Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 2523

Satlantas Polresta Bogor Kota Pertemukan Pelaku Tabrak Lari Mobil Dinas 

0

Bogordaily.net – Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota mempertemukan pihak pelaku tabrak lari yang menggunakan mobil dinas dengan korban di Kota Bogor.

Agus pihak pengendara mobil dinas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cileungsi bertemu dengan korban tabrak lari di Sukasari, Kota Bogor, bernama Rahma di Mapolresta Bogor Kota, pada Kamis 7 September 2023.

Agus mengatakan saat itu dia berkendara dalam keadaan normal dan berhati-hati. Namun dia mengaku, saat kejadian, mobil yang dikendarainya melambung.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

“Saya Agus, bekerja di swasta, intinya memohon maaf beribu maaf atas kejadian Saudari jatuh, atas ketidakhati-hatian saya,” kata Agus kepada wartawan di samping korban tabrak lari.

Sementara itu, Rahma korban tabrak lari mobol dinas tersebut membenarkan kejadian tabrak lari yang dialaminya.

“Saya cuma menghindar, benar kecelakaannya, tapi saya bukan ditabrak, tapi menghindar,” jelas Rahma.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria menerangkan, korban mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, kata Galih, pihaknya sudah melakukan proses-proses sesuai dengan prosedur.

“Sudah memeriksa pihak-pihak, dan juga menghadirkan perekam video,” jelas Galih.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

Sebelumnya viral sebuah mobil dinas menabrak pemotor di Kota Bogor pada Rabu 6 September 2023.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Mobil Kijang Innova hitam bernop F-1325-G menabrak seorang wanita hingga terjatuh dari motornya.

Mobil berplat nomor merah dengan nopol F 1325 G menabrak pengendara motor hingga terjatuh.(Muhammad Irfan Ramadan)

Harga Emas Antam LM Kamis 7 September 2023

0

Bogordaily.net – Harga emas logam mulia (LM) keluaran terbaru Antam hari ini di Pegadaian, Kamis, 7 September 2023. Apakah naik?

Harga Emas Antam

Segini harga emas produksi Antam :

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 600.000
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.096.000
  • Harga emas Antam 2 gram: Rp 2.130.000
  • Harga emas Antam 3 gram: Rp 3.170.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 5.248.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 10.440.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 25.971.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp 51.860.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 103.640.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 258.828.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 517.441.000
  • Harga emas Antam 1000 gram: Rp 1.034.840.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Menurut keterangan di pegadaian.co.id, Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keuntungan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian harga emas logam mulia (LM) Antam, Kamis, 7 September 2023.***

Ikuti Intruksi Kemenkes, Pemkot Bogor Galakkan Aksi Bergizi Nasional 

0

Bogordaily.net – Ikuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggalakan aksi bergizi nasional untuk mencegah anemia.

Data menunjukkan bahwa di Kota Bogor 28 persen dari total jumlah penduduk terjangkit penyakit kekurangan sel darah merah atau anemia. Angka tersebut dianggap mengkhawatirkan.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggagas satu kegiatan Aksi Bergizi. Program ini merupakan implementasi dari gerakan masyarakat sehat yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan literasi akan pentingnya asupan gizi yang baik.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

Aksi Bergizi Nasional ini juga diselenggarakan di Kota Bogor, yakni di Yayasan Tarbiyatusshibyan atau Yatashi di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, dari Aksi Bergizi Nasional ini diharapkan komitmen dari sekolah untuk konsisten menyelenggarakan aksi tersebut secara rutin.

“Bagaimana implementasi gerakan hidup sehat, sarapan bersama, minum tablet tambah darah ini menjadi satu kegiatan yang rutin dilaksanakan di sekolah,” papar Erna.

Dengan begitu, dampaknya ke depan akan menumbuhkan budaya hidup sehat pada anak – anak.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

Dalam aksi di Yatashi, kata Erna, dihadirkan 325 siswa dari pondok pesantren yang diharapkan bisa menjadi agen-agen kesehatan masyarakat.

“Mereka diharapkan dapat menginformasikan dari edukasi yang diterima kepada teman-temannya di sekolah. Sehingga nanti seluruh anak-anak di Kota Bogor memiliki perilaku hidup sehat, makan yang baik dan bergizi serta bebas dari anemia,” urai Erna.

Menambahkan, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, program ini juga berkaitan erat dengan stunting. Bagaimana untuk menciptakan generasi emas, butuh anak-anak yang bebas dari stunting dan anemia.

“Kalian dikumpulkan di sini semua untuk mendapatkan tablet penambah darah dan makanan tambahan. Dengan program ini, anak – anak Kota Bogor bisa tambah sehat dan tambah cerdas,” ungkap Dedie menambahkan.(Muhammad Irfan Ramadan)

Menuju Porprov Jabar 2026, KONI Bahas Sinkronisasi Data

0

Bogordaily.net – KONI Kabupaten Bogor periode 2023-2027 di bawah Komando Dedi Ade Bachtiar langsung gerak cepat, melakukan pembahasan program kerja semua bidang yang ada di Kabupaten Bogor.

“Rapat kali ini diikuti semua bidang yang ada dan membahas program kerja untuk empat tahun ke depan,” tegas Dedi Ade Bachtiar disela sela rapat KONI, Kamis, 7 September 2023.

Dedi menambahkan, kendati membahas soal program kerja empat tahun ke depan, tapi tiap tahunnya harus ada capaian program kerja yang dilakukan.

“Ending dari semua program kerja tiap bidang ini nantinya tetap bermuara pada Kabupaten Bogor “Kahiji” pada Porprov Jabar 2023,” tegasnya.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

Selain itu, kata Dedi, KONI juga akan melakukan sinkronisasi data atlet dan prestasi atlet yang ada pada semua cabor di KONI Kabupaten Bogor.

Bahkan, sambung Dedi, KONI juga tengah mengusahakan soal peningkatan kesejahteraan para atlet atau mantan atlet yang saat ini masih menunjukan dedikasi dan loyalitasnya pada olahraga Kabupaten Bogor.

“Soal kesejahteraan atlet dan mantan atlet tentunya bukan tanggung jawab KONI semata. Namun itu tanggung jawab kita semua. Makanya kami akan koordinasi dan bersinergi dengan Dispora untuk masalah kesejahteraan atlet,” paparnya.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

Dedi kembali menegaskan pada Porprov Jabar 2026 mendatang pihaknya akan mengoptimalkan potensi atlet binaan semua cabor yang ada.

“Jika memang harus ada atlet mutasi tentunya ini hanya menutupi kekurangan dari potensi target yang ada,” pungkasnya. (Gibran)

Kesetiaan dan Keberpihakan Rizal Ramli

0

Ada rasa haru melihat dia berdiri. Di ruang sidang pagi hari itu. Kamis, tanggal 27 Juli 2023. Rizal berdiri di sana, bukan sebagai tersangka korupsi, yang sekian tahun sesudah masa reformasi ini menjadi laku menjengkelkan sekian orang penting. Merusak rasa percaya diri kita sebagai bangsa. Oleh karena mereka datang dari kursi serta bilik penuh hormat, penuh pengharapan, tempat semua kita menaruh mimpi.

Dari para birokrat, politisi, sejumlah menteri, bahkan oknum para mahaguru dari perguruan tinggi, yang membekali kita bukan hanya dengan sekian ilmu pengetahuan, tapi juga mengajari kita tentang betapa mulianya moral. Orang-orang dari dunia terang, yang lakunya menggelapi keluhuran pekerti, yang diajarkan di bangku sekolah, serta petuah para orang tua kita.

Rizal berdiri di ruang Mahkamah Konstitusi itu, sebagai terang. Yang menerangkan sekian soal yang terasa gelap bagi kita. Sebagai saksi ahli. Bagi kaum buruh. Yang merasa masa depannya bakal murung oleh Undang-undang Omnibus Law. Sebuah beleid yang disambut hujan protes di jalanan pada rentang Oktober hingga November 2020.

Rizal yang berbicara di podium ruang sidang itu, sepintas bukan Rizal yang kita kenal dari cuitannya di linimassa. Tempat gagasan serta argumen menjadi sekedar cericit. Kata dibatasi. Huruf dipentok. Sulit menyelipkan konteks. Nyaris fakir data. Apalagi sentuhan rasa.

Hari itu, Rizal tampil dengan dress code resmi. Hem dibalut jas. Berdasi. Berbicara di podium berlambang Garuda. Nada suara pelan. Kadang sejenak berjeda. Seperti memberi kita sekian detik demi mencerna. Wajahnya tenang. Dia mengurai alasan pemerintah menerbitkan aturan yang memicu kontroversi itu.

Pemerintah, kata Rizal, menerbitkan regulasi ini dengan dua alasan pokok. Situasi ekonomi genting dan meringkas regulasi yang begitu berliku. Yang mempersulit masuknya investasi. Para pemilik uang. Dia lalu menguraikan dua alasan itu. Satu demi satu. Serta mengarahkan pikiran kita pada sekian angka, data, serta contoh demi memudahkan kita mencerna. Sebab, angka seringkali lebih punya bunyi ketimbang beribu kata.

Situasi ekonomi, lanjut Rizal mengutip alasan pemerintah sebagaimana yang ramai diberitakan media, genting karena murungnya ekonomi dunia, dan bencana Covid yang mengurung kita. Dua alasan itu, lanjutnya, sepintas masuk akal, tapi jika kita menyelam lebih dalam kepada angka dan data, keduanya sama-sama terlihat lemah. Sebab, kata Rizal, antara tahun 2020-2023 ekonomi tumbuh sekitar 5 persen. Ekonomi dengan pertumbuhan sebesar itu, sungguhlah bukan pantulan dari kegentingan sebuah keadaan.

Situasi ekonomi sebuah negara bisa disebut genting, terang doktor lulusan dari Boston Amerika Serikat ini, jika mengalami pertumbuhan negatif. Yang secara umum disebut resesi. Dia lalu memberi contoh yang mudah bagi kita. Tentang situasi ekonomi tahun 1998. Ekonomi yang tahun-tahun sebelumnya rata-rata tumbuh enam persen, anjlok ke minus 12,7 persen. Situasi tahun 1998 itu jelas genting. Perlu jurus yang luar biasa. Agar bangkit.

Alasan kedua yang sering disampaikan para pejabat kita, lanjut Rizal, adalah bahwa UU Omnibus diperlukan untuk meringkas perijinan, birokrasi yang ruwet, dan peraturan yang terkadang tumpang tindih. Bila disederhanakan maka investasi akan terkerek. Alasan ini, jelas Rizal, masuk akal dan sungguhlah mulia. Karena memang banyak keluhan tentang birokrasi kita. Begitu ruwet. Serta keluhan tentang regulasi yang saling menindih.

Tapi Omninus Law ini, terang Rizal, malah bikin situasi semakin ruwet. Semakin kompleks. Tebal hampir seribu halaman. Dengan penjelasan ratusan halaman. Punya kemungkinan conflicting ideas. Sehingga untuk memahami undang-undang ini, perusahaan besar perlu menyewa konsultan hukum yang mahal. Jika perusahaan raksasa yang para pengelolannya penuh orang profesional sulit paham, lanjut Rizal, apalagi usaha kecil yang berjumlah puluhan juta yang tersebar di banyak daerah.

Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi itu, pada sesi pendalaman, kepada Rizal perwakilan pemerintah bertanya tentang indikasi—selain pertumbuhan ekonomi, untuk menyebut negara dalam situasi krisis ekonomi. Rizal yang sudah duduk di barisan kuasa hukum para buruh, menjawab pertanyaan itu dengan tenang.

Sejenak dia melihat kertas di meja. Tapi sebagai ekonom yang pernah menjadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rizal sesungguhnya tidak memerlukan catatan demi menjawab pertanyaan ini. Dia mengangkat wajahnya. Berterima kasih kepada hakim. Lalu dengan tenang memberi jawaban.

Secara umum, jelas Rizal, memang pertumbuhan ekonomi yang paling penting. Kalau ekonomi tumbuh di bawah nol persen, atau negatif, itu sudah disebut resesi. Kalau itu yang terjadi, bahkan di negara maju, negara punya hak mengambil tindakan besar. Agar ekonomi rebound. Sebagai misal, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan resesi, maka pemerintah mengeluarkan US$ 3,5 trilun, agar ekonomi bangkit kembali.

Sementara situasi ekonomi kita tidak sedang genting. Memang ada slow down dalam konsumsi terutama selama masa covid, ada pelambatan dalam kegiatan ekonomi, tapi sektor lain tetap tumbuh. Tumbuh sekitar 4 persen dan belakangan 5 persen. Angka-angka ini jelas bukan lahir dari sebuah kegentingan.

Keadaan ekonomi, tambahnya, juga bisa dikatakan genting kalau terjadi monetary crisis. Misalnya, nilai tukar rupiah anjlok dari 15 ribu ke 20 ribu per dolar. Ini ekonomi sudah demam. Goncangan luar biasa. Perlu tindakan ekstra. Agar ekonomi tenang. Perlu langkah besar pemulihan.

Atau terjadi fiscal crunch. Budget pemerintah bolongnya besar sekali. Kebablasan. Sehingga punya dampak pada pelayanan publik, bahkan untuk menyediakan hal-hal dasar saja pemerintah tidak sanggup. Kalau ini terjadi, jelas situasi genting. Memerlukan langkah besar. Solusi yang tak biasa.

Tapi langkah-langkah besar itu, lanjutnya, tidak harus datang dalam wujud Omnibus Law. Banyak cara lain yang bisa ditempuh. Rizal lalu berkisah tentang bagaimana pemerintahan Abdurrahman Wahid, memulihkan ekonomi dari keterpurukan, setelah keguncangan politik tahun 1998, dan peralihan dari Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie kepada Gus Dur.

Rizal yang saat itu dipercaya Gus Dur menjadi Menteri Kordinator Perekonomian, berusaha memulihkan ekonomi dengan banyak cara. Salah satunya memompa daya beli. Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Polri, dan anggota TNI dinaikkan 125%. Sehingga mereka punya uang tambahan untuk belanja di warung-warung. Berhasil. Ekonomi tumbuh. Dari 0,79 jadi 4,92 persen. Pompa daya beli ini secara teori benar dan dilakukan banyak negara.

Cara lain adalah meringankan beban rakyat. Pada masa Gus Dur, kisah Rizal, pemerintah diwarisi masalah utang para petani. Kredit macet usaha tani. Bunga berbunga membengkak menjadi Rp.26 triliun. Lantaran tak kunjung bayar, petani ditagih Pak Lurah. Ditagih petugas. Bila tak bayar, tanah mereka bisa disita. Ini situasi sulit. Banyak petani terancam hilang sawah.

Rizal lalu menghadap Gus Dur. Curhat soal utang para petani itu. Rizal paham benar, guru politik, guru demokrasi, guru pluralisme, yang juga adalah sahabatnya itu, bakal tak rela petak sawah petani disita. Reformasi macam apa yang sedang kita lakukan, jika banyak tanah ratusan ribu petani disita. Lagipula, “Kalau kita sita semua tanah itu, terus mau kita apakan,” kata Rizal kepada Gus Dur. Rizal menyarankan agar utang itu dihapus saja.

**

Kisah persahabatan Gus Dur dan Rizal Ramli, adalah kisah tentang orang-orang yang berhati sama. Bernyali. Untuk rakyat. Tentang bangsa. Sama-sama anti korupsi. Entah karena paham benar tentang Rizal itu, setelah tak lagi menjadi Presiden, ramai diberitakan Gus Dur mendukung Rizal ke pucuk kekuasaan. Sebuah media massa nasional, pada tanggal 22 September 2008, menulis dengan judul: Gus Dur Dukung Rizal Ramli Nyapres.

Sikap sama-sama keras terhadap korupsi itu, juga dicatat oleh Mahfud MD, yang kini menjadi Menkopohulkam. Pada hari ketika Gus Dur wafat, cuitan Mahfud di akun twitternya adalah kesaksian tentang betapa Gus Dur begitu mencintai negeri ini. Begitu anti korupsi. Mahfud kagum dengan cara Gus mengangkat para menteri. Banyak orang professional. Idealis dan tegas. Mahfud, oleh Gus Dur, saat itu didapuk menjadi Menteri Pertahanan. Posisi yang jarang diisi oleh sipil.

Dalam cuitan itu, Mahfud bercerita tentang keberanian Gus Dur mengangkat Rizal Ramli sebagai Menteri Keuangan dan Marsilam Simanjuntak sebagai Jaksa Agung. Dua orang ini, kata Mahfud, sama-sama keras terhadap korupsi.

Pada hari wafatnya Gus Dur itu, sebuah media massa nasional menulis berita dengan judul: Mahfud MD sebut Gus Dur dan Rizal Ramli Sama Kerasnya Berantas Korupsi: Pokoknya Sikat.

Orang-orang seperti Gus Dur, dan juga Rizal Ramli, lama di pergerakan anti korupsi, paham betul modus dan jalan meliuk para koruptor. Mereka juga paham, kalau para petani menunggak pinjaman, itu bukan karena mereka menilep. Musim kadang tak berpihak. Situasi kadang menindas. Lintah darat. Tukang ijon. Maka ketika Rizal curhat soal tunggakan Rp.26 triliun itu, atasannya ini setuju utang itu dihapus.

Tapi Gus Dur mengingatkan, “Rizal, itu uang besar lho. Kamu bisa masuk penjara kalau dihapuskan.” Rizal menjawab pasrah, “Gus, silahkan kalau ada yang mau menangkap saya. Seperak pun saya tak dapat untung.” Gus Dur juga yakin. Utang para petani itu dihapus.

***

Pagi itu, di ruang Mahkamah Konstitusi itu, Rizal tentu tidak sedang bercerita tentang bagaimana murungnya nasib para petani. Dia sedang memberitahu kita. Tentang cara menuntaskan soal. Cari jalan keluar. Dari situasi sulit. Yang rumus serta ilmunya dipahami banyak orang pinter negeri ini.

Tapi tidak semua orang setia pada ilmu. Meski untuk itu mereka belajar bertahun. Kesetiaan itulah yang membuat Rizal jauh melampaui keahliannya berkisah tentang angka dan data di ruang sidang Omnibus Law itu. Dia setia pada pengetahuan. Yang dia pelajari dari bangku sekolah di Bogor, ITB, hingga bangku kuliah di Boston, nun di negeri Barack Obama itu.

Dia seorang penggemar berat Albert Eistein. Jatuh cinta pada matematika. Dan melihat ilmu berhitung sebagai jalan memahami kerumitan bilangan ekonomi. Ditangan Rizal, ilmu tidak digunakan untuk membedaki angka, meriasi keuangan demi terlihat permai, tapi menghapus bedak itu, sehingga kita yang gelap pengetahuan bisa melihat wajah asli sebuah keadaan. Selain kecerdasan, yang dibutuhkan di situ, adalah keberanian. Untuk bicara.

Dan semenjak di bangku kuliah di Bandung itu, Rizal sudah terlatih untuk berani. Sepanjang hidup, hingga hari ini, cerita tentang Rizal adalah cerita tentang keberanian. Berani kritik. Meski seperti memukul baja. Meski, oleh karena itu, dia kehilangan banyak hal, kehilangan jabatan, serta panen brisik para pendengung.

Ketika hampir kita semua mengangguk kepada target pembangunan listrik 35 ribu megawatt sekian tahun silam, Rizal menyebut angka itu terlampau ambisius. Tidak realistis. Dia berjanji merivisi target ini. Janji itu disampaikan Rizal hanya berselang sekian hari setelah dia dilantik menjadi Menko Maritim oleh Presiden Joko Widodo. Angka yang realistis, kata Rizal, adalah 16 ribu megawatt. Target 35 ribu, kata dia, itu seperti mendorong keuangan PLN ke zona merah. Rugi tak berdaya.

Kita kemudian menghujat Rizal sebagai tukang bikin gaduh. Dari dalam pemerintahan pula. Tapi kita gagal menangkap esensi dari sebuah hitungan. Dari angka-angka yang dituturkan Rizal. Dan kegagalan itu, harus kita lunasi di kemudian hari. Nafas PLN yang tersengal.

Pada jaman yang serba dijari ini, tak sulit membuktikan hitungan Rizal salah atau benar. Masuk saja ke mesin pencari. Ketik: PLN rugi karena 35 ribu megawatt, biang kerok kelebihan listrik PLN, biang kerok listrik RI banyak nganggur, atau masuk dengan kata kunci serupa. Media massa kita ramai melukiskan nasib PLN dengan aneka kata kunci itu semenjak tahun 2018 hingga 2023 ini, sekian tahun sesudah Rizal didepak dari kursi menteri.

Begitu juga dengan Garuda Indonesia. Yang dikritik Rizal, sebab berniat membeli pesawat jarak jauh berbadan besar. Untuk rute perjalanan panjang. Terbang ke negeri jauh. Rizal bilang, rencana itu tidak realistis. Lantaran pada rute panjang itu, kita bakal keok bersaing dengan raksasa penerbangan dunia. Fokus saja pada penerbangan domestik. Juga regional. Bila sudah perkasa, silahkan terbang melintasi benua.

Pembelian pesawat berbadan besar itu kemudian batal. Diganti pesawat jenis lain. Tapi Rizal sesungguhnya tidak sekedar bicara soal pesawat. Dia memberi tahu kita tentang cara mengurus sesuatu. Jika cara kita salah, arah terbang punya kemungkinan tersesat. Dan silahkan masuk ke mesin pencari lagi, demi mengetahui nasib Garuda Indonesia ini, sebelum akhirnya Menteri BUMN Erick Thohir datang sebagai penyelamat.

Langkah Erick itu, dipuji Rizal Ramli. Rizal, memang bukanlah kita. Yang bicara, agar disanjung. Yang setia, agar dicinta. Dia adalah jenis orang yang setia, meski kehilangan. Termasuk kehilangan kebebasan. Dan, segenap keriangan masa muda.

Nun jauh ditahun 1978, dia adalah satu dari sekian mahasiswa yang lantang mengkritik Orde Baru. Pimpin massa turun ke jalan. Protes. Atas cara mengelola negara, yang menaruh rakyat sebagai penunggu. Menunggu tetesan yang dijanjikan pertumbuhan.

Meski oleh karena semua itu, Rizal kehilangan udara bebas. Bersama sejumlah kawannya, dia dijebloskan ke penjara Sukamiskin. Meringkuk di bui. Selama satu setengah tahun. Ciutkah nyalinya? Tidak juga.

Dari kota dingin Bandung itu, dia sempat ke Jepang, kuliah di Amerika hingga doktor. Lalu pulang dengan paket komplit. Ilmu, ketajaman berhitung, serta keluasan jaringan.

Jusuf Kalla, mantan wakil presiden yang pernah berseteru dengan Rizal, dalam acara Halagah Satu Abad NU- 3 Desember 2021, yang juga dihadiri Rizal, menilai ayah tiga anak itu adalah seorang pemikir tangguh.

Cuma Pak Rizal, lanjut JK, tidak pergunakan untuk bisnis. “Kalau dipergunakan untuk bisnis, Rizal bisa menjadi pengusaha sukses.”

Rizal memang mungkin tidak berbakat menjadi pengusaha. Tidak berbakat juga menjadi kaya. Meski peluang terbuka lebar. Pernah menduduki kursi yang oleh sejumlah orang disebut basah: Kepala Bulog, Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Menteri BUMN. Dari ketinggian sekian kursi itu, Rizal justru seperti diberi kesempatan untuk melihat. Melihat ketidakadilan. Melihat ketimpangan. Antara berpunya dan tidak. Kesenjangan antara kaya dan miskin.

Mungkin itulah sebabnya, Rizal-tentu atas perintah Gus Dur- berusaha menekan index ratio gini. Indeks yang diyakini merekam tingkat kesenjangan ekonomi itu, berhasil ditekan. Dari 0,37 tahun 1999 menjadi 0,31 pada masa Gus Dur. Makin mendekati nol, distribusi pendapatan ekonomi sebuah negara dinilai makin merata. Berapa rasio gini, sesudah masa Gus Dur? Gerakan saja jemarimu ke mesin pencari. Mulailah membaca.

Rizal Ramli dan keberpihakan pada orang-orang kecil, bukankah kisah kemarin sore, yang mendadak muncul, foto bersama, agar dicinta, atau dianggap mencinta. Berdiri di barisan rakyat itu sudah berusia 46 tahun. Dan itu tak luntur digoda kursi dan uang.

Kamis, ujung Juli lalu, di ruang sidang Mahkamah Konstitusi itu, Rizal yang tegak berdiri di barisan buruh, berkisah bahwa ketidakadilan, ketimpangan, bisa berhulu dari sebuah beleid seperti Omnibus Law. Oleh karena itu, nada suara Rizal terdengar rendah dan pelan, “Kami percaya, selain logika hukum, bapak hakim juga memakai hati, berpihak kepada mayoritas rakyat kita, kepada puluhan juta kaum buruh, yang nyaris tidak punya pegangan seumur hidup.”

Ditulis oleh: Waworuntu Manalo
Pemerhati sosial politik

Soca Event Sukses Gelar Turnamen Golf HUT KOREM 061

0

Bogordaily.net – Soca Event kembali menggelar kegiatan setelah sukses menggelar turnamen golf Hari Jadi Bogor (HJB), beberapa waktu lalu.

Kali ini, sebanyak 144 golfer ambil bagian pada Turnamen Golf HUT Korem 061 Suryakencana, di Sentul Highlands Golf Club, Kamis, 7 September 2023.

Ketua Panitia Pelaksana, Risca Oktavia mengatakan, antuasis peserta sangat luar biasa. Bahkan, kata dia, ada beberapa golfer yang harus masuk daftar tunggu.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

“Antusias peserta sangat luar biasa. Turnamen ini kita buka untuk umum, dan mereka datang dari daerah se-Jawa Barat. Korem 061 membawahi Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, dan Cianjur,” kata wanita yang akrab disapa Caca itu menjelaskan.

Caca menambahkan, ini adalah event ketiga selama tahun 2023. Sebelumnya, Soca Event pernah sukses menggelar turnamen antar pengusaha, Hari Jadi Bogor, dan HUT Korem 061 Suryakencana.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

“Kalender Soca Event bakal berlanjut, dan kemungkinan selanjutnya bakal digelar di Jakarta,” pungkas Caca. (Gibran)

PSSI Resmi Rekrut Pemain Muda Persikabo 1973

0

Bogordaily.net – PSSI secara resmi memangil pemain muda Persikabo 1973, Syamsul Rifa untuk mengikuti pelatnas Timnas U17 yang akan dilakukan di Jakarta dari tanggal 7 sampai 17 September 2023.

Gelandang bertahan milik Laskar Padjajaran ini sejak Kamis, 7 September 2023 sudah berada di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta bergabung dengan para pemain lainnnya.

Pemanggilan pemain asal Kecamatan Gunung Putri yang juga asuhan Bahar Lesataluhu di PPOPM Kabupaten Bogor ini berdasarkan surat PSSI Nomor : 3544/ AGB/ 544/ |X-2023 tertanggal 6 September 2023 dan ditandatangani secara langsung oleh Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi, SE , perihal pemanggilan Pemain Timnas U17 Indonesia.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

Yunus Nusi dalam suratnya menegaskan pemanggilan Syamsul Rifa ini berkaitan dengan pemusatan latihan dan persiapan keberangkatan ke Jerman pada tanggal 7 sampai 17 September 2023.

Jadwal Pertandingan

Skuad Timnas U17 akan berlaga dalam Piala Dunia U17 di Indonesia 10 November sampai 2 Desember 2023.

Bahar Lestaluhu salah satu pelatih sepakbola di Kabupaten Bogor yang ikut menangani Syamsul Rifa selama ini optimis, kalau pemain yang saat ini bergabung dengan Persikabo 1973 akan menjadi salah satu pemain yang akan masuk dalam skuad Timnas U17 di Piala Dunia U17 yang akan dilangsungkan di Indonesia November mendatang.

Hal yang sama dikatakan Mantan Manager RANS U-18, Gautama Bayu yang secara tegas mengatakan skill dan kemampuan Syamsul Rifa tak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

Selain itu, kata Bayu, Syamsul Rifa juga punya mentalias yang sangat oke dan ini akan menjadi modal dia dalam meniti karir selanjutnya.

“Sebagai warga Bogor sangat bangga ada pesepakbola asal Kabupaten Bogor dipanggil Timnas U17 yang akan mengikuti Piala Dunia U17 di Indonesia. Saya berharap Syamsul Rifa bisa masuk dalam skuad yang ke Jerman dan bisa tampil di Piala Dunia U17,” pungkas Bayu yang saat ini aktif di Persikabo U20. (Gibran)

Gautama Bayu Dorong Kesuksesan Talenta Sepakbola Muda Bogor

0

Bogordaily.net – Gautama Bayu salah satu sosok yang selama ini berada di belakang layar berkibarnya para talenta muda sepakbola Bogor dalam kancah Nasional baik Liga 3, Liga 2 dan Liga 1.

Kiprah Gautama Bayu memang tidak menyenyuh pada soal teknik dan skill para talenta sepakbola muda di Bogor.

Namun, sentuhan motivasi dan support yang diberikan Gautama Bayu ternyata berdampak positif pada daya juang dan psikologi talenta sepakbola Bogor untuk bisa berbicara pada kancah sepakbola Nasional.

Banyak talenta sepakbola di Bogor yang selama ini kerap mendapatkan sentuhan motivasi dari Gautama Bayu salah satunya Syamsul Rifa, pemain muda Persikabo 1973 yang juga binaan PPOPM Kabupaten Bogor yang mendapatkan panggilan dari Timnas U17.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

“Saya bukan siapa-siapa dalam sepakbola. Tapi saya punya rasa bangga kalau banyak talenta sepakbola Bogor bisa masuk Timnas ataupun klub klub Liga 1, Liga 2 dan Liga 3,” ujar Gautama Bayu, Kamis, 7 September 2023.

Komisaris Utama EFSOD Management ini menambahkan, ia merasa senang karena dalam bulan ini ada 2 pemain dari Bogor yakni Ryan Kurnia (Persib) dan Syamsul Rifa (Persikabo 1973) yang mendapatkan panggilan Timnas Senior dan Timnas U17.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

“Ke depannya saya berharap akan banyak lagi para pemain dari Persikabo 1973 ataupun PPOPM Kabupaten Bogor yang mendapat panggilan dari PSSI,” pungkas mantan Manager RANS U-18 ini. (Gibran)

Kebahagiaan Doris Sundari dalam Haornas 2023

0

Bogordaily.net – Ketua IODI Kabupaten Bogor, Doris Sundari mengaku sangat bangga atlet Dancesport Kabupaten Bogor atas nama Keisya Aditia Putra Winardi, yang masuk salah satu atlet peraih Haornas Award 2023 dari Pemkab Bogor melalui Dispora.

Keisya Aditia Putra Winardi pada pekan lalu baru saja meraih medali Perunggu FFA Rumba dan Medali Perunggu Rising Star Latin pada BK PON XXI 2023 di Sleman.

“Alhamdulilah ada atlet Dancesport yang bakal meraih Haornas Award 2023. Ini sangat membanggakan bagi kami di IODI Kabupaten Bogor,” tegas Doris Sundari, Rabu, 6 September 2023.

Baca juga : Semifinal AGT 2023, Putri Ariani Dapat Standing Ovation dari 4 Juri

Mudah mudahan, kata Doris, apresiasi Haornas Award 2023 akan menjadi motivasi bagi para atlet IODI Kabupaten Bogor lainnya.

Tak hanya itu, kata Doris, dalam momentum Haornas 2023 ini menjadi lengkap karena empat atlet IODI Kabupaten Bogor memastikan tiket tampil pada PON XXI 2024 di Sumut- Aceh.

Baca juga : Profil Luluk Sofiatul Jannah, Seleb Tikok Probolinggo Istri Polisi yang Viral

“Haornas benar-benar membuat bangga dan bahagia karena selain ada atlet yang meraih Haornas Award, ada empat atlet kami yang meraih tiket ke PON XXI 2024,” pungkasnya. (Gibran)

Heboh Twit Lock Down Dr Tifa. Benarkah September Lock Down?

0

Bogordaily.netLock Down September tiba-tiba heboh, benarkah kabar itu?

Netizen pun penasaran mencari informasi terkait kabar lockdown setelah pengumuman mencengangkan yang dilakukan oleh Dokter Tifa.

Data dari Google Trends mencatat peningkatan drastis dalam pencarian terkait lockdown pada tanggal 7 September 2023.

Dokter Tifa, dengan klaim kontroversialnya, mengatakan bahwa Pandemi 2.0 akan tiba jauh lebih cepat dari perkiraan semua orang.

Ia membuat klaim yang bikin heboh dengan menyatakan bahwa Pandemi 2.0 akan memaksa untuk menghadapi lockdown sekali lagi.

“Pandemi 2.0 yang dijadwalkan tahun 2025, ternyata dimajukan, bukan di 2024, tetapi di 2023. Dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan Lockdown, WFH, dan aturan pakai Masker. Pertama agar masyarakat tidak protes, maka alasannya adalah Polusi Udara. Chemtrails terus ditaburkan, DEW dengan hasil kebakaran hutan dan gedung-gedung, langit dibuat jadi Forecast, seakan-akan menghitam karena jelaga Batubara atau BBM,” tulis Dokter Tifa dikutip dari akun Twitter-nya, Kamis (07/09/2023).

Asumsi yang diberikan oleh Dokter Tifa termasuk alasan-alasan yang sangat kontroversial, termasuk teori konspirasi tentang polusi udara.

Selain itu, ia memberikan saran tentang bagaimana meningkatkan imunitas dan mengumpulkan persediaan obat-obatan tertentu sebagai tindakan pencegahan.

Postingan Dokter Tifa menjadi viral hingga mencapai lebih dari 1.200 Retweet (Repost) dan 3.500 tanda suka.

Beberapa netizen bersedia mengikuti saran-saran kesehatan yang diberikan oleh Dokter Tifa sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, sebagian besar netizen merasa sangat cemas dan mengancam akan melaporkan Dokter Tifa ke pihak berwajib.

Perlu dicatat bahwa Kementerian Kesehatan belum memberikan panduan resmi terkait kemungkinan adanya lockdown atau aturan penggunaan masker secara massal.

Pendapat yang beragam muncul di kalangan netizen, dengan beberapa orang menyebut klaim Dokter Tifa sebagai teori konspirasi yang tak masuk akal, sementara yang lain merasa cemas dan mempertanyakan situasi kesehatan mereka saat ini.***