Home Blog Page 99

Mengenal Raina, Penari Jaipong Muda Asal Bogor yang Buktikan Budaya Sunda Tetap Eksis di Mata Gen Z

Bogordaily.net – Di tengah gempuran tren budaya modern, semangat melestarikan tradisi justru tumbuh subur di hati generasi muda Kota Bogor.

Salah satunya ditunjukkan oleh Raina Maria Santihayu, siswi SMP Kesatuan Kota Bogor yang kini aktif mendedikasikan waktunya untuk mendalami seni tari Jaipong.

​Bergabung dengan Sanggar Laras Pakuan sejak delapan bulan lalu, Raina mengaku jatuh cinta pada keunikan gerak tari khas Jawa Barat ini. Baginya, Jaipong bukan sekadar tarian, melainkan representasi energi dan keluwesan budaya Sunda.

​”Jaipong itu terkenal dengan gerakannya yang enerjik, luwes, dan mengikuti irama musik tradisional. Inilah yang menjadi pilihan saya, mumpung masih muda,” ujar Raina pada Kamis 7 Mei 2026.

​Meski baru menekuni latihan secara intensif kurang dari satu tahun, jam terbang Raina di atas panggung terbilang cukup tinggi. Ia telah tampil di berbagai acara besar yang mempertemukan seni tradisional dengan khalayak luas.

​Beberapa panggung yang pernah dijajakinya antara lain Bogor Rasa Malaysia di Botani Square. ​Festival Pagelaran Seni Budaya Nusantara di Gedung DPRD Kota Bogor. Pagelaran dan Evaluasi Tari Sanggar Laras Pakuan di Mall BTM.

​Kemudian acara penutupan Cap Go Meh dan Halal Bihalal Pelaku Seni Budaya Bogor dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

​Salah satu momen berkesan adalah saat ia membawakan tari sambutan untuk Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin dalam acara Gerakan Pangan Murah yang dipadukan dengan ajang seni budaya Sunda.

​Raina menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam tari Jaipong adalah konsistensi dalam mengikuti tempo musik yang dinamis. Namun, hal itulah yang justru membuatnya semakin tertantang untuk terus belajar.

​”Banyak gerakan yang harus dikuasai, tetapi karena iramanya yang khas, menari Jaipong memberikan kepuasan tersendiri,” tambahnya.

​Langkah Raina tidak berhenti di panggung-panggung sebelumnya. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam agenda besar memperingati Hari Jadi Bogor (HJB).

Rencananya, ia akan menunjukkan kebolehannya pada tanggal 30 mendatang di GOR Pajajaran.

​Kehadiran sosok seperti Raina diharapkan menjadi inspirasi bagi remaja seusianya di Kota Bogor agar tidak malu mempelajari budaya lokal.

Dengan balutan kostum yang khas dan gerakan yang lincah, Raina Maria Santihayu membuktikan bahwa identitas jati diri bangsa melalui tari tradisional tetap relevan dan mempesona di mata generasi Z.***

Kejar Target 30 Persen RTH, DPRD dan Pemkot Bogor Godok Aturan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor tengah melakukan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Langkah ini guna mengejar target pemenuhan 30 persen luasan RTH di Kota Bogor pada tahun 2031 mendatang.

​Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kota Bogor, Selasa 5 Mei 2026. Pansus RTH menekankan pentingnya harmonisasi regulasi agar aturan ini menjadi instrumen nyata, bukan sekadar dokumen administratif.

​Berdasarkan evaluasi tahun 2025, realisasi RTH publik di Kota Bogor masih berada di angka 4,47 persen hingga 5,77 persen.

Angka ini dinilai masih cukup jauh dari target nasional sebesar 20 persen untuk RTH publik dan 10 persen untuk RTH privat.

​Ketua Pansus Raperda RTH, Devie Prihartini Sultani
menyatakan bahwa sinkronisasi dengan aturan yang lebih tinggi, seperti UU Cipta Kerja, menjadi prioritas utama.

​”Kita perlu melakukan langkah percepatan strategis. Naskah Raperda ini harus segera disinkronkan dan diharmonisasi dengan tingkat provinsi agar target 30 persen di tahun 2031 bukan sekadar wacana,” ujarnya.

​Salah satu poin penting dalam pembahasan kali ini adalah perubahan mekanisme sanksi. Mengikuti kerangka UU Cipta Kerja, sanksi pidana kurungan bagi pelanggar aturan RTH kini dihapuskan dan dialihkan menjadi sanksi administratif yang lebih progresif.

​Pelanggar akan dikenakan tindakan mulai dari teguran tertulis, penghentian kegiatan, pencabutan izin, hingga denda administratif.

Selain itu, muncul mekanisme konversi pelanggaran yang mewajibkan pelanggar untuk membangun RTH pengganti.

​”Pemanfaatan RTH tidak boleh mengganggu fungsi ekologis, sosial, dan publik. Setiap perubahan fungsi atau luasan wajib memperoleh persetujuan Pemerintah Daerah dan wajib disertai penggantian lahan RTH dengan luas yang sepadan,” tegas Devie.

​Mengingat keterbatasan lahan di Kota Bogor, lanjutnya, raperda ini juga akan mengatur strategi inovatif seperti joint claim lahan konservasi milik negara serta pemberian insentif bagi masyarakat atau pengembang yang menerapkan konsep penghijauan vertikal (vertical garden) dan rooftop garden.

​Di sisi lain, DPRD juga menyoroti masalah penyempitan sempadan sungai akibat bangunan liar. Pansus mendorong adanya integrasi sistem perizinan yang ketat antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

​”Harus ada integrasi sejak tahap perencanaan tapak. Jangan sampai izin keluar, tapi fungsi RTHnya terabaikan,” katanya.

​Sebagai tindak lanjut, Bagian Hukum dan Tim Teknis akan melakukan revisi Naskah Akademik dan Batang Tubuh Raperda untuk menyempurnakan indikator teknis minimal, seperti standar jumlah pohon dan tata cara perhitungan RTH vertikal.

​Dinas terkait juga diminta segera menyusun draf Peraturan Walikota (Perwali) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan di lapangan.

Dengan regulasi yang lebih kuat, Kota Bogor diharapkan mampu bertransformasi menjadi kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap bencana.***

Delegasi Keraton Sumedang Larang Disambut Baik di Bogor, Mahkota Binokasih Bawa Pesan Cinta Kasih untuk Pemimpin Sunda

Bogordaily.net – Rombongan Keraton Sumedang Larang tiba di Kota Bogor dengan membawa Mahkota Binokasih Sanghyang Pake untuk agenda Kirab Budaya Mahkota Binokasih Kota Bogor dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026.

Kedatangan simbol kebesaran Sunda tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai bagian dari rangkaian pelestarian budaya dan sejarah tatar Sunda.

Gamparan Pati Mahapatih Keraton Sumedang Larang, Lily Djamhur Soemawilang,
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor dan seluruh pihak yang telah menerima serta mengawal rombongan Mahkota Binokasih selama berada di Kota Hujan.

“Kami dari Keraton Sumedang Larang, Pati Mahapati Keraton, mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada tuan rumah, khususnya kepada Wali Kota Bogor yang sudah menerima delegasi dari Keraton Sumedang Larang dalam mengawal keamanan Mahkota Binokasih ke Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menyebut, kirab budaya Mahkota Binokasih bukan sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat kembali persaudaraan masyarakat Sunda.

“Ini memang merupakan satu momentum magis. Dengan adanya Kirab Budaya Mahkota Binokasih Keraton Sumedang ini akan memberikan sebuah fenomena baru, bagaimana keberadaan Mahkota Binokasih bisa mengikat lagi tali kekerabatan di antara kita bahwa kita merupakan satu saudara orang Sunda yang memiliki identitas dan jati diri bangsa yang besar,” katanya.

Menurutnya, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake merupakan simbol kemaharajaan Sunda yang menyimpan nilai-nilai luhur peradaban dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda sejak masa lampau.

“Nah itu akan didapatkan dari sebuah mahkota kemaharajaan Sunda yang diberi nama Mahkota Binokasih Sanghyang Pake. Kami berharap agenda kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan bahwa Sunda memiliki sejarah yang panjang dan besar, tetapi juga bahwa orang Sunda memiliki nilai ideologi dan filosofi bangsa Sunda itu sendiri,” jelasnya.

Lily menuturkan, filosofi utama Mahkota Binokasih terletak pada makna cinta kasih yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Artinya nilai Binokasih, nilai cinta kasih sayang yang harus dipakai atau dipergunakan sebagai nilai tatanan tertinggi di dalam kehidupan, baik itu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari nilai cinta kasih tersebut lahir sistem tatanan kehidupan yang menjunjung keadilan dan kebijaksanaan, terutama bagi para pemimpin di tatar Sunda.

“Dari nilai cinta kasih inilah melahirkan sistem tatanan nilai di dalam berbangsa dan berkehidupan negara. Kami berharap nilai cinta kasih yang terdapat di dalam Mahkota Kemaharajaan Sunda ini dapat melekat kepada para pemimpin di tatar Sunda agar memiliki karakter jiwa yang adil dan bijaksana,” tuturnya.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak akan mampu bersikap adil dan bijaksana tanpa memiliki nilai cinta kasih dalam dirinya.

“Seorang pemimpin tidak mungkin memiliki sikap atau jiwa adil dan bijaksana apabila tidak memiliki nilai cinta kasih,” pungkasnya.

(Fikri)

KPU Kota Bogor Luncurkan Podcast Resmi, DPRD Dorong Edukasi Politik Generasi Z

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima audiensi jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor di Gedung DPRD.

Pertemuan ini membahas persiapan penyelenggaraan pemilu mendatang, sekaligus menandai peluncuran (launching) Podcast Resmi KPU Kota Bogor sebagai sarana edukasi digital.

​Ketua KPU Kota Bogor, Ferry B. Muslim, menjelaskan bahwa inisiatif pembuatan podcast ini merupakan langkah adaptif untuk memperluas jangkauan informasi kepemiluan.

Melalui media digital, KPU ingin menyajikan konten yang tidak kaku agar lebih diterima oleh masyarakat luas.

​”Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi kepemiluan melalui media digital. Kami ingin penyajian kontennya terasa lebih menarik, santai, dan mudah dipahami oleh semua kalangan,” ujar Ferry.

​Menanggapi terobosan tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus bersinergi dengan KPU. Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi mencakup aspek penting lainnya.

​Ia menyatakan bahwa kerja sama ini akan mencakup dukungan legislasi hingga penyusunan program strategis. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap tahapan pemilu di Kota Bogor berjalan secara demokratis dan berkualitas.

​Salah satu tantangan besar adalah masih rendahnya tingkat partisipasi pemilih muda di Kota Bogor. Padahal, secara statistik, kelompok milenial dan Gen Z merupakan segmen terbesar dalam komposisi daftar pemilih.

Adityawarman Adil menekankan bahwa strategi pendekatan konvensional sudah tidak cukup. Diperlukan inovasi digital seperti podcast dan optimalisasi media sosial untuk membangun kesadaran politik di kalangan anak muda.

​”Kelompok pemilih muda adalah segmen terbesar saat ini. Maka, diperlukan strategi pendekatan yang lebih kreatif dan digital, salah satunya melalui podcast ini, untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan mereka dalam demokrasi,” ungkapnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemasangan EWS di Kota Bogor Diperkuat, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir dan Longsor

Bogordaily.net – Pemasangan Early Warning System (EWS) di sejumlah wilayah rawan bencana di Kota Bogor terus diperkuat.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir dan longsor.

Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu berbagai kejadian bencana.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini yang mampu memberikan informasi cepat dan akurat kepada warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan EWS menjadi alat penting dalam mitigasi bencana berbasis teknologi.

“Early warning system ini dibangun untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sinyal peringatan saat potensi bahaya terdeteksi. Sistem ini membantu warga untuk merespon lebih cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemasangan EWS dilakukan di sejumlah titik seperti Cikaret dan Panaragan berdasarkan tingkat kerawanan. Penentuan lokasi tersebut mengacu pada hasil kajian serta riwayat kejadian bencana sebelumnya.

“Ketika alarm berbunyi, masyarakat bisa segera melakukan langkah awal seperti evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Ini menjadi alat bantu yang sangat penting,” katanya.

Namun demikian, efektivitas EWS tidak hanya bergantung pada teknologi semata. Peran masyarakat dalam memahami dan merespons peringatan menjadi faktor penentu keberhasilan sistem tersebut.

“EWS hanyalah alat, yang paling utama adalah kesiapan masyarakat dalam menyikapi informasi tersebut. Respons cepat dan tepat akan sangat menentukan dalam mengurangi risiko bencana,” ucapnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Kota Bogor Siap Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan peringatan Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 003.05/Kep.159-Adpim/2026.

Pada tahun 2026, peringatan Milangkala Tatar Sunda diisi dengan rangkaian panjang kegiatan budaya bertajuk Kirab Budaya Tatar Sunda “Napak Tilas Padjadjaran”. Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang akan dilintasi kirab.

Sebelum tiba di kota hujan, rangkaian kirab telah dilaksanakan di beberapa daerah, di antaranya Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur. Kota Bogor dijadwalkan menerima rombongan kirab pada Jumat (8/5) malam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kirab Budaya Bogor dalam rangka Milangkala Tatar Sunda.

Kirab Budaya Bogor akan dimulai dari Museum Pajajaran Bogor menuju Simpang Batutulis, dilanjutkan ke arah Jalan NV. Sidik sampai Simpang Ahoy.

Kemudian contraflow ke Jalan Siliwangi hingga Lawang Suryakencana dengan total lintasan sekitar 3,2 kilometer. Rekayasa lalu lintas akan dimulai sejak pukul 14.00 – 22.00 WIB.

Acara ini akan semakin semarak dengan partisipasi kesenian dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat, 14 kampung adat di Jawa Barat, 885 seniman budaya, serta penampilan istimewa dari 20 penari Bali sebagai simbol persaudaraan budaya Nusantara.

Untuk susunan peserta Kirab Budaya Bogor akan diawali Janur buah 9, penari Bali dan Sunda, payung, kuda pengawal, kuda tunggang gubernur, kereta Kijagarasa (mahkota binokasih), Puragabhaya Keraton Sumedang.

Kemudian, Kereta Nyi Mas Melati, Kereta Ki Jaga Sunda, kuda tunggang wakil gubernur, kuda tunggang wali kota, kuda tunggang VIP, dan iring-iringan 27 kesenian kabupaten/kota.

Mahkota Binokasih tiba di Kota Bogor pada Kamis, (7/5/2026), yang disambut langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Firdaus.

Saat ini, Mahkota Binokasih disimpan sementara di eks Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah (Bakorwil) di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, sebelum dilakukan kirab budaya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sebelumnya mengajak seluruh jajaran Pemkot Bogor untuk bersama-sama menyukseskan rangkaian acara, termasuk melalui kegiatan bebersih di kawasan Bumi Ageung Batutulis sebagai salah satu lokasi utama prosesi budaya.

“Sebelum kegiatan, kita akan melaksanakan bebersih di Bumi Ageung. Kegiatan besar ini harus didukung bersama-sama. Aparatur wilayah dan seluruh elemen harus mendukung agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (4/5).

Dedie Rachim berharap pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor ini menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Atas nama Pemerintah Kota Bogor, ia mengajak seluruh warga untuk hadir, menyaksikan, dan bersama-sama menjaga kelancaran Kirab Budaya Bogor sebagai wujud kecintaan kita terhadap budaya Sunda dan kekayaan budaya Indonesia.

Pemkot Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya pengalihan arus lalu lintas pada pukul 18.00 – 22.00 WIB di Simpang Jalan Suryakencana dan Simpang Lawanggintung dikarenakan ada Kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.

“Bagi yang akan melintas jalur tersebut silahkan perhatikan waktu pelaksanaan dan gunakan jalur alternatif. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama,” katanya.***

Paguyuban Masyarakat Bulusan: Prona Sebagai Program Nasional Mudah Dibatalkan oleh Pengembang

0

 

Bogordaily.net – Ketenangan warga Bulusan Semarang terganggu, setelah 30 tahun menempati lahan mereka dan membayar pajak kepada negara, sertifikat lahan mereka terancam dicabut oleh pengembang PT Bukit Semarang Jaya Metro (BSJM) melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang.

Pengembang BSJM pada 15 Juni 2025 menggugat BPN atas sertifikat masyarakat Bulusan Semarang, dengan alasan adanya tumpang tindih atas HGU mereka. Gugatan BSJM dimenangkan oleh PTUN melalui keputusan PTUN Semarang no: 63/G/2025 tanggal 5 Maret 2026.

Warga merasa keputusan PTUN Semarang itu sangat janggal karena SHM yang dimiliki masyarakat diperoleh melalui Prona (Program Nasional Agraria) pada tahun 1996.

“Seperti kita ketahui Prona adalah program Negara, yang tahapan untuk memperolehnya sangat ketat. Bahkan sebelum serifikat itu diterbitkan, ada waktu sanggah selama dua minggu bagi masyarakat yang berkeberatan atas terbitnya sertifikat tersebut” ujar Istika salah seorang perwakilan dari Masyarakat.

Keputusan PTUN Semarang membuat menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar bagi masyarakat.

Menurut mereka keputusan PTUN tersebut sangatlah janggal, karena setelah tiga puluh tahun mereka memiliki menempati lahan tersebut, ada tuntutan atas legalitas kepemilikan lahan mereka.

Padahal semua pihak diberi waktu lagi selama lima tahun setelah SHM diterbitkan, untuk menyatakan keberatannya.

“Ini menunjukan tidak adanya kepastian hukum, dan PTUN seharusnya menolak tuntutan tersebut. Itu sebabnya kami melakukan gugatan intervensi terhadap BPN. Kami dikalahkan oleh PTUN dan kami akan lanjut berjuang melalui banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Surabaya,” ujar Dyah Krisna dari Paguyuban Masyarakat Bulusan.

Untuk diketahui, prosea pelaksanaan Prona diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 2015. Tahapan Prosedur Prona adalah sebagai berikut:

1. BPN memberikan informasi terkait program kepada aparatur desa/kelurahan dan masyarakat

2. Pendataan/Pengumpulan Data: Pemohon menyerahkan dokumen seperti KTP, KK, bukti penguasaan tanah (girik/letter C), dan bukti PBB.

3. Pengukuran: Petugas ukur menetapkan batas-batas tanah bersama pemilik lahan yang berbatasan.

4. Sidang Panitia Yuridis: Pemeriksaan data fisik dan data yuridis oleh panitia dari BPN untuk menentukan kelayakan tanah diterbitkan sertifikat.

5. Pengumuman: Hasil pemeriksaan diumumkan selama 14 hari untuk memastikan tidak ada sanggahan.

6. Penerbitan Sertifikat: BPN menerbitkan sertifikat tanah.

7. Penyerahan: Sertifikat dibagikan kepada peserta Prona.

Pengguna Instagram Ramai-Ramai Kehilangan Followers, Diduga Ada Pembersihan Akun Besar-Besaran

0

Bogordaily.net – Sejumlah pengguna Instagram melaporkan penurunan jumlah pengikut secara drastis dalam waktu singkat. Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah banyak akun disebut kehilangan followers dalam jumlah besar hanya dalam beberapa jam terakhir.

Berdasarkan laporan yang beredar, beberapa akun bahkan mengalami penurunan mulai dari ribuan hingga jutaan pengikut dalam kurun waktu sekitar 12 jam.

Kondisi tersebut memicu dugaan bahwa Instagram tengah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun spam, bot, hingga akun tidak aktif.

Gelombang penurunan followers ini disebut turut berdampak pada sejumlah kreator konten dan figur publik yang memiliki jumlah pengikut besar di platform tersebut.

Banyak pengguna menduga langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Instagram untuk meningkatkan kualitas interaksi di dalam platform.

Pembersihan akun palsu dinilai dapat membantu menciptakan angka engagement yang lebih realistis dan mengurangi aktivitas tidak autentik yang selama ini memengaruhi performa akun.

Meski begitu, hingga saat ini pihak Meta belum memberikan penjelasan resmi terkait jumlah akun yang dihapus maupun skala pembersihan yang sedang berlangsung di Instagram.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Instagram juga pernah melakukan penghapusan akun palsu secara massal yang menyebabkan banyak pengguna mengalami penurunan jumlah followers secara tiba-tiba.

Karena itu, pengguna yang mendapati jumlah pengikutnya turun drastis diminta untuk tidak langsung panik sambil menunggu informasi resmi lebih lanjut dari pihak Instagram terkait penyebab fenomena tersebut.***

Mau ke Acara Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor? Ini Kantong Parkir yang Disediakan Pemkot

Bogordaily.net-  Beberapa ruas jalan di Kota Bogor akan ditutup sementara saat acara kirab mahkota Binokasih, pada Jumat 8 Mei 2026.

Untuk mengatasi kemacetan dan penumpukan pengunjung, ada beberapa kantong parkir yang telah disediakan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Salah satunya dengan menerapkan sistem contraflow di ruas Jalan Siliwangi guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Ia menjelaskan, sebanyak 25 bus rombongan peserta kirab akan diturunkan di kawasan Jalan Batutulis sebelum diarahkan menuju lokasi parkir di Terminal Baranangsiang.

“Ini akan ada 25 bis didrop. Dari sini hanya ngedrop kita atur ke belakang bisnya. Nanti kita tampung di Terminal Baranangsiang,” jelas Sujatmiko, Kamis 7 Mei 2026

Menurut Sujatmiko, peserta kirab akan menggunakan sisi kiri jalan, sementara jalur sebelah kanan tetap dapat dilalui kendaraan umum agar aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terganggu.

Untuk mendukung pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, Dishub Kota Bogor menurunkan sekitar 150 personel yang akan disiagakan di sepanjang rute kirab.

Kantong parkir

Lokasi parkir tersebut berada di kawasan Gedung Bakorwil, Balaikota Bogor, Kantor Pajak, Museum Tanah, Kinderfield School Bogor, area Paspampres, Jalan Otto Iskandar Dinata, Mal BTM, serta Terminal Baranangsiang untuk parkir bus.

Dishub Kota Bogor mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lokasi parkir yang telah disediakan dan tidak memarkir kendaraan di badan jalan.

Petugas juga akan melakukan penertiban parkir liar mulai pukul 17.00 WIB, terutama di sepanjang Jalan Siliwangi dan kawasan Suryakencana yang menjadi jalur utama kirab budaya tersebut.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Jadi Momentum Bersejarah Milangkala Tatar Sunda Kirab Budaya

Bogordailynet. – Kedatangan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake di Kota Bogor pada Kamis 7 Mesi 2026 menjadi momen bersejarah dalam rangkaian agenda Milangkala Tatar Sunda dan Kirab Budaya Kota Bogor 2026

Mahkota Binokasih di antar langsung oleh rombongan dari Keraton Sumedang Larang yang di jaga ketat oleh aparat Brimob

Wali Kota Bogor menyambut baik kedatangan rombongan Keraton Sumedang Larang di Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan Wilayah l Kota Bogor

Tak hanya itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, juga menyebut kehadiran mahkota peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran tersebut sebagai momentum langka dan istimewa bagi masyarakat Bogor.

“Yang ditunggu-tunggu sudah sekian lama, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, sebuah simbol Kerajaan Pajajaran yang dulu pernah dijadikan mahkota semua Raja Sunda Pajajaran,” ujar Dedie A. Rachim.

Ia mengatakan, pada hari ini Mahkota Binokasih resmi tiba di Kota Bogor sebagai bagian dari rangkaian budaya Tatar Sunda yang akan dilanjutkan dengan kirab budaya pada Jumat malam, 8 Mei 2026.

“Hari ini sudah tiba di Bogor. Sanghyang Pake Mahkota Binokasih ini asli terbuat dari emas 18,8 karat dengan bobot kurang lebih 8 kilogram,” jelasnya.

Menurut Dedie, kedatangan Mahkota Binokasih ke Bogor memiliki nilai historis yang kuat. Pasalnya, Bogor memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pajajaran dan Keraton Sumedang Larang.

“Nah ini menjadi sebuah momentum yang cukup langka karena belum semua wilayah Jawa Barat disinggahi. Tetapi Bogor mendapatkan sebuah kesempatan yang istimewa karena memang kedekatan antara Bogor dengan Sumedang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hubungan historis tersebut juga berkaitan dengan perpindahan pusat Kerajaan Pajajaran ke Sumedang pada masa lampau.

“Terlebih lagi dengan kesejarahan dan juga latar belakang bahwa pada saat Kerajaan Pajajaran berpindah ke Sumedang, beberapa artefak termasuk juga benda-benda prasasti sejarah itu semuanya sekarang ada di Keraton Sumedang,” katanya.

Dedie menilai, kehadiran Mahkota Binokasih menjadi sebuah kehormatan bagi Kota Bogor sekaligus pengingat akan sejarah dan budaya Sunda yang harus terus dijaga serta dilestarikan.

“Ini sebuah kehormatan dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang akan kita serangkaikan kirabnya itu besok bada Magrib, 8 Mei 2026,” tutupnya.

(Fikri)