Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7216

Ciri-Ciri Terpapar Covid-19 yang Belum Semua Orang Paham

Bogordaily.net – Meningkatnya kasus Covid-19, membuat semua orang perlu memahami sejumlah ciri-ciri seseorang terindikasi terpapar virus corona.

Di antaranya dapat mengalami kehilangan kemampuan dari indera pengecap dan penciuman, nyeri otot, menyerang sistem pencernaan, hingga masalah kulit.

Berikut paparan para ahli virus yang membuat Anda lebih mudah memahami ciri-ciri terkena corona yang mungkin belum pernah dikenali.

Dilansir dari News Week, ada 48 pasien terinfeksi Covid-19 ini hanya memiliki gejala pencernaan seperti diare.

Sedangkan 69 pasien terpapar lainnya menunjukkan gangguan pencernaan dan pernapasan, sementara 89 lainnya hanya gangguan pernapasan.

Sementara diare muncul dalam 10 hari pertama setelah gejala pernapasan. Diare berlangsung antara satu hingga 14 hari.

Sebesar 52,2 persen pasien mengatakan tinja mereka berair. Sedangkan 73,1 persen pasien lainnya mengalami diare dan demam secara bersamaan.

Diare bisa menjadi gejala pertama seseorang yang terpapar virus corona Covid-19. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Gastroenterology mengatakan gejala diare dialami oleh beberapa pasien Covid-19.

Sementara itu, Profesor Megan Coffee dari Universitas New York yang merupakan pemimpin penelitian mengatakan bahwa mereka menemukan hubungan antara nyeri otot dan kasus covid-19 selama analisis terhadap 53 pasien di Wenzhou, China.

Biasanya Profesor Megan Coffee akan bertanya kepada pasien tentang gejala sesak napas sebelum mengulik gejala lain.

“Harapan kami adalah untuk membantu dokter pada tahap pertama untuk dapat mengidentifikasi siapa yang mungkin sakit karena banyak kasus ringan,” ujarnya, seperti dikutip dari Business Insider.

Dalam laporan Le Figaro juga diterangkan bahwa manifestasi kulit termasuk pseudo-frostbite, gatal-gatal dan kulit kemerahan yang persisten dikaitkan dengan virus corona.

Munculnya kulit kemerahan yang tiba-tiba itu bisa terasa menyakitkan dan dokter kulit melihat munculnya lesi akibat urtikaria sementara.

Penelitian ini dilakukan secara virtual oleh Organisasi French National Union of Dermatologists-Venereologist (SNDV) yang mengorganisir kelompok diskusi WhatsApp, terdiri lebih dari 400 profesional yang bekerja di sektor swasta untuk sistem perawatan kesehatan publik di Prancis.

Mereka menyoroti lesi kulit yang mungkin tidak terkait dengan tanda-tanda COVID-19 khas lainnya, seperti masalah pernapasan.

“Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV menunjukkan bahwa manifestasi ini dapat dikaitkan dengan COVID-19,” kata SNDV.

“Kami memperingatkan masyarakat dan profesi medis untuk mendeteksi pasien yang berpotensi menularkan virus ini secepat mungkin,” lanjutnya.

Selanjutnya, Lifepal menyebutkan bahwa pasien corona tak hanya mengalami batuk kering saja. Namun sekitar 33,4% pasien positif corona merasakan adanya dahak yang mengganggu di tenggorokan.

Meski jumlah pasien yang menunjukkan gejala ini lebih rendah dibanding batuk kering, harus tetap waspada bila mengalami batuk berdahak diiringi demam terus-menerus.

Pada awal kemunculannya, gejala virus corona dilihat mirip dengan penyakit flu biasa dan selesma. Bukan tanpa alasan, sekilas gejala yang ditunjukkan memang memiliki kemiripan.

Namun seiring berjalannya waktu, gejala-gejala yang ditunjukkan para pasien positif corona mulai bervariasi, termasuk kelelahan. Persentase gejala ini cukup tinggi yakni sekira 38,1%.

Diungkapkan Spesialis Mata dari RS Mata JEC Jakarta, Ferdiriva Hamzah bahwa pasien positif corona juga kerap mengalami mata merah dan berair.

Dia pun meminta kepada rekan-rekan medis yang mendapatkan kasus pasien mata merah dan berair harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Teman sejawat yang kedatangan pasien mata merah, memeriksa mata pasien pake APB lengkap berikut handschoen, goggles jika ada. Mata merah, bengkak, berair cukup sering ditemukan pada pasien yang terkena Covid-19,” katanya, beberapa waktu lalu.

Kabarnya pasien corona Covid-19 juga mengalami gangguan indra penciuman. Mereka sulit mencium bau apapun di sekelilingnya.

Tak hanya itu, pasien positif corona Covid-19 lidahnya mati rasa, sehingga makan atau minum pun jadi tak enak.

Bila mengalami gejala seperti ini dan disertai ciri-ciri corona yang lainnya segera saja ke dokter.***

Potret Suami Ideal dalam Rumah Tangga

Bogordaily.net – Ustadz Abdullah Taslim dalam artikelnya di muslimah, merangkum dan juga menjelaskan potret suami ideal dalam rumah tangga.

Penting bagi suami, agar bisa belajar menjadi imam yang lebih baik bagi istri dan keturunan-keturunannya.

Sosok kepala rumah tangga ideal yang sejati, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku”. (HR at-Tirmidzi (no. 3895) dan Ibnu Hibban (no. 4177), dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani.)

Karena kalau bukan kepada anggota keluarganya seseorang berbuat baik, maka kepada siapa lagi dia akan berbuat baik.

Bukankah mereka yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang dari suami dan bapak mereka karena kelemahan dan ketergantungan mereka kepadanya.

Kalau bukan kepada orang-orang yang terdekat dan dicintainya. Seorang kepala rumah tangga bersabar menghadapi perlakuan buruk, maka kepada siapa lagi dia bersabar.

Imam al-Munawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat argumentasi yang menunjukkan (wajibnya) bergaul dengan baik terhadap istri dan anak-anak, terlebih lagi anak-anak perempuan, (dengan) bersabar menghadapi perlakuan buruk, akhlak kurang sopan dan kelemahan akal mereka, serta (berusaha selalu) menyayangi mereka”.

Beberapa Sifat Kepala Rumah Tangga Ideal

1. Shalih dan Taat Beribadah

Keshalehan dan ketakwaan seorang hamba adalah ukuran kemuliaannya di sisi Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS al-Hujuraat: 13).

Seorang kepala rumah tangga yang selalu taat kepada Allah Ta’ala akan dimudahkan segala urusannya, baik yang berhubungan dengan dirinya sendiri maupun yang berhubungan dengan anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq:2-3).

Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaaq:4).

Artinya: Allah Ta’ala akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).

2. Bertanggung Jawab Memberi Nafkah Untuk Keluarga

Menafkahi keluarga dengan benar adalah salah satu kewajiban utama seorang kepala keluarga dan dengan inilah di antaranya dia disebut pemimpin bagi anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (QS al-Baqarah: 233).

Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya tentang hak seorang istri atas suaminya, beliau bersabda:

Hendaknya dia memberi (nafkah untuk) makanan bagi istrinya sebagaimana yang dimakannya, memberi (nafkah untuk) pakaian baginya sebagaimana yang dipakainya, tidak memukul wajahnya, tidak mendokan keburukan baginya (mencelanya), dan tidak memboikotnya kecuali di dalam rumah (saja)”. (HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.)

Tentu saja maksud pemberian nafkah di sini adalah yang mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kurang. Karena termasuk sifat hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa adalah mereka selalu mengatur pengeluaran harta mereka agar tidak terlalu boros adan tidak juga kikir. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67).

Artinya: mereka tidak mubazir (berlebihan) dalam membelanjakan harta sehingga melebihi kebutuhan, dan (bersamaan dengan itu) mereka juga tidak kikir terhadap keluarga mereka sehingga kurang dalam (menunaikan) hak-hak mereka dan tidak mencukupi (keperluan) mereka, tetapi mereka (bersikap) adil (seimbang) dan moderat (dalam pengeluaran), dan sebaik-baik perkara adalah yang moderat (pertengahan).

Ini semua mereka lakukan bukan karena cinta yang berlebihan kepada harta, tapi kerena mereka takut akan pertanggungjawaban harta tersebut di hadapan Allah Ta’ala di hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946) karena banyak jalurnya yang saling menguatkan.

3. Memperhatikan Pendidikan Agama Bagi Keluarga

Ini adalah kewajiban utama seorang kepala rumah tangga terhadap anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri dan keluargamu”. (Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam “Al-Mustadrak” (2/535), dishahihkan oleh al-Hakim sendiri dan disepakati oleh adz-Dzahabi.)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya”.

Dalam sebuah hadits shahih, ketika shahabat yang mulia, Malik bin al-Huwairits radhiallahu’anhu dan kaumnya mengunjungi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam selama dua puluh hari untuk mempelajari al-Qur-an dan sunnah beliau, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada mereka: “Pulanglah kepada keluargamu, tinggallah bersama mereka dan ajarkanlah (petunjuk Allah Ta’ala) kepada mereka”. (HSR al-Bukhari no. 602).

4. Pembimbing dan Motivator

Seorang kepala keluarga adalah pemimpin dalam rumah tangganya, ini berarti dialah yang bertanggung jawab atas semua kebaikan dan keburukan dalam rumah tangganya dan dialah yang punya kekuasaan, dengan izin Allah Ta’ala, untuk membimbing dan memotivasi anggota keluarganya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya…seorang suami adalah pemimpin (keluarganya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang mereka”. (<span;>HSR al-Bukhari (no. 2278) dan Muslim (no. 1829).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mencontohkan sebaik-baik teladan sebagai pembimbing dan motivator. Dalam banyak hadits yang shahih, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam selalu memberikan bimbingan yang baik kepada orang-orang yang berbuat salah, sampaipun kepada anak yang masih kecil.

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melihat seorang anak kecil yang berlaku kurang sopan ketika makan, maka beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menegur dan membimbing anak tersebut, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (ketika hendak makan), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah (makanan) yang ada di depanmu”.

5. Bersikap Baik Dan Sabar Dalam Menghadapi Perlakuan Buruk Anggota Keluarganya

Seorang pemimpin keluarga yang bijak tentu mampu memaklumi kekurangan dan kelemahan yang ada pada anggota keluarganya, kemudian bersabar dalam menghadapi dan meluruskannya.

Ini termasuk pergaulan baik terhadap keluarga yang diperintahkan dalam firman Allah Ta’ala:

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS an-Nisaa’: 19).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bemgkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita”. (HSR al-Bukhari (no. 3153) dan Muslim (no. 1468).

Seorang istri bagaimanapun baik sifat asalnya, tetap saja dia adalah seorang perempuan yang lemah dan asalnya susah untuk diluruskan, karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, ditambah lagi dengan kekurangan pada akalnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan (hidup)nya”.

6. Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak Dan Istrinya

Termasuk sifat hamba-hamba Allah Ta’ala yang beriman adalah selalu mendoakan kebaikan bagi dirinya dan anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).

Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjelaskan tentang kewajiban seorang suami terhadap istrinya, diantaranya:…Dan tidak mendokan keburukan baginya”. (HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.***

Pembatasan Jam Operasional Pelayanan Kantor Kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal

0

Bogordaily.net – Pembatasan jam operasional kantor kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal saat PPKM Darurat, yang resmi digulirkan oleh pemerintah pusat sejak hari ini, Sabtu 3 Juli 2021 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Berdasarkan instruksi Wali Kota Bogor Nomor 440 /3286 – Huk HAM tentang penguatan pengendalian penyebaran Covid 19 melalui protokol pembatasan kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, maka pelayanan kantor Kecamatan Tanah Sareal dan kantor Kelurahan di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dibatasi jam operasionalnya.

“Pelayanan kantor start pukul 8 pagi sampai pukul 12 siang saja. Kebijakan ini bertujuan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Sahib Khan, S.STP, MPA Camat Tanah Sareal.

Pembatasan jam operasional ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti mengecek suhu badan dengan termo gun, diwajibkan cuci tangan sebelum mendapatkan pelayanan, dan lmemakai masker berlapis.

Lalu menjaga jarak atau sosial distancing serta petugas pelayanan berupaya melakukan pelayanan dengan cepat, agar tidak terjadi antrian atau penumpukan orang di ruang pelayanan.

“Tentu evaluasi akan terus dilakukan dengan berkoordinasi kepada Satgas Covid 19 Kota Bogor. Semoga pelayanan dapat berjalan secara maksimal walau jamnya terbatas,” ungkap Sahib Khan.

Untuk informasi dan keterangan lebih jelas tentang pelayanan di kantor Kecamatan Tanah Sareal, warga bisa menghubungi langsung nomor telepon kantor kecamatan di 0251-832-8547.

Bisa juga dengan mendirect massage melalui Instagram pribadi @Sahibkhan99 ataupun ke Instagram Kecamatan Tanah Sareal.

“Ayo disiplin terapkan protokol kesehatan, Tanah Sareal Perangi Covid 19. Kita pasti bisa,” tutup Camat Tanah Sareal.Adv

Hindari PPKM Darurat, Sejumlah Warga Nekat Berwisata Lewat Jalur Tikus

0

Bogordaily.net – Hari pertama penerapan pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Bogor rupanya tidak menyurutkan animo masyarakat, untuk berwisata lewat jalur tikus di wilayah Kecamatan Pamijahan.

Salah satu wisatawan asal Tanggerang Raka (24) mengatakan bahwa, dirinya bersama temannya berwisata lewat jalur tikus ke wilayah Gunung Bunder.

“Lewatnya jalur kampung, bukan lewat jalur gede (Jalur utama), karena kalau berwisata lewat jalur utama pasti ada penyekatan, kita ngikutin MAP karena MAP nya lewat jalur situ (Jalur Tikus) buka jalur utama,” kata Raka pada Sabtu 3 Juli 2021.

Ditempat yang sama, wisatawan asal Jakarta, Ani Larasati (26) mengaku, sebelum dirinya mengunjungi salah satu objek wisata curug di wilayah Pamijahan, dirinya mencari informasi di sosial media tentang objek wisata yang masih buka.

“Main ke curug, karena di objek wisata nya gak di tutup, tahu sih ada aturan PPKM Darurat, tetapi cari-cari info di facebook bahwa kalau di tempat wisata disini buka,” akunya.

Sementara menurut keterangan salah satu Petugas Resort Salak II Yosi Irawan menyampaikan, kaitan dengan PPKM Darurat, pihaknya juga mengeluarkan sura edaran berkaitan dengan penutupan kawasan wisata di sekitaran Gunung Bunder, menurut dia seluruh kawasan wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) itu semuanya ditutup.

Wisatawan dari luar Kabupaten Bogor yang berada di beberapa kawasan wisata menurut Yosi Irawan, memang ada wisatawan yang masuk dari kemarin sore dan kemungkinan masih berada didalam kawasan wisata.

“Pagi kita jaga disini semuanya (wisatawan) kita kembalikan lagi, apalagi kendaraan yang berplat B karena sudah mulai PPKM darurat tersebut,” ucapnya.

Masih adanya beberapa tempat wisata yang masih buka, menurut Yosi Irawan mengatakan, kemungkinan pengelola wisata tersebut belum mengetahui peraturan tentang PPKM Darurat tersebut.

“Jadi sakarang ada beberapa Patroli kita bekerjasama dengab Babinsa, Babinkamtibmas untuk hari pertama melakukan imbauan dan mengedarkan surat edaran tapi mudah-mudahan di hari berikutnya tidak ada lagi (Pelanggar),” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah diberlakukan di wilayah Kabupaten Bogor mulai hari ini, Sabtu, 3 Juli 2021.

Menurut ketentuan baru yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait PPKM Darurat tersebut, tempat wisata umum diharuskan untuk tutup sementara, dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021.

Ketentuan penutupan tempat wisata tersebut tecantum dalam SK PPKM Darurat Pemkab Bogor pada poin, yakni fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup untuk sementara.***

Pastikan Tidak Melanggar PPKM Darurat, Ade Yasin Monitoring Kawasan Wisata Puncak

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Ade Yasin melakukan monitoring ke sejumlah tempat wisata di wilayah selatan seperti Masjid Atta’awun Puncak, Taman Safari, Rumah Makan Alam Sunda, Cimory Riverside, penyekatan Simpang Gadog, Warung pinggir jurang, Sukaraja dan penyekatan Bukit Pelangi, Sabtu 3 Juli 2021.

Itu dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat, yang berlaku mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021 serta mengantisipasi adanya kerumunan.

Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, peninjauan dan monitoring ke sejumlah tempat wisata di wilayah Selatan Kabupaten Bogor, dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat yang berlaku mulai 3-20 Juli 2021.

Serta mengantisipasi adanya kerumunan, karena PPKM Darurat aturan dari pusat yang harus diimplementasikan dan tidak bisa ditawar-tawar.

“Dari hasil kita mulai apel pukul 07.00 WIB dan monitoring keliling ke beberapa tempat mulai dari Masjid Atta’awun, Taman Safari, Cimory, Pos Gadog untuk memantau penyekatan. Alhamdulilah cukup patuh para pemilik usaha sudah paham bahwa mulai tanggal 3-20 Juli semuanya tidak boleh beroperasi. Aktivitas masyarakat juga tampak sepi, sepertinya masyarakat sudah mulai tahu bahwa kita memberlakukan PPKM Darurat, karena kita juga gencar lakukan sosialisasi di media massa, media online dan media sosial,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade Yasin menegaskan, dirinya akan memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku usaha wisata maupun restoran, yang melanggar protokol kesehatan dan mencoba beroperasi di tengah pemberlakuan PPKM Darurat ini.

Sanksi sudah cukup jelas yaitu UU kesehatan dan denda, sanksi itu akan ia terapkan jika ada pengusaha yang tidak kooperatif.

“Rumah makan hanya melayani take away, mereka sudah paham semuanya. Termasuk pelanggaran prokes kita akan berikan sanksi, tadi juga kami sempat tutup satu tempat usaha karena tetap buka di tengah pemberlakuan PPKM Darurat ini,” katanya.

“Kita langsung mengeksekusi untuk menutup tempat tersebut. Insyaallah dengan kepatuhan dan kesadaran masyarakat melalui PPKM Darurat ini pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor bisa ditekan,” tambahnya.

Lebih lanjut Ade Yasin menjelaskan, agar PPKM Darurat bisa sukses dilaksanakan, pengawasan dilakukan di tiga ring yakni pengawasan di Kota termasuk penyekatan, kedua ring tempat kepariwisataan, ketiga penyekatan di perbatasan.

“Penyekatan kami perlakukan seperti larangan mudik lebaran kemarin, jadi ada 9 titik penyekatan supaya tidak ada kunjungan wisata yang masuk ke Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Dirinya juga menghimbau, kepada para pengelola hotel untuk waspada mengantisipasi, dikhawatirkan adanya orang yang sengaja datang ke hotel untuk isolasi mandiri karena positif Covid-19.

Karena di tengah pemberlakukan PPKM Darurat ini hotel tetap diperbolehkan buka, dengan kapasitas pengunjung 50 persen dengan prokes yang ketat.

“Saya himbau juga, kalau ada tamu hotel yang berkunjung lebih dari 3-7 sebaiknya terlebih dahulu di PCR supaya semuanya aman,” pungkasnya.***

Dinkes DKI Akan Lacak Petugas Cium Pria saat Swab Test

0

Bogordaily.net – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan akan melacak petugas yang mencium pria yang sedang melakukan swab test.

“Dinkes DKI akan melacak video yang viral itu,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, saat dimintai tanggapan atas video itu.

Lanjutnya, belum jelas betul apakah pria berseragam Pemprov DKI itu adalah betul-betul petugas dari Pemprov DKI atau bukan.

“Dinas Kesehatan DKI akan melacak video yang viral itu,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, saat dimintai tanggapan atas video itu.

Dwi memastikan perilaku pengetesan seperti itu berisiko menularkan virus Corona. Seharusnya, pengambilan spesimen lewat swab test memperhatikan kelengkapan APD.

“Maka orang yang mengambil spesimen ya harus benar, harus proper. Tidak boleh bercanda,” kata Dwi.

Dia menyampaikan imbauan agar semua warga Jakarta waspada terhadap virus Corona. Ada varian Delta yang lebih mudah menular. Bila warga mengalami gejala sakit, maka warga perlu segera test.

“Pada saat gejala sakit, maka lakukanlah pemeriksaan swab. Banyak orang yang menunda-nunda, tahu-tahu dia sudah menularkan ke anggota keluarga. Padahal varian Delta yang ada saat ini lebih mudah menular,” kata Dwi.

Sebelumnya, viral sebuah video menunjukkan pria berseragam Pemprov DKI Jakarta hendak melakukan swab test kepada pria berkaus cokelat. Tiba-tiba, petugas swab test yang bermasker dobel itu mencium pria yang sedang dilayaninya.

Awalnya, video berdurasi 7 detik memperlihatkan pria yang hendak dites sedang bersiap untuk menerima colokan alat swab test pada Sabtu 3 Juli 2021.

Pria berkaus cokelat itu menurunkan maskernya, sedikit mendongakkan kepala, namun terlihat menutup mata.

Petugas pria yang berseragam putih berlambang Pemprov DKI Jakarta di lengah kirinya kemudian berkata ke orang yang akan ditesnya itu.

“Jangan sedih,” ucapnya.

Tidak lama, petugas tersebut mencium pria yang sedang di swab test.

“Cup,” demikian bunyi kecupan petugas swab test ke pria yang hendak dia tes.

Terlihat kaget, pria tersebut megucapkan kata kasar dan memundurkan badan.

“B***! Lu becanda mulu ah!,” kata pria yang dites karena kaget dengan kecupan petugas pria itu.

Terdengar orang-orang di sekitarnya tertawa, dan terlihat pria di berkaus hitam terlihat tertawa, dengan maskernya yang turun membuka bagian mulut dan lubang hidung.

Sejauh ini, belum jelas betul apakah pria berseragam Pemprov DKI itu adalah betul-betul petugas dari Pemprov DKI atau bukan.***

Pemdes Cibanteng Ciampea Apresiasi Program Samisade

Bogordaily.net – Pemerintah Cibanteng Kecamatan Ciampea mengapresiasi program Samisade oleh Bupati Bogor dalam membantu mempercepat infrastruktur di pedesaan.

Hal ini dilakukan, karena program samisade memberikan aura positif di masyarakat, sebagai indikator peningkatan ekonomi masyarakat pada Sabtu 3 Juli 2021.

Begitupun Sopian warga RT 05/RW 07 Babakan Panday menegaskan, program samisade sangat diperlukan dikalangan masyarakat jika jalan bagus jembatan penyambung diperbaiki, otomatis aktifitas masyarakat pulih untuk pentingkatan ekonomi.

Warso S.sos.MM selaku Kepala Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea sangat mengapresiasi program samisade dari Bupati Bogor.

“Kami pihak desa akan merealisasikan dengan juklak-juklis sesuai aturan yang sudah diatur dalam Perbub No.83 Tahun 2020, tentang pedoman bantuan keuangan infrastruktur desa yang dianggarkan dari APBD,” ucapnya.

Warso S.sos.MM selaku Kepala Desa Cibanteng mengatakan, program ini bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga program ini terus berkelanjutan sehingga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Rencana anggaran bantuan Samisade untuk Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea akan direalisasikan ke pembangunan jalan desa.

“Untuk saat ini masih menunggu mudah-mudahan cepat terealisasi,” katanya.

Sambungnya, pembangunan pengecoran jalan desa penghubung Kampung Babakan Panday dengan Kampung Pabuaran Sawah kurang lebih volume 1700 meter x 2,5 meter yang akan direalisasikan.

Semoga program samisade menjadi ikon dan bermanfaat sebagai program percepatan infrasruktrur daerah terhadap desa inipun yang dinilai positif.***

Tips Hemat Air saat Wudhu Ala Tirta Pakuan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Tahukah Nabi Muhammad SAW sempat menegur seorang sahabat bernama Sa’ad yang dianggap menggunakan air berlebihan saat wudhu? Prinsip secukupnya tetap harus diterapkan meski sedang wudhu di sungai yang banyak airnya.

Bagi muslim, prinsip secukupnya memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut langkah-langkah cermat menghemat air saat kita berwudhu.

1. Pasang target hanya menggunakan satu liter air saat wudhu, atau lebih baik hanya 625 ml sesuai ajaran Nabi.

2. Saat menggunakan kran, sebaiknya jangan dibuka penuh sehingga air yang keluar hanya sedikit. Membuka keran seperlunya dengan aliran yang tidak terlalu deras menekan risiko air terbuang.

3. Jika memungkinkan, matikan air pada setiap step dalam berwudhu. Air bisa ditampung dalam telapak tangan yang kemudian digunakan saat wudhu.

4. Mug atau botol kecil dengan volume 0,5 liter juga bisa digunakan untuk menampung air saat wudhu. Cara ini bisa menjadi alternatif usaha menghemat air ketika wudhu.Adv

Rakor PPKM Darurat, Sekda: Pemkot Kembali Refocusing Anggaran

0

Bogordaily.net – Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kabag Prokompim Setdakot Bogor, Rudiyana dan perwakilan Kejari Kota Bogor, mengikuti Rakor rencana penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali yang dipimpin Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara daring, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis 1 Juli 2021.

Dalam rakor tersebut, selain mendengarkan arahan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga dipaparkan secara detail terkait implementasi PPKM Darurat Jawa Barat, yang akan dilaksanakan mulai 3 hingga 20 Juli 2021, oleh Sekda Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja.

Sekda Jawa Barat menjelaskan, dari 27 daerah di Provinsi Jawa Barat, dibagi menjadi 2 asesmen, yaitu asesmen 3 yang terdiri dari 14 yakni Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Subang, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Garut, Cirebon, Cianjur, Ciamis, Kabupaten Bogor, Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung.

Sementara asesmen 4 terdiri dari 12 daerah, yaitu Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, Karawang, dan Kota Bogor.

“Level asesmen ini dikeluarkan berdasarkan atas dua indikator besar yakni indikator laju penularan dan indikator kapasitas respon. Untuk pengelolaannya, baik level 3 atau 4 sama. Kurang lebih ada 14 sektor yang diatur,” kata Setiawan secara daring.

Setiawan menerangkan, dalam implementasi PPKM Darurat untuk perkantoran 100 persen Work From Home (WFH), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semuanya dilakukan secara daring.

Untuk sektor esensial yang terdiri dari keuangan, perbankan, sistem pembayaran, perhotelan non karantina dan komunikasi, dibuka maksimum 50 persen.

Sedangkan sektor critical yang terdiri dari energi, kesehatan, keamanan, logistik, petrochemical, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, listrik dan air, dibuka maksimum 100 persen.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan yang menjual kebutuhan sehari-hari kapasitas maksimum 50 persen dan beroperasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.***

DEMA PTKIN Mengajak Masyarakat Fokus Pencegahan Covid-19

0

Bogordaily.net – Meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini sangat memprihatinkan sampai pada kebijakan PPKM Darurat, Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (DEMA PTKIN) se-Indonesia, mengajak masyarakat untuk fokus pencegahan Covid-19.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN Onky Fachrur Rozie meminta semua unsur masyarakat dan mahasiswa, agar fokus pada penanggulangan Covid-19 karena pandemi ini adalah tergantung perhatian kita bersama.

“Penanggulangan pandemi ini butuh perhatian kita bersama, kita tentu tidak ingin kasus Covid-19 terus meningkat tajam,” ujar Onky.

Ia juga menyerukan agar masyarakat dan mahasiswa menghindari provokasi di dunia nyata dan media sosial, agar semuanya fokus pada pada penanggulangan pandemi dan tidak memperkeruh keadaan.

“Kita semua harus fokus, hindari provokasi dan kerumunan agar pandemi ini segera usai dan kita bisa beraktivitas normal kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia, Ahmad Rifaldi meminta semua masyarakat fokus pada implementasi kebijakan PPKM Darurat yang dibuat pemerintah untuk menekan angka Covid-19.

“Mahasiswa dan semua unsur harus bijak menangkap kebijakan PPKM Darurat agar Indonesia segera keluar dari zona pandemi,” kata Sekretaris Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia, Ahmad Rifaldi.

Ahmad Rifaldi juga menyoroti situasi sosial media akhir-akhir ini yang penuh akan propaganda dan provokasi.

“Sebagai mahasiswa sudah semestinya bijak dalam bersosial media dewasa ini, media sudah seharusnya digunakan dengan bijak, bukan hanya untuk propaganda dan narasi narasi provokatif yang dapat menghambat usaha penaggulangan Covid-19” ucapnya.

Ditanya perihal ajakan dan berita hoax terkait agenda mahasiswa akan temui Presiden di istana, Onky Fachrur Rozie membantah dan menegaskan bahwa pihaknya akan menahan diri dan tetap Fokus pada penanggulangan Covid 19, untuk kepentingan bersama membangun Herd Immunity dan membangun edukasi positif agar Indonesia diakhir tahun 2021 relatif aman dari ancaman Covid-19.

“Kedepan kita akan tetap fokus pada kepentingan bersama dalam penanggulangan Covid-19 agar diakhir 2021 Indonesia relatif aman dari ancaman kesehatan dan ekonomi,” pungkasnya.***