Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 7401

Sepak Terjang Pelaku Bom di Gereja Katedral Makassar

0

Bogordaily.net- Polri berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Maret 2021.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan para pelaku diduga merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD sendiri merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung (baiat) dengan ISIS.

Mereka turut terlibat dalam sejumlah aksi teror beberapa tahun terakhir, seperti bom di Surabaya pada 2018 dan penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) kala itu, Wiranto.

Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait dengan kehidupan sehari-hari para pelaku di wilayah Makassar, termasuk pekerjaan yang dilakukan.

Belum diketahui secara pasti juga mengenai hubungan antara pelaku laki-laki dan perempuan yang meledakkan diri di depan gereja tersebut.

Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit saat ini berjumlah 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya dirawat di RS Bhayangkari Makassar dan dua lainnya di RS Siloam.

Pelaku bom bunuh diri di depan halaman Gereja Katedral, Makassar merupakan pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

“Betul pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan,” kata Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono dikutip dari cnnindonesiacom.

Dalam foto yang beredar dan telah terkonfirmasi, para terduga pelaku melancarkan aksinya menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DD 5984 MD.

Argo mengungkapkan, dalam hal ini polisi masih melakukan penggeledahan di sejumlah tempat lain untuk mencari barang bukti. Termasuk rumah pelaku.

“Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” ucap nya. ***

Alumni 212 Geruduk Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Ada Apa?

0

Bogordaily.net – Dukungan pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS) terus bermunculan.

Setelah sebelumnya dukungan pembebasan datang dari Gerakan Mahasiswa Daulat Rakyat (GMDR) Kota Bogor, kini dukungan pembebasan muncul dari Dewan Tanfidzi Persaudaraan Alumni 212 Kabupaten Bogor.

Ketua Dewan Tanfidzi Persaudaraan Alumni 212 Kabupaten Bogor, Endy KH mengungkapkan aksi yang digelar hari ini bertujuan untuk audiensi dengan pihak Kejari Kabupaten Bogor, terkait kasus hukum yang menimpa HRS.

“Kami di sini tergabung dalam Dewan Tanfidzi Persaudaraan Alumni 212 Kabupaten Bogor, yang terdiri dari beberapa majlis taklim di Kabupaten Bogor. Hari ini, kami tidak menggelar aksi tapi hanya beraudiensi saja,” katanya, Senin (29/3/2021).

Kendati demikian, pihaknya enggan menyebutkan secara detail tujuan daripada kedatangan pihaknya tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Hanya saja, dia menyinggung soal penegakkan hukum yang tidak merata diberlakukan, dan diduga kuat itu adalah soal kasus Habib Rizieq Shihab yang kini tengah menjalani masa persidangan pasca kasus kerumunan dan tidak terbukanya hasil swab test di Rumah Sakit Ummi, Kota Bogor beberapa waktu lalu.

“Pada intinya kami ingin equality before the law ditegakkan. Kesadaran hukum harus tegak di republik ini. Para pendiri bangsa mendirikan republik ini jelas sebagai negara berdasarkan hukum. Negara hukum harus ditegakkan,” tukasnya.

Sumber : ayobandung.com

 

Kegiatan PKK Sindang Sari, Dari Pelatihan Sampai Produksi Masker

0

Bogordaily.net- Anggota PKK Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Bogor Timur memiliki beberapa kegiatan yang sedang dijalankan. Dalam kegiatan yang sedang dijalankan salah satunya ialah kampung perca.

Lurah Sindang Sari, Asep Faizal Rahman mengatakan, pada kegiatan ini anggota ibu-ibu PKK bekerja sama dengan warga untuk memajukan Kampung Perca agar menjadi sebuah usaha untuk masyarakat yang ada di Sindang sari serta menjadi suatu destinasi wisata baru di Kota Bogor.

“Produk yang dibuat saat ini oleh PKK kampung perca berupa masker, tempat tisu, keset, dan juga sarung bantal. untuk pemasaran yang dipasarkan saat ini masih lebih kepada internal, tapi kita akan mempersiapkan untuk pemasaran skala besar” ujar Lurah Sindang Sari, Asep Faizal Rahman.

Untuk harga masker yang diproduksi oleh kampung perca sangat terjangkau. Harga untuk masker yang dijual sekitar Rp 7.500, namun jika pemesanan di atas 100, per masker hanya Rp 5.000 saja.

Lurah Sindang Sari mengungkapkan, dalam waktu dekat ini kampung perca ingin memperluas produksi nya untuk membuat pakaian dari kain perca.

Pada kegiatan ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) akan memberikan pelatihan menjahit pola, guna mendukung program kampung perca untuk pembuatan pakaian yang akan di launching di Sindang Sari.

Beberapa konveksi yang ada di Sindang Sari pun turut memberikan dukungan dalam kegiatan kampung perca ini dengan memberikan sisa sisa bahan untuk diolah kembali oleh kampung perca.

“Alhamdulillah untuk saat ini kampung perca sudah dikenal dan juga sudah dipesan seperti ibu Wali Kota, ibu Camat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kelurahan Mulya Harja” ucap Lurah Sindang Sari, Asep Faizal Rahman. ***

ASB Kritik Pembangunan RSUD Tipe A di Rancamaya Bogor

0

Bogordaily.net – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe A di kawasan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mendapat kritikan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Akhmad Saeful Bakhri (ASB).

Menurut ASB, sebelum wacana itu digelontorkan ke publik, seharusnya terlebih dulu ada kajian mengenai kebutuhan RS di ‘Kota Hujan’, tentunya mesti melalui konsultasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Yang jadi pertanyaan, kenapa harus di Rancamaya? Katanya pembangun RS untuk pemerataan pelayanan kesehatan warga. Justru bila di Rancamaya, malah semakin menjauhkan layanan dari masyarakat Kota Bogor. Mengapa tak manfaatkan lahan Kayumanis,” ujar ASB kepada wartawan, Senin (29/03/2021).

ASB juga menegaskan bahwa pembangunan RSUD baru di Rancamaya jangan sampai bertujuan untuk keuntungan semata.

“Lagian di daerah sana kan dekat dengan RSUD Ciawi. Saya melihat di Kota Bogor RS cukup banyak, dan rasionya masih mencukupi. Saat ini pun ada beberapa RS yang tengah berproses sebagai rumah sakit baru” ungkapnya.

ASB menyarankan, apabila pemerintah ingin membuat RS, lebih baik membangun rumah sakit khusus, misalnya untuk kanker atau lainnya.

“Lebih baik buat kajian. Jangan berwacana dulu. Sekarang ada nggak SDM-nya, anggarannya?,” katanya.

Sementara, sambung dia, apabila Komisi IV melaksanakan rapat dengar pendapat dengan RSUD, mereka selalu mengeluh kekurangan SDM dan kelimpungan dalam membayar gaji karyawan.

“Mesti diingat, kajian itu nantinya bukan dilakukan oleh RSUD tapi oleh Dinkes. Andaikan pemkot berencana membangun atau mendirikan RSUD lagi, itu bukan cabang RSUD yang ada, agar jelas dulu kerangka berpikirnya,” jelas ASB.

Lebih lanjut, ASB mengaku heran mengapa wacana pendirian RSUD baru justru dicuatkan direksi RSUD Kota Bogor, bukan oleh Dinkes.

“Lebih baik fokus saja menambah fasilitas yang ada di RSUD,” ucapnya.

Kata ASB, bila ingin meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, justru pemerintah memperbaiki fasilitas di tiap puskesmas.

“Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah peningkatan taraf hidup melalui pemulihan ekonomi kreatif serta pembangunan mental spiritual,” pungkasnya.

Sumber : pojoksatu.id

Selamat! Ade Yasin Kembali Pimpin DPW PPP Jabar

0

Bogordaily – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW PPP Jawa Barat yang digelar di Hotel Le Eminence Cianjur memutuskan secara aklamasi Ade Yasin menjadi Ketua DPW PPP Jawa Barat periode 2021 – 2026.

Ade Yasin yang juga Bupati Bogor satu-satunya yang mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPW PPP Jawa Barat. Ade Yasin mengutarakan berbagai harapan kedepannya untuk partai berlambang ka’bah itu.

DPW PPP Jabar

 

DPW PPP Jabar

Tahun Ini 4.184 RTLH di Bogor Akan Dibangun

0

Bogordaily.net – Sebanyak 4.184 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor Lestiana Irmawati mengatakan, pihaknya pada tahun ini merencanakan akan merehabilitasi RTLH yang sudah terdata.

Menurutnya 4.184 unit RTLH di Bogor tersebut dibangun menggunakan anggaran dari berbagai sumber. Mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Pun juga bantuan itu bersumber dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Dari 4184 unit tersebut, 2000 diantaranya bakal dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor, sementara 2000 RTLH lainnya bakal menggunakan bantuan Pemprov Jawa Barat 780 unit dan BSPS Kemen PUPR 1404 unit RTLH.

Untuk RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor, sambungnya, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp400 miliar, dengan alokasi Rp15 juta rupiah per-unit.

“Kalau dari APBD Kabupaten Bogor besarannya Rp15 juta per rumah. Sementara dari Pemprov Jawa Barat sebesar Rp17,5 juta per rumah dan dari program BSPS juga Rp17,5 juta,” katanya dilansir dari Ayobogor.com -jaringan Suara.com Senin (29/3/2021).

Kendati demikian, untuk bantuan dari Pemprov Jawa Barat dan BSPS, bakal diberikan dalam bentuk non-tunai. “Jadi nanti pemberiannya itu berupa barang dan bahan bangunan, yang akan diberikan langsung kepada penerimanya,” tutupnya.

Sumber : bogorsuara.id

Masuk Sel KPK, RJ Lino Tampik Negara Rugi Dalam Pengadaan QCC Murah Dibanding Lelang

Bogordaily.net – Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino menapik bahwa negara mengalami kerugian dalam pengadaan Quay Container Crane (QCC).

Saat memenuhi panggilan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat 26 Maret 2021, RJ Lino mengatakan bahwa crane yang di beli PT Pelindo II itu sudah paling murah di Indonesia.

“Itu crane yang saya beli itu crane yang paling murah selama negeri ini berdiri,” ucap RJ Lino.

Baca juga: 5 Tahun Sandang Label Tersangka, RJ Lino Akhirnya Ditahan KPK

Baca juga: Akui Kontribusi DPW PPP Jawa Barat Ciptakan Perda Pondok Pesantren, Ridwan Kamil Dukung Tekad Ade Yasin ‘Bebenah’

Ia pun menuturkan bahwa dengan menunjuk langsung harga QCC justru lebih murah dibanding melakukan lelang yang mana harga akan semakin mahal.

“(Lelang) angkanya itu 500.000 dolar lebih mahal daripada saya nunjuk langsung,” tutur RJ Lino.

Mantan Dirut PT Pelindo II ini juga mengatakan kalau BPK itu fair maka harusnya tidak ada kerugian negara.

Jadi kalau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu fair, mereka harusnya isi itu, nggak ada kerugian negara. Lelang lebih mahal 500.000 dolar daripada nunjuk langsung,” tuturnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino pada Jumat, 26 Maret 2021 setelah menyandang label tersangka selama lima tahun.

Dalam dugaan korupsi proyek pengadaan tiga Quay Container Crane di PT Pelindo II, KPK menduga mantan Dirut PT Pelindo ini menyalahgunakan wewenangnya sebagai direktur utama.

Lino diduga menunjuk langsung PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery dari Cina sebagai penyedia tiga unit crane itu di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.

Baca juga: Besok Sidang, Peluhan Simpatisan Habib Rizieq Shihab Geruduk Kejari di Bogor Minta Kesetaraan Hukum

Wakil ketua KPK Alexander Marwata penahanan RJ Lino akan dilakukan selama 20 hari dari tanggal 25 Maret 2021 sampai 13 April 2021.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan tersangka selama 20 hari pertama,” tutur Alexander Marwata.

RJ Lino ditahan atas tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga Quay Container Crane di PT Pelindo II, ia menyandang label tersangka sejak tahun 2015.

Namun Lino yang mengenakan rompi oranye tahanan KPK mengaku senang akhirnya ditahan oleh KPK.

Ia mengatakan alasannya merasa senang lantaran sudah cukup menyandang status tersangka selama lima tahun.

“Saya senang sekali setelah lima tahun menunggu. Saya diperiksa tiga kali, sebenarnya enggak ada artinya pemeriksaan itu. Hari ini saya ditahan. Jadi supaya jelas statusnya,” ucap RJ Lino.

Namun sebelum ditahan di sel, Lino diharuskan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan gedung lama KPK di jalan HR Rasuna Said, Jakarta.***

Polresta Kota Bogor Naikkan Pengamanan Sejumlah Gereja Pasca Bom Bunuh Diri

0

Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota meningkatkan pengamanan di sejumlah gereja untuk memberikan kepastian keamanan bagi warga Kota Bogor menyusul aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menginstruksikan personil polisi di jajaran Polresta Bogor Kota untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja di Kota Bogor, setelah mendapat kabar adanya aksi bom bunuh diri yang diduga dilakukan dua orang di Makassar, pada Minggu sekitar pukul 10:20 WITA.

Kapolresta Bogor Kota memimpin langsung patroli pengamanan di sejumlah gereja di Kota Bogor, pada Minggu sore hingga petang, 28 Maret 2021.

Dengan menggunakan sejumlah kendaraan taktis dan kendaraan personil polisi, Kapolresta melakukan pengecekan ke gereja-gereja di Kota Bogor.

Kapolresta yang memimpin patroli tampak mendatangi gereja-gereja, memeriksa langsung sampai ke dalam, bertemu dengan pimpinan gereja dan jemaat yang sedang beribadah.

Rombongan personil yang patroli, tampak menggunakan pakaian taktis lengkap beserta senjata laras panjang.

Salah satunya gereja yang didatangi adalah Gereja Katedral di Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, pada Minggu sore. “Pada sore hari ini, jajaran Polresta Bogor Kota berusaha memberikan kepastian keamanan dengan melakukan patroli ke gereja-gereja,” katanya.

Kapolresta Bogor mengatakan, pengamanan tersebut dilakukan menyusul adanya bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

“Personil yang dikerahkan sekitar 2/3 kekuatan Polresta Bogor Kota atau sekitar 700 personil, untuk memberikan rasa aman bagi jamaat yang sedang beribadah,” katanya.

Menurut Susatyo Purnomo Condro, personil polisi dari Polresta Bogor Kota pengamanan di gereja-gereja di Kota Bogor akan ditingkatkan hingga pekan depan.

“Kita berusaha untuk mencegah, memperkuat pengamanan di gereja-gereja di Kota Bogor,” katanya. Sebelumnya terjadi aksi bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral Makassar pada Minggu sekitar pukul 10:20 WITA yang melukai sekitar 14 orang.

Sumber : tempo.co

Besok Sidang, Peluhan Simpatisan Habib Rizieq Shihab Geruduk Kejari di Bogor Minta Kesetaraan Hukum

Bogordaily.net – Puluhan simpatisan Habib Rizieq Syihab (HRS) menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor untuk meminta kesetaraan hukum.

Ketua Dewan Tanfidz Persaudaraan Alumni 212 Kabupaten Bogor, Endy KH mengaku kedatangannya bersama simpatisan lain bukan untuk berdemo namun untuk menggelar audiensi bersama kepala kejaksaan negeri Kabupaten Bogor.

“Kami sekarang hadir adalah perwakilan dari beberapa majlis ta’lim, ponpes dan organisasi. Tentu kehadiran kami saat ini adalah, ini hanya perwakilannya saja karena memang kami datang ke sini bukan untuk demo tapi untuk audiensi, nanti kita akan berdialog dengan Kepala Kejari langsung yang akan menerima kami,” kata Endy Kepada wartawan, Senin 29 Maret 2021.

Endy menegaskan para pecinta habib akan meminta kesetaraan hukum bagi HRS yang dianggap tidak adil.

“Paling utamanya tentu Equality Before The Law. Kesetaraan hukum harus tegak di negara ini karena pendiri bangsa mendirikan negeri ini jelas berdasarkan hukum. Ini harus lurus kembali, negara hukum harus benar-benar ditegakan,” tegasnya.

Selain itu, Endy juga menjelaskan ada sebanyak 15 orang disambut Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong untuk menggelar audiensi.

“Ada 15 orang, sebagai pembicara semua, masing-masing sudah tahu apa yang dibicarakan,” ungkapnya.

Diketahui, Habib Rizieq Shihab bersama menantunya terkena kasus Swab palsu ditambah kerumunan di Megamendung Kabupaten Bogor.

Sidang kedua kasus Rizieq itu diundur karena mendapat protes pihak Rizieq atas sidang online yang tidak jelas suaranya. Rizieq Shihab meminta sidang offline.

Kasus kerumunan Megamendung akan kembali digelar pada Selasa, 30 Maret 2021, sementara sidang kasus Swab palsu akan digelar Rabu, 31 Maret 2021.***

Akui Kontribusi DPW PPP Jawa Barat Ciptakan Perda Pondok Pesantren, Ridwan Kamil Dukung Tekad Ade Yasin ‘Bebenah’

Bogordaily.net – Gubernur Ridwan Kamil mengakui kontribusi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam mendorong terciptanya peraturan daerah (Perda) mengenai pondok pesantren dan mendukung Ade Yasin ‘bebenah’ di dalam organisasinya.

Menurut Ridwan Kamil, kiprah PPP dalam perda pondok pesantren cukup besar sehingga kini bisa dinikmati santri dan santriwati juga semua yang berkecimpung di dalamnya.

“Semoga PPP akan terus bebenah dan bisa menjadi pelopor di Jawa Barat, saya juga siap mendukung lahir batin Ade Yasin yang sedang berjuang membangun Bogor dan Jawa Barat,” kata dia saat menghadiri Muswil DPW PPP Jawa Barat di di Hotel Le Eminence Cianjur, Senin, 29 Maret 2021.

Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Yasin menegaskan, usai Muswil ini PPP sudah harus bisa menentukan siapa-siapa yang akan didukung dan maju dalam kontestasi politik ke depan yaitu saat pemilihan legislatif. Kader yang kompeten akan melakukan kerja-kerja elektoral yang tepat untuk membangun Jawa Barat.

“Kami akan gelar workshop pendidikan-pendidikan politik ke depan, bukan hanya untuk pengurus tetapi untuk kader-kader yang akan dicalonkan menjadi anggota legislatif dari PPP. Karena semua orang bisa menjadi caleg, tetapi belum tentu siap menjadi anggota legislatif,” terang Ade Yasin.

Ade Yasin menuturkan bahwa politisi tidak bisa hidup di partai, tetapi partai bisa menghidupi orang dengan diberikan kendaraan politik untuk mendapatkan jabatan.

“Jadi anggota DPR RI diusung oleh partai PPP, jadi Bupati diusung oleh partai, jadi Wakil Gubernur, bahkan jadi Gubernur. Jadi tinggal bagaimana setelahnya kita mengabdi kepada partai,” ujar Ade Yasin.

Kegiatan Muswil itu dilaksanakan di di Hotel Le Eminence Cianjur pada Senin, 29 Maret 2021 – 30 Maret 2021.

Dihadiri oleh Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Gubernur Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzanul Ulum dan para Ketua dan Pengurus DPC PPP Se-Jawa Barat.***