Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 7582

Bupati Bogor Minta Warga Tetap Waspada Bencana

BOGOR DAILY – Sejak 2020 sudah tercatat banyak bencana di wilayah Kabupaten Bogor. Tercatat dari Januari-Desember 2020 ada 1.338 bencana. Sementara, di awal 2021, sudah 16 bencana terjadi.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor 16 bencana awal tahun tersebut tersebar di 10 kecamatan yang didominasi bencana longsor.
“Terjadinya di sekitar Gunung mas, Cisarua,”terangnya.

Ade Yasin telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bogor sejak akhir 2020 agar tetap siaga. BMKG sudah memprediksi cuaca penghujan yang cukup tinggi hingga awal Februari 2021.

“BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mencatat 16 bencana terjadi di 10 kecamatan sejak awal tahun ini. Sebagian besar adalah bencana longsor,” kata Bupati Bogor Ade Yasin pada Rabu, 13 Januari 2021 di Cibinong.

Bencana longsor yang cukup besar terjadi di sekitar Gunung Mas, Cisarua. Insiden tersebut sempat menutup Jalur Puncak pada Minggu malam, 10 Januari 2021, dan di Cipeundeu, Pamijahan pada Senin, 11 Januari 2021.

Oleh karena itu, Ade Yasin berpesan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan berusaha menghindari aktivitas di tempat-tempat yang rawan terjadi bencana.

“Cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem, khususnya di Bogor. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat beberapa titik rawan bencana harus diwaspadai,” kata Ade Yasin.

Ia mengaku telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bogor sejak akhir 2020 agar siaga menghadapi musim penghujan yang diprediksi BMKG masih akan terus berangsur hingga awal Februari 2021.

Dua Korban Bus Terguling Langsung Diisolasi di Lido, 7 Lainnya Masih Perawatan

BOGOR DAILY-Pasca kecelakaan bus di Tol Jagorawi yang mengangkut sembilan pasien Covid-19, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir bus tersebut.

Sementara, sembilan korban kecelakaan lainnya masih mendapatkan perawatan. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan dari sembilan korban, tujuh lainnya masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Kota Bogor. Ketujuh korban mengalami luka ringan dan sebagian luka sedang.

“Untuk sopirnya sendiri masih kami periksa hingga saat ini,”ungkap Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Selain tujuh korban yang masih dirawat di RSUD Kota Bogor, ada pula yang langsung dibawa ke Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN Lido, Kabupaten Bogor yang menjadi tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19.

“Dua orang langsung dibawa ke tempat isolasi di Lido. Sopir dalam kondisi sehat, hanya yang luka ringan ini yang diobservasi oleh RSUD,”terangnya.

Meski begitu, polisi belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan ini. Sebab hingga kini masih dalam proses penyelidikan dan mengumpulkan data di lapangan.

“Nanti kita akan pelajari. Kita akan periksa, kita nanti sesuaikan dengan data-data di lapangan. Nanti kita putuskan, apakah memang sopirnya sebagai tersangka atau tidak, nanti kita lihat,”pungkasnya (ibnu)

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Positif Covid-19

BOGOR DAILY – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (13/01/2021) setelah melakukan Swab terakhir pada Selasa (12/01/2021) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19, Irwan Purnawan, mengiyakan kabar tersebut.

“Benar, informasinya Pak Sekda sekarang menjalani isolasi mandiri. Tapi nanti saya pastikan dahulu,” kata Irwan.

Namun, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memberlakukan lock down di Gedung Setda Kabupaten Bogor, dimana tempat Sekda berkantor yang ruangan kerjanya tersebut berada dalam satu atap dengan Kantor Bupati Bogor, Ade Yasin, dan Wakil Bupati, Iwan Setiawan.

Menurutnya, saat ini Pemkab Bogor masih menerapkan work form home (WFH) 75 persen sesuai aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Masih 75 persen WFH ya, 25 persen masih berkantor,” tutupnya.

Di temui di depan Kantor Bupati Bogor, Pegawai Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa pasca Sekda dinyatakan positif Covid-19, staff langsung dilakukan swab antigen.

“Sebanyak 6 orang yang dilakukan swab antigen hari ini,” singkat salah satu pegawai kesehatan saat ditemui Bogordaily.net

Bansos Sembako Presiden akan Diganti jadi Bansos Tunai

BOGORDAILY – Rencana Bantuan Sosial (Bansos) Sembako Presiden akan diganti menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST) ke 7 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

Hal mengenai Bansos Sembako presiden disampaikan oleh, Kepala seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bogor, bahwa bantuan sembako akan digantikan kepada bantuan tunai sebanyak 300 ribu perbulan selama empat bulan.

“Bantuan sembako akan dialihkan ke Bantuan Sosial Tunai (BST) di 7 Kecamatan di Kabupaten Bogor selama 4 bulan dari Januari hingga April 2021 dengan jumalah uang sebanyak 300.000 perorang setiap bulannya,” kata Drs. Djodi Anggoronadi.

Ke tujuh kecamatan itu yakni Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Cileungsi, Citereup, Gunung Putri, Jonggol dan Klapanunggal.

Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran BST tersebut akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia yang nantinya akan diterima langsung oleh penerima BST.

“Lembaga penyaluran BST adalah PT. Pos Indonesia Cabang Cibinong dan Cabang Bogor,” paparnya.

Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui bantuan apa yang akan diberikan oleh Pemkab Bogor untuk masyarakat kabupaten Bogor di 2021.

“Arahan pak Kadis. kami masih menunggu lebih lanjut dari Kemensos,” paparnya.

Namun demikian, Bupati Bogor menyampaikan bahwa Pemkab Bogor 2021 Pemkab Bogor akan Fokus kepada Padat Karya melalui program andalannya yakni SAMISADE.

“2021 kita akan fokus ke padat karya melalui SAMISADE, Kita akan lebih berikan kail daripada ikan,” tutup Ade Yasin.

Ramalan Rizal Ramli dan Mbak Yu Soal Era Jokowi

Bogordaily.net – Sebelum paranormal terkenal, Mbak You yang meramalkan tentan kejatuhan Jokowi serta ramalan lainnya pada yang dilontarkan pada medio November 2020. Ternyata sebelumnya begawan ekonomi Rizal Ramli, meramalkan akan terjadi keguncangan ekonomi di  Indonesia di tahun 2021. Ramalan Rizal bepertinya bertautan dengn paranormal Mbak You.

Mbak You, meramal  bahwa ada kejadian bencana alam, perceraian artis, kecelakaan pesawat, hingga pergantian Presiden di tahun 2021. Kemudian, di awal tahun ini musibah jatuhnya Pesawat Sriwijaya di Kepulauan Seribu tak teralakan, dan sebagian media-pun menyoroti ucapan yang pernah dilontarkan pemilik nama asli Euis Juwariyah Johana itu.

Saya-pun memastikan ucapannya itu melalui Youtube yang menyimpan jejak digital ucapan wanita berbadan sintal tersebut. Ada perkataan perempuan setengah baya itu yang membuat saya penasaran, terutama terkait panggung perpolitikan yang kian memanas hingga membuat penguasa terjungkal.

Jujur saja, hingga kini logika saya belum bisa terasuki penerawangan ahli nujum mana-pun. Namun, bila merujuk pada forecast begawan ekonomi Rizal Ramli terkait dengan ekonomi Indonesia di tahun 2021 dan dikorelasikan pada pengelihatan Mbak You soal penjarahan besar-besaran yang berdampak pada lengsernya Sang Penguasa sungguh masuk di akal juga sih.

Jauh sebelum wanita asal Salatiga, Jawa Tengah itu mengatakan bahwa kondisi ekonomi Tanah Air di tahun 2021 akan carut marut, Rizal Ramli sudah mengeluarkan forecast dengan kajian ilmiahnya.

Ramalan Rizal Ramli merujuk pada kondisi real perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan dan kemerosotan di dalam bidang ekonomi makro sudah terlihat jelas di awal 2020.

“Dengan adanya Covid 19, itu menjadi lebih parah lagi. Di awal semester tahun 2021 kita akan menghadapi kesulitan cash flow dan dampak dari krisis multi dimensi ini akan lebih gawat dibandingkan dengan pada tahun sebelum 1998,” begitu ramalan Rizal Ramli yang dilansir dari akun youtube fadli zon official.

Tahun 1998, kata dia, krisis moneter karena kebanyakan utang, tetapi rakyat di luar Pulau Jawa malah senang. Karena, kata dia, petani karet, sawit dan coklat yang tadinya hanya dapat 1 dollar = Rp 3000 saat itu menjadi Rp15000.

“Mereka tentu menjadi makin Makmur saat itu diluar pulau jawa pada krisis moneter 98. Walaupun didalam pulau jawa sendiri mengalami kesulitan,” tuturnya.
Tapi kali ini sangat berbeda, di luar Jawa tidak ada lagi ekses kapasitas dan berbagai macam komoditi saat ini sedang menghadapi masalah. Akibatnya kata Rizal, kesulitan dihadapi rakyat baik yang di Pulau Jawa mau-pun yang berada di luar Pulau Pawa.

“Sebagai contoh sederhana, 70 persen mahasiswa seluruh Indonesia itu tidak mampu membayar uang kuliah. Dan anehnya, soal begini saja pemerintah tidak mampu menyelesaikan,” ungkapnya.
Krisis kali ini menurutnya, lebih gawat dibanding krisis yang dialami Indonesia pada tahun 1998.

Ia menjelaskan, faktor yang mempengaruhi persoalan krisis kali ini cukup banyak, pertama persoalan utang.
“Kita sudah sampai pada titik dimana untuk bayar bunga utang saja, kita harus berutang lagi,” ujarnya.

Ramalan Rizal mengungkap, diperkirakan tahun 2021 bunga utang Indonesia sekitar Rp345 triliun dan untuk membayar bunga hutang itu dipastikan pemerintah akan kembali berutang sehingga akan terjadi negatif flow. Persoalan kedua, tidak banyak yang memperhatikan pada bulan September pertumbuhan kredit itu negatif.

“Itu belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1998. Biasanya pertumbuhan kredit itu sebesar 15 hingga 18 persen. Kalau pertumbuhan ekonominya 6 persen,” jelasnya.

Tahun 2020 dari Januari hingga September, pertumbuhan kredit hanya berkisar pada angka 3 persen sangat jauh dari yang diharapkan, bahkan pada September tercatat pertumbuhannya negatif.

Artinya kata Rizal, uang yang ada pada rakyat termanfaatkan untuk bayar utang, melalui mekanisme membeli Surat Utang Negara (SUN) dan mekanisme lainnya.
“Inilah yang memukul daya beli rakyat biasa,” tandas mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Amuk

Meski krisis ekonomi di tahun 1998 masih bisa diselamatkan, lantaran ekspor komoditas di luar Pulau Jawa meningkat, tetap saja kerusuhan yang berujung penjarahan tak bisa dihindarkan. Bahkan, Sang Diktator bertangan besi-pun menyerah dan terpaksa lengser dari singgasananya, karena amuk massa yang begitu masif dan tak terkendali.

Istilah amuck dalam bahasa Inggris justru diadopsi dari bahasa Indonesia. Padahal biasanya bahasa Indonesia yang banyak mengadopsi kata-kata dari bahasa Inggris. Jelas bahwa di mata orang Inggris (mungkin di jamannya Gubernur Jenderal Inggris Raffles) orang Indonesia suka mengamuk.

Perkiraan orang Inggris bahwa bangsa Indonesia adalah tukang mengamuk sudah terbukti. Setidaknya peristiwa kerusuhan Mei tahun 1998 menjadi salah satu bukti.

Selain itu, sejarah juga mencatat tentang pembantaian orang Cina di Batavia di awal tahun 1900-an, kerusuhan rasial di Jawa Barat tahun 1963, kerusuhan Jawa Tengah tahun 1980, rentetan amuk massa di Situbondo, Tasikmalaya, dan kota-kota lain di tahun 1996, dan kerusuhan-kerusuhan di Ambon dan Maluku Utara 1999 dan di tahun 2000 ini hampir setiap hari ada massa mengamuk di mana saja dan kapan saja.

Sasarannya bisa macam-macam, dari lahan perkebunan sampai gedung DPR/DPRD, dari lokalisasi WTS sampai pos-polisi, dari orang terkenal sampai orang tak dikenal. Pokoknya di mana saja, apa saja dan siapa saja.

Dalam KBBI istilah amuk diartikan kerusuhan yang melibatkan banyak orang. Atau amuk bisa juga didefinisikan sebagai kemarahan secara kolektif.

Lalu, mengapa kemarahan itu bisa muncul? Bila kita merujuk pada studi kasus kerusuhan tahun 1998, amuk muncul akibat rakyat miskin yang kehilangan harapan akibat sulitnya ekonomi dan tidak adanya peluang mencari kerja ibarat daun kering yang mudah tersulut api, sehingga mudah sekali terprovokasi meluapkan amarahnya.

Dari tanggal 13-15 Mei terjadi penjarahan dan huru-hara dari Makassar, Solo, Yogya, Medan, Jakarta hingga seantero Nusantara. Korban yang tercatat berjatuhan.

Kembali ke ramalan Mbak You di tahun silam bahwa konflik besar akan ada di 2021. “Konflik dan kejahatan atau hal yang menyangkut penjarahan akan ada di 2021. Penjarahan besar, ada politik memanas hingga pergantian presiden,” kata Mbak You.

Ia menjelaskan, ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk meredam gejolak politik di tahun 2021 ini. Namun menurutnya, usaha yang dilakukan pemerintah tak akan maksimal.
Apakah ramalan itu benar terjadi?

Antara-Mbak You, Rizal Ramli, dan Jokowi

BOGOR DAILY – PARANORMAL terkenal, Mbak You telah meramalkan pada medio November 2020 bahwa ada kejadian bencana alam, perceraian artis, kecelakaan pesawat, hingga pergantian Presiden di tahun 2021.

Kemudian, di awal tahun ini musibah jatuhnya Pesawat Sriwijaya di Kepulauan Seribu tak terelakkan, dan sebagian media-pun menyoroti ucapan yang pernah dilontarkan pemilik nama asli Euis Juwariyah Johana itu.

Saya-pun memastikan ucapannya itu melalui Youtube yang menyimpan jejak digital ucapan wanita berbadan sintal tersebut. Ada perkataan perempuan setengah baya itu yang membuat saya penasaran, terutama terkait panggung perpolitikan yang kian memanas hingga membuat penguasa terjungkal.

Jujur saja, hingga kini logika saya belum bisa terasuki penerawangan ahli nujum mana-pun. Namun, bila merujuk pada forecast begawan ekonomi Rizal Ramli terkait dengan ekonomi Indonesia di tahun 2021 dan dikorelasikan pada pengelihatan Mbak You soal penjarahan besar-besaran yang berdampak pada lengsernya Sang Penguasa sungguh masuk di akal juga sih.

Jauh sebelum wanita asal Salatiga, Jawa Tengah itu mengatakan bahwa kondisi ekonomi Tanah Air di tahun 2021 akan carut marut, Rizal Ramli sudah mengeluarkan forecast dengan kajian ilmiahnya.

Prediksi Rizal Ramli merujuk pada kondisi real perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan dan kemerosotan di dalam bidang ekonomi makro sudah terlihat jelas di awal 2020.

“Dengan adanya Covid 19, itu menjadi lebih parah lagi. Di awal semester tahun 2021 kita akan menghadapi kesulitan cash flow dan dampak dari krisis multi dimensi ini akan lebih gawat dibandingkan dengan pada tahun sebelum 1998,” tutur Rizal Ramli yang dilansir dari akun youtube fadli Zon official.

Tahun 1998, kata dia, krisis moneter karena kebanyakan utang, tetapi rakyat di luar Pulau Jawa malah senang. Karena, kata dia, petani karet, sawit dan coklat yang tadinya hanya dapat 1 dollar = Rp 3000 saat itu menjadi Rp15000.

“Mereka tentu menjadi makin makmur saat itu diluar pulau jawa pada krisis moneter 98. Walaupun didalam pulau Jawa sendiri mengalami kesulitan,” tuturnya.
Tapi kali ini sangat berbeda, di luar Jawa tidak ada lagi ekses kapasitas dan berbagai macam komoditi saat ini sedang menghadapi masalah. Akibatnya kata Rizal, kesulitan dihadapi rakyat baik yang di Pulau Jawa mau-pun yang berada di luar pulau Jawa.

“Sebagai contoh sederhana, 70 persen mahasiswa seluruh Indonesia itu tidak mampu membayar uang kuliah. Dan anehnya, soal begini saja pemerintah tidak mampu menyelesaikan,” ungkapnya.
Krisis kali ini menurutnya, lebih gawat dibanding krisis yang dialami Indonesia pada tahun 1998.

Ia menjelaskan, faktor yang mempengaruhi persoalan krisis kali ini cukup banyak, pertama persoalan utang.
“Kita sudah sampai pada titik dimana untuk bayar bunga utang saja, kita harus berutang lagi,” ujarnya.
Diperkirakan tahun 2021 bunga utang Indonesia sekitar Rp345 triliun dan untuk membayar bunga hutang itu dipastikan pemerintah akan kembali berutang sehingga akan terjadi negatif flow.

Persoalan kedua, tidak banyak yang memperhatikan pada bulan September pertumbuhan kredit itu negatif.
“Itu belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1998. Biasanya pertumbuhan kredit itu sebesar 15 hingga 18 persen. Kalau pertumbuhan ekonominya 6 persen,” jelasnya.

Tahun 2020 dari Januari hingga September, pertumbuhan kredit hanya berrkisar pada angka 3 persen sangat jauh dari yang diharapkan, bahkan pada September tercatat pertumbuhannya negatif.

Artinya kata Rizal, uang yang ada pada rakyat termanfaatkan untuk bayar utang, melalui mekanisme membeli Surat Utang Negara (SUN) dan mekanisme lainnya.
“Inilah yang memukul daya beli rakyat biasa,” tandas mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Amuk
Meski krisis ekonomi di tahun 1998 masih bisa diselamatkan, lantaran ekspor komoditas di luar Pulau Jawa meningkat, tetap saja kerusuhan yang berujung penjarahan tak bisa dihindarkan. Bahkan, Sang Diktator bertangan besi-pun menyerah dan terpaksa lengser dari singgasananya, karena amuk massa yang begitu masif dan tak terkendali.

Istilah amuck dalam bahasa Inggris justru diadopsi dari bahasa Indonesia. Padahal biasanya bahasa Indonesia yang banyak mengadopsi kata-kata dari bahasa Inggris. Jelas bahwa di mata orang Inggris (mungkin di jamannya Gubernur Jenderal Inggris Raffles) orang Indonesia suka mengamuk.

Perkiraan orang Inggris bahwa bangsa Indonesia adalah tukang mengamuk sudah terbukti. Setidaknya peristiwa kerusuhan Mei tahun 1998 menjadi salah satu bukti.

Selain itu, sejarah juga mencatat tentang pembantaian orang Cina di Batavia di awal tahun 1900-an, kerusuhan rasial di Jawa Barat tahun 1963, kerusuhan Jawa Tengah tahun 1980, rentetan amuk massa di Situbondo, Tasikmalaya, dan kota-kota lain di tahun 1996, dan kerusuhan-kerusuhan di Ambon dan Maluku Utara 1999 dan di tahun 2000 ini, hampir setiap hari ada massa mengamuk di mana saja dan kapan saja.

Sasarannya bisa macam-macam, dari lahan perkebunan sampai gedung DPR/DPRD, dari lokalisasi WTS sampai pos-polisi, dari orang terkenal sampai orang tak dikenal. Pokoknya di mana saja, apa saja dan siapa saja.

Dalam KBBI istilah amuk diartikan kerusuhan yang melibatkan banyak orang. Atau amuk bisa juga didefinisikan sebagai kemarahan secara kolektif. Lalu, mengapa kemarahan itu bisa muncul? Bila kita merujuk pada studi kasus kerusuhan tahun 1998, amuk muncul akibat rakyat miskin yang kehilangan harapan akibat sulitnya ekonomi dan tidak adanya peluang mencari kerja ibarat daun kering yang mudah tersulut api, sehingga mudah sekali terprovokasi meluapkan amarahnya.

Dari tanggal 13-15 Mei terjadi penjarahan dan huru-hara dari Makassar, Solo, Yogya, Medan, Jakarta hingga seantero Nusantara. Korban yang tercatat berjatuhan.

Kembali ke ramalan Mbak You di tahun silam bahwa konflik besar akan ada di 2021. “Konflik dan kejahatan atau hal yang menyangkut penjarahan akan ada di 2021. Penjarahan besar, ada politik memanas hingga pergantian presiden,” kata Mbak You.

Ia menjelaskan, ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk meredam gejolak politik di tahun 2021 ini. Namun menurutnya, usaha yang dilakukan pemerintah tak akan maksimal.
Apakah ramalan itu benar terjadi? (Katta.id)

Mahesa Agency Andalkan ‘Wonder Women’ Jual Minuman Non Alkohol

BOGORDAILY – CV Mahesa Agency adalah CV yang bergerak di bidang jasa penjualan minuman all produk non alkohol yang beralamatkan di cluster Alamanda Jl. Kh Ahmad Sayani, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

A. Maulana Muhamad. SH atau biasa dipanggil Bona mendirikan CV Mahesa Agency sejak tanggal 3 Agustus 2019. “Kami menjual produk minuman seperti Hydrococo, Niuu Greentea, Pulpyorange, Coolant dan banyak lagi lain nya, ” ujar A. Maulana Muhamad Owner CV. mahesa Agency.

Supaya penjualan dapat mencapai target. Perusahaan yang dipimpinnya mengerahkan sejumlah perempuan sebagai tenaga penjual. Mereka mulai bekerja menjajakan minuman non alkohol mulai pukul  09:00 pagi hingg pukul 17:00 WIB. Para sales gril itu layaknya wonder women yang ikut membantu mendongkrak nilai penjualan. Daya jelajah mereka meliputi wilayah Jabodetabek.

Mahesa Agency Andalkan'Wonder Women' Jual Minuman Non Alkohol
Owner Cv Mahesa Agency, A. Maulana Muhamad. SH Foto : ibnu/bogordaily.net

“Untuk honor sales girl di CV Mahesa Agency sekitar 100.000-250.000 perhari. Tergantung terget penjualan yang tercapai, ” ucap A. Maulana Muhamad.

Fasilitas yang ada di CV Mahesa Agency terdiri dari mess tersedia gratis untuk para sales dan mobil antar jemput. Bagi sales girl yang turun untuk menjual produk minuman non alkohol ada 25 orang dan di sebar di wilayah Jabodetabek.

“Harapan ke depannya semoga CV Mahesa Agency bisa berkembang maju, sukses dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para wanita, ” pungkasnya. (Ibnu)***

Pengelola Kafe Kopi Tubing Abaikan Aturan Prokes, LBH GP Ansor Geruduk Lokasinya Bareng Polisi

BOGORDAILY – Kopi Tubing merupakan kafe bernuansa alam yang dikelilingi sawah dan aliran air Ciliwung. Setiap pengunjung bisa langsung menikmati gemericik aliran sungai. Tak heran, bila lokasi ini ramai dikunjungi pengunjung hingga membeludak.

Atas peristiwa tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pamijahan bersama Muspika Pamijahan, di antaranya, Satuan Pamong Praja Kecamatan Pamijahan, Kepolisian Sektor Cibungbulang dan Komandan Rayon Militer Cibungbulang beserta Satuan Pamong Praja Kecamatan Pamijahan, Kepolisian Sektor Cibungbulang dan Komandan Rayon Militer Cibungbulang melakukan sidak langsung ke Caffee Kopi Tubing pada Selasa (12/01/2021)

Hal tersebut menindak lanjuti surat yang dilayangkan oleh LBH Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pamijahan kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Kecamatan Pamijahan dengan Nomor Surat : 001/LBHGPA/Srt.Pgdn/I/2021 dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pamijahan dengan Nomor Surat : 002/LBHGPA/Srt.Pmhn/I/2021 tertanggal 11 Januari 2021 mengenai pengaduan dan Permohonan Eksekusi Penanganan Protokol Kesehatan Covid-19 yang telah dilanggar oleh Pengelola Caffee Kopi Tubing terhadap aturan Pelaksanaan Protokol Kesahatan Covid-19 terhadap Aktivitas perniagaan Caffee Kopi Tubing.

“Kami selaku putera daerah dan secara kelembagaan merasa terpanggil untuk memberikan efek jera kepada pihak Pengelola Caffee Kopi Tubing yang sudah meresahkan masyarakat lingkungan setempat umumnya masyarakat Kecamatan Pamijahan akan bahaya penyebaran Virus Covid-19 dari aktivitas perniagaan yang dilakukan oleh pengelola Caffee Kopi Tubing yang mengindahkan aturan Protokol Kesehatan Covid-19 sebagaimana telah ditetapkan Pemerintah.” tegas Ketua LBH Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pamijahan, Rian Hidayat, S.H.

Dalam sidak tersebut, ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Pengelola Caffee Kopi Tubing diantaranya tidak adanya pembatasan jumlah pengunjung, tidak ada pengaturan jarak kursi bagi pelanggan dan terjadinya kerumunan antara pelanggan satu sama lain.

Disampaikan Ryan, bahwa pengelola Kaffe Tubing, melanggar beberapa ketentuan Protokol Kesehatan Covid-19 yakni Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01 .O7l/Menkes/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya, Peraturan Bupati Bogor Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Coviod-19) Di Kabupaten Bogor, Peraturan Bupati Bupati Bogor Nomor 40 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif, Peraturan Bupati Bogor Nomor 61 Tahun 2020 Tentang Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif di Kabupaten Bogor serta Surat Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/14/Kpts/Per-UU/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bogor.

“PPKM mulai diberlakukan pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2021,” Paparnya.

Selain itu, LBH GP Ansor Kecamatan Pamijahan beserta jajaran turut berterimakasih kepada Satpol PP Kecamatan Pamijahan, Kapolsek Cibungbulang dan Koramil Cibungbulang yang turut menegakan aturan hukum yang berlaku di saat masa pandemi yang masih tinggi di Kabupaten Bogor.

“Tentu kami sangat berterimakasih kepada aparat berwenang dalam hal ini Satuan Pamong Praja Kecamatan Pamijahan, Kepolisian Sektor Cibungbulang dan Komandan Rayon Militer Cibungbulang yang telah meneguhkan aturan sebagaimana mestinya untuk menjunjung tinggi Penegakan Hukum (Law Enforcement) di Kecamatan Pamijahan dengan kesamaan dihadapan hukum (Equality Before The Law),” pungkasnya.

Tekan Kasus Covid-19, Petugas Gabungam Keliling Buru Pelanggar Prokes

BOGORDAILY – SATPOL PP Kota Bogor dan TNI, POLRI bakal memburu pera pelanggar protokol kesehatan (Prokes) selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) di Kota Bogor. Termasuk soal kerumunan dan masyarakat yang tidak memakai masker, Rabu (13/01/2021).

Kabid Dalops SATPOL PP Kota Bogor
Teofilo Patrocinio Freitas menjelaskan, terkait dengan pemberlakuan PPKM akan dimulai pada pukul 08:00 pagi sampai sore, tergantung situasi di lapangan.

Pembatasan ini lanjutnya, akan lebih banyak di kegiatan masyarakat seperti Mall, Perkantoran, Resto dan tempat ibadah.

“Untul Mall jam operasional sampai jam 19:00 malam, Perkantoran yang masuk atau wfh 25 %, lalu resto & caffe boleh beroperasi sampai jam 19:00 malam, kemudian tempat ibadah hanya 50%, ” ujar Teofilo Patrocinio Freitas, Kabid Dalops SATPOL PP Kota Bogor.

Bersama TNI, POLRI dan SATPOL PP Kota Bogor, membuat team pemburu pelanggar PPKM, mulai tanggal 11 januari – 25 januari 2021.

“Nanti kami berkeliling melihat yang berkerumun dan tidak pakai masker langsung kami tindak di tempat, ” ucap Teofilo.

Untuk sangsi yang tidak memakai masker akan di pakai kalung yang bertulisan pelanggar PPKM, ada juga nanti nya sangsi denda.

“Harapan kami dengan berlakuan PPKM bisa membawa hasil yang bagus bagi masyarakat Kota Bogor, supaya penyebaran virus Covid-19 makin berkurang, ” pungkasnya.
(Ibnu)

Tentara AU Cantik Asha Jago Nembak dan Terjun Payung. Kenalan Yuk!

BOGOR DAILY-Belakangan ini nama Asha Ramadia banyak menjadi perbincangan karena disebut-sebut netizen memiliki kemiripan wajah dengan salah satu juri MasterChef Indonesia, Renatta Moeloek. Paras cantiknya itu berhasil membuat publik terpukau. Tapi siapa sebenarnya Asha Ramadia?

Pemilik nama lengkap Asha Ramadia Ananda Tanjung merupakan anggota dari TNI Angkatan Udara. Wanita 21 tahun yang saat ini tengah berdinas di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman (Lanud Sulaiman), Bandung, itu memang mengaku telah bercita-cita menjadi seorang tentara sejak dirinya kecil.

“Awalnya milih jadi TNI karena mengikuti jejak ayah saya yang seorang TNI dan saya termotivasi ingin jadi TNI juga,” jelas Asha Ramadia ketika diwawancarai Wolipop pada Selasa (12/1/2021).

Walaupun berasal dari keluarga TNI, namun awalnya Asha sempat tidak disetujui oleh sang ayah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang tentara. Sang ayah merasa khawatir bahwa anak gadisnya itu tidak akan mampu melewati pendidikan TNI yang cukup berat.

“Antara ayah sama mama beda pendapat sih. Kalau ayah saya nggak langsung setuju, kalau mama benar-benar setuju,” ungkap Asha Ramadia.

Namun anak kedua dari tiga bersaudara itu berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang anggota TNI. Asha kini telah berpangkat Sersan Dua (SERDA). Walaupun demikian, perjalanan Asha untuk memperoleh gelar sebagai anggota TNI itu tidaklah mudah.

Untuk menggapai cita-citanya, usai lulus SMA di Pematangsiantar, Asha mencoba mengikuti seleksi TNI. Tak disangka, dirinya lulus dan diterima untuk melanjutkan pendidikan TNI di Medan, Sumatera Utara. Selama 5 bulan Asha menempuh pendidikan hingga akhirnya resmi menjadi anggota TNI Angkatan Udara.

“Prosesnya ya melalui seleksi tes daerah mulai dari tes administrasi, kesehatan, jasmani, psikotes, mental ideologi, skrinning pom, lalu pantukhir. Setelah dinyatakan lulus tes daerah langsung lanjut mengikuti seleksi tes pusat yang sama seperti tes daerah lalu ketika dinyatakan lulus langsung mengikuti pendidikan,” jelas Asha.

“Dibilang kayak kuliah sih enggak ya karena pendidikan TNI hanya 5 bulan.
Tapi juga dalam 5 bulan kita ada pelajaran kelas, lapangan, dan latihan luar seperti di hutan untuk simulasi taktik perlawanan dengan musuh,” tambahnya.

Setelah menjalani tahap tersebut, Asha kembali melanjutkan pendidikan untuk mengambil kejuruan. Dirinya memilih kejuruan kesehatan. Kini setelah mengikuti beragam pelatihan TNI, Asha sudah mahir menembak. Dirinya bahkan sempat menjadi salah satu pemenang lomba tembak dalam acara Panglima TNI Cup 2019.

Momen keberhasilannya itu tampak dibagikan oleh Asha di akun media sosial Instagramnya yang bernama @ashanemo. Dalam foto tersebut Asha terlihat berpose mengenakan seragam TNI dengan memegang piala yang berhasil didapatkannya.

Kini Asha mengaku sedang menggemari hobby barunya yaitu terjun payung dan menembak. Fotonya saat tengah melakukan terjun payung pun sempat dibagikan Asha ke lebih dari 18 ribu pengikutnya di Instagram.

“Hobbynya banyak sih tapi lagi senang terjun payung sama nembak,” jelas Asha.

Ketika Asha ditanya seputar dirinya yang sempat viral karena disebut mirip chef Renatta, Asha mengaku senang. Tetapi sejujurnya dia sendiri tak pernah merasa mirip dengan tokoh tersebut.

“Iya kadang kalo saya update Snapgram atau post IG ada yang nge komen ‘mirip chef Renatta’ gitu tapi saya sendiri ngerasa ga mirip sih,” jelasnya.

Tak hanya chef Renatta, ternyata Asha juga mengaku bahwa beberapa netizen juga sering menyebutnya mirip dengan istri Pasha ‘Ungu’, Adelia, dan artis Jessica Iskandar. Tapi justru Asha paling sering disebut mirip dengan Adelia. Bagaimana menurutmu?