Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 6809

Tangkal Hoaks, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita

0

Bogordaily.net – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Jawa Barat, telah menggelar pelatihan Literasi Berita secara virtual pada Rabu 22 September 2021.

Para peserta yang hadir datang dari praktisi media, institusi informasi publik, akademisi, mahasiswa, humas, dan pihak-pihak lainnya.

Dua pemateri, Mohamad Nurfahmi Budiarto dan Ikbal Safana yang dihadirkan AMSI mengupas materi esensi karya jurnalistik, dampak media sosial, mengenal advertorial, mengenal jurnalisme yang mengabdi kepada apublik, meretas algoritma medis sosial, hingga mewaspadai makna ganda foto dalam berita.

“Informasi hoaks banyak beredar di media sosial, tapi ada juga di media mainstream. Misal, informasi yang tak didukung penjelasan ilmiah atau data yang rasional. Seperti ada informasi yang menyebut dalam 3 hari berat badan bisa turun 20 kilogram. Pembaca harus kritis, informasi seperti ini bisa jadi tidak benar,” ujar Mohamad Nurfahmi Budiarto.

Dalam pelatihan sehari yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tesebut, peserta juga diminta praktik cek fakta, membuktikan apakah informasi yang meneyartai sebuah foto benar atau salah.

Ketua AMSI Jabar Riana A Wangsadiredja berharap pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peserta dan masyarakat secara luas.

“Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kegiatan masyarakat sebagian besar bertumpu pada teknologi daring, termasuk dalam upaya memperoleh informasi. Maka, publik perlu mendapatkan edukasi agar bisa memilih dan memilah informasi, serta sebagai subjek dalam upaya melawan kesalahpahaman atas suatu informasi tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Riana, pelatihan Literasi Berita yang digelar hari ini adalah bagian dari kegiatan Literasi Beirta yang digelar AMSI pusat bekerja sama dengan Google Initiative dan Cek Fakta, yang berlangsung mulai tanggal 1-29 September 2021.***

MenKopUKM Siap Penuhi Tuntutan Asosiasi UMKM Agar Usaha Terus Bergerak

0

Bogordaily.net – Sebagai tindak lanjut dari audiensi 16 perwakilan Asosiasi Paguyuban dan Pedagang Indonesia dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu (15/9/2021) lalu di Istana Negara, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menggelar pertemuan dan dialog dengan Asosiasi dan Paguyuban Pedagang Indonesia.

MenKopUKM Teten Masduki menyampaikan, UMKM harus bertahan, harus bangkit, dan harus tumbuh usahanya walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Hal itu karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, mengingat 99% masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM.

“Banyak masukan dari teman-teman asosiasi, seperti pelonggaran usaha dengan mengikuti level PPKM, membutuhkan tambahan modal, kemudahan untuk mengakses pembiayaan, terkait legalisasi, pengurusan NIB di OSS, digitalisasi, supply bahan baku, dan lainnya,” tegas MenKopUKM Teten Masduki dalam pertemuan dengan Asosiasi UMKM di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, dialog dengan para asosiasi UMKM ini sangat bagus, terlebih di masa PPKM ini, pemerintah harus memahami problem yang dihadapi oleh mereka.

Asosiasi
Suasana pertemuan dan dialog dengan Asosiasi dan Paguyuban Pedagang Indonesia di Jakarta, Rabu 22 September 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Di tengah pandemi ketika ekonomi lesu, mereka inilah penggeraknya. Usaha besar menunda investasi. UMKM tidak bisa menunda ekspansi bisnis, mereka dinamisator, penggerak ekonomi ketika sulit. Oleh karena itu, tuntutan mereka supaya tetap dapat menggerakkan ekonomi, akses pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan, layak kita penuhi. Kalau tidak, ekonomi kita bisa melemah,” katanya.

Teten menambahkan, dari hasil pertemuan ini pihaknya akan melakukan tindak lanjut satu persatu dan akan menyinergikannya dengan K/L lainnya.

Pada kesempatan yang sama Puji Hartoyo, Ketua Asosiasi Paguyuban Pengusaha Warteg dan Pedagang Kaki Lima Jakarta dan sekitarnya, menambahkan, pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan pendampingan untuk para UMKM, khususnya pelaku Warteg dan PKL dengan memberikan pelatihan digitalisasi.

“Kami sudah melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan, salah satunya dengan Grab. Dari sini diharapkan kami bisa masuk ke dalam LKPP Karena target dari presiden 40% pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk UMKM,” pungkas Hartoyo.***

Ingin Minta Damai, Ibu Savas Fresh Tunggu Depan Rumah Atta

0

Bogordaily.net – Demi memperbaiki apa yang sudah dibuat anaknya, Ibu Savas rela sampai di depan rumah untuk menunggu dan bertemu Atta Halilintar.

Solma merupakan ibunda dari Youtuber Savas Fresh yang dipolisikan Atta Halilintar karena kasus pencemaran nama baik.

Savas Fresh diduga melontarkan komentar jahat dan fitnah terhadap keluarga Atta Halilintar termasuk istrinya, Aurel Hermansyah.

Untuk mendapat pengampunan, Solma nekat menunggui Atta Halilintar di depan rumahnya tanpa membuat janji terlebih dahulu.***

Erick Ubah Strategi Antara Sucofindo dan Surveyor

0

Bogordaily.net – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmen BUMN dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Untuk itu, Erick memisahkan fokus dua BUMN yakni PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia agar tidak saling beririskan dalam bidang yang sama.

“Kemarin kita mengubah strategi yang tadinya tumpang tindih antara Sucofindo dan Surveyor,” ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta. Seperti dilansir dari Republika, Rabu (22 September 2021).

Ia mengaku telah memisahkan fokus bisnis Surveyor menjadi lembaga survei yang benar-benar menerapkan TKDN.

Sedangkan Sucofindo sendiri fokus dalam pencegahan praktik illegal mining atau penambangan liar.

Dengan begitu, ia menilai Sucofindo dan Surveyor Indonesia bisa lebih optimal dalam menjalankan fokus bisnisnya masing-masing.

“Jadi kasus-kasus seperti 2018 yang di mana justru Sucofindo dan Surveyor bersaing, akhirnya main cap produksi nikel yang mestinya tidak boleh diekspor, akhirnya diekspor, dan itu menjadi kasus temuan,” ujarnya.

Bupati Bogor Terima Sertipikat 500 Bidang Tanah Redistribusi Bagi Masyarakat Jasinga dan Pamijahan

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin terima 500 bidang sertipikat tanah redistribusi dengan tanah seluas 42,72 hektar untuk warga masyarakat wilayah Kecamatan Jasinga dan Pamijahan secara virtual, dari Presiden RI Joko Widodo dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan A Djalil, di Pendopo Bupati, Rabu (22/9).

Bupati Bogor menyatakan sertipikat tanah tersebut dapat memberikan kepastian hukum terkait surat tanah bagi masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya masyarakat Kecamatan Jasinga dan Pamijahan.

“Hari ini penyerahan sertipikat tanah redistribusi dari Gugus Tugas Reforma Agraria, total yang diserahkan ada 500 bidang tanah untuk warga Jasinga dan Pamijahan, mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka dan ada kepastian hukum terkait surat-surat tanah mereka,” tegas Bupati Bogor.

Selanjutnya secara virtual Presiden RI Joko Widodo menerangkan, banyak konflik agraria yang berlangsung lama bahkan sangat lama, ada yang puluhan tahun bahkan sampai 40 tahun, akan tetapi masalahnya tidak pernah selesai.

Dirinya paham betul konflik agraria dan sengketa tanah merupakan tantangan berat yang dihadapi para petani, nelayan, serta masyarakat dalam menggarap lahan. Setiap tahun ia kerap menerima kelompok tani yang rela jauh datang ke Jakarta, bahkan ada yang jalan kaki ke Jakarta hanya untuk memperjuangkan lahan mereka yang terdampak oleh konflik agraria.

“Hari ini bertepatan dengan Hari Agraria dan Tata Ruang tahun 2021, saya akan menyerahkan 124.120 sertipikat tanah hasil redistribusi di 26 Provinsi dan 127 Kabupaten/Kota. Sebanyak 5.512 diantaranya merupakan hasil penyelesaian konflik agraria di 7 Provinsi dan 8 Kabupaten/Kota, jadi prioritas di tahun 2021. Penyerahan sertipikat hari ini sangat istimewa karena sertipikat ini betul-betul tambahan tanah baru untuk rakyat, tanah fresh yang berasal dari tanah negara hasil penyelesaian konflik,” terang Presiden RI.

Tambah Joko Widodo, tanah terlantar dan pelepasan kawasan hutan ini merupakan hasil perjuangan bersama dengan melibatkan kelompok organisasi dan tentu saja dari pemerintah.

Ia tegaskan kembali komitmen negara untuk betul-betul mengurai konflik agraria yang ada dalam mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat untuk memastikan ketersediaan ruang publik yang ada bagi masyarakat.

Ia juga tegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah.

“Pada jajaran Polri saya minta membantu mengusut mafia tanah yang ada, jangan sampai ada aparat penegak hukum yang membackingi mafia tanah tersebut. Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas, saya minta Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk juga menyalurkan bantuan berupa modal, bibit, pupuk pelatihan agar tanah yang digarap penerima manfaat reformasi agraria ini lebih produktif sehingga dapat memberikan hasil bagi kehidupan masyarakat. Saya minta agar sertipikatnya dijaga baik-baik jangan sampai hilang, rusak, atau beralih fungsi dialihkan ke orang lain, harus betul-betul dijaga,” tegas Jokowi.

Secara langsung, penerima sertipikat asal Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, Nadi Wartono mengaku bangga dan terima kasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin dengan adanya pemberian sertipikat tanah tersebut.

“Alhamdulilah sertipikat ini akan saya gunakan untuk tempat tinggal, kebetulan membutuhkan sekali karena sekian tahun saya baru kali ini bisa menerima sertipikat seperti ini. Sekali lagi terima kasih Bupati Bogor,” tandas Nadi.***

Tasikmalaya Masih di Level 3, Covid-19 Sudah Melandai

0

Bogordaily.net – Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (20 September 2021), Kota Tasikmalaya masih berada di Level 3.

Padahal, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengklaim bahwa kasus Covid-19 di daerah itu sudah sangat jauh melandai.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, secara zonasi, daerahnya sudah masuk risiko rendah (zona kuning) penyebaran Covid-19.

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 juga sudah jauh berkurang dibanding periode awal PPKM diterapkan.

“Namun untuk penentuan level itu langsung dari pusat,” kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (22 September 2021).

Menurut dia, masih terdapat beberapa catatan yang harus diperbaiki Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya agar bisa turun menjadi Level 2 penerapan PPKM.

Salah satunya, penelusuran (tracing) kontak erat dari setiap kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Masalah tracing kepada kontak erat yang harus kita dongkrak lagi,” ujarnya.

Selain itu, capaian vaksinasi juga harus terus ditingkatkan. Saat ini, vaksinasi dosis pertama di Kota Tasikmalaya baru disuntikan 196.099 orang atau 35 persen dari total sasaran sebanyak 560.243 orang.

Sementara itu, vaksinasi dosis kedua baru diberikab kepada 122.203 orang atau 21,81 persen.

Uus mengatakan, di Kota Tasikmalaya sebenarnya sering dilakukan vaksinasi massal, yang dilaksanakan berkat kerja sama dengan instansi lain.

Namun, dalam penyelenggaraan vaksinasi massal, peserta yang mengikuti bukan hanya warga Kota Tasikmalaya, melainkan juga warga dari luar daerah.

“Kalau vaksinasi massal itu kan biasanya hanya disyaratkan KTP. Jadi siapa saja bisa ikut,” ujarnya.

Menurut Uus, banyaknya warga dari daerah sekitar yang melakukan vaksinasi di Kota Tasikmalaya memang merupakan risiko daerahnya, yang merupakan sebagai wilayah aglomerasi di Priangan Timur.

Pada akhirnya, banyak warga dari dari daerah sekitar yang bekerja di Kota Tasikmalaya.

Meski begitu, ia menilai bahwa antusias warga Kota Tasikmalaya untuk melakukan vaksinasi juga sudah tinggi.

“Hanya kita perlu melakukan percepatan. Kita juga berharap suplai vaksin ke dinas kesehatan tetap stabil seperti saat ini, karena vaksin dari dinkes itu akan disalurkan ke puskesmas yang menyasar langsung warga Kota Tasikmalaya,” katanya.

Penyebab terakhir Kota Tasikmalaya masih berada di Level 3 penerapan PPKM, menurut Uus, adalah tingkat keterisian kamar atau bed occupancy rate (BOR).

Meski BOR sudah jauh berkurang, tapi masih ada sejumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya per 22 September, BOR di Kota Tasikmalaya berada di angka 9,21 persen.

Dari total 239 unit tempat tidur yang tersedia, sebanyak 22 unit di antaranya masih digunakan.

Uus menilai, dari total pasien Covid-19 yanh menjalani isolasi di rumah sakit, tak seluruhnya warga Kota Tasikmalaya.

Dari 22 pasien yang ada, lima pasien di antaranya merupakan warga dari luar Kota Tasikmalaya.

“Memang di kita tak hanya masyarakat Kota Tasikmalaya yang dirawat, melainkan ada warga dari kota lainnya. Di RSUD dan beberapa rumau sakit swasta, minggu-minggu ini masih ada pasien dari wilayah lain yang dirawat. Otomatis itu berdampak pada hunian rumah sakit, sehingga BOR kita tetap tinggi,” pungkasnya.

Terakhir, lanjut Uus, alasan Kota Tasikmalaya masih berstatus Level 3 adalah mobilitas masyarakat yang tinggi.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Kota Tasikmalaya itu sekitar 800 ribu orang. Namun mobilitas saat siang hari bisa dua kali lipat. Apalagi saat akhir pekan.

“Karena daerah kita itu perkotaan, jadi banyak yang datang dari luar. Itu pasti akan berdampak ke Level,” kata dia.

Pemkot Bogor Lakukan Uji Coba untuk Membuka Kembali Objek Wisata

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah siap melakukan uji coba dengan mulai membuka objek wisata yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya usai audiensi dengan Paguyuban Objek Wisata Bogor di Pendopo VI, Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Rabu (22/9/2021).

“Vaksinasi dan kondisi Indonesia jauh lebih sukses dibanding negara lain, ini berkat rantai koordinasi yang bagus dari pusat ke daerah,” ujar Bima Arya.

Ia pun mempersilahkan, pelaku pariwisata untuk melakukan uji coba selama memenuhi persyaratan administrasi dan memahami protokol kesehatan (Prokes).

Namun diakuinya ia akan bersikap tegas jika nanti saat uji coba ada ‘ledakan’ Covid-19, ia tak segan mencabut izin usaha.

“Kita saling komitmen, mangga buka, tapi prokesnya harus ada CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) dan QR Code Peduli Lindungi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan, melalui koordinasi Kemenparekraf sudah ada tempat wisata yang diujicobakan yakni J-Bond.

Dipilihnya J-Bond bisa uji coba bukan tanpa alasan, melainkan karena sudah memenuhi segala macam persyaratan administrasi.

“Jadi pengalaman J-Bond ini di share ke pelaku pariwisata lain dan pelaku pariwisata sudah secara mandiri mendaftar persyaratan, seperti sertifikasi CHSE ke Kemenparekraf dan QR Code Peduli Lindungi ke Kemenkes,” ujar Atep.

Atep menuturkan, secara statistik pengendalian Covid-19 di Kota Bogor sudah cukup bagus dan angka-angka penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun.

Sehingga pihaknya akan secara simultan melakukan uji coba selama aturan dipenuhi pelaku pariwisata dan komitmen ini sudah dibangun pelaku pariwisata.

“Mudah-mudahan ke depan saling memberi optimisme bagi pariwisata Kota Bogor, sehingga bisa bangkit lagi, memberi kontribusi luas tidak hanya untuk pelaku pariwisata tapi bagi warga Kota Bogor dan PAD Kota Bogor,” katanya.***

Ribuan Atap Pabrik di Jabar Diwajibkan Memakai Panel Surya

0

Bogordaily.net – Ribuan atap untuk pabrik di Jawa Barat (Jabar) sudah diwajibkan untuk menggunakan dan memakai panel surya.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, pada Rabu 22 September 2021.

“Sebagai program Energi Terbarukan unggulan Provinsi Jawa Barat, alternatif sumber listrik pengganti batubara dan minyak bumi berbasis energi fosil yang mengeruk perut bumi,” ucapnya.

Pemasangan ini dilakukan kemarin pada peresmian program percontohan pembangkit listrik tenaga surya di atap pabrik Aqua Golden Missisipi di Sukabumi, Selasa 21 September 2021.

Atap
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat peresmian program percontohan pembangkit listrik tenaga surya di atap pabrik Aqua Golden Missisipi di Sukabumi, Selasa 21 September 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

“1 lokasi ini saja berhasil mengurangi hampir 2000 ton CO2 ke udara yang biasanya membuat suhu memanas secara lokal dan global. Hareudang hareudang,” paparnya sambil bercanda.

Lanjutnya, program ini dan pembangunan pabrik mobil listrik dan pabrik betere mobil listrik, membuktikan Jawa Barat terus berkomitmen menjadi wilayah terdepan dalam menghadirkan energi.***

Lokasi Camping Ceria dengan Pemandangan Indah di Bogor

0

Bogordaily.net – Puncak Bogor, Jawa Barat merupakan destinasi wisata alam favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Terdapat banyak resort, villa, homestay, bahkan hotel yang bisa dipilih wisatawan untuk menginap di Puncak.

Tapi, jika merasa bosan dengan penginapan mainstream, bisa juga berkemah atau camping di Bogor.

Berkemah dapat menjadi pilihan di tengah pandemi Covid-19, selain berada di alam terbuka dan leluasa jaga jarak.

Kegiatan ini juga asyik karena bisa menikmati pemandangan tanpa terhalang dinding atau tembok.

Tak heran bila camping ceria alias campcer akhir-akhir ini digandrungi para milenial yang ingin menikmati suasana alam terbuka.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tempat berkemah di Bogor yang menyuguhkan pemandangan ciamik alam terbuka dengan budget minimalis.

<• Curug Nangka

Curug Nangka terletak pada ketinggian 750 mdpl kaki Gunung Salak. Air terjun sebagai objek pertama yang akan terlihat jika berkemah di sini masih terjaga dan asri.

Lokasinya mudah diakses dan untuk area kemah terpisah untuk jalan umum menuju air terjun.

Sehingga, pengunjung dan yang sedang berkemah tak terganggu. Sungai jernih yang memudahkan mendapatkan kebutuhan air.

<• Camping Gayatri

Camping Gayatri berada di kaki Gunung Pangrango tepatnya terletak di Citeko, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Sekitar tiga kilo meter dari Taman Safari Indonesia, akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan di siang hari.

Tak hanya itu, saat malam hari Anda juga disuguhi taburan bintang dan lanskap nyala lampu dari perkotaan.

Dari tempat registrasi menuju perkemahan sekitar satu kilo meter. Sepanjang perjalanan Anda ditemani hamparan hijaunya kebun teh.

<• Camp Ground Sukamantri

Perkemahan Sukamantri terletak di Desa Sukamantri Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Menempuh perjalanan sekitar 14 KM dari Kota Bogor, Perkemahan Sukamantri menawarkan pemandangan hutan pinus dan kemerlap cahaya Kota Bogor.

Akses Camping Ground Sukamantri ini cukup terjal, maka harus memiliki persiapan diri dan kendaraan yang matang untuk menempuh perjalanan.

<• Loji Suaka Elang

Mirip seperti CampGround Sukamantri, Loji Suaka Elang juga menyajikan pemandangan hutan pinus.

Suasana yang sejuk membuat nyaman untuk melepas penat dan kembali menyegarkan pikiran.

Banyak spot foto yang menarik di sana seperti, jembatan gantung, Curug Cibadak, dan tentunya jajaran rapi hutan pinusnya.

<• Bumi Perkemahan Mandalawangi

Bumi Perkemahan Mandalawangi dikelilingi hutan cemara yang rimbun, sehingga udara di sini terasa sejuk. Letaknya di bawah kaki Gunung Gede Pangrango berdampingan dengan pintu keluar Kebun Raya Cibodas di kompleks Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Area masuk Mandalawangi Camping Ground, dihadapkan pada patung komodo yang mulutnya terbuka dan berfungsi sebagai jalan atau terowongan.

Perkemahan Mandalawangi terdapat sungai dan danau, serta hutan dengan keadaan suhu yang relatif dingin.***

Ciptakan Kondisi Lebih Nyaman, Perumda Tirta Pakuan Gelar Lomba Kebersihan Antar Departemen

0

Bogordaily.net – Terlihat pemandangan berbeda pada setiap sudut ruangan di kantor Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, sejak beberapa waktu lalu seluruh ruangan tampak tertata lebih rapi dan bersih dari biasanya.

Hal ini terjadi setelah diselenggarakannya lomba kebersihan antar departemen yang ada di Perumda Tirta Pakuan. Pada 20 September lalu, direksi mengumumkan departemen mana yang menjadi juaranya.

Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menjelaskan, salah satu tujuan diadakannya lomba ini yaitu membudayakan kebersihan dan kerapihan di lingkungan kerja masing-masing karyawan, sehingga karyawan merasa nyaman bekerja di kantor.

Kemudian, lingkungan kerja yang bersih dan rapi tidak hanya memberikan kenyamanan kepada kalangan internal saja, tapi juga kepada stakeholder yang menggunakan jasa pelayanan dari Perumda Tirta Pakuan.

Ditambahkan Rino, adapun aturan main dari lomba ini diantaranya setiap departemen membuat video sebelum dan sesudah ruangan dibersihkan. Kemudian, dilihat apakah ada perubahan yang signifikan pada masing-masing sub departemen-nya (Subdep).

“Kita juga menilai terkait penataan berkas-berkas dengan rapi dan ruangan yang nyaman. Dan poin terakhir adalah kekompakan serta upaya tim pada masing-masing subdep untuk kegiatan lomba ini,” kata Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, Selasa 21 September 2021.

Rino menuturkan, setelah melakukan penilaian maka tim juri yang terdiri dari semua direksi mengumumkan Juara 1 jatuh kepada Departemen Humas dan Pelayanan Pelanggan. Kemudian, juara 2 adalah NRW & Transmisi Distribusi serta juara 3 jatuh pada Departemen Produksi

“Hadiahnya juga lumayan. Juara 1 dapat Rp 5 juta. Untuk Juara 2 mendapatkan Rp 3 juta serta Juara 3 meraih Rp 2 juta,” ujarnya.

Diketahui juga, untuk juara Harapan 1 diraih QHSE, Harapan 2 adalah SPI dan Harapan 3 diraih SDM. Untuk juara Harapan 1, 2 dan 3 masing-masing mendapatkan hadiah Rp1 juta.*