Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 7587

Roda Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

0

BOGOR DAILY- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim pencari menemukan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Dalam konferensi pers di atas KRI John Lie 358, tim menunjukkan sejumlah puing, seperti bagian ban, badan pesawat juga life vest penumpang.

“Ditemukan pecahan karena terbukti ada life vest, juga warna bagian pesawat, juga ada bagian dari registrasinya, ditemukan dari kedalaman 23 meter,” jelas Hadi pada Minggu (10/1).

Ia melanjutkan penyelam juga melaporkan visibility (jarak pandang) di bawah air cukup jelas, sehingga memudahkan pencarian.

Ia berharap hingga sore ini bisa ditemukan bagian lain dari pesawat dan korban sehingga bisa dilakukan pengangkatan.

“Mudah-mudahan bisa diangkat kalau tidak ada perubahan arus. Untuk kondisi sekarang, arus bagus, jarak pandang juga bagus,” imbuhnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1). Sebelumnya pesawat hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Pesawat sejatinya terbang dari Jakarta menuju Pontianak dan seharusnya tiba di Bandara Supadio pada pukul 15.15 WIB.


Pesawat membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. Penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

Sementara dilakukan pencarian, baik di Jakarta maupun Kalimantan Barat dilakukan proses pengambilan sampel DNA dari keluarga penumpang.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan sebagian besar penumpang pesawat adalah warga Kalbar.

“Kalau saya lihat sebagian besar warga Kalbar. Sudah sekitar 40-an keluarga (yang diambil sampel DNA). Kalau sudah ada saudara di Jakarta diambil sampelnya, di sini tidak diambil,” ujar Sutarmidji di Bandara Supadio

Serpihan Sriwijaya Air Ditemukan, Ada Registrasinya

BOGOR DAILY-Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa tim penyelamat dari KRI Rigel menemukan sejumlah barang-barang yang didapat di titik koordinat yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Hadi menyampaikan bahwa kabar baru yang diterimanya, KRI Rigel sudah menemukan sinyal dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Menindaklanjuti hal tersebut, Kopaska langsung melakukan penyelamatan, dan sudah ditemukan beberapa pecahan dari pesawat tersebut.

“Karena di sini terbukti ada life vest jacket, warna bagian dari pesawat ada, dan juga ada bagian dari registrasinya,” kata Panglima dalam jumpa persnya di KRI John Lie, Minggu (10/1/2021).

Panglima TNI berharap sejumlah barang-barang yang ditemukan ini bisa menjadi titik terang untuk menemukan keberadaan posisi dari Sriwijaya Air tersebut.

“Mudah-mudahan dari apa yang ditemukan ini bisa kita kembangkan dan kami yakin bahwa di situlah titik yang diperkirakan jatuhnya pesawat,” pungkasnya.

Sungai Cibalok Depan Istana Bogor Dinormalisasi

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus fokus melakukan normalisasi sungai. Hal ini terlihat kembali setelah Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau sungai.

Kali ini, orang nomor dua di Kota Bogor ini bebersih sungai Cibalok yang titiknya tepat berada di depan pintu Istana Bogor. Pemilihan bebersih sungai Cibalok pun bukan tanpa alasan. Pasalnya, melihat data yang ada, Sungai Cibalok merupakan bagian dari cagar budaya.

“Jadi harus ada perhatian khusus untuk aliran sungai Cibalok, apalagi sungai yang lagi kami tata dan bersihkan ini tepat berada di depan Istana Bogor,” ujar Dedie, usai bebersih sungai Cibalok, Sabtu (9/1/2021).

Dedie mengatakan, di titik tepat aliran sungai cibalok keluar dari Istana Bogor ini pihaknya akan melakukan penataan. Penataan ini agar area di sekitar Istana Bogor tetap terjaga kelestariannya dan menambah keindahan yang nantinya bisa dinikmati bersama untuk wisata alam.

“Sambil duduk atau sambil lari bisa sembari melihat kebersihan sungai cibalok yang tentunya akan membuat senang karena indah dan bersih,” katanya.

Ia menerangkan, saat ini pihaknya sedang berusaha membuat seluruh aliran sungai di Kota Bogor kembali normal. Meski begitu diakuinya, ada tantangan yang harus dihadapi, pasalnya hampir seluruh aliran sungai dan anak sungai di Kota Bogor kondisinya dipenuhi sedimentasi dan sampah.

“Sampah ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran sungai di Bogor dan kalau hujan deras terjadi genangan yang cukup lama. Kami terus-menerus mengingatkan masyarakat agar jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Normalisasi sungai sudah lebih dari satu tahun dilakukan Pemkot Bogor. Paling krusial, yakni sungai Cibalok karena selain sebagai cagar budaya juga ada rencana penataan keseluruhan wilayah Suryakencana, Gg Aut, Jalan Roda, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Seketeng. Penataan dimulai dengan menata saluran airnya karena akan percuma dibuat pedestrian jika saluran airnya belum ditangani.

“Mudah-mudahan kedepan aliran sungai dan anak sungai di Kota Bogor bisa lebih baik lagi (kondisinya), ini secara bertahap di banyak titik Kota Bogor,” pungkasnya. (fla/ryan-SZ)

Innalillahi, 12 Warga Tewas Ditimbun Longsor

BOGORDAILY-Data sementara longsor yang terjadi di kawasan Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang sedikitnya telah memakan korban jiwa 12 orang dan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, puluhan korban tertimbun masih banyak lagi. Hal itu diakibatkan terjadinya longsor susulan yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021) malam.

Awal kejadian, longsor terjadi pada sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu kondisi cuaca dalam keadaan hujan deras, dan akhirnya menimbun belasan rumah.

Asep (40) warga sekitar mengatakan, awal kejadian saat itu terjadi suara gemuruh yang cukup keras. Saat itu warga yang berada di lokasi berlarian keluar komplek.

“Waktu saat kejadian pada saat itu dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari atas lereng. Warga di dalam rumah yang posisinya di atas itu enggak sempat keluar,” kata Asep saat ditemui di lokasi, Minggu (10/1/2021).

Menurutnya, saat kejadian longsor pertama di perkirakan sudah ada puluhan korban jiwa. Belum lagi terjadi longsor susulan pada malam harinya, sehingga korban yang tertimbun diperkirakan belasan orang.

“Korban longsor pertama saja banyak yang belum ditemukan ditambah lagi longsor yang kedua itu warga yang sedang melihat kejadian ikut tertimbun. Bahkan Danramil, MP dan Kasi BPBD dikabarkan tertimbun. Namun ketiganya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal,” katanya.

Kata Asep, akibat longsor susulan menambah daftar korban jiwa. Pasalnya saat kejadian longsor petugas dan juga warga berada di lokasi kejadian

Kata Asep, wilayah terjadinya longsor memang bertepatan di lereng tebing, dan itu merupakan komplek perumahan yang sudah banyak di huni banyak warga.

“Ini komplek, yang longsor pertama itu menimpa komplek baru (yang baru saja dibangun) terus merambah ke yang di bawahnya. Yang miris lagi ada satu keluarga yang tertimbun dan sampai saat ini belum ditemukan,” ujar Asep.

Daftar sementara, saat ini korban meninggal yang ditemukan berjumlah 12 orang, dan luka-luka sebanyak 18 orang.

Datangi Rumah Duka Pilot Sriwijaya Air, Bupati Bogor: Sebagai Ibunya Masyarakat, Kalau Ada Apa-apa Kami Siap Bantu

BOGOR DAILY- Pasca hilangnya kontak Pesawat Sriwijaya Air SJ182/SJY182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (09/01/2021), Bupati Bogor Ade Yasin kunjungi rumah duka untuk mendoakan dan memberikan motivasi ke keluarga korban Pilot Sriwijaya Air, Kapten Afwan, Minggu (10/01/2021).

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bogor, Bupati Ade Yasin mengunjungi warganya yang tengah berduka atas hilangnya Kapten Afwan yang kebetulan dekat dengan kediaman Bupati Bogor.

“Saya sebagai bupati Bogor, saya ikut berduka cita atas hilangnya kapten Afwan yang merupakan warga saya sendiri dan juga tetangga saya,” kata Ade Yasin

Datangnya Ade Yasin ke rumah duka untuk memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga korban agar tetap tabah menunggu Kapten Afwan yang masih belum ditemukan jasadnya.

“Alhamdulillah pagi ini saya dateng kesini untuk memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga karena sampai hari ini belum jelas bagaimana nasibnya. Saya harap beliau ditemukan dengan kondisi baik,” paparnya.

Ia juga menyampaikan, pihak Pemkab Bogor akan support keluarga korban jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan kepada pemerintah.

“Keluarga tidak meminta apa-apa, tapi saya sebagai ibunya masyarakat, saya sampaikan kepada keluarga kalau ada apa-apa kita siap bantu,” jelasnya.

Sementara itu, dari 56 orang dalam pesawat tersebut, Bupati Ade Yasin belum mendapatkan data warga Kabupaten Bogor dalam kejadian tersebut, namun Pemkab Bogor berupaya untuk mencari informasi dan memastikan bahwa tidak ada warganya yang menjadi korban selain Pilot tersebut.

“Kami belum menerima data informasi, tapi saya akan selalu berkomunikasi, disini kan ada Danlanud ATS, dan beberapa teman yang memberikan update informasi . Tapi sampai saat ini warga Bogor belum ada datanya baru hanya pilot saja yang ada,” tutupnya.

SJ 182 Sriwijaya Air, Ternyata Sudah 2 Kali Dijual

BOGORDAILY-Setiap pesawat terbang, baik digunakan untuk pesawat komersial, pribadi , militer atau kenegaraan, mempunyai beberapa kode.

Dari situ kita bisa mengetahui asal usul pesawat. Tahun pembuatannya, kapan pertama kali terbang, bahkan sampai berapa kali kepemilikan pesawat berpindah tangan. Yuk, kita kupas lebih mendalam tentang pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan dinyatakan hilang, Sabtu (9/01/2021)

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta – Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 ini mempunyai kode registrasi pesawat PK-CLC.

Kode pesawat umumnya ditulis besar besar dekat ekor pesawat. Fungsinya, kurang lebih seperti nomor polisi pada mobil atau motor.

Dari penelusuran di situs Radar Flight , diketahui pesawat Sriwijaya Air ini bertipe Boeing 737-524. Nomor serinya 27323.

Nomor seri pesawat ini, bisa kita ibaratkan sebagai nomor rangka mobil atau motor.
Dari nomor seri pesawat ini, diketahuilah asal usul pesawat sampai menjadi milik maskapai Sriwijaya Air, dengan cara melacaknya di situs www.planespotters.net.

Dari hasil pengecekan di situs (lihat screenshoot kedua), pesawat yang bernasib naas tersebut sudah 2 x berpindah tangan.

Pesawat pertama kali dioperasikan maskapai Amerika Serikat, bernama Continental Airlines. Penerbangan pertamanya dilakukan 13 Mei 1994, sudah 26 tahun yang lalu.

Pesawat kemudian berpindah tangan menjadi milik maskapai Amerika, United Airlines pada 1 Oktober 2010. Nomor registrasi pesawat belum berubah, masih bernomor N27610.

Baru setelah dibeli Sriwijaya Air pada 15 Mei 2012, nomor registrasinya berubah menjadi PK-CLC.

Pesawat terbang Sriwijaya Air ini ternyata termasuk dalam pesawat yang sudah diperingatkan Regulator penerbangan sipil di AS atau Federal Aviation Administration (FAA). FAA mewanti-mewanti masalah yang kemungkinan terjadi, yakni rawan mati mesin di udara.

Dikutip dari Reuters, peringatan itu disampaikan FAA pada bulan Juli 2020 lalu terhadap 2.000 pesawat Boeing 737 New Generation dan Classic yang sudah lama tidak diterbangkan.

Peringatan ditujukan untuk pesawat yang tidak dioperasikan selama tujuh hari berturut-turut atau lebih. Pesawat yang sudah lama menganggur berpotensi mengalami korosi pada bagian air valve check.

Jika terjadi korosi, bagian itu harus diganti sebelum pesawat diterbangkan. Boeing saat itu langsung meminta operator untuk melakukan pengecekan pesawat.

“Katup rawan korosi jika pesawat terparkir saja atau jarang dipakai karena berkurangnya jadwal penerbangan selama pandemi COVID-19,” tulis Boeing.
(JP)

Empat Pesawat TNI AU Bantu Pencarian Korban Sriwijaya Air

BOGOR DAILY- Jakarta – TNI Angkatan Udara (AU) ikut terlibat dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu. Total ada sekitar 150 personel yang diterjunkan.

“Personel kurang lebih ada 150 ya, kita akan melibatkan dari krunya, pangkalan ini juga dan dari Koops AU 1 dan dibantu Paskhas kurang lebih segitu dan akan terus berkembang melihat perkembangan di lokasi,” kata Asops KSAU Marsda Henri Alfiandi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).

Henri mengatakan jumlah personel yang terlibat memantau dari udara akan terus bertambah seiring kondisi di lokasi. Sementara itu, TNI AU juga berkoordinasi dengan Basarnas terkait periode pencarian.

“Masalah waktu menyesuaikan dengan Basarnas. Basarnas menentukan kapan kita ikut terus dan kita akan men-support karena jelas perintah Panglima TNI kita support pemerintah dalam hal ini Basarnas sebagai leader tugasnya,” ujar Henri.

“Sampai kapan pun kita ikuti keputusan Basarnas kalau nggak salah 7 hari kerja ya, dan bisa dilanjutkan apabila dalam 7 hari itu dinyatakan mungkin diperpanjang bisa lagi,” tambahnya.

Henri juga mengatakan ada 4 pesawat yang nanti diberangkatkan. Pantauan detikcom, pesawat CN 295 dan helikopter EC 725 Caracal sudah bersiap pukul 06.00 WIB di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Nantinya, pesawat ini bakal mengitari dari atas kawasan Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Selain dua pesawat itu, nantinya ada NAS 332 Super Puma Skadron Udara 6 dan pesawat dari Basarnas yang ikut dioperasikan guna memantau lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. Satu pesawat Boeing 737 juga ikut berangkat dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak, jatuh. Dia menyebut ada 50 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat tersebut.

“Total penumpang 50 orang bersama 12 kru, yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi,” kata Budi Karya dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1) malam.

Tim SAR gabungan dari Basarnas hingga TNI-Polri, menurut Budi Karya, telah bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak. Pesawat ini merupakan jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC.

Keluarga Korban Sriwijaya Air Bisa Hubungi Hotline Ini untuk Informasi Detail

BOGOR DAILY-Juru bicara Kementerian Perhubungan RI, Adita Irawati mengatakan pesawat udara Sriwijaya Air lost contact rute Jakarta-Pontianak. Pihaknya akan melakukan pencarian dan penyelamatan.

“Terakhir terjadinya kontak pada pukul 14.40 WIB. Kami menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Kami berharap bisa melakukan pencarian dan penyelamatan,” ujar Adita dalam jumpa pers, Sabtu, 9 Januari 2021.

SJY182 rute Pontianak take off pada pukul 14.36 WIB. Kemudian pada pukul 14.37 melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach.

Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29000 kaki dengan mengikuti standar instrumen departure. Pada pukul 14.40, Jakarta Approach melihat Sriwijaya Air tak melihat tidak mengarah ke 047 derajat, melainkan ke Barat Laut atau North West.

Oleh karena itu, ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian. kata Adita, dalam hitungan detik pesawat hilang dari layar radar.

“Di dalam pesawat SJY182 ini, terdapat sesuai manifes ada 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Ditambah 12 orang kru, 6 kru aktif dan 6 ekstra kru,” kata Adita.

Adita mengatakan pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan bersama Basarnas dan juga dengan KNKT, termasuk dengan pihak terkait dan pihak maskapai Sriwijaya Air.

Untuk keluarga penumpang yang mencari informasi, sudah disediakan hotline oleh Sriwijaya Air. Nomor hotline adalah untuk informasi penumpang 021-80637817 atau bisa datang ke posko lokasi ini di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno Hatta.

Ini Postingan Terakhir Pramugari yang Ikut dalam Penerbangan Sriwijaya Air SJ 182

BOGOR DAILY-Pramugari NAM Air, Oke Dhurrotul Jannah dikabarkan ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY-182.

Diketahui, Oke Dhurrotul menumpang Sriwijaya Air sebagai ekstra kru. Sebagai tambahan, maskapai NAM Air masih berada di dalam grup yang sama dengan Sriwijaya Air.

Satu hari sebelum ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air itu, pramugari cantik itu sempat menambahkan cerita pada instagram pribadinya.

“The Best Time for New Beginning is Now” tulis @okedhurrotuljannah pada gambar yang diunggahnya.

Dalam gambarnya tersebut ia juga membuat sebuah papan petunjuk yang menunjuk ke segala arah dengan berbagai tulisan, seperti paradise, work, family, love, home sweet home, life, dan hope.

Unggahan terakhir Insta Story pramugari kelahiran 1998 itu cukup menyentuh hati. Apalagi ia juga menambahkan tulisan “Finally finished” dan stiker hati.

Selain itu, beberapa jam sebelum lepas landas, ia juga sempat mengunggah Insta Story berupa jalan yang mirip dengan jalan menuju ke Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta dan di sisinya seperti tempat parkir inap kendaraan di bandara tersebut.

Dalam unggahannya, ia juga membubuhkan sebuah kutipan dari Napoleon Hill yang berbunyi, “If you cannot do great things, do small things in a great way (Jika Anda tidak dapat melakukan hal-hal hebat, lakukanlah hal-hal kecil dengan cara yang hebat).”

Berdasarkan data dari FlightRadar, Pesawat Sriwijaya Air tersebut hilang kontak setelah sekitar 4 menit take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air dengan tujuan Pontianak tersebut hilang kontak sekitar pukul 14.39 WIB pada Sabtu (9/1/2021) di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu

Potongan Tubuh dan Barang Diduga Milik Korban Pesawat Sriwijaya Air Dikumpulkan di RS Polri

BOGOR DAILY-Jakarta – Bid Dokes Polda Metro Jaya mengonfirmasi terkait temuan di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara dini hari tadi.

Temuan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam itu bagian anggota tubuh hingga properti diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

“Betul ditemukan 1 body part (anggota tubuh),” kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya, Kombes Umar Shahab saat dihubungi, Minggu (10/1/2021). Umar menjawab pertanyaan apakah kantong plastik yang dikirim ke RS Polri dini hari tadi terkait dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Tak hanya bagian tubuh, Umar menyebut sebuah properti yang diduga milik penumpang Sriwijaya Air SJ182 juga ditemukan dini hari kemarin. Saat ini pihaknya masih mendalami temuan tersebut di RS Polri.

“1 properti penumpang, saat ini sudah di RS Polri,” ucapnya.

Sebelumnya, tim evakuasi mengangkut sebuah kantong plastik hitam hingga kabel yang diduga temuan dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Temuan tersebut lalu dimasukkan ke kantong oranye dan dibawa oleh ambulans menuju RS Polri.

Dilansir detikcom, pada jam 00.30 WIB, Minggu (10/1/2021), terlihat sebuah kantong plastik hitam diletakan di area dermaga JICT 2 yang di beri police line. Terlihat sebuah plastik hitam yang diduga temuan dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 kemudian diangkut oleh tim evakuasi.

Petugas dari Basarnas, TNI, dan Polri tampak memeriksa isi dari plastik tersebut. Tak hanya itu, terlihat juga dari jauh, petugas memegang sejumlah barang seperti kabel.

Usai memeriksa plastik hitam itu, petugas lalu memasukan ke dalam kantong berwarna oranye. Petugas berpakaian dokkes terlihat membawa kantong oranye tersebut ke dalam mobil ambulans.

Terlihat mobil ambulans bertuliskan Polisi Biddokkes Polda Metro Jaya itu lalu pergi meninggalkan dermaga JICT 2 pada jam 00.43 WIB.

Sementara itu, Kapolres Tanjung Priuk AKBP Ahrie Sonta menyebut benda dalam kresek hitam itu akan dibawa menuju ke rumah sakit Polri Kramat Jati. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal isi dari plastik hitam tersebut.

“Ke rumah sakit Kramat Jati,” kata Ahrie singkat.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), dan 12 kru.