Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 7087

Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan 2021 Digelar Virtual

Bogordaily.net – Universitas Pakuan, menghelat Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Doktor, Magister, Sarjana, dan Ahli Madya pada 2021, di gelar secara virtual, Rabu 28 Juli 2021.

Pada kesempatan itu Rektor Universitas Pakuan Prof. Dr. H. Bibin Rubini, M.Pd, menyampaikan, jumlah total wisudawan mencapai 815 orang. Meliputi 87 orang Program Pasca sarjana, 77 orang Fakultas Hukum , 132 orang Fakultas Ekonomi, 133 orang Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, 145 orang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, 21 orang Fakultas Teknik, 210 orang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta 10 orang Program Vokasi.

“Pesatnya perkembangan teknologi berpengaruh terhadap segala hal. Perkembangan ini tentunya harus dapat dimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi, keahlian dan softskills yang baik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah merilis enam penguatan karakter yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yang disebut dengan 6C,” ujar Bibin Rubini.

Dijelaskan Bibin, enam kompetensi ini harus dimiliki dan dikuasai para lulusan perguruan tinggi khususnya lulusan Universitas Pakuan. Adapun keenam kompetensi tersebut pertama Computational Thinking, yaitu berpikir komputasi bukan berarti berpikir layaknya komputer melainkan berpikir dimana seseorang harus mampu memformulasikan masalah dan menyusun solusi terhadap masalah tersebut dengan cara yang efisien dan Efektif.

Kedua, Creative Thinking. Seseorang yang memiliki tingkat berpikir kreatif selalu merasa haus akan informasi, karena semakin banyak menyerap informasi maka akan semakin banyak ide dan gagasan yang baru dan original yang akan dihasilkan.

Lalu ungkap Bibin, Ketiga adalah Critical Thinking. Berpikir kritis adalah kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis dengan tujuan menghasilkan suatu keputusan yang informatif, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat adalah Collaborative. Di era yang kompetitif ini, bekerjasama antar lembaga, organisasi, bisnis dan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Dengan cara bekerjasama akan tercipta kondisi yang saling mendukung secara sistematis dalam pemecahan masalah. Sehingga dengan cepat dapat ditemukan jalan keluarnya.

Kelima, Communication. Kemampuan komunikasi baik komunikasi verbal maupun non-verbal tentu sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran dalam pekerjaan. Komunikasi diperlukan sebagai jembatan untuk menjalin suatu kerjasama untuk mencapai keberhasilan secara bersama-sama.

“Keenam, Compassion. Compassion biasa diterjemahkan sebagai rasa kasih sayang, toleransi dan solidaritas. Negara kita tercinta memiliki banyak kearifan lokal yang jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan tercipta harmonisasi kehidupan, kebersamaan dan kedamaian. Salah satunya adalah Silih asih, silih asah dan silih asuh. Soft skills ini lah yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan mampu membawa saudara pada sebuah kesuksesan,” tutup Bibin.

Unpak dalam kesehariannya menjunjung tinggi prinsip Silih Asih, Silih Asah dan Silih Asuh agar para mahasiswa dan lulusannya menjadi lulusan yang selalu memegang teguh 7 (tujuh) mustika hirup urang Sunda yaitu cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur jeung motekar. ***

Peserta Vaksin Membludak, Petugas Kewalahan

Bogordaily.net – Peserta Vaksin Covid-19 di Puri Begawan yang berada di Jalan Padjajaran Kecamatan Bogor Timur, membludak. Warga terlihat berkerumun serta berdesakan di depan pintu masuk.

Mereka menunggu dipanggil petugas sesuai nomor urut. Setelah dipanggil ke dalam lobi, satu per satu peserta vaksinasi dipersilakan antre untuk menunggu giliran disuntik vaksin.

Tampak Camat Tanah Sareal, Sahib Khan sibuk membantu mengatur warga supaya tertib mengikuti antrean di area lobby. Antusias masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 luar biasa.

Sahib Khan, menjelaskan gelombang mass mulai datang ke lokasi vaksin sekitar pukul 13:00 WIB. Sebelumnya pada pagi hari lokasi vaksinasi kondisinya lengan.

“Saya sampaikan kepada warga yang ingin di vaksin supaya sabar mngeantri. Semoga berjalan dengan tertib dan lancar,” katanya.

Ia meminta masyarakat supaya tenang, karena semua yang hadir pada Kamis 29 Juli 2021, dipastiakan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Tanah Sareal yang belum vaksin masih ada tempat lain yang menjadi sentra Vaksinasi,” ujarnya.

Sahib Khan menambahkan, pada hari ini warga yang mengikuti vaksinasi di Puri Begawan mencapai 850 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Kota Bogor, Farida menyampaikan, saat pukul 12:00 hingga 13:00 WIB WIB, semua petugas istirahat. Kemungkinan antrean warga yang jadwal vaksinnya pukul 14:00 WIB datang lebih awal ke lokasi. Sehingga terjadi penumpukan massa di depan lobby.

Farida, mejelaskan setiap jam diperuntukkan untuk sekitar 400 peserta, sudah diatur berdasarkan nama dan waktu.

“Jadi kemungkinan para peserta datang terlebih dahulu untuk mendapatkan nomer antrean,” ujarnya.

“Pelayanan di sini cepet, 1 jam 400 orang yang masuk di dalam. Mudah-mudahan antrean peserta di lobby cepat terurai,” tambahnya.

Kemudian Farida memaparkan, agar tidak terjadi antrean seperti ini, harus ada kesadaran dari pesertanya sendiri. Kalau tertib, teratur, mengikuti alur, tidak akan terjadi penumpukan di Puri Begawan.

“Karena kita sudah membagi sesuai urutan kedatangan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, target vaksinasi massal Covid-19 hari ini 944 dosis kedua dan 1.656 dosis pertama.***

Mendadak Viral Gara-gara Disebut Menteri Agama. Seperti Apa Sebenarnya Ajaran Agama Baha’i?

Bogordaily.net – Setelah Menteri Agama Yaqut Qaumas mengucapkan selamat Hari Raya Naw Ruz, banyak orang yang bertanya-tanya apa itu Agama Baha’i. Bagi yang belum tahu ini pofil Agama Baha’i.

Kendati baru beberapa hari ini viral di media sosial, agama Baha’i ternyata sudah lama eksis. Agama ini mulai berkembang sejak abad ke-19 tepatnya pada 1844 di Iran.

Saat itu, seorang bernama Ali Muhammad yang bergelar Bab mengumumkan bahwa ia adalah utusan Tuhan. Tugasnya adalah sebagai Bentara yakni mempersiapkan utusan Tuhan lain yakni Husein Ali yang nantinya disebut Baha’ullah.

Baha’ullah inilah yang kemudian menyebarkan ajaran agama Baha’i. Penyebaran ini juga terus dilanjutkan oleh putra sulungnya yang bernama Abdul Baha dan kemudian dilanjutkan lagi oleh cucunya, Shogi Effendi sebagai wali agama.

Dikutip dari penelitian Nuhrison M. Nuh yang berjudul Eksistensi Agama Baha’i di Beberapa Daerah di Indonesia, agama Baha’i sebenarnya merupakan agama independen dan bersifat universal. Agama ini bukanlah bagian atau sekte dari agama lainnya.

Lebih lanjut, umat Baha’i percaya bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan keselarasan, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun dunia. Umat Baha’i juga dikenal sebagai sahabat dari semua penganut agama dalam melaksanakan keyakinan secara aktif.

Agama Baha’i percaya pada kesatuan umat manusia dan ingin mengabdikan diri pada penghapusan prasangka rasial, kelas, dan agama. Oleh sebab itu, dalam praktiknya, ajaran Baha’i banyak berkaitan dengan etika sosial yang tercermin juga melalui ritual dan ibadahnya.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti jumlah penganut Baha’i. Menurut ensiklopedia Britannica pada 2004, diperkirakan ada 7,5 juta umat Baha’i yang tersebar di 218 negara. Sedangkan menurut media The Economist, pada 2017, jumlahnya sekitar 7 juta umat.

Di Indonesia sendiri, umat Baha’i umumnya tersebar di beberapa daerah seperti di Pati, Malang, Palopo, dan Bandung.

Umat Baha’i menyebut Tuhan sesuai dengan nama yang dipercaya masyarakat setempat. Umat boleh menyebutnya sebagai Allah (Arab), God (Inggris), atau Gusti Allah (Jawa).

Kitab suci Baha’i adalah Al-Aqdas, Al-Iqon, Loh Loh, Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah dan Empat Lembah, Kitab Ahdi, Loh Loh kepada Raja dan Penguasa di Bumi, Loh pada Putra Srigala, dan lain-lain. Selain itu ada pula kitab atau Loh yang ditulis oleh Abdu Baha dan Shogi Efendi.

Agama Baha’i juga mengenal konsep surga dan neraka setelah kematian. Orang yang sudah meninggal di dunia, masih akan hidup di alam Tuhan yang lain.

Selain itu, agama Baha’i juga percaya adanya malaikat dan iblis. Malaikat merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki sifat baik sedangkan iblis merupakan hawa nafsu dan keakuan manusia.

Untuk ibadah, agama Baha’i melakukan ritual seperti sembahyang, puasa, ziarah, dan berdoa. Untuk sembahyang sendiri ada 3 macam yaitu sembahyang pendek, sedang, dan panjang. Saat sembahyang umat menghadap kiblat, dengan terlebih dahulu mengambil wudhu.

Sementara itu untuk hari besarnya, umat Baha’i memperingati tahun baru yang disebut Hari Raya Naw Ruz. Pada hari ini, semua umat akan berdoa pada Tuhan dan bersilaturahmi.

Tempat ibadah umat Baha’i disebut sebagai Rumah Ibadah, punya konsep unik di mana semua orang boleh datang ke sana untuk beribadah atau berdoa. Di sana juga disediakan berbagai kitab dari agama lain.

Akan tetapi, berbeda dengan tempat ibadah lain yang digunakan untuk sembahyang berjamaah, Rumah Ibadah ini tidak digunakan untuk hal tersebut, kecuali ketika sembahyang mayat.

Umumnya, Rumah Ibadah agama Baha’i memiliki 9 pintu yang merupakan simbol keberagaman dan kesatuan agama. Kesembilan agama itu adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, Baha’i, Yahudi, dan Zoroaster.***

Viral, Seorang Wanita Geli Sendiri ketika Menikahi Sahabatnya

0

Bogordaily.net – Viral di media sosial, seorang wanita curhat karena telah menikah dengan sahabat sendiri. Ia mengaku menjadi geli sendiri saat harus memanggil suaminya.

Hak itu diungkapkan di akun TikTok wanita tersebut, saking ramainya, video tersebut telah ditonton sebanyak 11 juta kali dan disukai sebanyak 1,2 juta.

“Kok manggil suami istri jadi ngakak sendiri,” tulisnya, Kamis 29 Juli 2021.

Dalam video tersebut, wanita ini sedang berada di mobil bersama suaminya, dan curhat jika suaminya merupakan sahabatnya sendiri.

Karena itu, ia mengaku menjadi geli sendiri setiap memanggil nama suami dengan penuh sayang, sambil memegang tangan pendamping hidupnya itu.

“Suami aku,” panggilnya.

Mendengar itu, sang suami justru tertawa geli. Ia berusaha menolak dengan ngakak. Namun, ia tetap berusaha membalas dengan sayang.

“Istri aku,” jawabnya.

Begitu kata itu meluncur, keduanya tertawa-tawa bersama. Apalagi sang wanita yang mengaku tak kuasa menahan rasa geli itu.

“Ya beginilah kalau mendesah menikah dengan sahabat ya,” ucap wanita itu.

Ungkapan hati wanita itu menuai beragam komentar dari netizen, bahkan sampai bertanya tentang malam pertama.

“Prosesi malam pertama: Lu mau ngapain anjir?, komen warganet.

“Malam pertamanya pasti ghibahin orang,” kata netizen.

“Malam pertama bahas reuni SD,” canda warganet.

“Dulu pas pacaran disuruh panggil abang adek sama doi, aku geli. Sekarang pas nikah panggilan ayah ibu biasa aja, mungkin karena sudah punya anak,” tulis salah satu netizen.***

Simak! Cara Daftar Beasiswa untuk Anak Pedagang Gelombang Kedua

Bogordaily.net – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, membuka bantuan beasiswa gelombang kedua untuk anak pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak PPKM level 4.

Dikutip dari akun Instagram resmi @sandiuno, Sandiaga Uno mengatakan akan terus berupaya menghadirkan bantuan-bantuan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sandiaga Uno Terilhami dengan antusiasnya masyarakat mengakses bantuan beasiswa di gelombang pertama.

“Antusiasme masyarakat untuk bisa mengakses bantuan beasiswa di gelombang pertama, menginspirasi saya dan juga kawan-kawan di @kahmipreneur untuk terus bergerak.” Sumber dari akun Instagram resmi @sandiuno.

Syarat dan Ketentuan yang berlaku untuk menerima bantuan ini antara lain:
1. Anak pedagang kaki lima.
2. Belum terjangkau Bantuan.
3. Terdampak PPKM level 4.
4. Aktif belajar virtual masa pandemic

Untuk pedagang kaki lima yang ingin mendaftarkan anaknya, bisa langsung mengisi formulir secara online dengan masuk pada link https://bit.ly/bantuananak2.

Cara mendaftar bantuan beasiswa anak pedagang kecil terdampak PPKM darurat gelombang kedua ;

1. Siapkan Handphone atau Laptop yang terkoneksi jaringan internet
2. Buka link https://bit.ly/bantuananak2
3. Isi formulir dengan identitas diri
4. Isi jenis usaha, serta pendapatan perbulan.

Jangan lupa juga untuk mengisi nomor telepon dan nomor rekening dengan nama penerima.

Pastikan formulir pendaftaran bantuan beasiswa anak pedagang kecil terisi dengan jujur dan benar.

Setelah melengkapi data diri dan jenis usaha serta omset, maka akan ada pemberitahuan berikutnya tentang pencairan bantuan beasiswa pedagang kecil.***

Wajib! Penumpang Kereta Jarak Jauh Pulau Sumatera Harus Tunjukan Kartu Vaksin

Bogordaily.net – VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menyampaikan bahwa pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di Pulau Sumatera wajib menunjukkan kartu vaksin.

Penumpang kereta jarak jauh minimal menunjukan kartu vaksinasi Covid-19 dosis pertama mulai keberangkatan Kamis, (29 Juli 2021).

“Penerapan syarat vaksinasi bagi pelanggan KA Jarak Jauh di Jawa dan Sumatera menyesuaikan dengan terbitnya SE Kemenhub No 58 Tahun 2021 yang mengatur syarat perjalanan KA Jarak Jauh pada daerah dengan kategori PPKM Level 3 dan Level 4,” ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu (28 Juli 2021).

Joni juga menambahkan bahwa syarat menunjukkan Kartu Vaksin tersebut juga masih berlaku bagi pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa.

Bagi pelanggan KA Jarak Jauh yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis tetap dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis.

“Pengaturan level PPKM tersebut mengacu kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 24 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 25 Tahun 2021. Sejauh ini, seluruh wilayah keberangkatan perjalanan KA Jarak Jauh baik di pulau Jawa dan Sumatera masih termasuk ke dalam PPKM Level 3 dan 4,” katanya.

Syarat untuk perjalanan KA Jarak Jauh di daerah PPKM Level 3 dan 4 adalah Kartu Vaksin dan Hasil Tes COVID-19 yang Negatif.

Selain syarat kartu vaksin, pelanggan KA Jarak Jauh baik di Jawa maupun Sumatera tetap diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk pelanggan usia di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin dan pelanggan usia di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen.

Namun mulai 9 Juli 2021, untuk pelanggan usia di bawah 12 tahun dibatasi untuk sementara.

Joni juga menuturkan, setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat atau tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam.

Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

“Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan dan tiket akan dikembalikan 100 persen. Agar tercipta physical distancing, KAI hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan 50 persen untuk KA Lokal,” ujarnya.

Pelanggan juga tetap wajib mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak baik saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan.

“KAI mematuhi dan mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah pada masa pandemi untuk menekan penyebaran Covid-19,” pungkas Joni.***

Manfaatkan Barang Bekas, Warga Surabaya Bikin Robot Penyemprot Desinfektan

0

Bogordaily.net – Memanfaatkam barang-barang bekas yang tidak digunakan, warga RT 3/ RW 2 di Jalan Tembok Gede III, Kelurahan Bubutan, Surabaya mampu menciptakan Robot Delta penyemprot desinfektan.

Bukan tanpa alasan, pasalnya warga sekitar menciptakan robot ini karena warga secara swadaya dan otodidak, mampu membuat robot dari barang-barang bekas pakai.

Pembuatan robot delta sendiri dipimpin oleh Ketua RT 3 bernama Aseyan. Ia memang sudah terbiasa membuat berbagai robot.

“Fungsi dari robot ini untuk menyemprotkan disinfektan di wilayah permukiman warga. Jadi dia bisa berjalan dan menyemprotkan disinfektan untuk melawan virus corona,” ujar Aseyan dikutip dari Antara.

Robot delta akan menyemprot disinfekatan ke rumah warga-warga, dan dioperasikan jarak jauh pakai remot, bisa berjalan hingga radius 100 meter.

Selain untuk menyemprotkan disinfektan, robot ini juga bisa sebagai pelayan yang bisa menghidangkan makanan ke tamu-tamu yang berkunjung.

“Memang robot ini dibuat secara swadaya. Satu unit robot belasan juta, namun pakai bahan bekas semua. Saya sendiri menciptakan robot denan belajar otodidak,” tambah Aseyan.

Warga sekitat berharap nanti jika pandemi usai, robot-robot ini bisa menarik wisatawan ke depannya.***

KRI Dr Soeharso Bantu Sediakan Oksigen untuk Jateng

0

Bogordaily.net – Kapal perang rumah sakit terbesar di Indonesia KRI dr Soeharso-990 menyediakan bantuan pasokan oksigen untuk Jawa Tengah, Rabu 28 Juli 2021.

KRI dr Soeharso-990 bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, untuk membantu suplai oksigen di Jawa Tengah.

Kapal perang rumah sakit ini memiliki oksigen generator yang bisa memproduksi oksigen secara mandiri, dengan kapasitas sekitar 150.000 liter perhari atau setara dengan 20-25 tabung kapasitas 6.000 liter.

KRI dr Soeharso ini merupakan kapal perang rumah sakit yang diperintahkan sanggar di Semarang hari ini. Tujuannya adalah membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan oksigen khususnya bagi rumah sakit, kata Komandan Lanal Semarang, Kolonel Laut (P) Nazarudin Rabu 28 Juli 2021

Nazarudin kemudian juga menerangkan KRI dr Soeharso akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Artinya kapal ini akan tetap di sana selama dibutuhkan.

Kapal ini akan standby sampai terpenuhinya kebutuhan oksigen di Jateng. Jadi tidak ada batas waktu, jelasnya.

KRI
Salah seorang petugas di kapal perang rumah sakit KRI dr Soeharso-990 sedang mengisi tabung oksigen. Nantinya kapal ini akan terus bersandar di Tanjung Emas untuk membantu pasokan oksigen di Jateng. (Ayosemarang/Bogordaily.net)

Sejauh ini di Indonesia ada dua kapal perang rumah sakit yang bisa memproduksi oksigen, yakni KRI dr Soeharso yang saat ini di Semarang dan KRI Semarang yang sedang sandar di Surabaya untuk membantu pemenuhan oksigen di Jatim dan sekitarnya.

“Untuk mempermudah pelayanan, kami telah berkoordinasi dengan Dinkes agar rumah sakit yang membutuhkan pengisian oksigen bisa dikoordinir. Sebab kemampuan pengisian kami sehari hanya 20-25 tabung, jadi memang butuh waktu. Hari ini sudah mulai ada pengisian tabung untuk rumah sakit,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Semarang dan Kepala Dinkes Jateng melihat proses KRI, memproduksi oksigen sampai proses pengisian tabung.

“Karena kapal ini punya oksigen generator yang bisa memenuhi kebutuhan kapal, tapi karena sekarang tidak menjalankan tugas, maka fungsinya untuk sosial dan kemasyarakatan,” kata Ganjar.

Keberadaan kapal tersebut lanjut Ganja, sangat dibutuhkan khususnya dalam kondisi darurat. Kapal ini akan terus bersandar sampai kebutuhan oksigen di Jateng terpenuhi.

Kebutuhan oksigen Jateng kemarin-kemarin masih minus 30 persen. Maka kita mencari cara lain termasuk substitusinya, menggunakan oksigen concentrator, membuat oksigen generator dan lain-lain, jelasnya.***

Gawat! Indonesia Diprediksi Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Pandemi

0

Bogordaily.net – Corona di Indonesia belum juga mereda. Indonesia diprediksi menjadi salah satu negara terakhir yang keluar dari pandemi COVID-19. Menurut pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, kondisi ini bermula dari abainya pemerintah menangani persoalan kesehatan saat wabah COVID-19 pertama kali ditemukan. Alih-alih langsung menerapkan strategi pengendalian COVID-19 ketat seperti lockdown, pemerintah malah fokus menilai kebijakan apa yang tepat diambil.

Tidak mengutamakan persoalan kesehatan, melainkan sejumlah pertimbangan ekonomi hingga kepentingan politik. Menjelang akhir tahun 2020, pemerintah juga dinilai tak kunjung mengambil strategi ketat pengendalian COVID-19, meskipun pilihan tersebut dinilai Dicky masih sangat mungkin diambil.

“Fokus kita di awal itu ketika kita bisa memilih antara ekonomi, kesehatan, dan politik, kita nggak milih kesehatan, kita milihnya bareng-bareng semua, itu saat itu padahal kita masih punya pilihan,” jelas dia saat dikonfirmasi detikcom yang dikutip bogordaily.net, Kamis 29 Juli 2021.

Pada akhirnya, usai satu setengah tahun lebih pandemi berjalan, COVID-19 di Indonesia belum juga tertangani. Misalnya, persoalan keterbatasan testing harian COVID-19 di tengah lonjakan kasus Corona.

Ahli menilai target testing pemerintah minimal 500 ribu per hari, sedangkan hingga Rabu 28 Juli 2021, total testing Corona harian masih di angka 200 ribu. Sulit untuk menjabarkan kondisi kasus COVID-19 yang sebenarnya, begitu pula dengan strategi penemuan kasus lebih awal untuk menekan laju penularan Corona semakin meluas.

“Sekarang kita sudah nggak bisa, nggak bisa kita pilih kesehatan, sudah nggak bisa, sudah sulit, akan berat, dan akan banyak tantangan karena masalahnya dampak perburukan di sektor ekonomi politik sudah besar,” tutur Dicky.

Sengkarut masalah tersebut juga dihadapkan dengan kenyataan Indonesia sebagai negara kepulauan. Pasalnya, jika strategi pengendalian COVID-19 seperti vaksinasi, masifnya testing dan tracing, hingga kedisiplinan protokol kesehatan di Jawa maupun luar pulau Jawa tak merata, Indonesia akan lebih lambat keluar dari krisis pandemi COVID-19.

“Akan ada variasi dari pola kurva pandemi kita, sekarang dikontribusi oleh Jawa, Bali, nanti kan Sumatera, Kalimantan dan sebagainya. Ini yang akan membuat prosesnya lama, kalau strateginya tidak merata sekarang,” sambung dia.

“Sekali lagi, kalau kita diperketat, ya kita sulit, nggak mungkin sekarang lockdown semua, karena sudah terlalu besar wilayahnya, besar ongkosnya, dan juga besar masalahnya,” jelas Dicky.

Dasar prediksi Indonesia menjadi salah satu negara terakhir yang keluar dari pandemi COVID-19 lagi-lagi ditegaskan Dicky karena lambannya penetapan strategi tegas pemerintah di awal pandemi. Jika diibaratkan perlombaan, kata dia, posisi Indonesia sudah berada di salah satu posisi paling belakang.

“Dasar Indonesia (negara terakhir keluar dari krisis pandemi), bukan Indonesia saja, ada banyak negara, dan ini karena satu tantangan terbesar kita adalah negara kepulauan, start kita itu terlambat, itu harus kita akui,” bebernya.

“Karena di awal, kita banyak berjibaku dengan strateginya sendiri, mulai firm ya menjelang pertengahan tahun lalu, itu saja sudah membuat kita terlambat sebulan, atau dua bulan, beberapa hari saja sudah bermakna itu atau beberapa minggu, tapi kita sudah lebih dari sebulan karena penyangkalan dan sebagainya,” pungkasnya.***

 

Waduh, Bansos Tunai di Depok Disunat Rata Rp 50 ribu

0

Bogordaily.net – Di depok 24 jam terdapat laporan bahwa, telah terjadi pemotongan dana Bantuan Sosial (bansos) sebesar Rp 50 ribu rupiah.

Diduga, pungutan itu merupakan kesepakatan antara ketua RT, RW, dan pengurus posko siaga Covid-19 di wilayah tersebut, yang digunakan untuk perbaikan mobil ambulans bersama karena turun mesin.

Selain itu, untuk penggantian aki dan penyediaan kain kafan gratis, untuk warga yang memerlukan.

“Min kemarin saya anter istri ambil bansos sebesar 600 ribu. Tapi di potong oleh mereka dengan alasan bensin ambulan. Semua orang yg ambil bansos di sana langsung di potong 50 ribu. Kejadiannya di Rt 06 rw 05 kelurahan Beji. Saksi banyak, saya tidak boleh merekam disana,” ucap salah satu warga yang mengadu ke @depok24jam.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana membenarkan dugaan potongan bansos oleh perangkat desa di Kelurahan Beji.

Ia mengaku telah memerintahkan lurah dan camat setempat, untuk melalukan investigasi dalam kasus itu.

Meski begitu, Usman mengaku heran dengan kabar tersebut. Pasalnya, uang bansos mestinya telah diantarkan langsung PT POS dan diberikan secara tunai.

“BST itu disalurkan oleh PT Pos, secara tunai ya kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Kemudian saya bingung, gimana motongnya. Kalau tidak diterima KPM kan enggak boleh,” ucapnya dikutip dari CNN, 28 Juli 2021.

Ia mengaku telah memerintahkan jajarannya agar potongan bansos kembali diberikan kepada warga.

Menurut Usman, apapun alasannya, pemotongan uang bansos tak bisa dibenarkan. Ia juga menolak alasan bahwa uang tersebut digunakan untuk operasional ambulans.

Terkait sanksi, ia menyebut kewenangan tersebut berada di tangan camat dan lurah. Sementara, ia belum menerima dugaan kasus serupa terjadi di wilayah lain di Kota Depok.

“Tentunya, dengan dalih apapun tidak boleh dilarang ada pungutan apapun kepada KPM. Harus utuh sampainya,” pungkasnya.***