Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7195

Aman dan Nyaman, Khitanan di Rumah Sakit Islam Bogor

0

Bogordaily.net – Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis secara aman.

Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi

Banyak cara dan teknik khitanan jaman sekarang, jika mencari aman dan nyaman, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) Bogor bisa menjadi pilihan.

Rumah Sakit Islam Bogor mempunyai beberapa paket khitanan yang terdiri dari Paket A, Paket B dan Paket C.

Paket A, khitanan akan dilakukan oleh dokter umum, sekali rapid test, mendapatkan bius lokal, mendapatkan obat pulang, dan juga gratis 1x kontrol.

Lalu Paket B, khitanan dilakukan oleh dokter spesialis bedah yang pastinya aman, pasien akan dilakukan rapid test, dan bius lokal. Setelah itu mendapatkan obat untuk dibawa pulang, dan dapat gratis 1x kontrol datang ke RS Islam Bogor.

Adapun Paket C yang paling lengkap, khitanan tetap dilakukan oleh dokter spesialis bedah, pasien juga di cek lab darah lengkap, dan rapid test.

Selanjutnya, pasien juga dilakukan rontgen thorax, dibius dengan dokter anastesi dengan bius umum, mendapatkan obat umtuk dibawa pulang, dan gratis 1x kontrol.

Dijamin aman dan nyaman, jangan khawatir untuk membawa anak melakukan sunat atau khitan di Rumah Sakit Islam Bogor.

Untuk pendaftaran atau informasi lebih lanjut, bisa menghubungi ke 0251-831-6822 atau melalui WhatsApp ke nomor 0895-2793-6567. Adv

Sering Berhubungan Seks Bisa Menangkal Corona Loh, Kok Bisa..?

Bogordaily.net – Di tengah-tengah penyebaran Covid-19 atau virus korona baru di puluhan negara, termasuk Indonesia, menyebabkan kepanikan bagi sebagian masyarakat.

Hal yang tak kalah penting adalah upaya pencegahan, di antaranya meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas.

Banyak cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh Anda. Salah satunya dengan bercinta. Ini karena aktivitas seksual dapat berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh.

Menurut sebuah studi, orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali per minggu memiliki tingkat imunoglobulin A (IgA) tertinggi dalam air liur mereka. IgA adalah molekul kekebalan yang membantu melindungi tubuh terhadap penyakit seperti flu. Demikian dilansir dari On Health, Senin 12 Juli 2021.

Berdasarkan penelitian itu, orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali per minggu memiliki IgA saliva lebih banyak daripada orang yang tidak aktif secara seksual, jarang aktif secara seksual (kurang dari sekali seminggu), atau yang sangat aktif secara seksual (tiga kali atau lebih per minggu).

Selain berhubungan seks, empat cara ini juga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Apa saja?

Kurangi stres

Stres kronis menekan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko beberapa jenis penyakit. Stres juga meningkatkan tingkat hormon yang disebut katekolamin. Sehingga jika stres dan berdampak pada menurunnya sistem kekebalan tubuh, maka Anda lebih rentan terhadap penyakit virus pilek, flu, dan Covid-19.

Konsumsi antioksidan

Antioksidan adalah senyawa dalam buah dan sayuran yang dapat melindungi Anda dari radikal bebas, yang bisa merusak DNA dan komponen sel lainnya. Buah-buahan dan sayuran dalam beragam warna memberikan campuran antioksidan sebagai pelindung terbaik untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan secara keseluruhan. Makanlah sayuran berdaun hijau, semangka, wortel, beri, brokoli, jeruk, kiwi, blewah, dan produk berwarna cerah lainnya untuk memberi sel dan sistem kekebalan tubuh Anda. Misalnya, cobalah sup ayam buatan rumah dengan wortel, seledri, dan sayuran lainnya.

Coba ramuan dan suplemen

Beberapa penelitian telah menyarankan bahwa senyawa dalam sejumlah ramuan tertentu dan suplemen, dapat meningkatkan imunitas. Misalnya, bawang putih, astragalus, ginseng, teh hijau, jintan hitam, dan licorice adalah beberapa herbal yang telah dilaporkan memiliki manfaat meningkatkan kekebalan tubuh.

Olahraga

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan termasuk melindungi Anda terhadap penyakit jantung, osteoporosis, bahkan jenis kanker tertentu. Olahraga juga merupakan mampu memperkuat sistem imun tubuh. Agar lebih maksimal, cobalah latihan fisik selama setidaknya 30 menit pada sebagian besar hari dalam seminggu, misalnya lima hari per minggu.***

 

Terjerat Narkoba, Raffi Ahmad Beri Dukungan kepada Nia dan Ardi Bakrie

0

Bogordaily.netPublic figure sekaligus ibu tiga anak Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, menjadi tersangka kasus penyalahgunaan narkoba dan menjalani rehabilitasi. Pembawa acara Raffi Ahmad beri dukungan setelah mengetahui kabar tersebut.

“Manusia tempatnya luput dan salah. Tidak ada manusia yang sempurna,” tulis Raffi Ahmad beri dukungan kepada Nia dan Ardi di Instagramnya.

Suami aktris Nagita Slavina ini pun mendoakan yang terbaik untuk teman-temannya. Ia juga yakin bahwa, Nia dan Ardi bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Suami aktris Nagita Slavina ini pun mendoakan yang terbaik untuk teman-temannya. Ia juga yakin bahwa Nia dan Ardi bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Semangat untuk bisa melangkah dengan lembaran baru, maju ke depan untuk My Bro @ardibakrie dan @ramadhaniabakrie. We love you, guys,” tambahnya sembari menyisipkan emoticon hati.

Ahmad beri
Raffi Ahmad bersama Ardi Bakrie. (istimewa/Bogordaily.net)

Sebelumnya, Nia dan sopir mereka yang berinisial ZN diciduk di rumah Nia, di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Juli 2021 pukul 15.00 WIB. Kemudian, Ardi menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat setelah dihubungi istrinya.

Keduanya juga dinyatakan positif methamphetamin alias mengonsumsi sabu. Hal tersebut berdasarkan hasil tes urine serta cek laboratorium untuk darah dan rambut, yang dilakukan penyidik terhadap pasangan suami istri itu.

Dilakukan juga pemeriksaan kesehatan dengan swab antigen terkait covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan di tengah pandemi. Hasilnya, mereka bertiga negatif covid-19.

Pada penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram. Selain itu, ditemukan juga bong atau alat isap sabu dari rumah keluarga konglomerat itu.

Kini, Nia, Ardi, dan satu sopir mereka resmi dijadikan tersangka. Mereka dikenakan Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Di sisi lain, Raffi Ahmad pernah terjerat kasus narkoba pada delapan tahun silam atau tahun 2013. Raffi terbukti mengonsumsi zat methylone, turunan katinona yang termasuk dalam narkotika golongan I.

Usai diciduk dan diperiksa, Raffi menjalani rehabilitasi di Unit Pelaksana Teknis Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Ia direhab selama tiga bulan, karena dinyatakan hanya sebagai pengguna.***

Alhamdulilah..Tidak Lama Lagi Pasien Covid-19 Bakal Terima Bantuan dari Pemkab Bogor

Bogordaily.net – Tidak lama lagi pasien Covid-19 dan keluarganya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor Hadijana mengungkapkan, kalau acuan atau bagan paket bantuan tak terencana atau darurat untuk pasien Covid-19 maupun keluarganya sudah diajukan ke Bupati Bogor.

“Sebelum ditandatangani dan diberikan nomor, mungkin ada point-point yang butuh direvisi,” katanya kepada wartawan, Senin 12 Juli 2021.

Dia menuturkan, dalam pelaksanaan pendistribusian paket bantuan tak terencana atau darurat ini Dinas Sosial masih menjadi leading sector atau menjadi koordinatornya.

“Dalam pemberian paket bantuan tak terencana atau darurat ini, Dinas Sosial yang mengkordinir Dinas Kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, masyarakat melalui Satgas Penanganan Covid-19 tingkat desa, kelurahan dan kecamatan juga bisa memberikan tambahan informasi keluarga pasien Covid-19 yang layak mendapatkan bantuan sosial ini,” tuturnya.

Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menerangkan bahwa ia masih menunggu hitung-hitungan anggaran paket bantuan tak terencana atau darurat dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami juga sedang menghitung persis anggaran paket bantuan tak terencana atau darurat ini dari DPKAD dan TAPD, jujur saja anggarannya terbatas hingga kita harus tepat dalam memberikan paket bantuan sosial ini hingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan lah yang mendapatkannya,” terangnya.

Politisi PPP ini menambahkan di saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, pemberian paket bantuan sosial kepada pasien Covid-19 maupun keluarganya juga dilakukan oleh TNI, Polisi, pengusaha dan lainnya.

“Dengan keterlibatan TNI, Polisi, pengusaha dan lainnya dalam pemberian paket bantuan sosial atau tak terencana, jujur Pemkab Bogor terbantu. Kami selalu melakukan kordinasi terutama dengan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat desa atau kelurahan, hingga bantuan ini tepat sasaran dan jatuh ke tangan masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” pungkasnya.***

 

 

Ade Yasin Copot Kepala dan Dua Staf Puskesmas Situ Udik

Bogordaily.net – Setelah video staf asyik karaoke saat jam kerja viral di media sosial. Akhirnya Bupati Bogor Ade Yasin mencopot kepala dan dua staf Puskesmas Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

“Hari ini dicopot, Kepala Puskesmas (Situ Udik) dan dua staf yang karaoke di jam kerja,” kata Ade Yasin saat ditemui usai meninjau vaksinasi massal, Senin 12 Juli 2019.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu bahkan telah memberi sanksi teguran secara langsung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Sabtu 10 Juli 2021.

“Tadinya kalau ada alat karaokenya mau saya sita, tapi hasil sidak ternyata tidak menggunakan alat karaoke, tetapi sound system (pelantang) untuk memanggil pasien. Namun, apa pun alasannya itu salah, karena dilakukan pada saat jam kerja,” ujarnya.

Ade Yasin kemudian meluruskan narasi yang beredar mengenai kondisi pasien hamil yang datang ke puskesmas saat staf puskesmas sedang karaoke. Menurutnya, ibu hamil tersebut tidak positif COVID-19, melainkan perekam videonya yang positif.

“Ini ada simpang siur informasi, untuk perekam video viral yang positif itu sudah ditangani oleh Satgas COVID-19 ke Wisma Kemang untuk di Isolasi,” ujar Ade Yasin.

Setelah melakukan sidak ke Puskesmas tersebut, ia lantas meminta maaf kepada ibu hamil yang terekam dalam video, dengan langsung mendatangi ke rumahnya yang tak jauh dari puskesmas.

Pada Jumat 9 Juli 2021, beredar video berdurasi 1 menit 43 detik yang menunjukkan warga yang akan melakukan pemeriksaan di Puskesmas Situ Udik. Satu yang dinyatakan reaktif antigen dan satunya lagi merupakan seorang ibu yang tengah hamil.

Warga ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dari puskesmas tersebut, tapi disayangkan Puskesmas Situ udik dalam keadaan tertutup dengan suara musik yang diduga tengah melakukan karaoke di dalam pusat kesehatan masyarakat.***

Tak Percaya Covid-19, Dr Lois Diduga Memiliki Gangguan Jiwa

0

Bogordaily.net – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah menangkap dr Lois yang diduga mengenai pernyataannya soal tak percaya Covid-19, dan menyebutkan kematian pasien karena interaksi obat, bahkan mencuat isu bahwa dr Lois mengidap gangguan jiwa.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengklaim, belum mengetahui terkait latar belakang riwayat kejiwaan dr Lois. Dia juga tak membeberkan apakah yang bersangkutan telah diperiksa kejiwaannya.

“Kata siapa? Saya belum dengar tentang itu,” kata Ramadhan kepada wartawan, Senin 12 Juli 2021.

Sebelumnya, dr Lois menjadi perbincangan khalayak media sosial usai menyatakan tak percaya adanya Covid-19. Pernyataan itu dilontrakan dr Lois saat menjadi bintang tamu dalam acara talk show yang diunggah di kanal Youtube Hotman Paris Official, Jumat 9 Juli 2021 lalu.

Ketika itu Hotman Paris mengajukan pertanyaan tentang pendapat dr Lois soal Covid-19, dia dengan lantang menjawab tak percaya sama sekali dengan adanya Covid-19.

“Pertanyaan saya yang pertama, ibu sebagai dokter percaya nggak ada Corona?,” tanya Hotman.

Dr Lois menyebut kematian pasien bukan karena Covid-19, melainkan adanya akibat dari interaksi antar obat.

“Interaksi antar obat. Pak kalau misalnya buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari 6 macam,” kata dr Lois.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai penyebab ribuan orang datang ke rumah sakit, dr Lois menjawab bahwa hal itu karena stress.

“Jadi ada karena penurunan imunitas, satu karena stres bisa,” katanya.

Sontak, pernyataan dr Lois itu menjadi perdebatan. Hotman dan Melaney juga menilai pernyataan dr Lois tak masuk akal, hingga suasana pun menjadi semakin tegang karena perdebatan itu.

Dr Mila Anasanti melalui cuitannya di akun Twitternya, @anasanti_mila menyebut dr Lois diduga mengidap gangguan kejiwaan. Hal itu diungkapkannya berdasar keterangan kakak kelas yang bersangkutan.

“Informasi terbaru, ternyata menurut kakak kelasnya dr Lois Owien terindikasi gangguan jiwa,” demikian tulisnya.

Disisi lain, dr Mila Anasanti mengaku sedih karena pernyataan-pernyataan dr Lois justru banyak dipercaya orang.

“Tapi yang sedih adalah banyak yg percaya ucapan Lois Lois ini. Termasuk umat muslim yg sudah ngaji,” ucapnya.

Ia juga merasa aneh, kenapa mereka tidak percaya pada ilmuwan muslim dan ulama, tapi malah percaya pada yang terindikasi gangguan jiwa.

“Aneh sekali kenapa mereka tak percaya ilmuwan muslim dan ulama tapi malah percaya orang yang STRnya sudah expired, dan kakak kelasnya mengatakan beliau terindikasi gangguan jiwa,” kata dia.***

Viral! Pedagang Bentak Balik Polisi, Alasannya Bikin Pilu

0

Bogordaily.net – Viral tersebarnya video seorang pedagang yang balik membentak pihak kepolisian saat dagangannya disuruh tutup karena PPKM Darurat.

Pasalnya, ada alasan tersendiri pedagang tersebut membentak kembali aparat dan membuat netizen yang mendengarnya sangat pilu dan terenyuh.

Aksi pembubaran itu viral di media sosial, karena diunggah oleh seorang netizen di Twitter dengan akun @DewinthaNonong, pada Minggu 11 Juli 2021.

Dari video tersebut berdurasi satu menit tersebut, terlihat petugas polisi memarahi dan membentak sang pemilik pemilik warung kopi (warkop) sambil menunjuk-nunjuknya.

Namun, hal yang tak disangka-sangka terjadi ketika sang pemilik warkop tiba-tiba berdiri dan justru memarahi, bahkan membentak balik sang polisi dengan nada tinggi alias berteriak.

Sambil menyodorkan tangan ke hadapan sang polisi, pemilik warkop dengan berani menantang agar dirinya ditangkap.

“Bapak kalau mau tangkap saya, tangkap Pak! Saya gak kriminal. Saya gak bawa narkoba di sini, tangkap saya, penjara saya!,” ujarnya dalam video itu.

Ia kemudian melanjutkan dengan ucapan menohok dan membandingkan kehidupannya dengan polisi yang mendapat gaji bulanan, sementara dirinya tidak.

“Saya cuma mikirin anak-anak saya makan! Buat bayar sekolah! Bapak berseragam dapat gajian, saya gak punya apa-apa!,” bentaknya emosional.

Spontan saja unggahan video tersebut dibanjiri komentar oleh para netizen yang tampak turut prihatin kepada pemikik warkop.***

1.000 Pengusaha UMKM Kota Bogor Divaksin

BOGORDAILY Ini baru solusi. Sebanyak 1.000 pengusaha UMKM Kota Bogor, Senin 12 Juli 2021, mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Vaksinasi diinisiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bogor bersama Polresta Bogor.

Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq R menjelaskan, cukup senang dapat membantu pemerintah dalam mendukung program 2 juta vaksinasi untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

“Program vaksinasi yang saat ini dilakukan adalah upaya dari Kadin untuk berkontribusi kepada bangsa pada umumnya, dan khususnya untuk Kota Bogor ini. Ada 1.000 pelaku UMKM,” jelas Almer, Senin 12 Juli 2021.

Almer menilai, percepatan vaksinasi Covid-19 tentu sangat krusial, terutama di tengah lonjakan kasus belakangan ini. Kadin terus memaksimalkan membantu pemerintah dengan berbagai program untuk menekan Covid-19 di Kota Bogor.

“Melalui vaksinasi ini, diharapkan sektor UMKM serta pelaku usaha perdagangan bisa berangsur pulih dan perekonomian masyarakat pun bangkit. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Kadin maupun para asosiasi yang mendukung kegiatan ini,” pungkas dia.

Di sela kegiatan, dilakukan juga pemberian bunga untuk tenaga kesehatan sebagai apresiasi, apa yang sudah dilakukan mereka dengan cara berjuang keras selama pandemi ini.

Sementara, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal yang dilakukan bersama Kadin ini merupakan upaya maksimal dalam menekan Covid-19.***

“Kami melaksanakan kegiatan vaksinasi bersama Kadin, tentunya para penggerak ekonomi harus divaksin, karena berpotensi dalam penyebaran Covid-19. Kami juga apresiasi semangat dari warga untuk ikut vaksinasi ini,” pungkas Susatyo. ***

Danrem 061/Sk Pantau Pelaksanaan PPKM Darurat di Stasiun KRL Commuter Line Bogor

Bogordaily.net – Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M., meninjau pengecekan Stasiun KRL Commuter Line Bogor Jl.Nyiraja Permas Kelurahan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis 12 Juli 2021.

Peninjauan dilakukan untuk meninjau pelaksanaan pemberlakuan instruksi Mendagri nomor 18 tahun 2021 tentang perubahan kedua instruksi Mendagri no.15 th 2021 yaitu tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19 diwilayah Jawa Barat dan Bali, dan juga Instruksi Kementerian Perhubungan Nomor 49 dan 50 terkait penggunaan transportasi KRL untuk para pekerja sektor Esensial dan Critical.

Selain Danrem 061/SK tampak hadir melakukan pengecekan Wakil Walikota Bogor, Kepala Pusat Stasiun KAI, Kasiops Rem, Kasintel, Dandim 0606/Kota Bogor, Danramil Bogor Tengah, Kapolsek, perwakilan dari CTC, Kepala Stasiun Kota Bogor serta Kadishub.

“Sesuai instruksi Mendagri dan Kemenhub, pada hari ini mulai dilaksanakan pemberlakuan pembatasan penggunaan transportasi massa, yang hanya diberlakukan bagi calon penumpang yang bekerja disektor esensial dan critical.” Ujar Danrem.

Akibat pemberlakuan aturan tersebut, kata Achmad Fauzi, sepertiga warga yang ingin menggunakan jasa transportasi KAI terpaksa harus kembali. Hal itu disebabkan calon penumpang tidak dapat menunjukan persyaratan untuk menumpang KAI, berupa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

“Kami juga memberikan kesempatan kepada warga yang membawa STRP namun hanya dalam bentuk PDF saja untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan menggunakan KAI. Akan tetapi mulai besok harus surat keterangan harus sudah dicetak atau tanda tangan basah.” tegas Achmad Fauzi.

Hari ini, lanjut Achmad Fauzi, pihaknya masih memberikan keringanan bagi warga yang surat keterangannya hanya dalam bentuk PDF.

“Pemberlakuan ini tentunya untuk menekan angka penyebaran wabah Corona Virus Desease 19.” Tambahnya.

Pada kesempatan itu Achmad Fauzi, menjelakan di wilayah Bogor terdapat 47 titik lokasi penyekatan arus lalulintas.

“Alhamdulillah mobilitas warga Bogor dapat dikurangi hingga 78%.” Terangnya.***

Lakukan Pelayanan IGD Buka Tutup, RSUD Cibinong Tak Layani Pasien Umum

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong yang penuh akhirnya memberlakukan buka tutup pelayanan untuk pasien Covid-190, karena terus bertambahnya pasien yang dirawat di rumah sakit itu.

Sementara untuk pasien bukan Covid-19 tidak bisa dilayani akibat IGD yang saat ini dipenuhi pasien corona, baik dari Bogor maupun luar Bogor.

Menanggapi hal itu Direktur Utama RSUD Cibinong Wahyu Eko Widharso mengatakan, saat ini RSUD Cibinong hanya melakukan pelayanan IGD untuk pasien Covid-19 dengan sistem buka tutup.

Pasalnya, saat ini RSUD Cibinong sudah menampung hampir 410 Pasien Covid-19 di Kamar perawatan RSUD Cibinong.

“Bahkan kita juga akan menambah beberapa puluh lagi tempat tidur Sekitar 30 tempat tidur agar bisa menampung, karena saat ini sudah 400 lebih pasien Covid yang ada di ruangan, belum lagi di tenda darurat,”katanya saat dikonfirmasi, Senin 12 Juli 2021.

Lanjut Wahyu sistim buka tutup itu nantinya diberlakukan melihat dari pasien Covid yang ada di tenda darurat. Jika memang pasien masih menumpuk atau banyak di tenda darurat yang telah dirikan, maka pelayanan IGD tidak akan dibuka terlebih dahulu.

“Jadi dibuka itu nunggu pasien Covid-19 di tenda darurat berkurang. Baru pelayanan IGD akan dibuka dan itu juga bukan untuk pasien umum atau non ccovid,”kata dia.

Pelayanan IGD yang diberlakukan dengan sistim buka tutup juga kata Wahyu untuk meminimalisir tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19.

“Karena saat ini apalagi nakes di RSUD Cibinong banyak terpapar, buka tutup juga sebagai upaya untuk meminimalisir nakes terpapar,”katanya

Wahyu lebih lanjut mengatakan masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 saat ini cukup memperhatikan.

“Lonjakan dari penyebaran sebelum cukup drastis awal Januari itu sekitar 200 tapi saat ini hampir 400 tempat tidur selalu penuh, jadi masyarakat agar selalu menerapkan Prokes yang ketat,”pungkasnya.***