Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 6558

Sapta Bela Ingatkan Seluruh Ketua Osis SMP Terkait 5 Hal Kepemimpinan

0

Bogordaily.net – Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby mendapatkan kesempatan menjadi narasumber pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) kepada seluruh Ketua Osis SMP Kota Bogor, Senin 15 November 2021.

Kegiatan ini diusung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor yang digelar pada 2 hari, mulai dari Senin 15 November sampai Selasa 16 November 2021.

Pada hari pertama, Sapta menjelaskan tentang pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan.

“Tujuan LDK ini juga dapat membangun kepemimpinan dan organisasi yang efektif, efisien yang membawa perubahan positif di lingkungan intra sekolah di Kota Bogor,” ucapnya.

Lanjutnya, kepemimpinan mencakup tentang keberanian, pengabdian, dan bermimpi untuk mewujudkan harapan atau tujuan.

“Kepemimpinan itu sendiri tidak terlepas dari kepercayaan diri dan pengambilan keputusan. Setiap tindakan dan cara berpikir seorang pemimpin mesti mampu meyakinkan orang lain dalam organisasi akan kemampuan yang dimiliki sang pemimpin,”paparnya.

Menurutnya ketua osis juga harus bisa berkomunikasi dengan baik, ada banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh ketua osis, sehingga menuntut untuk mampu berkomunikasi baik dengan rekan sesama siswa, guru maupun kepala sekolah.

“Selain membangun komunikasi yang baik, ketua osis juga harus bersikap bijaksana kepada seluruh siswa yang ada dalam lingkungan sekolah tersebut. Sebagai ketua harus mampu bijaksana baik dalam bentuk kata-kata maupun dalam bentuk perbuatan,” ujar Sapta.

Seluruh Ketua osis
Seluruh Ketua Osis di SMP Kota Bogor mengikuti kegiatan LDK, Senin 15 November 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Kata Sapta, terkadang ada alasan menjadi ketua osis mungkin ingin dihormati dan dihargai karena jabatannya, namun jika ingin menjadi ketua osis yang baik dan disenangi semua orang maka bersikap rendah hati.

“Meskipun memiliki jabatan maka tidak boleh ada rasa bahwa kalian yang paling berkuasa diantara yang lain. Ingat kalian menjadi ketua osis karena rekan-rekan yang lain,” tegasnya.

Fakta ketua osis yang tidak bisa anda pungkiri adalah tanggung jawab, setelah resmi terpilih maka anda harus mampu menjalani semua kewajiban sesuai aturan yang sudah ditetapkan, tak lupa pula visi misi yang sudah dipaparakan sebelumnya harus direalisasikan sebagai bentuk dari rasa tanggung jawab anda sebagai ketua osis.

Sapta juga membahas pentingnya menjadi pemimpin yang jujur.

“Sudah dipercayakan menjadi seorang pemimpin, maka jagalah kepercayaan itu dan senantiasa bersikap jujur dan tebuka. Jika ada masalah dan anda sebagai ketua osis merasa tidak mampu untuk melakukannya sendiri maka sampaikan kepada anggota kepengurusan agar bisa mencarikan solusi dan minta saran kepada guru yang berkaitan dengan osis,” pungkasnya.

Kegiatan ini sukses digelar dan tetap mematuhi protokol kesehatan, para siswa juga diwajibkan untuk menggunkan masker.***

RSUD Kota Bogor Terima Bantuan Mobil Ambulance dari Panitia HUT Pasar Modal

0

Bogordaily.net – Panitia Hut Pasar Modal (OJK) secara simbolis menyerahkan bantuan “Ambulance Gawat Darurat” kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, sebagai komitmen untuk dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat sekitar khususnya Kota Bogor serta merupakan bagian dari program kontribusi sosial, yaitu untuk Indonesia yang sehat.

Penyerahan bantuan mobil “Ambulance Gawat Darurat” kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor di Halaman Parkir RSUD Kota Bogor pada Sabtu, 13 November 2021.

Panitia Hut Pasar Modal (OJK) menuturkan, pemberian bantuan ambulance ini merupakan bentuk komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan, untuk hadir berkontribusi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di masa pandemi.

“Semoga bantuan mobil ambulance ini dapat mendukung program pemerintah dalam mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 melalui berbagai wujud bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya berupa ambulance,” ujar Panitia Hut Pasar Modal (OJK).

Bantuan tersebut merupakan pemberian dari Panitia Hut Pasar Modal yang diserahkan secara langsung oleh Panitia.

Turut hadir untuk menyaksikan simbolis penyerahan bantuan ambulance yakni Wali Kota Bogor, dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, MA.

Dalam sambutannya Direktur Utama Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Kota Bogor, Ilham Chaidir menyampaikan harapannya dengan diberikannya bantuan 1 unit ambulance ini, masyarakat Kota Bogor akan bisa cepat terlayani dengan baik.

“RSUD bisa lebih cepat dan sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi aduan dari masyarakat tentang permintaan mobil ambulance. Selain itu acara serah terima ambulance secara fisik dan Simbolis juga dilaksanakan dengan terbatas tepatnya di RSUD Kota Bogor yang diwakilkan oleh Panita Hut Pasar Modal (OJK), dan Ia pun berharap bantuan dengan diberikannya mobil ambulance untuk tujuan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya.

“Dengan semakin tingginya persebaran pandemik Covid-19 ini, bantuan di bidang kesehatan merupakan prioritas bagi RSUD Kota Bogor dan tenaga medis yang menjadi garda paling depan sedapat mungkin didukung agar bisa melayani dan membangkitkan harapan serta menyelamatkan semakin banyak orang, salah satunya dengan penambahan 1 unit mobil Ambulance Gawat Darurat lengkap dengan peralatan medis yang diperlukan agar pelayanan semakin cepat dan responsif, bantuan kepada RSUD Kota Bogor untuk menjadi bagian dari kesejahteraan Masyarakat. Apa yang pihak Panitia Hut Pasar Modal lakukan atas Bantuanya dan seluruh pegawai RSUD Kota Bogor kami sampaikan ucapan terima kasih setinggi tingginya,” ungkap Direktur Utama dr. Ilham Chaidir M.Kes.

Hut pasar modal

Ia menyampaikan penyerahan secara simbolis diberikan langsung oleh Panitia Hut Pasar Untuk RSUD Kota Bogor, beliau meminta agar dapat mengoptimalkan bantuan dalam hal pelayanan Kesehatan atau penanganan Covid 19 kepada masyarakat yang telah diberikan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor.

“Bantuan ambulance dari Panitia Hut Pasar Modal sangat diapresiasi, karena bersinergi melayani masyarakat agar pelayanan di Kota Bogor bisa lebih diterima dan masyarakat bisa lebih merasakan RSUD Kota Bogor sebagai rumah sakit kebanggaan di Kota Bogor,” pungkasnya.***

MenKopUKM: Tren Perbaikan Kinerja Ekonomi Nasional Terus Membaik

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, saat ini tren perbaikan ekonomi Indonesia terus membaik.

Menurut Teten, berdasarkan data BPS pada tahun 2021, tren perbaikan kinerja ekonomi nasional terus membaik, indikator pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021 naik sebesar 3,51% (yoy).

“Kita patut bersyukur, berdasarkan data BPS pada tahun 2021, tren perbaikan kinerja ekonomi nasional terus membaik, indikator pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021 naik sebesar 3,51% (yoy),” tegas MenKopUKM Teten Masduki dalam acara Webinar dan Launching Riset INDEF x BukuWarung “Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian: Studi Kasus BukuWarung” secara daring di Jakarta, Kamis 18 November 2021.

Menteri Teten menyatakan, upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan pemerintah, antara lain melalui, BPUM, dengan target diberikan kepada 12,8 juta usaha mikro, telah disalurkan 100%, dengan anggaran Rp 15,36 trilliun.

“KUR dengan target Rp 285 trilliun, telah terealisasi Rp 244,9 trilliun atau 85,92% dengan jumlah 6,48 juta debitur, dan Penyaluran modal kerja bagi koperasi melalui LPDB, dengan target Rp 1,6 trilliun, telah terealisasi Rp 1,2 trilliun atau 80,27% kepada 162 koperasi,” katanya.

Selain itu kata MenKopUKM, Penguatan dari permodalan menjadi salah satu program utama pemerintah.

Berdasarkan hasil riset dari UNDP pada tahun 2021, selama PPKM darurat, satu dari tiga UMKM mengalami masalah pendanaan usaha dan pembayaran cicilan utang.

“Usaha Mikro dan Kecil sulit mendapatkan pembiayaan formal, karena tidak memiliki asset untuk dijaminkan serta tidak adanya pencatatan laporan keuangan,” ujarnya.

Untuk itu, kini KemenKopUKM mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut LAMIKRO (Laporan Akutansi Usaha Mikro), untuk membantu pelaku usaha mikro, membuat sistem laporan keuangan sederhana dan mudah digunakan.

“Melalui UU Cipta kerja, yang di turunkan dalam PP No 7 Tahun 2021, diamanatkan memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM, yakni, Pembiayaan mudah dan murah bagi UMKM, serta Pemerintah pusat bertanggung jawab memfasilitasi sistem pelaporan secara elektronik,” kata Teten.

Ia menjelaskan, pembiayaan akan lebih efetif jika diikuti dengan digitalisasi. Digitalisasi menjadi enabler percepatan pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan data IdEA. Saat ini, sebanyak 16,4 juta atau 25,6% UMKM telah bergabung ekosistem digital.

“Penggunaan ewallet, juga meningkat selama pandemi. Hal ini di dukung jumlah penyedia layanan e-wallet di Indonesia yang mencapai lebih dari 50 operator, yang telah mendapatkan regulasi dari Bank Indonesia pada tahun 2020,” tambahnya.

Bahkan kata Teten, Fintech juga bertumbuh sangat cepat. Total outstanding pada September 2021 mencapai Rp 27,48 trilliun, atau bertumbuh 55,1% dari Januari 2021.

Pihaknya berharap, Webinar dan Launching Riset INDEF dan Buku Warung, dapat memberikan masukan terhadap perencanaan pemerintah dan seluruh stakeholder guna mendorong UMKM semakin berdaya saing.

“Koperasi Keren, UMKMBangkit, IndonesiaMaju,” tegasnya.***

Nikmati Es Kopi dengan Ketinggian 700 MDPL di Cafe Kopi Leuweung

0

Bogordaily.net – Salah satu tempat nongkrong yang sangat banyak didatangi oleh generasi milenilal adalah Cafe Kopi Leuweung di Leuweung Geledegan Ecolodge, Kampung Tamansari, Kelurahan Tamansari yang menyediakan Es Kopi Leuweung.

Es Kopi Leuweung merupakan campuran dari kopi 50 pesen krim dan 50 persen kopi Arabika atau Robusta.

Selain bisa menikmati citra rasa yang khas dari es kopi leuweung, pengunjung juga bisa menikmati tempat ngopi yang sejuk berada di ketinggian sekitar 700 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL).

Cafe Kopi Leuweung
Es Kopi Leuweung di Leuweung Geledegan Ecolodge. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sementara itu Food and Beverage Servis Supervisor Leuweung Geledegan Ecolodge, Firman Nurisma menjelaskan bahwa, kopi ini tidak dijual di tempat lain, karena memang Leuweung Geledegan Ecolodge memunculkan sendiri citra rasa dari creamynya yang menjadi ciri khas

“Rasanya yang seimbang karena komposisinya 50 persen krim dan 50 persen kopi,” kata Firma kepada Bogordaily.net, Kamis 18 November 2021.

Firman menambahkan, untuk menikmati satu cup es kopi leuweung, pelanggan cukup membayar dengan harga Rp35 ribu.

“Dari awal berdirinya Leuweung Geledegan Ecolodge pada tahun 2019, es Kopi Leuweung ini memang sudah ada berbeda dengan kopi-kopi lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Firman menambahkan selain es Kopi Leuweung ada juga menu kopi lainnya diantaranya, Americano, Classic Latte, Cappucino, Affogato, Manual Brew, V60, dan Vietnam Drip dengan kisaran harga dari Rp30 ribu hingga Rp45 ribu.

“Penikmat kopi yang tidak bisa berkunjung kesini, kopi ini juga bisa dipesan juga dengan cara order melalui ojek online,” pungkasnya.

Yuk nikmati es kopi leuweung diatas ketinggian sekitar 700 MDPL langsug saja datang ke Cafe Kopi Leuweung di Leuweung Geledegan Ecolodge. (Irfan Ramadhan)

Teddy Wibisana Tanggapi Pejabat Publik yang Dikritik Bisnis PCR

0

Bogordaily.net – Beberapa organisasi relawan termasuk Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) mengkritik adanya bisnis disaat pandemi yang dilakukan petinggi negeri.

Kritik ini terkait pengadaan PCR dan peraturan yang mewajibkan penggunaan PCR dalam penerbangan udara. Kritik ini bagus, agar pejabat publik/politik memiliki etik.

“Kritik itu kemudian dibalas dengan kritik lagi dari beberapa pihak, yang menyatakan kalau sebagian besar pengadaan PCR itu dilakukan oleh group perusahaan yang terkait dengan JK, dengan disertai angka-angka. Kritik atas kritik itu pun bagus. Merangsang kita berpolemik dengan data,” ujar Teddy Wibisana, Dewan Penasihat Almisbat dalam keterangannya, Rabu 17 November 2021.

Sebelum relawan bersuara, informasi tentang bisnis dibalik pandemi beberapa kali muncul di Majalah Tempo.

Pengadaan reagen yang berlimpah yang tidak sesuai dengan alatnya, oleh rekanan di BNPB, Importir Alkes oleh pengusaha yang tidak memiliki latar belakang bisnis kesehatan, dan nama ET dan LBP di bisnis PCR, muncul dalam edisi liputan berbeda. Hal ini menurut Teddy harus jadi perhatian semua

Tetapi kemudian menjadi masalah, saat kritik terhadap sikap relawan yang mempersoalkan bisnis dibalik pandemi tersebut, disikapi secara emosional.

Bahkan ada yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan relawan itu tidak etis. Ada yang berspekulasi bahwa yang dilakukan oleh organisasi relawan tersebut motivasinya adalah mendapat jabatan baru.

“Saya katakan spekulasi karena mereka menentukan motive orang lain,” tegasnya.

Teddy mempertanyakan jika kritik tersebut dianggap tidak etis, karena meneriakan soal konflik kepentingan adalah etis.

Apalagi kemudian sikap mereka yang mengkritisi adanya bisnis dibalik pandemi tersebut, dikaitkan dengan posisi komisaris atau jabatan lain yang diembannya, dan kemudian mereka dituntut harus mundur kalau mau mengkritik.

“Saya anggap tuntutan itu tidak tepat,” paparnya.

Teddy menilai, etika seorang komisaris BUMN adalah menjaga jarak dengan konflik kepentingan di BUMNnya.

Mereka harus mundur jika melanggar GCG di BUMN dimana dia berada. Komisaris harus mundur jika melakukan tindakan yang merugikan perusahaan. Bahkan komisaris harus mundur kalau mereka merasa tidak kompeten dalam bisnis di BUMN nya. Itulah etika.

“Sebaliknya pejabat publik juga demikian, hindari segala konflik kepentingan. Etika seorang menteri selain menjaga jarak dengan konflik kepentingan, dia harus fokus mengawal dan mewujudkan program-program presiden di kementeriannya,” jelasnya.

“Buktikan konflik kepentingan terhadap bisnis dibalik pandemik tidak ada, bukan melakukan pembiaran terhadap perdebatan atau pembelaan yang tidak masuk akal, atas kritik terhadap konflik kepentingan tersebut,” tambahnya.***

Waspada, BKMG Beri Peringatan Jabodetabek Berpotensi Hujan serta Kilat

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beri peringatan Jabodetabek akan diguyur hujan dengan kilat, pada Jumat 19 November 2021.

Dari keterangan Bmkg.go.id prakiraan cuaca di wilayah DKI Jakarta mulai pagi hari sampai sore akan diguyur hujan ringan dan berawan. Waspada potensi hujan disertai kilat/petir angin kencang di Jaksel dan Jaktim pada sore hari.

Jawa Barat waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang, 4r1wsore hingga malam hari di wilayah Kota Depok, Kab Bekasi, Kota Bekasi, Kab Bogor, Kota Bogor, Kab Sukabumi, Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Karawang, Kab Subang.

Lalu di Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab Garut, Kab Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab Majalengka, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Indramayu, Kab Cirebon, Kota Cirebon, Kab Ciamis, Kota Banjar dan Kab Pangandaran Dan dini hari di wilayah Kab Bekasi, Kota Bekasi, serta Kab Indramayu.

Waspada juga potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat bahkan petir dan angin kencang di wilayah Kota Cilegon, Kab. Serang bagian Barat, Kota Serang bagian Timur, Kab. Pandeglang bagian Barat, Kab. Lebak bagian Timur dan Tengah, Kab. Tangerang bagian Tengah dan Selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan.***

Keluar Lewat Jalur Lain, Army Kecewa Tidak Bertemu BTS di LAX

0

Bogordaily.net – Setelah kabar idol Korea Selatan ini akan ke LA, banyak penggemar atau Army di Amerika, khususnya yang tinggal di dekat LA pergi ke bandara Internasional Los Angeles untuk bertemu BTS.

Namun, penggemar kecewa karena rupanya BTS mengambil jalan keluar pribadi di bandara dan langsung menuju ke hotel mereka, agar menghindari terlihat oleh gerombolan penggemar yang berkumpul di bandara.

#BTS2ndAirportWin pun menjadi tren di Twitter karena penggemar menyadari bahwa BTS telah lolos secara tidak mencolok.

Para penggemar atau Army yang telah menghabiskan waktu mereka menunggu harus kembali ke rumah tidak dapat melihat tujuh anggota.***

Geger, Suho EXO Dirumorkan Nikah pada Februari Tahun Depan

0

Bogordaily.net – Beredar di komunitas pann Nate sebuah postingan “SH EXO akan menikah pada Februari tahun depan” dan menambahkan “Ada dua SH di EXO, tapi dia bukan yang termuda”.

Sontak hal ini membuat penggemar berspekulasi kalau itu jelas Suho. Saat ini ia sedang wamil dan dijadwalkan keluar pada 13 Februari 2022.

Rumor itu mendapat perhatian dari penggemar. Banyak yang mengatakan kalau rumor itu tidak berdasar dan omong kosong. Tetapi adapun EXO-L yang mendukung dan senang atas kabar bahagia itu.

“Hah? Sama non artis?!,” ucap EXO-L heran.

Exo
Suho EXO dikabarkan akan menikah tahun depan. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Masih rumorr… Tapi kalo beneran gapapa, selamat mas kapassss,” ucap yang lainnya.

“Buat calon istrinya, pinter-pinter abisin duit suaminya ya mbaaa,” ujar netizen.***

Pengukuhan Kepedulian Alumni dalam Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 4 Bogor Angkatan 1994

0

Bogordaily.net – Alumni adalah kata yang sangat dekat dengan sekolah atau kampus, salah satunya Alumni sekolah SMA Negeri 4 Bogor yang telah mengukuhkan kepengurusannya.

Acara pengukuhan kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni angkatan 1994 atau disebut dengan nama IKASMAN 494 diadakan pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Terbentuknya IKASMAN 494 diawali oleh para alumni kelas Bio 4 Angkatan 1994 dengan kegiatan vaksinasi pertama pada bulan Agustus 2021.

Dilanjutkan bersama-sama para alumni Angkatan 1994 dengan kegiatan vaksinasi kedua pada bulan September 2021.

Kegiatan vaksinasi tersebut diadakan di sekolah SMA Negeri 4 Bogor untuk peserta didik, guru dan warga sekitar.

Kehadiran Dra. Hj Emi Rosmiami, M.Pd selaku Kepala Sekolah menjadi sosok yang dinantikan dalam acara tersebut.

Beliau yang paling berhak untuk mengukuhkan secara resmi Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 4 Bogor.

Acara dilaksanakan di Ruang Auditorium sekolah SMA Negeri 4 Bogor, dihadiri juga oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 4, H. Mamat Suherman, S,Pd.

SMA negeri 4 bogor

Acara disaksikan juga oleh Ketua FOKAL 4 Hakim Baluwel, Ketua dan Wakil ketua OSIS SMAN 4 periode 2021 sampai dengan 2022, serta perwakilan Guru.

Adapun diluar personil pengurus IKASMAN 494 alumni yang menjadi koordinator kelas dan mewakili kelas masing-masing hadir lebih dari 18 orang, mengikuti prosesi pengukuhan dari pukul 09.00 WIB hingga menjelang pukul 12 siang.

Pemotongan tumpeng oleh Ketua IKASMAN 494 terpilih dr. H. Mula Dharma, V.A, MKM yang didamping oleh Wakil Ketua Firli Nurmansyah menjadi symbol rasa syukur atas proses pengukuhan IKASMAN 494.

Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Kepala Sekolah sebagai tanda terima kasih dan bakti alumni kepada sekolah.

Dilanjutkan dengan pemberikan piagam pengukuhan yang diharapkan dapat disematkan di salah satu ruangan sekolah sebagai wujud eksitensi Ikatan Keluarga Alumni Angkatan 1994 di SMA Negeri 4 Bogor.

Serta diharapkan juga menjadi contoh dan titik awal kebangkitan Ikatan Keluarga Alumni angkatan lainnya.

IKASMAN 494 memiliki misi dan visi yang mulia berdasarkan kepedulian kepada alumni dan sekolah, dengan slogan Alumni Peduli IKASMAN 494.

IKASMAN 494 akan mengulirkan program-program kerja yang berfokus kepada Alumni, Sekolah dan juga berbagi, tidak hanya berbagi dalam bentuk materi.

Namun dalam bentuk ilmu dan pengalaman yang bermanfaat untuk Adik-adik kelas yang masih bersekolah dan bersiap untuk menjadi Alumni.

Kepengurusan IKASMAN 494 sangat mencerminkan keberagaman bidang ilmu yang dimiliki masing-masing alumni. Namun tetap dalam satu semangat dan tujuan yang sama untuk selalu peduli kepada Alumni dan Almamater.

Berikut ini adalah susunan pengurus IKASMAN 494 yakni, Ketua dr. H. Mula Dharma, V.A, MKM, Wakil ketua Firli Nurmansyah, Sekretaris 1 Vivi Sofianti, Sekretaris 2 Arif Dadang Suryana, Bendaraha 1 Andha Yudha Permana, Bendahara 2 Elza Rahmawati.

Kemudian, Kordinator Humas Aries Yanto, Humas 1 Yudo Nugroho, Humas 2 Ahmad Evianto, Humas 3 Maya Agustina Damayanti, serta Humas 4 Irwan Setiyawan.

Dengan semangat dan kepedulian yang sama semoga dengan dikukuhkannya IKASMAN 494, Alumni SMA Negeri 4 Bogor dapat terus berkarya.

Memberikan manfaat positif tidak hanya untuk alumni dan sekolah tetapi lebih luas lagi khususnya untuk masyarakat Kota Bogor, dan bahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sukses terus dalam menerbar kebaikan IKASMAN 494.***

Dalih Konseling, Sekolah Penerbangan di Batam Merantai dan Mengurung Peserta Didik ke Dalam Sel

0

Bogordaily.net – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Kota Batam menerima laporan dari 10 orangtua peserta didik yang anaknya mengalami kekerasan di Sekolah Penerbangan (SPN) Dirgantara kota Batam.

Kekerasan yang dialami berupa pemenjaraan atau dimasukan ke dalam sel tahanan, ditampar, ditendang, dan lain-lain.

Siswa yang dihukum dengan dimasukan sel tahanan bisa sampai berbilang bulan, tergantung kesalahan yang dilakukan peserta didik.

“Sel tahanan menurut para orangtua pengadu di fungsikan saat ada peserta didik yang melakukan pelanggaran disiplin, di sel penjara tersebut, seorang siswa bisa dikurung berminggu-minggu bahkan berbulan tergantung kesalahannya dan dianggap sebagai konseling. Selain dikurung anak-anak juga akan mengalami hukuman fisik seperti pemukulan, bahkan ada korban yang rahangnya sampai bergeser,” ungkap Retno, Komisioner KPAI.

Atas pengaduan ke-10 orangtua siswa tersebut, KPAI melakukan koordinasi dengan Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek untuk pengawasan dan penanganan kasus kekerasan di satuan pendidikan tersebut, mengingat Mas Menteri Nadiem sudah bertekad akan mencegah dan menangani tiga (3) dosa di pendidikan, yaitu Kekerasan, Kekerasan Sekual dan Intoleransi.

“KPAI mengapresiasi Itjen KemendikbudRistek yang merespon sangat cepat saat menerima pengaduan dari KPAI. Rapat koordinasi daring segera dilakukan dan sepakat untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan, bahkan pengawasan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Itjen KemendikbudRistek, KPAI, KPPAD Batam, KPPAD Provinsi Kepri dan Maarif Institute,” ujar Retno.

Bukan Kasus Pertama

Pada tahun 2018, KPAI dan KPPAD Provinsi Kepri pernah menerima laporan kekerasan terhadap peserta didik yang dilakukan oleh pihak sekolah, yaitu SPN Dirgantara Kota Batam.

Siswa SMK Penerbangan atau SPN Dirgantara Batam, orangtua dari peserta didiknya yang berinisial RS. RS mengaku mendapat perlakuan tidak semestinya sejak Kamis 6 September 2018.

Dia mengaku dipenjara di sekolahnya, sebelum akhirnya dijemput oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau.

“Bahkan sebelum di tahan dalam sel sekolah, RS yang hendak naik pesawat dari Bandara Hang Nadim hendak menuju Surabaya (Jawa Timur) di tangkap Pembina SPN Penerbangan Batam berinisial ED dengan tangan di Borgol dan kemudian dimasukan sel tahanan di sekolah, dan mengalami kekerasan fisik (berjalan jongkok di aspal panas sehingga lutut melepuh),” ungkap Retno.

Pada saat peristiwa tahun 2018, KPAI, KPAD, Kompolnas dan Polres Batam bersama-sama mendatangi lokasi sekolah keesokan harinya.

Saat tiba di sekolah, ternyata ruang sel tahanan di sekolah yang berada di lantai satu sudah di bongkar, bahkan ruangan telah disulap nyaman dengan memasang AC baru juga.

Sebelumnya, Kompolnas juga bertemu Wakapolda Kepri terkait dorongan untuk pemeriksaan terhadap oknum polisi ED (Pembina SPN Dirgantara) dan penegakan disiplin jika terbukti bersalah.

“KPAI mendapatkan keterangan dari Propam Polda Kepulauan Riau bahwa ED kemudian di proses hukum di Pengadilan Negeri dengan pidana 1 tahun penjara dan sanksi etik berupa Demosi atau dipindah tugaskan ke Pulau Natuna,” cerita Retno.

Namun, pada Oktober 2021 kasus serupa kembali terjadi dan kali ini korbannya ada 10 peserta didik. Kesepuluh orangtua sempat melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan juga membuat pengaduan ke KPAD Kota Batam.

“Pihak Disdik Provinsi Kepri datang ke sekolah dan memerintahkan anak-anak dilepaskan dan dikembalikan ke orangtuanya pada hari itu juga. Hal ini mengindikasi bahwa pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau telah mengetahui pemenjaraan dan kekerasan yang diterima oleh sejumlah peserta didik di SPN Dirgantara. Namun, sama sekali tidak memberikan sanksi pada sekolah sehingga tidak ada efek jera,” tambah Retno.

Leher Dirantai Seperti Binatang

Pada kasus terbaru ini, KPAI dan KPPAD Batam menerima bukti 1 video dan 15 foto yang diduga merupakan peserta didik di SPN Dirgantara Batam yang mengalami pemenjaraan di sel tahanan sekolah, ada yang tidak diikat, namun ada 2 peserta didik yang di rantai di leher dan di tangan.

Sepuluh foto menampakan gambar ada 4 anak di dalam ruangan tahanan yang sempit, beralaskan karpet berwarna biru dan ada 1 dipan dengan Kasur yang tidak diberi alas.

Anak-anak tampak bertelanjang dada karena ruangan sempit dilantai atas pastilah sangat panas. Dari video yang kami terima, wajah keempat anak terlihat tertekan dan tak banyak bicara, jika ditanya hanya menjawab singkat.

Rekaman video yang kami dapatkan, merekam kejadian ketika anak-anak tersebut dibebaskan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Terdengar suara yang diduga pejabat Dinas pendidikan yang disebut sebagai pak Kabid (Kepala Bidang), yang tampak marah karena penahanan tersebut dianggap tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

Ada 4 foto lagi yang belakangan kami terima, foto yang terbilang sadis, menurut informasi yang kami terima, peristiwa dalam foto tersebut terjadi sekitar tahun 2020.

“Dalam 2 foto tergambar 2 anak yang tangannya di borgol sebelah sehingga keduanya harus terus berdekatan karena diikat dengan satu borgol masing-masing tangannya kanan/kirinya. Lebih mengenaskan lagi, salah satu anak juga dirantai lehernya seperti binatang,” ungkap Retno.

“Pada 2 foto lagi terlihat 3 anak laki-laki sedang berdiri di baik jeruji sel tahanan yang diduga adalah sel tahanan yang berada di SPN Dirgantara, ketiganya bahkan menggunakan seragam seperti tahanan, berwarna oranye. KPAI mengecam segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Lembaga pendidikan seharusnya menyemai nilai-nilai demokrasi dan penghargaan atas hak asasi manusia. Segala bentuk kekerasan atas nama mendisiplinkan seharusnya tidak boleh dilakukan,” pungkas Retno.

Itjen KemendikbudRistek dan KPAI Pengawasan Langsung

Pengawasan langsung ke Batam dilakukan pada 16-19 November 2021. Pada hari pertama, tim gabungan langsung melakukan pertemuan dengan sejumlah orangtua dan peserta didik yang mengalami kekerasan fisik dan di penjara dalam sel tahanan sekolah di lantai empat.

Pada hari kedua, Tim gabungan melakukan pengawasan langsung ke SMK/SPN Dirgantara yang merupakan Rumah Toko (Ruko). Kalau berdasarkan Standar sarana prasarana pendidikan, semestinya gedung sekolah tidak diperkenankan berada di Ruko.

Pada tahun 2018. Saat KPAI mendatangi SPN Dirgantara, sel tahanan berada di lantai dasar dan saat kedatangan KPAI dan Kompolnas, sel tersebut sudah dibongkar. Namun, sel serupa kemudian dibangun kembali di lantai 4 gedung sekolah.

Hasil pengawasan membuktikan bahwa sel tahanan di lantai 4 gedung SMK Swasta Dirgantara atau SPN Penerbangan kota Batam benar adanya.

Sel tersebut luasnya hanya sekitar 3×2 meter persegi. Kondisi ruangan pengap, lubang udara hanya sekitar 15 cm, diteralis besi.

Sel pernah diisi 10 anak sekaligus, sehingga saat tidur seluruh anak harus berdesak-desakan dengan sirkulasi udara yang sangat buruk bagi kesehatan anak-anak.

Dalam sel tahanan ada kamar mandi tanpa pintu. Ada kisah 2 anak yang diborgol tangannya sebelahan (masing-masing diborgol hanya 1 sebelah tangannya), sehingga, ketika mandi atau buang air besar maupun kecil, harus bersama-sama.

Sel tahanan di teralis dari pintu (ditutup triplek) maupun atap, hal ini sangat berbahaya jika terjadi kebakaran, anak-anak yang sedang dalam sel pastilah tidak akan selamat nyawanya. Hal ini sangat membahayakan keselamat jiwa anak-anak.

Saat masuk ke kelas-kelas, kami menemukan ada 2 ruang kelas tanpa kursi dan meja untuk belajar, pihak sekolah beralasan bahwa kursi dan meja sedang diangkut ke ruang aula (ruang belajar besar), karena malam hari sebelumnya ada seminar di ruang aula. Hal ini mengindikasi bahwa sarana dan prasarana pembelajaran tidak sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan.

Sebagian pendidik yang mengajar juga tidak sesuai dengan standar nasional pendidik dan tenaga kependidikan, karena saat tim gabungan masuk ke salah satu kelas, sang guru sedang mengajar “human error dalam penerbangan pesawat”, namun yang memberikan materi berlatar belakang Strata 1 jurusan tarbiyah alias sarjana agama Islam, si guru mengaku mengajar bidang studi Bahasa Indonesia, namun dalam daftar susunan guru tertera mengampu pelajaran agama

Tim gabungan juga memasuki ruang-ruang asrama yang bebentuk barak disi 40 anak dengan hanya satu kamar mandi pada lantai tersebut.

Tempat tidur sebagian besar tanpa sprei dan bantal tanpa sarungnya. Ruangan tercium bau tidak enak, terutama dilantai 4 tempat menjemur pakaian dan ada kamar mandi atau tempat cuci baju.

Rencana Tindak Lanjut Melalui Rakor Dengan Pemprov Kepri

Dari hasil penggalian dengan para pengadu dan hasil pengawasan langsung ke sekolah, maka sejumlah tindaklanjut akan dilaksanakan oleh Tim gabungan (Itjen KemendikbudRistek, KPAI dan Masyarakat Sipil.

Diantaranya adalah dengan melakukan Rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Dinas-Dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan terkait SPN Dirgantara Kota Batam, pada Kamis 18 November di kantor Gubenur Provinsi Kepulauan Riau.

Adapun pembahasan rakor diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Adanya indikasi tindakan pidana berupa “Penyekapan” anak dan kekerasan fisik pada peserta didik yang berpotensi kuat melanggar UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Permendikbud No. 82/2015, tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan. Terkait pelanggaran UU PA, tim gabungan sudah bertemu Propam Polda Kepulauan Riau dan SKPT Polda Kepulauan Riau untuk melakukan pelaporan.

2. Adanya indikasi pengelolaan sekolah yang tidak sesuai dengan 8 Standar Pendidikan Nasional, maka diperlukan investigasi maupun audit keuangan Dana BOS dan audit dokumen lain terkait pengelolaan sekolah.

Adanya indikasi proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan standar isi dan kurikulum nasional, maka diperlukan audit lebih mendalam oleh Itjen KemendikbudRistek.

“KPAI mendorong adanya sanksi tegas bagi sekolah agar ada efek jera, tidak hanya bagi SPN Dirgantara tetapi juga bagi sekolah-sekolah lainnya di Indonesia. Diantaranya adalah dilarang menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2022/2023, pencabutan bantuan Dana BOS, atau bisa juga ijin operasional sekolah yang tidak diperpanjang lagi,” pungkasnya.***