Bogordaily.net– Empat atlet Dance Sport Kabupaten Bogor bakal tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI pada 2024 mendatang.
Prestasi Fantastis diraih para atlet dance sport Kabupaten Bogor yang membela Jawa Barat pada babak kualifikasi PON XXI di Sleman City Mall, 1 sampai 3 September 2023 lalu.
Ketua Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kabupaten Bogor Doris Sundari mengatakan, pada ajang BK PON XXI 2023 kali ini empat atlet dance sport Kabupaten Bogor tampil gemilang. Mereka mempersembahkan medali bagi Kontingen Jawa Barat dengan torehan 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
“Alhamdulilah atlet-atlet dance sport Kabupaten Bogor mampu mempersembahkan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu bagi Kontingen Jabar. Dalam BK PON XXI 2023 di Sleman City Mall,” ujar Doris Sundari, Selasa, 5 September 2023.
Ia berharap raihan prestasi dalam BK PON XXI 2023 ini bakal menjadi motivasi para atlet Dancesport Kabupaten Bogor menuju PON 2024.
Berdasarkan hasil BK PON XXI 2023 lalu dipastikan ada empat atlet dance sport Kabupaten Bogor yang dinahkodai Doris Sundari tampil di PON XXI 2024 Sumut – Aceh.(Gibran)
Prestasi Atlet IODI Kabupaten Bogor Pada BK PON XXI 2023:
Pahrudin, Medali Emas, FFA Jive
Pahrudin, Medali Emas, Rising Star Latin
Whido Billah, Medali Perak, Synchronize Waltz/Quickstep
Kesya Aditia dan Devina Anindita, Medali Perunggu, FFA Rumba
Kesya Aditia dan Devina Anindita, Medali perunggu, Rising Star Latin
Bogordaily.net– Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Bogor sudah memiliki kerangka tim untuk Porprov Jabar 2026 mendatang.
Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026 masih sekitar 3 tahun lagi dan baru akan digelar di Kota Bogor yang menjadi tuan rumah event olahraga empat tahunan tersebut.
Meski baru akan digelar pada 2026, tetapi FORKI Kabupaten Bogor sudah punya kerangka tim yang akan diterjunkan pada Porprov Jabar 2026.
Muhammad Taufan Sahara Putra. (Foto: Istimewa)
Sekretaris Umum (Sekum) FORKI Kabupaten Bogor, Muhammad Taufan Sahara Putra atau yang akrab disapa Taufan menegaskan pihaknya sudah mempunyai kerangka Tim Karate Kabupaten Bogor untuk Porprov Jabar 2026.
“Kami sudah punya kerangka tim untuk Porprov Jabar 2026. Namun kami akan tetap mencari atlet yang potensial mendulang emas bagi Kabupaten Bogor,” ujar Taufan, Selasa, 5 September 2023
Menurut Taufan pada Porprov Jabar 2026 pihaknya akan memaksimalkan atlet binaan dan talenta lokal Kabupaten Bogor hasil dari berbagai event yang diikuti selama ini.
“Saya pikir waktu tiga tahun sangat cukup untuk mematapkan target emas cabor karate untuk memberikan konstribusi medali bagi Kabupaten Bogor,” imbuhnya.(Gibtan)
Bogordaily.net– KONI Kabupaten Bogor menilai bahwa sinergitas semua bidang merupakan kunci sebuah keberhasilan.
Pengurus KONI Kabupaten Bogor tancap gas menggelar rapat tiap bidang yang ada di lingkungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor.
Rangkaian rapat tiap bidang yang ada di KONI Kabupaten Bogor langsung dipimpin Ketua KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar dan Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bogor, Fitri Putra Nugraha atau Nungki. Serta jajaran Wakil Ketua II Muhamad Khairul, Wakil Ketua III Nuradi dan Wakil Ketua IV Dedi Budi Sumardi.
“Rapat tiap bidang yang dilakukan KONI Kabupaten Bogor lebih pada program kerja yang dilakukan tiap bidang yang ada,” ujar Dedi Ade Bachtiar, Selasa, 5 September 2023
Dedi menyebut, hasil rapat semua bidang yang ada di KONI Kabupaten Bogor ini akan menjadi dasar atau landasan program kerja KONI Kabupaten Bogor.
KONI Kabupaten Bogor kata Dedi mencanangkan “Kabupaten Bogor Kahiji” di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026.
Untuk itu, sambungnya, sinergitas semua bidang yang ada serta sinergitas semua cabor di lingkup KONI Kabupaten Bogor dalam menjalankan program kerja akan menjadi kunci keberhasilan dari semua program kerja yang akan dicanangkan.
Setelah rapat program kerja tiap bidang, KONI akan langsung melakukan rapat dengan semua cabor yang ada.
“Semua bidang yang ada akan saling keterkaitan dalam menjalankan grand design menuju target Kabupaten Bogor Kahiji dalam Porprov Jabar 2026 mendatang” pungkasnya.(Gibran)
Bogordaily.net– Cabang olahraga (cabor) Tarung Derajat dikenal sebagai salah satu penyumbang medali emas bagi Kabupaten Bogor Terutama dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar).
Pengcab Tarung Derajat Kabupaten Bogor yang dinahkodai Bupati Bogor Iwan Setiawan telah memiliki 12 satuan latihan atau satlat di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.
Sekretaris Umum (Sekum) Pengcab Tarung Derajat Kabupaten Bogor, Entang Wihana mengatakan, jelang Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor pihaknya tengah merancang program latihan jangka panjang bagi para atlet Tarung Derajat Kabupaten Bogor.
“Insya Allah awal 2024 kami akan membahas soal seleksi atlet dan program latihan jangka panjang menatap Porprov Jabar 2026,” ujar Entang Wihana, Selasa, 5 September 2023.
Pria yang akrab disapa Kang Itang ini menambahkan, untuk Porprov Jabar 2026 pihaknya akan menurunkan semua kelas atau nomor yang dipertandingkan baik nomor tarung dan seni gerak.
“Intinya kami akan memaksimalkan waktu 2 tahun menuju Porprov Jabar 2026 dengan berbagai program latihan dan mengikuti beberapa event yang ada,” jelas Entang.(Gibran)
Bogordaily.net– MenKopUKM Teten Masduki menyatakan menolak TikTok menjalankan bisnis media sosial dan e-commerce secara bersamaan di Indonesia.
Penolakan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) terhadap platform media sosial asal China TikTok yang menjalankan bisnis media sosial dan e-commerce secara bersamaan tersebut seiring penolakan sama yang telah dilakukan dua negara lain. Yakni Amerika Serikat dan India.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Menteri Teten menjelaskan, India dan Amerika Serikat berani menolak dan melarang TikTok menjalankan bisnis media sosial dan e-commerce secara bersamaan. Sedangkan, di Indonesia TikTok bisa menjalankan bisnis keduanya secara bersamaan
Ia menambahkan TikTok boleh saja berjualan tetapi tidak bisa disatukan dengan media sosial.
“Dari riset, dari survei kita tahu orang belanja online itu dinavigasi, dipengaruhi perbincangan di media sosial. Belum lagi sistem pembayaran, logistiknya mereka pegang semua. Ini namanya monopoli,” ungkap Menteri Teten.
Tak hanya perlu mengatur tentang pemisahan bisnis media sosial dan e-commerce, Teten juga mengatakan jika pemerintah harus mengatur tentang cross border commerce. Hal ini agar UMKM dalam negeri bisa bersaing di pasar digital Indonesia.
“Ritel dari luar negeri tidak boleh lagi menjual produknya langsung ke konsumen. Mereka harus masuk lewat mekanisme impor biasa terlebih dahulu. Setelah itu baru boleh menjual barangnya di pasar digital Indonesia,” ujar Menteri Teten.
Kalau mereka langsung menjual produknya ke konsumen, sambung Menteri Teten, UMKM Indonesia pasti tidak bisa bersaing. Sebab UMKM harus mengurus izin edar, SNI, sertifikasi halal, dan lain sebagainya.
Pemerintah pun perlu melarang platform digital untuk menjual produk sendiri atau produk yang berasal dari afiliasinya. Dengan demikian, pemilik platform digital tidak akan mempermainkan algoritma yang dimilikinya untuk menghadirkan praktik bisnis yang adil.
Menteri Teten menyebut, pemerintah juga harus melarang aktivitas impor untuk produk yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri.
Pemerintah juga perlu mengatur tentang harga barang yang bisa diimpor ke Indonesia. Menurutnya, hanya barang yang harganya berada di atas 100 dolar AS yang nantinya diperkenankan masuk ke Indonesia.
“Pemerintah juga perlu melarang barang yang belum diproduksi di dalam negeri meski harganya berada di bawah 100 dolar AS,” kata Menteri Teten.
Tujuannya menurut Teten, agar barang-barang tersebut bisa diproduksi oleh UMKM di Indonesia.***
Bogordaily.net– Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten Bogor semakin percaya diri jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 mendatang.
ISSI Kabupaten Bogor saat ini sudah mulai melakukan persiapan secara matang dan terus melakukan evaluasi hasil Pekan Olahraga Provinsi Jabar 2022 lalu.
Ketua Harian ISSI Kabupaten Bogor, H Anwar Yasin mengatakan saat ini ISSI Kabupaten Bogor akan mengandalkan para pembalap muda yang akan tampil membela Kabupaten Bogor pada ajang Porprov Jabar 2026.
“Alhamdulilah para pembalap muda binaan ISSI Kabupaten Bogor sudah menunjukan kualitasnya dalam berbagai event berskala nasional,” kata Anwar, Selasa, 5 September 2023.
Anwar menjelaskan, belum lama ini ada beberapa pembalap muda binaan ISSI Kabupaten Bogor berjaya pada ajang BK PON XXI di Lubuk Linggau dan Popnas 2023 di Palembang, Sumatera Selatan.
“Raihan prestasi emas para pembalap muda di ajang BK PON dan Popnas 2023 membuat kami cukup percaya diri menatap Porprov Jabar 2026,” terangnya.
“Kami mentargetkan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan menjadi ajang pembuktian pembinaan kepada talenta lokal yang kami bina selama ini,” sambungnya.
Hal senada dikatakan Binpres ISSI Kabupaten Bogor, Ade Solihin. Ia membenarkan kalau saat ini para atlet ISSI Kabupaten Bogor sudah mulai menunjukan kualitas yang membanggakan dan bisa menjadi andalan pada Porpov Jabar 2026 mendatang.
“Saya sangat bangga para pembalap ISSI Kabupaten Bogor menuai hasil manis pada Pra PON atau BK PON di Lubuk Linggau serta Popnas 2023 di Palembang, Sumsel,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata Ade Solihin, pada Porprov Jabar 2026 ISSI Kabupaten Bogor akan mengoptimalkan semua atlet binaan sendiri.(Gibran)
Bogordaily.net– Untuk memfasilitasi pengunjung, Pemerinrah Kota (Pemkot) Bogor bakal membangun food court di Alun-Alun Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pembangunan food court atau sentra kuliner di alun-alun tersebut, tidak akan menggunakan anggaran APBD Kota Bogor. Melainkan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR).
“Konsepnya kolaborasi pembangunan berkelanjutan, bukan saja pemberdayan PKL dan penataan wilayah tapi juga ini ada kaitan dengan pembangunan lingkungan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.
Selain itu, kata Bima, untuk mengatasi semrawutnya Alun-Alun Kota Bogor, yakni memindahkan sebagian kantong parkir kendaraan. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Dewi Sartika.
Pihaknya akan memindahkan sebagian lahan parkir yang tadinya berada di badan jalan ke Pasar Kebon Kembang Blok F Trade Centre dan area basement Masjid Agung Kota Bogor.
“Selain pemindahan kantong parkir ke Pasar Kebon Kembang Blok F Trade Centre dan Masjid Agung, Pemkot juga tengah berfokus pada penataan sentra kuliner di kawasan Alun-Alun Kota Bogor,” jelas Bima.
Ia menerangkan, untuk mengatasi semrawutnya kawasan Alun-Alun Kota Bogor, Pemkot merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) ke dalam Pasar Kebon Kembang Blok F Trade Centre. Ada sekira 240 PKL yang akan dipindahkan.
“Kami mengupayakan membangun tempat kuliner di dalam Alun-Alun Kota Bogor untuk antisipasi kebutuhan warga atau pengunjung supaya tidak beli di luar atau PKL,” tutup Bima. (Muhammad Irfan Ramadan)
Bogordaily.net – ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF) 2023 sedang berlangsung di Jakarta. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi membuka ajang flagship event AIPF 2023 pada 5 September 2023.
Dalam ajang yang dihadiri para petinggi negara ASEAN itu, Jokowi mengungkapkan tantangan di tengah potensi besar dari perekonomian ASEAN.
Menurut Presiden Jokowi, dengan populasi 680 juta jiwa, ASEAN merupakan pasar yang potensial dengan peluang investasi yang menjanjikan.
Namun, rivalitas geopolitik yang menajam khususnya potensi konflik di Kawasan Indo-Pacific menjadi perhatian tersendiri.
“Oleh itu ASEAN Indo Pacific Forum hadir untuk mengubah rivalitas Indo-Pacific menjadi kerjasama yang bermanfaat. Serta membangun habbit of cooperation yang win win formula tanpa satupun merasa dikucilkan,” ujar Jokowi sekaligus membuka resmi AIPF 2023.
UMKM Tulang Punggung Ekonomi
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) menjadi ruang bagi Indonesia untuk membuka peluang dan potensi kerja sama yang lebih terkoneksi dan terintegrasi.
“Melalui forum ini, Indonesia berupaya untuk mendorong pembangunan kawasan keberlanjutan,” ujar Erick.
Ia menjelaskan terdapat tiga isu utama yang diangkat. Yakni infrastruktur hijau dan rantai pasok, transformasi digital dan ekonomi kreatif. Serta pembiayaan yang berkelanjutan dan inovatif
Seperti diketahui, ASEAN merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan pasar yang berkembang dan populasi yang produktif.
Ketiga isu pada ajang AIPF tersebut juga menjadi perhatian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI selaku perbankan yang terlibat aktif dalam kemajuan ekonomi Indonesia.
Direktur Utama BRI Sunarso dalam ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023 Selasa, 5 September 2023. (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Sunarso menjadi pembicara pada plenary session “Quick Glance on the Three AIPF Subthemes” pada hari pertama, Selasa, 5 September 2023.
Sunarso mengatakan BRI selama ini berkomitmen memajukan ekonomi Indonesia melalui pelayanan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Namun di sisi lain, terdapat tantangan dari segi biaya dan risiko operasional yang tinggi karena mencakup infrastruktur dan sumber daya manusia secara luas.
“Menanggapi tantangan ini kita harus melakukan transformasi digital dan menciptakan produk dan layanan keuangan yang inovatif. Kami juga terus menjajaki peluang-peluang baru termasuk merambah lebih dalam ke segmen terkecil yaitu ultra mikro,” jelas Sunarso.
Holding Ultra Mikro
Sunarso menjelaskan awalnya, segmen ultra mikro di Indonesia potensinya mencakup sekitar 65 juta unit usaha mikro yang mana sekitar 14 juta usaha ultra mikro belum memiliki akses terhadap pendanaan. Sebagai bentuk kontribusi, sejak September 2021, BRI resmi membentuk Holding Ultra Mikro bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Holding Ultra Mikro diharapkan dapat menjadi katalis pencapaian social development goals dengan memberdayakan. Serta memperluas akses layanan perbankan yang setara kepada masyarakat unbanked dan underbanked. Dampak finansial, sosial, dan ekonomi dari Holding Ultra Mikro kepada para nasabah juga cukup signifikan.
Tercatat hingga akhir Juni 2023, Holding Ultra Mikro telah telah mengintegrasikan lebih dari 36 juta nasabah pinjaman dan 162 juta nasabah simpanan mikro.
Akses pembiayaan atau pinjaman terhadap segmen ultra mikro tersebut akan terus ditingkatkan hingga 45 juta nasabah pada tahun 2024.
Untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas akses terhadap penyediaan layanan finansial bagi nasabah ultra mikro, Holding Ultra Mikro terus memperluas kehadiran outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM). Saat ini telah mencapai lebih dari 1.013 unit di seluruh Indonesia, sebagai essential hubs dalam penyediaan layanan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam satu pintu.
“Pembentukan Holding Ultra Mikro sendiri adalah untuk melayani usaha ultra mikro dan UMKM secara terstruktur. Tujuan itu sendiri untuk memperluas jangkauan, memperdalam layanan keuangan formal dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Sunarso.
BRI Menanam
Selain melayani dan memberdayakan usaha mikro dan UMKM, BRI juga menunjukkan komitmen kuat sebagai perbankan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan pertimbangan Lingkungan, Sosial, dan tata Kelola (ESG) ke dalam praktik bisnis inti.
Pada 2022, BRI meluncurkan inisiatif ESG yang disebut “BRI Menanam”. Hal ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, serta kekuatan kolaborasi dan keterlibatan dengan pelanggan dan komunitas perjuangan menghadapi perubahan iklim.
Kemudian pada bidang sosial, BRI juga mempunyai inisiatif bernama “BRILiaN Village” atau Desa BRILiaN.
Melalui program ini, bertujuan mendukung Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dengan memberdayakan masyarakat pedesaan melalui peningkatan kapasitas, pelatihan bisnis, literasi digital, dan pembangunan berkelanjutan. Hingga Juni 2023, BRI telah memberdayakan lebih dari 2.400 Desa BRILiaN di seluruh Indonesia.
Kesimpulannya, kata Sunarso, melayani dan memberdayakan usaha mikro dan UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi yang lebih penting adalah mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Semoga konsep tersebut tidak hanya bisa diterapkan di Indonesia, tapi juga di kawasan ASEAN dan juga negara-negara lain,” imbuh Sunarso.***
Bogordaily.net– Wali Kota Bogor Bima Arya menerima kunjungan silaturahmi cucu dari Wali Kota Bogor periode 1949-1954, R Djoekardi di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor.
Kunjungan dilakukan dengan harapan nama R. Djoekardi dapat diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan Dani Djoekardi cucu wali kota Bogor R. Djoekardi. Ia merupakan putra dari Djuwanda Djoekardi, putra keempat R. Djoekardi sebagai perwakilan keluarga.
Kepada Bima Arya, Dani Djoekardi menyampaikan akan mengikuti prosedur yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan agar keluarga R. Djoekardi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan.
Seperti narasi apa saja semasa R. Djoekardi menjabat Wali Kota Bogor.
“Akan lebih bagus kalau ada surat resmi dan nanti perangkat daerah terkait akan melakukan kajian. Kalau ada usulan jalan dimana lokasinya, karena kita harus berproses dan beraudiensi dengan warga agar tidak ada dampak atau keberatan,” ujar Bima Arya.
Bima ingin ada narasi dari kiprah R. Djoekardi yang berkaitan dengan opsi jalan yang akan digunakan. Lalu kalau ada usulan opsi jalannya yang dipilih akan lebih bagus dan dikaitkan dengan historisnya dan penjelasannya.
“Semakin pendek jalan, maka persoalan semakin ringan, apalagi jika historisnya kuat sekali karena kalau alasan, argumentasi, dan nilai historisnya seperti apa bisa menentukan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut Bima Arya mendapatkan cerita singkat R. Djoekardi yang ditulis putra keempatnya, Djuwanda Djoekardi (80).
Profil R. Djoekardi
R. Djoekardi diangkat sebagai Wali Kota Bogor (1949-1954) dan menempati Kantor Wali Kota di Jalan Cikeumeuh 64, Bogor Barat. Lokasinya berdampingan dengan rumah dinas kediaman wali kota pada masa itu.
Tahun 1952, diangkat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat sampai dengan tahun 1955 dan posisinya sebagai Wali Kota Bogor diganti R. Kartadjoemena.
Beberapa program yang berhasil direalisasikan selama tahun 1949-1952 berupa proyek fisik. Di antaranya perumahan di Sempur untuk masyarakat berpenghasilan menengah.
Kemudian melanjutkan proyek di masa pemerintahan Belanda, Proyek Perintisan Perbaikan Lingkungan Perumahan Kota (P2LPK) setara dengan program yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jakarta.
Proyek P2LPK, selanjutnya menjadi Proyek Nasional, yang diprogramkan Departemen Pekerjaan Umum untuk kota-kota yang sedang berkembang.
Kegiatan lainnya adalah penataan ulang kawasan Pasar Anyar, bantaran kali yang melintasi Jembatan Merah serta proyek-proyek penataan di Kota Bogor lainnya.(Muhammad Irfan Ramadan)
Bogordaily.net– Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk lebih optimal. Terutama dalam menggali potensi guna mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.
Hal itu ditegaskan Iwan Setiawan saat membuka Workshop BUMD dalam rangka Optimalisasi Penerapan Tata Kelola BUMD yang baik Menuju BUMD Sehat. Acara berlangsung di Ole Suites Hotel & Cottage (Rafflesia Room), Darmawan Park, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa, 5 September 2023.
Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, BUMD harus menjadi lokomotif ekonomi Kabupaten Bogor. Juga lebih aktif dalam menggali potensi secara maksimal guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor sejahtera.
“Silahkan persiapkan diri. Tingkatkan kinerja dengan profesional. Saya tidak ingin kerja yang biasa-biasa saja, lebih jeli gali potensi agar BUMD jadi lokomotif ekonomi Kabupaten Bogor,” kata Iwan Setiawan.
Perkuat Sinergi BUMD dan Pemkab Bogor
Menurut Iwan, Workshop BUMD jadi sarana untuk memperkuat sinergi antara BUMD dengan Pemkab Bogor, juga menjadi momentum evaluasi dan sharing informasi.
“Saya minta jangan ragu jika ada masalah, sampaikan sehingga kita bisa mencari solusi bareng-bareng. Kita evaluasi secara menyeluruh menuju BUMD sehat, agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan PAD Kabupaten Bogor,” jelas Iwan.
Pada kesempatan yang sama, Plt Asisten Ekbang, Didi Kurnia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dituntut dan diamanatkan agar seluruh BUMD dapat menerapkan tata kelola BUMD yang baik menuju BUMD yang sehat. Oleh karena itu perlu ada upaya salah satunya melalui pelatihan workshop BUMD ini.
“Kami lakukan untuk mengoptimalkan penerapan tata kelola BUMD lebih baik, agar BUMD sehat dan memiliki daya saing yang kuat baik di tingkat nasional maupun internasional. Serta mendorong pengelolaan BUMD lebih profesional, efisien dan efektif untuk meningkatkan kemandirian organisasi BUMD lingkup Kabupaten Bogor,” ujar Didi Kurnia.(Albin Pandita)