Friday, 3 April 2026
Home Blog Page 1695

Maknai 50 Tahun Perjalanan, ChildFund International Wujudkan Hak Anak

0

Bogordaily.net   Hadir di Indonesia sejak tahun 1973, ChildFund International di Indonesia terus berupaya mewujudkan anak-anak mendapatkan hak dan menggapai potensi mereka. Berbagai program dihadirkan guna mewujudkan tujuan tersebut.

Di Jawa Barat, bersama Yayasan Warga Upadaya Bogor (YWU) yang telah bekerjasama sejak 1972, ChildFund International di Indonesia telah mendampingi lebih dari tiga juta anak dan keluarga di empat kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pimpinan Proyek Yayasan Warga Upadaya F. E. Eriyanto menjelaskan, salah satu fokus program yang sukses diimplementasikan di wilayah Kota Bogor. Yakni program pengasuhan dan nutrisi yang merupakan salah satu inisiatif ChildFund dalam membantu pemerintah mengurangi angka stunting nasional.

“Melalui inisiatif bernama Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (BATAGOR), ChildFund dan YWU melakukan intervensi penanganan tiga isu yakni stunting, wasting, dan underweight,” jelas Eriyanto.

Dengan mengedepankan aspek pengasuhan, kata Eriyanto gizi dan perubahan perilaku sebagai pintu masuk mengintervensi masyarakat yang memiliki tiga isu tersebut.

Dukungan ChildFund International 

Sebagai percontohan, ia menjelaskan progam ini menyasar dua kelurahan di kecamatan Bogor Barat. Yaitu kelurahan Pasir Jaya dan Pasir Kuda dan saat ini implementasi program tersebut telah memasuki tahap ketiga.

“Wilayah intervensi semakin luas hingga meliputi 12 kelurahan,” imbuhnya.

Program ini diakuinya mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) atau Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Lalu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Dan dijadikan salah satu program unggulan dalam kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga masyarakat.

Selain program pengasuhan dan nutrisi, YWU dan ChildFund International di Indonesia mengembangkan program literasi kebencanaan. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat dengan membentuk dan memperkuat ketangguhan desa.

“Program literasi kebencanaan ini telah membentuk lima Kelurahan/Desa Tangguh Bencana. Dalam implementasinya, kami bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” ujar Eriyanto.

Inisiasi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Tak cukup di situ, YWU dan ChildFund International di Indonesia juga menginisiasi pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah rawan bencana di Kabupaten Bogor melalui penguatan satuan pendidikan.

Program ini menyasar sekolah, guru-guru, anak didik, komite sekolah, oang tua dan masyarakat. Setidaknya 40 sekolah di Kabupaten Bogor yang telah mendapatkan dukungan. Mulai dari pelatihan untuk fasilitator sekolah, anak-anak didik maupun komite sekolah.

“Menariknya di sini anak-anak mendapat pelatihan dan pendampingan untuk mengidentifikasi dan memetakan titik-titik rawan bencana di sekolah. Mereka juga terlibat dalam pembuatan digital story telling tentang sekolah aman bencana,” papar Eri.

Terbaru, Yayasan Warga Upadaya dan ChildFund International di Indonesia merilis program Champion Ambassadors. Khususnya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan anak atau remaja berbakat yang berusia 10 – 19 tahun.

Anak dan remaja yang terpilih berasal dari mereka yang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial namun memiliki bakat dan potensi di berbagai bidang.

“Kami memberi dukungan dalam berbagai bentuk dan fasilitas untuk mendukung mereka menjadi pemimpin muda yang mampu berkontribusi di masyarakat melalui bakat mereka,” jelas Eri.

Husnul Ma’ad selaku Country Director ChildFund International di Indonesia menjelaskan bahwa upaya organisasinya berpusat pada menghubungkan anak-anak dengan komunitas, institusi, dan sumber daya.

Hal ini untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat, terdidik, terampil, dan yang terpenting aman, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di ranah daring.

“Keberhasilan ChildFund International di Indonesia ini tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras seluruh mitra, komunitas, pemerintah, donor, sponsor, dan pemangku kepentingan yang selalu berkomitmen untuk terus mendukung langkah kami,” ujar Husnul Ma’ad.

Untuk itu, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang senantiasa telah berkontribusi dalam perjalanan ChildFund International selama 50 tahun di Indonesia.

Ia berharap ke depannya dukungan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut mewujudkan dunia yang mana anak-anak bisa mendapatkan hak dan kesempatan untuk mencapai potensi maksimal mereka. (Acep Mulyana)

Kecilkan Rahang Tanpa Rasa Sakit, RA Clinic Bogor Hadirkan Treatment Alma Face Contour

0

Bogordaily.net RA Clinic Bogor menghadirkan treatment Alma Face Contour, solusi revolusioner untuk mengatasi masalah rahang ganda atau double chin tanpa memerlukan injeksi suntikan atau mengalami rasa sakit.

Owner RA Clinic Bogor, dr. Raymond Pranawa Adimihardja, M.Kes.AAAM, mengatakan, treatment teknologi terbaru ini menggunakan ultrasound dan radio frekuensi untuk memberikan hasil yang memuaskan dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Teknologi terbaru yang digunakan dalam Treatment Alma Face Contour telah terbukti efektif dalam mengurangi lemak di area rahang dan mengencangkan kulit tanpa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien.

“Pasien dapat merasa aman dan nyaman selama prosedur ini, dan dapat menikmati hasil yang memuaskan tanpa risiko yang signifikan,” ujar dr. Raymond Pranawa Adimihardja, M.Kes.AAAM, Jumat, 26 April 2024.

Menurutnya, hasil treatment Alma Face Contour dapat terlihat hanya dengan satu kali treatment.

Namun, untuk hasil yang lebih maksimal, pasien disarankan untuk menjalani beberapa sesi treatment, yang biasanya dilakukan dengan jarak waktu 2 sampai 3 minggu antara setiap sesi.

“Untuk pasien yang menginginkan hasil lebih cepat, seperti mereka yang memiliki berat badan berlebih. Kami juga menawarkan opsi untuk menjalani treatment dua kali dalam seminggu,” tambah dr. Raymond Pranawa Adimihardja.

Baca Juga: RA Clinic Bogor Satu-satunya Klinik Aesthetic yang Sudah Lakukan Akreditasi di Kota Bogor

Namun, ia menekankan bahwa konsultasi dengan dokter sebelumnya sangat penting untuk menentukan apakah pasien memenuhi syarat untuk treatment ini dan untuk menyesuaikan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan individu.

Treatment Alma Face Contour dapat menghilangkan double chin tanpa harus menjalani prosedur invasif atau mengalami rasa sakit yang berlebihan.

RA Clinic Bogor berkomitmen untuk terus menyediakan layanan terbaik dan teknologi terkini dalam bidang perawatan kecantikan untuk memenuhi kebutuhan pasien mereka.

Tentang RA Clinic Bogor

RA Clinic Bogor merupakan klinik anti aging & aesthetic center pertama di Kota Bogor yang memberikan terapi sesuai jurnal-jurnal penelitian medis yang sahih sesuai kepakaran dokter-dokter dalam anti aging (Regenerative Medicine) dan Aesthetic Medicine.

Dokter-dokter di RA Clinic Bogor merupakan lulusan Master of Anti Aging & Aesthetic Medicine Universitas Padjadjaran.

RA Clinic Bogor selalu mengutamakan keamanan pasien, kenyamanan pasien dan efikasi terapi terbaik untuk pasien sesuai Evidence Based Medicine (EBM).

Maka itu sejak 2017 RA Clinic Bogor sudah menggunakan laser-laser terbaik yang mempunyai jurnal-jurnal penelitian di dunia dan terkalibrasi serta standarisasi terdaftar di Kementerian Kesehatan. (Ibnu Galansa)

RA Clinic Bogor Satu-satunya Klinik Aesthetic yang Sudah Lakukan Akreditasi di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – RA Clinic Bogor, yang berlokasi di Jalan Padjajaran Raya Ruko Pulo Armin no 20 Baranangsiang Bogor Timur, Kota Bogor, satu-satunya klinik aesthetic yang sudah melakukan proses akreditasi di Kota Bogor.

Dr. Raymond Pranawa Adimihardja, M.Kes.AAAM, pemilik RA Clinic Bogor memastikan bahwa kliniknya memenuhi standar yang ketat dalam hal pelayanan mutu, keamanan pasien, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Dr. Raymond Pranawa Adimihardja, proses akreditasi klinik memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin mutu pelayanan. 

“Melalui akreditasi, kami dapat memastikan bahwa seluruh aspek pelayanan kesehatan di RA Clinic Bogor telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Dr. Raymond Pranawa Adimihardja kepada Bogordaily, Jum’at 26 April 2024.

Poin-poin yang dinilai dalam proses akreditasi meliputi penilaian terhadap sarana dan prasarana klinik, mulai dari keamanan pasien saat masuk hingga pulang, kualitas ruangan, bahan & penunjang treatment, hingga pemenuhan hak dan kewajiban pasien. 

Selain itu, aspek administratif seperti, Sertifikat Standard Klinik, Surat Operasional Klinik, Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) juga menjadi perhatian dalam proses akreditasi ini.

“Kami memastikan bahwa seluruh persyaratan administratif maupun operasional telah dipenuhi dengan baik, sehingga RA Clinic Bogor dapat diakui sebagai klinik yang layak untuk melakukan pelayanan,” tambah Dr. Raymond.

Proses persiapan untuk meraih akreditasi ini tidaklah mudah. Mulai dari meninjau ulang segala aspek administratif hingga interaksi dengan pasien, serta memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana klinik telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan melaksanakan akreditasi, RA Clinic Bogor semakin mantap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Kota Bogor yang menginginkan pelayanan kesehatan estetika berkualitas tinggi. 

Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen RA Clinic Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien yang datang.***

(Ibnu Galansa)

 

Peringati Hari OTDA Ke-28, Sekda Sampaikan Pesan Kota Bogor Sebagai Kota Ekonomi Hijau

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjadi inspektur upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke 38 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota, Kamis (25/4/2024) pagi.

Kepada para ASN yang menjadi peserta apel, Syarifah menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota ekonomi hijau dan berlingkungan yang sehat.

Sesuai dengan tema Hari OTDA ke 28 kali ini, yakni Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat.

“Hal ini untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal,” urai Syarifah.

Sambung Syarifah, serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dalam konteks ekonomi hijau yang merupakan salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai visi 2045, kebijakan desentralisasi memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Termasuk melalui transformasi produk unggulan dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui, seperti industri pengolahan pertambangan menjadi produk dan jasa yang diperbaharui dengan tetap memperhatikan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan, dan pariwisata.

Kebijakan otonomi daerah juga memberikan keleluasaan Pemerintah Daerah untuk melakukan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau, seperti penggunaan energi terbarukan.

Seperti energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material konstruksi ramah lingkungan, dan manajemen limbah bangunan.

“Dengan menggabungkan kebijakan otonomi daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau, kita dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan,” paparnya.***

Kalah, Pelatih Korea Selatan Hwang Sun Hong Ngedumel: Indonesia Hanya Beruntung 

0

Bogordaily.net – Pelatih Korea Selatan U-23 Hwang Sun Hong ngedumel setelah timnya kalah oleh Timnas Indonesia.

Ia menanggapi kekalahan dari Timnas Indonesia di perempat final Piala Asia U-23. Menurut dia, Timnas Indonesia hanya beruntung saja.

Pernyataan Pelatih Korea Hwang Sun Hong

Dikutip dari Media Korea Selatan Naver, dalam sepak bola menang dari adu penalti adalah keberuntungan.

“Dalam adu penalti semuanya soal keberuntungan, dan keberuntungan itu tidak datang untuk kami,” kata dia.

Namun, pelatih Korea Selatan Hwang Sun Hong itu menegaskan dalam waktu normal, Korea Selatan melakukan perlawan sengit.

“Saya ingin menyoroti fakta bahwa pemain kami tidak menyerah meski mendapat kartu merah dan terus mencetak gol penyama kedudukan,” katanya.

Hwang Sun Hong pun memberikan selamat ke Timnas Indonesia atas kemenangan itu.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas kemenangan mereka,” kata dia.

Timnas Indonesia U-23 menciptakan sejarah dengan menundukkan Korea Selatan yang sekaligus mengamankan tiket semifinal setelah menang adu penalti 11-10 dalam pertandingan perempat final Piala Asia U-23 2024, Jumat dini hari WIB.

Pemenang pertandingan harus ditentukan dengan adu penalti setelah kedua tim imbang 2-2 selama 120 menit bertanding.

Pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, gawang Indonesia sempat kemasukan pada menit ke delapan, tetapi setelah tinjauan VAR gol itu tidak disahkan wasit karena pemain Korsel sudah berada dalam posisi offside.

Indonesia yang bermain tanpa rasa takut menghadapi nama besar Korsel memecah kebuntuan pada menit ke-15. 

Rafael Struick melepaskan sepakan cantik dari luar kotak penalti yang bersarang ke sudut gawang Korsel tanpa bisa dihadang kiper Baek Jong-bum.

Keunggulan satu gol membuat Indonesia semakin percaya diri. Marselino membuat peluang bagus setelah bekerja sama dengan Wita Sulaeman, namun sepakan Marselino melambung di atas mistar gawang Korsel.

Korsel kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-45 ketika sundulan pemain Korsel mengenai Komang Teguh untuk masuk gawang Ernando Ari.

Struick memulihkan keunggulan Indonesia menjelang babak pertama usai ketika menerima umpan panjang dari Ivar Jenner. 

Dia mengontrol bola dan mengecoh bek lawan untuk kemudian menaklukkan kiper Baek dengan sepakan kaki kiri.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 2-1 untuk Indonesia.

Pada awal babak kedua, Indonesia memiliki tiga peluang bagus. Namun dua tembakan Struick dan satu tembakan Pratama Arhan belum menemui sasaran.

Marselino kemudian mendapat peluang bagus ketika menggiring bola di sisi kiri, sebelum melepaskan tembakan yang hanya mengenai jaring samping gawang Korsel.

Tidak lama kemudian, pelatih Shin Tae-yong melakukan pergantian pemain pertama dengan menarik Rio Fahmi dan menggantikannya dengan Fajar Fathurrahman.

Pada menit ke-68, Lee Young-jun melakukan pelanggaran keras terhadap Hubner.

Wasit kemudian melakukan tinjauan VAR, dan dari tinjauan itu memberikan kartu merah kepada Young-jun. Korsel pun terpaksa meneruskan permainan dengan sepuluh pemain.

Bermain dengan sepuluh pemain, Korsel justru menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Dari satu serangan balik, bola diterima dengan baik oleh pemain pengganti Jeong Sang-bin, yang kemudian diakhiri dengan sepakan yang menaklukkan kiper Ernando.

Menjelang waktu normal usai, wasit memberikan tambahan waktu selama sepuluh menit. Korsel beberapa kali menekan, tetapi kehilangan pelatih Hwang Sun-hong yang diusir dari area teknis oleh wasit. Waktu normal pun berakhir dengan skor imbang 2-2.

Pada 2×15 menit babak tambahan , pelatih Shin Tea-yong memasukkan Jeam Kelly Sroyer dan Arkhan Fikri untuk menggantikan Ivar Jenner dan Fajar Fathurrahman.

Indonesia sempat mendapat peluang bagus saat tembakan Witan melayang di atas gawang Korsel.

Pergantian pemain kembali dilakukan timnas Indonesia, dengan menarik keluar Witan dan memasukkan Ramadan Sananta.

Indonesia membuat beberapa peluang bagus lain, tetapi baik tembakan Sroyer, Nathan, maupun dua kali sundulan Sananta gagal mengenai sasaran. Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Adu Penalti 

Pada adu penalti, algojo kedua tim tampil cukup prima. Lima eksekutor pertama Korsel yakni Kim Min-woo, Lee Kang-hee, Hwang Jae-won, Pauk Sang-hoon, dan Byeon Jun-soo berhasil melakukan tugasnya.

Situasi serupa juga terjadi di kubu Indonesia, di mana lima penendangnya yakni Ramadhan Sananta, Pratama Arhan, Rafael Struick, Marselino Ferdinan, dan Justin Hubner juga masuk.

Sepakan Hubner sebenarnya sempat digagalkan kiper Baek, tetapi tendangan itu harus diulang karena sang kiper bergerak lebih awal. Saat sepakan penalti Hubner diulang, ia tak lagi tak membuat kesalahan untuk membuat skor menjadi 5-5.

Kondisi Indonesia sempat berada di atas angin saat sepakan Kang Sang-yong gagal. Namun sayang, algojo keenam Indonesia Arkhan Fikri juga gagal melakukan tugasnya, saat sepakannya melebar jauh dari gawang.

Setelah itu semua eksekutor juga kembali berhasil menjalankan tugasnya, bahkan kedua kiper, Baek dari kubu Korsel dan Ernando Ari dari Indonesia, juga berhasil membobol gawang lawan untuk mengubah skor menjadi 9-9.

Ernando kemudian menjadi pahlawan Indonesia saat menggagalkan sepakan Lee Kang-hee, sebelum Pratama Arhan memastikan langkah Indonesia ke semifinal ketika sepakannya menembus gawang Korsel.

Profil Rafael Struick Pemain Timnas Indonesia yang Cetak Brace 

0

Bogordaily.net – Profil Rafael William Struick (Rafael Struick) menjadi perbincangan publik setelah Indonesia menang dramatis melawan Korea.

Ia menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang banjir pujian usai tampil memukau di laga Indonesia vs Korea Selatan Piala Asia U23 2024 Qatar, Kamis (25/4/2024) waktu setempat atau Jumat (26/4/2024) pagi waktu Indonesia.

Pertandingan bersejarah Indonesia vs Korea Selatan tersebut berakhir imbang 2-2.

Rafael Struick menyumbangkan dua gol untuk Indonesia, yaitu pada menit 15’ dan 45+3’.

Setelah itu, Rafael Struick kembali menyumbangkan gol dalam adu penalti Indonesia vs Korea Selatan.

Adu penalti yang cukup dramatis tersebut berakhir dengan skor 11-10 untuk Indonesia.

Pertama kalinya dalam sejarah, Timnas Indonesia U23 menang atas Timnas Korea Selatan U23.

Akumulasi Kartu, Absen di Laga Semifinal 

Meskipun berhasil menyumbangkan tiga gol di pertandingan Indonesia vs Korea Selatan hari ini, Rafael Struick tidak akan berlaga di pertandingan semi final Piala Asia U23 2024.

Pasal 12.4 dari Kode Disiplin dan Etik AFC berbunyi: “Jika seorang menerima kartu kuning dalam dua (2) Pertandingan terpisah di kompetisi AFC sama, ia secara otomatis diskors dari Pertandingan berikutnya dalam kompetisi tersebut kecuali peraturan kompetisi menentukan lain. Skorsing tersebut harus dijalani sebelum penangguhan lainnya.” 

Sementara itu, Pasal 54.1.3 dari Regulasi Kompetisi Piala Asia U23 2024 berbunyi: “Pemain atau Ofisial Partisipan yang menyelesaikan fase grup dengan hanya menerima satu (1) kartu kuning akan membawa kartu tersebut ke Perempat final.” 

Kartu kuning baru diputihkan apabila pemain atau ofisial hanya menerima 1 kartu kuning setelah fase grup dan perempat final selesai. 

Namun, Rafael Struick sudah mendapatkan dua kartu kuning.

Pertama, Rafael menerima kartu kuning pada laga terakhir fase grup, Indonesia vs Yordania. 

Ketika itu, sang penyerang Timnas Indonesia diperingati wasit pada injury time babak pertama. 

Kedua, Rafael juga menerima kartu kuning dalam pertandingan Indonesia vs Korea Selatan. 

Sekira 5 menit setelah membobol gawang Korea Selatan, Rafael menerima kartu kuning karena dirinya melanggar keras seorang pemain lawan di tengah lapangan. 

Absennya Rafael tentu akan menjadi kehilangan besar karena ia punya peran penting di lini depan Timnas Indonesia.

Kendati demikian, dukungan dari masyarakat Indonesia terus berdatangan. 

Kolom komentar unggahan Instagram Rafael Struick @rafaelstruick dibanjiri pujian dari netizen yang berterima kasih atas kontribusi penyerang timnas tersebut.

Profil dan Biodata Rafael Struick

Siapakah sosok Rafael Struick yang berhasil menyumbang 3 gol untuk Indonesia dalam laga bersejarah Indonesia vs Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U23 2024 di Qatar?

Biodata 

Nama : Rafael William Struick

Keterangan : nama “struick” dibaca “straik” mirip seperti saat mengucapkan kata “strike” dalam Bahasa Inggris.

Tempat, tanggal lahir : Leidschendam, Belanda, 27 Maret 2003

Usia (2024) : 21 tahun

Tinggi badan : 187 cm

Berat badan : 70 kg

Posisi bermain : Striker / Penyerang

Harga pasaran saat ini : Rp 1,3 miliar (per 8 Januari 2024 via Transfer Market)

Klub saat ini : ADO Den Haag (Alles Door Oefening Den Haag)

Nomor punggung di klub : 27

Timnas : Indonesia

Nomor punggung di timnas : 11

Kewarganegaraan : Belanda & Indonesia

Status WNI : 22 Mei 2023

Akun Instagram : @rafaelstruick

Rafael Struick Blasteran dan Keturunan Mana?

Rafael Struick lahir di Leidschendam, Belanda, pada 27 Maret 2003.

Ia memiliki darah Indonesia dari kedua orang tuanya.

Ayah Rafael bernama Brian Struick, ia merupakan warga negara Belanda yang memiliki keturunan Indonesia dari sang ibu, Eleonora Fredrika Rientsma Struick.

Nenek Rafael dari pihak ayah (Eleonora Fredrika Rientsma Struick) merupakan seorang perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 24 April 1952. 

Di sisi lain, ibu Rafael Struick, yaitu Noraly Soedito, juga merupakan perempuan berdarah Indonesia. Ia memiliki darah Suriname dan Jawa.

Rafael Struick mendapatkan status warga negara Indonesia (WNI) pada tanggal 22 Mei 2023.

Perjalanan Karier Rafael Struick

Rafael Struick sudah mulai meniti karier sepak bola sejak masih kelas junior.

Ia debut pada 6 Mei 2022 di Eerste Divisie atau Liga Jupiter, sebuah kompetisi sepak bola divisi kedua tertinggi di Belanda. 

Kemudian, pada Juni 2022, Rafael menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan ADO Den Haag.

Masih di tahun yang sama, yaitu pada 19 November 2022, Rafael Struick tampil bersama Timnas Indonesia U-20.

Ia mencetak gol dalam pertandingan melawan Slovakia U-20 yang berakhir kekalahan 1–2.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menunjuk Rafael, Ivar Jenner, dan Justin Hubner sebagai pemain berbasis asing jelang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2023.

Pada 27 Mei 2023, Rafael Struick menerima panggilan untuk bergabung ke tim senior untuk pertandingan persahabatan Indonesia melawan Palestina dan Argentina.

Pertandingan Indonesia vs Korea Selatan, Kamis (25/4/2024) waktu Qatar atau Jumat (26/4/2024) dini hari waktu Indonesia menjadi salah satu penampilan terbaik Rafael Struick.

Ia berhasil membobol gawang Korsel dua kali, dan menyumbangkan satu gol dalam adu penalti.

Itulah ulasan dan informasi mengenai profil Rafael Struick Pemain Timnas Indonesia yang Cetak Brace.***

Pacar Rafael Struick Noa van der Hoeven yang jadi Sorotan, Ini Sosoknya!

0

Bogordaily.net  – Pacar Rafael Struick, Noa van der Hoeven jadi sorotan. Sosoknya terlihat  saat mendukung timnas Indonesia U-23 di laga kontra Yordania saat fase grup Piala Asia U-23 2024, Minggu (21/4/2024) malam WIB.

Saat itu, Timnas Indonesia U-23 berhasil menang telak ketika menghadapi Yordania. 

Garuda Muda menghajar lawannya dengan skor 4-1.

Empat gol itu tersebut disumbangkan oleh brace Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, dan Komang Teguh.

Sedangkan Yordania hanya bisa membalas karena gol bunuh diri Justin Hubner.

Menariknya, di laga tersebut ada sosok empat wanita ‘bule’ yang duduk di tribune penonton.

 

Ternyata salah duanya adalah ibu dan kekasih Rafael Struick.

Momen ini lantas viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun TikTok @xyla. Terlihat dari video itu ibu Struick sedang mengobrol dengan kekasih winger ADO Den Haag ini.

“Adem banget liat mama Nora dan calon menantu,” tulis keterangan di postingan itu.

Sosok Noa van der Hoeven Pacar Rafael Struick

Nah, sosok kekasih Struick adalah Noa van der Hoeven. Ia adalah wanita kelahiran Belanda.

Mengutip dari Linkedln-nya, wanita yang dikabarkan dekat dengan Rafael Struick ini adalah seorang lulusan Manajemen Hotel dari Tio Business School.

Sebelumnya, pada tahun 2014 hingga 2020, ia juga sempat mengambil sekolah tentang ekonomi dan masyarakat di Veurs Lyceum Leidschendam.

Saat ini, Noa diketahui bekerja sebagai asisten makelar di Mares Makelaars. Ia juga pernah bekerja sebagai personal assistant wedding planner di The Beloved Nomad.***

Kalahkan Negara Sendiri, Shin Tae-yong Digoda Netizen, Hati-hati Pas Nanti Mudik 

0

Bogordaily.net – Shin Tae-yong rupanya digoda oleh netizen, mereka khawatir karena pelatih asal Korea itu mengalahkan negaranya sendiri, setelah timnas Indonesia sukses mengalahkan Korea Selatan.

Kesuksesan itu disambut kesedihan pecinta sepak bola Korea Selatan, asal negara Shin Tae-yong.

Apalagi, Korea Selatan yang tak pernah absen dalam gelaran Olimpiade dalam sembilan kali beruntun harus dihentikan Timnas Indonesia U-23 yang diasuh salah satu putra terbaiknya.

Dibalik perayaan kemenangan itu, ada netizen yang menyoroti momen saat Shin Tae-yong nantinya mudik ke Korea Selatan.

Awalnya, akun Instagram @garudaupdates mengunggah status Jeong Seok Seo alias Jeje, penerjemah Shin Tae-yong usai Timnas Indonesia U-23 menang.

“Saya berasal dari Korea, tapi ini sports jadi tidak ada alasan untuk tidak menang. Garuda di dadaku,” tulis Jeje.

Warganet pun memberikan sederet tanggapan kocak di kolom komentar. 

“STY: Nih gua besok kalau mudik gimana ama tetangga,” tulis akun @alim****.

“Satu paket orang Korea tim-nya STY dah tuh. Semua patut diapresiasi,” tambah @magic****.

“Malah jeje, coach yoo jae hoon, dan semua yg bukan asli orang indonesia sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk Indonesia. Ada satu penghambat yg menamakan dirinya pengamat justru terkesan tidak suka ketika garuda terbang lebih tinggi. Patut dipertanyakan kewarganegaraannya sih,” tambah @affan****.

“Mereka bekerja dengan Hati,” timpal @aly***.***

Jebol Gawang Korea, Azizah Salsha Langsung Peluk Pratama Arhan 

0

Bogordaily.net – Azizah Salsha atau akrab disapa Zize langsung memeluk  suaminya, Pratama Arhan setelah sukses menjebol gawang Korea Selatan. 

Pratama Arhan terlihat menghampiri ke tribun tempat istrinya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha Qatar, pada Jumat (26/04/2024).

“Super proud of this one @pratamaarhan,” tulis Azizah Salsha di Instagram Stories miliknya dikutip pada Jumat (26/4/2024).

Diketahui Pratama Arhan berhasil menjebol gawang Korea Selatan lewat adu pinalti yang menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia.

Dalam unggahan yang dibagikan terlihat pasangan muda itu saling berpelukan cukup lama, Arhan juga terlihat beberapa kali mencium istrinya sambil tidak melepaskan pelukannya itu.

Dari kejauhan, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang berada di sisi lapangan bahkan memperhatikan momen manis pasangan tersebut yang masih terus berpelukan.

Arhan sempat berbicara sebentar pada istrinya itu, namun sayangnya tidak ada lagi kelanjutan akhir video keuwuan pasangan romantis tersebut.

Momen Pratama Arhan yang menghampiri dan peluk Azizah Salsha usai pertandingan Timnas Indonesia melawan Korea Selatan itu turut diunggah akun X @tanyarlfes dan menuai reaksi netizen.

“Pagi-pagi bukannya sarapan nasgor malah sarapan keuwuan orang laen,” komen akun @four***.

“Lucu banget plis langsung berpelukan gitu. Pasti zize terharu banget,” sambung akun @gmeu***.

“Ya Allah lucu banget pasangan halal ini,” tulis akun @ofc***.

“Lucu banget hadeuuh mau nikah aja rasanya,” komen akun @aya***.

Bukan kali ini saja Arhan menunjukkan momen romantis saat di lapangan.

Sebelumnya Arhan juga membuat heboh publik saat melakukan selebrasi dengan menunjukkan kaos bertuliskan nama istrinya itu.

Sementara itu laga antara Timnas Indonesia melawan Korea Selatan pada dini hari tadi diwarnai dengan adu pinalti setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang dengan skor 2-2. 

Rafael Struick menjadi sosok yang menyumbang dua gol ke gawang lawan.

Melalui adu pinalti dramatis, pertandingan ditutup dengan skor 11-10. 

Timnas Indonesia akhirnya berhasil menang dan secara resmi memegang tiket menuju semifinal Piala Asia U23 2024.

Kabar mengenai Timnas Indonesia yang berhasil menekuk Korea Selatan itu masih menjadi pembicaraan hangat di media sosial.***

Pengakuan Park Sung Hoon soal Karakternya di ‘Queen of Tears’ Bikin Emosi

0

Bogordaily.net – Park Sung Hoon salah satu bintang ‘Queen of Tears’ minta maaf. 

Setelah baru-baru ini merayakan kesuksesan mereka karena telah memecahkan rekor rating tertinggi selama penayangan.

Dilansir dari laman Kdramastars pada Jumat (26/4/2025), tvN telah merilis foto dan video dari semua pemeran utama ‘Queen of Tears’ melalui akun instagram resmi tvN. 

Para bintang itu mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemirsa karena serial mereka telah mencapai rating sebesar 20 persen. 

Pihak tvN tersebut juga memberikan keterangan dengan, “Untuk merayakan rating tv yang melebihi 20 persen untuk pertama kalinya dalam empat tahun.”

Foto-foto yang dirilis masing-masing menunjukkan Kim Soo Hyun, Kim Ji Won, Park Sung Hoon, Kwak Dong Yeon, dan Lee Joo Bin. 

Mereka semua memegang balon dengan nomor 20 dan masing-masing dari mereka menuliskan pesan untuk berterima kasih kepada para pemirsa dan penggemar. 

Di Antara pada bintang utama itu, postingan dari Park Sung Hoon justru menarik perhatian netizen. 

Aktor tersebut dengan lucu minta maaf atas karakter jahatnya dalam ‘Queen of Tears’. 

Sang aktor menuliskan, “20 persen rating pemirsa, terima kasih banyak atas cinta dan dukungannya. Juga… Aku minta maaf.”

Cuitan sang aktor ini mengundang gelak tawa dari kalangan penggemar. 

Hal ini diduga karena ramainya, kolom komentar instagram sang aktor beberapa saat lalu akan protes netizen yang mengatakan bahwa karakternya terlalu jahat.

Dalam ‘Queen of Tears’, Park Sung Hoon berperan sebagai Yoon Eun Sung, tokoh antagonis yang kelakuan buruknya mencapai puncak kejahatan dalam beberapa episode terakhir ini membuat penonton geram.

Aktor tersebut meminta maaf karena menyebabkan frustrasi pada pemirsa yang terlalu tenggelam dalam “Queen of Tears” dengan ekspresinya yang realistis dan menonjol sebagai Eun Sung.

Terlepas dari kebencian yang diterimanya, banyak juga yang memberikan pujian dan dukungan kepada Park Sung Hoon karena mereka mengakui penampilan mengesankan aktor tersebut dalam drama tersebut.

Selain itu, ia akan mencapai satu juta pengikut di media sosial, membuktikan popularitasnya yang berkelanjutan.

Sementara itu, episode final ‘Queen of Tears’ ke-15 dan ke-16 akan resmi tayang akhir pekan ini pada tanggal 27 dan 28 April di tvN dan Netflix.***