Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 7524

Direksi Perumda PPJ Pastikan, Pegawainya Tidak Lakukan Pungli di Teras Surken

0

Bogordaily.net – Menyikapi dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) di Teras Surya Kencana (Surken). Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, telah mengklarifikasi serta melakukan pengecekan ke lapangan. Sehingga dapat memastikan bahwa tim internal Perumda PPJ, tidak ada yang melakukan pungli terhadap pedagang.

“Bahkan direksi bersiap melakukan pelaporan apabila pedagang yang dirugikan akibat pungli tersebut, siap menjadi saksi utama,” kata Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor  Muzakkir, Selasa 23 Februari 2021.

Muzakkir menambahkan, diawal pembukaan dirinya selalu menyampaikan, untuk masuk ke Teras Surken tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Pedagang hanya membawa alat untuk berjualan saja.

“Yang kena Pungli itu, bisa dibilang kena penipuan, ada oknum yang meminta uang dengan menjanjikan bisa berjualan di Teras Surken. Kami coba cek ke salah satu pedagang, memang ada penjual di sana ada yang membayar sebesar Rp 18 juta. Pedagang itu dijanjikan bisa mendapatlan tempat di Teras Surken, tapi hal itu terjadi saat pedagang tersebut sebelum mendapat tempat,” tambah Muzakkir yang didampingi Direktur Umum (Dirum) Jenal Abidin dan Direktur Operasional (Dirops) Deni Aribowo.

Muzakkir juga memaparkan, pihaknya sudah menginformasikan jauh-jauh hari kalau masuk ke Teras Surken di utamakan pedagang kuliner di Surken, UMKM, dan kuliner legendaris. Dengan catatan di dalam Teras Surken tidak ada makanan yang sama variannya.

“Sehingga dengan adanya pemberitaan di beberapa media massa, sesuai intruksi pimpinan kami akan proses kasus itu dengan melapor kepada polisi agar ada efek jera terhadap oknum tersebut,” paparnya.

Muzakkir juga mengaku, pihaknya sempat bicara dengan pedagang yang terkena pungli. Pedagang itu mengaku ada pungli, namun bukan saat berdagang di Teras Surken. Saat diminta supaya menjadi saksi dalam proses hukum, pedagang merasa rasa ketakutan, sehingga pedgang yang menjadi korban tersebut, tidak mau jadi saksi.

Disampikan Muzakir, masalah dugaan terjadinya pungli perlu pembuktian. Versi pedagang yang mengaku menjadi korban, jika ingin berjualan di Teras Surken harus ada pembayaran. Setelah dia berjualan, baru diketahui dari pedagang lain ternyata tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Untuk Teras Surken ini memang kami mengedepankan sosial untuk membantu UMKM dan pedagang kecil karena dari bagi hasil yang kami dapat sebesar 20 persen, belum bisa menutupi operasional. Meski begitu kami tidak menyerah dan tetap memperjuangkan Teras Surken ini,” tandasnya.***

Masa Sidang Ke Dua Tahun Sidang 2021 DPRD Kota  Bogor akan Bahas Tiga Raperda

0

Bogordaily.net – Memasuki masa Sidang Ke Dua Tahun Sidang 2021, DPRD Kota Bogor akan membahas sebanyak 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Ketiga Raperda tersebut adalah Raperda tentang Pelayanan Air Minum Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor, Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta Raperda tentang Santunan Kematian.

Hal itu terungkap pada Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor  dipimpin Wakil Ketua I,  Jenal Mutaqin, SH, Rabu 6 Januari 2021. Rapat Paripurna ini mengagendakan Pembukaan Masa Sidang Ke Dua  Tahun Sidang 2021, Penyampaian Laporan Reses Masa Sidang Kesatu Tahun Sidang 2020 dan Pembacaan Komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Menurut Pimpinan Rapat Paripurna DPRD Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin, bahwa bidang legiaslasi sesuai dengan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Sidang 2021 yang telah disepakati antara DPRD dengan Pemerintah Kota Bogor, pada Tahun ini berdasarkan Keputusan DPRD Nomor 188.342-20 Tahun 2020 Tanggal 30 Nopember 2020 Tentang Propemperda akan dibahas sebanyak 14 Raperda.

Adapun Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2021 akan dibahas sebanyak 3 Raperda.

Sidang Ke Dua
Anna Mariam Fadhillah

Selain itu, sambung Jenal Mutaqin, terdapat beberapa Raperda tahun sebelumnya yang masih dalam tahap pembahasan Panitia Khusus (Pansus) dan pembahasannya akan dilanjutkan pada tahun 2021. Selain itu terdapat beberapa Raperda yang dalam tahap Fasilitasi Gubernur Jawa Barat dan masih evaluasi Gubernur.

Adapun kegiatan  dibidang legislasi lainnya akan dilaksanakan selama kurun waktu Tahun Sidang 2021 antara lain ; Penyususnan Draf Raperda Prakarsa DPRD, Pengkajian dan Evaluasi Efektifitas  Pelasanaan Perda serta sosialisasi Perda Prakarsa DPRD, ungkap Jenal Mutaqin.

Sementara itu, lanjut Jenal Mutaqin, kegiatan dibidang anggaran pada Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2021 akan dibahas antara lain ; Pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD tahun Anggaran 2020, Pembahasan Raperda Kota Bogor tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 dan Pembahasan Hasil Pemeriksaan atau LHP BPK tahun 2020.

Sedangkan bidang pengawasan akan dilaksanakan antara lain Pembahasan masalah khusus oleh Alat-Alat Kelengkapan DPRD sesuai dengan bidang tugasnya, diantaranya melalaui Rapat Kerja bersama Mitra Kerja, Peninjauan Lapangan, Hearing/Dialog bersama tokoh masyarakat dan penerima aspirasi.

Sedangkan Bidang Kelembagaan, kegiatran yang akan dilaksanakan antara lain Rapat Konsultasi antara DPRD dengan Pemerintah Kota Bogor, Mengikutsertakan Pimpinan dan Anggota DPRD sesuai bidang tugasnya dalam Seminar, Lokakarya, Workshop dan Diklat lainnya yang diperlukan dalam rangka peningkatan Sumbar Daya Manusia dan Profesionalisme, ungkap Politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Program Pembentukan Peratruran Daerah (Propemperda) Tahun Sidang 2021 yang telah disepakati antara DPRD dengan Pemerintah Kota Bogor, yang tertuang dalam Keputusan DPRD Kota Bogor Nomor 188.342-20 Tahun 2020 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun Sidang 2021, akan membahas sebanyak 14 Raperda yang terbagi dalam Tiga Masa Sidang.

Khusus Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2021 DPRD Kota Bogor akan membahas sebanyak 3 Raperda yaitu  Raperda tentang Pelayanan Air Minum Perusahaan Umum Daerah Tirta Pakuan Kota Bogor, Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan Raperda tentang Santunan Kematian Bagi Masyarakat.

Sidang Ke Dua
Jenal Mutaqin, SH.

Raperda Tentang Santunan Kematian

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor kini tengah membahas Raperda tentang Santunan Kematian bagi Masyarakat, menyusul penetapan Panitia Khusus Pembahas Raperda tersebut. Raperda inisiatif DPRD tersebut, tujuan utamanya adalah untuk meringankan beban bagi masyarakat terutama dari keluarga kurang mampu yang keluarganya meninggal dunia.

“Tujuan dari raperda santunan kematian ini adalah untuk membantu masyarakat tidak mampu ketika mereka kehilangan anggota keluarganya,” kata Ketua Panitia Khusus Pembahas Raperda tentang Santunan Kematian, Anna Mariam Fadhillah usai rapat dengar pendapat dengan sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPRD, Jumat, 19 Pebruari 2021 lalu.

Dia menjelaskan bahwa, masukan-masukan dari masyarakat pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) kali ini akan diakomodasi untuk dibahas lebih lanjut.

Sebab, sambungnya, memang banyak masukan dari masyarakat Bogor yang terlewat dalam Raperda.

Adapun jenis santunan tersebut adalah biaya pemakaman dan uang duka. Dalam regulasi ini, diatur juga beberapa santunan tidak diberikan kepada masyarakat yang meninggal akibat bunuh diri, penggunaan narkotika dan meninggal dalam tindak kejahatan.

Raperda inisiatif  DPRD ini diterbitkan  untuk membantu masyarakat Bogor yang tidak mampu saat kehilangan anggota keluarga. Apalagi jika yang meninggal merupakan tulang punggung keluarga. “Tujuannya seperti itu.

Kami ingin bantu seperti biaya pemakaman maupun uang duka. Memang mungkin nanti tidak akan keluar seketika, tapi minimal upaya ini bisa membantu masyarakat miskin,”  ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera  ini. ***

Bupati Bogor Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Keluarga, Ini Sebabnya

0

Bogordaily.net  Bupati Bogor, Ade Yasin mengajak seluruh masyarakatnya untuk menyukseskan pendataan keluarga yang dilaksanakan pada tanggal 1 April sampai 31 Mei 2021 di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, data sangat penting dalam perencanaan pembangunan termasuk data keluarga.

 Oleh karenanya setiap 5 tahun sekali pemerintah melakukan pendataan keluarga yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Ayo sambut petugas pendata yang akan datang ke rumah anda dengan senyuman yang ramah. Berikan data yang benar, akurat dan jelas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5 M,” ujar Ade.

Ade Yasin mengingatkan dalam pendataan berfungsi untuk memastikan setiap keluarga yang berdomisili di Kabupaten Bogor terdata.

Agar pencapaian visi dsn misi daerahnya, yakni termaju, nyaman, dan berkeadaban bisa terwujud.

Sementara itu, pendataan keluarga merupakan kegiatan lima tahunan BKKBN untuk mendapatkan data keluarga Indonesia.

Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

Peraturan tersebut  mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan perkembangan Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) diperlukan Data dan Informasi Keluarga yang dikelola dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA).

Perlu diketahui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Kesehatan.

BKKBN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.***

Izin Piala Menpora 2021 Keluar, Raffi Ahmad Berterima Kasih ke Zainudin Amali

0

Bogordaily.net – Presenter kondang Raffi Ahmad berterima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. atas keluarnya izin turnamen Piala Menpora 2021.

Pasalnya, Raffi mengaku pencinta bola sehingga patut mengapresiasi akan berlangsungnya Piala Menpora 2021.

Selain itu, izin tersebut akan membuka kesempatan turnamen lainnya terlaksana.

Raffi Farid Ahmad atau lebih dikenal dengan Raffi Ahmad mengunjungi Menpora Zainudin Amali di gedung Kemenpora, Rabu 24 Februari 2021.

Atas kedatangan Raffi, Menpora Amali menyampaikan bahwa artis papan atas itu mengunjunginya bersama rombongan.

Hadir dalam rombongan ini antara lain mantan pemain Timnas Hamka Hamzah, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto dan Joe perwakilan dari Selebritis FC.

Keempatnya berkunjung dalam rangka menyampaikan ucapan terimakasih atas keluarnya izin keramaian turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang akan digelar Maret sampai April 2021.

Sebab, izin tersebut tak terlepas dari bantuan dan perjuangan Menpora Amali.

“Teman-teman datang menyampaikan terimakasih karena izin turnamen sepak bola sudah keluar. Saya baru tahu ternyata mereka juga termasuk yang menunggu izin itu,” ujar Menpora Amali usai pertemuan.

Menpora Amali mengatakan, Raffi Ahmad akan juga turut serta berperan dalam keikutsertaan Selebritis FC pada rangkaian Piala Menpora 2021.

Selebritis FC akan mengkampanyekan protokol kesehatan saat Piala Menpora bergulir.

“Mereka akan melakukan satu kegiatan kampanye sebelum kegiatan pramusim, sebelum turnamen Piala Menpora akan ada semacam kampanye tapi itu rangkaian dari kegiatan yang dibawah kendalinya PSSI,” kata Menpora Amali.

Beberapa hal yang akan dilakukan artis dalam Selebritis FC untuk mengkampanyekan protokol kesehatan antara lain mengimbau masyarakat nonton di rumah saja dan tidak datang ke stadion.

“Saya sangat senang dan saya menyambut gembira dan mengapresiasi upaya dari masyarakat dari kelompok masyarakat yang mau memberikan perhatian terhadap olahraga khusunya sepak bola,” paparnya.

Sementara itu, Raffi Ahmad dalam kesempatan yang sama mengaku mengapresiasi upaya Menpora, PSSI dan Kepolisian yang mengeluarkan kembali izin turnamen sepak bola Piala Menpora 2021.

Terlebih, dirinya dan Selebritis FC akan ambil bagian dalam Piala Menpora 2021.

“Jadi kami berangkat dari komunitas sepak bola, ada selebritis, penyanyi, pemain sinetron sampai atlet profesional yang masih aktif. Kita punya komunitas kita senang bangat izin itu sudah keluar dan ini gairah lagi untuk sepak bola Indonesia. Karena sepak bola pesta rakyat bagi Indonesia,” ucapnya.

Raffi mengatakan pihaknya akan mendukung Piala Menpora 2021 dengan menggelar kegiatan sepak bola persahabatan atau Friendly Match antar komunitas.

Nanti hanya ada 5 pertandingan saja, dari komunitas artis yakni Selebritis FC dan beberapa tim misalnya dari PSSI all star, Persija atau Timnas U-23.

Menurut Raffi inti dari kegiatan ini mengkampanyekan protokol kesehatan kepada para pecinta bola seluruh nusantara.

“Nanti saat pramusin sudah dimulai Piala Menpora biar nontonya di rumah aja. Kalau misalnya kenapa-kenapa ada keramaian kan ijinnya bisa dicabut. Pak Menpora dan PSSI sudah bersudah payah mendapatkan izin ini,” katanya.

Kegiatan ini akan digelar selama dua minggu hingga pembukaan Piala Menpora 2021. Namun dalam seminggu hanya dua kali saja yakni hari Sabtu dan Minggu.

Kegiatan ini bekerja sama dengan salah satu televisi swasta nasional ANTV dan juga akan di support Rans Entertainment milik Raffi Ahmad.

Dikatakan Raffi, dalam acara yanng dimulai pada tanggal 6 hingga 21 Maret itu dilakukan penggalangan donasi yang nantinya akan diberikan kepada para atlet yang selama ini terimbas pandemi Covid-19.

“Nanti kita akan berdonasi juga di pertandingan-pertandingan kita ini, kita sudah bersepakat bersama teman-teman hasil donasninya monggo nanti kita akan serahkan kepada PSII atau Menpora silakan didistribusikan kepada teman-teman atlet yang memang membutuhkan apalagi dalam keadaan seperti ini,” paparnya.

Ia meneruskan, Kemarina kan bola, bukan hanya bola tapi semua atlet merasakan bukan dalam keadaan yang baik. Jadi ini bentuk rasa kepedulian kita juga karena atlet indonesia adalah aset bangsa.***

Kasus Covid-19 Menurun, Abdul Wahid: Terdampak Ganjil Genap

0

Bogordaily.net – Jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Bogor Tengah menurun dari sebelumnya, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid mengatakan hal itu terdampak dari adanya ganjil genap yang berlaku.

“Alhamdulillah kasusnya menurun dalam seminggu terakhir ini,” ucap Camat Bogor Tengah Abdul Wahid pada Rabu, 24 Februari 2021.

Ia menjelaskan, sebelumnya ada 79 orang yang positif Covid-19 , tetapi hari ini telah menurun menjadi 76 orang.

Terlihat dari data yang ada, yang terkonfirmasi positif dari lokasi RW yang masuk zona merah atau oren tinggal tersisa 19 RW se Kecamatan Bogor Tengah. Sedangkan untuk zona hijau, sebanyak 68 RW, dan zona kuning sebanyak 31 RW.

Menurut Wahid, penurunan RW zona merah ini, terdampak dari kebijakan ganjil genap di Kota Bogor. Khususnya di wilayah Bogor Tengah yang sangat berpotensi adanya penurunan Covid ini.

“Tingkat kerumunan dan penumpukan masa semakin berkurang. Peran aktif aparat wilayah serta RW siaga Covid-19 terus melakukan penyuluhan di RW masing-masing,” jelas Wahid.

Ia menambahkan, terdapat 26 pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit khusus Covid-19, sedangkan 8 orang diantaranya mendapatkan perawatan di pusat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, dan 42 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

Wahid berharap agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan dan meningkatkan protokol kesehatan 5 M.

“Aparatur di wilayah Bogor Tengah selalu mengingatkan kepada pengurus RT serta RW, untuk selalu sosialisasi Covid-19. Diupayakan juga masyarakat membatasi aktifitas keluar rumah dan tidak melakukan aktifitas yang meninmbulkan kerumunan atau kegiatan yang sia-sia,” harap Wahid. adv

Ayo Belajar di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI Al-Hidayah Bogor

0

Bogordaily.net – Manajemen Pendidikan Islam (MPI) merupakan salah satu Program studi dari Jurusan Tarbiyah, yang berada di Sekolah Tinggi Agama Islam Al–Hidayah.

Prodi Manajemen Pendidikan Islam memiliki visi yaitu, menjadi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam terbaik di Jawa Barat pada tahun 2025.

Kemudian untuk mencapai visi tersebut, maka prodi Manajemen Pendidikan Islam memiliki beberapa misi.

Seperti, melaksanakan pembelajaran dan pendidikan yang integral dalam ilmu MPI, baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Lalu, memberikan dasar-dasar akhlak terhadap pengembangan ilmu MPI.

Membina dan mengembangkan suasana akademik yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keterbukaan , kreatif, dan inovatif serta tanggap terhadap perubahan sosial.

Kemudian, menyelenggarakan pengelolaan program studi yang berorientasi pada mutu, profesionalisme, keterbukaan, serta berdaya saing yang berbasis penelitian.

Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam, Heriyansyah, S.Pd.I,M.Si mengatakan, terdapat strategi yang dilakukan dalam merelisasikan visi, misi, tujuan, dan sasaran.

“Menjadikan program studi MPI sebagai pusat aktivitas program unggulan center for excellent, mendesain sistem perkuliahan berbasis Information and Communication Technology (ICT), dan menciptakan suasana akademik yang kondusif, bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang baik,” ucap Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam, Heriyansyah, S.Pd.I,M.Si.

Ia melanjutkan, harus ada tenaga pendidik yang handal dengan kualifikasi S2 dan S3 yang relevan, dengan bidang ilmu yang diperlukan di program studi MPI. Serta, harus ada kurikulum yang berorientasi pada perkembangan zaman dan kebutuhan pasar dan  mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Kami juga harus membangun budaya penelitian bagi sivitas akademika, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen. Selain itu, harus menyediakan sarana dan prasarana modern yang menunjang proses belajar-mengajar,” ungkapnya.

Heriyansyah menjelaskan bahwa, terdapat dua program pembelajaran prodi MPI yaitu regular, ekstensi, dan system pembelajaran daring.

“Pembelajaran harus mudah diakses mahasiswa, untuk peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan menuju sumber daya manusia yang professional melalui kegiatan program studi lanjut, juga kegiatan yang ilmiah misal workshop, seminar, lokakarya, dan lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan optimalisasi sumberdaya serta aset, budaya kampus yang ilmiah bernuansa islami, kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kinerja dan prestasinya, bisa menghasilkan lulusan yang kompetitif di masyarakat.

“Lulusan prodi MPI sudah berkiprah diberbagai lembaga pendidikan baik formal atau non formal, yang sangat diterima menjadi seorang manajer atau administrator,” paparnya.

STAI Al-Hidayah masih sangat terbuka seluas luasnya bagi para lulusan SMA/SMK atau sederajat, untuk bergabung di prodi MPI STAI Al-Hidayah Bogor di PMB tahun 2021 melalui link staia.ac.id. adv

Kompak, Presiden Tinjau Vaksinasi Tenaga Pendidik Bareng Anies dan Nadiem

0

Bogordaily.net – Presiden RI Joko Widodo ditemani Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, meninjau vaksinasi tenaga pendidik di SMA 70 Jakarta, Rabu 24 Februari 2021.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan proses vaksinasi yang dilakukan hari ini untuk para tenaga kependidikan berjalan lancar.

“Hari ini vaksinasi untuk tenaga pendidik telah dimulai, tadi semuanya berjalan lancar. Para guru, para pendidik di sini prosesnya akan dimulai,” ujar Presiden RI Joko Widodo.

Tujuan vaksinasi ini untuk mengejar kegiatan belajar tatap muka agar segera dapat dilakukan, kemudian Jokowi berharap provinsi lain segera menindaklanjuti proses vaksinasi untuk tenaga pendidik,

“Sehingga di bulan Juli saat tahun ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal,” ucapnya.

Pemerintah juga menargetkan vaksinasi kepada tenaga pendidik rampung pada Juni mendatang.

“Targetnya pada bulan Juni nanti, 5 juta guru tenaga pendidik dan pendidikan semuanya insyallah sudah kita selesaikan,” paparnya.

Di tempat yang sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka bisa dimulai setelah vaksinasi COVID-19 pada guru selesai dilaksanakan.

“Kalau kita bisa menyelesaikan vaksinasi ini sampai dengan akhir bulan Juni, maka tahun ajaran berikutnya, pada Juli, bisa melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan selama penularan COVID-19 belum terkendali.

“Esensi dari kebijakan ini, dan kenapa tenaga pendidik itu menjadi salah satu yang prioritas adalah, sudah cukup lama anak-anak kita tidak sekolah tatap muka,” katanya.

Pelaksanaan pembelajaran dari jarak jauh dalam jangka panjang bisa mempengaruhi perkembangan anak.

Maka dari itu, pemerintah berusaha melakukan tindakan cepat supaya pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan lagi.

“Kita mengambil tindakan yang cepat dan gesit untuk bisa melaksanakan lagi sekolah tatap muka,” katanya.

Nadiem Anwar Makarim, mengatakan akan menargetkan vaksinasi COVID-19 pada sekitar lima juta guru bisa selesai Juni 2021.

Pada peluncuran program vaksinasi COVID-19 pada tenaga kependidikan di SMAN 70 Jakarta, ada 650 guru, dosen, tenaga kependidikan, supaya pegiat pendidikan yang menjalani vaksinasi.

Vaksinasi pada tenaga kependidikan juga dilaksanakan di daerah-daerah yang lain di bawah koordinasi dinas terkait.***

10 Jenis Makanan Bayi yang Berbahaya

0
Bogordaily.net Menurut Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi pada makanan bayi tidak bisa dicukupi dari ASI, oleh karena itu, makanan pendamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Makanan Pendamping ASI (MPASI) wajib diberikan pada bayi sejak usia 6 bulan, terhadap Kebutuhan nutrisi anak di usia ini memang meningkat.
“Bayi pada usia ini juga secara perkembangan sudah siap untuk konsumsi makanan lain. Jika MPASI tidak diperkenalkan sekitar usia ini atau tidak diberikan secara tepat, pertumbuhan bayi bisa goyah,” demikian kata WHO, dalam laman resminya.
Pemberian MPASI dan mengenalkan teksturnya bisa terlihat sulit,  bunda tidak boleh menyerah hanya karena anak menolak atau melepeh ya.
“Melepeh sekali atau dua kali jangan khawatir, biasanya itu karena anak tidak tahu kalau makanan padat harus dikunyah, lalu langsung ditelan sehingga tidak nyaman dan mulai dilepeh,” kata dr.Melisa Anggraeni, M.Biomed, Sp.A, beberapa waktu lalu.
“Nanti dengan sendirinya, dia akan mengerti bahwa ini makanan harus dikunyah dulu baru ditelan. Jadi, melepeh adalah reaksi wajar ketika kita naik tekstur MPASI,” Lanjutnya.
MPASI bisa dibuat sendiri di rumah, penyajian dan penyimpanannya harus hati-hati agar tidak berbahaya saat dikonsumsi anak.
Bakteri penyebab kontaminasi bisa tumbuh di makanan seperti daging, ikan, telur, susu, dan kedelai. Tak hanya itu, nasi, pasta, dan sayur-sayuran pun rentan terpapar bakteri.
Dilansir berbagai sumber, berikut 10 makanan yang bahaya untuk menu MPASI dan sebaiknya dihindari:
1. Madu
Menurut IDAI madu baru bisa diberikan kepada anak setelah berusia 1 tahun. Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang menyebabkan sembelit, menurunnya nafsu makan, lemas, bahkan berpotensi pneumonia dan dehidrasi.
2. Sayuran mentah
Sayuran mentah bisa menjadi makanan yang bahaya untuk menu MPASI. Selain susah ditelan bayi, sayuran mentah sulit dicerna karena mengandung selulosa. Sayuran mentah bisa menyebabkan diare dan sakit perut pada bayi, Bunda.
3. Susu sapi
Pemberian susu sapi sebagai menu MPASI sebaiknya dihindari pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Nutrisi di susu sapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi tumbuh dan berkembang.
4. Jus buah
Pemberian jus buah tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 1 tahun. Jus buah hampir sama dengan air gula yang mengandung kalori tanpa lemak, protein, kalsium, seng, vitamin D, dan serat yang dibutuhkan bayi.
Terlalu banyak minum jus buah juga bisa mengganggu kesehatan si kecil. Ia bisa mengalami kerusakan gigi, diare, dan masalah perut kronis, Bunda.
5. Makanan dengan pemanis buatan
Hindari pemberian makanan mengandung pemanis dan penyedap rasa karana bahaya untuk MPASI. Pemanis alami dari buah-buahan, seperti pisang, tetap bisa diberikan untuk membangun fondasi rasa bayi.
Selain itu, jauhkan anak dari produk cokelat dan permen keras sebelum usia 1 tahun. Jenis makanan ini bisa berbahaya dan bikin anak tersedak.
6. Keju tidak dipasteurisasi
Keju jenis ini bisa menyebabkan bayi keracunan makanan, Bunda. Sebelum membeli keju, sebaiknya cek dulu label kemasan.
7. Ikan jenis tertentu
Ikan swordfish, tilefish atau king mackerel, umumnya mengandung merkuri tinggi, Kandungan ini tidak baik dikonsumsi anak karena bisa mengganggu perkembangannya.
8. Putih telur
Telur merupakan makanan yang bahaya untuk MPASI anak usia di bawah 1 tahun. Bunda mungkin perlu menghindari putih telur karena dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak.
9. Citrus
Hindari pemberian buah citrus atau jeruk selama beberapa bulan pertama usia anak. Makanan ini mengandung tinggi vitamin C dan asam yang bisa menyebabkan sakit perut dan menimbulkan refluks asam pada buah hati.
10. Daging asap
Daging asap mengandung nitrat dan bahan kimia yang berbahaya jika dikonsumsi bayi. Selain itu, daging asap juga tinggi natrium dan lemak hewani.***

Aksi Kabur Andrew Ayer Hingga Ditangkap Resmob Polda Bali

0

Bogordaily.net – Buronan Interpol Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka berhasil di bekuk Polisi, Resmob Polda Bali beserta petugas Imigrasi Khusus Kelas 1 Ngurah Rai.

Andrew  sempat kabur dari kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai,Bali, pada kamis, 11 Februari 2021.
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengungkapkan Andrew Ayer dibekuk polisi di Villa Seminyak II, Jalan Umalas 1, Kuta Utara, Rabu, 24 Februari 2021 dini hari.
“Tim Mabes Polri, Resmob Polda Bali, bersama dengan pihak Imigrasi Khusus Kelas I Ngurah Rai telah melakukan penangkapan terhadap DPO Red Notice Interpol WNA Rusia Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka,” kata Argo lewat keterangan tertulis, Rabu, 24 Februari 2021.
Selain Andrew, tim gabungan pun mengamankan seorang wanita yang merupakan pacar Andrew, Ekaterina Trubkina. Ia ikut diamankan karena diduga terlibat dalam pelarian sang kekasih,ndrew.
 “Diamankan bersama pacarnya tanpa melakukan perlawan dilanjutkan membawa DPO tersebut ke kantor Imigrasi,” ujar Argo.
Sebelumnya Andrew Ayer melarikan diri saat hendak dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.
Hal itu dilakukan karena keterbatasan ruang detensi yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.
Saat proses administrasi untuk pemindahan, WNA Rusia tersebut dijenguk oleh kekasihnya pada pukul 13.20 WIB.
Setelah Ekaterina menjenguk Andrew, buronan Interpol tersebut kembali diperiksa petugas. Namun saat proses pemeriksaan berlangsung, Andrew menyelinap dari ruang pemeriksaan lalu melarikan

Jadi Penadah Motor Curian, Ini Alasan Klise AJ Kepada Kapolres Bogor

0
Bogordaily.net Salah satu penadah motor curian di Bogor berinisial AJ memiliki alasan yang klise dalam menjalankan bisnisnya.
AJ mengaku berprofesi sebagai seorang petani kebun dan pekerja lepas sehingga gelap mata menjalankan bisnis itu karena mengalami kesulitan ekonomi.
Atas alasan itu, ia motor hasil curiannya dipatok dari mulai 2 jutaan atau sesuai dengan spek motor yang ia tadah.
 “Kita jual 2 jutaan,” singkatnya.
Kepada Kapolres Bogor, AKBP Harun saat jumpa pers, Rabu, 24 Februari 2021, AJ punmenuturkan kesulitannya itu.
“Saya kesulitan ekonomi, pak. Saya kerja di sawah, kadang juga ikut menjadi kuli bangunan,” ungkapnya.
Namun, AKBP Harun menyampaikan bahwa terduga penadah motor curian AJ adalah seorang residivis yang juga perbag tertangkap oleh Kapolres Bogor.
“Dia ini residivis,  tahun sebelumnya dengan tindak pidana yang sama yaitu penadahan,” singkat Harun
Dari aksi tersebut, Polres Bogor mengenakan sanksi untuk ranmor yakni pasal 363 ayat 1 3e, 4e, 5e dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
“Sementara itu, Penadah kena pasal 480 ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tutup Haru.***