Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 6691

Sedang Asik Karokean, Penghina Warga Betawi Diciduk Polisi

0

Bogordaily.net – Polres Metro Bekasi Kota menciduk pria berinisial VLL (50) anggota Ormas Singa Patriot, yang menghina Suku Betawi di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 17 Oktober 2021, malam. Tersangka membuat resah orang Betawi di Bekasi dan Jakarta.

“Kami amankan saat pelaku tengah asyik berkaraoke di wilayah Slawi, Jawa Tengah,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi, Senin 18 Oktober 2021, seperti yang dilansir sindonews.com.

Setelah kasus tersebut viral, polisi langsung mencari keberadaan pelaku. VLL merupakan anggota ormas di Kota Bekasi dan tinggal bersama keluarganya di Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur. Setelah melakukan penghinaan ras, pelaku langsung melarikan diri. ”Pelaku tahu viral kemudian kabur ke Jawa Tengah,” ucapnya.

Polisi menjerat VLL dengan pasal 335 KUHP kemudian pasal 16 junto pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sebelumnya, beredar di media sosial pria di Bekasi mencaci maki lalu berujar kebencian tentang pribumi dan Suku Betawi. Belakangan diketahui VLL merupakan anggota ormas di Bekasi. Sejumlah ormas Betawi di Bekasi kemudian melaporkan perkara ujaran kebencian ke Polres Metro Bekasi Kota. Aksi oknum ormas tersebut telah memancing kemarahan seluruh tokoh Betawi di Jabodetabek.***

 

Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

0

Bogordaily.net – Ramai jadi perbincangan, akhirnya Rachel Vennya sudah buka suara perihal aksi kaburnya dari karantina. Ia mengakui telah kabur dari karantina usai pulang dari Amerika Serikat (AS).

Rachel juga membantah sejumlah kabar yang beredar perihal dirinya sempat 3 hari di RSDC Wisma Atlet Pademangan.

“Aku tidak karantina sama sekali di wisma atlet,” kata Rachel Vennya, dalam Channel YouTube Boy William, Senin 18 Oktober 2021.

“Aku tidak menginap sama sekali di wisma atlet,” lanjutnya.

Kaburnya Rachel Vennya itu sebelumnya sudah dikonfirmasi oleh Kapendam Jaya, Kolonel Arh Herwin BS. Herwin mengungkapkan, ada oknum TNI yang membantu Rachel Vennya.

Namun, dalam pernyataannya, Herwin juga menyampaikan bahwa Rachel Vennya tidak berhak mendapat fasilitas di RSDC Wisma Atlet Pademangan.

Sebab, sang selebgram bukan termasuk dari tiga kriteria yang boleh karantina di Wisma Atlet.

“Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapat fasilitas tersebut,” ujar Herwin dalam keterangannya, Rabu 13 Oktober 2021.***

Hasil Survei Litbang Kompas: Prabowo dan Ganjar Berbagi Angka

0

Bogordaily.net – Setelah sebelumnya sempat tertinggal, kini elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyamai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Hal itu terungkap dari hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Oktober 2021.

Survei sendiri dilaksanakan pada 26 September-9 Oktober 2021. Sementara jumlah responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia sebanyak 1.200 orang. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error plus-minus 2,8%.

Pada hasil survei terbaru dari Litbang Kompas yang dirilis Oktober 2021 itu terdapat kejutan, dimana Ganjar Pranowo meraih angka yang sama dengan Prabowo Subianto yakni 13,9 persen.

Kandidat calon presiden di bawah Prabowo dan Ganjar adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Parekraf Sandiaga Uno, dan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sedangkan elektabilitas Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hanya mendapatkan angka 1,9 persen begitu juga Ketua DPR RI Puan Maharani yang elektabilitasnya hanya di bawah 1 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, menjelaskan, dari tiga nama calon presiden yang mempunyai elektabilitas teratas, hanya Ganjar Pranowo yang mengalami kenaikan.

“Jika dibandingkan survei April, elektabilitas Ganjar mengalami lonjakan 6 persen, sedangkan Prabowo 2,5 persen. Sementara Anies cenderung stagnan,” katanya, Senin 18 Oktober 2021.

Berikut ini elektabilitas tokoh di survei Litbang Kompas edisi Oktober 2021:

1. Prabowo Subianto: 13,9 persen
2. Ganjar Pranowo: 13,9 persen
3. Anies Baswedan: 9,6 persen
4. Ridwan Kamil: 5,1 persen
5. Tri Rismaharini: 4,9 persen
6. Sandiaga Uno: 4,6 persen
7. Basuki Tjahaja Purnama: 4,5 persen
8. Agus Harimurti Yudhoyono: 1,9 persen
9. Mahfud Md: 1,2 persen
10. Gatot Nurmantyo: 1,1 persen

Lainnya: 2,1 persen
Tidan Jawab/Rahasia: 37,2 persen.

(dtk/sh)

 

Pedagang Ikan Hias Jl. Binamarga Akan Ramaikan Bogor Aqutic Center

Bogordaily.net – Sebanyak 22 pedagang ikan hiyas di Jl. Binamarga, mengikuti sosialisasi pemindahan mereka ke Bogor Aquatic Center yanga da di Blok F, lantai 3 Pasar Kebon Kembang.

Ajakan supaya berjualan di Bogor Aquatic Center dilakukan Kepala Unit Blok F dan G Pasar Kebon Kembang, Sri Karyatno. Para pemilik tenan berkumpul menyimak penjelasan Sri Karyanto.

Teknisnya Sri Karyanto, para pedagang ikan hias Bina Marga melakukan survei kelayakan tempat di Bogor Aquatic Center.

“Nanti para pedagang akan melihat tempatnya dulu, baru pindah ke Blok F,” kata Kepala Unit Blok F dan G Pasar Kebon Kembang, Sri Karyatno saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 18 Oktober 2021.

Para pedagang ikan hias yang bersedia pindah ke Blok F mendapatkan penyesuaian harga sewa selama 1 sampai 2 Bulan.

“Harapannya di Bogor Aquatic Center lantai 3 Pasar Kebon Kembang ini menjadi pusat ikan hias terbesar di Kota Bogor,” ungkapnya.***

(Ibnu Galansa)

Global Handwashing Day, RSOP Ciamis Beri 6 Tips Cara Mencuci Tangan dengan Sabun

0

Bogordaily.net – Cuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran kuman dan menjaga tubuh tetap sehat.

Menjaga kebersihan tangan dapat mencegah 1 dari 3 penyakit diare dan 1 dari 5 infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu.

Mencuci tangan dengan sabun dan air adalah salah satu langkah terbaik yang dapat kita ambil untuk menghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain.

Bentuk advokasi global untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun, sebagai cara yang efektif dan terjangkau untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan nyawa.

Simak penjelasan 6 tips cara mencuci tangan oleh Rumah Sakit Khusus Bedah (RSOP) Ciamis yakni, Pertama, basahi tangan menggunakan sabun, lalu gosok kedua telapak tangan.

Kedua, tidak lupa menggosok punggung tangan dengan telapak tangan lainnya. Ketiga, gosok diantara telapak tangan dan sela-sela jari.

Keempat, cuci jari jemari sisi dalam kedua tangan. Kelima, ibu jari digenggam telapak tangan lainnya lalu digosok dengan gerakan memutar.

Terakhir, gosok ujung tangan dan kuku dengan telapak tangan lainnya. Tinggal basuh dengan air bersih lalu keringkan tangan.

“Our Future is at Hand – Let’s Move Forward Together” atau “Masa Depan Kita Ada di Tangan – Mari Maju Bersama,”.

Tema ini menyerukan tindakan terkoordinasi saat kita secara aktif bekerja menuju kebersihan tangan universal.

Itu adalah 6 tips dari RSOP Ciamis, jangan lupa diterapkan ya!***

Bima Arya Pantau Pelaksanaan Ujicoba TPM di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Sebanyak 36 Sekolah Dasar (SD) kelas 4, 5 dan 6 di Kota Bogor menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin 18 Oktober 2021.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pelaksanaan PTM di dua sekolah, yakni SD Negeri Harjasari 1 Kota Bogor di Kecamatan Bogor Selatan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan satu lagi di pusat kota SD Mardi Waluya.

Dalam tinjauannya itu, Bima Arya melihat penerapan protokol kesehatan.

Mulai dari penggunaan masker, batas antar orang, cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, kapasitas ruang kelas hingga ruang isolasi jika ada siswa yang sakit.

Bima Arya juga melakukan berbincang dengan sejumlah murid. Bahkan, memberikan hadiah bagi murid yang bisa menjawab pertanyaan.

Mengutip dari tribunnewsbogor.com, di SDN Harjasari 1, menggunakan sistem dua gelombang, pagi dan siang. Masing-masing hanya melakukan pembelajaran 3 jam.
Sementara di SD Mardi Waluya menerapkan sistem hybrid, sebagian siswa masuk tatap muka, sebagian lagi daring dari rumah.

Mereka lebih senang belajar di sekolah dari pada belajar dari rumah karena sudah jenuh. Ini momentumnya pas, PPKM-nya sudah diujung, Covid-nya sudah landai, anak-anak dan orangtua juga ingin PTM,” ungkap Bima Arya.

Sejauh ini, kata Bima, penerapan protokol kesehatannya berjalan dengan baik.

“Saya lihat prokesnya baik, dua tempat yang saya kunjungi ini. Saya titip dua hal saja, yaitu ketika siswa siswi datang dan pulang. Serta mitigasi kalau terjadi kasus, begitu ada yang sakit seperti apa, koordinasi dengan siapa. Saya cek tadi ke siswa, mereka paham untuk langsung menyampaikan ke wali kelas dan sekolah berkoordinasi dengan puskesmas atau kelurahan terdekat. Nanti proses tracingnya berjalan,” jelas Bima Arya.

Bima berharap, uji coba ini berjalan dengan baik dan semua sekolah bisa segera PTM.

“Nanti ketika sudah ada penurunan status lagi menjadi level dua tentunya ada kebijakan-kebijakan lagi yang menyesuaikan, nanti lama-lama semuanya bisa tatap muka kembali,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Bima, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor cenderung landai.

Bahkan sepekan kemarin angkanya hanya bertambah 0 hingga 1 kasus per hari.

“BOR juga sudah kembali normal, jauh di bawah saat awal Covid.

Sekarang tinggal 37an orang yang sakit Covid di Kota Bogor dari yang sebelumnya mencapai 9.000an.

Kalau tidak ada varian baru Insya Allah kita lebih cepat economic recovery,” terang Bima.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SD Mardi Waluya Maria Dominika menyebut, penerapan sistem pembelajarannya hybrid (online dan offline) karena mengikuti aturan mengenai kapasitas ruang kelas.

“Ketika pembelajaran dilaksanakan di sekolah, anak yang di rumah pun bisa mengikuti.

Tapi memang sebagian murid belum diizinkan orang tua untuk tatap muka.

Sehingga kami berikan opsi pembelajaran dari rumah, buat yang sudah boleh bisa ke sekolah,” ujar Maria.

a pun mengaku siap mengikuti arahan-arahan yang diberikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, khususnya terkait dengan mitigasi jika ada siswa yang sakit.

“Arahan Pak Wali kalau ada anak yang memang terindikasi sakit, itu sesegera mungkin untuk menghubungi puskesmas atau kelurahan supaya bisa segera teratasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, 36 SD yang uji coba PTM hari ini statusnya sangat siap, baik dari sisi prokes, murid dan tenaga pengajar sudah dilakukan vaksinasi.

“PTM ini diujicobakan sementara untuk kelas 4, 5 dan 6. Siswa kelas 1, 2 dan 3 belum kami rekomendasikan.

Tetapi jika kondisinya sudah memungkinkan, maka akan disesuaikan. Kita harapkan di sekolah yang diujicobakan, ada komunikasi aktif antara sekolah dengan orangtua.

Kita nanti lihat sekolah yang biasa ditunggu orangtuanya, ada yang arisan, makan-makan.

Nah sekarang kan tidak boleh. Itu yang perlu kita antisipasi,” pungkasnya.*

 

ATR/BPN Gelar Sosialisasi Program Strategis bersama DPR RI

0

Bogordaily.net – Sosialisasi Program Strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali digelar. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Minggu 17 Oktober 2021.

Kegiatan yang juga menggandeng Komisi II DPR RI ini telah dilaksanakan di berbagai daerah dalam rangka mendukung program strategis nasional, salah satunya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Anggota Komisi II DPR RI, M. R. Ihsan Yunus, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengetahui pentingnya program PTSL.

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Batanghari, untuk segera mendaftarkan tanahnya agar mendapatkan kepastian hukum.

“Karena yang namanya tanah, apalagi kita hidup di dunia ini, kalau tidak ada kepastian, tidak ada kejelasan hukum maka akan terus menerus sampai kapan pun menjadi sengketa,” ujarnya.

Ihsan Yunus menuturkan, sebagai wakil rakyat, DPR RI memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan pemerintah.

Selain fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPR RI diharuskan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini merupakan implementasi dari fungsi-fungsi tersebut.

“Jadi hari ini ialah bagian dari implementasi pekerjaan kami di DPR, bagaimana bisa memperjuangkan kesejahteraan Ibu/Bapak, salah satunya mendapatkan sertipikat hak tanah untuk Ibu/Bapak semua. Saya sangat berterima kasih Kementerian ATR/BPN, kita sudah bisa berkolaborasi, berintegrasi bersama-sama untuk kepentingan kesejahteraan rakyat,” tutur Ihsan Yunus.

Membuka kegiatan sosialisasi, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jambi, Dadat Dariatna mengungkapkan target PTSL yang ditetapkan untuk Provinsi Jambi sebanyak 300.000 bidang, sementara untuk Kabupaten Batanghari sendiri sebanyak 30.000 bidang.

Dalam mencapai target yang besar tersebut, membutuhkan kerja sama dengan masyarakat, pemerintah daerah, maupun instansi terkait lainnya.

“Terkait sertipikasi, tentu untuk BPN ialah pekerjaan sehari-hari. Namun untuk kegiatan lain, sosialisasi, mengumpulkan berkas, menghubungi masyarakat sebagai peserta, menetapkan lokasi, dan lain-lain, tentu kami perlu bantuan dari semua pihak sehingga target bisa kita laksanakan. Kami sangat berharap kehadiran Bapak/Ibu dapat menjadi corong kepada masyarakat lainnya,” terang Dadat Dariatna.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga (PHAL) Kementerian ATR/BPN, Indra Gunawan, yang juga selaku Ketua Panitia, melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan kepastian hukum atas tanah bagi masyarakat.

“Saat ini pemerintah melaksanakan program Legalisasi Aset melalui PTSL di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN menargetkan di tahun 2025, seluruh bidang tanah sudah terdaftar,” paparnya.

Dalam sosialisasi ini, Anggota Komisi II DPR RI didampingi Kepala Kanwil BPN Provinsi Jambi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Batanghari, dan Kepala Bagian PHAL Kementerian ATR/BPN, menyerahkan sertipikat tanah kepada 10 orang perwakilan masyarakat.

Adapun kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta dan panitia telah melakukan tes usap antigen dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker.***

Kenali Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Anak Bersama RS Azra

0

Bogordaily.net – RS Azra Kembali melaksanakan Health Talk di Instagram Live dan Youtube Live bertema Infeksi Saluran penafasan Akut (ISPA) pada Anak dengan narasumber dr. Satyawati, Sp.A (Dokter Spesialis Kesehatan Anak) dan dipandu oleh Ardiana Kridayanti (Humas dan Marketing RS Azra).

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.

Virus, jamur dan bakteri merupakan penyebab dari infeksi ini. Secara garis besar, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dibedakan menjadi common cold dimana pemicunya adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus, dan influenza yang dipicu oleh virus influenza dengan berbagai tipe.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dapat menyerang anak apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun.

Biasanya menyerang anak di bawah lima tahun dan kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit.

Pada musim pancaroba sering mengalami batuk pilek terutama pada anak-anak, bahkan terkadang sampai mengalami diare, demam berdarah, dan demam thypoid.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dibagi menjadi dua bagian yaitu, bagian atas dan bawah.

Bagian atas meliputi rhiniti, radang pada lapisan mulkosa dalam hidung), sinusitis (radang pada rongga sinus), telinga tengah, faringitis (radang tenggorokan) dan laringitis (radang pada area sekitar pita suara).

Sedangkan bagian bawah meliputi trakea sampai dengan paru-paru. Lalu kenapa Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengapa disebut akut?

“Karena biasanya berlangsung selama kurang dari 14 hari, jika berlangsungnya lebih dari 14 hari disebut dengan kronis,” ucap dr. Satyawati.

Saat musim hujan seperti ini anak-anak akan sering mengalami alergi disaluran pernafasan. Daya tahan tubuh yang dimiliki anak-anak tidak seperti daya tahan tubuh orang dewasa, anak-anak akan lebih rentan menerima virus.

Terlebih jika anggota keluarga dirumah sudah terinfeksi atau menderita flu atau batuk, penularan akan melalui droplet yang ada.

Ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk anak, pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh anak tetap optimal, perhatikan asupan gizi anak, jauhi anak dari paparan asap rokok dan debu.

“Vaksin influenza juga dapat mencegah terserangnya flu pada anak. Vaksin influenza dapat diberikan setiap setahun sekali dan dapat diberikan kepada anak usia mulai dari 6 bulan,” tambah dr. Satyawati, Sp.A.

Acara Health Talk ini sudah ditonton sekitar 128 viewers yang sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan pada topik ini. Terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka oleh moderator, banyak sekali viewers yang mengajukan pertanyaan.

dr. Satyawati, Sp.A berpraktik di RS Azra pada hari Senin s/d Sabtu 09.00 – 13.00 WIB. Jadwal Poli Vaksin dr. Satyawati, Sp.A pada hari Selasa s/d Sabtu 11.30 – 13.00 WIB.***

Bima Arya Tinjau Penataan Kawasan Suryakencana

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan peninjauan proses penataan kawasan Surya Kencana didampingi sejumlah kepala dinas, Camat dan Sekcam Bogor Tengah serta Lurah Babakan Pasar serta perwakilan dari kontraktor pelaksana PT Tri Manunggal Karya, Asep Wawan Supriatna, Minggu 17 Oktober 2021.

Peninjauan diawali dengan mengecek proses pengerjaan pedestrian di Jalan Kelenteng yang tengah dikerjakan. Kemudian ke Jalan Roda, Jalan Pedati, Lawang Seketeng dan Jalan Suryakencana hingga simpang menuju Gang Aut.

Kepada pihak kontraktor, Bima Arya menekankan untuk terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan aparat wilayah maupun perangkat daerah terkait jika ada persoalan maupun kebutuhan.

“Dinas terkait dan aparat wilayah siap, jika ingin clear kasih tahu, Dishub dan Satpol PP siap. Saya ingin prosesnya yang dilakukan sesuai target yang telah ditetapkan,” tegas Bima Arya.

Penataan
Penataan kawasan Surya Kencana, Minggu 17 Oktober 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

Selain komunikasi dan koordinasi, Bima Arya juga menekankan pentingnya sosialisasi proses pembangunan di kawasan Suryakencana, baik bagi warga setempat maupun bagi warga yang datang ke kawasan Suryakencana.

Untuk dinas terkait yang mendampingi, wali kota memerintahkan untuk mendukung agar proses pembangunan Kawasan Suryakencana dapat rampung sesuai dengan target yang ditentukan. Salah satunya rekayasa lalu lintas dan parkir kendaraan.

Merespon arahan yang disampaikan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo menyampaikan sesuai dengan tupoksi, Dishub mendukung secara penuh terkait manajemen rekayasa lalu lintas di seputaran Suryakencana, ada kurang lebih 5 hingga 6 ruas jalan.

“Kami masih menunggu jadwal yang pasti dari pihak kontraktornya, jika sudah jelas Dishub siap. Untuk rambu-rambunya sendiri, mereka (kontraktor) yang membuat tetapi di desain oleh kita dan itu kewajiban mereka,” kata Danjen sapaannya.***

Episode Terakhir, Drama “Hometown Cha Cha Cha” Dapat Rating Tinggi

0

Bogordaily.net – Drama tvN “Hometown Cha-Cha-Cha” mencapai rekor rating pemirsa tertinggi sepanjang masa untuk episode terakhirnya.

Pada tanggal 17 Oktober, drama bergenre komedi romantis populer yang dibintangi oleh Kim Seon Ho dan Shin Min Ah mencapai rating pemirsa tertinggi dengan episode terakhirnya.

Menurut Nielsen Korea, seri terakhir dari “Hometown Cha-Cha-Cha” mencetak peringkat nasional rata-rata 12,7 persen, menandai rekor pribadi baru untuk drama tersebut.

“Hometown Cha-Cha-Cha” juga tetap menempati posisi pertama dalam slot waktu di antara semua pemirsa dan demografi utama pemirsa berusia 20 hingga 49 tahun, dengan siapa ia mencetak rata-rata nasional 6,5 persen, untuk siaran terakhirnya.

Sementara itu, drama baru KBS 2TV “Young Lady and Gentleman” juga mencapai peringkat pemirsa tertinggi hingga saat ini, dengan episode terbarunya, yang mencetak rata-rata nasional 29,7 persen.

Kemudian “Lost” JTBC tetap relatif stabil dengan peringkat nasional rata-rata 1,6 persen.***