Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 7082

Bank Syariah Indonesia Raup Keuntungan 34,3 % pada Semester I 2021

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil menorehkan kinerja keuangan yang mengesankan, dan meraup laba bersih yang melonjak 34,3% atau Rp 1,48 triliun sepanjang semester I-2021, secara tahunan atau year on year (YoY).

Dikutip dari presentasi kinerja Bank Mandiri semester I-2021, perolehan laba BSI tersebut dijelaskan sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang capai 10,8% yoy, dari Rp 9,4 triliun menjadi Rp 10,4 triliun di enam bulan pertama 2021.

Pendapatan berbasis komisi atau fee based income BSI tumbuh 27,35% yoy dari Rp 267,32 miliar menjadi Rp 340,45 miliar hingga akhir Juni 2021.

Ini berasal dari biaya administrasi ATM naik 36,26% menjadi 149,79 miliar, layanan mobile banking meningkat 66,5% menjadi Rp 47,62 miliar, remitansi naik 10,37% menjadi Rp 17,23 miliar, pembayaran meningkat 26,8% menjadi Rp 25,4 miliar.

BSI juga mencatatkan pembiayaan tumbuh dua digit yakni 11,7% yoy menjadi Rp 161,4 triliun.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 16% YoY dari Rp 186,49 triliun jadi Rp 213,38 triliun.

Di sisi lain, BSI juga berhasil menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,8%, per Juni 2020 menjadi 2,1% di Juni 2021 silam.

Pertumbuhan pembiayaan disertai dengan kualitas aset yang terjaga. Non Performing Financing (NPF) gross BSI dari 3,2% per Juni tahun lalu menjadi 3,1%.

Untuk mengantisipasi resiko kredit, Bank Syariah Indonesia melakukan pencadangan dengan coverage ratio 144,1% meningkat dari 105,2% pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio kecukupan modal yang ditandai dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat jadi 22,6% dari 19,6%. Adv

Segarkan Harimu dengan Asinan Buah Khas Bogor

0

Bogordaily.net – Lazimnya buah yang bisa menjadi alternatif makanan sehat yang tidak perlu dimasak, biasanya diolah menjadi jus, smoothie, maupun dimakan langsung. Namun kali ini, kamu bisa coba bikin asinan buah khas Bogor. Buah yang dipakai gampang dicari dan cara membuatnya mudah.

Memerlukan waktu setidaknya dua malam untuk menghasilkan asinan yang lezat. Tidak usah ragu untuk coba membuat asinan buah, ikuti saja resep dari SajianSedap berikut.

Kali ini, kamu bisa coba bikin asinan buah khas Bogor. Buah yang dipakai gampang dicari dan cara membuatnya mudah. Namun memerlukan waktu setidaknya dua malam untuk menghasilkan asinan yang lezat. Tidak usah ragu untuk coba membuat asinan buah, ikuti saja resep dari SajianSedap berikut.

Resep asinan buah bahan                                                                                                                                                          2 buah kedondong 150 gram
nanas 100 gram bengkuang 150 gram
mangga muda 100 gram
pepaya muda 100 gram
jambu air merah 25 gram
kacang tanah goreng untuk taburan Bahan kuah 1.000 ml air
5 buah cabai merah keriting, buang biji
150 gram gula pasir 1 sdt garam
1 sdt ebi, diseduh dan disangrai
5 1/2 sdt cuka

Cara membuat asinan buah
1. Cuci bersih semua buah, kupas, dan potong-potong. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
2. Campur pepaya dengan 1 sdt garam, biarkan sebentar. Cuci bersih dan sisihkan.
3. Campur mangga dengan garam. Rendam dalam air gula encer selama satu malam. Esok harinya, tiriskan dan cuci bersih.
4. Rendam kembali selama satu malam, kali ini dalam air gula kental. Lakukan hal yang sama dengan kedondong. 5. Kuah asinan buah: haluskan cabai merah, gula pasir, garam, dan ebi. Tambahkan air. Masak sampai mendidih.
6. Angkat kuah. Tambahkan cuka dan aduk rata. Diamkan pada suhu ruang sampai dingin.
7. Masukkan semua buah. Simpan dalam lemari es selama lebih kurang 2 jam.
8. Kalau sudah, keluarkan dari kulkas. Sajikan dan beri taburan kacang tanah goreng.

Korem 061/SK Bidik Masyarakat Pelosok Kota Bogor untuk Divaksin

Bogordaily.net – Kali ini upaya percepatan vaksinasi yang di gelar Korem 061 Surya Kencana, membidik masyarakat wilayah di pelosok perkampungan, seperti di Kelurahan Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Digelarnya vaksinasi di perkampungan, sebagai upaya jemput bola oleh TNI dalam membantu mewujudkan target 2 juta per-hari yang telah dicanangkan pemerintah pusat. Pada kegitan dipelosok ini rata-rata dilakukan dilakukan vaksinasi kepada 500 orang.

Danrem 061 Surya Kencana, Brigjen Ahmad Fauzi mengatakan, jemput bola ini sebagai bentuk layanan TNI kepada masyarakat yang ada di pelosok Kota Bogor. Vaksinasi di pelosok ini kata Brigjen Ahmad Fauzi, menargetkan 500 orang dalam sekali pelaksanaan.

“Setiap harinya, TNI terus berjibaku berusaha merealisasikan program pemerintah pusat yang menargetkan pelaksaan vaksinasi untuk 2 juta orang perhari,” ujarnya.

Setiap harinya Korem 061 Surya Kencana terus mengajak warga mencapai 2.000 oran mengikuti vaksinasi. Selain itu, Korem 061 Surya Kencana melakukan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk gencar vaksinasi ke masyarakat.

“Warga yang hadir mengikuti vaksinasi ini terlihat antusias, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa di wilayah Bogor,” ungkapnya.

Kemudian salah satu warga, Siti Nurhalzia menuturkan, dirinya baru di vaksin dosis pertama.

“Walaupun sudah di vaksin, tapi harus tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.***

AMSI Riset Media Digital Indonesia, Ini Hasilnya

0

Bogordaily.net – Jurnalisme berkualitas perlu didukung kondisi bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Tidak dapat dipungkiri disrupsi digital dan pandemi COVID-19 berdampak besar pada model bisnis media. Sehingga perlu bagi media digital (online)di tingkat nasional atau lokal, terus mengembangkan model bisnis yang tepat untuk menyikapi kondisi tersebut.

Karena itu Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meluncurkan Riset “Lanskap Media Digital di Indonesia: Menyambut Tantangan dan Peluang Digital untuk Media Online Lokal” secara daring (virtual) pada Kamis, 29 Juli 2021. Wahyu Dhyatmika, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), mengatakan supaya bisa memahami potret atau lanskap media online Indonesia, diperlukan data awal (baseline) untuk menyusun langkah strategis membangun ekosistem digital, yang mendukung pengembangan media online di Indonesia.

“Riset ini adalah riset komprehensif pertama yang memotret kondisi media digital Indonesia dan penting untuk merumuskan program-program peningkatan kapasitas pengelola media digital,” kata Wahyu Dhyatmika di Jakarta, Kamis 29 Juli 2021.

Ia menambahkan transisi pengelolaan media konvensional menuju media digital tidak dapat terelakkan lagi. Sementara itu realitas di lapangan menunjukkan banyak problem yang dihadapi dalam pengelolaan media digital, mulai dari kapasitas manajemen bisnis, pemahaman jurnalisme sampai eksekusi menghasilkan produk berkualitas.

“Karena itu diperlukan intervensi program yang tepat untuk mengatasi kesenjangan antara gagasan dan realitas. Langkah tersebut diperlukan sebagai upaya untuk menyehatkan media digital, perbaikan kualitas jurnalisme dan penguatan civil society. Harapannya dengan media yang sehat percakapan di ruang publik akan lebih sehat, ” katanya

Sedangkan Dondy Setya, Senior Rule of Law Government Relations Advisor USAID saat memberikan sambutan di acara yang sama mengatakan, media memiliki peran penting untuk perbaikan kualitas demokrasi dan akuntabilitas di Indonesia.

Hanya saja saat ini media menghadapi kondisi yang cukup berat karena kehadiran media sosial mendominasi pendapatan iklan (revenue), kehadiran influencer individu di platform media sosial, maraknya mis-disinformasi dan rendahnya literasi publik, yang mengancam kepercayaan masyarakat terhadap media.

“Peluncuran riset ini diharapkan dapat memberi wawasan terbaru untuk menjawab pertanyaan eksistensial peran kritikal media beberapa tahun ke depan, khususnya media di daerah. Ini bentuk Dukungan USAID agar media tetap dapat menjalankan peran pentingnya,” ujarnya.

Riset yang dilakukan AMSI dengan dukungan program USAID MEDIA ini melibatkan 100 media online anggota AMSI baik media online lokal sejumlah 82 persen dan online di Jakarta sejumlah 18 persen, sebagai responden utama.

Diskusi hasil riset ini juga mengundang Ignatius Haryanto (Periset Utama sekaligus Dosen Universitas Multimedia Nusantara), Citra Dyah Prastuti (Badan Pengawas dan Pertimbangan Organisasi dan Pemimpin Redaksi KBR.id, Jason Lambert (Senior Director-Media Business, Internews) dan Ronny W Sugiadha (Telkomsel) dengan moderator Maria Y. Benyamin (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia). Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua bahasa dan dihadiri 125 orang peserta dari kalangan media, organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemerintah, melalui platform Zoom maupun live streaming Youtube Asosiasi Media Siber Indonesia.

Jason Lambert menjelaskan media menghadapi tantangan yang besar saat ini karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Tantangan itu diantaranya terkait kemampuan inovasi, COVID-19, dan turunnya tingkat kepercayaan publik.

“Tingkat kepercayaan pada media turun pada beberapa tahun ini, karena naiknya dis dan mis-informasi. Masyarakat tidak tahu di mana menemukan berita yang dapat dipercaya. Khususnya berita COVID-19, terjadi blur informasi antara berita yang benar dan dis-informasi yang beredar, ini menjadi tantangan sendiri bagi media untuk mendapatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan ekosistem yang kurang mendukung lainnya bagi media, pendapatan iklan digital naik signifikan secara global, tapi dinikmati oleh perusahaan teknologi besar. Jason Lambert mendorong media terus melakukan inovasi.

Sedangkan Ignatius Haryanto mengatakan riset ini menggambarkan sikap optimisme para pelaku media menjalankan bisnis media, hanya saja tidak ditunjang dengan kemampuan memadai untuk menghadapi perubahan bisnis media ke depan.

“Banyak yang masih menggunakan modal mandiri yang tidak besar, perangkat analitik yang sederhana, pemasukan yang tidak optimal, dan ketergantungan yang tinggi terhadap iklan pemerintah, sehingga memunculkan pertanyaan pada independensi media ke depan,” ujarnya.

Tim riset menyusun laporan ini dengan membagi hasil survey berdasarkan responden Jakarta dan luar Jakarta dan analisis komparasi dari dua area tersebut. Ignatius menjelaskan pembagian tersebut dilakukan karena perbedaan kondisi antara media Jakarta dan luar Jakarta.

“Terdapat perbedaan situasi yang signifikan antara media di Jakarta dan di luar Jakarta, terdapat disparitas terkait kapasitas dan pemanfaatan teknologi, yang masih cukup tinggi,” ujarnya.

Temuan riset tersebut diantaranya terkait harapan pada kelangsungan (viability) dan keberlanjutan (sustainability) media di Indonesia, baik pada media di Jakarta dan di luar Jakarta menunjukkan para pengelola media Jakarta dan luar Jakarta masih memiliki harapan.

Pengelola media di Jakarta 88.2% merasa bahwa industri media masih memiliki harapan ke depan, sementara itu 79.7% pengelola media siber di luar Jakarta merasa bahwa industri media masih memiliki harapan, namun media harus melakukan inovasi, dan 19 % yang lain merasa bahwa industri media masih memiliki masa depan yang cerah.

Terkait dengan inovasi yang bisa dikembangkan untuk menjadikan media siber lebih sukses, pengelola media siber di Jakarta mengaku mengembangkan interaktivitas media lewat media sosial (24,1%), kemudian 22,2% responden menggunakan teknologi baru untuk penyebarluasan berita, dan 20,4% responden membangun sistem berlangganan lewat dompet digital seperti GoPay, Ovo, dan DANA.

Sementara itu 28,3% pengelola media siber di luar Jakarta percaya bahwa mengembangkan interaktivitas media lewat media sosial bisa menjadi inovasinya, sementara 23% responden menyatakan bahwa inovasi bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi baru untuk penyebarluasan berita.

Sehubungan dengan jumlah karyawan yang melek teknologi, pengelola media siber di Jakarta (sebanyak 25,0% responden) menyebut persentase karyawan yang punya kemampuan teknologi hanya 50% dari total karyawan. Ada 25,0% responden lainnya yang mengaku persentase karyawan yang punya kemampuan teknologi dalam perusahaan sudah mencapai 100%. Sisanya, (16,7% responden) mengaku baru 40% saja dari total karyawan dalam redaksi yang melek teknologi.

Sedangkan kondisi ini untuk media di luar Jakarta, 20,8% pengelola mengaku bahwa 50% karyawannya melek dengan teknologi, dan hanya 15,1% yang mengaku 80% karyawannya melek teknologi.

Temuan terkait dengan pemodal media, sebanyak 42,1% pengelola media siber di Jakarta mengaku pemodal mereka adalah pengusaha nasional, sementara 26,3% responden mengaku pemodal media siber adalah mandiri. Kemudian 21,1% responden yang memiliki pemodal media siber dari pengusaha lokal. Sisanya ada 10,5% yang mengaku pemodalnya adalah lembaga donor.

Kondisi sebaliknya pada media siber di luar Jakarta masih didominasi modal mandiri (66,2%). Sementara 21,5% mengaku pemodalnya adalah pengusaha lokal, dan 10,8% adalah pengusaha nasional.

Sebanyak 62,5% pengelola media siber di Jakarta mengaku sebagai bagian dari grup media tertentu, kemudian ada 37,5% responden yang mengaku bukan bagian dari grup media tertentu. Sedangkan di media siber luar Jakarta kondisinya 80,3% mengaku bukan bagian dari grup media tertentu. Hanya 18% yang mengaku merupakan bagian dari grup media tertentu. Hasil riset lengkap dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. ***

 

Menko Marinves Dorong DIY Tingkatkan Konversi Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

0

Bogordaily.net – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan, meminta jajaran pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan konversi tempat tidur (TT) rumah sakit (RS) untuk perawatan pasien Covid-19.

Dikutip dari Sekretariat Kabinet RI, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di wilayah tersebut telah melampaui 70 persen.

“Kapasitas RS sudah hampir full. Oleh karena itu, saya minta kepada pemprov dan pemkab/pemkot di DIY agar segera melakukan konversi TT non Covid-19 menjadi TT perawatan pasien,” ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 di DIY, secara virtual, Kamis 29 Juli 2021.

Dengan konversi tersebut, Luhut mengharapkan secara keseluruhan angka konversi TT dapat mencapai 50 persen, sehingga pasien dengan gejala berat dapat ditangani di RS.

Berdasarkan data, saat ini hanya 6,1 persen pasien Covid-19 yang mendapatkan perawatan di RS di DIY, dan merupakan persentase terendah di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

“Padahal secara umum bisa mencapai sampai 20 persen pasien yang butuh dirawat di rumah sakit, sehingga situasi yang terjadi di DIY bisa menjelaskan mengapa angka kematian itu tinggi,” ujarnya.

Luhut mengungkapkan, dari 34.732 kasus aktif di DIY hanya 2.115 yang mendapatkan perawatan di RS.

Ditambahkannya, angka kematian di provinsi ini juga terus meningkat sejak BOR menembus angka hampir 80 persen.

Pada kesempatan itu, Menko Marinves juga mendorong jajaran TNI dan Polri di daerah DIY untuk bekerja sama, menggiatkan upaya pelacakan atau tracing dan pengetesan atau testing.

“Saya harap dalam beberapa hari ke depan Kapolda dan Dandim betul-betul meningkatkan aktivitas testing dan tracing sehingga bisa membawa pasien isolasi mandiri yang saturasinya mulai memburuk untuk ke fasilitas isolasi terpusat atau RS,” ujarnya.

Terkait dukungan penanganan COVID-19 di DIY, Luhut menambahkan, pemerintah pusat juga telah mengirimkan 150 buah oxygen concentrator ke DIY.

“Kita juga baru mendapatkan bantuan sepuluh ISO tank untuk oksigen, nanti akan kita kirim ke Jogja,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Menko Marinves meminta semua pemangku kepentingan terkait untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam menangani penularan Covid-19 di DIY.

Dalam rakor tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekan, pentingnya pengukuran saturasi oksigen untuk pasien yang melakukan isoman.

Pasien dengan tingkat saturasi rendah harus mendapatkan perawatan baik di RS ataupun di fasilitas isoter.

“Saya sudah datang ke DIY dan berbicara dengan teman-teman dokter di DIY, memang banyak yang masuknya sudah dengan saturasi rendah sehingga wafat,” ungkapnya.

Menkes menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan oksimeter ke seluruh puskesmas di DIY.

“Oksimeter itu diperlukan untuk melakukan pengukuran saturasi terutama kepada warga yang sedang isoman agar penanganannya tidak terlambat,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menuturkan bahwa, pihaknya telah melakukan dua hal untuk mengintervensi penanganan Covid-19 di DIY.

Pertama, membentuk satgas untuk melakukan penebalan tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan di DIY.

“Satgas ini bertugas mengatur isoter serta isoman dan telemedisin termasuk berkoordinasi dengan relawan,” ujar Ganip.

Selain itu, Ganip menyebutkan bahwa pihaknya juga mengelola empat isoter di DIY, yakni Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara Besar Wilayah Serayu dan Opak (BBWSO), Rusun Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Rusun Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, dan RS Medika Respati.

Turut hadir dalam pertemuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran forkopimda DIY.***

4 Arahan BMKG Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana

0

Bogordaily.net – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan 4 arahan untuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam meningkatkan ketangguhan hadapi bencana.

Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) BMKG Tahun 2021, secara virtual, dari Istana Merdeka, DKI Jakarta Kamis 29 Juli 2021.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana geo-hidrometeorologi yang tinggi. Frekuensi, durasi, dan intensitas kejadian bencana tersebut meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

Bahkan dalam waktu bersamaan dapat terjadi multi bencana. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan ketangguhan hadapi bencana.

“Dengan tantangan yang semakin meningkat, maka kita harus meningkatkan ketangguhan kita dalam menghadapi bencana, menguatkan manajemen penanganan bencana, dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian harta benda,” ujar Presiden.

Presiden mencontohkan, kejadian bencana gempa bumi pada kurun waktu tahun 2008-2016, rata-rata 5.000-6.000 kali dalam satu tahun.

Pada tahun 2017 meningkat menjadi 7.169 kali dan tahun 2019 jumlahnya meningkat signifikan, menjadi lebih dari 11.500 kali.

“Cuaca ekstrem dan siklon tropis juga meningkat frekuensinya, durasi, dan intensitasnya. Periode ulang terjadinya El Nino atau La Nina pada periode 1981-2020, cenderung semakin cepat, dua sampai dengan tiga tahunan, dibandingkan periode 1950-1980, yang berkisar lima sampai dengan tujuh tahunan,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana tersebut, dalam Rakorbangnas Presiden Joko Widodo menekankan empat hal.

Pertama, layanan BMKG harus disertai dengan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru.

“Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat agar kita lebih mampu meminimalkan risiko yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Kedua, peringatan BMKG harus digunakan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah di berbagai sektor.

Informasi dari BMKG, seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara, harus menjadi perhatian dan acuan bagi berbagai sektor, dalam merancang kebijakan dan pembangunan.

Kebijakan nasional dan daerah juga harus betul-betul sensitif dan antisipatif, terhadap kerawanan bencana.

Untuk itu, Presiden meminta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah harus terus diperkuat.

“BMKG harus mampu memberikan layanan informasi yang akurat, yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Sehingga informasi dan data dari BMKG tersebut bisa digunakan oleh kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan merencanakan pembangunan,” tegasnya.

Ketiga, pentingnya peningkatan kapasitas manajemen penanggulangan dan adaptasi bencana, terutama di tingkat daerah dari tingkat kelurahan, desa, hingga provinsi secara terus menerus.

“Harus ada desain manajemen yang jelas yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat, sejak fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Manajemen ini juga perlu disimulasi dan dilatih sehingga ketika terjadi bencana kita sudah sangat siap, langsung bekerja dengan cepat,” ujarnya.

Terakhir, perlu adanya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Kesiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu terus ditingkatkan. Budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat, manfaatkan juga kearifan lokal yang sudah ada dalam masyarakat untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana,” kata Presiden.

Ditambahkan Presiden, masyarakat juga perlu diedukasi untuk mencari dan memanfaatkan informasi yang benar yang disediakan oleh sumber-sumber resmi, sehingga tidak mudah terjebak pada kabar dan berita-berita bohong.

“Saya minta BMKG bukan hanya menyampaikan informasi cuaca, iklim, gempa, dan tsunami yang lebih cepat dan dengan jangkauan yang lebih luas pada masyarakat, tetapi bersinergi bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengedukasi masyarakat bagaimana bersiap menghadapi bencana,” tandasnya.

Acara Rakorbangnas ini dilaksanakan bertempat dengan Peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) ke-74.

Mengusung tema “Info BMKG Kawal Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Melalui tema tersebut, BMKG berharap dapat terus berinovasi dengan lompatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan memaksimalkan Info BMKG.

Kegiatan ini dihadiri secara virtual oleh 2.000 peserta. Turut hadir antara lain pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati serta gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Tanah Air.***

Warga Jepang Geram, 9 Atlet Israel Rusak Kasur di Kampung Olimpiade

0

Bogordaily.net – Baru-baru ini, warga Jepang dibuat geram saat melihat video 9 Atlet Israel yang membuktikan kasur unik, terbuat dari kardus di Kampung Olimpiade.

Pasalnya seorang atlet baseball Israel, Ben Wanger mengunggah dirinya dan delapan temannya, sedang membuktikan ketangguhan kasur di Kampung Olimpiade.

Mereka menjajal ketangguhan kasur tersebut, dengan menaiki satu per satu, dan melompat di kasurnya.

Pelan-pelan, terlihat kasur tersebut mulai berubah bentuk. Ketika sembilan orang melompat bareng di atas kasurnya, barulah terlihat bentuknya yang rusak.

Video itu menjadi viral dan mendapat kecaman dari warga Jepang. Banyak warga Jepang geram dan menulis di sosial media, kalau aksi para atlet Israel sangat tidak menghargai.

Geram
Kasur dari kardus di Kampung Olimpiade dirusak sembilan atlet Israel (Istimewa/Bogordaily.net)

“Itu sama sekali tidak lucu, tidak menghargai apa yang sudah dilakukan orang lain,” tulis salah seorang netizen Jepang.

“Saya tidak mengerti mengapa ada orang senang yang menghancurkan sesuatu milik orang lain,” kata yang lainnya.

Kini Ben Wanger sudah menghapus video-videonya di sosial media. Bahkan dikabarkan, panitia tim Israel sendiri yang meminta si atlet untuk menghapusnya.

Tetapi video itu sudah beredar di dunia maya dan dikecam di mana-mana

Sebagai informasi, dilansir dari Kyodo News, kasur itu terbuat dari kardus dan memang disebut-sebut sebagai kasur ‘antiseks’, karena hanya mampu menampung beban cuma satu orang.

Namun lain sisi, rupanya panitia Olimpiade Tokyo 2020 memang khusus memakai kasur tersebut sebagai bentuk ramah lingkungan.

Perusahaan bernama Airweave mengatakan, material utama dari kasur tersebut adalah serat polyethylen, sehingga bisa didaur ulang berulang kali.

Bahkan kasur tersebut juga akan dipakai untuk atlet Paralympic, dengan total ada sekitar 8 ribu kasur yang disiapkan.***

Miris, Dinyatakan Lulus Bintara Polri 2021, Namanya Hilang Digantikan Orang Lain

0

Bogordaily.net – Viral sebuah video curahan hati Christofel Tumalun, orang tua salah satu siswa calon Bintara Polri 2021 asal Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Dalam unggahannya tersebut, dia meminta keadilan dan bantuan Presiden Joko Widodo serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Christofel menceritakan, anaknya mengikuti tes penerimaan calon Bintara Polri 2021, atas nama Rafael Malalangi asal Minahasa Selatan pada 22 Juli 2021.

Pada saat pengumuman yang disiarkan live streaming dan disaksikan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow, nama anaknya lulus.

“Ini jadi suatu kebanggaan bagi kami keluarga. Kami langsung membuat ibadah syukur,” ujar Christofel Tumalun ditemani keluarganya dalam rekaman video yang viral, Kamis 29 Juli 2021.

Tetapi kabar mengejutkan tiba-tiba datang. Keluarga menerima surat anaknya, yang dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan orang lain.

“Apakah ini adil pak. Kami orang susah, orang tak punya pak. Kami mohon keadilan. Mohon bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kiranya anak kami dapat pendidikan. Atas bantuannya kami keluarga dan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow menyampaikan terima kasih. Kepada Bapak Kapolri dan Bapak Presiden, kami di sini minta keadilan untuk anak kami, terima kasih,” ucapnya.

Sejak diunggah empat jam lalu, postingan tersebut sudah mendapat ribuan komentar dan dibagikan netizen.

Banyak netizen juga yang kesal dengan kejadian ini dan meluapkan kekesalannya.

“Oknum orang dlm emg luarbinasa!!!! Balasan Tuhan tidak akan pernah pernah salahhhh!!! Karma is real!!!, ” tulis aku @bettylight0909

“Gimana mau dalet TNI/Polisi yang bener bener tulus buat mengabdi NKRI kalo seleksinya aja banyak kecurangan,” ucap “@_ramadhanr_

“Anaknya siapa tuh yg ambil jatah orang,” tulis @rahmadi.rizki.dr

“Cantumkan nama pengganti anaknya biar kita serbu! Belum tau aja di Indonesia orang dalem bakal kalah sama netijen,” ungkap @faradkamil_.***

Mau Perpanjang Sim? Cek Lokasi Hari Ini Jumat 30 Juli 2021

0

Bogordaily.net – Polres Bogor Kota memperbaharui lokasi SIM keliling Kota Bogor, fasilitas ini agar mempermudah masyarakat dalam mengurus perpanjang SIM A dan SIM C.

Dilansir dari akun Twitter @PolresBogorKota, berikut jadwal SIM Keliling Polres Bogor hari ini, Jumat 30 Juli 2021. Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, berada di Lippo Mall Ekalokasari.

Lokasi SIM Keliling Kota Bogor ini khusus untuk perpanjangan di SIM Keliling Polresta Bogor Kota, dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Polres Kota Bogor melayani pelayanan SIM keliling Bogor yang bisa merapat ke lokasi yang sudah di tentukan diantaranya, layanan SIM keliling khusus untuk perpanjang dan melayani SIM online.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan dijalan raya wajib mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan berlaku untuk pengendara yang tidak memiliki SIM diatur dalam Pasal 281.

Layanan SIM Keliling Polresta Bogor Kota hanya melayani permohonan perpanjangan SIM A dan C, yang dapat dilakukan sebelum masa berlaku habis. Apabila masa berlaku SIM habis diberlakukan penerbitan seperti SIM Baru.

Layanan SIM keliling Kota Bogor berlaku setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Untuk biaya perpanjangan sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp 80 ribu untuk perpanjangan SIM A dan Rp. 75 ribu untuk perpanjangan SIM C.

Syarat perpanjangan SIM A atau C sebagai berikut:

1. Foto Kopi KTP yang masih berlaku,
2. Foto Kopi SIM lama dan SIM asli,
3. Bukti Cek Kesehatan.

Dalam pelaksanaan SIM keliling Kota Bogor sudah menerapkan protokol kesehatanmemakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak (3M).***

Perkuat Sinergitas dikala Pandemi, Pemkab Bogor Gaet TNI AL

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Ade Yasin menerima kunjungan Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronika (Kadiskomlekal) Markas Besar TNI AL di Aula Pendopo Bupati, Kamis 29 Juli 2021.

Kunjungan kerja tersebut sebagai upaya membangun sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan Mabes TNI Angkatan Laut.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, perwakilan dari TNI Angkatan Laut ada di Kabupaten Bogor.

“Sehingga lengkap jika ada TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut. Insyaallah semakin memperkuat sinergitas antara Pemkab Bogor dengan TNI dari tiga matra,” ungkapnya.

“Pandemi ini memang berdampak luar biasa terhadap Kabupaten Bogor, dan tidak bisa diselesaikan dengan cepat, tingkat pengangguran bertambah, tingkat kemiskinan bertambah, tapi inilah barangkali resiko di masa kepemimpinan kami. Maka butuh sinergi yang kuat dengan semua pihak agar pandemi ini bisa ditangani dengan baik,” lanjut Ade.

Menutup perbincangan, Ade Yasin berharap, semoga pertemuan silaturahmi ini dapat menguatkan jejaring kita dan menguatkan penanganan Covid-19. Dengan adanya TNI AL dapat menambah kekuatan kami dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Kadiskomlekal Mabes TNI Angkatan Laut, Kolonel Laut (E) Joko Edi Supriyanto menjelaskan maksud kunjungannya, menurutnya, dalam silaturahmi ini kami menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut bukan hanya perumahannya saja, kami juga ada kantor di Kabupaten Bogor, yakni di Kecamatan Cariu. Oleh karena itu moga-moga silaturahmi ini menjadi awal yang baik dalam membangun sinergitas.

“Kami juga menyampaikan keprihatinan karena angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor cukup tinggi berada di level 4. Termasuk anggota kami sebanyak 40 orang lebih minggu yang lalu terpapar Covid. Tapi alhamdulillah kini tinggal 8 orang yang sedang isoman,” terangnya

Ia menambahkan, oleh karena itu secara inisiatif dilakukannya vaksinasi di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah animo masyarakatnya cukup tinggi, dan rencananya pada tanggal 4 Agustus kami akan melaksanakan vaksinasi dosis kedua, sekaligus saya mengundang Bupati Bogor untuk hadir pada kegiatan tersebut,” ucapnya.

“Vaksinasi ini berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Polsek dan tokoh masyarakat setempat. Kami menyediakan vaksinator dan tempatnya. Intinya semoga sinergi yang kita bangun semakin kuat, antara pemerintah daerah, TNI dan Polri. Kita sama-sama berjuang untuk menciptakan herd immunity secara nasional,”pungkasnya.

Bupati Bogor didampingi oleh Kapolres Bogor AKBP Harun, perwakilan Kodim 0621, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, dan jajaran Pemkab Bogor.***