Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6545

Bagaimana Peluang Barcelona Di Liga Champions Pasca Ditahan Imbang Benfica?

0

Bogordaily.netBarcelona terpaksa bermain imbang kala menjamu Benfica di laga ke-5 Grup E Liga Champions 2021-2022 pada Rabu 24 November 2021. Bagaimana peluang Barcelona lolos ke 16 besar Liga Champions?

Hasil itu membuat nasib Blaugrana di Liga Champions musim ini berada di ujung tanduk.

Dengan hasil imbang ini, Barcelona berada di posisi ke-2 grup E dengan 7 poin, sementara Benfica membayangi di posisi ke-3 dengan 5 poin. Di sisi lain, Bayern Munchen yang ada di puncak klasemen grup E sudah dipastikan lolos ke 16 besar, dan Dynamo Kyiv sudah dipastikan tersingkir setelah hanya berhasil mengumpulkan 1 poin.

Berdasarkan aturan UEFA, hanya pemuncak klasemen grup dan runner-up grup yang berhak melaju ke babak 16 besar. Tim di posisi 3 harus turun kasta ke Liga Europa dan tim posisi 4 tereliminasi.

Dengan kata lain, perebutan posisi 2 klasemen grup E harus ditentukan pada pertandingan ke-6 alias pertandingan terakhir.

Pada pertandingan terakhir, Barcelona harus bertamu ke Allianz Arena untuk melawan Bayern Munchen pada 9 Desember 2021. Sementara Benfica akan menjamu Dynamo Kyiv pada hari yang sama.

Barcelona wajib menang jika ingin lolos ke 16 besar. Jika Barcelona menang atas Dir Panzer maka Barcelona akan meraup 10 poin. Mereka tidak akan terkejar oleh Benfica meskipun menang atas Dynamo Kyiv karena hanya mengumpulkan 8 poin.

Jika Barcelona kalah dari Bayern Munchen dan Benfica menang atas Dynamo Kyiv, maka Benfica akan menggusur Barcelona di posisi ke-2 dan lolos ke 16 besar. Benfica berhasil mengumpulkan 8 poin atas Barcelona yang hanya mengumpulkan 7 poin.

Jika Barcelona menahan imbang Bayern Munchen dan Benfica menang atas Dynamo Kyiv, maka poin Barcelona dan Dynamo Kyiv sama-sama mengumpulkan 8 poin.

Merujuk Peraturan Artikel 17.01, jika poin yang dikumpulkan sama maka klasemen akan ditentukan oleh Gol yang dicetak dalam pertandingan head-to-head antara tim dengan poin sama.

Dalam pertandingan pertama antara Benfica menjamu Barcelona, Benfica berhasil mengalahkan El-Barca dengan skor 3-0. Dengan demikian, jika poin antara Barcelona dan Benfica sama maka Benfica lebih berhak menduduki posisi ke-2.

Karenanya, Xavi Hernandez harus putar otak bagaimana bisa menang pada pertandingan kontra Bayern Munchen, dan menjaga peluang Barcelona bertahan di Liga Champions.

 

 

Hasil Barcelona Vs Benfica Di Liga Champions : Blaugrana Ditahan Imbang

0

Bogordaily.net – FC arcelona menjamu Benfica dalam pertandingan ke-5 grup E Liga Champions musim 2021-200 di Stadion Camp Nou. Hasilnya, Benfica berhasil menahan imbang Barcelona dengan skor 0-0.

Pelatih anyar Barcelona Xavi Hernandez menggunakan formasi 3-4-2-1 di awal laga. Sayang, Blaugrana tidak tampil dengan sejumlah pemain utamanya sejak awal karena badai cedera.

Memphis Depay didapuk sebagai ujung tombak didukung oleh Gavi sebagai sayap kiri dan Nico Gonzalez di sayap kanan.

Di lini tengah ada Sergio Busquets, F. De Jong, Jordi Alba, dan Y. Demir. Sementara di lini pertahanan terdapat Gerard Pique, Ronald Araujo, dan Clement Lenglet. Ter Stegen menjadi benteng terakhir Blaugrana.

Benfica juga menggunakan formasi 3-4-2-1 dan menempatkan Roman Yaremchuk sebagai target man, didukung oleh Everton dan Rafa Silva.

Di lini tengah terdapat J. Mario, J. Weigi, Gilberto, dan Alex Grimaldo. Di lini pertahanan ada N. Otamendi, J. Vertonghen, dan Andre Almeida. Odysseas Vlachodimos ditunjuk jadi kiper tim asal Lisbon tersebut.

Menguasai Laga

Barcelona menguasai laga sejak awal pertandingan. Total, tim asal Katalan itu mengontrol 66 persen penguasaan bola dan melakukan 643 operan dengan tingkat akurasi 85 persen.

Sementara Benfica hanya mendapat penguasaan bola sebanyak 34 persen. Benfica melakukan 347 operan dengan akurasi 73 persen.

Meskipun begitu, Barcelona gagal menembus pertahanan yang digalang Otamendi dkk. Dari 14 tendangan yang dilakukan hanya 3 yang mengarah ke gawang.

Pada menit ke 27, Jordi Alba yang menusuk tanpa pengawalan di sisi kiri pertahanan Benfica mendapatkan umpan terobosan. Tanpa gangguan, Jordi menyepak bola tapi masih bisa ditepis oleh Odysseas Vlachodimos.

Pada menit ke-43 Y. Demir menyisir sisi kanan kotak penalti Benfica dan menembakkan bola placing. Sayang bolanya masih membentur mistar gawang Benfica.

Babak kedua, Ousmane Dembele masuk menggantikan Demir pada menit ke-66. Pada menit keduanya bermain, ia langsung menggebrak dengan mengirim umpan silang lambung ke De Jong. Namun lagi-lagi Odysseas Vlachodimos berhasil mem-block bola.

Dembele kembali menggebrak pada menit 83 dengan menembakkan chip ball dari sisi kanan. Bola sudah melewati Odysseas Vlachodimos tapi masih bisa dibuang oleh Gilberto.

Pada menit 84, Araujo akhirnya berhasil menyarangkan bola di gawang Benfica tapi ternyata ia lebih dulu berada di posisi offside.

Keasikan menyerang, Benfica hampir saja mencetak gol pada menit ke-4 injury time babak kedua. Seferovic sudah one-on-one dengan Ter Stegen sayang bola tembakannya melebar di sisi kiri gawang Barcelona.

 

 

 

500 Anak Sekolah, Pesantren dan Panti Asuhan Dapat Kacamata Gratis

0

Bogordaily.net – Sebanyak 500 kacamata gratis siap dibagikan Jabar Bergerak berkolaborasi dengan Lions Club Bandung Raya, Jabar Bergerak Kota Bogor, RSUD Kota Bogor, Dinkes Kota Bogor, BJB, Teh Pucuk, Le Minerale dan Delimaku untuk penerima manfaat usia 7 sampai 18 tahun di Kota Bogor.

Screening mata dilakukan bagi para peserta yang terdiri dari mulai anak SD, SMP, SMA, pesantren sampai panti asuhan yang dibagi dua kloter, yakni sehari 400 anak diperiksa matanya di Mal Boxies, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Selasa 23 November 2021.

Pemeriksaan mata ini untuk melihat seberapa banyak anak yang membutuhkana kacamata, karena anak-anak yang minus atau plus di atas 0,75 dan dibawah 6 saja yang bisa mendapatkan kacamata gratis.

“Pemeriksaan mata untuk anak usia 7-18 tahun ini penting sekali, karena di masa Pandemi Covid-19 yang mana anak-anak melakukan PJJ butuh upaya agar matanya tetap sehat. Mengingat mereka belajar menggunakan gadget, komputer dan tidak tahu bagaimana posisi membaca dan pencahayaannya,” ujar Ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya.

kacamata gratis

Atalia mengatakan, ia terkejut dari anak-anak 7-18 tahun yang diperiksa hari ini ada anak yang sampai minusnya mencapai 11 dan plusnya mencapai 7 serta ada juga yang mengalami masalah mata lainnya.

Hal yang paling mengejutkan lainnya karena anak-anak ini tidak merasa itu hal aneh atau hal yang perlu diperhatikan. Padahal penting sekali mengetahui kesehatan mata sejak dini.

“Saya kira perlu mengedukasi keluarga, tidak saja untuk kegiatan seperti ini tapi harus dari keluarga sendiri melakukan pemeriksaan mata kepada anak-anak mereka,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tajam penglihatan dan pembagian kacamata untuk 500 penerima manfaat di Kota Bogor ini merupakan rangkaian kegiatan dari Kolaborasi dengan Lions Club Bandung Raya dan semua pihak.

Sudah terselenggara di Pangandaran dan Karawang dengan kuota 1.000 kacamata.

Ia berharap ke depan semoga semakin banyak anak-anak yang terbantu dan anak-anak bisa menggapai cita-citanya.

“Saya kira juga ini bisa dijadikan bahan riset bagaimana Pembelajaran Jarak Jauh ini bisa mempengaruhi kesehatan anak-anak tidak saja kesehatan mata karena terlalu lama di depan gadget dan komputer, tapi juga masalah obesitas dan kesehatan mental anak,” terangnya.

Senada, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, ia terkejut dengan banyaknya anak-anak Kota Bogor yang setelah diperiksa kondisi kesehatan matanya kurang baik, bahkan ada yang minus dan plusnya sangat tinggi.

Ini tentu ada hal-hal yang mempengaruhi mulai dari kebiasaan memakai gadget berlebihan, kurangnya pencahayaan di ruangan, posisi membaca dan lainnya.

“Ini menjadi perhatian kita bersama di masa Pandemi Covid-19, PJJ ternyata mengandung risiko. Jadi kami mengingatkan kepada orang tua untuk hati-hati dan turut memperhatikan kesehatan anak-anaknya,” jelasnya.

kacamata gratis

Sementara itu, Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, 800 peserta pemeriksaan mata ini datanya diambil dari puskesmas se-Kota Bogor sebanyak 440 ditambah dengan anak-anak dari pesantren dan panti asuhan.

Anak-anak ini dijemput memakai bus Uncal yang titik jemputnya sudah ditentukan dan dikoordinasikan dengan kecamatan, puskesmas dan Dinkes.

“Dari 800 anak ini memang tidak semuanya dapat kacamata karena ada batasannya anak usia 7-18 tahun, plus minusnya 0,75 sampai 6 sementara yang plus minusnya di bawah 0,5 atau diatas 6 tidak dapat kacamata. Kacamata dibuat sebulan karena hasilnya dikirim lebih dulu ke Singapura. Nanti baru dibagikan di kecamatan masing-masing koordinasi dengan puskesmas,” katanya.***

AMSI Jabar Minta Media Massa Bijak Membuat Berita dari Akun Pribadi

0

Bogordaily.net – Maraknya pemberitaan yang dibuat media massa siber yang bersumber dari akun pribadi media sosial, mendapatkan perhatian serius AMSI Jawa Barat (Jabar).

Salah satu yang terbaru kisah Dedi Mulyadi dan Yudha Mahasiswa, pada konten akun pribadi medsos Dedi Mulyadi.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat melihat ada ‘kecelakaan’ pada kaidah dan prinsip jurnalistik yang dilakukan beberapa media massa siber, dalam membuat pemberitaan atas konten tersebut.

AMSI Jabar melihat Kecelakaan pada kaidah dan prinsip jurnalistik itu terjadi karena media massa mengejar produksi berita yang bergantung pada tren kata kunci yang sedang viral. Namun mengabaikan keberimbangan. Luput proses konfirmasi, akurasi, dan verifikasi.

“Terlepas soal polemik yang terjadi dalam konten pribadi Dedi Mulyadi, AMSI menyayangkan media massa latah mengikuti framing dalam konten pribadi tersebut. Mengabaikan konfirmasi dan verifikasi,” kata Riana A. Wangsadiredja, Ketua AMSI Jawa Barat.

Dengan sekedar ingin mengejar trending topic untuk meraih traffic pembaca, media massa tersebut mengabaikan konfirmasi dan keakurasian data.

Pada konten Dedi Mulyadi terkait Yudha itu misalnya, ada media massa memberitakan bahwa Yudha meminta maaf kepada Dedi Mulyadi. Sumbernya hanya menyadur dari akun medsos FB yang dikira milik Yudha.

Lalu, ada video reportase atas konten tersebut dari media massa siber dengan memberikan judul subjektif cenderung sarkasme terhadap Yudha.

“Media massa punya fungsi kontrol sosial, bukan memperkeruh situasi sosial. Juga media massa punya tugas moral membentuk karaktek yang luhur bagi bangsa,” lanjut Riana Wangsadiredja.

Riana berharap media massa khususnya siber atau online, terus belajar memperkuat kaidah jurnalistik. Dimana Dewan Pers sudah menyusun pedoman pemberitaan media siber, salah satunya membahas soal verifikasi dan keberimbangan berita.

“Dimana ditegaskan bahwa pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi. Dan berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan,” ungkap Riana.

Ia menegaskan, boleh saja media siber berlomba di kata kunci tapi tidak harus melupakan prinsip dari dari jurnalistik itu sendiri, yaitu verifikasi dan keberimbangan berita.

“Media massa jangan terjebak framing yang ada dalam konten pribadi media sosial. Media massa harus bijak dan seimbang dalam menyuguhkan informasi,” tutupnya.***

Gelar Pelatihan Vocational, KemenKopUKM Ajak Usaha Mikro Padang Pariaman Masuk ke Ekosistem Digital

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menargetkan, para pelaku usaha mikro, khususnya sektor kuliner di Kabupaten Padang Pariaman mampu bertransformasi digital, serta masuk dalam ekosistem digital melalui penjualan online seperti e-commerce.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Eddy Satriya, saat menggelar Pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro di Sektor Kuliner di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Barat (Sumbar), Selasa 23 November 2021.

Eddy menegaskan, salah satu Program Strategis Deputi Bidang Usaha Mikro adalah transformasi informal ke formal bagi usaha mikro.

Transformasi usaha mikro informal menjadi formal dari sisi legalitas, tetapi dari sisi sumber daya manusia (SDM) usaha mikro, juga harus bertransformasi menjadi SDM yang lebih berkualitas. Antara lain melalui pelatihan-pelatihan, seperti yang saat ini telah dilakukan.

Untuk mendukung adanya transformasi informal ke formal bagi usaha mikro, Deputi Bidang Usaha Mikro ikut berperan melalui berbagai kegiatan pelatihan vocational dan e-commerce bagi usaha mikro yang berfokus pada tujuh sektor prioritas. Yaitu pariwisata, home décor, fashion, kuliner, ekonomi kreatif, perikanan/peternakan dan pertanian/perkebunan.

“Selain itu, kami menekankan kepada para pelaku usaha mikro, agar mendaftarkan NIB (Nomor Induk Berusaha). Karena penting buat pelaku usaha. Khususnya bagi sektor kuliner,” tegas Eddy.

Ia melanjutkan, tujuan digelarnya Pelatihan Vocational Sektor Kuliner di Padang Pariaman ini, merupakan upaya dalam peningkatan kapasitas dan kualitas SDM usaha mikro. Khususnya dalam hal pengetahuan, keterampilan, serta pemasaran/penjualan online.

“Hal ini agar para pelaku usaha mikro khususnya di sektor kuliner (olahan hasil pertanian) dapat masuk, dan memaksimalkan potensi pasar yang ada dalam ekosistem digital,” tegas Eddy.

KemenKopUKM berharap, usaha mikro di Indonesia bisa menjadi pondasi yang kuat khususnya di bidang kuliner.

ekosistem digital

Eddy berharap, bagi pelaku usaha mikro pemula, agar terus berinovasi bukan hanya menguasai pasar di Indonesia saja, melainkan ekspor untuk komoditas-komoditas tertentu.

“Kunci utama bagi pelaku usaha mikro di sektor kuliner agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah, memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik salah satunya melalui pemasaran dan penjualan secara online,” sebutnya.

Terlebih, adanya tantangan globalisasi di era industri 4.0 ditandai dengan munculnya berbagai jenis teknologi-teknologi baru. Era industri ini ditandai dengan seluruh entitas di dalamnya dapat saling berkomunikasi kapan saja secara real time dengan memanfaatkan teknologi internet. Kemudahan ini mendorong tercapainya kreasi nilai baru, termasuk di usaha mikro.

Eddy berharap, setelah mengikuti pelatihan sampai dengan selesai, peserta diharapkan mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan, sekaligus menjalin kolaborasi antar sesama pelaku usaha mikro untuk berperan dalam pemulihan ekonomi lokal khususnya di Padang Pariaman.

Eddy menegaskan, kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2020 membuat kondisi pelaku usaha mikro terdampak secara signifikan.

Secara langsung hal tersebut ikut berdampak negatif terhadap ekonomi makro di Indonesia, sehingga perlu kebijakan responsif yang mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dalam mendukung usaha mikro sebagai faktor yang dapat mendorong pemulihan ekonomi, Pemerintah telah mengeluarkan produk hukum UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja dan turunannya PP Nomor 7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut, Kepala Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Sumatera Barat Nazwir, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Padang Pariaman Dewi Roslaini, dan Ketua Yayasan Mande Sumbar Erwan.***

Kemenkes Diminta Tingkatkan Capaian Program Imunisasi

0

Bogordaily.net – Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan capaian program imunisasi demi keberlanjutan program imunisasi dasar lengkap (IDL), imunisasi lanjutan (program BIAS) serta Program Imunisasi Nasional termasuk PCV, HPV, JE dan Rotavirus.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan sistem pelaporan cakupan imunisasi sesuai jadwal sebagaimana dasar untuk pelaksanaan program vaksinasi tahun depan.

“Meningkatkan kolaborasi antar lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan vaksin dan distribusinya; dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penyedia vaksin PCV, HPV dan Rotavirus untuk menjamin kontinuitas ketersediaan vaksin,” ungkap Ansory saat membacakan poin kesimpulan rapat kerja Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 22 November 2021.

Dalam rapat yang membahas pelaksanaan Program Vaksin Regular, perkembangan pembahasan Program Imunisasi Nasional untuk PCV, HPV, dan Rotavirus serta persiapan pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2021, Komisi IX juga mendesak Kemenkes segera merevisi SK Menteri Kesehatan No HK 01.007/Menkes/449/2020 tentang Perluasan Program demonstrasi HPV tahun 20202-2024.

“Untuk memastikan komitmen pemerintah dalam rencana perluasan program vaksinasi HPV tahun 2022 di provinsi dengan prevalensi tinggi dan program nasional di tahun 2023,” ucap politisi Fraksi PKS itu.

Lalu untuk peningkatan cakupan imunisasi, Komisi IX mendorong kemenkes untuk meningkatkan sosialisasi guna mempercepat pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap (IDL), imunisasi lanjutan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) serta program imunisasi nasional (termasuk PCV, HPV, JE dan Rotavirus) dengan melibatkan secara intensif pemerintah daerah, organisasi profesi dan komisi IX.

Sebelumnya, (Plt) Dirjen Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, penyebab rendahnya cakupan imunisasi rutin pada anak terjadi karena sejumlah kendala seperti masalah administrasi pengadaan vaksin, biaya distribusi dan penyimpanan vaksin serta sejumlah kendala lainnya.

“Rendahnya cakupan imunisasi rutin ini karena beberapa kendala di lapangan seperti kendala administrasi pengadaannya. Tentu harus ada solusi perencanaan metode pengadaan yang tepat,” terangnya.

Adapun imunisasi dimaksud yakni imunisasi mulai anak dari usia 12-23 bulan yang pada bulan Oktober target 78,0 persen, hingga Oktober 2021 ini baru mencapai 56,5 persen.

Selain itu, untuk campak rubella di bawah 2 tahun untuk bayi pada Januari hingga Oktober masih sangat jauh dari target 67,5 persen, saat ini baru mencapai 40,9 persen.

Maxi mengatakan, selain terkendala masalah administrasi pengadaan vaksin, kendala lainnya adalah terkait dengan distribusi dan penyimpanan.

Dalam hal ini, distribusi ke kabupaten/kota terkendala dengan pembiayaan karena ada daerah yang tidak mengalokasikan anggarannya serta kendala gudang penyimpanan vaksin penuh karena bersamaan dengan vaksin Covid-19.

Rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan beserta jajaran, turut dihadiri Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pengurus Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Pengurus Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).***

Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Alami Kebakaran Hebat

0

Bogordaily.net – Kebakaran melanda pabrik PT Dua Kelinci di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Selasa 23 November 2021 siang.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran itu, meski demikian api diduga berasal dari gudang tempat pembakaran atau oven yang berada di komplek perkantoran tersebut.

Senior HRD PT Dua Kelinci Pati, Tofan Rudianto, mengatakan peristiwa kebakaran itu diketahui sekitar pukul 11.15 WIB. Saat kebakaran tersebut, karyawan masih sibuk bekerja.

“Tiba-tiba ada api yang berasal dari atas gudang pengovenan. Para pekerja langsung lari keluar,” kata Tofan, dikutip dari Solopos, Selasa 23 November 2021.

Setelah ada kebakaran tersebut, petugas pengamanan langsung membunyikan sirene sebagai peringatan tanda bahaya.

Bunyi sirene yang meraung-raung itu pun membuat seluruh karyawan yang tengah bekerja di dalam ruangan keluar.

Meski demikian, api yang menjalar tak kunjung padam dan kian membesar karena di gudang tersebut terdapat banyak kacang kering. Ditambah lagi, angin yang berhembus cukup kencang, membuat api cepat menjalar.

Secara cepat, api merembet hingga ke bagian kantor hingga menghanguskan semua peralatan kantor.

“Sementara tidak ada korban jiwa. Karena semua karyawan sudah keluar semua,” tutupnya.

Kebakaran di pabrik PT Dua Kelinci di Pati ini pun hingga kini belum pada. Bahkan, api dikabarkan cepat merambat hingga ke bagian belakang kompleks pabrik itu, yakni gudang produksi.

Puluhan mobil pemadam kebakaran pun terus berupaya memadamkan api yang menjalar di pabrik perusahaan makanan itu.

Bahkan mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Kudus pun turut didatangkan untuk membantu proses pemadaman.***

Tak Punya Izin, Aparat Gabungan Bongkar THM Kemang

0

Bogordaily.net – Aparat gabungan Satpol PP Kabupaten Bogor, TNI dan Kepolisian menertibkan bangunan tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Kemang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 23 November 2021.

Dalam penertiban bangunan, lokasi ini tidak melengkapi izin bangunan dan ketertiban lingkungan. Sempat terjadi kericuhan dan adu mulut lantaran penggelola bangunan menolak untuk di bongkar.

“Hari ini kita melakukan penertiban terdahap bangunan yang kerap kali dijadikan tempat hiburan malam,” ucap Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho.

Sebelumnya, kata Agus, Pol PP sudah memberikan peringatan dan membongkarnya. Namun, karena pemilik bandel aparat gabungan kembali melakukan penertiban terhadap bangunan yang berada di lokasi.

“Kami sudah bongkar sebulan yang lalu, tetapi dibangun kembali. Sudah banyak juga pengaduan dari masyarakat sekitar tentang tempat hiburan malam ini,” paparnya.

“Sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Bogor nomor 4, tentang ketertiban umum. Kami Pol PP akan terus menertibkan bangunan liar di wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Ade Yasin Ingin Zakat Dikelola dengan Baik

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin lakukan rapat koordinasi dan evaluasi dengan 610 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Bogor tahun 2021, di Gedung Pendulum Nusantara Hall, IPC Residence & Convention, Ciawi, Selasa 23 November 2021.

Bupati Bogor meminta agar pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh dilakukan dengan maksimal agar dana yang terkumpul bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui dalam kegiatan ini Bupati Bogor Ade Yasin juga menyerahkan secara simbolis bantuan sarana dan modal usaha kepada mustahik, yang dioprasionalkan panti yatim dan bantuan 1.000 paket sembako yang akan disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, pendayagunaan dana zakat, infaq dan shodaqoh dengan tepat dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi umat yang sangat strategis.

Oleh sebab itu, perlu pemaduan dan penyelarasan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan zakat, infak, shodaqoh serta dana sosial keagamaan lainnya agar dapat betul-betul memberikan kesejahteraan bagi ummat.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang selama ini telah melaksanakan pengumpulan zakat profesi di lingkungan ASN Pemerintah Kabupaten Bogor. Semoga zakat, infaq, dan shodaqoh yang terkumpul bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Bogor.

Lanjut Ade Yasin menyatakan dana yang bersumber dari zakat dapat juga diperuntukan untuk berbagai program seperti bantuan sosial untuk fakir miskin, yatim piatu, bencana alam dan lainnya.

Sehingga dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menurunkan kesenjangan sosial dan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulilah atas bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat, dan saya harus berterima kasih karena selama ini Baznas sudah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani bantuan terhadap korban bencana, kemarin sudah dikirim ke Sukamakmur. Lalu juga bantuan kepada yatim piatu, amil, guru ngaji, marbot masjid, bantuan modal kepada UMKM, bantuan biaya pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Insyallah juga sedang dibangun rumah singgah bagi keluarga pasien miskin yang berobat di RSUD Cibinong, dan tahun 2022 akan segera dioperasionalkan semoga segera selesai dan ini baru di Cibinong sebagai percontohan dulu,” terangnya.

Bupati Bogor juga menghimbau kepada para pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor agar berperan aktif mengkoordinir dan mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh para pegawai di lingkungan kerjanya masing masing.

“Untuk itu saya himbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang beragama muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor agar menyalurkan zakat, infak, shodaqohnya melalui Baznas Kabupaten Bogor rutin setiap bulan,” pintanya.

Dirinya juga berharap kepada Baznas Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kinerja dan menjadi lembaga pengelola zakat, infak dan shodaqoh yang amanah, transparan, akuntabel dan profesional.

Hal itu senantiasa meningkatkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik serta peka terhadap kondisi masyarakat dhuafa, seperti korban bencana alam dan keluarga miskin atau yang terdampak Covid-19.

Selanjutnya, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Lesmana menambahkan, Rapat Evaluasi Pengelolaan ZIS dilakukan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat, infaq dan shodaqoh dalam upaya mensejahterakan ummat.

“Kami berharap kepada seluruh UPZ untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat fitrah, zakat maal, infaq dan shodaqoh serta melaporkan dan menyetorkannya kepada Baznas Kabupaten Bogor setiap bulan,” tandasnya.***

Waduh, Yabuki Nako Ex IZ*ONE Dibully Member HKT48

0

Bogordaily.net – Yabuki Nako IZ*ONE diduga dibully oleh group Jepang HKT48. Setelah kontraknya dengan IZ*ONE berakhir, Yabuki kembali ke Jepang dan resmi melanjutkan promosinya dengan grup HKT48.

Baru-baru ini netizen curiga bahwa Nako mungkin dibully oleh member HKT48 dari postingan yang mengangkat spekulasi bullying.

Nako ungkap dirinya kehilangan AirPod seminggu lalu dan menemukannya di tempat sampah. Fans jadi penasran kenapa bisa ada di tempat sampah.

Netizen juga mengumpulkan contoh dimana member Jepang menunjukkan ekspresi tidak sopan kepada Nako atau mengolok-olok karena berbicara bahasa Korea.

Nako juga mengungkapkan betapa ia merindukan anggota IZ*ONE.***