Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7172

Kok Bisa! Saat Masyarakat Berjuang Hadapi Covid-19, Sejumlah Menteri Malah Keluar Negeri

Bogordaily.net – Ditengah masyarakat yang berjuang melawan Covid-19, ada kabar yang tidak sedap dari para menteri Jokowi. Sejumlah menteri dikabarkan tetap menjalankan kunjungan dinas ke luar negeri mesti dilarang Presiden.

Mereka mayoritas membawa misi ekonomi dalam lawatan ke luar negeri di tengah tingginya kasus pandemi Covid-19 atau saat pemberlakuan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021.

Siapa saja mereka?

Menko Perekonomian RI ke Singapura

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan perdana menteri dan sejumlah menteri Singapura pada Selasa 13 Juli 2021 di Singapura. Dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Juli 2021, Airlangga menyebut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong berkomitmen membangun kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan mendorong pengusaha Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia.

“PM Singapura menyatakan iklim berusaha di Indonesia sudah semakin baik, sehingga pemerintahnya terus mendorong pengusaha Singapura untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga bersepakat untuk bersama-sama mengembangkan energi hijau. Pemerintah Singapura akan segera meresmikan pembangkit listrik tenaga surya terapung di Singapura dengan kapasitas 60 MW serta Singapura juga mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendal yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada 2016 silam.

Mendag dan Menteri Investasi RI ke AS

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada 9 hingga 18 Juli 2021 atau bertepatan saat Indonesia memberlakukan PPKM Darurat.

Pada kunjungan kerja kali ini, Lutfi dan Bahlil membawa misi peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan AS. Ada juga misi penjajakan kerja sama vaksin Covid-19.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

“Kunjungan kerja ini merupakan langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi. Potensi peningkatan perdagangan dan investasi di berbagai sektor di Indonesia antara lain sektor teknologi; gender dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat besar. Kunjungan kerja ini juga membahas perubahan iklim dan vaksin Covid-19,” kata Mendag Lutfi saat kunjungan kerja di Washington DC, AS dalam siaran pers Kemendag, Rabu 14 Juli 2021.

Jokowi Larang Semua Menteri ke Luar Negeri Selama PPKM Darurat, kecuali Menlu.
Presiden Jokowi melarang para menterinya untuk ke luar negeri selama pemberlakukan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Satu-satunya menteri yang diizinkan ke luar negeri hanya Menlu Retno Marsudi.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Pernyataan ini disampaikan oleh Seskab Pramono Anung.Menurut Pramono, seluruh menteri harus punya sense of crisis yang tinggi. “Seluruh menteri, Kepala kementerian/lembaga dilarang bepergian ke luar negeri. Yang boleh bepergian ke luar negeri hanya menlu, sesuai bidang tugasnya,” kata Pramono dalam keterangannya, Jumat 16 Juli 2021.

Pramono mengatakan, jika ada menteri yang hendak ke luar negeri, harus mendapat izin secara langsung dari Jokowi.

“Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapat izin langsung dari Bapak Presiden,” kata Pramono.***

Butuh Tukang Suntik Vaksin Covid-19, Pemerintah Akan Latih Ratusan Ribu Orang

0

BOGORDAILY- Pemerintah akan membuka lowongan. Tapi ini diperuntukan hanya bagi bidan dan mahasiswa kedokteran. Yang dibutuhkan mencapai ratusan ribu orang. Mereka akan dilatih untuk menjadi tenaga vaksinator Covid-19. Hal ini dilakukan pemerintah agar target 70 juta masyarakat Indonesia sudah disuntik vaksin Covid-19 pada September 2021.

“Untuk mencapai 70 juta tervaksin September ini, pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan dan mahasiswa kedokteran sebagai vaksinator,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Sabtu (17/7/2021).

Kendati begitu, dia mengakui target itu bukanlah hal yang mudah sebab proses penyuntikan vaksin membutuhkan waktu lebih dari 5 menit per orang. Mahfud mengatakan proses penyuntikan vaksin Covid-19 setidaknya memakan waktu 30 menit hingga 1 jam per orang.

“Yang akan divaksin harus dicek dulu tensi dan kimia darahnya agar bisa menerima vaksin. Yang tensi darahnya tinggi, misalnya, diberi obat dan ditunggu dulu sampai normal. Nunggunya bisa setengah sampai dengan satu jam,” katanya.

“Setelah normal baru disuntik vaksin. Kalau disuntik sembarangan, saat kimia darah atau tensi tidak tepat itu berbahaya, bisa fatal. Jadi memang harus super hati-hati,” sambung Mahfud.

Dia mengakui bahwa saat ini tenaga vaksinator untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 di Indonesia tidak cukup. Padahal, kata Mahfud, stok vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini mencukupi.

Dia menyebut kurangnya tenaga vaksinator inilah yang membuat masyarakat harus menunggu jadwal untuk divaksin. Mahfud mengungkapkan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) pun sudah turun tangan melatih vaksinator dan terjun langsung ke rakyat namun tetap banyak warga yang tak terlayani.

“Banyak yang sudah antre, tapi tak bisa terlayani saking banyaknya,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 agar segera terbentuk herd immunity atau kekebalan komunal. Pemerintah berencana menaikkan jumlah vaksinasi menjadi 3 juta suntikan per hari pada Oktober dan November.

“Kalau kita ingin selesaikan (program vaksinasi) sebelum akhir tahun ini, maka diperlukan vaksinasi hingga 3 juta (suntikan) per hari pada periode Oktober-November yang akan datang,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin 5 Juli 2021. (lip6)

 

Capai 3 Miliar Unduhan TikTok Makin Mewabah

0

Bogordaily.net – Tak hanya di Indonesia pengguna TikTok makin mewabah ke semua kalangan di seluruh dunia. Aplikasi rintisan ByteDance itu, menjadi aplikasi non-Facebook pertama yang mencapai 3 miliar unduhan di perangkat iOS dan Android.

Hal itu makin menegaskan jika TikTok tak main-main menyaingi kompetitornya seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan Twitter.

Melansir data terbaru Sensor Tower Store Intelligence yang dirilis Jumat 16 Juli 2021, TikTok adalah aplikasi non-game yang paling banyak diunduh dan memiiki penghasilan tertinggi secara global pada paruh 2021.

Torehan yang diraih TikTok yaitu mencapai 383 juta pemasangan pertama kali dan diperkirakan memperoleh 919,2 juta dollar AS dalam kategori belanja konsumen.

Bahkan, TikTok mengalami percepatan pada 2021 dengan unduhan pertama kali meningkat sebesar 2% dari kuartal keempat 2020 ke kuartal pertama pada 2021 mencapai 177,5 juta, dan meningkat sebesar 16% dari kuartal pertama pada 2021 ke kuartal kedua pada 2021 mencapai 205,4 juta.

Prestasi TikTok ini menjadi pertumbuhan terbesar sejak kuartal yang memecahkan rekor pada awal 2020 yang berhasil meraih lebih dari 315 juta penginstalan.

Penurunan pengunduhan aplikasi ini baru terjadi pada paruh pertama tahun 2020 sebesar 38% dari tahun ke tahun yang menorehkan hampir 619 juta unduhan.

Bahkan, TikTok mengalami percepatan pada tahun 2021 dengan unduhan pertama kali meningkat sebesar 2% dari kuartal keempat tahun 2020 ke kuartal pertama tahun 2021 mencapai 177,5 juta dan meningkat sebesar 16% dari kuartal pertama tahun 2021 ke kuartal kedua tahun 2021 hingga mencapai 205,4 juta.

Prestasi TikTok ini menjadi pertumbuhan terbesar sejak kuartal yang memecahkan rekor pada awal tahun 2020 yang berhasil meraih lebih dari 315 juta penginstalan.

Penurunan pengunduhan aplikasi ini baru terjadi pada paruh pertama tahun 2020 sebesar 38% dari tahun ke tahun yang menorehkan hampir 619 juta unduhan. Namun saat ini TikTok makin mewabah di dunia.***

 

Penulis Skenario Sinetron Ikatan Cinta Mendadak Minta Maaf. Ada Apa Ya ?

0

Bogordaily.net – Penulis skenario sinetron Ikatan Cinta, Donna Rosamayna mendadak minta maaf kepada para penggemar.

Padahal sinetron yang dibintangi Amanda Manopo dan Arya Saloka itu sukses menjadi tayangan favorit.

Selain itu, sinetron Ikatan Cinta telah meraih banyak penghargaan.

Namun sayangnya kini para penggemar sinetron tersebut justru mulai protes terkait alur ceritanya

Penggemar sinetron Ikatan Cinta pun ramai-ramai membanjiri kolom komentar sang penulis skenario.

Melalui akun Twitternya @donna_rosamayna, Rabu 14 Juli 2021, Donna menyampaikan permintaan maafnya atas beberapa bagian adegan yang tak sejalan hingga cacat logika.

“Buat setiap bagian cerita yang tidak berkenan, bikin darting, cacat logika, pengin banting TV, dan lain sebagainya aku minta maaf ya,” tulisnya.

Donna Rosamayna juga mengaku sempat baru aktif kembali di Twitter, lantaran memang membatasi aktivitasnya di media sosial.

“Aku juga minta maaf kalau jarang online, jarang bales komen, jarang interaksi. Aku memang membatasi kegiatan di media sosial.”

“Aku juga lebih berhati-hati membalas DM yang masuk agar tidak menyakiti,” tulis Donna.***

 

 

Tenaga Kesehatan Mulai Divaksin Booster

0

Bogordaily.net – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memulai penyuntikan vaksin Booster untuk tenaga kesehatan (Nakes), menggunakan vaksin Moderna. Vaksinasi pertama diberikan kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat 16 Juli 2021.

Sebanyak 50 Guru Besar FKUI dan sejumlah dokter mendapatkan vaksinasi di RS tersebut. Pelaksanaan vaksinasi ini ditinjau langsung Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono.

Vaksin Moderna menggunakan platform mRNA-1273 yang berisi gen pengkode protein antigen milik virus Corona jenis baru bernama Spike.

Menkes Budi mengatakan, yang divaksinasi pertama kali ini adalah para senior Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sehingga diikuti tenaga kesehatan lainnya tanpa ragu.

“Harapan kami kalau para senior ini yakin untuk bisa menerima vaksin booster atau vaksin yang ketiga dengan Moderna ini, seharusnya para juniornya, murid-muridnya juga bisa segera mengikuti vaksinasi,” ujar Budi Gunadi Sadikin usai meninjau pelaksanaan vaksinasi.

“Harapan saya, setalah para nakes dibaksin booster yang ketiga, bisa melindungi mereka. Sehingga mereka bisa bekerja lebih tenang,” tambahnya.

Selanjutnya, vaksinasi bagi tenaga kesehatan lainnya segera dilakukan. Budi Gunadi menilai pelaksanaan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan ini akan lebih mudah, mengingat tempat kerja mereka ada berada fasilitas layanan kesehatan.

“Kebetulan nakes itu kan kerjanya di fasilitas kesehatan, jadi harusnya relatif jauh lebih mudah. Saya lihat vaksinasi kemarin itu sekitar tujuh minggu atau delapan minggu sudah bisa selesai 1,5 juta, saya harapkan kali ini bisa lebih cepat selesai karena kan hanya satu kali suntik,” terangnya.

Usai divaksin Profesor Aman Pulungan, salah satu Guru Besar FKUI, mengaku tidak merasakan efek apapun. Ia meyakini vaksinasi booster dengan vaksin Moderna ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.

“Saya sangat yakin vaksin Moderna. Vaksinasi pertama dan kedua dengan Sinovac platformnya inactivated virus, kalau ini pakai Moderna dengan platform berbeda. Jadi saya rasa ini yang paling baik,” ucapnya

Ia mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk segera divaksinasi ketiga, apalagi untuk virus varian Delta ini dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif Covid-19 secara langsung.

“Karena kita ini frontliner untuk nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien positif Covid-19. Jadi kalau saya sarankan seluruh nakes jangan ragu-ragu sesegera mungkin kalau ada kesempatan untuk dapat diimunisasi yang ketiga,” pungkasnya.***

Patok Tarif Selangit untuk PTSL, Kades Cinangneng Jadi Sorotan di Tengah PPKM Darurat

Bogordaily.net – Mantan kepala Desa Cinangneng Aziz, menyoroti mahalnya biaya pembuatan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Kades Cinangneng. Menurutnya, kepala desa seharusnya bijak dalam mejalankan program pemerintah.

“Kepala desa itu harus bijak, bukan seperti sekaran ini. Masyarkat seolah diperas dalam pembuatan PTSL,” terang Aziz, saat ditemui bogordaily.net. Sabtu 17 Juli 2021.

Aziz menjelaskan pada saat menjabat sebagai kepala Desa Cinangneng, dirinya sempat mengalami kesulitan mendapatkan buku tanah Leter C desa. Hal itu dikarenakan buku riwayat tanah Desa Cinangneng dikuasai oleh Suhandi, selaku mantan Kades kala itu. Aziz menganku selama dirinya menjabat sebagai kades, ia tidak pernah memegang buku Leter C desa.

“Supaya bisa dapat Leter C, saya harus memberi mahar kepada Suhandi. Sejak tahun 2013 Leter C desa dipegang dia,” aku Aziz.

Pada kesempatan itu, Aziz melontarkan keherannya mengenai buku Segel yang dikeluarkanya untuk warga sewaktu melakukan pembuatan PTSL, pada saat ia menjabat sebagai Kades.

Menurutnya, Kades Suhandi harus bisa menjelaskan kenapa Segel yang ia keluarkan saat itu, tidak bisa menjadi persyaratan warga dalam membuat PTSL.

“Kalau warga yang sudah punya surat segel harus bikin lagi, brati segel yang dibuat saat saya jadi kades adalah segel bodong (palsu-red)?” kata Aziz, mempertanyakan.

Aziz menilai ulah Kades Suhandi, mematok tarif selangit untuk pembuatan PTSL, tidak boleh didamkan. Hal itu sangat memberatkan warga. Dimasa pandemi ini, kata Aziz, beban warga sangat berat.

“Kades Suhandi harus secepatnya menyelesaikan persoalan ini, jangan sampai saya layangkan surat Somasi,” cetus Aziz

Dari hasil penelusuran ke sejumlah staf desa, terungkap bahwa warga yang telah memiliki Segel saat era Azis, tidak bisa di jadikan persyaratan pembuatan PTSL. Warga warga yang ingin membuat PTSL, harus buat segel baru.

Mengomentari hal yang sama, Galing, aktivis setempat menilai ada penggiringan pembuatan segel baru padahal warga sudah memilik segel/alas hak.

Galih menekankan di masa Pandemi ini warga tengah mengalami kesulitan. Kebijakan Kades Cinangneng mengenai pembuatan PTSL, dianggap meresahkan warga.

“Bikin susah! Warga harus mengeluarkan uang segel baru ditambah biaya PTSL Rp 150 ribu.
Saya meminta pihak muspika segera menyelesaikan persoalan di desa cinangneng. Jika memang ada aturan yang di tabrak, pihak penegak hukum harus bertindak. Jangan sapai masalah ini jadi bola pasa,” ujar Galih.

Ketika hendak dikonfirmasi ke Kepala Desa Cinangneng, tidak berada di kantor. Pesan singkat dan telfon tidak dibalas.

Saat ini tercatat dari 2.500 kuota yang diberikan, terdapat 800 warga yang mendaftar dan 500 pemohon tengah diproses di BPN Kabupaten Bogor.

PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Pusing Tujuh Keliling

Bogordaily.net – PPKM Darurat diperpanjang sampai akhir Juli. Pengumuman itu datang langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan hal itu akan memberatkan kondisi pelaku usaha karena harus memutar otak agar mampu bertahan.

“Dan membuat sekarat arus kasnya,pasti akan pusing tujuh keliling memikirkan agar mampu untuk bertahan,” kata Sarman Simanjorang, Sabti 17 Juli 2021.

Namun, Sarman mengatakan saat ini masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah mengenai PPKM Darurat diperpanjang tepatnya tanggal berapa. Jika diperpanjang, dia berharap pengusaha masih kuat dan tidak melakukan rasionalisasi dalam bentuk PHK.

“Kalau misalnya hanya sampai akhir bulan berarti diperpanjang hanya 10 hari dari batas waktu PPKM darurat yang ditetapkan pemerintah yaitu tanggal 20 Juli.Tentu kalau sampai akhir bulan mungkin pengusaha akan mulai hitung ulang daya tahan dari sisi arus kasnya. Apakah masih mampu bertahan sampai akhir bulan,” kata dia.

Untuk itu Sarman juga menagih stimulus dari pemerintah, khususnya usaha sektor non esensial dan kritikal. Karena menurutnya, imbas dari PPKM Darurat diperpanjang pelaku usaha itu tidak akan mendapatkan pemasukan sama sekali.

“Bisa dibayangkan nggak ada omzet, nggak ada profit atau pemasukan sedangkan biaya operasional harus tetap dikeluarkan,ya untuk pelaku UMKM pasti cash flow nya sekarat. Berarti satu bulan tutup total nggak ada pemasukan,artinya antara pemasukan dan pengeluaran sangat jomplang jauh tidak seimbang,” imbuhnya.

Meski demikian, Sarman mengakui keputusan itu menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil pemerintah, mengingat kasus Covid-19 di Indonesia sudah menginjak angka 50 ribu kasus. Sarman mengungkap pengusaha juga tidak punya pilihan lain selain mentaati aturan tersebut.

“Kita menyadari bahwa angka kasus Covid masih tinggi di angka 50 ribuan, artinya memang nggak ada pilihan pemerintah selain dari memperpanjang PPKM Darurat ini. Harapan kita tentu agar selama PPKM darurat ini mampu mengendalikan dan menekan laju kasus Covid-19 ke titik paling rendah,” tandasnya.***

Heboh Mahfud MD Asyik Bahas Sinetron. Bintang Emon : Jangan kelihatan banget makmurnya. Ada yang dagangannya dirazia nih

0

Bogordaily.net – Baru-baru ini media sosial Twitter dihebohkan dengan cuitan seorang menteri yang asyik menonton dan membahas tentang sinetron hits di Indonesia.

Aksi menteri tersebut menimbulkan pro dan kontra.

Hal itu juga disoroti oleh komika asal Ibu Kota Jakarta, Bintang Emon.

Lewat video singkat yang diunggah di Instagram cerita miliknya, Bintang mengungkap pendapatnya mengenai aksi sang menteri saat menonton sinetron.

Menurut Bintang hal itu wajar dan manusiawi bagi seorang menteri menonton sinetron.

Namun yang menjadi masalah adalah ketika sang menteri membagikan kegiatannya di tengah kondisi yang sedang menghawatirkan karena PPKM Darurat.

“Ini gue nggak nyari-nyari kesalahannya ya, kayaknya kita udah di tahap ngga usah nyari-nyari juga kelihatan kesalahannya. Gua setuju, menteri itu ya manusia biasa juga lah,” kata Bintang Emon, Sabtu 17 Juli 2021.

Mahfud MD kritik jalan cerita Sinetron Ikatan Cinta. (Tangkap layar twitter @mohmahfudmd)
“Jadi wajar aja menurut gue kalau pak menteri nonton sinetron. Tapi poinnya menurut gue, nggak usah cerita-cerita, kan sekarang situasi lagi kritis,” sambungnya.

Menurut Bintang, tak etis seorang menteri yang mengadakan sejumlah kebijakan malah terlihat santai dan nyaman menjalani masa PPKM Darurat di kediamannya.

Padahal di lain sisi rakyat sedang merana akibat kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

“Ada yang dagangannya dirazia nih, nggak boleh kerja, ada oknum galak. ‘Saya habis nonton sinetron’. Bapak yang memangku kebijakan, bapak yang bertanggungjawab, terus ngaku lagi nonton sinetron kan lucu,” ungkap Bintang Emon.

Pria berusia 25 tahun itu juga menyebut jika seharusnya para menteri ikut turun tangan membantu masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Bukan malah memperlihatkan kehidupannya yang makmur.

“Jangan kelihatan banget makmurnya. Jam 7 udah ada di depan TV, padahal ada yang jam 7 dagangannya ditarik karena udah nggak boleh dagang,” ujar Bintang Emon.

Pusing Soal Prokes di Kampung-kampung, Bupati Bogor: Kata Mereka Enggak Ada Corona…

BOGORDAILY- Tingkat kepatuhan warga Kabupaten Bogor di perkampungan terhadap protokol kesehatan sangat rendah. Itu diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin.

“Di kampung-kampung ini sulit sekali. Mereka biasanya berpendapat di kampung enggak ada corona,” kata Ade dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 17 Juli 2021.

Ade mengatakan, masyarakat di kampung umumnya tidak menyadari bahwa virus corona bisa datang dari warga kota yang ke kampung. Untuk mengatasi hal tesebut, Ade mengaku sudah menggalakkan sosialisasi protokol kesehatan dengan membentuk RT dan Desa Siaga.

Satuan tugas Covid-19 juga dibentuk dari tingkat kabupaten hingga RT/RW. Kemudian menaikkan insentif RT/RW agar bisa membantu pemerintah menertibkan masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan.

Adapun di perkotaan, Bupati Bogor Ade menilai tingkat kepatuhan mereka sudah mencapai 50 persen, meski mobilitas masih cukup tinggi di daerah yang berbatasan dengan Jakarta dan Tangerang Selatan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Ganip Warsito sebelumnya juga menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menurun di awal Juli.

Dari data Satgas dalam sepekan terakhir pada 7 Juli lalu, masih ada 36 kabupaten/kota tingkat kepatuhan menggunakan maskernya masih di bawah 60 persen. 45 kabupaten/kota tingkat kepatuhannya ada di kisaran 61 hingga 75 persen, 92 kabupaten/kota di kisaran 76-90 persen. Ada 171 kabupaten/kota yang tingkat kepatuhannya 91-100 persen.

Sedangkan untuk protokol kesehatan menjaga jarak, sebanyak 40 kabupaten/kota tingkat kepatuhannya masih di bawah 60 persen. Ada 49 kabupaten/kota tingkat kepatuhannya ada di kisaran 101 hingga 75 persen, dan 92 kabupaten/kota di kisaran 76-90 persen. Kemudian ada 154 kabupaten/kota yang kepatuhannya 91-100 persen. (*)

Diboyong Arsenal, Ben White Dibandrol Rp 1 Triliun

0

Bogordaily.net – Raksasa Premier League, Arsenal dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Brighton terkait transfer bek Ben White pada bursa jual beli pemain musim panas ini.

Kabar ketertarikan Arsenal terhadap White sudah berhembus sejak Juni lalu. The Gunners memang tengah mencari bek tengah baru menyusul kepastian perginya David Luiz.

Selain Arsenal, White juga sempat dihubungkan dengan dua klub papan atas lainnya, yakni Manchester United dan Liverpool. Namun, White kini sepertinya bakal merapat ke Emirates Stadium

Brighton diklaim sempat menolak dua tawaran awal Arsenal untuk merekrut White, masing-masing senilai 40 juta poundsterling dan 45 juta poundsterling. Namun, Arsenal tak menyerah.

Kini seperti dilansir The Athletic, kesabaran Arsenal akhirnya membuahkan hasil setelah mereka mencapai kata sepakat dengan Brighton soal rencana transfer White.

Kesepakatan tersebut kabarnya bernilai 50 juta poundsterling atau setara dengan hampir 1 triliun rupiah. Angka ini sesuai dengan harga awal yang dipatok kubu The Seagulls.

White tampil impresif sepanjang musim 2020/21 kemarin yang juga menjadi musim debutnya di pentas Premier League. White tampil sebanyak 39 kali di semua kompetisi bersama Brighton.

Performa apik White pun mengantar bek 23 tahun itu dipanggil ke skuad Inggris untuk ajang Euro 2020. White ditunjuk menggantikan Trent Alexander-Arnold yang mengalami cedera.

Sayang bagi White, meski Inggris sukses mencapai final dan kalah adu penalti dari Italia, ia sama sekali tak pernah mendapat kesempatan bermain dari pelatih Gareth Southgate.***