Home Blog Page 98

Polisi Usut Kasus Santri Dirudapaksa di Bogor, Tiga Korban Jalani Pemeriksaan Psikologis

Bogordaily.net – Santri Dirudapaksa di Bogor itu baru dugaan. Baru tiga yang resmi melapor. Tetapi angka yang beredar sudah membuat bulu kuduk berdiri: 17 korban.

Pesantren itu berada di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor. Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para santri menimba ilmu agama. Namun kini, suasananya berubah muram. Polisi mulai keluar masuk pondok. Orang tua santri gelisah. Nama pesantren ikut terseret.

Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri memilih berhati-hati. Ia belum mau memastikan jumlah korban sebenarnya. Polisi, katanya, baru menerima tiga laporan resmi.

“Jadi itu baru dugaan karena kami baru menerima laporan resmi dari tiga orang korban,” ujar Silfi.

Korban semuanya laki-laki. Masih belasan tahun. Usia SMP. Ada yang kelas 8, ada pula kelas 9. Umur sekitar 14 sampai 15 tahun.

Yang membuat kasus ini makin mengiris: terlapor bukan hanya satu orang.

Ada yang disebut pengajar pesantren. Ada pula sesama santri.

“Yang terlapor itu ada yang pengajar dan ada juga yang sesama murid juga,” kata Silfi.

Peristiwa dugaan pelecehan itu disebut terjadi sepanjang 2025 lalu. Beberapa korban mengaku mengalami tindakan cabul saat sedang tidur. Ada teman korban yang mengetahui kejadian tersebut. Dari situlah cerita mulai menyebar. Diam-diam. Pelan-pelan. Sampai akhirnya tiba di kantor polisi.

Kasus santri dirudapaksa di Bogor kini masih dalam tahap pemeriksaan awal. Polisi mendahulukan pemulihan korban. Visum dilakukan. Pemeriksaan psikolog dan psikiater juga dijalankan.

“Kemarin kan kita fokus dulu ke korbannya terkait visum, pemeriksaan psikolog, dan psikiatrumnya,” ujar Silfi.

Langkah itu penting. Sebab korban kekerasan seksual tidak hanya menanggung luka fisik. Trauma mereka sering jauh lebih panjang.

Pihak kepolisian juga mulai menyusun daftar saksi. Tidak mudah. Setiap korban memiliki cerita berbeda. Saksi yang mengetahui kejadian pun tidak sama.

Karena itu, penyidik akan memanggil pihak pondok pesantren untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kemudian nanti kita periksa dari pihak ponpes juga,” katanya.

Di tengah proses tersebut, polisi membuka pintu bagi korban lain yang belum berani bicara. Laporan tetap diterima selama 24 jam. Isyarat bahwa aparat menduga masih ada cerita yang belum keluar ke permukaan.

“Tidak menutup korban-korban lain untuk membuat laporan, kami persilakan selama 24 jam, kami terbuka,” imbuh Silfi.

Kasus dugaan santri dirudapaksa di Bogor kembali menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan berbasis asrama. Pengawasan internal pesantren dipertanyakan. Relasi kuasa antara pengajar dan santri juga kembali menjadi sorotan.

Sebab dalam banyak kasus serupa, korban memilih diam terlalu lama. Takut. Malu. Atau merasa tidak akan dipercaya.

Kini, publik menunggu sejauh mana penyidikan berkembang. Apakah jumlah korban akan bertambah. Dan siapa saja yang nantinya benar-benar terbukti terlibat dalam kasus santri dirudapaksa di Bogor tersebut.***

Rumah di Gang Sempit Cimanggu Bogor Ambruk, Debu Tebal dan Jeritan Warga Pecah

0

Bogordaily.net – Rumah itu berdiri di bibir tebing kecil. Di Gang Pasama, kawasan Cimanggu, Kota Bogor. Gang sempit. Padat rumah. Dinding-dinding berhimpitan.

Selasa siang, 5 Mei 2026, suasana kampung itu mendadak berubah seperti adegan film bencana.

Awalnya terdengar suara retakan kecil. Tidak terlalu keras. Tetapi cukup membuat beberapa warga menoleh. Mereka yang sedang duduk di depan rumah mulai berdiri. Ada yang keluar sambil melihat ke arah bangunan di atas kontur tanah yang menurun tajam itu.

Tak lama kemudian suara “krek… krek…” terdengar makin jelas.

Warga mulai berteriak.

“rumahnya mau roboh!”

Panik langsung pecah di gang sempit itu. Orang-orang berhamburan keluar rumah. Sebagian membawa anak kecil. Sebagian lagi hanya sempat menyelamatkan diri tanpa alas kaki.

Lalu suara dentuman keras terdengar.

Satu bangunan rumah ambruk seketika. Material bangunan meluncur dari bagian atas dan menghantam bangunan yang berada tepat di bawahnya. Debu beterbangan memenuhi gang. Genting pecah. Tembok runtuh. Tiang kayu patah berserakan.

Jeritan warga terdengar bersahut-sahutan.

Beberapa warga yang berada di lokasi mengaku sempat melihat bagian lantai rumah bergerak turun sebelum akhirnya ambles total. Situasi itu membuat warga sekitar ketakutan karena khawatir rumah lain ikut terdampak.

Gang Pasama yang biasanya ramai suara obrolan warga mendadak berubah tegang. Orang-orang hanya bisa berdiri menyaksikan reruntuhan sambil memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di dalam bangunan.

Sebagian warga mencoba mendekat. Namun mereka mundur lagi karena khawatir terjadi longsoran susulan. Kondisi bangunan di kawasan tersebut memang berhimpitan dan berada di area dengan kontur tanah yang tidak rata.

Beberapa menit setelah kejadian, suasana mulai dipenuhi teriakan meminta bantuan. Warga bergotong royong membersihkan puing-puing ringan sambil menunggu petugas datang ke lokasi.

Peristiwa ambruknya rumah di Cimanggu itu cepat menyebar dari mulut ke mulut. Video detik-detik bangunan roboh pun beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terdengar jelas kepanikan warga saat bangunan runtuh dan menimpa rumah di bawahnya.

Kejadian itu meninggalkan trauma bagi warga sekitar yang hingga kini masih dihantui kekhawatiran akan adanya bangunan lain yang rawan runtuh.***

Hujan Lagi, Simak Ramalan Cuaca Kota Bogor Jumat 8 Mei 2026

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca terbaru untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 8 Mei 2026 diperkirakan hujan di beberapa wilayah.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 8 Mei 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan:66–94%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-29°C
Kelembapan:64–92%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-30°C
Kelembapan:60-90%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 59–89%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 60–90%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24-31°C
Kelembapan:58–89%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 8 Mei 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

BPOM Umumkan 11 Kosmetik Berbahaya, Ada Sampo Selsun dan Makeup Madame Gie

0

Bogordaily.net – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali merilis daftar kosmetik berbahaya yang ditemukan beredar di pasaran pada triwulan pertama 2026. Temuan ini langsung menyita perhatian publik. Bukan hanya produk krim wajah, beberapa merek populer seperti sampo Selsun dan produk kosmetik Madame Gie juga masuk dalam daftar pengawasan.

Dalam hasil uji laboratorium terbaru, BPOM menemukan kandungan bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoat, deksametason, pewarna merah K10, hingga cemaran 1,4-dioksan yang melebihi ambang batas aman.

BPOM menegaskan, bahan-bahan tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Merkuri dan hidrokinon misalnya, berisiko menyebabkan iritasi berat, perubahan warna kulit permanen, hingga kerusakan organ tubuh bila digunakan dalam jangka panjang.

Sementara asam retinoat diketahui berbahaya bagi ibu hamil karena dapat memengaruhi perkembangan janin. Adapun deksametason berpotensi memicu jerawat parah, dermatitis, hingga gangguan hormonal.

Yang juga menjadi perhatian adalah temuan cemaran 1,4-dioksan dan pewarna merah K10. Kedua zat ini disebut memiliki potensi karsinogenik atau memicu kanker serta gangguan fungsi hati.

Dalam keterangannya, BPOM menyebut produk yang ditemukan berasal dari berbagai kategori. Mulai dari kosmetik lokal, impor, hasil kontrak produksi, hingga produk tanpa izin edar.

BPOM juga langsung mengambil langkah tegas berupa pencabutan izin edar dan penghentian sementara kegiatan produksi maupun distribusi terhadap produk terkait.

Berikut daftar produk kosmetik yang diumumkan BPOM mengandung bahan berbahaya:

1. BYOUT SKINCARE Brightening Spot Cream — mengandung hidrokinon dan asam retinoat
2. BRASOV Nail Polish No.125 — mengandung pewarna merah K10
3. LT BEAUTY SKIN WSC 2 in 1 — mengandung merkuri
4. MADAME GIE Madame Take5 01 — mengandung pewarna merah K10
5. SELSUN 7 Herbal — cemaran 1,4-dioksan melebihi batas
6. SELSUN 7 Flowers — cemaran 1,4-dioksan melebihi batas
7. TZUYU SKIN CARE Day Cream Protection — mengandung deksametason
8. TZUYU SKIN CARE Glow Expert Night Cream — mengandung deksametason
9. BEAUTYWISE Rejuvenating Facial Toner — mengandung hidrokinon dan asam retinoat
10. MONESIA APOTHECARY Melano Glow Duo Night Cream — mengandung hidrokinon dan asam retinoat

Kasus temuan kosmetik berbahaya ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli produk kecantikan. Konsumen diimbau memastikan produk memiliki izin edar resmi BPOM dan tidak mudah tergiur hasil instan.

Di tengah tren skincare dan kosmetik yang terus meningkat, pengawasan terhadap produk kecantikan kini menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, peredaran kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya masih kerap ditemukan di pasar online maupun offline.***

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Kota Bogor Pantau Langsung Perwakilan Peserta dalam Pelatihan Z-Auto

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua BAZNAS Kota Bogor Hussen As Soleh, S.Ag, M.E meninjau langsung para peserta perwakilan Kota Bogor yang mengikuti Pelatihan Z-Auto di Depok, Jawa Barat. Program ini merupakan Program Baznas RI yang di sebar di beberapa Kota diantaranya Kota Bogor dalam bidang pendayagunaan ekonomi umat.

Kehadiran pimpinan BAZNAS Kota Bogor di lokasi pelatihan bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan bahwa para peserta asal Kota Bogor dapat menyerap ilmu teknis dan manajemen bengkel secara maksimal.

Program Z-Auto sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan bagi mustahik yang memiliki usaha bengkel motor agar dapat berkembang menjadi usaha yang lebih profesional dan mandiri.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa perwakilan dari Kota Bogor mendapatkan pelatihan terbaik. Kami berharap, sekembalinya mereka dari pelatihan ini, usaha bengkel yang mereka jalankan bisa naik kelas, baik dari sisi pelayanan maupun manajemen keuangan,” ujar Hussen As Soleh, S.Ag, M.E, Wakil Ketua II & IV Baznas Kota Bogor di sela-sela peninjauan.

Beliau juga menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bantuan modal, melainkan investasi sumber daya manusia. Dengan sinergi bersama BAZNAS RI, peserta diberikan akses terhadap pengetahuan otomotif terkini serta pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Dalam pantauannya, para peserta asal Kota Bogor terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari praktik bongkar pasang komponen hingga strategi pemasaran digital untuk bengkel kecil.

BAZNAS Kota Bogor berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan para penerima manfaat ini hingga mereka mampu mandiri dan diharapkan dapat menjadi muzaki di masa depan.

Program Z-Auto menjadi salah satu pilar penting dalam upaya BAZNAS Kota Bogor mengentaskan kemiskinan melalui jalur kewirausahaan. Melalui pelatihan yang terstandarisasi ini, diharapkan standar layanan bengkel Z-Auto di Kota Bogor dapat bersaing dengan bengkel-bengkel modern lainnya.***

Video Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok, Isi Percakapannya Bikin Netizen Heboh

0

Bogordaily.net – Video guru bahasa inggris viral kembali memantik rasa penasaran publik. Bukan karena durasi videonya panjang. Bukan pula karena ada adegan luar biasa. Justru karena potongan konten singkat itu menyebar begitu cepat di TikTok dan membuat banyak orang sibuk mencari asal-usul videonya.

Di media sosial, terutama TikTok, nama akun yang pertama kali membahas video tersebut langsung ramai diserbu warganet. Banyak yang mencoba menebak lokasi pembuatan konten. Sebagian lagi penasaran dengan sosok guru perempuan berhijab yang tampil mengenakan seragam dinas cokelat.

Video itu sebenarnya sederhana. Seorang guru bahasa Inggris terlihat sedang berada di ruang kelas bersama seorang siswa laki-laki berseragam putih. Sang guru tampak memegang buku pelajaran. Situasinya seperti proses belajar biasa. Namun percakapan dalam video itulah yang kemudian memancing perhatian publik.

Ada momen ketika siswa tersebut seperti menegur gurunya terkait pakaian yang dikenakan. Reaksi spontan sang guru yang terlihat kaget lalu memegang bagian bajunya menjadi potongan adegan yang paling banyak dibicarakan. Dari situlah narasi liar mulai berkembang ke mana-mana.

Padahal, belum ada penjelasan resmi mengenai konteks utuh dari video tersebut. Netizen telanjur membuat banyak asumsi. Ada yang menganggap konten itu sekadar candaan kelas. Ada pula yang menduga video tersebut sengaja dibuat untuk kebutuhan konten hiburan TikTok.

Fenomena video guru bahasa inggris viral ini memperlihatkan satu hal penting: media sosial kini tidak lagi membutuhkan durasi panjang untuk menciptakan kehebohan. Cukup beberapa detik. Cukup satu ekspresi. Setelah itu algoritma bekerja tanpa ampun.

Yang menarik, pencarian terkait video ini melonjak dalam waktu singkat. Kata kunci tentang guru bahasa Inggris, murid, hingga lokasi sekolah ikut menjadi trending pencarian. Banyak akun mulai mengunggah ulang potongan video dengan narasi berbeda-beda demi mendulang penonton.

Di tengah derasnya arus viral itu, publik sebenarnya juga diingatkan untuk lebih bijak. Tidak semua potongan video bisa langsung disimpulkan tanpa melihat konteks lengkapnya. Sebab media sosial sering kali hanya menampilkan fragmen kecil yang mudah memancing salah tafsir.

Kini, video guru bahasa inggris viral masih terus diperbincangkan di berbagai platform. TikTok kembali membuktikan dirinya sebagai mesin penyebar tren paling cepat. Hari ini soal guru bahasa Inggris. Besok bisa saja muncul video lain yang lebih mengejutkan.***

Bupati Bogor Apresiasi Buruh Jaga Kondusivitas Daerah dan Perkuat Sinergi di Momentum Mayday

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan serikat buruh yang telah menjaga kondusivitas daerah dalam peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) Tingkat Kabupaten Bogor, pada Kamis (7/5/26).

Peringatan Mayday yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pekerja, dan dunia usaha dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh pekerja yang selama ini berperan menjaga suasana aman dan harmonis di Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, pagi hari ini kami bersama serikat pekerja memperingati Hari Buruh Internasional Tingkat Kabupaten Bogor. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pekerja yang telah menjaga kondusivitas daerah yang kita cintai bersama,” ujar Rudy Susmanto.

Ia berharap semangat kebersamaan antara pemerintah dan para pekerja dapat terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur.

Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Bogor, Abdul Hayi, menegaskan bahwa peringatan Mayday bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja di tengah tantangan ekonomi global.

Menurutnya, Kabupaten Bogor sebagai kawasan industri dan penyangga ekonomi nasional memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas tenaga kerja dan keberlanjutan ekonomi daerah. Untuk itu, sinergi tripartit harus terus diperkuat melalui hubungan industrial yang harmonis, dialogis, dan berorientasi solusi.

“Mayday hadir mempersatukan sinergi pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Momentum ini harus menjadi penguat kebersamaan untuk menjaga stabilitas daerah serta mendorong kesejahteraan pekerja dan kemajuan usaha bersama,” ungkap Abdul Hayi.

Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Bogor berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persatuan. Pemerintah Kabupaten Bogor bersama seluruh elemen pekerja dan pengusaha berkomitmen menjaga kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.***

Kemenkop Perkuat Transformasi Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pengembangan Usaha
Pertambangan Berbasis Koperasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/5). “Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi koperasi menjadi koperasi tambang modern yang mampu mengelola usaha pertambangan secara legal, profesional,
dan berkelanjutan,” kata Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop Panel Barus, dalam sambutannya.

Menurut Panel, provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah dengan potensi sumber daya mineral dan batubara (minerba) yang sangat besar di Indonesia. Lebih dari itu, NTB juga dikenal memiliki cadangan emas dan tembaga, khususnya di wilayah Sumbawa Barat, serta potensi mineral lain seperti mangan, pasir besi, batuan, dan komoditas tambang rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Lombok Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Lebih lanjut, Kemenkop juga terus mendorong agar Provinsi NTB menjadi model nasional dalam tata kelola tambang rakyat berbasis koperasi, sehingga pengelolaan pertambangan bisa berjalan
secara legal, berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practice).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan memberikan kontribusi sekitar 15% hingga lebih dari 20% terhadap PDRB NTB. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat mencapai sekitar 21%, menjadikannya sebagai salah satu sektor terbesar kedua setelah pertanian.

“Secara nominal, kontribusi sektor ini diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong perekonomian daerah,” ucap Deputi Panel.

Oleh karena itu, Panel menegaskan bahwa penguatan peran koperasi dalam sektor pertambangan merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah. “Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39
Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) prioritas dapat diberikan kepada Koperasi, badan usaha kecil dan menengah (UMKM), atau badan usaha yang dimiliki organisasi kemasyarakatan keagamaan,” kata Panel.

Panel menambahkan, dalam PP tersebut ditegaskan bahwa koperasi dapat mengelola WIUP mineral logam dan batubara dengan luasan hingga 2.500
hektar. “Ketentuan ini menunjukkan bahwa koperasi tidak lagi diposisikan secara terbatas, melainkan sebagai pelaku usaha pertambangan yang memiliki kapasitas skala menengah,” kata Panel.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemenkop telah menerbitkan Peraturan Menteri
Koperasi Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara oleh Koperasi.

“Regulasi ini mendorong koperasi agar bertransformasi menjadi pelaku usaha pertambangan yang profesional dan berorientasi bisnis, memperkuat
kelembagaan dan tata kelola (good cooperative governance), meningkatkan kapasitas teknis, manajerial, dan permodalan, membangun kemitraan strategis dengan BUMN, swasta, dan investor, serta mengelola usaha pertambangan secara berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan,” papar Panel.

Dalam kerangka kebijakan tersebut, koperasi diposisikan sebagai agregator masyarakat yang menghimpun dan mengorganisir penambang rakyat, badan usaha pertambangan yang memiliki legalitas dan kapasitas usaha, serta instrumen pemberdayaan ekonomi yang
mendorong pemerataan manfaat sumber daya alam.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti 50 koperasi dari berbagai wilayah di NTB, yang mencerminkan besarnya potensi kelembagaan koperasi dalam mengelola usaha pertambangan berbasis koperasi serta narasumber dari Kemenkop, Kementerian ESDM, Dinas Koperasi Provinsi NTB dan Dinas ESDM Provinsi NTB.

Undangan dan peserta kegiatan terdiri atas unsur pemerintah pusat dan daerah, Dekopin Pusat dan Daerah NTB, Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI), serta pengurus koperasi tambang dari
berbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Para peserta memperoleh materi
terkait perspektif perkoperasian dalam usaha pertambangan, mekanisme perizinan dan teknis operasional, potensi pertambangan daerah, serta dukungan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan usaha pertambangan berbasis koperasi di NTB.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir koperasi-koperasi tambang yang mampu mengelola sumber daya mineral secara optimal, mengurangi praktik pertambangan ilegal, meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” ujar Panel. ***

Mengenal Raina, Penari Jaipong Muda Asal Bogor yang Buktikan Budaya Sunda Tetap Eksis di Mata Gen Z

Bogordaily.net – Di tengah gempuran tren budaya modern, semangat melestarikan tradisi justru tumbuh subur di hati generasi muda Kota Bogor.

Salah satunya ditunjukkan oleh Raina Maria Santihayu, siswi SMP Kesatuan Kota Bogor yang kini aktif mendedikasikan waktunya untuk mendalami seni tari Jaipong.

​Bergabung dengan Sanggar Laras Pakuan sejak delapan bulan lalu, Raina mengaku jatuh cinta pada keunikan gerak tari khas Jawa Barat ini. Baginya, Jaipong bukan sekadar tarian, melainkan representasi energi dan keluwesan budaya Sunda.

​”Jaipong itu terkenal dengan gerakannya yang enerjik, luwes, dan mengikuti irama musik tradisional. Inilah yang menjadi pilihan saya, mumpung masih muda,” ujar Raina pada Kamis 7 Mei 2026.

​Meski baru menekuni latihan secara intensif kurang dari satu tahun, jam terbang Raina di atas panggung terbilang cukup tinggi. Ia telah tampil di berbagai acara besar yang mempertemukan seni tradisional dengan khalayak luas.

​Beberapa panggung yang pernah dijajakinya antara lain Bogor Rasa Malaysia di Botani Square. ​Festival Pagelaran Seni Budaya Nusantara di Gedung DPRD Kota Bogor. Pagelaran dan Evaluasi Tari Sanggar Laras Pakuan di Mall BTM.

​Kemudian acara penutupan Cap Go Meh dan Halal Bihalal Pelaku Seni Budaya Bogor dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

​Salah satu momen berkesan adalah saat ia membawakan tari sambutan untuk Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin dalam acara Gerakan Pangan Murah yang dipadukan dengan ajang seni budaya Sunda.

​Raina menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam tari Jaipong adalah konsistensi dalam mengikuti tempo musik yang dinamis. Namun, hal itulah yang justru membuatnya semakin tertantang untuk terus belajar.

​”Banyak gerakan yang harus dikuasai, tetapi karena iramanya yang khas, menari Jaipong memberikan kepuasan tersendiri,” tambahnya.

​Langkah Raina tidak berhenti di panggung-panggung sebelumnya. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam agenda besar memperingati Hari Jadi Bogor (HJB).

Rencananya, ia akan menunjukkan kebolehannya pada tanggal 30 mendatang di GOR Pajajaran.

​Kehadiran sosok seperti Raina diharapkan menjadi inspirasi bagi remaja seusianya di Kota Bogor agar tidak malu mempelajari budaya lokal.

Dengan balutan kostum yang khas dan gerakan yang lincah, Raina Maria Santihayu membuktikan bahwa identitas jati diri bangsa melalui tari tradisional tetap relevan dan mempesona di mata generasi Z.***

Kejar Target 30 Persen RTH, DPRD dan Pemkot Bogor Godok Aturan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor tengah melakukan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Langkah ini guna mengejar target pemenuhan 30 persen luasan RTH di Kota Bogor pada tahun 2031 mendatang.

​Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kota Bogor, Selasa 5 Mei 2026. Pansus RTH menekankan pentingnya harmonisasi regulasi agar aturan ini menjadi instrumen nyata, bukan sekadar dokumen administratif.

​Berdasarkan evaluasi tahun 2025, realisasi RTH publik di Kota Bogor masih berada di angka 4,47 persen hingga 5,77 persen.

Angka ini dinilai masih cukup jauh dari target nasional sebesar 20 persen untuk RTH publik dan 10 persen untuk RTH privat.

​Ketua Pansus Raperda RTH, Devie Prihartini Sultani
menyatakan bahwa sinkronisasi dengan aturan yang lebih tinggi, seperti UU Cipta Kerja, menjadi prioritas utama.

​”Kita perlu melakukan langkah percepatan strategis. Naskah Raperda ini harus segera disinkronkan dan diharmonisasi dengan tingkat provinsi agar target 30 persen di tahun 2031 bukan sekadar wacana,” ujarnya.

​Salah satu poin penting dalam pembahasan kali ini adalah perubahan mekanisme sanksi. Mengikuti kerangka UU Cipta Kerja, sanksi pidana kurungan bagi pelanggar aturan RTH kini dihapuskan dan dialihkan menjadi sanksi administratif yang lebih progresif.

​Pelanggar akan dikenakan tindakan mulai dari teguran tertulis, penghentian kegiatan, pencabutan izin, hingga denda administratif.

Selain itu, muncul mekanisme konversi pelanggaran yang mewajibkan pelanggar untuk membangun RTH pengganti.

​”Pemanfaatan RTH tidak boleh mengganggu fungsi ekologis, sosial, dan publik. Setiap perubahan fungsi atau luasan wajib memperoleh persetujuan Pemerintah Daerah dan wajib disertai penggantian lahan RTH dengan luas yang sepadan,” tegas Devie.

​Mengingat keterbatasan lahan di Kota Bogor, lanjutnya, raperda ini juga akan mengatur strategi inovatif seperti joint claim lahan konservasi milik negara serta pemberian insentif bagi masyarakat atau pengembang yang menerapkan konsep penghijauan vertikal (vertical garden) dan rooftop garden.

​Di sisi lain, DPRD juga menyoroti masalah penyempitan sempadan sungai akibat bangunan liar. Pansus mendorong adanya integrasi sistem perizinan yang ketat antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

​”Harus ada integrasi sejak tahap perencanaan tapak. Jangan sampai izin keluar, tapi fungsi RTHnya terabaikan,” katanya.

​Sebagai tindak lanjut, Bagian Hukum dan Tim Teknis akan melakukan revisi Naskah Akademik dan Batang Tubuh Raperda untuk menyempurnakan indikator teknis minimal, seperti standar jumlah pohon dan tata cara perhitungan RTH vertikal.

​Dinas terkait juga diminta segera menyusun draf Peraturan Walikota (Perwali) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan di lapangan.

Dengan regulasi yang lebih kuat, Kota Bogor diharapkan mampu bertransformasi menjadi kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap bencana.***