Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7758

Mudik, Shin Tae-yong Memimpin Timnas U-19 Lagi Awal Desember

0

BOGORDAILY – Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong diberikan waktu mudik ke Korea Selatan oleh PSSI usai TC di Kroasia. Ia diperkirakan kembali ke Indonesia awal Desember.

Latihan Timnas Indonesia U-19 pun untuk sementara dipimpin oleh Asisten Pelatih Nova Arianto. Timnas U-19 sudah memulai latihan di lapangan lagi di Stadion Madya, Jakarta, sejak, Senin (16/11/2020).

PSSI memberikan Shin Tae-yong beserta para stafnya beristirahat di kampung halamannya setelah Timnas U-19 menuntaskan Pemusatan Latihan di Kroasia. Meski tak memimpin latihan langsung, Shin Tae-yong tetap memantau secara virtual.

“Tanggal 1 (Desember) dia kembali paling telat, ya wajar mereka (tim pelatih) ingin istirahat ketemu keluarga, refreshing, tapi tiap hari mereka monitor,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan kepada wartawan, Selasa (17/11).

“Sekarang latihan tetap dimonitor melalui video langsung sampai ke dia secara real time sehingga mereka bisa mengevaluasi latihan,” ujarnya menambahkan.

Selain menunggu kembalinya Shin Tae-yong, PSSI sekarang sedang merancang pemusatan latihan lanjutan di luar negeri. Setelah gagal ke Belanda, kini Spanyol dan Korea menjadi target berikutnya.

Spanyol menjadi favorit karena dinilai bakal lebih bermanfaat buat Timnas U-19 dan temperaturnya lebih bersahabat. Sementara PSSI keberatan ke Korea karena keberatan aturan wajib karantinta selama dua pekan.

“Sudah ada dua negara yang memberikan tanda hijau. Pertama Korea dan kedua Spanyol yang kini sedang kami jajaki. Kami sudah merumuskan apa plus minusnya ke Korea, kalau ke sana kan harus dikarantina 14 hari,” tutur Iriawan.

“Sementara Spanyol bisa langsung latihan, kalau Korea sementara situasi suhu terus menurun dikhawatirkan masuk bulan Desember sudah masuk 0 (derajat). Tapi kalau Spanyol mungkin 21 derajat, tidak jauh seperti di Bandung lah,” ucapnya.

Kepala Sekolah dan Guru Kota Bogor Selewengkan Dana BOS, 6 Oknum Diseret ke Pengadilan Tipikor

BOGORDAILY – Enam orang terdiri atas Kepala Sekolah Dasar (SD) dan guru SD serta seorang dari unsur swasta di Kota Bogor diseret ke Pengadilan Tipikor Bandung, karena didakwa melakukan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS), Rabu (18/11/2020).

Ke enam kepala SD Saat sidang berlangsung mereka hanya bisa tertunduk, antara lain H Gunarto, mantan Kepala SD Ciluar II Kecamatan Bogor Utara, H Basor PNS guru, ‎Dedi selaku Kepala SD Negeri Gunung Batu I, M Wahyu Kepala SDN Panaragan I Kecamatan Bogor Tengah, Subadri Kepala SDN Bondongan Kecamatan Bogor Selatan dan Dede M Ilyas selaku Kepala SDN Bangka III Kecamatan Bogor Timur. Dari unsur swasta, JR Risnanto dari unsur swasta.

Jaksa dari Kejari Kota Bogor, Haryadi, yang membacakan dakwaan menjelaskan, kasus itu bermula saat 211 SD di Kota Bogor menerima dana BOS pada 2017 senilai Rp 69 miliar lebih, 2018 Rp 70 miliar lebih dan 2019 Rp 67 miliar lebih.

Dari total itu, salah satunya, dana BOS digunakan untuk pengadaan naskah soal ujian. Saat itu, terdakwa JR Risnanto meminta untuk jadi rekanan untuk penyedia penggandaan naskah soal ujian sekolah dasar se-Kota Bogor 2017 senilai Rp 22 miliar lebih.

“Saat itu, saksi Taufan Hermawan, almarhum, selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Bogor 2017-2020 menyampaikan pada terdakwa JR Risnanto bahwa dari harga yang nantinya akan dimuat dalam kontrak kerjasama, tidak seluruhnya dibayarkan kepada JR Risnanto melainkan akan ada potongan dengan alasan untuk operasional sekolah,” ucap Haryadi, di persidangan dengan agenda dakwaan.

Ia mengatakan pengadaan soal ujian ini dikoordinir oleh ‎Taufan Hermawan bersama-sama K3S tiap kecamatan. Yakni soal ujian UTS semester genap, UKK semester genap, try out I – III di semester genap.

Lalu, ujian sekolah semester genap, UTS semester ganjil dan UAS semester ganjil selama 2017-2018-2019 untuk sebagian besar SD Negeri di Kota Bogor menghabiskan biaya Rp 22 miliar lebih bersumber dari APBN 2017,2018 dan 2019.

“Akan tetapi, jumlah tersebut tidak seluruhnya dibayarkan kepada penyedia yakni JR Risnanto melainkan hanya Rp 12 miliar lebih. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp 9,8 miliar lebih,” ujar Haryadi.

Nilai selisih dari Rp 9,8 miliar itu kemudian dibagi-bagi kepada sejumlah pihak setelah disepakati oleh Taufan Hermawan selaku Ketua K3S Kota Bogor bersama para terdakwa H Gunarto, Basor, Dedi S, M Wahyu, Subadri dan Dede M Ilyas.

Dengan rincian tahun anggaran 2017-2019 yakni Taufik Hermawan menerima dan bertanggung jawab atas dana Rp 2,5 miliar lebih, Gunarto‎ sebesar Rp 399 juta lebih, H Basor sebesar Rp 236 juta lebih, Dedi S sebesar Rp 349 juta lebih, M Wahyu sebesar Rp 255 juta lebih.

“Kemudian Subadri Rp 389 juta lebih, Dede M Ilyas Rp 349 juta lebih dan seluruh Kepala Sekolah yang turut mengikuti pengadaan soal yang dikoordinir pengurus K3S Kota Bogor menerima dana Rp 4 miliar lebih,” ucap Haryadi.

Untuk menangani kasus ini, jaksa menggandeng audit Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Bahwa dari anggaran yang dikeluarkan Rp 22 miliar lebih untuk pengadaan naskah soal selama 2017-2019 dikurangi penghitungan nilai wajar sebesar Rp 4,9 miliar lebih, diketahui nilai kerugian negara

“Sehingga, hasil audit Inspektorat Jenderal Kemendikbud menentukan kerugian negara dalam pengadaan naskah soal ujian selama 2017-2019 sebesar Rp 17,1 miliar lebih,” ucap Haryadi.

Terduga Teroris Berhasil Ditangkap di Mutiara Sentul Estate Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial AYR (41) di Kampung Mutiara Sentul Estate Blok O Nomor 17 RT 001 RW 010, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/11/2020).

Terduga teroris yang diamankan tersebut diduga bagian kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Selain terlibat dengan JI, terduga teroris pernah menjabat sebagai Sekretaris 3 Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bogor pada tahun 2015.

Terduga teroris juga menjabat sebagai Kepala Iqtishot Bithonah yang merupakan subbidang dalam struktur Jamaah Islamiyah. Selain itu, struktur Jamaah Islamiyah juga berisi kumpulan para pengusaha yang berperan sebagai salah satu donatur atau sumber pendanaan organisasi JI.

Sebelum ditangkap di Kabupaten Bogor, terduga teroris diketahui pernah mengikuti pertemuan kelompok JI pada 22 September 2018 di Ruko Bizpark, Kopo, Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago membenarkan adanya personel Densus 88 Antiteror Polri yang menangkap seorang terduga teroris di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Namun, kata Erdi, Polda Jabar tidak dilibatkan langsung dalam penangkapan tersebut. “Kami (Polda Jabar) hanya mendapatkan pemberitahuan dan permintaan back up untuk mengamankan lokasi penangkapan,” ujarnya di Polda Jabar, Rabu (18/11/2020).

Erdi menjelaskan, pihaknya tidak mendapatkan kronologi rinci terkait kasus penangkapan terduga teroris tersebut. “Kami tidak tahu bagaimana detailnya. Sebab kami, polres jajaran, dalam hal ini Polres Bogor, hanya diminta backup pengamanan,” katanya.

Kerumunan Habib Rizieq di Bogor Mulai Diselidiki Polda Jabar

BOGOR DAILY – Kerumunan terjadi saat Habib Rizieq Syihab mengunjungi Megamendung, Kabupaten Bogor. Polda Jabar kini mulai menyelidiki kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu.

“Jadi kita sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait dengan masalah kegiatan yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu, yakni kegiatan keagamaan yang sekiranya menghadirkan orang yang cukup banyak pada saat itu,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, Rabu (18/11/2020).

Erdi mengatakan polisi akan menyelidiki salah satunya terkait izin digelarnya acara tersebut. Selain itu, ada beberapa hal lain yang akan didalami oleh polisi.

“Oleh karena itu kita sedang mendalami terkait masalah izin kemudian masalah lainnya,” katanya.

Disinggung terkait ada tidaknya pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, Erdi belum bisa memastikan. Namun salah satunya kemungkinan pihak penyelenggara.

“Ini belum, masih dilakukan pendalaman dulu, nanti kita laporkan siapa siapanya. Salah satunya penyelenggara,” kata dia.

Seeprti diketahui, Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengunjungi Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor. Para santri antusias menyambut kedatangan Rizieq.

Dalam kegiatan itu terjadi kerumunan massa. Sebagian massa bahkan ada yang tak mengenakan masker.

Prancis Vs Swedia: Brace Giroud Berhasil Membawa Les Bleus Menang 4-2

0

BOGORDAILY – Prancis berhasil mengandaskan perlawanan Swedia dalam laga UEFA Nations League. Olivier Giroud mencetak dua gol di laga ini untuk membawa Les Bleus menang 4-2.

Prancis menghadapi Swedia di Stade de France pada laga terakhir Liga A Grup 3 UEFA Nations League, Rabu (18/11/2020) dini hari WIB. Les Bleus tetap tampil menyerang meski sudah pasti lolos ke babak semifinal.

Meski begitu, Swedia justru yang mampu unggul lebih dulu saat laga baru berjalan lima menit. Bermula dari kesalahan Paul Pogba saat melakukan sapuan, bola jatuh ke kaki Viktor Claesson yang berdiri di depan kotak penalti Les Bleus.

Ia mampu mengecoh Pogba sebelum melepas tembakan yang membentur Raphael Varane. Bola berbelok arah sehingga mengecoh Hugo Lloris membuat Swedia unggul 1-0.

Tertinggal, Prancis merespon dengan tampil menyerang. Usaha mereka menyamakan kedudukan membuahkan hasil di menit ke-16.

Marcus Thuram menusuk dari sisi kiri. Ia kemudian dengan cermat melepas umpan tarik.

Olivier Giroud dengan baik menyambar umpan Thuram ini. Sepakan kerasnya memperdayai Olsen untuk menyetarakan angka menjadi 1-1.

Thuram kembali menjadi kreator gol Prancis di menit ke-36. Ia meliuk-liuk melewati tiga pemain di kotak penalti Swedia.

Sepakannya memang bisa diblok Victor Lindelof, tapi bola liar langsung disambar Benjamin Pavard. Bola meluncur ke pojok kanan Swedia. Prancis berbalik memimpin 2-1.

Tiga menit berselang, Prancis nyaris saja menjauh. Sepakan Adrien Rabiot dari luar kotak penalti yang membentur punggung pemain Swedia menukik ke arah gawang.

Namun, Olsen dengan sigap masih mampu menepis bola. Skor 2-1 untuk keunggulan Prancis bertahan hingga babak pertama tuntas.

Selepas jeda, pelatih Prancis Didier Deschamps memasukan Kylian Mbappe menggantikan Thuram di menit ke-58. Hanya butuh satu menit di lapangan, Mbappe langsung berkontribusi atas gol ketiga Prancis.

Umpan silang terukurnya dari sisi kiri mampu ditanduk oleh Giroud. Olsen tak berekasi untuk mengantisipasi sundulan Giroud ini
.Penyerang Chelsea tersebut mencetak gol keduanya di laga ini untuk membawa Prancis unggul 3-1.

Dua menit menjelang laga berakhir, Swedia mampu menipiskan ketinggalan. Umpan silang dari Dejan Kulusevski dari sisi kanan menemui Pierre Bengtsson di tiang jauh.

Bengtsson menyambar bola menuju depan gawang. Robin Quaison yang berdiri tak terkawal mampu menuntaskan sodoran Bengtsson menjadi gol. Skor 3-2 masih untuk keunggulan Prancis.

Swedia memburu gol penyama kedudukan di sisa waktu yang ada. Namun, gol Kingsley Coman di menit akhir laga membuyarkan ambisi tim tamu.

Lewat sebuah serangan balik cepat, Coman dengan mudah mencetak gol dari tendangan jarak jauh karena gawang kosong. Olsen saat itu turut membantu serangan Swedia dalam situasi tendangan bebas.

Prancis menutup laga ini dengan kemenangan 4-2 atas Swedia. Hasil ini membuat Prancis semakin kukuh di puncak klasemen.

Mereka mengumpulkan 16 poin dari enam laga. Tim Ayam Jantan unggul tiga angka dari Portugal yang di saat bersamaan menang 3-2 dari Kroasia.

Susunan Pemain

Prancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane (Kurt Zouma 46′), Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez (Lucas Digne 46′); Moussa Sissoko, Paul Pogba, Adrien Rabiot (Steven Nzonzi 78′), Marcus Thuram (Kylian Mbappe 58′); Antoine Griezmann, Olivier Giroud (Kingsley Coman 84′).

Swedia: Robin Olsen; Mikael Lustig (Emil Krafth 66′), Victor Lindelof (Filip Helander 66′), Marcus Danielson, Pierre Bengtsson; Sebastian Larsson (Jens-Lys Cajuste 87′), Kristoffer Olsson, Viktor Claesson (Robin Quaison 66′), Emil Forsberg; Dejan Kulusevski, Marcus Berg (Alexander Isak 86′).

Kisah Rizal Ramli dengan Almarhum Sang Istri Herawati Moelyono Ramli

0

BOGOR DAILY- Almarhumah Herawati Moelyono Ramli adalah istri Rizal Ramli. Mereka pertama kali bertemu saat Rizal menonton Hera di sebuah konser di Institute Teknologi Bandung (ITB).

Waktu itu, Hera tampil memainkan Fur Ellise, karya Beethoven dengan piano. Rizal pun jatuh hati dan segera melakukan pendekatan.

Hera memiliki kepribadian yang sangat berbeda dengan Rizal yang frankly speaking. Hera seorang yang sangat kalem dan hati-hati dalam bicara dan sangat memikirkan perasaan orang lain.

Namun, keduanya punya banyak nilai yang sama. Keduanya sangat mencintai Indonesia dan sangat peduli pada sesama. Selama Rizal Ramli dipenjara karena menuliskan buku putih yang mengkritik pemerintahan Soeharto, Hera datang ke penjara setiap hari.

Ia membawakan makanan juga kliping-kliping gambar, puisi, dan artikel dari koran untuk dibaca oleh Rizal.

Tahun 1982 Rizal dan Hera pun menikah dan di kemudian hari dikarunia tiga orang anak, Dhitta Puti Sarasvati Ramli, Dipo Satria Ramli, dan Daisy Orlana Ramli. Tahun 2006 Hera meninggal dunia karena penyakit kanker.

Bagi Rizal, Hera tidak akan pernah bisa dilupakannya. Bagi anak-anak dan teman-temanya, Hera juga meninggalkan kesan yang sangat dalam.

Sekilas Perjalanan Hidup Hera

Hera dilahirkan di Surabaya pada 16 April 1956. Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, Hera berkuliah di ITB. Kalau Rizal mengambil jurusan Fisika, Hera mengambil jurusan Matematika (tahun 1975).

Tahun 1976 Hera memutuskan untuk berpindah jurusan, mengambil jurusan arsitektur karena punya kecintaan terhadap seni. Memang, hobinya menggambar, melukis, dan bermain piano. Jurusan arsitektur dianggap lebih pas baginya.

Tahun 1982, Hera menikah dengan Rizal. Saat itu Hera masih berkuliah, menyelesaikan tugas akhirnya di bawah bimbingan (alm) Ir. Achmad No’eman Djamhari, pendiri Masjid Salman ITB dan Prof Yuswadi Saliya, pendiri Biro Arsitek terkenal AT-6.

Selama proses penyelesaian tugas akhir bahkan sampai sidang, Hera mengandung putri pertama mereka, Dhitta, yang kemudian lahir pada 17 Agustus 1983.

Tahun 1984, anak kedua mereka, Dipo Satria Ramli, lahir. Beberapa bulan setelah kelahiran Dipo, Rizal mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di Boston University.

Ia harus berangkat duluan ke Amerika Serikat. Setelahnya, Hera pun menyusul ke Amerika Serikat, sendirian mengurus dua anak yang masih bayi.

Di Boston, Hera sempat bekerja di sebuah biro arsitektur bernama Brown and Rowe, milik seorang dosen arsitektur di Boston School of Architecture.

Oleh karena kinerjanya yang baik, Hera direkomendasikan oleh sang dosen untuk melanjutkan kuliah S2 di Harvard University di bidang arsitektur dan landscape.

Hera berkuliah sambil bekerja dan mengurus dua orang anaknya, Dhitta dan Dipo. Kedua anak itu sering ia ajak menemaninya bekerja di studio Gund and Hall, Harvard dan di studio Brown & Rowe.

Hera dan Rizal sangat sibuk. Kedua anak mereka diajarkan mandiri sedari kecil. Bahkan saat balita, anak-anaknya diajarkan membuat makanan sendiri, setidaknya bisa membuat roti isi selai, ataupun memotong ketimun, dan mengambil susu yang selalu disediakan di kulkas.

Tahun 1991, Rizal dan keluarga kembali ke Jakarta. Hera pun kemudian bekerja di biro arsitektur. Pertama di PT Wiratman kemudian di PT Sumarecon. Dan di akhir hidupnya, Hera mendirikan biro arsitek sendiri yang bernama PT Daffodil.

Sebagai seorang arsitek, Hera banyak mendesain rumah. Namun, juga ada beberapa karya lainnya, seperti Mendesain Planning Mega Kuningan, dan Hutan Buatan di Kebun Binatang Ragunan.

Hera Sebagai Seorang Ibu

Sebagai seorang Ibu, Hera sangat all out menunjukkan kasih sayangnya. Meskipun bekerja, Hera tidak pernah absen menunjukkan cintanya pada keluarganya.

Ketika harus berpergian keluar kota, Hera akan membuat catatan perjalanan berisi tulisan dan gambar mengenai perasaan dan pikirannya selama perjalanan.

Catatan ini akan diberikan kepada anak-anaknya sehingga anak-anaknya tahu ibunya selalu mengingat mereka.

Agar punya waktu berkualitas dengan anak-anaknya, sesekali Hera akan menyempatkan menjemput salah satu anaknya sepulang sekolah secara bergantian.

Misalnya, mengajak makan siang, jalan-jalan dan juga kadang menemani bekerja. Ini memungkinkan Hera ngobrol berdua saja dengan si anak, sehingga anak-anaknya selalu merasa istimewa.

Hera sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Ketika Dhitta dan Dipo masih balita, Hera bergantian dengan Rizal membacakan mereka buku cerita. Setiap hari.

Saat liburan, Hera akan mengusulkan agar anak-anaknya memperoleh pengalaman baru. Misalnya, dengan belajar keterampilan baru atau bekerja. Ketika liburan, Dhitta pernah diminta magang di sebuah NGO, menjadi asisten untuk melakukan pekerjaan kesekretariatan.

Dipo pernah diminta menjadi supir untuk mengantar bahan bangunan ke lokasi proyek. Daisy, si bungsu, pernah diminta menjaga toko perhiasan.

Hera Seorang Aktivis Sosial
Berbeda dengan Rizal yang merupakan aktivis politik, Hera juga seorang aktivis, tetapi lebih banyak bergerak di bidang sosial.

Selama hidupnya, Hera telah mendukung berbagai komunitas, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan. Saat masih mahasiswa di ITB, Hera menjadi reader yang senantiasa membacakan buku untuk anak-anak tuna netra.

Di waktu luangnya, Hera mengajar ibu-ibu di daerah Lembang mengenai caranya memasak makanan sehat.

Setelah bekerja sebagai arsitek profesional, kegiatan-kegiatan Hera banyak dilakukan di akhir pekan, misalnya dengan aktif di Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), mendirikan taman bacaan bagi masyarakat, mengedarkan kotak berisi beragam buku anak ke anak jalanan, terbang ke Poso untuk menghibur anak-anak di daerah konflik, dan sebagainya.

Hera juga sangat peduli pada aktivis-aktivis muda yang sering bekerja sama dengan Rizal. Ketika ada aktivis perempuan (atau istri aktivis laki-laki) yang melahirkan, Hera akan mengajak Dhitta untuk membeli seperangkat perlengkapan bayi untuk dikirimkan ke rumah mereka.

Saat banyak mahasiswa turun ke jalanan pada tahun 1998, Hera membantu mengumpulkan nasi bungkus untuk dikirimkan pada aktivis-aktivis yang menduduki Gedung MPR/DPR.

Sejak awal pernikahannya dengan Rizal, rumah mereka hampir selalu dikunjungi berbagai tamu. Mulai dari sesama teman pergerakan, wartawan, dan berbagai teman-teman lainnya.

Beberapa orang sangat berkesan di hati Hera. Misalnya, Jaksa Agung Lopa yang sangat getol melakukan pemberantasan korupsi. Hera tidak segan-segan untuk bangun malam dan bertahajud khusus untuknya agar dimudahkan Allah SWT dalam perjuangan memberantas korupsi.

Ketika Hera Mengidap Kanker

Hera pada awalnya mengidap penyakit kanker payudara yang kemudian juga menyebar menjadi kanker rahim. Untuk mengobatinya, Hera menjalani proses kemoterapi, bahkan sampai kepalanya harus botak karena pengaruh obat-obatan.

Konon katanya proses yang dijalani Hera sangat menyakitkan, namun Hera mampu bertahan hidup sampai stadium terakhir. Selama sakit Hera tidak pernah sehari pun berhenti menunjukkan cintanya kepada sesama.

Untuk mendukung sesama penderita kanker, Hera sempat mendirikan sebuah cancer support group. Hera datang ke beberapa rumah sakit, berkenalan dengan penderita-penderita kanker lainnya, mengajak mereka bertemu dan saling berbagi.

Hera mengkliping kumpulan-kumpulan artikel mengenai penyakit kanker dan cara menghadapinya. Kliping-kliping ini difotokopi dan dibagikan kepada penderita kanker yang bergabung dalam cancer support group tersebut. Hera menemani teman-teman penderita kanker yang lain ketika mereka kemoterapi.

Setelah Hera meninggal, ada sebuah cerita menarik. Salah seorang keponakan Hera melamar seorang perempuan untuk menjadi istrinya. Lamarannya di kota Bandung. Setelah proses lamaran, calon mertua si keponakan menyampaikan bahwa beliau mengenal Hera.

Ternyata dia mengenal Hera di rumah sakit. Meskipun Hera tinggal di Jakarta, setiap kali beliau akan kemoterapi di Bandung, Hera akan datang dan menemaninya kemoterapi.

Begitulah, Hera. Sosok yang sangat istimewa karena kecintaannya pada sesama. Tak heran Rizal pun selalu mencintainya.

sumber: Kedaipena.com

Jokowi Perkirakan Vaksinasi Corona Mulai Akhir 2020 Atau Awal 2021

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan vaksinasi virus Corona (COVID-19) mulai dilakukan pada akhir 2020 atau awal 2021. Perkiraan itu disampaikan setelah Jokowi melihat perkembangan kondisi di lapangan.

“Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi di akhir tahun atau di awal tahun, akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021,” kata Jokowi setelah berkunjung ke Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (18/11/2020).

Jokowi kemudian menjelaskan kendala mengenai distribusi vaksin ke seluruh daerah di Tanah Air. Dia menegaskan pengiriman vaksin berbeda dengan pengiriman barang-barang lain.

“Karena memang proses persiapannya itu tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikkan kita juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh Tanah Air ini yang tidak mudah mendistribusikan vaksin itu tidak mudah, ini bukan barang seperti barang-barang yang lain, memerlukan kedinginan dengan derajat tertentu,” ujar Jokowi.

“Setiap vaksin dari produk yang berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak,” sambung Jokowi.

Jokowi mengatakan kelompok yang akan pertama kali divaksin adalah para tenaga medis dan TNI-Polri. Setelah itu, vaksinasi dilanjutkan terhadap ASN.

“Kemudian siapa yang akan divaksin terlebih dahulu? yang akan divaksin pertama adalah nanti tenaga kesehatan baik itu dokter, para dokter para perawat dan juga tenaga medis, paramedis yang ada. Itu yang diberikan prioritas Plus TNI dan Polri kemudian nanti baru ASN untuk pelayanan-pelayanan publik yang ada di depan, guru dan kemudian tentu saja kita semuanya,” ujar Jokowi.

Lantas kapan Jokowi bakal disuntik vaksin Corona? Jokowi mengaku siap jika diminta disuntik vaksin paling awal.

“Kalau oleh, kalau oleh, kalau oleh tim diminta saya yang paling depan, saya siap,” tutur dia.

Hasmi Peduli Korban Bencana Puting Beliung

BOGOR DAILY- Angin Puting beliung menerjang Bogor Selasa (17 November 2020) sore. Sejumlah rumah warga rusak. Atap rumah beterbangan.Angin puting beliung itu menerjang kampung Nyalindung, kelurahan sukamantri kecamatan Tamansari

Kurang lebih 100 Rumah warga yang terdampak bencana. Salurkan donasi anda untuk membantu mereka dalam program sosial ini

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa [al-Mâidah/5:2]

Rosululloh SAW bersabda dalam Hadits riwayat Muslim

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْ مِنٍ كُرْبَةًمِنْ كُرَبِ الدُّنْيَانَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ.وَمَنْ يَسَّرَعَلَى مُعْسِرٍيَسَّرَاللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَاوَالْاَخِرَةِ.

Artinya : “Barangsiapa yang berusaha melapangkan suatu kesusahan kepada seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari suatu kesusahan di hari kiamat dan barang siapa yang berusaha memberi kemudahan bagi orang yang kesusahan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.”

YUK SIAPKAN INFAK TERBAIK ANDA, KIRIM KE REKENING BNI:No Rek 0183308312 a/n HASMI
Tambahkan kode unik Rp.017

Contoh Donasi : Rp.500.017

Konfirmasi transfer ke call center HASMI di 0821-1166-6677 atau langsung klik wa.me/6282111666677

Info & Kegiatan Program dakwah: 🌐 www.hasmi.org

Bangun SPBU Mandiri, Modal Rp80 Juta. Mau?

BOGOR DAILY- Tertarik buka usaha sendiri? Mungkin bisnis satu ini bisa Anda coba. Adapun bisnis yang dimaksud adalah bisnis SPBU Pertashop. Pertashop adalah SPBU mini yang resmi bermitra dengan Pertamina.

Harga yang dijual Pertashop sama dengan BBM yang dijual di SPBU Pertamina. Untuk pasokan BBM-nya, akan dipasok truk-truk tangki Pertamina sama seperti SPBU Pertamina.

Dengan kata lain, mendirikan usaha SPBU Pertashop ini sama seperti menjadi penyalur Pertamina skala kecil. Namun, tak bisa sembarangan, program kemitraan ini baru terbuka untuk Koperasi serta UKM yang sudah berbadan hukum CV atau PT di seluruh Indonesia.

“Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan juga produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi” ujar CEO PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina Mas’ud Khamid dalam rilis resminya, Rabu (18/11/2020)

Mas’ud menambahkan, Pertashop menjadi peluang usaha bagi calon mitra Pertamina di pedesaan untuk peningkatan kegiatan ekonomi, sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan potensi desa, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

“Tahun ini, Pertamina mengajak calon mitra Pertashop untuk membangun lembaga penyalur yang tersebar di banyak kecamatan seluruh Indonesia,” tambahnya.

Skenario Terburuk Timnas Indonesia U-19: Lanjutan TC Digelar di Indonesia

0

BOGORDAILY – PSSI sudah menyiapkan skenario terburuk terkait lanjutan Pemusatan Latihan Timnas Indonesia U-19. Bisa saja latihan digelar di Indonesia andai ada kesulitan.

Plan A, Plan B, hingga Plan C sudah disiapkan PSSI. Plan A mengirim Timnas U-19 ke Spanyol, Plan B ke Korea Selatan, lalu Plan C latihan di Indonesia saja.

Destinasi prioritas PSSI adalah mengirim Timnas U-19 ke Spanyol sebagai alternatif setelah tak bisa ke Belanda. Federasi ingin Timnas U-19 berlatih di Eropa lagi setelah sempat ke Kroasia.

Korea cuma menjadi rencana cadangan andai tak bisa mengirim Timnas U-19 ke Eropa. Karantina selama dua pekan di Negeri Ginseng membuat PSSI pikir-pikir.

Sementara itu, tak menutup kemungkinan juga PSSI pada akhirnya memilih Timnas U-19 berlatih di Indonesia saja. Opsi itu akan diambil jika menemui kesulitan untuk mengirim Timnas U-19 ke luar negeri.

“Kemungkinan ke Spanyol, tapi ada plan A dan B. Plan A di Korea, tapi di Korea ada plus minusnya ada karantina 14 hari. Sayang waktu 14 hari itu mereka hanya terdiam meskipun virtual bisa,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

“Kemarin latihan di Kroasia tidak terbuang 14 hari, itu yang kami inginkan. Pertimbangan selanjutnya adalah masalah cuaca (dingin di Korea). Kami khawatir mereka tidak bisa adaptasi. Kalau di Spanyol cuma 21 derajat, ini akan menjadi pertimbangan,” ujarnya menambahkan.

Pelatih Timnas U-19, Shin Tae-yong, sebagaimana diklaim Iriawan tak keberatan dengan perencanaan yang disiapkan PSSI. Meskipun begitu, Shin Tae-yong sudah beberapa kali mengungkapkan niatnya untuk membawa Timnas U-19 berlatih di kampung halamannya.

Sementara soal berlatih di dalam negeri, akan menjadi opsi terakhir. Jika itu terjadi, maka Timnas U-19 cuma akan menggelar uji coba melawan klub-klub lokal.

“Prinsip Shin Tae-yong tidak masalah yang penting bisa latihan di luar karena kami menginginkan laga uji coba dengan tim kuat seperti kemarin di Kroasia, Dinamo Zagreb, Qatar dan lain sebagainya,” tutur eks Kapolda Metro Jaya itu.

“Kemudian ada plan C ya, kalau tidak bisa keluar kami tetap di Indonesia, kami akan cari sparing partner yang kuat, kan ada tim senior yang bisa, hanya permasalahan apakah diperbolehkan mereka dalam latihan tiba-tiba ada uji coba, itu yang jadi masalah buat kami,” ucapnya.

“Karena kalau di luar bisa uji coba. Di sini uji coba dengan tim kuat bisa saja dengan Persija, Persib, Arema lain sebagainya itu plan C,” katanya lagi.