Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempersiapkan pembangunan factory sharing untuk klaster produk unggulan ekspor furniture di Sragen, Jawa Tengah. Dalam pembangunan factory sharing ini, KemenKopUKM siap menggelontorkan anggaran senilai Rp13 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat meninjau lahan yang akan dipersiapkan untuk pembangunan factory sharing sekaligus mengunjungi workshop furniture milik Mardi Furniture di Sragen, Selasa 28 September 2021.
Dalam kesempatan tersebut, MenKopUKM juga didampingi Deputi bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Teten menegaskan, factory sharing merupakan solusi bagi UMKM di klaster furniture agar para perajin memiliki standar dan mutu yang sama dengan industri. Dalam factory sharing ini, pengolahan kayu, pengeringan, hingga proses setengah jadi dikerjakan dengan standar industri. Mengingat furniture merupakan salah satu produk unggulan ekspor, standarisasi produk sangat penting.
“UMKM bisa maklon di sana (factory sharing) bersama-sama yang dikelola oleh koperasi. Sehingga produk UMKM punya kualitas yang tak kalah dengan industri. Ini membuat waktu produksi lebih cepat dan daya saing tinggi UMKM. Seperti pak Mardi tak perlu lagi menggunakan banyak alat karena bisa memberatkan ongkos produksi. Kalau di factory sharing, biaya ditanggung bersama sehingga lebih murah, mudah, dan cepat,” imbuh Teten.
Tak hanya itu, ia menegaskan, bicara factory sharing juga tak luput dari pembangunan ekosistem berupa tempat pelatihan serta koperasi sebagai agregator dan offtaker. Agar produk UMKM masuk ke pasar ekspor, juga penting merekrut SDM yang berkompeten.
“Kelembagaan yang perlu diperbaiki. Jadi, diperlukan pelatihan vokasi untuk mencetak perajin yang berkualitas didukung pengembangan produk supaya bisa mengikuti selera market. Bukan hanya membangun factory sharing tapi semuanya, memperkuat UMKM berarti juga memperkuat tulang punggung ekonomi nasional,” tegasnya.
Factory sharing, kata Teten, merupakan salah satu program prioritas kementeriannya. Saat ini anggaran tersedia dan lahannya sudah ada. Namun catatannya, menurut Teten, dari kelembagaannya yakni koperasi perlu diperkuat. Koperasi bertugas mempertemukan UMKM dengan para buyer.
“UMKM tak bisa sendiri-sendiri dengan buyer karena posisi bargaining-nya lemah. Untuk itu perlu difasilitasi dengan koperasi lewat factory sharing,” imbuh Teten.
MenKopUKM turut mengapresiasi produk kursi dari Mardi Furniture yang sudah bisa menembus pasar Eropa dan Australia. Apalagi desain yang dibuat pun hasil inovasinya sendiri.
“Ini yang namanya membidik market demand yang ada, salah satunya furniture sebagai produk unggulan,” jelas Teten.
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman menambahkan, untuk pembangunan satu factory sharing, kementerian telah mengalokasikan anggaran senilai Rp13 miliar.
“Sehingga diharapkan daya saing dan kualitas produk UMKM benar-benar memiliki standar mutu,” tegasnya.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati merinci, pembangunan lahan 7 ribu meter persegi dan ada 2 hektar lagi untuk pengembangan factory sharing. Di mana lahan ini merupakan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda).
“Setiap dana dari pemerintah pusat programnya kan harus jelas. Sehingga lebih diutamakan aset milik pemda. Jadi, kami pastikan untuk lahan ini tak bermasalah sudah clear,” sebutnya.***
Bogordaily.net – Sempat tutup 10 hari, kini Mie Ayam Andalan yang berlokasi di Gang Aoet, Surya Kencana, Kota Bogor, kembali hadir dengan racikan bumbu baru siap memanjakan pencinta kuliner Kota Bogor.
Andalan merupakan singkatan dari Anak Dalam Negeri, dirintis oleh pebisnis muda asal Kota Bogor bernama Dadang Sanjaya.
Dudung, begitu Dadang Sanjaya disapa mengatakan, mie ayam merupakan salah satu makanan populer dan digemari banyak orang. Rasa yang lezat dan murah menjadi salah satu alasan banyak orang menyukai makanan ini.
Dari segi rasa, kata Dudung mie ayam Andalam racikan barunya memiliki rasa gurih asin yang lezat. Dapat disajikan bersama dengan kuah yang langsung disiram di atas mie. Tapi ada juga yang menyajikan kuahnya secara terpisah.
“Kuah pada mie ayam cenderung memiliki rasa yang tawar karena hanya menggunakan air rebusan sawi dan mie,” terang Dudung, kepada bogordaily.net, Selasa 28 September 2021.
Melalui racikan barunya Mie Ayam Andalan mendapatkan komentar positiv dari para pelanggan setia.
“Untuk racikan mie ayam sendiri ada beberapa bumbu yang di ganti selain itu ada juga bumbu tambahan,” kata Dudung.
Dudung menambahkan, untuk harga jual mie ayamnya masih sama seperti dulu. Harga mie ayam biasa dibandrol Rp. 10.000, Mie Ayam Ceker Rp. 11.000, mie ayam pangsit Rp. 12.000 sedangkan mie ayam komplit dipatok Rp. 13.000.
Dudung menceritakan, saat absen berjualan banyak para pelanggan setianya menanyakan alasan kenapa mie ayam Andalan sempat tutup.
“Banyak juga yang Whatshapp ke saya, mereka tanya kapan buka lagi,” tuturnya.
Bersukur pada saat mie ayam andalan buka kembali, banyak pelanggan yang puas dengan rasa dari racikan baru yang dibuat Dudung.
“Alhamdulillah, rasa mie ayam saya rasanya lebih pas dari racikan yang sebelumnya,” katanya.
Sebagai pengusaha, tentu mengembangkan usaha menjadi penting. Rencanya dalam waktu dekat, Dudung akan menambah cabang Mie Ayam Andalan di dua lokasi. Yakni di seberang Mal BTM dan di samping Kantor Polresta Bogor Kota.
“Grobak mie ayamnya kita menggunakan ciri khas dengan Slogan mie ayam andalan ‘Mampir Dong, Gak Mampir Gak Dong’,” terangnya.
Melalui slogan tersebut, lanjut Dudung, Mie Ayam Andalan mempunyai ciri sendiri hingga mudah diingat.
“Ada slogan ditambah dengan warna kombinasi merah kuning yang mewarnai grobak, membuat mie ayam Andalan mudah dikenali,” jelasnya.
Dudung berharap Mie Ayam Andalan memiliki tempat tersendiri di lidah dan hati pelanggannya sehingga dapat berkembang.
Ditempat yang sama, salah seorang pelanggan, Licky mengatakan, rasa mie ayam andalan beda dengan yang lain, rasa kaldunya lebih terasa di lidah.
“Pokoknya rasanya mantap dan harganya pun sangat ekonomis,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Asriadin Syamsuddin menjadi viral di media sosial setelah membeli mobil seharga Rp 271 juta menggunakan uang koin.
Asriadin membawa uang koin itu ke dealer dengan cara dimasukkan dalam 9 galon.
“Kerja saya jual-jualan campuran ya, saya beli mobil untuk menunjang usahalah ya. Usaha saya memang menjual barang campuran. Jadi begitu. Setidaknya saya bisa (beli mobil). Kalau orang lain bisa, saya juga pasti bisa,” kata Asriadin dikutip dari detik, Selasa (28/9/2021).
Uang koin di dalam 9 galon itu dikumpulkan Asriadin selama 3 tahun, yang merupakan hasil usahanya berjualan barang campuran alias sembako.
“Ini Rp 160 juta, ini uang koin sama kertas, pecahan Rp 500 sama Rp 1.000. Total Rp 160 juta lebih ini. Saya menabung 3 tahun ini. Saya tabung ini mulai menjual, saya mulai menabung mulai tanggal 22 bulan 9 tahun 2018,” ujarnya.
Uang koin yang dimasukkannya ke dalam galon itu dihitung ulang oleh petugas dealer mobil. Dia membeli mobil Toyota Rush seharga Rp 271 juta secara tunai.
Sebelum menyerahkan uang koin senilai Rp 160 juta, Asriadin lebih dulu memberikan uang muka untuk pembelian mobil seharga Rp 271 juta tersebut.
Sementara itu, Manajer showroom mobil, Arif Yanto Arsyad, mengatakan baru pertama kali seorang warga datang membeli mobil menggunakan uang receh. Ia pun menyambut baik kedatangannya.
“Barusan terjadi di cabang kita, ini di Cabang Cokroaminoto, artinya kita melayani customer, gimanapun mau cash, mau seperti ini, tetap kita melayaninya, ini wujud dari kita sebagai pelayan,” kata Arif.
Arif menjelaskan tak mudah baginya untuk menghitung uang milik warga yang datang membeli mobil. Ia masih melakukan proses penghitungan.
“Kalau dari hitungannya itu, dari catatan kita ini, ini ada sekitar Rp 55 juta itu koinnya. Ini yang sudah terhitung di tempat kita dan sementara ada hitungannya, kemudian ada pecahan Rp 2.000 itu sekitar Rp 107 juta. Customer kita ini atas nama Asriadin Syamsudin,” jelasnya.
Ia menyebut Asriadin datang bersama istrinya membeli mobil Toyota. Ia pun masih melakukan penyelesaian penghitungan.
“Beliau memesan Toyota Rush manual dengan harga Rp 271 juta, jadi ini hitungannya tunggu waktu saja. Kita maksimalkan menyelesaikan penghitungan, sementara kita lakukan itu tadi sekitar 2 jam lalu menghitung tanahnya, karena ini kan kita bongkar dulu dari galonnya tadi,” paparnya.***
Bogordaily.net – Sampai saat ini, Covid-19 masih menjadi masalah yang membutuhkan penanganan serius di seluruh dunia agar bisa terbebas dan kembali hidup dalam situasi normal.
Meski begitu, ada sejumlah negara di dunia yang menyebut bahwa negaranya sudah mulai mengalami penurunan kasus orang terpapar, seperti Norwegia misalnya.
Direktur Norwegian Institute of Public Health (NIPH), Geir Bukholm, bahkan menyebut virus Corona di negaranya sudah bisa dikatakan sebagai flu biasa hingga penyakit pernapasan.
“Kita sekarang berada di fase baru di mana kita harus melihat virus Corona sebagai salah satu dari beberapa penyakit pernapasan dengan variasi musiman,” katanya, dikutip dari The Local.
Hal itu dikatakannya lantaran mayoritas orang yang paling tinggi resikonya terpapar Covid-19, sepenuhnya sudah menerima vaksinasi.
“Hal ini karena mayoritas besar mereka yang berisiko sudah terlindungi. Meski infeksi masih bersirkulasi, pasien di rumah sakit tetap rendah. Maka, virus Corona tidak akan menimbulkan beban berat bagi pelayanan kesehatan. Mereka yang divaksin mungkin tertular dan punya gejala, tapi mayoritas besar akan punya gejala ringan,” kata Geir.
Meski begitu, ia juga mengatakan kalau Covid-19 masih belum bisa terselesaikan dengan cepat, sebab masih banyak negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah.
“Pandemi Corona tidak selesai selama masih eksis di dunia dan di negara yang angka vaksinasinya masih rendah. Selama penyakit virus Corona ini masih menyebar ke dunia, masih ada pandemi,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Indonesia mampu melewati gelombang kedua Covid-19, karena saat ini penambahan kasus baru sudah melambat. Tetapi harus mengantisipasi potensi gelombang ketiga.
Pakar menyebut ada kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesua mundur ke akhir 2021. Sebelumnya gelombang ketiga diprediksi akan terjadi pada September 2021.
“Karena sebelumnya saya selalu sampaikan potensi gelombang ketiga ada September. Ini potensinya mundur, tadinya Oktober. Mundur lagi Desember,” kata pakar epidemiologi Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman dalam diskusi daring.
Menurutnya PPKM dengan standar level efektif dalam menekan angka penularan Covid-19.
Ia pun mengingatkan kepada masyarakat jangan sampai abai dengan protokol kesehatan.
“Jadi ini kan estimasi, prediksi (juga mengacu) ketika ada intervensi yang kuat. PPKM level ini efektif, makanya jangan sampai kita abai dalam indikator-indikator pelonggaran, termasuk vaksinasi, jadi masukkan di situ kombinasi 3T, 3M,” ucapnya.
Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane memaparkan hal berbeda.
Ia menegaskan prediksi soal ada atau tidaknya lonjakan kasus Covid-19 tak hanya dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat.
Mengingat, meski sudah adanya pembatasan mobilitas seiring libur Lebaran 2021.
Peningkatan eksponensial tetap terjadi disebabkan Unusual Epidemic Event (UEE) yakni kemunculan varian Delta.
“Epidemiolog juga melakukan prediksi, tapi bukan untuk memprediksi kenaikan dan penurunan jumlah kasus, tapi untuk membuat strategi pengendalian yang efektif dan efisien. Terutama merencanakan logistik dan pelayanan kesehatan jika terjadi peningkatan,” ucap Pane seperti dikutip dari umma, Selasa (28 September 2021).
Dalam kesempatan lainnya, Satgas Covid-19 mengakui adanya potensi gelombang ketiga.
Meski tanpa prediksi waktu, Satgas optimistis gelombang ketiga masih bisa dicegah dengan penerapan protokol kesehatan secara optimal.
“Third wave (gelombang ketiga) ini bukan hal tidak mungkin. Bahkan besar kemungkinan bisa terjadi bila masyarakat tidak taat protokol kesehatan,” kata anggota Satgas Penanganan Covid-19 Sub Bidang Mitigasi, dr Fala Adinda.***
Bogordaily.net – Kabar gembira! sekarang Bank Syariah Indonesia (BSI) sedang membuka kesempatan beasiswa bagi para pelajar. Beasiswa ini bertajuk beasiswa Inspirasi.
Sasaran beasiswa Inspirasi adalah mahasiswa prasejahtera atau berasal dari keluarga kurang mampu, dan belum mendapat kesempatan menerima beasiswa lain.
Jika kamu memenuhi ketentuan tersebut dan berminat mendaftar, dilansir dari Instagram @bsi_scholarship berikut rincian persyaratannya.
Cakupan Beasiswa
1. Bantuan UKT sebesar Rp 3 juta selama 4 semester.
2. Berkesempatan mengikuti pembinaan kepemimpinan diri dan pengembangan karakter pelatihan ekonomi keuangan syariah.
3. Berkesempatan mengikuti program social project.
4. Berkesempatan magang di Bank Syariah Indonesia.
Persyaratan umum
1. Membaca buku panduan dengan seksama (buku panduan dapat diunduh di laman BSI).
2. Merupakan mahasiswa prasejahtera atau berasal dari keluarga kurang mampu, dibuktikan dengan SKTM.
3. Merupakan salah satu mahasiswa universitas mitra.
4. Merupakan mahasiswa aktif yang sedang menempuh semester 2 atau 3.
5. Meraih nilai IPK minimal 3.00.
6. Tidak sedang menerima beasiswa lain.
7. Unggah twibbon di laman https://www.twibbonize.com/bsiinspirasi
Persyaratan Dokumen
1. Formulir online
2. Salinan KTP
3. Salinan KK dan KTM
4. SKTM
5. Foto ukuran 3X4 terbaru menggunakan blazer atau jas hitam dengan background hijau tosca (mendekati warna 009B97)
6. Transkrip nilai
7. Esay dengan ditulis tangan
8. Surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain
Ketentuan Esai
Ditulis tangan di lembar LJK yang telah disediakan di laman website. Esai berisi tentang Deskripsi singkat diri.
Deskripsi masalah ekonomi yang dialami di sekitarmu, berikan solusi penyelesaian yang kamu tawarkan sesuai dengan bidang keilmuan kamu saat ini.
Lalu kontribusi apa yang akan kamu berikan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Daftar Universitas Mitra Beasiswa BSI yakni, Universitas Syiah Kuala, Universitas Riau, UIN Imam Bonjol Padang, ITERA (Institut Teknologi Sumatera), Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Tazkia.
Adapun Universitas Islam Bandung, Telkom University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Malang, serta Universitas Jember.
Sekanjutnya Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Makasar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Tadulako, terakhir UIN Sunan Gunung Jati.
Timeline Pendaftaran
1. Deadline pendaftaran: 8 Oktober 2021
2. Seleksi administrasi: 12-19 Oktober 2021
3. Pengumuman seleksi administrasi: 20 Oktober 2021
4. Seleksi wawancara: 23-31 Oktober 2021
5. Pengumuman: 6 November 2021
Untuk informasi lainnya bisa dilihat di Official website didikumat.org dan Instagram @bsi_scholarship. Adv
Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin mengingatkan warganya agar waspada atas potensi banjir di 18 kecamatan wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pada 28-29 September 2021, sesuai prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Saya mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk mewaspadai terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung,” ujarnya di Cibinong, Bogor, Senin (27 September 2021).
Menurutnya sebanyak 18 kecamatan yang berpotensi banjir ataupun banjir bandang pada dua hari tersebut.
Kecamatan tersebut yaitu Ciampea, Klapanunggal, Ciomas, Gunungputri, Cibungbulang, Kemang, Cibinong, Bojonggede, Rancabungur, Dramaga, Sukaraja, Tamansari, Tenjolaya, Babakan Madang, Ciawi, Citeureup, Cijeruk dan Pamijahan.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) dari BMKG, sebanyak 18 kecamatan tersebut berstatus waspada banjir dan banjir bandang.
Ade Yasin juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) agar lebih hati-hati.
Beberapa aliran sungai di Kabupaten Bogor seperti Cileungsi, Cikeas, Cibeet, Cisadane, Cidurian, Cibanten dan Ciliwung.
“Mohon waspada sampai masuk ke musim hujan pada Oktober 2021. Namun meski dalam kondisi waspada, masyarakat tidak perlu panik dan tetap tenang, serta tetap menjaga Protokol Kesehatan, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19,” kata Ade Yasin yang juga menjabat Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.
Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko Bogor, Fatuhri Syabani menyebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem dengan status waspada tersebut juga diprediksi terjadi di 17 provinsi lainnya selain Jawa Barat.
“Dari rilis BMKG hari ini wilayah Jawa Barat pada fase waspada saja bukan siaga,” kata Fatuhri.***
Bogordaily.net – Ramainya pro dan kontra permasalahan Kebun Raya Bogor, membuat mantan Kepala Kebun Raya menulis surat terbuka, dengan tema ‘Menjaga Marwah Kebun Raya’.
Surat terbuka ini ditulis oleh Mantan Kepala Kebun Raya Indonesia Prof. Dr. Made Sri Prana (1981-1983), Prof. Dr. Usep Soetisna (1983-1987), Dr. Ir. Suhirman (1990-1997), Prof. Dr. Dedy Darnaedi (1997-2003), dan Dr. Irawati (2003-2008).
Lalu ditujukan kepada Sekretaris Utama – BRIN, Plt. Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi-BRIN, Plt. Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah-BRIN, Plt. Kepala Kantor Pusat Riset Konservasi-BRIN, dan Direktur Utama Mitra Natura Raya-MNR.
Berikut adalah isi surat tersebut:
“Pertama-tama kami mengucakan selamat bertugas, semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat mengemban amanah. Izinkan kami, mantan pimpinan Kebun Raya Bogor Indonesia, menyampaikan beberapa hal penting yang sangat erat terkait dengan perkebunrayaan.
Berdasarkan pengamatan kami, dan adanya masukan dan keluhan melalui media sosial dari berbagai lapisan masyarakat, kami merasa berkewajiban untuk meneruskannya kepada pimpinan yang secara struktur erat dengan tata kelola Kebun Raya Indonesia saat ini, antara lain:
1. Seperti kita pahami bersama bahwa Kebun Raya mengusung 5 tugas dan fungsi penting yaitu: Konservasi Tumbuhan, Penelitian. Pendidikan, Wisata Ilmiah, dan Jasa Lingkungan.
Ketiga fungsi pertama merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan menjadi acuan bersama seluruh Kebun Raya di dunia (Jackson, P.W, 1999).
Karena itu berbagai kegiatan dan program yang dikembangkan di Kebun Raya Indonesia selalu berpegang pada kelima Tugas dan Fungsi Kebun Raya tersebut, yang sekaligus sebagai Marwah Kebun Raya.
2. Kebun Raya Bogor yang sudah berumur lebih dari dua abad dalam sejarah panjangnya selalu mengedepankan pendekatan ilmiah dan memperhatikan masalah konservasi dan lingkungan.
Berbagai kegiatan dan usaha yang dilakukan Kebun Raya selalu mempertimbangkan kelima fungsi tersebut. Saat melakukan kegiatan usaha penggalangan dana sekalipun, Kebun Raya tidak silau pada keuntungan sesaat, dan selalu memilih green business yang sifatnya enviriomentally friendly.
Sejarah mencatat, saat awal berdirinya Kebun Raya, Pemerintah kolonial Belanda memanfaatkan Kebun Raya sebagai kawasan aklimatisasi tumbuhan ekonomi penting untuk tujuan bisnis “cultuurstelsel” atau Sistem Tanam Paksa. Saat itu dimasukkan berbagai jenis tumbuhan asing yang bernilai ekonomi seperti kopi, teh, kina, kelapa sawit dll yang kini ikut menopang perekonomian nasional, dan menjadi andalan sumber devisa negara.
3. Setelah kemerdekaan dan dikelola oleh putra Indonesia, Kebun Raya lebih mengedepankan pendidikan, penelitian dan kegiatan explorasi serta konservasi, menyelamatkan tumbuhan, dengan tidak memperhitungkan nilai bisnis.
Bahkan, pada th 2001 Kebun Raya yang semula hanya Unit Pelaksana Teknis, Eselon III (UPT, E.III) dinaikkan statusnya dan mendapat tugas penting menjadi Pusat Konservasi Tumbuhan, Eselon II. Nama tersebut, dipertahankan hingga kini dengan nama Pusat Riset Konservasi Tumbuhan-BRIN.
Naiknya, status Kebun Raya-LIPI mencerminkan pentingnya fungsi Kebun Raya sebagai jawaban atas kerisauan dunia karena tingginya laju kepunahan jenis tumbuhan di Indonesia.
4. Bisnis Kebun Raya yang dilakukan saat itu, terbatas hanya dengan menjual tiket masuk Kebun Raya dengan harga sangat murah dibanding tempat lainnya.
Karena memang Kebun Raya bukan Taman Rekreasi, Kebun Raya adalah Lembaga Ilmiah yang berperan menahan laju kepunahan jenis tumbuhan, kepunahan jenis tumbuhan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya.
Penjualan tiket murah dimaksudkan agar terjangkau oleh masyarakat luas. Dengan demikian diharapkan berbagai pesan konservasi, pendidikan dan lingkungan dapat lebih luas mencapai lapisan masyarakat.
Usaha penjualan buku ilmiah, bibit tumbuhan, tanaman hias, pupuk organik, pelayanan pertamanan, dan berbagai kegiatan pameran flora dan lain sebagainya, selalu mengacu pada misi Kebun Raya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya tentang tumbuhan dan lingkungan.
Banyak tawaran kerja sama yang ditolak oleh Kebun Raya saat itu, karena tidak sesuai dengan marwah Kebun Raya.
5. Berbagai usaha yang dilakukan pimpinan Kebun Raya sebelumnya, sejak Prof. Ir Kusnoto Setyodiwiryo, Soedjana Kassan, Prof. Didin Sastrapradja dan seterusnya memberi contoh pentingnya menjaga Kebun Raya sebagai kawasan hijau, tempat berbagai jenis tumbuhan langka, dan bernilai ekonomi penting.
Koleksi Tumbuhan di Kebun Raya adalah koleksi aset bangsa yang perlu dilestarikan, diteliti dan digali potensinya untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.
6. Kebun Raya Bogor adalah kebun yang tidak terpisahkan dari masyarakat Bogor, dan sekaligus sebagai ikon kebanggaan. Kebiasaan masyarakat melakukan rekreasi kebun dengan gelar tikar, makan bersama dan bercengkerama bersama keluarga di rindangnya pepohonan langka, adalah bagian kehidupan yang telah berlangsung secara turun temurun.
Murah meriah, namun syarat dengan nilai silaturahmi. Kemudian berkembang menjadi wisata jalan santai, tempat wisuda anak-anak TK dan SD dan kegiatan sosial lainnya.
Kegiatan lain seperti acara pernikahan, pameran flora, lomba cerdas cermat tetap dilakukan dengan sangat hati-hati menjaga kenyamanan lingkungan dan sesedikit mungkin akses ke koleksi dan nilai penting Kebun Raya lainnya.
Hijaunya Kebun Raya di tengah gemuruh pembangunan, bagaikan oase di tengah padang pasir. Kebun Raya berkontribusi menahan laju pemanasan global.
Dari beberapa alasan di atas, dan masih banyak alasan lainnya, dengan akan adanya berbagai kegiatan yang sempat kami dan masyarakat perhatikan antara lain:
1. Rencana GLOW membuat atraksi sinar lampu di waktu malam, berpotensi merubah keheningan malam Kebun Raya. Nyala dan kilau lampu dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan hewan dan serangga penyerbuk.
Glow di Kebun Raya Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)
Nature Communication melaporkan, penggunaan lampu berlebihan di waktu malam akan mengganggu perilaku dan fisiologi serangga penyerbuk, nokturnal maupun diurnal.
Lebih jauh Knop et al (2017), melaporkan bahwa kunjungan polinator berkurang sampai 62 % pada komunitas tumbuhan yang diteliti, dan pada tumbuhan tertentu menyebabkan terjadinya penurunan produksi buah sebanyak 13 %.
Kita belum mengetahui secara pasti kehidupan malam serangga penyerbuk tumbuhan tropika, namun dampak yang sama besar kemungkinan akan terjadi di Kebun Raya.
2. Jalan setapak yang tersusun oleh batu kali khas Kebun Raya Bogor, kini di banyak bagian telah dicor dengan semen. Tidak hanya mengurangi keindahan jalan batu gico, tapi juga mengurangi resapan air.
Air yang tidak meresap, mengalir di selokan dan langsung menuju sungai, akibatnya volume sungai akan meningkat. Besar kemungkinan akan berkontribusi pada luapan sungai penyebab banjir di Jakarta.
Memelihara ekohidrologi di Kebun Raya sangatlah penting, dan sudah lama dilakukan dengan mengurangi jumlah bangunan dan menggantinya dengan koleksi tumbuhan.
Sesuai dengan Peraturan LIPI no. 4 th 2019 tentang Pembangunan Kebun Raya, batas luas maksimal pembangunan fisik (pengerasan lahan) di Kebun Raya Bogor adalah 20 % dari luas total Kebun Raya.
Dengan pengecoran jalan batu gico, dan pemadatan di berbagai tempat diperkirakan akan melebihi batas maksimal 20 %. Berkurangnya resapan air juga dikhawatirkan mempengaruhi debit 5 mata air alami di Kebun Raya Bogor.
3. Perpustakaan Kebun Raya dengan berbagai buku tua “antiquarium” merupakan napas penting peneliti, yang sekarang dipindahkan ke gedung lain yang jauh dari Kebun Raya.
Hal ini sangat mungkin mengganggu kegiatan peneliti dan kunjungan mahasiswa, dan peneliti luar yang perlu akses ke buku-buku dan informasi penting Kebun Raya.
Menjauhkan buku dan sumber informasi dari keseharian peneliti Kebun Raya adalah kebijakan yang tidak mendorong meningkatnya riset, sekaligus menjauhkan munculnya inovasi kreatif para peneliti.
Banyak hal lain, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Namun secara keseluruhan, kegiatan- kegiatan itu kami nilai sudah ke luar dari Tupoksi Kebun Raya, dan semakin jauh dari marwah Kebun Raya.
Dengan demikian, kami sebagai pendahulu yang pernah ikut mengawal, dan mewarnai Kebun Raya berkewajiban menyampaikan hal ini kepada penerus pengelola Kebun Raya yang sekarang mendapat amanah.
Apapun pilihannya, apapun kebijakannya, tentu pimpinan yang sedang mengemban amanah yang menentukan sesuai dengan kewenangannya. Namun, kami titipkan untuk tetap konsisten menjaga Marwah Kebun Raya sebagai titipan anak cucu kita.
Beberapa masukan yang perlu segera mendapat perhatian antara lain:
1. Perlunya meninjau kembali rencana GLOW di Kebun Raya, yang pasti akan mengusik keheningan malam Kebun Raya dan mengganggu fungsi serangga polinator dan hewan penyerbuk lainnya.
2. Sebaiknya segera dihentikan pembangunan fisik termasuk pengecoran jalan gico yang akan mengurangi resapan air yang diperlukan oleh tumbuhan, dan untuk usaha mengurangi kontribusi air penyebab banjir di Jakarta.
3. Perlu evaluasi atas Kerja Sama yang dilakukan dengan melibatkan unsur lain yang terkait dan memberi perhatian pada kekhususan Kebun Raya. Selain itu tentunya perlu meningkatkan kolaborasi dan sinkronisasi dengan bagian lain yang juga berada di dalam lingkungan Kebun Raya.
4. Langkah ini sangat diperlukan mengingat berbagai nilai historis dan fungsi strategis kebun Raya adalah modal penting dalam usaha mengusung Kebun Raya sebagai World Heritage, yang kini sedang dalam proses.
Kegiatan kerjasama dengan pihak manapun harus memberi dampak positif pada usaha pengusulan World Heritage tersebut.
Kami berharap semoga citra baik Kebun Raya yang telah mendunia, sebagai bagian tak terpisahkan dari jejaring Internasional IABG (International Association of Botanic Gardens) dan BGCI (Botanic Gardens Conservation International) tetap terjaga. Perhatian dunia terhadap Kebun Raya di Indonesia sangatlah luar biasa.
Kami juga berdoa, semoga para pendahulu kita yang kini sudah di alam fana, tidak gundah gulana melihat kondisi Kebun Raya saat ini.
Semoga Tuhan YME, Allah SWT memberikan petunjuk terbaik kepada para pemimpin yang kini sedang mengemban amanah, mengusung tanggung jawab, demi kebaikan Kebun Raya dan masa depan bangsa,”
Surat ini juga sebagai tembusan, dan disampaikan kepada Bapak Kepala BRIN, Bapak Wali Kota Bogor Bima Arya, juga Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.***
Bogorday.net– Wali Kota Bogor Bima Arya mendapatkan 4 penghargaan dari Bank Indonesia mengenai kinerja dibidang ekonomi, pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi, hal ini tidak terlepas dengan adanya kordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Bank Indonesia.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan, hal yang pertama bahwa data-data ekonomi di Kota Bogor bisa dibilang sangat baik dan yang paling menggembirakan adalah kredit sudah lekas pulih, seperti halnya terjadi sebelum pandemi Covid-19.
“Ini artinya roda ekonomi sudah berjalan, di awal kita sudah lakukan langkah penyelamatan, mulai dari bansos sampai bantuan tunai,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, Selasa 28 September 2021.
Selain itu, Bima juga menuturkan, bahwa sekarang kondisi pemulihan ekonomi di Kota Bogor menuju percepatan ekonomi, tentunya semua hal itu diseimbangkan dengan protokol kesehatan.
“Saya menerima beberapa masukan, kedepan kita akan menyiapkan digitalisasi ekonomi untuk kegiatan yang sedang berjalan,” ucapnya.
Bima Arya juga ingin Kota Bogor menjadi salah satu Kota terbaik di Indonesia untuk digitalisasi ekonomi dengan bimbingan dari Bank Indonesia.*
Bogordaily.net– Pemerintah Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga membagikan 400 Celengan Yatim kepada warga disetiap RT. Celengan akan dibongkar oleh panitia RT dan RW, tepat diwaktu tahun baru Islam. Uangnyaakan diserahkan kepada anak yatim.
Celengan Yatim merupakan model bantuan yang menjadi tradisi dari warga di Desa Sinarsari kepada para yatim di desa tersebut. Dengan moden bantuan seperti itu, setiap tahun para yatim dapat merayakan tahun baru Islam yang juga dikenal sebagai lebaran anak yatim pada 10 Muharram.
Kepala Desa Sinarsari, Ukon mengatakan membagikan Celengan ke warga merupakan kegiatan runtin setiap tahun. Celengan tersebut di serahkan ke setiap warga di tiap RT. Oleh perangkat Rt dan Rw, selanjutnya celengan tersebut di sebar ke setiap warga.
Tabungan anak yatim yang dikumpulkan oleh warga nantinya dikumpulkan kembali di panitia RT/RW saat Tahun Baru Islam.
“Ada 400 celengan plastik yang dibagikan ke setiap RT. Nantinya, Celengan dibuka oleh setiap RT setiap tahun baru Islam, ” ujarnya.
“Celengan anak yatim yang di kumpulan di setiap Rt selama setahun bisa terkumpul hingga mencapai puluhan juta,” ungkapnya.
Tak ada patokan uang yang harus disumbangkan warga untuk ditabung didalam celengan. Namun, yang terpenting keiklasan dan kepedulian warga terhadap anak yatim.
“Kita berharap dengan adanya celengan yatim bisa meringankan bebenah anak yatim dan bentuk kepedulian warga terhadap anak yatim, ” tukasnya.***