara kandung, berapa anaknya atau sudah bersuami lagi atau belum.

“Pernah dulu waktu dia belum kerja dan nikah, saya jualan buah dan dia suka beli. Pernah sesekali mengobrol, lama dia tidak ada, tahu-tahu punya suami,” ujarnya.

Terakhir kali mereka bertemu berpapasan secara tidak sengaja di RS Haji, Jakarta Timur yang tidak jauh dari rumahnya. “Desember kemarin, enggak tahu dia kontrol atau apa,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan tidak ada aktivitas mencurigakan di kediaman Firza Husein terlepas dari beredarnya berita soal dugaan makar beberapa waktu lalu. “Di rumah sini enggak ada kegiatan apa-apa, setahu saya di sini adem-adem saja,” Suwarni memungkas. (lip/bd)

Video klarifikasi Perwakilan Firza Husein:

https://www.youtube.com/watch?v=XyHaXiZfHYE

Catat Tanggalnya!! Ini Yang Unik di Perayaan Cap Go Meh 2017 di Bogor

0

BOGORDAILY- Perayaan Hari Raya Imlek 2017 sedang berlangsung di banyak kota. Kemenpar pun menggemas acara yang menarik di Bogor dalam bentuk festival jalanan. Cukup beragam setiap daerah saling berucap Gong Xi Fa Cai di Tahun Ayam Api ini. Kemenpar pun menyiapkan pertunjukan seni budaya etnis Tionghoa di acara Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017. Bakal digelar pada tanggal 11 Februari, mendatang di Bogor, Jawa Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan mengatakan, acara ini akan melibatkan sedikitnya 2500 peserta pawai dari berbagai komunitas dan sanggar seni, serta dihadiri puluhan ribu penonton dari Jakarta dan Bogor, daerah-daerah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Kata Esthy, diprediksi puluhan ribu orang dari berbagai kalangan tumpah ruah di sepanjang Jl Suryakencana untuk menyaksikan CGM Bogor. Perhelatan tahunan ini mengambil tagline ‘CGM, Cap Go Meh-Pesta Rakyat Bogor (Bogor Street Festival) Ajang Budaya, Pemersatu Bangsa’ karena pada hari tersebut, indahnya perbedaan dalam keberagaman akan tercermin secara jelas.

“Acara akan diawali dengan upacara keagamaan. Selain itu akan ada prosesi arak-arakan dari Vihara menuju suatu area tertentu kemudian kembali lagi ke Vihara sebelum pukul 24.00 WIB. Ini sangat menarik karena prosesi arak-arakan terdiri dari barisan pembuka jalan atau pengawal berupa naga, Kie Lin dan barongsai, diikuti dengan prosesi lanjutan,” jelas Esthy, Selasa (31/1/2017).

Di sela-sela tandu, imbuh Esthy, terdapat prosesi tradisi Sunda Sisingaan, kesenian Sunda Calung, Rampak Tambur, barongsai dan liong. Panjang rombongan ini biasanya mencapai 1 km diikuti oleh ribuan peserta.

“CGM Street Festival bagi masyarakat Bogor bukanlah festival agama namun festival kebudayaan yang dapat dinikmati semua orang. Bogor sejak 100 tahun lalu telah merayakan Cap Go Meh dengan berbagai pertunjukkan seni dan prosesi kebudayaan yang menjadi ajang pemersatu masyarakat Bogor yang majemuk,” ujar Esthy.

Sekadar informasi, festival ini di tahun-tahun sebelumnya selalu digelar untuk menyambut Tahun Baru Imlek, sejak 2-15 tidak lagi karena mulai dikhususkan untuk memeriahkan acara Cap Go Meh. Vihara Dhanagun sendiri merupakan vihara yang terletak di Jalan Suryakencana No 1, Bogor, Jawa Barat. Vihara tersebut menempati bangunan yang merupakan cagar budaya Kota Bogor dan aset Dinas Purbakala Kota Bogor.

Menurut sejarah, bangunan ini pertama kali didirikan masyarakat Tionghoa di Kota Bogor abad ke-18 atau lebih dari 200 tahun yang lalu. Bangunan menempati lahan seluas 5.000 meter persegi. Ada anggapan bahwa keberadaan Vihara Dhanagun memberikan rezeki kepada masyarakat setempat. Ini bisa dilihat dari lokasi di sekitar bangunan yang terus-menerus menyedot berbagai jenis usaha untuk tumbuh dan berkembang, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, pasar malam hingga pertokoan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tim Kerja CGM 2017, Arifin Himawan mengatakan, CGM 2017 akan tetap menampilkan parade kesenian dan budaya seperti tahun sebelumnya. “Parade barisan akan dibuka oleh budaya lokal, kemudian dilanjutkan dengan parade budaya tradisi dengan pengawal berupa naga, kie lin dan barongsai, lalu diikuti dengan prosesi tandu Eyang Suryakancana, Hok Tek Tjeng Sin, Kwan Im, serta tandu Kwan Kong, dan puluhan kelompok lion barong dari berbagai daerah,” katanya.

Arifin menambahkan, apabila melihat tahun-tahun sebelumnya, panjang arak-arakan CGM bisa mencapai 1 km. Tak hanya itu, lanjutnya, ajang budaya pemersatu bangsa yang menjadi tagline CGM dari tahun ke tahunnya itu akan kembali coba digaungkan hingga ke level mancanegara. Salahsatunya, akan kembali diikuti partisipan dari negara Taiwan.

“Oleh karena itu, kenapa juga CGM – Street Fest 2017 ini pun mengusung spirit Bogor untuk Indonesia. Karena memang kami ingin mengenalkan kepada masyarakat luas seni budaya yang ada di Bogor. Ya, karena seni budaya inilah pemersatu bangsa,” tegasnya.

Menurut dia, parade tersebut akan dimulai dari gerbang Lawang Suryakancana dan berakhir di Vihara Budhasena Batutulis. Di sepanjang jalur itu, akan dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti toilet umum, pemadam kebakaran, dan tim medis.

“Dapat dipastikan ribuan pedagang pernak-pernik Cap Go Meh dan kuliner akan memeriahkan suasana perayaan,” ungkapnya.

Arifin berharap, CGM 2017 dapat meningkatkan nilai secara ekonomis, bukan hanya bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan mendapatkan keuntungan melalui meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Apalagi untuk CGM tahun 2017 nanti akan jatuh pada hari Sabtu, saat weekend, maka diharapkan akan lebih banyak lagi yang akan datang menyaksikan acara budaya milik warga Bogor ini. Tidak saja turis lokal, tapi juga diharapkan akan banyak menyedot turis mancanegara,” tutupnya. (dtk)

Ini Kata Pakar Telematika soal Chat Habib Rizieq dan Firza Husein

0

BOGORDAILY – Kemunculan foto-foto percakapan (chat) seks diduga milik Rizieq Shihab dan Firza Husein, menyedot perhatian. Meski kedua belah pihak telah membantah, ada sejumlah orang yang menduga bahwa chat tersebut asli milik mereka. Apa kata pakar telematika tentang chat Habib Riziek dan Frida Husein.

Pengacara Rizieq membantah chat seks itu milik kliennya. Ia berdalih bahwa telepon genggam Rizieq dikloning orang tak bertanggungjawab. Lalu bagaimana cara membuktikan kebenaran keaslian chat tersebut?

Menurut pakar telematika, Heru Sutadi, ada banyak cara untuk membutikan keaslian chat seks diduga milik Rizieq Shihab dan Firza Husein. Pertama, harus memeriksa secara langsung ponsel kedua orang yang terlibat dalam percakapan tersebut.

Mengingat kemajuan ilmu forensik saat ini, informasi apa pun yang sudah dihapus dari ponsel masih ada kemungkinan bisa dikembalikan, kecuali sudah diformat.

“Kita harus memeriksa secara langsung kedua ponsel Rizieq dan Firza. Meski sudah dihapus sekalipun, data-datanya masih bisa diambil, kecuali ponselnya sudah diformat,” jelas Heru seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (31/1/2017).

Jika chat itu tidak asli, ada kemungkinan pihak tak bertanggungjawab merekayasa chat keduanya. Saat ini, kata Heru, ada sejumlah aplikasi chat palsu yang tampak mirip dengan aslinya.

“Tidak menutup kemungkinan ini bisa direkayasa, mengingat video yang beredar juga merupakan hasil screenshot. Kita harus menunggu semuanya dibuktikan terlebih dahulu,” tuturnya.

Karena belum ada konfirmasi soal keaslian chat itu, Heru mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar.

“Masyarakat jangan mudah percaya, karena ini bisa menimbulkan kemarahan, adu domba dan membuat suasana panas. Masyarakat harus cerdik, harus menunggu kepastian soal keaslian chat tersebut,” ungkap Heru.(bd)

Video klarifikasi Perwakilan Firza Husein:

https://www.youtube.com/watch?v=XyHaXiZfHYE

Video keluhan Habib Rizieq Hp-nya Dikloning:

https://www.youtube.com/watch?v=8SQbgCgqREU

Pengumuman, Yang Rumahnya di Wilayah Ini, Siap-siap Tampung Air!!

0

BOGORDAILY- PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lakukan perbaikan pipa. Kali ini perbaikan dilakukan di pertigaan Tugu Kujang, depan Hotel Amarosa. Perbaikan akan dilakukan mulai hari ini Selasa (31/1/2017) pukul 21.00 WIB sampai hari Rabu (1/2/2017) pukul 04.00 WIB. Perbaikan dilakukan karena adanya kebocoran pipa AC Ø 6”.

Akibat perbaikan terssebut, ada beberapa wilayah zona III alami gangguan pengaliran yaitu Sebagian jl. Raya Pajajaran, Jl Sukasari 1, 2, 3, Jl NV. Sidik, Jl Duku, Jl Nanas Bantar Kemang, Jl Pajajaran Baranangsiang, Jl Pajajaran Indah, Villa Duta, Pajajaran Regency, Jl Ciheuleut, Bogor Lake Side, Griya Soka, Perum Botanica Cimahpar, Perum Haji Cimahpar, Perum Nurul Ichwan, Jl Sukasari, Jl Siliwangi, Jl Lawanggintung, Jl Sekip, Jl Batutulis, Kp. Jaya tunggal dsk, perum. Puri mas dsk, sebagian jl. Bondongan, Jalan Cidangiang dan sekitarnya serta Jalan Otista dan sekitarnya.

“Kami atas nama manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memohon maaf atas gangguan yang terjadi,” ucap Sekretaris PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, H Rafa Adi galuh Agung.

Dengan begitu, pihak PDAM berharap masyarakat dapat menampung air sebagai cadangan. Namun, jika pelanggan memerlukan pasokan air melalui tangki dapat segera hubungi Call Center PDAM Tirta Pakiuan Kota Bogor di nomor (0251) 8324111.(bd)

Video klarifikasi Perwakilan Firza Husein:

https://www.youtube.com/watch?v=XyHaXiZfHYE

Masih Linglung, Mahasiswi Cantik Asal Jonggol Bogor Belum Bisa Ditanya Ini Itu…

BOGORDAILY- Mahasiswi cantik Universitas Mercu Buana Valiandra Vabiola (19) akhirnya pulang ke rumahnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dalam keadaan sehat.

Sebelumnya ia sempat dikabarkan hilang dari rumahnya sejak Jumat (20/1/2017) lalu. “Alhamdulillah anak saya sudah kembali lagi ke rumah, ia pulang kerumah tantenya yang di Pondok Indah,” ujar Ibunda Valiandra, Dina Noviandra (42), Selasa (31/1/2016).

Saat pulang ke rumah, Valiandra masih memakai pakaian yang sama saat ia menghilang beberapa waktu lalu yakni celana jeans panjang warna biru, atasan sweater warna hijau putih.

Dari pengakuan putrinya itu Valiandra pulang menggunakan mobil angkutan umum ke rumah tantenya.
“Saya sempat tanya, katanya dia pulang sendirian naik angkutan umum,” jelasnya.

Namun, putrinya itu belum bisa diajak bicara banyak terkait kepergiannya hampir satu minggu itu, sebab Valiandra masih terlihat linglung sejak pulang ke rumah.

Diberitakan sebelumnya, rasa cemas dan was-was menyelimuti Dina Noviandra (39), seorang ibu yang menanti kabar putri semata wayangnya, Valiandra Vabiola (19).

Pasalnya, Valiandra yang tinggal di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak kunjung pulang sejak Jumat (20/1/2017) lalu.

Dina menceritakan, awalnya ia dan anaknya membuat janji untuk bertemu di kawasan Cibubur, Bekasi pada Jumat (20/1/2017). Lama dinanti, rupanya anaknya itu tak kunjung tiba. (bd/tib)

Video klarifikasi Perwakilan Firza Husein:

https://www.youtube.com/watch?v=XyHaXiZfHYE

Pria Ini Mengklaim Perwakilan Firza Husein, Pernyataannya bikin Heboh. Nih Simak Baik-baik Videonya!!

0

BOGORDAILY- Seorang pria yang mengaku diberi kuasa mewakili Firza Husein menggelar konferensi pers. Adalah Yakub Arupalaka yang menemui wartawan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017) malam tadi. Pria yang mengaku juga sebagai bendahara Partai Pribumi itu menjelaskan soal rekaman suara Firza Husein yang sempat beredar di media sosial hingga chat seks yang dikaitkan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq.

Dihadapan para pewarta, Yakub menegaskan, rekaman suara kemarahan Firza yang diarahkan kepada Habib Rizieq kepada salah seorang temannya yang ia panggil Ema tersebut adalah suara asli. Namun bagi Yakkub, apa yang dicurhatkan Firza adalah masalah pribadi yang dianggapnya sebagai hal biasa.

“Saya harus mengakui rekaman itu benar adanya. Jadi seakan-akan ibu Firza itu berbicara dengan sahabatnya dan itu hak dia. Tetapi ingat, tidak ada direct pembicaraan dengan Habib Rizieq, karena Habib Rizieq tidak pernah memegang HP,” tegas Yakub seperti dilansir redaksikota.

Diketahui, netizen sempat digegerkan dengan sebuah rekaman kemarahan seorang wanita, yang diduga sebagai suara asli Firza Husein. Dalam rekaman tersebut, Firza seperti sedang marah dan kecewa besar dengan Habib Rizieq yang tidak menepati janji untuk menikahi Firza.

Kepada sahabatnya yang disebut bernama Ema itu, tampak kemarahan Firza diluapkan dan menyebut Habib Rizieq stres berat, bahkan sampai ingin mundur memimpin aksi umat Islam.(bd)

Berikut video klarifikasi Perwakilan Firza Husein:

https://www.youtube.com/watch?v=XyHaXiZfHYE

Menabur Angin Menuai Badai

0

Konstatasi itu sudah disebut ribuan tahun lalu oleh salah satu nabinya Yahudi, meneruskan firman dari Tuhan pada umat Yahudi.

Mengapa saya merujuk Yahudi? Karena memang Yahudi sebagai entitas agama adalah saudara tua dari penganut-penganut agama samawi di dunia (agama yang berdasarkan firman Tuhan yakni Yahudi, Kristen dan Islam).

Pernyataan itu disampaikan oleh Nabi Hosea pada umat Yahudi yang sering melanggar perintah Tuhan. Namun, membahas Yahudinya stop dulu ahh…

Kontatasi itu sendiri mutatis mutandis dengan hukum tabur tuai yang dalam hukum tabur tuai sebagai hukum alam.

Hal ini dimaknai bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan berkonsekwensi pada akibatnya; perbuatan baik, perkataan baik, sikap baik, bahkan diam yang baik akan berakibat pula.

Orang yang melakukan kebaikan pada sesama, pada alam dan pada Tuhannya akan mendapatkan balasan kebaikan pula (hukum sebab akibat, aksi reaksi).

Sedangkan perbuatan seperti: perkataan buruk, jahat, sikap-sikap kebencian akan mengakibatkan korban, kesakitan, kegelapan, kekerasan pada sesama bahkan pada Tuhan.

Maka pada situasi tersebut, kesakitan, kegelapan, kebencian, kekerasan akan berbalik pada si pelaku dalam kuantitas dan kualitas yang berlipat ganda.

Konstatasi “Menabur Angin Menuai Badai” merujuk pada perbuatan, sikap dan perkataan buruk yang diproduksi akan menyerang balik pada si pembuatnya.

Akibat dari perbuatan buruk tidak selalu seketika muncul dari perbuatan buruk atau tercela. Namun bisa berproses sangat lama bahkan ketika si pembuatnya sudah lupa akan perbuatan itu.

Dunia ini dalam kesehariannya selalu mempertontonkan badai dari angin yang di tabur. Media massa dari saat ke saat menampilkan akibat perbuatan buruk manusia pada alam dan pada sesama.

Perbuatan-perbuatan buruk dan tercela yang terkualifikasi sebagai delik (tindak pidana) yang dilakukan di Indonesia akan tercermin implikasinya bila kita kunjungi rumah tahanan atau Lapas. Disana dapat kita temui personifikasi dari badai.

Kita belakangan ini juga dapat melihat badai yang sedang menerpa Habib Rizieq; badai hukum yang bertubi-tubi.

Bahkan yang lebih berat adalah badai moralitas terkait dengan dugaan beredarnya komunikasi seks.
Badai ini sangat berat karena posisi Rizieq sebagai simbol moralitas atas dasar agama.

Semoga Rizieq kuat dan tabah menghadapinya.

Salam angin sepoi-sepoi dari Kebun Candali…

Sugeng Teguh Santoso, SH
(Sekretaris Jenderal DPN Perhimpunan Advokat Indonesia dan Pendiri Yayasan Satu Keadilan)

Diperiksa Sebagai Tersangka, Polda Minta Habib Rizieq Jangan Bawa Laskar dan Melawan

0

BOGORDAILY- Polda Jawa Barat akan memeriksa Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab untuk pertamakalinya sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila, Senin depan. Habib diimbau Polda agar tidak mengerahkan laskar untuk mengawalnya ke Polda Jawa Barat.

“Harapan dan imbauan kepada Rizieq Shihab dan FPI pada umum, percayakan kepada profesionalisme dalam menyidik perkara ini. Dan harapan kami adalah Rizieq didampingi pengacara saja, tidak usah bawa massa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus kepada kepada wartawan.

Namun, menurut UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dijamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Yusri mengatakan boleh-boleh saja ada demonstrasi, asalkan tetap dilakukan sesuai aturan main.

“Boleh, tapi ikuti UU. Kalau bawa massa, ikuti aturan. Tiga hari sebelumnya harus memberitahu kepada kami agar kami kawal,” kata Yusri.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Rizieq melawan penetapan status tersangka lewat praperadilan, Yusri mengatakan itu merupakan hak tersangka.

“Ini mekanisme hukum, silakan saja. Kalau ada yang merasa dirugikan. Praperadilan. silakan, kami siapkan nanti untuk menghadapinya,” kata Yusri.

Selain kasus tersebut, Rizieq masih terancam sejumlah kasus hukum di Polda Metro Jaya. Di antaranya kasus dugaan menghasut dengan menyebut logo BI pada mata uang kertas terbaru mirip palu arit atau lambang komunisme. Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Kasus lainnya, adalah dugaan penghinaan terhadap agama Kristen, dan dugaan melecehkan Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. (sr)