Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 8731

Kalah di Pilgub, Deddy Mizwar Ditawari Jadi Caleg

BOGOR DAILY- DPD Partai Demokrat mengusulkan mantan wakil gubernur Jabar Deddy Mizwar maju dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Hal itu sempat dibicarakan dalam Rapat Konsolidasi Partai Demokrat se-Jawa Barat, Bandung, Selasa (3/7/2018).

“Kami mengusulkan Deddy Mizwar menjadi anggota legislatif DPR-RI,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara, ketika ditemui setelah Rapat Konsolidasi Partai Demokrat se-Jawa Barat, Bandung, Selasa (3/7/2018).

Tetapi ia juga mengatakan bahwa Deddy Mizwar belum memberikan kepastian mengenai ikut atau tidaknya ia dalam Pileg 2019.

Mengenai Dapil yang akan menjadi tempat Deddy Mizwar juga belum ditentukan. “Tadi ada DPC Kabupaten Bogor minta (dapil Deddy Mizwar ) di Kabupaten Bogor, tapi belum pasti,” ujarnya.

Saat ini Deddy Mizwar baru menyatakan kesiapannya menjadi juru kampanye Partai Demokrat untuk Pilpres 2019. Irfan Suryanegara mengatakan bahwa itu bentuk keinginan Deddy Mizwar untuk berkontribusi pada Partai Demokrat. “Deddy mizwar ingin mencurahkan tenaganya lagi kepada Partai Demokrat, partai yang mencoba membesarkan namanya,” ujarnya.

Sebelumnya, pria yang terkenal sebagai aktor pemeran Naga Bonar itu juga diusung dalam Pilgub Jabar 2018 berpasangan dengan Dedi Mulyadi. Tetapi menurut hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, pasangan Deddy-Dedi hanya menempati urutan ketiga dengan perolehan suara sekira 25 persen.

Et Dah… Nikita Mirzani Terbang ke Afrika Demi Borong Berlian

BOGOR DAILY-Nikita Mirzani telah merencanakan pergi Umrah dan juga menjadwalkan liburan. Ia pun mengungkap kalau saat ini sedang mengatur jadwalnya agar bisa mengambil cuti.

“Umrah Isya Allah nih jadi, soalnya lagi minta jadwal sama PAGI PAGI PASTI HAPPY. Dikasih liburnya kapan. Tahun ini harus berangkat,” ungkap Nikita Mirzani,  di kawasan Tendean,  Jakarta Selatan, Senin (2/7).

Selain akan berangkat Umrah, Nikita Mirzani juga merencanakan liburan ke Afrika Selatan. Pasalnya, ia ingin hunting berlian yang menurutnya lebih murah harganya di sana.

“Iya Afrika Selatan itu karena gue mau beli berlian di sana. Di sana itu kan murah-murah semua, emang real banget makanya gue mau ke sana. Ternyata kan Afrika itu nggak seperti yang gue bayangin ternyata banyak tempat yang bagus,” tukas Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani pun mengungkap kalau ia ingin tampil lebih keren dengan menambah koleksi berlian, “Banyakin berlian, biar gue shine bright like a diamond.”

Meski sudah nggak sabar untuk hunting berlian, nyatanya Nikita Mirzani memprioritaskan untuk Umrah. Ia berencana pergi ke Tanah Suci terlebih dulu sebelum terbang liburan ke Afrika.

sumber: Merdeka.com

Ingat! Besok Pendaftaran Bakal Caleg Dibuka

BOGOR DAILY –Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjelaskan mekanisme pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg). Pendaftaran bacaleg 2019 sendiri mulai dibuka besok hari, Rabu, 4 Juli 2018 hingga 17 Juli 2018.

Menurut Arief, masing-masing partai politik mendaftarkan bakal calonnya sesuai dengan daerah pilih di masing-masing tingkatan.

“Kalau bacaleg DPRD Kab/Kota didaftarkan oleh pengurus partai tingkat Kab/Kota di KPU Kab/Kota,” ujar Arief, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Sedangkan untuk bacaleg di tingkat Provinsi, didaftarkan oleh pengurus partai tingkat provinsi ke KPU Provinsi.

“Begitu seterusnya. Kalau provinsi ada DPD juga,” kata Arief.

Saat didaftarkan, bacaleg hanya boleh diajukan oleh satu parpol di satu daerah pilih dalam satu tingkatan dewan perwakilan. Mereka pun harus memasukan data lewat Silon (sistem informasi calon). Ini dilakukan agar tak ada lagi bacaleg ganda, baik di parpol, dapil maupun pada tingkatan dewan perwakilan yang berbeda.

“Dulu sebelum kita punya sistem ini hal semacam ini terjadi (bacaleg ganda). Ketahuannya baru mau pas ditetapkan DCT (daftar calon tetap). Nah itu kan merepotkan,” ungkap Arief.

Menurut Arief, penggunaan silon dapat memudahkan banyak pihak. Bukan hanya bagi penyelenggara dan partai politik, namun juga bagi masyarakat. Sebab, lewat silon mereka dapat melakukan pengecekkan terhadap data maupun riwayat bakal calon legislatif yang didaftarkan. KPU pun telah memberikan akun untuk mengisi silon tersebut.

“Jadi 30 hari sebelum tanggal 4, udah kita berikan akunnya, username dan password,” ujarnya.

sumber: Merdeka.com

Disdik Jatah 10 Persen untuk Siswa Luar Bogor

BOGOR DAILY-Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fachrudin mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor sudah dimulai sejak Senin (02/07/2018) lalu.

Fachrudin menjelaskan, jika terdapat sekolah yang telah penuh maka akan langsung ditutup dan akan diumumkan nama-nama siswa yang diterima di SD yang bersangkutan. Langkah itu diambil agar siswa yang tidak diterima bisa mendaftar ke sekolah yang lain.

“Tapi harus dijamin bahwa (pendaftar) warga Kota Bogor sudah (mencapai) 90 persen (diterima). Kalau belum 90 persen tutup (pendaftaran) boleh tidak? Boleh saja, tapi ketika ada warga Kota Bogor yang mendaftar lagi harus diakomodir,” ujar Fachrudin, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, sekolah-sekolah harus lebih memprioritaskan warga Kota Bogor.

“Sebab, dari kuota keseluruhan seratus persen, 10 persen sisanya baru dialokasikan untuk warga luar Kota Bogor,” kata Fachrudin.

Dalam PPDB ini pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah di kota hujan untuk melayani orang tua dan pendaftar dengan baik dan mewanti-wanti agar tidak ada transaksi apapun terlebih antusias pendaftar cukup tinggi.

“Saya melihat di beberapa sekolah itu dari subuh sudah antri. Padahal sudah diumumkan tidak usah khawatir, karena formulir tidak dibatasi. Yang hari itu datang dijamin (bisa mendaftar),” tutup Fachrudin.

SUMBER: Ayobogor.com

Pindah ke Nasdem, PAN Sebut Lucky Hakim Mata Duitan

BOGOR DAILY –Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengatakan ada kadernya yang ‘dibajak’ partai lain jelang pileg. Kader tersebut adalah Lucky Hakim yang pindah ke Partai NasDem.

“Satu orang, Lucky Hakim saja ke Nasdem kan,” kata Yandri di gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/7).

Posisi Lucky di Fraksi PAN juga telah digantikan dengan kader lain dan sudah lakukan PAW (Pengganti Antar Waktu). Atas kepindahan tersebut Yandri menuding Lucky pindah ke Nasdem karena diberi uang dengan DP Rp 2 Miliar.

“Iya, mengundurkan diri karena sudah dikasih DP sama Nasdem, si Lucky-nya. Berarti kan Lucky-nya mata duitan juga kan. Setahu saya Rp 2 miliar DP-nya. Kalau dari WA-nya yang disebarkan ke kami itu dia DP Rp 2 miliar, terus nanti dikasih lagi logistik atau apa. Itu pengakuan dari Lucky,” ungkapnya.

Menurut Yandri, ‘pembajakan’ ini adalah hal yang lumrah. Sebab ada juga kader lain yang pindah ke PAN. “Ya memang sih yang pindah itu mungkin secara komitmen ideologi partainya kurang, tapi nggak apa-apa gitu lho, kita hormati juga. Bagian dari demokrasi, bebas pilihan,” ujarnya.

“Siapa tahu mereka di sana juga bisa bahagia kembali, yang enggak enak kalau enggak terpilih. Sudah salah jalan, salah jalan lagi,” sambungnya.

Tudingan itu langsung dibantah oleh Politikus NasDem, Willy Aditya. Dia menegaskan kepindahan Lucky hanya berdasarkan beberapa pertimbangan politik strategis.

“Lucky Hakim pindah ke NasDem karena pertimbangan-pertimbangan politik yang strategis. Satu, karena NasDem sedang naik daun, kedua tentu berbasis politik gagasan NasDem menjadi partai yang terbuka tidak ada anak kandung, anak tiri. Semuanya diperlakukan secara equal, yang membuat orang tertarik,” kata Willy saat dihubungi, Selasa (3/7).

“Namanya tudingan apanya yang enggak ada bisa dibuat-buat saja,” ucapnya.

Dari 17 Daerah, PDIP kalah di 11 Pilgub

BOGOR DAILY- Dari 17 pemilihan gubernur tahun 2018, PDIP kalah di 11 provinsi. Pasangan calon yang diusung PDIP hanya menang di enam provinsi yang menggelar Pilkada yaitu; Jawa Tengah, Bali, Maluku, dan Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua. Pengaruh Jokowi atau ‘Jokowi Effect’ pun dipertanyakan.

Sosok Jokowi dinilai tak berperan dalam memenangkan jagoan-jagoan PDIP. “Soal Jokowi ada pertanyaan kenapa enggak turun memenangkan pasangan di Jabar, Jateng dan Sumut. Ada apa? Kenapa enggak turun dari gelanggang kalau penting bagi dia. Kalau Jokowi effect masih berpengaruh harusnya turun,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago dalam diskusi “Utak-Atik Capres-Cawapres Pasca Pilkada Serentak 2018” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Menurutnya, kemenangan parpol di Pilkada serentak dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya personal branding, jaringan organisasi akar rumput, logistik, dan efektivitas kerja mesin partai.

Walaupun beberapa parpol mengklaim memenangkan Pilkada, namun pasangan calon yang diusung sesungguhnya bukan kader partai. Hanya Ganjar Pranowo, kader inti parpol yang bertarung di Pilkada dan menang. Kemenangan kader inti ini efektif mendulang suara pada 2019.

“Kalau kader inti akan efektif tapi kalau bukan kader inti belum tentu efektif mengamankan suara,” ujarnya.

Terkait Pilpres, Pangi mengatakan masyarakat ingin lebih dari dua calon atau poros. Ini untuk menghindari gesekan yang semakin keras pada Pilpres nanti. Jika hanya ada dua pasangan calon, maka akan masyarakat berpotensi terbelah dan luka sosial semakin dalam.

Dia menganalogikan pasangan capres-cawapres seperti menu di restoran. Semakin beragam jenis makanan, maka semakin banyak pilihan. Dan ini akan meningkatkan partisipasi politik.

“Semakin banyak varian yang disajikan ke masyarakat, akan meningkatkan partisipasi politik,” ucapnya.

sumber: Merdeka.com

Sadis! Pilkada Usai, Kantor Panwas Dilempari Telur Busuk

BOGOR DAILY –Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Pilkada Bersih mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Selasa (3/7/2018).

Mereka menilai penyelenggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 Juni lalu terjadi banyak kecurangan yang terkesan ‘dibiarkan’ oleh Panwaslu maupun tim Penegakan hukum Terpadu (Gakkumdu).  Pantauan di lokasi, unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 14:00 wib. Sejumlah massa membawa berbagai poster tuntutan yang isinya menyudutkan kinerja Panwaslu. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara massa dan anggota kepolisian yang hendak menghalau  para demostran untuk membakar ban. Mereka juga sempat melempari kantor Panwaslu dengan telur busuk.

‘Melempar telor itu bentuk kekecewaan,”ungkap Koordinator Aksi Imam Wijaya.

Menurutnya, pelanggaran yang terjadi pada kampanye Pilkada Kabupaten Bogor 2018 ini dilakukan secara masif dan ini merupakan tindakan pidana pemilu.

“Pelanggaran atau kecurangan pemilu ini masif dilakukan dan melibatkan aparatur negara seperti kepala desa, lurah maupun camat. Kami minta Panwaslu menindaklanjuti kecurangan yang terjadi karena hal tersebut masuk dalam pidana pemilu,” kata Imam kepada wartawan di Kantor Panwaslu Kabupaten Bogor, Cibinong Endah Blok D8 nomor 11 Sukahati, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Dia menerangkan, pencideraan terhadap demokrasi juga direpresentasikan dalam kasus-kasus money politik yang terbukti di banyak daerah.

“Harusnya segala macam pelanggaran dan kecurangan pemilu ini menjadi sasaran utama bagi Panwaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tim Gakkumdu Kabupaten Bogor. Kami meminta laporan kecurangan yamg sudah masuk harus terus di follow up dan ditindak lanjuti sesuai prosedur konstitusional,” terangnya.

Aktivis lainnya bernama Fahreza Anwar meminta seluruh pejabat negara maupun Gakkumdu Kabupaten Bogor bekerja cepat, bersikap adil dan netral dalam penindakan pelanggaran atau kecurangan dalam Pilbup Bogor.

“Kami minta Panwaslu, KPU dan Gakkumdu bekerja cepat dalam menindak segala macam pelaku pelanggaran atau kecurangan dalam Pilbup Bogor. Kami minta mereka untuk bertindak adil dan netral,” pinta Fahreza.

Dia melanjutkan penindakan pelanggaran atau kecurangan pemilu tidak benar-benar ditindak secara tuntas oleh Gakkumdu padahal semua Calon Bupati-Wakil Bupati Bogor beberapa kali melaporkan adanya kecurangan.

“Panwaslu, KPU dan Gakkumdu telah tidak berbuat netral dan profesional padahal kita menginginkan Pilbup yang bersih dan melahirkan kepala daerah yang baik. Saya menuntut pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) secara masif diusut tuntas karena itu masuk dalam ranah pidana pemilu,” lanjutnya.

Koordinator Divisi Hukum dan Penegakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Bogor Irfan Firmansyah menjelaskan semua laporan kecurangan atau pelanggaran yang masuk ke Panwaslu sudah ditindak lanjuti.

“Semua laporan kecurangan dan pelanggaran pemilu sebenarnya kita sudah ditindak lanjuti hany memang semua yang berkaitan dengan delik pidana tidak ada satu pun yang masuk dalam proses penyidikan karena setelah diverifikasi dan pembahasan kedua oleh tim Gakkumdu laporan tersebut tidak memenuhi unsur dan alat bukti pendukung yang memenuhi,” jelas Irfan.

Pria asli Pamijahan ini melanjutkan jumlah ASN atau  yang melakukan pelanggaran pemilu atau kecurangan ada tujuh orang yang terdiri 6 orang kepala desa (Kades) dan satu orang bidan.

sumber: Sindonews.com

Heboh Video Ramalan Hasil Pilbup Bogor 2018 Kang Suhe

BOGOR DAILY– PASANGAN  Ade Yasin-Iwan Setiawan memenangi Pilkada Kabupaten Bogor 2018 versi hitung cepat dengan meraih 43,29 persen dukungan suara.

Kemenangan itu sudah diramalkan oleh seorang pemuda bernama Suhendar alias Kang Suhe. Tidak hanya sekadar meramal kemenangan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan, Kang Suhe juga menebak dengan benar persentase perolehan suara dari masing-masing pasangan calon yang bersaing di Pilkada Kabupaten Bogor 2018.

Aksinya tersebut diunggah di YouTube dalam video berjudul ‘Terbukti, isi Ramalan Calon Bupati Bogor 2018 oleh kang suhe’.

Warga yang melihat dalam video viral itu, takjub dengan hasil ramalan Kang Suhe yang dibuka pada Rabu (27/6).

Pasangan nomor urut dua Ade Yasin dan Iwan Setiawan, memperoleh suara 43,29 persen, pasangan nomor urut tiga Ade Ruhandi dan Ingrid Kansil (37,18 persen), serta pasangan nomor urut satu Fitri Putra Nugraha dan Bayu Syah Johan (7,55 persen).

Sementara pasangan nomor urut lima Ade Wardhana Adinata dan Asep Ruhiyat (7,11 persen), pasangan nomor urut empat Gunawan Hasan dan Fikry Zulfikar Irama atau Vicky Rhoma (4,88 persen) serta sisa suara sebanyak 5,7 persen.

Disimpan dalam kelapa

Kang Suhe memulai prediksinya dengan menyiapkan sebuah kertas berisi prediksi pada Minggu (24/6).

Aksi itu direkam dalam video berjudul ‘Tak disangka, SUDAH DIKETAHUI inilah hasil pemilihan bupati kab Bogor 2018-2023’.

Selanjutnya kertas tersebut disimpan di dalam batok kelapa dan diisolasi setelah sebelumnya disegel dengan kertas yang berisikan tandatangan saksi-saksi.

Lalu batok kelapa itu dimasukkan ke dalam plastik hitam dan kembali diisolasi. Batok kelapa kemudian digantung di sebuah tiang di sekitar pemukiman warga. Tidak hanya itu, warga secara bergantian melakukan penjagaan selama 3 x 24 jam untuk mencegah kecurangan hingga akhirnya dibuka pada Rabu (27/6).

“Ini kita nggak mendukung salah satu calon mana pun. Yang jelas disini saya tulis hanya sebatas presentasi dari lima calon, jadi kita nggak ada yang diunggulkan dari salah satu paslon bupati tersebut,” katanya dalam video tersebut.

Mengenai aksinya tersebut, Kang Suhe menegaskan tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis. Media batok kelapa yang dipakai untuk menyimpan hasil prediksinya hanya sebatas kebetulan belaka.

“Sebetulnya ini nggak ngaruh banget yah, karena mungkin kita nggak ada toples atau apa, ya udah kita masukkan sini aja. Yang jelas jangan sampai kita terkesan dengan hal mistis, masalahnya semua yang dilakukan hanya karena ridho Allah SWT. Apabila Allah SWT tidak ridoho-in, ini semua sia-sia,” katanya.

Lihat Videonya:

sumber: Wartakotalive.com

 

Ya Allah, Warga Mengular Antre E-KTP di Trotoar

BOGOR DAILYAntrean pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Kantor Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, membludak. Akibatnya, warga yang hendak mengurus e-KTP harus mengantre sekitar satu kilometer, Selasa (3/7/2018). Hingga pagi tadi, warga dari sejumlah wilayah di Kota Bogor terus berdatangan.

Kondisi itu menyebabkan antrean terus mengular hingga ke pinggir jalan. Untuk mengantisipasi penumpukan di dalam, petugas yang berjaga terlihat menutup pintu gerbang kantor pelayanan tersebut.

Bahkan, sejumlah warga yang sudah mengantre, terpaksa harus kembali ke rumahnya lantaran telah kehabisan nomor antrean pelayanan pengurusan e-KTP. Seperti yang dialami Ranti (30) bersama anaknya. Warga Tajur, Kecamatan Bogor Selatan itu, harus mengurungkan niatnya mengurus e-KTP hari ini karena kehabisan nomor antrean. Ia bersama anaknya mencoba menanyakan kondisi itu kepada salah satu pegawai Disdukcapil. Di hadapan petugas tersebut, ia diminta untuk kembali esok hari.

“Ibu, besok kembali lagi aja ke sini. Sekarang udah abis nomor (antrean),” kata salah satu petugas di sana. Ia pun kecewa mendengar hal itu, sebab KTP elektronik sangat dibutuhkan anaknya sebagai salah satu syarat untuk melamar kerja.

Ranti juga tidak mengetahui soal adanya pemberlakuan nomor antrean untuk membuat e-KTP. “Gimana ya, mas. Saya juga nggak tahu. Baru hari ini saya ke sini. Katanya udah habis nomor antreannya. Tapi untuk besok, nomornya juga udah habis dibagiin hari ini. Jadi ini gimana,” ucap Ranti.

Dia mengaku, sudah mengurus pembuatan e-KTP sejak Januari 2018. Namun hingga hari ini, ia belum juga mendapatkannya. “Saya ngurus e-KTP udah lama, dari sebelum puasa, di kantor kecamatan. Waktu itu, kata petugas, tintanya habis. Saya cuman dikasih surat keterangan,” sebutnya.

Warga lainnya, Yusuf (52) mengaku, demi mendapatkan nomor antrean, dirinya rela menginap dan tidur di trotoar jalan depan kantor Disdukcapil Kota Bogor, sejak kemarin sore.

Warga Kampung Kali Murni, Kecamatan Tanah Sareal ini juga mengungkapkan, selain dirinya, ada 12 warga lain yang melakukan hal serupa. Mereka memutuskan datang jauh lebih awal sebelum pelayanan di Disdukcapil dibuka agar tidak mengantre lama

Sumber: Kompas.com

Angkot di Bogor Bakal Dapat Subsidi, Segini Anggarannya

BOGOR DAILY- Penataan transportasi di Kota Bogor masih mejadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibawah kendali Wali Kota Bima Arya Sugiarto. Hingga akhir periode kepemimpinannya, kebijakan reruoting dan konversi angkutan kota (angkot) ke bus sedang belum terlalu terasa manfaatnya. Selepas mengikuti Pilkada Wali Kota Bogor, Bima pun mengaku akan fokus melanjutkan kebijakan tersebut sebagai salah satu dari enam skala prioritas menata kota.

“Apalagi, dari beberapa hasil quick count, saya bersama kang Dedie itu memimpin cukup jauh. Maka kami pun percaya diri bakal kembali memimpin Kota Hujan, dan melanjutkan berbagai program skala prioritas, diantaranya fokus ke masalah transportasi dan kemacetan kota,” kata Bima saat ditemui di kediamannya, di Pendopo Enam Baranangsiang Indah, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Sabtu (30/6).

Menurutnya, isu utama mengatasi kemacetan dan mengatur transportasi ada di segmen menengah, yang efeknya bakal langsung terasa. Ia mengakui, menuntaskan progam konversi angkot ke bus sedang bukan tanpa kendala, diantaranya kekuatan finansial badan hukum yang nantinya membawahi armada yang beroperasi di sejumlah trayek Transpakuan Koridor (TPK) se-Kota Hujan.

“Kebijakan ini memang butuh waktu 2-3 tahun. Kini dan sudah mulai adaptasi TPK, yang belum itu pengadaan bus, karena sebagian besar badan hukum ingin disubsidi, juga untuk operasional. Nah itu kendala. Makanya 1-2 tahun terakhir fokus utama penataan transportasi, menyelesaikan badan hukum-nya dulu,” ucapnya.

Selain itu, permasalah menata trayek atau Rerouting pun bukan tanpa kendala, diantaranya soal kesiapan jalan, penumpukan angkut pada jalur trayek tertentu atau trayek gemuk dan permaianan dilapangan. Ini disebut penting karena rerouting jadi program yang menunjang konversi angkot nantinya. “Armada dibiasakan dulu trayek baru. Tapi kendalanya ada juga, paling kentara kesiapan jalan, jalur-jalur trayek gemuk. Belum lagi supir yang tidak sampai ke tujuannya, muter balik, artinya bermain di lapangan, ini juga koreksi kedepannya,” ujarnya

Politisi PAN ini menambahkan, untuk skema subdisi kepada badan hukum sedang direncanakan. Nantinya bakal mirip dengan pengajuan bantuan sosial (bansos). Dia mencontohkan, misalnya badan hukum A punya 50 armada bus, maka mereka bisa mengajukan proposal berapa subsidi yang diperlukan. “Ajukan proposalnya (ke pemkot), nih saya punya operasional sekian, misalnya. Tolong bantu. Lalu nanti pemkot assesmen proporsal itu. Seperti ajukan dana bansos. Patokannya kepada Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jadi nanti proporsional, untuk supir berapa, untuk subsidi per kilometer nya berapa. Nilai dan teknis ada di dinas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rakhmawati membenarkan rencana pengadaan subsidi dalam kebijakan konversi angkot tersebut. Jumlah anggaran yang disiapkan sekitar Rp17 miliar dari pos pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019. “Persisnya di angka Rp 17.615.699.253. ada di anggaran murni APBD tahun depan, bukan di anggaran perubahan tahun ini,” singkatnya.