Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 7301

Setahun Ditunda, Musda KNPI Kota Bogor Akhirnya Digelar

Bogordaily.net – Meski sempat tertunda hampir satu tahun akibat pandemi, Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Bogor ke 15 di akhirnya dihelat di Hall Tenis Korem Surya Kencana, Kamis 6 Mei 2021.

Ketua KNPI Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad, mengungkapkan, di tahun 2017 merupakan dimana tahun KNPI beradaptasi karena merupakan awal pengurusan.

Sedangkan di tahun berikutnya bertepatan dengan pemilihan kepala daerah di wilayah legislatif dan di tahun 2020 alhamdulillah menjadi tahun prestasi dan kolaborasi bagi KNPI.

“Alhamdullilah di tahun 2020, KNPI Kota Bogor bisa berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada di Kota Bogor,” ujarnya.

Bagus mengatakan, di tahun 2021 ini dengan adanya Musyawarah Daerah (Musda) ini bisa menghasilkan pemimpin KNPI Kota Bogor yang bisa membawa KNPI jauh lebih sukses.

Bagus menambahkan, dengan adanya para kandidat yang bersaing dalam kompetisi ini bisa bersaing dengan sehat dan sportif.

“Pemuda harus bisa cepat tanpa mendahului dan tetap tajam tanpa menyakiti” ucapnya.

Pada Musyawarah Daerah (Musda) KNPI ke 15 ini dibuka acaranya oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, bahwa KNPI Kota Bogor ini merupakan KNPI yang sangat aktif di Jawa Barat dan bisa berkolaborasi dengan semua.

” KNPI Kota Bogor ini sangat banyak mendapat penghargaan” katanya.

Bima berharap, dengan kepengurusan KNPI selanjutnya kedepan bisa tetap mengayomi dan tidak hanya fokus kepada kegiatan ceremonial akan tetapi bisa turun dan menjadi solusi di tengah masyarakat.

Lebih dari 400 Kendaran Diputar Balik Personil Gabungan

Bogordaily.net – Tidak kurang dari 400 kendaran diputar balik personil gabungan TNI, Polri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, saat melaksanakan operasi penyekatan perbatasan di Jalan Tol Jagorawi dan Terminal Baranang Siang Kota Bogor.

Dalam operasi tersebut, aparat gabungan memeriksa kendaraan berpulat luar Jabodetabek agar bisa mengantisipasi pemudik yang keluar dan masuk wilayah Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, dalam hari pertama pelaksanaan operasi ketupat Lodaya 2021, kendaran diputar balik personil gabungan lebih dari 400 kendaraan.

“100 diantaranya merupakan kendaraan mobil dan sisanya kendaraan sepeda motor,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kamis 6 Mei 2021.

Kemudian Susatyo menambahkan, pengendara motor dan mobil yang diputar balik itu kedapatan akan mudik dengan melintas dari wilayah Kota Bogor. Sehingga pihaknya langsung memutarbalikan ke tujuan semula untuk tidak masuk ke dalam Kota.

“Kita menjaring pengemudi mobil dan motor dengan plat luar Bogor seperti Sukabumi dan Cianjur, bahkan luar daerah yang akan melintas semua kita putar balikan ke daerah asalnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Edi Tambunan bersama rombongan melakukan pengecekan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Kota Bogor.

Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Edi Tambunan mengungkapkan, operasi kali ini untuk bisa meminimalisir adanya penularan Covid-19 dengan memutus mata rantai penyebaran terutama saat arus mudik lebaran.

“Petugas sudah tersebar di semua titik sekat pembatasan untuk bisa mencegah adanya arus mudik di tahun ini,” ujar Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Edi Tambunan.

Untuk wilayah Polda Jawa Barat hingga berita ini diturunkan sudah melakukan penindakan lebih dari 15.000 kendaraan motor dan mobil yang terpaksa diputar balikan, karena akan melakukan mudik ke berbagai daerah di luar yang sudah diperuntukan.***

Sudah 60 Lebih Hotel dan Restoran di Kabupaten Bogor Raih Sertifikat CHSE

Bogordaily.net – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Mulyadi menyampaikan, terdapat 60 lebih Hotel dan Restoran di Kabupaten Bogor yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability).

Hal tersebut dikatakan Mulyadi pada acara Pancakarsa Sport and Tourism Expo, di Lido Resort, Cigombong, Kamis 6 Mei 2021.

Mulyadi menjelaskan, sektor pariwisata sangat besar terdampaknya oleh pandemi Covid-19

“Maka kami terus melakukan evaluasi dengan menggandeng beberapa unsur, bekerja secara pentahelix,” ujar Mulyadi.

Lanjut Mulyadi, hasilnya ada satu hal yang harus di kejar terlebih dahulu yakni masalah Covid nya dulu. Muncul lah sebuah program sertifikasi CHSE, maka hal tersebut yang di jaga secara berkelanjutan.

“Alhamdulilah kita sudah mendapatkan sertifikasi CHSE untuk 60 lebih hotel dan restoran. Ini adalah wujud kepercayaan yang diberikan karena dianggap memenuhi kriteria. Dengan demikian harapannya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor semakin hari semakin meningkat,” katanya.

Kemudian ia menambahkan, terus berupaya menggeliatkan kembali sektor pariwisata baik hotel, restoran dan objek wisata, yang tadinya terpuruk, bisa bangkit kembali.

Selanjutnya, Mulyadi mengajak, semua unsur untuk bekerja bersama menjaga kepercayaan yang sudah diberikan melalui sertifikat CHSE ini.

“Jika kepercayaan ini bisa kita jaga dan ditingkatkan Insyaallah sektor pariwisata Kabupaten Bogor akan segera pulih dan tentunya akan menyerap kembali tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga berkontribusi dalam menciptakan kebangkitan ekonomi nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Sumber Daya Alam Dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Wisnu Bawa Taruna Jaya mengungkapkan, pandemi telah memberikan dampak buruk untuk berbagai sektor termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana terjadi penurunan aktivitas yang signifikan pada sektor ini.

Beberapa indikator yang menunjukan dampak negatif antara lain, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang menurun drastis. Nilai devisa di sektor pariwisata juga menurun.

Penyerapan tenaga kerja melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga mengalami penurunan.

“Pemerintah melalui Kementrian Parekraf bergerak cepat untuk memulihkan sektor ini, dengan menerapkan konsep adaptasi, kolaborasi, dan inovasi,” ujar Deputi Sumber Daya Alam Dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Wisnu Bawa Taruna Jaya.

Kemudian Wisnu menjelaskan, salah satunya melalui program sertifikasi CHSE yang berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Sertifikat ini, lanjutnya, diberikan kepada sejumlah tempat usaha, diantaranya daya tarik wisata, desa wisata, homestay atau pondok wisata, hotel, restoran atau rumah makan, tempat penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi dan pameran.

Sertifikasi ini melibatkan tim auditor independen terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Saya berharap acara Pancakarsa Sport and Tourism Expo ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka menumbuhkan peran generasi muda dalam membangun pariwisata dan ekonomi kreatif di masa yang akan datang. Khususnya dalam kondisi pemulihan pasca pandemi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar mengatakan, tagline Sport and Tourism itu adalah bagian daripada membranding Kabupaten Bogor.

“Kita punya 12 lapangan golf bertaraf internasional. Kita memiliki 96 setu, kemudian punya 101 curug yang terhitung, dan potensi wisata lainnya. Mengapa pariwisata yang menjadi sektor andalan, karena kalau kita hitung pariwisata menjadi devisa negara terbesar kedua,” katanya.

Target Pemerintah Kabupaten Bogor sekarang bagaimana pariwisata itu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata bisa menekan angka kemiskinan, pariwisata bisa mengurangi pengangguran, dan pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Dalam mewujudkan hal tersebut tidak bisa pemerintah Kabupaten Bogor melakukannya sendirian, perlu ada kolaborasi secara pentahelix dari semua stakeholder pariwisata,” ungkapnya.***

Damas Bogor Kecam Keras Kelompok Sunda Nusantara

0

Bogordaily.net – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Cabang Bogor mengecam keras Kelompok Sunda Nusantara. Keberadan kelompok Sunda Nusantara diangap bentuk krisis indentitas dan meresahkan masyarakat.

Damas angkatan Kujang Halimun, Yulia Nasari mengaku, perbuatan tersebut merupakan salah satu bentuk krisis indentitas orang Sunda, yang membuat Suku Sunda selalu menjadi sasaran empuk bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab.

“Ini miris, krisis identitas budaya sunda akhir-akhir ini sering terjadi, saya mengecam dan memohon kepada jajaran pihak berwajib untuk segera menuntaskan Sunda Nusantara,” ujar Damas angkatan Kujang Halimun, Yulia Nasari, Kamis 6 Mei 2021.

Lanjut Yulia, ketika budaya sunda kembali menjadi olok-olokan dan bahan dalam pembuatan kerajaan yang ngawur, itu merupakan bentuk aliran sesat terhadap budaya yang memiliki unsur pembodohan dan pembohongan publik.

“Ketidakjelasan ini yang berakibat pada krisis identitas budaya sunda nantinya. disamping itu, ini dapat mengganggu ketentraman masyarakat, karena dianggap sudah mencederai nilai luhur warga sunda,” katanya.

Selain itu, Yulia meminta kepada masyarakat atau suku Sunda untuk tetap menggunakan nalar yang sehat dalam menghadapi hal-hal yang tak masuk akal seperti saat ini.

“Saya harap Seluruh masyarakat sunda harus siap menjadi garda terdepan untuk memberantas kemunculan kerajaan Sunda yang ngawur dan tidak sesuai dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ada pada saat ini,” ucapnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk kembali membumikan nilai-nilai kebudayaan yang tidak melenceng dengan tatanan kenegaraan.

“Kemunculan kerajaan-kerajaan Sunda tergabung didalam itu merupakan orang yang tak paham kebudayaan, untuk itu pemerintah harus lebih membumikan kembali nilai-nilai budaya, sehingga menambah literasi masyarakat terhadap budaya sunda agar masyarakat pun tidak salah kaprah dan ikut-ikutan terpengaruh,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video oknum yang mengatasnamakan Sunda Nusantara. Kehebohan ini bermula saat Petugas Patroli Jalan Raya dari Ditlantas Polda Metro Jaya menghentikan sebuah mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Tol Dalam Kota di kawasan Cawang, Rabu lalu.

Pasalnya, mobil tersebut tidak menggunakan plat nomor polisi yang sah, tapi Mobil itu memakai plat berlatar biru dengan nomor SN-45-RSD. Pemilik mobil yang diketahui bernama Rusdi Karepesina saat penilangan ia menunjukkan SIM dan STNK yang dikeluarkan Kekaisaran Sunda Nusantara.
Ia merasa tak bersalah dan surat-surat tersebut dianggap sah.***

Dedie dan Istri Menteri Investasi Resmikan Rumah Tahfidz Hanida

Bogordaily.net – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengentaskan angka buta huruf Al – Qur’an terus mendapat dukungan. Kali ini, dukungan datang dari istri Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, Sri Suparni Bahlil.

Lewat Hanida Foundation, Sri Bahlil secara resmi membuka rumah tahfidz Hanida di area RW 08, Kelurahan Kedung Halang, Rabu 5 Mei 2021.

Pembukaan rumah tahfidz yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim diharapkan menjadi sarana baru untuk meningkatkan kualitas warga Kota Bogor. Terutama didalam pengetahuan keagamaan, khususnya membaca Al – Quran.

Istri Menteri
“Launching rumah tahfidz ini mudah – mudahan lebih memberikan penguatan kepada anak – anak kita, terutama tentang etika dan moral dalam agama Islam. Apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Dedie.

Selain itu, rumah tahfidz Hanida juga bisa menjadi wadah anak – anak di Kota Bogor untuk meningkatkan akhlak dan cita – cita yang tinggi.

Sehingga niat Kota Bogor untuk menjadi kota yang beriman bisa terwujud.

“Jadi terima kasih yang sedalam dalamnya, penghargaan yang setinggi – tingginya. Mudah – mudahan apa yang diniatkan dapat terwujud dan kita semua diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” tambah Dedie.

Istri Menteri

Ditempat yang sama, Sri Suparni Bahlil yang merupakan istri dari Menteri Investasi dan juga Ketua Dewan Pembina Hanida Foundation mengungkapkan, program rumah tahfidz ini memang menjadi salah satu program dari yayasan yang ia kelola.

“Dengan berdirinya rumah tahfidz Hanida ini mudah – mudahan senantiasa memberi manfaat khususnya yang ada di Kedung Halang. Bahkan kedepan kita ingin memberi kontribusi buat masyarakat lainnya bukan hanya disini,” beber Sri.

Rumah tahfidz ini merupakan program pertama dari bidang keagamaan yang ada di Hanida Foundation.

Disisi lain, program utamanya yakni sosial kemasyarakatan.

Kota Bogor, diakui Sri, menjadi bagian dalam program – program yang ada di Hanida Foundation.

“Tentunya juga melihat situasi yang ada saat ini, bagaimana kita harus bersama bergerak bersama mengurus untuk memaksimalkan program yang ada. Tentu kita memerlukan support dari Pemerintah Kota Bogor,” kata Sri.***

Diguyur Hujan Deras, Jalan dan Rumah Warga di Kawasan Cibinong Terendam

Bogordaily.net – Diguyur hujan deras beberapa titik ruas jalan di kawasan Cibinong terendam air, Genangan air di ruas Jalan Raya mengarah ke lapangam GOR Pakansari Cibinong Bogor sampai setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 40 cm, Kamis 6 Mei 2021.

Tidak hanya itu, akibat diguyur hujan deras genangan air juga terjadi di Jalan Raya Mayor Oking, tepatnya di depan ITC Cibinong dan Jalan Raya Pemda, Karadenan Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam mengatakan, genangan di jalan ke arah Pakansari memang sering kalau hujan dalam waktu lama itu pasti tergenang.

Kemudian ia menambahkan, banjir dan genangan air yang terjadi di kawasan GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor terjadi akibat penyempitan Sungai Kumpa. Debit air yang tidak tertampung oleh lebar sungai kemudian meluap dan menggenangi jalanan dan pemukiman warga.

“Ini kan memang karena ada penyempitan sungai ya, air meluap dan melimpas kemana-mana. Kampung Curug yang ada di dekat GOR Pakansari itu banjir, kantor BPBD juga ada genangan karena luapan sungai di belakang kantor,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhamad Adam.

Selanjutnya wilayah Kampung Cikempong, RT05/RW04, Kelurahan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor mengalami banjir setinggi hingga 80 cm menggenangi puluhan rumah.

Ketua RW04 Syamsu menyampaikan di wilayahnya rumah dan warung-warung yang tergenang itu bisa puluhan, tingginya sekitar lutut, tapi ada yang sampai 1 meter.

“Saya berharap, pemerintah Kabupaten Bogor bisa bertindak. Ini wilayah jadi sering banjir setelah dibangun gorong-gorong. Makanya kita bingung, gorong-gorong saluran air dibangun, tapi malah bikin banjir,” ujar Ketua RW04 Syamsu, kepada detik.com.***

Ketua DKM Meninggal Dunia saat Menjadi Imam Sholat Isya

0

Bogordaily.net – Seorang Ketua DKM Masjid Baiturrahman Eramas 2000, meninggal dunia saat menjadi imam sholat Isya.

Kabar duka ini dibagikan akun Awi Wicaksono di media sosial Facebook, pada Rabu 5 Mei 2021, sambil menyampaikan berita duka cita ini, Awi mengunggah juga foto yang memperlihatkan keadaan Imam tersebut.

Dalam keterangannya, nama Ketua DKM sekaligus imam tersebut yakni Ozin Al Batawie.

Pemilik akun menjelaskan, almarhum jatuh setelah membaca surat Al Fatihah.

“Setelah membaca surat Fatihah, tangan kanan beliau sempat memegang mimbar, lalu terjatuh dalam posisi sujud dan ditolong oleh jamaah,” tulisnya.

Ia pun menuliskan doa, agar almarhum meninggal dalam kondisi khusnul khotimah seperti yang diharapkan semua kaum muslim.

“Selamat jalan Bang Ozin Al Batawie. Cara wafatmu, membuat iri kami semua, yakni dengan cara yang Insya Allah terbaik dan husnul khatimah,” katanya.***

Mendagri Minta Kepala Daerah Larang Kegiatan Open House saat Lebaran

0

Bogordaily.net – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah, untuk melarang adanya open house saat lebaran Idul Fitri.

Hal itu dikatakannya kepada para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di seluruh Indonesia, agar mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembatasan buka puasa bersama dan pelarangan open house pada saat maupun setelah Lebaran.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan dan Pelarangan Open House/Halalbihalal pada Hari Raya Idulfitri 1442 H/Tahun 2021, yang ditandatangani Mendagri pada Selasa 4 Mei 2021.

Tito Karnavian meminta kepada Gubernur, Bupati atau Wali Kota mengambil langkah-langkah melakukan pembatasan kegiatan buka puasa bersama, tidak melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah lima orang selama Bulan Ramadan 1442 H/Tahun 2021.

“Menginstruksikan kepada seluruh pejabat atau ASN di daerah, dilarang melakukan open house atau halalbihalal dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1442 H/Tahun 2021,” katanya.

Adapun SE ini dikeluarkan setelah mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19, khususnya pada perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun lalu serta pasca libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Oleh karena itu, para kepala daerah perlu melakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama Bulan Ramadan, serta menjelang, saat, maupun pasca Hari Raya Idul fitri.***

Efek Larangan Mudik, Tol Jagorawi Padat Kendaraan Hari Ini

0

Bogordaily.net – Pelarangan mudik lebaran yang mulai diberlakukan hari ini, mengakibatkan kepadatan volume kendaraan di Tol Jagorawi, pada Kamis 6 Mei 2021.

Kepadatan di Tol Jagorawi terjadi lantaran diberlakukannya penyekatan, oleh pihak kepolisian dalam rangka larangan mudik 2021.

Penyekatan dilakukan di GT Bogor 1 Mulai Tanggal 6 Mei 2021 Pukul 00.00 WIB, kendaraan yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 tahun 2021, dapat melanjutkan perjalanan.

Sementara kepadatan arus lalu lintas juga terpantau di Tol Japek, kemacetan terjadi karena kepadatan volume kendaraan pada jalur tol Cikarang Barat KM 28 sampai 31 arah Cikampek, dan jalur tol Cikarang Pusat KM 41 sampai Karawang Barat KM 46.

Hal tersebut dikarenakan, dampak dari penyekatan larangan mudik lebaran tahun ini.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mulai memberlakukan larangan mudik lebaran pada pukul 24.00 Wib dini hari nanti, pelarangan mudik lebaran ini nantinya berlaku sejak 6 sampai 17 Mei 2021.

“Mulai 24.00 WIB larangan mudik Jabodetabek 31 titik, 17 cek point dan 14 pos penyekatan mulai beroperasi mulai 24.00 Wib,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari pojoksatu.

Semua kendaraan yang berencana akan meninggalkan Jakarta, akan dilakukan pemeriksaan oleh para petugas yang berjaga.

Selain itu, untuk kendaraan dinas yang ingin melakukan perjalanan kedinasannya, harus bisa menunjukkan surat dengan stempel dan tanda tangan yang asli.

“Misalnya dinas, ada surat cap basah, tanda tangan basah dan print out untuk individual satu kali jalan untuk TNI-Polri-ASN,” ucap Sambodo.***

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Es Cendol saat Berbuka Puasa

0

Bogordaily.net – Keracunan massal kembali terjadi, kali ini beberapa warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat keracunan setelah buka puasa dengan es cendol.

Puluhan warga Kecamatan Jampang Tengah tersebut, keracunan setelah mengkonsumsi minuman berupa es cendol saat berbuka puasa.

Dari informasi yang dihimpun, keracunan massal terjadi setelah warga berbuka puasa dan minum es cendol yang dibelinya dari penjual es keliling pada Rabu, 5 Mei 2021.

Awalnya korban tidak merasakan gejala keracunan, tetapi setelah beberapa jam puluhan warga mulai merasa mual-mual.

Camat Jampang Tengah Sabar Suko mengatakan bahwa, es yang dikonsumsi oleh warga dibeli dari penjual es keliling yang ada di kampung tersebut.

“Ada 34 warga yang mengalami gejala keracunan, kejadian ini setelah mereka menikmati es cendol dari penjual es keliling,” kata Sabar seperti dikutip dari Suara, pada Kamis 6 Mei 2021.

Akibat dari keracunan tersebut, sebanyak 11 orang harus menjalani perawatan di Puskesmas Jampang Tengah, dan sisanya yang hanya mengalami gejala keracunan ringan hanya rawat jalan.

Adapun 34 korban keracunan tersebut berasal dari Kampung Cigolendag RT 38 dan 39 RW 10, Kampung Cileungsir RT 41 dan 42, RW 10, Desa Sindangresmi Kecamatan Jampang Tengah.

Hingga kini unsur Muspika Jampang Tengah masih melakukan penyelidikan, dan sudah mengambil contoh es cendol yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Adapun sebagian warga yang mengalami gejala keracunan, saat ini kondisinya sudah membaik.

“Keracunan massal ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) dan hingga kini, kami masih memantau perkembangan kasus keracunan tersebut. Untuk warga yang mengalami gejala ringan hanya menjalani rawat jalan,” tambahnya.***