Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6546

Di Muskomwil 1 Banda Aceh, Bima Arya Sampaikan Catatan APEKSI untuk Pemerintah Pusat

0

Bogordaily.net – Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyampaikan sejumlah catatan untuk pemerintah pusat, salah satunya terkait dengan penerapan sistem Online Single Submission (OSS) yang masih ditemukan banyak kendala di daerah.

Hal tersebut diungkap Bima Arya di sela Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) 1 APEKSI yang berlangsung di Kota Banda Aceh, Senin 22 November 2021.

“Kami banyak diskusi dengan sesama kepala daerah dan ASN-ASN, OPD yang sehari hari ada di lapangan. Sistem OSS yang sekarang didorong oleh pemerintah pusat kita yakini baik. SIPD kita yakini juga arahnya jelas agar ada transparansi dan efisiensi. Tapi ada fakta juga, niatan UU Ciptaker untuk memulihkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi ternyata berdasarkan data di lapangan banyak terkendala,” ungkap Bima Arya.

Untuk persoalan aplikasi saja, Bima Arya mencatat ada 4 poin kendala yang dirasakan pemerintah daerah.

“Aplikasi OSS masih sering down karena masih terus dalam pengembangan sehingga membuat pelayanan di daerah terganggu. Lalu fitur yang belum lengkap untuk memenuhi prasyarat atau integrasi dengan jenis-jenis perizinan yang diatur dalam perundangan. Bahkan, kadang fitur hilang muncul,” terang Bima.

“Selain itu, sistem Interoperabilitas Data belum dapat ditarik oleh sistem lokal daerah untuk kepentingan evaluasi di daerah. Ada juga sistem masih dirasakan rumit oleh masyarakat, sehingga rawan timbulnya ‘jasa perizinan’. Padahal OSS prinsip awalnya ingin memudahkan masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Bima, proses perizinan yang tadinya terpusat satu pintu kembali lagi terbagi di beberapa OPD teknis.

“ Alur perizinan akan semakin panjang di daerah, karena tidak satu pintu lagi. Kemudian belum ada kejelasan yang betul-betul clear mengenai juklak, juknis bagaimana penyesuaian dari struktural ke fungsional di DPMPTSP misalnya,” katanya.

Ia menambahkan, tata Ruang yang digadang sebagai pintu gerbang investasi melalui OSS masih menjadi catatan.

Berdasarkan rilis Kemendagri pada 9 November 2021, baru 2,2 persen atau 44 RDTR digital daerah yang terintegrasi OSS dari target 2.000 RDTR yang harusnya terintegrasi secara digital.

“Sisanya masih panjang. Masih perlu penganggaran, masih perlu dibantu untuk digitalisasi. Artinya UU Ciptaker masih belum maksimal di lapangan agar terjadi pertumbuhan ekonomi dan percepatan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, Bima Arya menegaskan masukan ini bukan berarti APEKSI mengambil posisi yang berbeda dengan pemerintah pusat.

“Pemda adalah bagian dari pemerintah pusat. Namun, catatan-catatan di lapangan, Insya Allah akan kita sampaikan langsung kepada kementerian terkait agar apa yang direncanakan pemerintah pusat di lapangan bisa diperbaiki pada pelaksanaanya. Bukan saja mempermudah birokrasi di lapangan, tapi membuat warga menjadi kembali dimudahkan,” pungkasnya.

Dalam Muskomwil 1 APEKSI di Kota Banda Aceh tersebut juga ditetapkan Wali Kota medan Bobby Nasution sebagai Ketua Komwil 1 APEKSI menggantikan Wali Kota Pekanbaru Firdaus.

Komwil 1 yang dinahkodai Bobby meliputi 24 kota, antara lain Medan, Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, Langsa, Subulussalam, Pematang Siantar, Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Binjai, dan Sibolga.

Lalu, Padangsidimpuan, Gunungsitoli, Payakumbuh, Padang, Padang Panjang, Sawahlunto, Solok, Pariaman, Bukittinggi, Pekanbaru, Dumai, Tanjungpinang dan Batam.***

PLN Siap Konversi LPG ke Kompor Induksi

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) siap mengawal program pengalihan kompor berbasis energi import (LPG) ke kompor berbasis energi domestik (kompor listrik) atau yang lebih dikenal kompor induksi, sebagai solusi menekan impor dan memperbaiki neraca perdagangan.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengumpulkan jajaran direksi serta komisaris PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Dalam salah satu arahannya, Kepala Negara meminta program transisi energi dijalankan, seperti penggunaan kendaraan listrik dan konversi LPG ke kompor induksi.

“Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN oversupply. Artinya, pasokan dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina turun,” tegas Presiden Jokowi.

Merespons arahan Presiden, PLN berkomitmen siap menjalankan program konversi LPG ke kompor induksi. Bahkan, PLN sebenarnya tengah menggulirkan program Satu Juta Kompor Induksi.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan dengan cadangan daya yang telah lebih dari 30 persen di hampir seluruh sistem kelistrikan, PLN siap mendukung program konversi kompor induksi.

“PLN juga siap menggulirkan diskon tambah daya guna mempermudah pelanggan untuk beralih ke kompor induksi,” ujarnya.

Salah satunya saat ini tengah berjalan, PLN memberikan harga khusus tambah daya hanya sebesar Rp150 ribu melalui program Nyaman Kompor Induksi 2021 bagi pelanggan yang membeli kompor induksi melalui partner yang memiliki kerjasama dengan PLN.

Dari sisi penggunaan, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG. Hasil uji coba menunjukan, untuk memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya memerlukan biaya sebesar Rp158, sementara dengan kompor elpiji tabung 12 kilogram sekitar Rp176.

Sehingga dengan pola memasak rata-rata masyarakat di Indonesia, terjadi penghematan Rp28,5 ribu dari biaya memasak setiap bulan.

Selain itu, karena ini sifatnya mengubah kebiasaan masyarakat, PLN juga terus mengampanyekan electrifying lifestyle yang salah satunya penggunaan kompor induksi.

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kelebihan dan manfaat penggunaan kompor induksi,” tutur Bob.

Dari sisi waktu memasak juga lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas.

Hal ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat, sehingga hemat waktu. Waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor listrik lebih hemat penggunaan energi daripada gas.

Dari sisi penghematan, sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan penggunaan induksi berpotensi memberikan penghematan Rp60 triliun bagi negara.

“Ini percepatan penekanan impor dalam 5 tahun ke depan, kalau kita bisa ubah minyak tanah ke LPG kenapa ga ubah LPG ke listrik saja,” kata Erick dalam konferensi pers, pada 31 Maret 2021.***

Sinergi MenKopUKM dan Menteri ATR/BPN Konsolidasikan Lahan Petani TORA Berbasis Koperasi di Sukabumi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Sofyan A Djalil bersinergi mengkonsolidasikan penerima program redistribusi lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk usaha produktif ke dalam wadah koperasi.

“Kita perkuat sektor pangan nasional. Para petani kita konsolidasikan ke dalam koperasi, untuk menanam produk unggulan kualitas ekspor. Koperasi juga terhubung dengan offtaker dan lembaga pembiayaan bank,” kata Teten, saat penanaman bibit pisang Cavendish perdana di Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 23 November 2021.

Teten menyebutkan, akan sulit membangun Korporatisasi Pangan bila petani berlahan sempit bekerja secara individu, tidak akan efisien dan produknya tidak kompetitif, serta tidak memiliki daya saing.

“Kita bangun model bisnisnya,” tegas MenKopUKM.

Dimana para petani berlahan sempit bergabung ke dalam koperasi (Koperasi Agro Tora Wajasakti). Koperasi sebagai agregator sekaligus offtaker pertama dari produk petani.

Kemudian, koperasi terhubung dengan korporasi (PT Great Giant Pineapple (GGP) sebagai offtaker.

PT GGP melalui skema Creating Shared Value akan melakukan kerjasama kemitraan dengan petani dan pemerintah daerah atas dasar pemberdayaan dan asas saling menguntungkan dalam hal budidaya dan pemasaran tanaman pisang.

Awalnya, kampung pisang di Tenggamus, Lampung, ini hanya seluas 10 hektar, sekarang sudah berkembang hampir 400 hektar dan dikelola 800 petani.

Teten meyakini, dengan model bisnis seperti itu maka akan terjamin adanya kepastian harga dan pasar. Sehingga, pihak perbankan tak ragu lagi untuk membiayai sektor pertanian.

“Selama ini bank sulit membiayai sektor pertanian karena potensi NPL-nya tinggi,” ungkap MenkopUKM.

Dengan model bisnis seperti ini, petani atau peternak tidak lagi harus memikirkan kemana produknya akan dipasarkan.

“Itu sudah menjadi urusan koperasi,” imbuh Teten.

TORA

Untuk itu, MenKopUKM menggarisbawahi perlunya terjalin kemitraan dalam membangun Korporatisasi Petani berbasis koperasi di Indonesia.

“Model bisnis seperti itu harus kita ciptakan. Koperasi bermitra dengan offtaker, sedangkan petani fokus produksi untuk menghasilkan produk berkualitas,” jelas Teten.

Saat ini, menurut MenKopUKM, di Warungkiara memang baru sebesar 3 hektar saja yang dimanfaatkan untuk penanaman pisang Cavendish. Namun, ke depan, jumlah lahan akan terus ditingkatkan, tidak hanya rakyat penerima TORA.

Selanjutnya, KemenKopUKM juga bakal mengembangkan komoditas buah mangga di Majalengka, Indramayu (Jabar), dan Gresik (Jatim).

“Kita akan terus membangun Corporate Farming berbasis tanah rakyat dan koperasi,” tandas Teten.

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil berharap para petani di Warungkiara bisa bekerja sesuai petunjuk (guide) dari PT GGP agar bisa juga meraih sukses.

“Selama ini petani sulit diangkat. Sekarang, sudah ada offtaker dan teknologi. Sehingga, kualitas hasilnya sama sesuai standar internasional,” tukas Sofyan.

Kunci suksesnya, lanjut Sofyan, ada pada kedisiplinan petani.

“Kami sediakan lahan lewat program Redistribusi Lahan agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Saya yakin, bila koperasi dikelola dengan benar, akan melahirkan kemakmuran masyarakat,” kata Sofyan.

Kendala Logistik

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT GGP Welly Soegiono bercerita ide awal pengembangan tanaman pisang Cavendish di Sukabumi itu lahir saat MenkopUKM berkunjung ke Tenggamus, Lampung, pada Februari 2021 lalu.

Kerjasama tersebut tetap melibatkan koperasi, seperti halnya di Lampung, yaitu Koperasi Tani Hijau Makmur.

“Saat ini, di Tenggamus, kita rutin dua kali dalam seminggu mengekspor pisang sebanyak 1 kontainer. Saya optimis, kita di Sukabumi bisa sukses juga,” ujar Welly.

Hanya saja, Welly masih mengeluhkan adanya kendala logistik (shipping), karena 90% jalur ekspor itu masih melalui laut.

“Barang ada, pembeli ada, tapi masih terhambat masalah logistik yang lama dan mahal. Ini harus segera dipecahkan bersama,” ungkap Welly.

TORA

Sedangkan Ketua Koperasi Agro Tora Wajasakti Puloh Saepul Anwar mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus lainnya bisa memahami model bisnis ini setelah diajak studi banding ke Lampung.
“Kita dikenalkan namanya offtaker, hingga pendampingan. Sehingga, bisa menciptakan nilai ekonomi yang bagus,” kata Saepul.

Bahkan, para petani anggota koperasi mendapat kucuran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Selain bantuan modal mencakup pendampingan pengelolaan tanah hingga panen. Jelas, ini sangat membantu kami,” pungkas Saepul.***

Park Shin Hye Akan Menikah dengan Choi Tae Joon Tahun Depan

0

Bogordaily.net – Aktris Park Shin Hye dikabarkan sedang hamil anak pertama dengan aktor Choi Tae Joon. Menurut pernyataan dari SALT Entertainment,  pasangan ini akan menikah pada 22 Januari 2022.

“Halo, ini SALT Entertainment. Kami di sini untuk menyampaikan berita tentang Aktris Park Shin Hye. Shin Hye dan Choi Tae Joon telah memutuskan untuk menikah,” ucap SALT.

Diketahui, keduanya telah bertemu dan saling mengandalkan sejak 2017, akan menikah pada 22 Januari 2022 di Seoul.

“Selain itu, kehidupan yang berharga telah terbentuk selama proses keduanya mempersiapkan pernikahan dan menjadi pasangan seumur hidup. Harap dipahami bahwa ini masih awal kehamilan, jadi kami berhati-hati untuk memberi tahu anda. Juga, harap dipahami bahwa detail pernikahan akan bersifat pribadi dengan mempertimbangkan kedua keluarga,” lanjut SALT Entertainment.

Lanjutnya, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka yang mencintai dan mendukung kedua aktor tersebut.

“Shin Hye akan terus berusaha menunjukkan kepada kalian semua citra yang baik. Terima kasih – SALT Entertainment,” pungkasnya.***

Cukup Rp200 ribu, Nikmati Suka Suki Grill di Padjadjaran Suites

0

Bogordaily.net – Banyak tempat makan atau restaurant shabu, suki and grill di Kota Bogor. Tak mau kalah, Padjadjaran Suites & Resort Convention Hotel hadirkan paket Suka Suki Grill dengan harga terjangkau.

Suka Suki Grill merupakan sejenis hidangan yang terdiri dari kuah dalam panci besar yang dipanaskan di atas kompor yang biasanya sudah disediakan di atas meja-meja restoran yang menawarkan suki.

Di beberapa negara Asia, ada masing-masing versi. Jika di Jepang orang-orang mengenalnya dengan sebutan shabu-shabu, di Cina dikenal dengan nama hot pot atau steamboat, sementara nama suki sendiri hadir untuk sebutan salah satu sajian dari Thailand.

Meskipun secara penyajian, tidak ada perbedaan yang besar yakni dengan menggunakan kuah kaldu ayam untuk merebus berbagai macam isian yang disajikan.

Tetapi karena Thailand memiliki kuah dengan cita rasa yang khas, yang dikenal dengan Tom Yam, maka biasanya suki ditambahkan dengan variasi kuah Tom Yam tersebut di dalam pancinya.

Nah kamu bisa menyantap suki tersebut di Padjadjaran Suites yang berada di Perumahan Bogor Nirwana Residence Jalan Bogor Inner Ringroad Lot XIX C-2 No 17, RT 01/RW 05, Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dengan berbagai pilihan paket, kamu bisa memesannya sesuai dengan jumlah orang, atau pun sesuai dengan yang kamu mau loh!

Public Relations Hotel Padjadjaran Suites Resort & Convention, Rana Saputra mengatakan, Suka Suki Grill cocok untuk makan besar dengan kerabat atau urusan kantor.

“Suka Suki Grill ini hadir, untuk kamu yang suka BBQ dan makan suki, terlebih sangat cocok untuk makan besar bersama keluarga, orang tersayang, ataupun acara kantor,” ucapnya.

Dengan harga terjangkau, kamu sudah bisa makan di Padjadjaran Suites tepatnya di Hegarmanah Resto dengan view Swimming Pool.

“Kami ada ada dua paket, untuk per orangan, dan juga untuk dua orang,” ujar Rana.

Jika kamu sendiri, atau ramai-ramai kamu bisa memilih paket yang seharga Rp150 ribu rupiah, dan kamu sudah mendapatkan daging sapi, seafood, udang, bakso ikan, sayuran, minum dan lain-lain.

Tetapi jika kamu datang berdua, ada paket yang lebih mantul yakni, kamu cukup membayar Rp200 ribu dan mendapatkan seperti yang di paket sendiri, juga ada dessert juga loh!

Gimana? Kamu tinggal milih mau dateng berdua, atau ajak keluarga? Yuk langsung reservasi ke nomor 0819-3222-0713.***

Universitas Ibn Khaldun Wisudakan 985 Mahasiswa

0

Bogordaily.net – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar wisuda ke-73 tahun akademik 2021-2022 di Gedung Falkutas Hukum lantai 3, UIKA Bogor pada Selasa 23 November 2021. Total, 985 orang mahasiswa dikukuhkan kelulusannya dalam upacara wisuda ini.

“Atas nama Universitas Ibn Khaldun saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan wisudawati yang telah menuntaskan studinya di Universitas Ibn Khaldun. Kami berpesan agar ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat diabdikan kepada masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang mereka hadapi,” kata Rektor Universitas Ibn Khaldun Mujahidin pada Selasa 23 November 2021.

Acara pukul 8.30 WIB hingga pukul 11. 00 WIB dan dihadiri oleh rektor, dekan fakultas dan para dosen kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor. Karena banyaknya peserta wisuda, untuk mengakomodir protokol kesehatan maka upacara dibagi dalam 6 sesi.

Mujahidin menyampaikan selamat kepada para wisudawan wisudawati yang sudah menuntaskan studinya di universitas Ibn Khaldun. Ia meminta para wisudawan senantiasa menjaga nama baik dan marwah Universitas Ibn Khaldun

“Insyaallah kalau dilakukan dengan baik, dengan cara yang baik insyaallah hasilnya akan baik. Baik untuk individu, keluarga, maupun untuk institusi Universitas Ibn Khaldun Bogor. ”

Edgar Zulkarnindra, mahasiswa program magister Pendidikan Agama Islam mengungkapkan rasa syukurnya karena telah lulus. Ia berharap ilmunya dan kawan-kawannya bisa bermanfaat.

“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT untuk wisudawan semoga ilmunya bisa bermanfaat kedepannya,” kata dia “Karena kita wisuda pada saat pandemi ini saya sedikit merasa terhalangi oleh pandemi ini tapi insyaallah mudah-mudahan ilmu yang kita dapat selama setahun yang lalu menjadi manfaat bagi para wisudawan wisudawati”. (Bisyral)

Viral ! Video Anak di Malang Diduga Disiksa dan Dicabuli

0

Bogordaily.net – Sebuah video viral beredar di media sosial (medsos) TikTok. Video seorang anak panti asuhan diduga disiksa dan dicabuli.

Dalam video terlihat seorang anak sedang dipukul dan dilecehkan oleh beberapa orang. Kejadian itu terjadi di Malang, Jawa Timur.

Dan kini, anak perempuan yang diduga mengalami tindakan tersebut telah melapor ke Polresta Malang Kota.

Korban yang ditemani kuasa hukumnya, Merda Al Romdhoni dan Leo A Permana membenarkan kejadian tersebut.

Mereka menjelaskan jika kliennya menjadi korban penyiksaan yang dilakukan beramai-ramai.

Menurut Merda Al Romdhoni korban mengalami dua kejadian. Selain alami kekerasan, korban juga dilecehkan secara seksual.

Korban mengalami pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria. Padahal korban masih menginjak Sekolah Dasar dan masih berusia 13 tahun.

Awalnya korban diperdaya oleh terduga pelaku pria dewasa agar datang kerumahnya. Setelah itu, terduga pelaku mencabuli korban, pada Kamis 18 November 2021 pukul 10.00 WIB.***

Nadiem Makarim Bertemu Ketua Umum PBNU

0

Bogordaily.net – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyerap masukan untuk menyempurnakan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Nadiem berkata, “saya akan datang dan mendengarkan satu-persatu masukan baik dari pihak ormas keagamaan, mahasiswa, dosen maupun dari lembaga kampus.”

Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin 22 November 2021, Said Aqil menyebut “pada dasarnya kami mendukung,” tetapi dia mendorong adanya penyempurnaan Permendikbud PPKS.

“Hanya saja ada beberapa poin yang perlu direvisi supaya betul-betul berkualitas untuk membangun bangsa yang beradab sesuai sila nomor satu dalam Pancasila.”

Dia menyoroti pasal yang menjadi polemik selama ini yaitu Pasal 5 yang mengandung frasa persetujuan korban. Salah satu butir “suka sama suka” mesti direvisi karena dinilai melegalkan seks bebas di lingkungan kampus.

“Karena kekerasan seksual dengan atau tanpa rasa suka sama suka dalam norma agama itu dilarang. Apalagi hubungan seksual di luar pernikahan apapun alasannya agama tidak membenarkan itu. Semua agama,” kata Said Aqil, mengutip suara.com.

Permendikbud tentang PPKS mendapat sorotan dari kalangan, di antaranya Muhammadiyah, MUI, PBNU, dan Partai Keadilan Sejahtera, terutama pasal yang dinilai melegalkan seks bebas di lingkungan kampus.

Tapi Nadiem berulangkali menegaskan fokus Permendikbud PPKS untuk pencegahan dan penindakan terhadap kekerasan seksual sehingga definisi dan pengaturan yang diatur dalam permen ini khusus untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual.

Permendikbud PPKS dikatakan sebagai jawaban atas sejumlah keresahan organisasi dan perwakilan mahasiswa atas tindak kekerasan seksual di lingkungan kampus namun tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan perguruan tinggi.***

 

Komunitas Religius Ajukan RUU untuk Mengubah Jenis Kelamin

0

Bogordaily.net – Partai Jamaat-i-Islami (JI) baru-baru ini mengajukan RUU di Senat Pakistan, untuk mengupayakan amandemen undang-undang tentang perlindungan hak transgender tahun 2018. Mereka menuntut pembentukan dewan medis untuk memutuskan apakah seseorang akan diizinkan untuk mengubah jenis kelaminnya.

RUU ini berupaya mengatur “larangan operasi penggantian kelamin atau tindakan lain apa pun untuk mengubah fitur genital berdasarkan gangguan psikologis atau disforia gender,” menurut surat kabar lokal, Dawn.

Menurut undang-undang yang berlaku saat ini, warga transgender Pakistan berhak mendaftarkan diri mereka “sesuai dengan identitas gender yang dipilih sendiri di semua departemen pemerintah.”

RUU oleh JI ini menyatakan bahwa undang-undang saat ini dapat mengarah pada “legalisasi pernikahan homoseksual” dan bahwa di bawah undang-undang tersebut, “seseorang dapat mendaftarkan diri sebagai perempuan atau laki-laki bukan berdasarkan kondisi biologis mereka, tetapi berdasarkan ‘pemikiran pribadi’ mereka.”

Partai Islam ini merekomendasikan pembentukan dewan di tingkat distrik yang terdiri dari dokter, psikolog, ahli bedah umum laki-laki dan perempuan, dan kepala petugas medis dalam menentukan apakah seseorang diperbolehkan mengubah jenis kelamin.

Bertentangan dengan Islam?
JI berpendapat bahwa undang-undang tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan ajaran Islam.

Shireen Mazari, Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan, menentang RUU ini dan mengatakan amandemen yang mereka usulkan akan “mengorbankan” warga transgender karena undang-undang saat ini memberi mereka hak dan pengakuan atas identitas mereka.

“Sampai saat ini, tidak ada satu pun pengaduan terkait penyalahgunaan undang-undang (yang ada) ini,” kata Shireen Mazari seperti dikutip oleh media lokal.

Sementara Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmad mengatakan kepada Senat bahwa perubahan jenis kelamin diizinkan karena alasan medis atau setelah mengajukan permohonan.

Dinilai promosikan homoseksualitas
Menurut data yang dibagikan kepada Majelis Tinggi Parlemen, dalam tiga tahun terakhir di Pakistan terdapat lebih dari 16.000 perubahan jenis kelamin dari laki-laki ke perempuan yang telah diproses. Lebih dari 12.100 kasus untuk perubahan dari perempuan menjadi laki-laki, 21 kasus transgender menjadi laki-laki, sembilan kasus laki-laki menjadi transgender, dan banyak kasus transgender ke perempuan.

UU Aksi Transgender (Perlindungan Hak) 2018 ini dielukan oleh kelompok dan aktivis hak asasi manusia secara nasional dan internasional.

Mahkamah Internasional (ICJ) bahkan pernah memuji undang-undang itu, dengan menyatakan: “Premis utama dan terpenting dari undang-undang tersebut adalah konsep ‘kedaulatan gender’: yaitu, bahwa individu yang mengalami dan mengekspresikan gender mereka secara sosial, psikologis, emosional dan spiritual, memiliki hak prerogatif untuk menentukan jenis kelamin mereka, alih-alih oleh aparat negara/medis resmi yang hanya menetapkan jenis kelamin saat lahir.”

Namun, Senator Mushtaq Ahmad Khan yang mendukung pengajuan RUU untuk amandemen UU tersebut mengatakan kepada DW bahwa undang-undang yang ada “mempromosikan budaya gay dan lesbian.”

“Orang-orang yang datang ke departemen pemerintah untuk mengajukan perubahan jenis kelamin harus dirujuk ke dewan medis,” ujar Senator Mushtaq Ahmad Khan.

“Kami tahu tentang kasus di mana seorang pria mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan dan kemudian menikah dengan seorang pria,” kata dia, sambil menambahkan bahwa praktik “tidak Islami” ini tidak bisa ditoleransi di Pakistan.

Kelompok ini juga mengatakan bahwa orang yang menginginkan perubahan jenis kelamin dipengaruhi oleh budaya Barat dan didorong oleh LSM.

Dari masalah tabu hingga ke komplikasi medis
Aktivis hak asasi dan beberapa ahli medis mengatakan amandemen ini akan menciptakan lebih banyak masalah bagi warga transgender dan siapa pun yang ingin mengubah identitas gender mereka.

Menurut sensus Mahkamah Agung Pakistan tahun 2019, perkiraan populasi transgender di Pakistan adalah sekitar 300.000 orang, meskipun jumlah sebenarnya diyakini lebih tinggi. Pakistan memiliki populasi sekitar 212 juta orang.

Farzana Bari, aktivis hak asasi di Islamabad, mengatakan adalah langkah mundur apabila Pakistan ingin mengubah hukum yang ia nilai sebagai hukum yang baik. “Ini tidak hanya akan memengaruhi warga transgender, tetapi semua orang tua yang anaknya butuh operasi penggantian kelamin,” katanya kepada DW.

“Para pembuat undang-undang tidak punya hak menentukan identitas gender tiap individu,” kata Farzana Bari.

Ia mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan operasi pergantian kelamin sudah mengalami masa yang sangat sulit karena adanya tabu dalam masyarakat konservatif. Jika JI berhasil mengubah undang-undang itu, para transgender harus “melakukan proses yang panjang untuk bisa menjalani operasi.”

Kaum transgender menghadapi berbagai tantangan di Pakistan, dari dilecehkan hingga dikucilkan. Sementara itu, hukum dan konstitusi untuk mengamankan hak-hak transgender juga sering terlambat implementasinya. Komunitas tersebut diizinkan untuk memilih dalam pemilihan federal pada tahun 2011. Pada tahun 2018, dalam sensus nasional mereka diakui sebagai kategori terpisah.

Abid Hussain, seorang petani dari kota Kharian di provinsi Punjab, mengatakan kepada DW bahwa kedua putrinya menjalani operasi penggantian kelamin satu setengah tahun lalu. “Sudah sangat sulit untuk menjalani operasi ini karena norma sosial,” kata Abid Hussain. “Ketika anak perempuan saya menjalani operasi, hanya keluarga saya dan dokter yang tahu. Saya bahkan merahasiakannya dari keluarga besar saya,” tambahnya.

Dr. Amjad Chaudhary yang melakukan operasi tersebut mengatakan kepada DW bahwa orang-orang enggan berbicara tentang masalah seks dan identitas gender. “Dengan kami saja sudah sulit bagi mereka untuk mendiskusikannya. Bagaimana mereka akan berbicara di hadapan dewan medis?” ujarnya.***

 

Sumber: detikcom

Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Nataru, Ini Upaya Satpol PP Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor siap bersinergi dengan Polri dan TNI untuk mencegah lonjakan kasus baru covid-19 di Kota Bogor. Peningkatan mobilitas masyarakat saat hari natal dan tahun baru 2021 memang dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Kota Bogor.

Hal itu di ungkapkan Kepala Bidang Ketentraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Bogor Riki Robiansah saat ditemui di Kantornya yang berada Jalan Raya Pajajaran Gang Mushola No.121, RT.04/RW.03, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa 23 November 2021.

“Kami selalu siap berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan protokol kesehatan tetap di patuhi oleh masyarakat saat natal dan tahun baru,” kata Riki Robiansah.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana menyelenggarakan PPKM level 3 secara serempak di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas warga. Jika Kota Bogor PPKM Level 3 pada saat libur natal dan tahun baru, kata Riki, maka akan ada kebijakan yang sama seperti sebelumnya : pembatasan jam operasional dan kapasitas pengunjung.

Untuk pengamanan tahun baru, pihaknya akan melakukan patroli bersama personel TNI, Polri. Patroli akan digelar rutin mulai pukul 19:00 WIB hingga 02:00 WIB, di setiap wilayah Kota Bogor.

“Dari pihak Kelurahan dan Kecamatan juga di libatkan agar bisa monitor wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Pihaknya nanti akan memfokuskan di Tugu Kujang, Sempur, Air Mancur, BNR dan Lingkar SSA. Dimana itu tempat yang sering meningkatnya mobilitas masyarakat saat tahun baru.

Ia berharap kepada masyarakat Kota Bogor tidak bereuforia berlebihan saat merayakan pergantian tahun. Tujuannya, agar tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor.

Seperti diketahui Pemkot Bogor sudah berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota dan sepakat akan kembali mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas di awal bulan Desember nanti.

Pengetatannya kemungkinan pemberlakuan Ganjil Genap. PPKM Level 3 akan berlaku pada tanggal 24 Desember sesuai dengan instruksi pusat.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, per Senin 22 November 2021 tercatat ada tambahan 2 kasus baru covid-19 di Kota Bogor, di sisi lain 3 orang pasien dinyatakan sembuh, dan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia.

Meski begitu, jumlah kasus aktif covid-19 di Kota Bogor masih mencapai 33 kasus.