Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7194

Idul Adha Jatuh Selasa, 20 Juli 2021, Simak Surat Edaran Menag

Bogordaily.net – Pemerintah telah menetapkan untuk Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi ditetapkan jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Sementara itu, awal Dzulhijjah jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021, setelah hilal atau bulan baru terlihat pada Sabtu (10 Juli 2021).

Adapun hal itu diputuskan dalam sidang isbat penentuan awal Dzulhijah yang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (10 Juli 2021).

“Hilal terlihat atau teramati secara mufakat sehingga 1 Dzulhijah 1442 Hijirah ditetapkan jatuh pada Ahad 11 Juli 2021. Dengan begitu hari raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021,” ujar Menag Yaqut.

Dia menjelaskan, sidang isbat mendapatkan laporan bahwa ketinggian hilal di atas ufuk, antara 2 derajat 21 menit sampai 4 derajat 14 menit.

Hal itulah yang menyebabkan peserta sidang secara mufakat menyepakati bahwa bulan baru sudah terlihat, sehingga 1 Dzulhijah ditetapkan pada 11 Juli 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Adha pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait panduan ibadah.

“Saya sudah mengeluarkan dua surat edaran sekaligus. Dan kami berharap masyarakat dapat mengikuti panduan yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Pertama, adalah SE Nomor 16 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Luar Wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Kedua, SE Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat,” tegasnya.

Khusus terkait dengan pelaksanaan kurban, Menag menekankan bahwa dalam pelaksanaannya harus mematuhi aturan yang disebutkan dalam surat edaran.

“Khususnya terkait pembagian daging kurban, ini harus menjadi perhatian para panitia, bahwa daging kurban harus diantarkan kepada penerimanya. Tidak boleh ada antrean dalam pembagian daging kurban seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Menutup keterangan persnya, Menag kembali mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Akhirnya, saya mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha. Tetap jaga protokol kesehatan karena dalam kondisi saat ini, menjaga diri artinya juga menjaga lingkungan sosial di sekitar kita,” pungkasnya.***

Stok Oksigen Cukup Tapi Masih Langka, Pengamat: Ada Potensi Penimbunan

Bogordaily.netLonjakan kasus Covid-19 membuat oksigen menjadi barang yang paling dicari saat ini.

Kondisi ini turut mendorong aksi penimbunan yang dilakukan oleh penjual-penjual yang tidak bertanggung jawab.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, melihat masih ada potensi aksi penimbunan tabung oksigen.

Penimbunan ini dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak terjadi, maka pemerintah seharusnya sudah tidak melakukan impor.

“Hal ini perlu dipertanyakan, jika memang hal itu benar berarti kita tidak perlu lagi mengimpor. Tetapi kan yang terjadi selama ini negara kita mengimpor karena kebutuhan yang meningkat,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Senin (12 Juli 2021).

Saat ini, pemerintah aktif melakukan impor tabung oksigen medis karena ketersediaan di dalam negeri tidak mencukupi.

Kemudian, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencatatkan beberapa perusahaan sebagai produsen tabung oksigen medis.

Namun yang menjadi persoalan adalah produsen tersebut menyatakan produksinya sudah mencukupi sehingga tidak perlu impor.

Ia menyebutkan bahwa kelangkaan tabung oksigen medis ini memunculkan peluang dari yang berusaha mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan.

“Adanya penunggang bebas untuk mencari keuntungan ini mengharuskan aparat penegak hukum untuk melihat secara realistis dimana potensi penimbunan itu bisa terjadi,” jelasnya.

Trubus menduga bahwa potensi penimbunan ini kerap tejadi. Sebab yang terjadi saat ini di lapangan ada ketidakjelasan informasi terkait ketersediaannya.

“Informasi mengenai tabung oksigen medis yang beredar di publik sangat beragam. Itukan menyedihkan sekali di mana diinfokan tiba-tiba barang tidak ada ataupun tabung oksigen yang seharusnya ada tapi dikatakan tidak ada,” ungkapnya.

Dia menuturkan, persoalan seperti itu menimbulkan adanya gap informasi yang kemudian menimbulkan panic buying.

Sementara itu, masyarakat yang sebenarnya tidak membutuhkan, akhirnya membeli juga.

Dengan demikian, tidak hanya rumah sakit saja yang membeli oksigen untuk keperluan pasien.

Masyarakat secara individu yang tidak membutuhan pun ikut melakukan pembelian secara massal.***

Simak! Begini Alasan Kemenkes izinkan Vaksin Berbayar

Bogordaily.net – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, menyatakan bahwa harga vaksin Covid-19 telah ditetapkan.

Harga dosis lengkap Sinopharm berbayar untuk individu ditetapkan pemerintah Rp879.140 per orang.

“Untuk harganya itu sesuai Keputusan dari Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021,” kata Siti, Minggu, 11 Juli 2021.

Keputusan Menteri Kesehatan tersebut berisi tentang sejumlah aturan penetapan besaran harga pembelian vaksin Sinopharm.

Hal ini melalui penunjukan pihak Industri Farmasi Kimia Farma yang menyediakan vaksin ini.

Dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Sesuai dengan aturan tersebut, harga vaksin per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910.

Sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis.

“Untuk satu orang kan butuhnya dua dosis. Jadi dikalikan dua menjadi totalnya Rp879.140,” ujarnya.

Kemenkes mengizinkan vaksinasi ini dengan alasan untuk percepatan dan memudahkan akses vaksinasi.

“Untuk percepatan, perluasan, dan memudahkan akses vaksinasi Covid-19,” ungkapnya.***

Ternyata tidak Hanya Darat, Kapal Laut Pulau Seribu juga Berlakukan STRP

Bogordaily.net- Ternyata tidak hanya perjalanan darat yang memiliki syarat penumpang wajib membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Warga Kepulauan Seribu yang hendak menggunakan kapal, wajib memiliki STRP dan surat keterangan lainnya dari Pemerintah Daerah setempat.

Calon penumpang Kapal Dinas Perhubungan wajib membawa dan menunjukkan salah satu dari dokumen perjalanan.

Hal ini berdasarkan SK Kepala Dinas Perhubungan No. 282 Tahun 2021, mulai Senin 12 Juli 2021

“Pelayanan Kapal Dinas Perhubungan hanya melayani penduduk kepulauan seribu serta pekerja di sektro esensial dan kritikal,” seperti dikutip dari akun instagram dishubdkijakarta, Senin (12 Juli 2021)

Adapun yang wajib ditunjukan calon penumpang tersebut yaitu, Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan lainnya dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Surat Tugas yang berstempel atau cap basah dan ditandatangani basah atau elektronik oleh pejabat minimal eselon II untuk pemerintahan atau pimpinan perusahaan bagi sektor esensial dan kritikal.

“Informasi lebih lanjut terkait STRP dapat diakses melalui https://jakevo.jakarta.go.id,” ujarnya.

Beragam komentar justru mengeluhkan berlakunya STRP di berbagai moda transportasi tidak hanya darat.

Bahkan, ada tenaga kesehatan yang memang sangat dibutuhkan tidak bisa menggunakan transportasi.

Nakes ini hanya menggunakan kartu tanda pengenal atau id card karena STRP masih diurus.***

Perum Bulog Fokus Serap Beras dari Panen Petani

Bogordaily.net – Perum Bulog saat ini masih terus melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah.

“Sebagai perpanjangtanganan tangan pemerintah, Bulog konsisten menyerap beras petani sebagai upaya stabilisasi harga beras di hulu, penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlansungnya pandemi Covid-19 ini,” kata Dirut Perum BULOG Budi Waseso di Jakarta, awal pekan ini.

Mantan Kabareskrim itu menjelaskan, dari hasil penyerapan yang dilakukan Bulog, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik, yaitu sebanyak 1,4 juta ton yang juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.

“Jumlah tersebut juga akan semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah, belum lagi nanti akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan kedepan. Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,” kata pria yang akrab dipanggil Buwas itu.
Kendati demikian, Budi Waseso juga mengakui bahwa ditengah upaya penyerapan tersebut muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung.

“Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,” katanya.
Lebih jauh mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu memastikan bahwa penyerapan beras petani ditengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan oleh BULOG sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

Sampai dengan tanggal 05 Juli 2021, Bulog sudah menyerap sebanyak 750 ribu beras petani dalam negeri. Disamping itu Bulog sendiri memiliki gudang sebanyak 1.647 unit dengan kapasitas sebanyak empat juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selanjutnya selama masa PPKM Darurat ini Bulog juga memastikan mampu menghadapi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga sekaligus meminta seluruh jajaran Bulog mewaspadai lonjakan tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan beras.

Viral! Hashtag #JOKOWISTEPDOWN dan #TIRTA Trending di Twitter

0

Bogordaily.net – Hashtag #JokowiStepDown dan #Tirta sedang ramai di perbincangkan di media sosial Twitter pada Senin 12 Juli 2021.

Masyarakat ramai-ramai membicarakan kinerja Presiden Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Salah satu yang ramai di perbincangkan ialah soal freedom of speech atau kebebasan berpendapat.

Selain itu, masyarakat juga kali ini khawatir soal adanya isu vaksin berbayar, padahal presiden Jokowi sebelumnya sudah memberikan pernyataan bahwa vaksin Covid-19 ini gratis.

Disisi lain, hashtag #Tirta pun trending di Twitter, penyebabnya ramai diperbincangkan bukan tanpa alasan, sebab dirinya dr Tirta kalah berdebat dengan dr Lois dalam acara Hotman Paris Show.

Hashtag
Hashtag #Tirta ramai di perbincangkan di media sosial Twitter pada Senin 12 Juli 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Alhasil, setelah perdebatan terjadi dr Tirta pun melaporkan dr Lois ke Polda Metro jaya, dengan tuduhan menyebarkan berita bohong.***

Gagal Eksekusi Pinalti, Bukayo Saka Jadi Korban Rasisme

0

Bogordaily.net – Salah satu eksekutor pinalti Timnas Inggris yakni Bukayo Saka mendapatkan tindakan rasisme, dari berbagai pihak terutama fans Timnas Inggris.

Mereka menuding bahwa, Saka lah yang menyebabkan Inggris kalah dalam drama adu pinalti saat melawan Italia, pada Senin 12 Juli 2021 dinihari.

Pasalnya, Saka gagal mengeksekusi pinalti karena tendangannya berhasil di tepis kiper Italia Gianluigi Donnarumma.

Walaupun gagal mengeksekusi pinalti serta mendapat tindak rasisme, Saka tetap mendapatkan banyak pujian termasuk dari klub yang ia bela Arsenal.

Arsenal bahkan mengecam tindakan rasime yang dilontarkan kepada pemainnya tersebut, lewat akun Instagram resmi Arsenal.

“Kami melihat Bukayo Saka tadi malam, dan itu luar biasa seorang pemain berusia 19 tahun mampu masuk final dalam ajang ini dan kami bangga terhadap nya. Namun, rasa bangga berubah menjadi sedih ketika seorang Bukayo mendapat komentar rasisme dari berbagai pihak. Kami sangat menyayangkan hal itu, dan kami akan mengutuk tindakan menjijikkan seperti rasisme kepada orang kulit hitam,” pernyataan dari tim Arsenal.***

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

1

Bogordaily.net – Pandemi yang datang di Indonesia sejak terdeteksi Februari tahun lalu, terbukti memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental dan jiwa.

Emosi negatif muncul karena suasana yang jenuh, perasaan khawatir terhadap banyak hal seperti kesehatan diri, keluarga, bahkan penghasilan.

Ketua Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI), Wiwin dalam seminar nasional “Membangun Ketangguhan Keluarga: Membentuk Inisiatif dan Dukungan Kesehatan Jiwa”.

“Emosi negatif itu ada dimana-mana, emosi negatif pun demikian. Nah, dengan dominasi emosi negatif terjadi banyak fluktuasi stres. Kadang tenang, kadang naik lagi,” ucapnya Selasa 29 Juni 2021.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Erna Mulati juga mengatakan, pandemi juga dapat mengubah pola komunikasi.

“Pandemi membawa perubahan pola komunikasi dan perasaan bingung karena banyaknya informasi, oleh karena itu mental kita akan sangat sulit stabil,” ucapnya.

Untuk menghadapi pandemi ini, usaha yang harus dilakukan yang pertama adalah menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan suasana lingkungan yang menyenangkan, dan selalu berpikir positif.***

Usai Kalah di Final, Gareth Southgate: Ini Menyakitkan

0

Bogordaily.net – Italia mengalahkan Inggris di final EURO 2020 lewat drama adu penalti. Timnas Inggris kalah dengan menyakitkan lantaran takluk di kandang sendiri.

Gagalnya timnas Inggris menjuarai EURO ini karena tiga eksekutor penalty mereka yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal melakukan tugasnya.

Namun, pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan bahwa, ini murni kesalahannya bukan kesalahan para pemain.

“Kami telah melangkah lebih jauh dari sebelumnya tetapi hasil ini cukup menyakitkan,” ucapnya.

Gareth juga mengaku bahwa hal tersebut merupakan kesalahan dirinya.

“Hasil ini adalah kesalahan saya, karena saya yang bertanggung jawab untuk memilih pemain. Karena kami memilih pemain berdasarkan sesi latihan dan ini adalah keputusan saya,” katanya.

Karena keputusannya yang fatal ini, Gareth Southgate mendapatkan kritikan pedas dari suppoter Inggris.***

Menkes Katakan Vaksinasi Ketiga Berikan Perlindungan Maksimal Para Nakes

0

Bogordaily.net – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pemerintah segera memberikan vaksin dosis ketiga bagi tenaga kesehatan (nakes), guna memberikan perlindungan bagi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers bersama, usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin 12 Juli 2021 melalui konferensi video.

“Sesegera mungkin, sesudah kita memfinalisasikan diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna bagi mereka (tenaga kesehatan) dan akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Menkes menambahkan, pihaknya akan terus memperhatikan kesehatan para tenaga kesehatan tersebut.

“Memang kita menyadari bahwa beberapa perawat dan dokter itu ada yang terkena virus Covid-19 ini dan harus isolasi mandiri. Kami di sini sangat prihatin dan akan terus memperhatikan kesehatan perawat, dokter, dan bidan ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Budi juga menyampaikan, dalam rangka penambahan tempat tidur bagi penanganan pasien Covid-19 juga diperlukan penambahan sumber daya manusia (SDM). Untuk perawat, ujarnya, telah diidentifikasi kebutuhan sekitar 16-20 ribu perawat.

“Kita sudah mempersiapkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga perawat yang sudah lulus sekolahnya, sudah lulus juga uji kompetensinya, dan masih di tingkat akhir. Atas instruksi Bapak Presiden, nanti kami akan bicara dengan Bapak Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik,” jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan dokter sebanyak sekitar tiga ribu orang, imbuh Budi, akan dipenuhi dari dokter pasca internship.

“Kita juga melihat bahwa dokter-dokter yang akan selesai internshipnya di tahun ini ada sekitar 3.900, jadi kita juga sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus internship untuk segera masuk,” pungkasnya.***