Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 7312

Sebentar Lagi, Ada Wisata Malam di Kebun Raya Bogor

0

Bogordaily.net – Pengelola Kebun Raya PT. Mitra Natura Raya, memaparkan pelaksanan program revitalisasi Taman Tematik, serta persiapan wisata malam hari berupa tata lampu yang dikemas secara digital, bagi pengunjung Kebun Raya Bogor.

Hal itu disampaikan General Manager Corporate Communication and Security PT. Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin di Resto Rasa Kebun Raya Bogor, Kamis 29 April 2021.

Ia menjelaskan selain melakukan revitalisasi Taman Tematik berupa Taman Meksiko dan Taman Akuatik. Dalam waktu dekat, Kebun Raya Bogor, meluncurkan program spesial berupa wisata malam bertajuk GLOW.

General Manager Corporate Communication and Security PT. Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin dihadapan awak media mengungkapkan, pihak Kebun Raya, ingin penyebarluaskan informasi, terkait pengetahuan hayati.

“Harapannya berbagai media massa bisa bekerja sama dengan Kebun Raya, untuk mendukung publikasi pengetahuan hayati kepada masyarakat.” ujarnya.

Disampaikan Zaenal Arifin, Taman Tematik yang akan launching di pertengahan tahun ini, menjadi salah satu peningkatan eduwisata yang ada di Kebun Raya Bogor.

Tidak hanya Taman Meksiko dan Taman Akuatik yang sedang dalam tahap revitalisasi, sereta taman tematik lainnya seperti, Taman Nephentes, Taman Obat dan Orchidarium, siap memanjakan para pengunjung.

Tujuan dari revitalisasi Taman Meksiko dan Taman akuatik ini agar menjadi edukasi dan memberikan pesan konservasi, bagi para pengunjung Kebun Raya Bogor.

“Sehinga meningkatkan minat masyarakat untuk menjaga kelestarian spesies tumbuhan yang ada,” kata Zaenal Arifin.

Produk inovatif yang disajikan oleh Kebun Raya Bogor tidak hanya Taman tematik.

Ada program spesial berupa wisata malam bertajuk GLOW.

Meski masih dirahasiakan, Direktur Sales dan Marketing Kebun Raya Bogor, Michael Bayu A Sumarijanto mengatakan, menuturkan GLOW, merupakan sebuah pagelaran Lightshow interaktif secara digital. Pertunjukan tata lampu di Kebun raya ini merupakan pertunjukan pertama di Indonesia.

“Bahkan bisa saya bilang pertama di Asia Tenggara yang melakukan di Botanical Garden” ucap Zaenal Arifin.

Sebelum disuguhi pertunjukan tata lampu GLOW, para pengunjung dapat menyaksikan sejumlah taman tematik. Singah ke Gedung Konservasi lalu berakhir di Ecodome.

Pohon-pohon besar yang ada di Kebun Raya Bogor nantinya akan di video mapping, pertunjukan sejarah Kebun Raya dan pentingnya keberadaan Kebun Raya Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari LIPI yang memodernisasi pola komunikasi kepada generasi muda, tentang konservasi dan betapa pentingnya lingkungan ke depan untuk bangsa Indonesia.

Untuk durasi perjalanan yang ditempuh untuk wisata malam GLOW kurang lebih, sekitar dua jam untuk satu kali perjalanan. cc

Jelang Musda, Kelompok Cipayung Buka Ruang Dialog dengan Calon Ketua DPD KNPI

0

Bogordaily.net – Menjelang Musda Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Bogor, Kelompok Cipayung Plus siap membuka ruang dialog bersama Bakal Calon Ketua DPD KNPI Kota Bogor Periode 2021-2024.

Dalam Rapat Pertemuan Kelompok Cipayung di Bogor, adanya kesepakatan untuk memberikan ruang bagi para kandidat untuk berdiskusi pada hari Rabu 28 April 2021.

“Kami buka ruang dialog untuk mereka, perihal ide apa yang para kandidat bawa untuk memimpin DPD KNPI Kota Bogor ke depannya, tentu diskusi ini kita buka agar mengenal dan memahami visi misi yang di gagas oleh para kandidat ini,” ucap Herdiansyah Iskandar Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor.

Menurutnya, hal ini salah satu tolak ukur bagi kelompok cipayung plus bogor, dalam melihat keseriusan kandidat.

“Mereka kita lihat dari berani atau tidaknya berdiskusi perihal kepemudaan, mau itu di ranah konsep, ide, gagasan, serta agenda yang akan di tuangkan dalam formulasi jangka pendek, menengah, dan panjang itu harus di persiapkan oleh kandidat yang berani memimpin DPD KNPI kota Bogor,” paparnya.

Lanjutnya, mereka akan memberikan waktu untuk para kandidat Ketua KNPI Kota Bogor sampai dengan tanggal 3 Mei 2021.

“Jika setelah tanggal yang kita tetapkan ternyata hanya beberapa yang berani berdiskusi dengan kami, berarti yang kami anggap serius dan berani ya cuma itu saja,” jelasnya.

Hal ini dikarenakan memimpin pemuda di Kota Bogor, selain mempunyai kapasitas dan kapabilitas personal, tentu harus memiliki mental juga untuk bertarung dalam kontestasi pemuda.

“Karena gagasan itu tidak akan bisa di aplikasikan jika pemimpinnya tidak punya keberanian, termasuk keberanian dalam mengambil keputusan,” kata Herdiansyah.

Bukan hanya itu, ada beberapa hal yang harus di persiapkan dalam agenda realnya, serta mendorongnya orientasi yang jelas ke depan.

“Bila perlu bagi setiap kandidat yang sudah memiliki visi misi yang sudah jelas dan real, harus lebih serius dalam membaca segala hal yang menjadikan ini berguna serta bermanfaat, bagi pemuda dan pemudi di kota bogor,” tandasnya.

Adapun yang akan hadir di ruang dialog yaitu, HMI Kota Bogor Herdiansyah Iskandar, PMKRI Bogor Ferdinandus wali ate, GMNI Bogor Fera Priyatna.

Lalu ada KAMMI Bogor Edo Agasiswanto, IMM Bogor M Yunus, KMHDI Bogor  I Putu Lingga, GMKI Bogor (dalam konfirmasi), dan PMII Kota Bogor (dalam Konfirmasi).Cc

Nuzulul Qur’an Ramadhan 1442 H / 2021 M

0

Bogordaily.net – Bulan Ramadan, bulan diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. Al Baqarah [2] ayat 185)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Al Qur’an turun pada bulan Ramadhan. Pada bulan yang suci ini, Al Qur’an diturunkan sebagai ilmu, pengetahuan, norma, aturan, peringatan, serta petunjuk bagi manusia.

Dilansir dari NU Online, peringatan Nuzulul Qur’an pada setiap tanggal 17 Ramadhan bahwa pada tanggal tersebut, Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali.

Wahyu tersebut adalah Surat al ‘Alaq ayat 1-5 ketika beliau berkhalwat di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6km dari Makkah.

Dengan demikian, Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan sebagai peringatan turunnya ayat-ayat pertama, kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut KH. A. Nuril Huda, adapun waktu Lailatul Qadar, hal tersebut merujuk kepada malam diturunkannya Al Qur’an dari Lauh Mahfudh ke Baitul Izzah atau langit dunia.

Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Al Qur’an adalah penggugur dan penghapus segala kekufuran yang telah terjadi sekian lama di muka bumi ini.

Datangnya al Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, sungguh menjadi rahmat bagi seluruh alam.

“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya [21]: 107).***

Kenangan Dengan Benedict Anderson: Gus Dur, Cak Nur Sampai Malari Dan Gerakan Mahasiswa ITB 1977/78

0

Bogordaily.net – Musim gugur 1994. Suatuke tika, Prof. Benedict Richard O’Gorman Anderson atau Pak Ben Anderson mengajak kami (Herdi Sahrasad, Simon Saefudin dan Luthfi Yazid) menyusuri pagi yang berwajah merah-biru-hijau-ungu-putih-bening di Ithaca.

Tulisan ini saya goreskan berdasarkan apa yang masih kuingat dari kenangan kami dengan Indonesianis Prof. Ben Anderson di Cornell 1994. Dengan harapan bisa memberi spirit dan makna pada masyarakat Gusdurian, komunitas Nurcholish Madjid Society (NCMS) dan anak-anakbangsa di negeri kita yang underdog, subaltern, kurang beruntung dan marginal di era pandemi corona ini.

Wow, daun-daun warna merah kuning jingga dalam kilau matahari berguguran dan cahaya matari merengkuh hutan pohon Mapel di sekitar Universitas Cornell yang didirikan oleh Ezra Cornel ldua-tiga abad lalu itu.

Ada sebuah sungai berbatuan, tajam melingkar, di lingkungan kampus Cornell, dimana, menurut cerita Pak Ben, sejumlah mahasiswa konon memilih bunuh diri terjun bebas di sana. Kenapa Pak Ben? “Yah karena gagal ujian masuk atau gagal jadi sarjana,” ujarnya. “Saya kalau ke sini sendiri merinding Pak Ben,” kataku. “Apalagi kalau senja senyap atau mahgrib, menakutkan juga,” imbuh Simon.
Aneh? Ganjil? Maybe. Sungai itu punya misteri, cerita “muram & miris” di tengah hening pagi itu. Bisa merintih dan ngeri ngeri sedap kita kalau sendirian menatap tajam ke dalamnya, dari sisi tepian yang sunyi.

Lantas, karena pengin tahu Ithaca, dengan mobilnya yang “gayeng” dan cukup terawat, Prof Benedict Richard O’Gorman Anderson atau Ben Anderson membawa kami keliling kota kesayangannya itu. Sesekali tancap gas kenceng. Sembari satu tangan memegang setir, jari-jemari Pak Ben menunjukkan tempat-tempat yang bernilai, bercorak lokal atau bersejarah di kota mungil berpenduduk sekitar 30 ribu orang itu.”Indah tenan ya,Ithaca,” kata Simon.

“Di sini nyaman, nggak ada Saritem,” selorohku. Pak Ben tergelak dan terkekeh. Dia ingat Saritem di kawasan Bandung dan karikatur Binaria di Koran lusuh Pos Kota. Saya lihat dia geli dan semangat, apalagi dia senang berdiskusi dan ngobrol dengan anak-anak muda underdog macam kami yang “badung plus mbeling”, berlogat Jawa medhok Bagelen (Herdi), Cirebon (Simon) dan Malang Jati (Luthfi) dengan tawa ngakak.

Soalnya kita ngomong yang mungkin memang menarik bagi PakBen: dari gebyar kirab remaja Mbak Tutut dan dawuh Raja Cendana sampai guyonan Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid), pasemon/sindiran CakNu (Prof. Nurcholish Madjid) sampai “gempuran” Gerakan Mahasiswa ITB 1977/78 dan para “gangster” Gerakan Mahasiswa Malari 1974.

Ben Anderson menyebut Gus Dur dan Cak Nur menjadi tokoh pluralis dan pembaharu Islam yang ikhlas dan berpolitik untuk tujuan mulia yakni memperjuangkan dan menegakkan martabat manusia dan hak asasinya dengan bingkai religiusitas dan pluralisme, dengan tujuan mengamalkan agama/keyakinan masing-masing insan di Indonesia bagi maslahat, keadaban dan kebahagiaan bersama.

Nah, yang juga menarik adalah soal perlawanan gerakan mahasiswa terhadap Orba Pak Harto. Dalam kenyataannya, aksi mahasiswa itu dikalahkan semua sama tangan cengkiling dari ABRI-nya Pak Harto waktu itu. Yah nggak Pak Ben? “Iyalah” katanya.

“Eh, kalian, tahu nggak artinya ‘cengkiling’? Cengkiling itu kebiasaan buruk doyan nempeleng, memukul dan ngantemin orang lain yang dianggap salah atau keliru atau menghambat pembangunan. “Payah banget itu, padahal gaji prajurit/perwira itu kan dari uang rakyat termasuk dari kalian lho,” kata Pak Ben tergelak.

“Tapi, wong ABRI kok dilawan, yok bonyok,” seloroh Pak Ben. Gayeng tenan obrolan kayak gitu bagi Pak Bendan dia pun tergelak tawalah.

Tapi dengan serius Pak Ben kasih cerita tentang “gerakan mahasiswa atau kaum muda” di Indonesia era Orde Baru Pak Harto. Ben Anderson sangat percaya pada kekuatan kaum muda untuk melakukan perubahan, dan disertasi PhD-nya di Cornell tentang Revolusi Pemuda telah menyingkapkan peran nyata kaum muda dalam kemerdekaan RI 1945, setelah sebelumnya berperan penting dalam Sumpah Pemuda Oktober 1928.

Pemberontakan anak-anak muda dalam gerakan melawan kolonial Belanda adalah cerita yang menyegarkan pikiran dan jiwanya yang anti-penindasan dan anti-dehumanisasi. Lantas, bandingkan coba, bagaimana dengan mahasiswa/anak muda masa kini (reformasi era Jokowi), wah payah, dicengkiling-cekam oligarki dan pemodal/bandar bercapital.

Ben Anderson sangat menaruh harapan pada mahasiswa/kaum muda, dia mencintai kaum muda, apalagi yang miskin/tersisih dan kekuatan anak muda terbukti mampu mendobrak perubahan di Indonesia pasca colonial. “Yah di masa 1966 itu, ada gerakan mahasiswa yang berperan meski sebetulnya militer yang dominan dan kemudian berkuasa. Tapi saya pengin kalian cerita soal anak muda zaman kalian,” katanya.

Saya bilang mahasiswa kalah terus dan demokrasi mati di tangan kekuasaan Pak Harto, pembredelan Tempo, Detik dan Editor mengkonfirmasi begitu represif dan teganya otoriterisme rezim militocracy waktu itu.Namun anehnya, Orba Pak Harto takut dengan berita dan tulisan di media massa/surat kabar/majalah, takut dengan selebaran.

Sebetulnya Tempo justru mendukung modernisasi Orde Baru yang secara guyonan disebut Pak Ben sebagai orde haji bajinguk. Harusnya Orba berterimakasih pada Tempo dan media lain sebagai media yang punya kontrol sosial dan anti-KKN rezim Orba itu, tapi malah dibredel tahun 1994, yang membuat GoenawanMohamad dkk dan kami, para aktivis dan jurnalis/LSM, harus melawan rezim praetorian yang emoh demokrasi dan anti-oposisi itu.

“Dulu waktu Malari 1974, harian Kami, Kompas, Indonesia Raya, Pedoman dll juga diberangus,” kata Ben. Pada aksi Gerakan Mahasiswa 1977/78, harian Pedoman dan Kompas dll juga dibredel, namun Kompas boleh terbit lagi dengan syarat tertentu.

“Jadi, pembredelan Tempo (Detik dan Editor) pada 1994 itu merupakan sejarah yang berulang,” katanya. Kini, era reformasi, tak boleh ada pembredelan lagi.

Ben Anderson melihat, Orba lebih percaya laras bedil dan modal untuk membangun mimpinya sendiri. Nasionalismenya elitis-birokratis-developmentalis yang kaku, lebih mendukung untuk kepentingan para elite penguasa dan diri mereka sendiri sepuasnya. “Kesalahan utamana sionalisme Indonesia adalah menomorsatukan negara (elite), state, seperti pada kasus rezim Orba Soeharto itu,” katanya.

Ben Anderson menyinggung soal mahasiswaI TB, dan dia sudah menterjemahkan buku putih ITB 1978, dan menurut pengakuannya, anak-anak muda ITB itu berani dan berpikir jauh ke depan, mereka menguasai rencana, gagasan, pikiran maupun aksi praksisnya. “Ada kepeloporan Soekarno ya di ITB, Ir. Djuanda, Sutami dan lainnya, saya kira itu jadi contoh bagi mereka,” katanya.

Kami jadi ingat gerakan mahasiswa Malari 1974 dan Demo Mahasiswa 1977/78 di ITB, UGM, UI, UNPAD dan nyaris seluruh kampus negeri/swasta di Tanah Air.

Laporan media menyebut, Hariman Siregar masih terjun ke ITB waktuitu, ada undangan Dewan Mahasiswa ITB, meski dia belum lama keluar dari penjara. “Anak muda gangter Malari(1974) itu memang nekad,” kata Ben Anderson.

Namun, asal tahu saja, terpilihnya Jenderal Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia untuk ketiga kali pada tahun 1977, menimbulkan keresahan dan kekecewaan di kalangan mahasiswa masa itu. Telah tumbuh kesadaran bahwa pemerintah sudah otoriter. Otoriterisme itu menghambat pikiran progresif dan inovatif sementara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sudah merajalela, dan nama pedagang kakap Liem Soe Liong sudah dikenal mahasiswa sebagai cukong raksasa di Indonesia.

Berbagai kampus di Indonesia bergejolak, mahasiswa mengadakan demo danp rotes bertalu-talu. Secara terang- terangan, mereka menyatakan mosi tidak percaya dan tidak menghendaki Soeharto kembali menjadi Presiden Republik Indonesia. Demonstrasi-demonstrasi mahasiswa 1978 tercatat sebagai demonstrasi terbesar dalam sejarah 32 tahun Orde Baru. Diawali dengan didudukinya Institut Teknologi Bandung (ITB) oleh ABRI dan ditangkapnya pimpinan-pimpinan mahasiswa ITB seperti Heri Akhmadi, Rizal Ramli, Indro Cahyono, Ramles Manampang Silalahi, Abdul Rachim, dll. Penangkapan juga dilakukan terhadap ratusan pimpinan mahasiswa di Jakarta, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Makassar ditahan/dipenjara sekitar 1,5 tahun. (Alea Eka Putri, 2020).

Alea Eka Putri, seorang penulis bebas, bahkan mencatat bahwa Presiden Soeharto justru sangat marah karena terbitnya pemikiran intelektual berupa sebuah buku berjudul “Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978″ yang berisi pemikiran mahasiswa mengenai kondisi Indonesia saat itu. Mereka adalah Rizal Ramli, Irzadi Mirwan, Abdul Rachim, dan Joseph Manurung.

Buku ini diterbitkan oleh Dewan Mahasiswa ITB yang saat itu diketuai oleh Heri Akhmadi. Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 itu tak mungkin ada tanpa aktivitas intelektualisme oleh Dewan Mahasiswa ITB (DM-ITB) di zaman itu.”Kami masih ketemu sama Rizal Ramli, Heri Akhmadi, Indro Cahyono, Pak Ben dalam berbagai diskusi, jumpa pers atau forum publik,” kata saya.

“Itu Ir. Heri Akhmadi (mantan Ketua DM ITB, kini Dubes RI untuk Jepang) dulu kasih nama anak lelakinya kalo gak salah Gempur Soeharto, Pak Bentahukan?” kata Simon.

“Iya saya denger gitu, wah konon katanya juga ada aktivis ITB yang bayi perempuannya diberi nama anti-Tien Soeharto segala?” Ben bertanya. “Konon ada yang bilang gitu,” jawabku.

Ben bilang ada aktivis ITB (Rizal Ramli) lulus PhD dari sekolah ekonomi di Boston University. “Yang lainnya pada kemana?” dia bertanya.

Namun Ben mendengar kabar, para aktivis ITB itu sudah pada kerja sambil gerilya untuk antisipasi babak akhir orde baru, yang menurut Prof Don Emmerson, rezim Pak Harto itu ala kuasa Mangkurat I Mataram di masa lalu.

Kembali ke DM ITB, para aktivis mahasiswa ITB itu, mulai dari membaca lalu berdiskusi dan kemudian merumuskannya ke dalam tulisan menjadi buku berjudul Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978. Buku itu menggunakan berbagai sumber dari surat kabar, majalah, buku, serta dokumen resmi pemerintah, seperti “Rencana Pembangunan Lima Tahun Kedua 74/75-78/79”. Lahirlah sebuah buku dari tangan mahasiswa berupa kajian mendalam mengenai kondisi Indonesia saat itu. (Alea Eka Putri, 2020).

Saya jadi ingat, mantan tokoh DM-ITB Rizal Raml (RR) pun mengakui pada saya bahwa Prof Ben Anderson berjasa menerjemahkan “Buku Putih Perjuangan Mahasisw” DM-ITB Januari 1978.

“Buku itu, dimana saya, Irzadi Mirwan Alm, Abd Rachim dan Josef Manurung tulis bersama, terjemahan Inggrisnya dilakukan oleh Ben Anderson, yang lebih bagus dari aslinya karena dilengkapi footnotes pelengkap. Ben kritis dan hebat,” kata RR, mantan Menko Kemaritiman pada era Presiden Jokowi/reformasi.

Ben memang sudah menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dalam hidupnya, dia mencintai bangsa dan negara kita.

“Ben ilmuwan yang hebat, cinta dan komit kepada bangsa Indonesia,” ucap RR, Menko Ekuin Presiden GusDur/era Reformasi.

Benedict Anderson sendiri menyampaikan bahwa, buku ini sangat penting karena merupakan kritik sistematis pertama mengenai kebijakan Orde Baru di Indonesia(Anderson & Ecklund,1978). Saking pentingnya,Benedict Anderson membantu menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris lalu menerbitkannya di Jurnal Indonesia terbitan Cornell University. Tak hanya itu, buku ini kemudian diterjemahkan ke delapan bahasa, antara lain bahasa Belanda, Jepang, China,dll. (Alea Eka Putri, 2020).

Ben Anderson bertanya pada kami bagaimana kabar Hariman Siregar, Arief Budiman, Rizal Ramli dkk, apa mereka pada 1994 itu masih tetap jadi gangster gerakan aktivis/intelektual?

“Mereka sama kita terlibat demo protes menolak pembungkaman dan pembredelan Tempo dan (Detik & Editor). Masih aktif dan sering kumpul sama mahasiswa, diskusi dan mengatur aksi diam-diam sebab gak enak sama penguasa kalau ketahuan,” jawab saya spontan.

“Oh, berarti gangster intelektual/aktivis1970-an masih pada gak puas sama Orba yang represif ya. Dan itu isu Kedong Ombo, waduk Nipah, korupsi elite dll, harusnya jadi isu publik juga, bukan hanya pembredelan pers” kata Ben Anderson.

Anderson percaya, selama ketimpangan dan ketidakadilan meluas, maka potensi mahasiswa sebagai kekuatan gerakan melawan rezim tetap terbuka.

Ben menyebut gerakan kaum muda/mahasiswa memang dikhawatirkan bisa mengguncang pemerintah kalau kondisi obyektifnya sudah ada dan jadi keprihatinan banyak orang. Ben berpesan, kalau ada selebaran-selebaran gelap di masa Orba itu, maka jangan dibuang tapi dikumpulkan untuk dianalisis, dikaji. Mungkin ada gunanya nanti.

Kami pulang Oktober 1994 dari New York, dan tak ketemu Pak Ben Anderson lagi. Dan terbukti kemudian, Ben Anderson menyaksikan dari layar televisi di Ithaca, kelak dimana Orde haji bajinguk tumbang pada Mei 1998. Dan pasca Orba, dia dizinkan datang ke Indonesia.

Saya masih kirim sapa dan sepatah kata via medsos (Facebook) kevrekan-rekan Cornell melalui kebaikan Ben Abel, putra dayak Kalimantan Tengah yang dekat dengan Ben Anderson dan menjadi librarian di perpustakaan Cornell dan Binghamton, kalau tak salah ingat.

Ketika Pak Ben Anderson wafat di Batu, Malang, JawaTimur, Sabt (12/12/15), dalam akun Facebooknya, penerbit Marjin Kiri, mengabarkan bahwa Minggu pagi, jenazah Anderson dibawa ke Surabaya dari Malang, dan, sesuai permintaannya, Ben Anderson dikremasi dan abunya disebarkan di Laut Jawa.

Dan itupun bukti lagi bahwa Ben Anderson sangat mencintai Indonesia. Di suasana Ramadhan 2021ini, marilah kita berdoa untuk beliau. Pak Ben sudah mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia, sepantasnya kita kenang, apresiasi dan hormati. Lahu Al-Fatehah.

Herdi Sahrasad
Dosen di Sekolah Pascasarjana Universitas Paramadina Jakarta.

Pemkab Bogor Gelontorkan Rp1,755 Milyar untuk Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an dan Marbot Masjid

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin luncurkan Program Pembinaan 1.000 Tahfidz Al-Qur’an dan pemberian bantuan kepada 1.000 marbot masjid se-Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran sebesar 1,755 Milyar untuk mendukung program tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Wakil Ketua DPRD M. Romli, Sekretaris Daerah Burhanudin, serta Forkopimda.
di Auditorium Setda, Kamis 29 April 2021.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an Tingkat Kabupaten Bogor. Demi kelancaran Program Pembinaan Tahfidz Al-Quran ini, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran sebesar 1,755 Milyar.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, peluncuran Program Pembinaan 1.000 Tahfidz Al-Qur’an dilakukan sebagai bentuk apresiasi, motivasi dan penghargaan kepada para penghafal Al-Quran di Kabupaten Bogor, juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kabupaten Bogor Berkeadaban.

“Alhamdulilah tahun ini terpilih 300 orang tahfidz Al-Qur’an dan 30 orang pembina tahfidz Al-Qur’an. Target kami mencetak 1.000 tahfidz Al-Qur’an. Tahun depan 350 orang dan tahun 2023 sebanyak 350 tahfidz Al-Qur’an. Program ini akan terus berjalan dan berkelanjutan setiap tahun, termasuk beasiswa Pancakarsa perguruan tinggi,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Kemudian Ade menambahkan, rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an juga dilakukan dengan memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada 1.000 marbot masjid yang ada di Kabupaten Bogor. Bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor.

“Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap umat khususnya para marbot masjid. Kami ingin uang umat yang dikelola oleh Baznas ini dikembalikan dan bermanfaat untuk umat melalui pemberian bantuan kepada 1.000 marbot masjid ini,” katanya.

Selain itu, Ade Yasin menyampaikan sebagai bentuk perwujudan dan penafsiran Al-Quran sebagai sumber inspirasi dan peradaban Pemerintah Kabupaten Bogor meluncurkan berbagai program keummatan yang berpihak kepada kepentingan Umat Islam dan memuliakan alim ulama.

“Misalnya menaikkan insentif Guru Ngaji, Amil, Penyuluh Agama Honorer, Kartu Sehat untuk marbot, menambah 4 jam pendidikan keagamaan, Pogram Jumat Mebgaji (Bogor Ngaos), peningkatan bantuan hibah sarana keagamaan, revitalisasi Pusdai menjadi Bogor Islamic Center dan pemberian beasiswa Pancakarsa para Hafidz Al-Quran serta Program Pembinaan Tahfidz Al- Qur’an,” ungkapnya.***

 

Akhir Pekan Ini Ganjil-Genap di Kota Bogor diberlakukan Selama 2 jam

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan kembali menerapkan sistem ganjil-genap untuk kendaraan roda empat dan roda dua di akhir pekan ini. Ganjil-genap diberlakukan selama 2 jam,

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pemberlakuan ganjil-genap diterapkan di seputar Kebun Raya Bogor, meliputi Jalan Raya Pajajaran, Jl. Otista, Jalan Juanda, dan Jalak Harupat.

Untuk itu, pemberlakuan operasi Ganjil-Genap diberlakukan selama 2 jam, mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

“Penerapan ganjil-genap diterapkan Sabtu Minggu besok saja dan hanya 2 jam menjelang buka puasa. Ini bagian dari crowded free road,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kamis 29 April 2021.

Kemudian Susatyo menjelaskan, hasil analisa di setiap akhir pekan terutama menjelang buka puasa, mobilitas masyarakat cukup tinggi, masyarakat dari daerah pinggiran hingga luar Kota memadati pusat Kota untuk mencari takjil maupun tempat buka puasa.

Ia menyampaikan, pada hari biasa menjelang buka puasa, lalu lintas di Kota Bogor cenderung padat dikarenakan banyak karyawan pulang bekerja.

“Ini untuk mengurangi kerumunan, buka bersama dan mobilitas di pusat Kota. Jadi mobilitas masyarakat hanya di daerah pinggiran saja, tidak ke pusat Kota,” jelasnya.

Umtuk itu, Susatyo menegaskan, pada tanggal 6 sampai tanggal 14 Mei 2021, pihaknya akan melakukan penyekatan untuk mengantisipasi arus mudik yang keluar masuk Kota Bogor.

“Weekend depan sudah mulai ada operasi ketupat. Ada 6 titik penyekatan dan check point di batas kota,” tegasnya.

Ia menyebutkan, 15 ribu personel gabungan akan ditugaskan untuk melakukan penyekatan, penjaringan dan memonitor pergerakan orang, baik yang masuk ataupun keluar Kota Bogor.

“Mereka akan ditempatkan di 6 titik penyekatan dan check point di terminal maupun stasiun,” katanya.

Lanjut Susatyo, petugas gabungan yang juga melibatkan satuan tugas dari tingkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan akan turut membantu mengawasi pergerakan orang maupun kendaraan dari luar Bogor yang masuk wilayahnya masing-masing.

Tak hanya itu, Susatyo menambahkan, sejumlah personel akan memantau dan mengawasi angkutan gelap yang disinyalir digunakan untuk membawa pemudik ke luar Kota Bogor.

“Kami mensinyalir ada kendaraan pribadi yang digunakan sarana mudik. Itu akan menjadi objek pemeriksaan baik di titik sekat, cek poin atau mobile,” ungkapnya.***

Satresnarkoba Polresta Bogor Kota Tumpas Produsen Tembakau Gorila

0

Bogordaily.net – Satresnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil meringkus para pelaku pembuat tembakau sintetis jenis Gorila.

Aparat Satresnarkoba Polresta Bogor Kota, berhasil mengamankan RD, DR dan RS. Dari tangan para tersangka, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa alat pres, tiga buah gelas ukur, satu buah alat pemanas, dua botol Fpanol, dua botol Glisero serta 11 bungkus yang sudah jadi.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penelusuran dalam mengungkap peredaran Tembakau Gorila, berujung pada sebuah rumah kontrakan. Di sana, ditemukan barang-barang yang digunakan untuk membuat tembakau gorila.

“Pertama ada alat pres, kemudian ada tiga buah gelas ukur, satu buah alat pemanas kemudian dua botol epanol, dua botol glisero dan dua bungkus, serta 11 bungkus yang sudah jad,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, saat Press Conference, Kamis 29 April 2021.

Lanjut Susatyo, Narkoba jenis sinte ini dipasarkan oleh tersangka melalui online dalam akun instagram @goldenstaf.

Para teresangka meracik campurkan alkohol, etanol dan glasiro untuk disemprotkan ke tembakau selanjutnya dijemur.

Oleh tersangka, paling murah tembakau sitetis jenis Gorila ini dijual seharga Rp270 ribu, dengan berat 25gram.

Ada juga yang dalam kemasan dengan berat 5 Gram, dijual dengan harga Rp500 ribu.

Dalam sehari rata-rata terdapat 4-5 orang yang melakukan pemesanan. Tersangka belajar meracik sintesis ini dari teman-teman dan pergaulan.

“Rata-rata yang beli sinte atau gorila berusia 19 tahun ke atas,” jelasnya.

Susatyo menegaskan, tembakau gorila ini jenis narkoba yang berdasarkan pasal 114 ayat 2 subsidi pasal 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ini dianggap sama, jadi kalo ganja itu adalah alami, ini sintetis, dimana tembakau ini nanti disemprot oleh cairan kimia sehingga memiliki efek yang sama, ketergantungan dan juga efek fly, euforia, kesenangan bagi para penggunanya,” tegasnya.***

Selanjutnya, Susatyo menghimbau kepada masyarakat Kota Bogor, agar tetap waspada, khususnya kepada keluarga dan kerabat untuk tidak bertentuan dengan narkoba dalam bentuk apapun.

Ia menambahkan, tembakau gorila ini menjadi favorit pada saat ini dimasa pandemi ini, banyak di konsumsi oleh anak-anak muda.***

 

Ini Arahan Ketua Satgas Covid-19 ke Wabub Bogor

Bogordaily.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi perangkat daerah terkait, menerima arahan Ketua Satgas Covid-19 Republik Indonesia, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Jawa Barat.

Arahan Ketua Satgas Covid-19 disampaikan pada Rakor yang dilaksanakan secara virtual di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis 29 April 2021.

Pemerintah Kabupaten Bogor mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri 1442 Hijriyah di Provinsi Jawa Barat.

Ketua Satgas Covid-19 RI, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menjelaskan, aktivitas dalam sosial ekonomi harus tetap berjalan, mereka yang berpergian dengan dokumen resmi baik yang ASN, TNI, Polri, dan juga pegawai BUMN serta swasta, dipersilahkan.

Masyarakat juga bisa melengkapi dokumen untuk berpergian dari Kepala Desa atau Lurah. Semua tetap berjalan, yang dilarang sekali lagi adalah mudik.

“Aktivitas selain mudik, masih diberikan kesempatan. Oleh karenanya, seluruh petugas di lapangan diminta untuk mempelajari aturan ini supaya tidak terjadi gesekan dengan masyarakat. Masyarakat juga diharapkan bisa mengetahui ketentuan yang ada,” ujar Ketua Satgas Covid-19 RI, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.

Kemudian Doni menambahkan, mari songsong Perayaan Idul Fitri dengan meningkatkan silaturahmi melalui virtual. Seluruh pimpinan di daerah harus bekerja keras untuk bisa memberikan fasilitas komunikasi virtual bagi warga masyarakatnya yang secara ekonomi mungkin punya keterbatasan.

Ia juga menghimbau kepada jaringan provider di daerah untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Alhamdulillah tiga kali terjadinya libur panjang tahun ini, tidak terjadi kenaikan kasus seperti tahun lalu. Mari sekali lagi kita belajar, setiap hari kita belajar dari apa yang terjadi pada kita semua. Kalau literasi tentang Covid-19 semakin baik, maka bangsa kita akan bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lanjut Doni, dengan kerja sama dan kerja keras semua, pengendalian akan jadi lebih baik. Pengalaman tahun lalu, di harapkan tidak terulang pada tahun ini.

“Insyaallah bangsa kita akan dapat mengendalikan Covid, masyarakat tidak terpapar Covid dan juga tidak terpapar ekonomi yang sulit,” ucapnya.

Selanjutnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menuturkan, dirinya mengapresiasi seluruh peserta rapat koordinasi. Ini satu bukti bahwa koordinasi yang dilakukan pada hari ini sangat efektif. Apa yang disampaikan hari ini tolong dipelajari lebih baik dan dijalankan.

“Kita tetap tegas, tetapi kita juga tidak kaku. Jangan seperti penguasa yang menakuti rakyatnya,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Lakukan pengamatan, terapkan kepeduilan, buat narasi yang baik dalam menyampaikan aturan kepada masyarakat dan kelola narasi tersebut dengan baik.

“Semoga apa yang menjadi harapan kita semua dalam menanggulangi Covid-19 ini dapat lebih baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerangkan, saya selalu mengingatkan yang paling rawan dalam aktivitas mudik ini adalah para lansia. Para ulama bersepakat ada syariatnya, bersilaturahmi itu kan mencari kebaikan, mencari kemuliaan.

“Orang tua itu mulia tapi kalau mencari kebaikan dan kemuliaan, orang tua itu kan rentan dengan potensi penularan, maka secara syariat yang benar saat ini adalah mencegah kemudharatan dengan menjauhi potensi penularan, mencari kemuliaannya bisa lewat virtual,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Untuk itu Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menitipkan kepada Camat yang hadir, karena desa ini ada 2.300-an. Pastikan kalau pun ada bocor, pemudik tiba-tiba sampai di kampung halaman, karantina 5 hari, tolong dipersiapkan.

“Apakah di SD yang tidak di pakai, atau dimanapun, atau dengan inovasi lainnya juga boleh, yang penting amati jangan sampai lengah terhadap potensi kebocoran pemudik yang datang tiba-tiba,” tandasnya.***

Wagub Jabar Resmikan Tugu Perbatasan Jawa Barat dengan Banten

0

Bogordaily.net – Peresmian tugu perbatasan Jabar – Banten dan Penyerahan simbolis bankeu khusus pembinaan penyelenggaraan Pemdes untuk Desa Tenjo, Kabupaten Bogor, Kamis 29 April 2021.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemerintah Provinsi meresmikan Tugu pembatas wilayah antara Jawa Barat (Kabupaten Bogor) dengan Banten, tepatnya di wilayah Tenjo.

Ia menambahkan, untuk tugu perbatasan di wilayah Tenjo ada dua titik, yakni di Setu Singa Bangsa dan Singa Braja. Fungsi tugu perbatasan ini untuk bisa membedakan antara Jawa Barat dan Banten.

Tugu Perbatasan

“Dengan adanya batas ini, bisa membantu orang lain yang sedang melakukan perjalanan melewati wilayah ini, mereka sedang berada di Jawa Barat apa di Banten,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi tugu pembatas di Singa Bangsa, Kamis 29 April 2021.

Kemudian Wagub Uu menyampaikan, Pemerintah Provinsi memberikan prioritas terhadap daerah-daerah perbatasan, karena biasanya di daerah perbatasan itu tertinggal.

“Korektif, sarana pendidikan kurang sempurna dan fasilitas kesehatan yang semua tingkatannya ada,” ucapnya.

Oleh karena itu, untuk menuju Jawa Barat Jabar Juara lahir batin, supaya adil dalam pembangunan. Maka daerah perbatasan dengan program desanya menjadi skala prioritas.

Untuk itu, Uu menjelaskan, kalau masyarakat yang ada di Kota sarana puskesmasnya dekat, sudah sangat luar biasa. Untuk itu Pemerintah Provinsi fokus menatap Kota membangun desa.

“Kota ditata karena sudah ada, desa di bangun tidak semuanya tapi kebutuhan masyarakat ada makanya membangun desa,” jelasnya.

Ia berharap dengan kedatangannya ke wilayah Tenjo juga bisa di jadikan contoh untuk Kepala-kepala daerah lainnya untuk membangun desa perbatasan.

“Karena tidak cukup dengan hanya pembangunan Pemerintah Provinsi tapi juga harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota,” terangnya.

Tugu Perbatasan
??????

Disisi lain, Uu memberikan bantuan keuangan Provinsi kepada desa-desa yang berada di Kabupaten Bogor. Dengan tujuan dana tersebut bisa di manfaatkan dan desa bisa maju berkembang, sehingga bisa juara dalam visi misi Provinsi Jawa Barat bisa tercapai.

“Seperti Digital, Pemdes dan sarana prasarana,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Tenjo Kurnia Indra menyampaikan, Alhamdulillah Provinsi konsentrasinya ke daerah-daerah perbatasan.

Karena di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di perbatasan, Mudah-mudahan dengan adanya tugu pembatasan, bisa mendapatkan perhatian oleh provinsi Jawa Barat.

“Jadi nanti program-program pembangunan yang masuk akan lebih cepat di wilayah perbatasan,” tandasnya.***

Sahabat Ummat Bogor Dukung Deklarasi Partai dengan Aksi Tanam Pohon

0

Bogordaily.net – Sahabat Ummat Bogor mendukung penuh deklarasi partai ummat, dengan Aksi Tanam Pohon pada Kamis 29 April 2021, atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1442 Hijriah.

Prof. DR. H.M. Amien Rais secara virtual mendeklarasikan Partai Ummat, melalui kanal YouTube Amien Rais Official.

Deklarasi Partai yang berazaskan Islam Rahmatan lil Alamin ini diikuti oleh, Sahabat Partai Ummat di seluruh Provinsi dan Tim Persiapan Pembentukan Partai Ummat (TP3U) di 28 Provinsi.

Sahabat Ummat Kabupaten Bogorpun aktif bergerak menyosialisasikan Partai Ummat, dengan semangat kebersamaan menghadiri Deklarasi Partai Ummat secara virtual yang ditandai dengan aksi nyata penanaman pohon.

Penanaman pohon (simbolik) sebagai komitmen untuk diwujudkan menjadi salah satu program kerja prioritas, Partai Ummat Kabupaten Bogor.

Deklarasi yang ditunggu – tunggu ini tentunya membawa harapan besar bagi Sahabat Ummat yang telah aktif bergerak menyosialisasikan dan melakukan rekruitmen keanggotaan, maupun simpatisan Partai Ummat di wilayah Kabupaten Bogor sejak bulan Oktober 2020 lalu.

H. Dadang Zaelani salah satu motor penggerak mengatakan, Sahabat Ummat se-Kabupaten Bogor sangat antusias menghadiri Deklarasi Partai Ummat secara virtual ini.

Kemudian dilanjutkan oleh berbuka puasa serta bersilaturahmi dengan menerapkan protokol kesehatan, di Saung Ummat Perum Bilabong Permai Blok B4 B No. 1 RT. 02/15 Desa Cimanggis Bojonggede.

“Sahabat Ummat di Bogor mendukung penuh Deklarasi Partai Ummat yang ditandai dengan aksi nyata penanaman bibit pohon secara simbolis. Kami juga membahas tentang Kepengurusan DPD Partai Ummat Kabupaten Bogor serta pembentukan TP3U Tingkat Kecamatan dan Desa,” jelas H. Dadang Zaelani, kepada awak media.

Momentum ini, kata H. Dadang Zaelani, sebagai ungkapan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT.

“Sholawat dan salam kita tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarganya, sahabat dan ummat yang istiqomah menjalankan ajaran Alloh, semoga kita mendapat syafa’atnya di akherat,”ucapnya.

Mengenai aksi penanaman pohon, ucap H. Dadang Zaelani, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan keseimbangan lingkungan hidup yang akan diusung menjadi,nsalah satu program prioritas Partai Ummat di Bogor.

Hal ini mengingat wilayah Bogor telah dikepung oleh, pembangunan infrastruktur dan aktifitas galian.

“InsyaAlloh, ini menjadi salah satu bentuk aksi nyata perjuangan untuk mewujudkan Bumi diperlakukan adil dan lestari,” tutupnya.

Turut hadir Ustadz Budi Rasia (TP3U), Acep Mulyadi (TP3U), Kristian (TP3U), Abdurrahman, dan Habieb Abdurahman bin Yahya, dan Ustadz Ghusni Thamrin, beserta team penggerak.

Sebelumnya, Prof. DR. H.M. Amien Rais telah menggagas lahirnya Partai Ummat yang secara resmi dikenalkan oleh Lokomotif Reformasi 1998 ini ke penjuru negeri pada 1 Oktober 2020 lalu.

Partai Ummat memiliki azas Islam Rahmatan lil Alamin dengan semboyan, Lawan Kezaliman dan Tegakkan Keadilan.

Logo Partai Ummat berupa perisai tauhid dan bintang berwarna kuning keemasan. Makna gambar bintang dalam logo tersebut sama sepert yang ada di dada burung Garuda Pancasila, yakni simbol Ketuhanan yang Maha Esa.

Informasi seputar Deklarasi Partai Ummat juga dapat disimak melalui Instagram resmi Amien Rais @amienraisofficial. Cc