Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7782

Ultah ke-9 Tahun, Partai NasDem Targetkan 6 Kursi DPRD di Pileg 2023

0

BOGOR DAILY – Perayaan Hari Ulangtahun Partai NasDem yang ke-9 tahun dijadikan pecutan bagi para pengurus dan kadernya aga terus berupaya meningkat kan kualitas eksistensi dan loyalitas terhadap perkembangan bangsa ke depan.

Sebagai partai yang siap bertarung di gelanggang pemilihan legislatif (Pileg) periode 2023 mendatang. Partai NasDem menarget kan enam kursi DPRD dalam pemilihan legislatif mendatang. “Tak muluk muluk,” kata Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie di sela syukuran hari jadi ke 9 di sekretariatnya, Tegal Gundil, Kota Bogor Utara, Jumat (13/11/ 2020).

Kata Benn, panggilan akrab Benninu Argoebie, karena kehadiran NasDem mudah diterima masyarkat Kota Bogor.

“Insya Allah kita bisa mengisi di parlemen dengan angka signifikan naik dari sekarang. Paling tidak enam kursi,” ungkap Benn.

NasDem membuka pintu selebar lebar -nya bagi siapa saja yang ingin bergabung dan bertarung di Pileg.

“Kita kolaborasi semua, tidak hanya bicara muda atau tua, tapi kita berikan kesempatan bagi semua yang mampu dan bisa,” ujar Benn.

Sejak awal berdiri, partai selalu menawarkan upaya penyederhanaan partai politik di Indonesia melalui kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Ketua umum partai NasDem menawar -kan kenaikan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 7 persen.

“Pada saat ini Partai NasDem akan berupaya kenaikan parliamentary threshold. Kita miliki 4 persen, ditingkat pusat dan dinaikan jadi 7 persen,” kata Benn.

Benn menjelaskan pihaknya terus mematangkan persiapan agar mesin partai berjalan maksimal. Kepengurusan enam DPC sudah definitif dan 55 DPRT telah terbentuk.

“Yang luar biasa hari ini Partai NasDem di Kota Bogor sudah definitif enam DPC dan tadi kita membagikan enam unit motor operasional. Panitia memberikan hadiah juga untuk DPD satu unit mobil,” pungkas Benn. (Ii Syafri)

Rekor, Kasus Positif Covid-19 Tambah 801 Orang Selama Sepekan Ini

BOGOR DAILY – Angka kasus baru terkonfirmasi virus Corona atau COVID-19 di Jawa Barat bertambah 801 kasus. Angka tersebut menyumbang 14,71 persen dari rekor kasus baru COVID-19 secara nasional yang mencapai angka 5.444 kasus pada Jumat (13/11/2020).

Dalam laporan Satgas COVID-19 nasional, Jawa Barat berada di posisi ketiga dalam segi penyumbang kasus baru virus Corona. Jawa Tengah menjadi penyumbang kasus baru COVID-19 terbanyak dengan 1.362 kasus, diikuti DKI Jakarta dengan 1.033 kasus.

Sepekan terakhir angka kasus baru di Jabar ini merupakan yang tertinggi pada periode 1 Oktober 2020 – 13 November 2020. Penambahan yang terjadi hari ini membuat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jabar mencapai 42.572 kasus.

9.782 orang masih menjalani perawatan atau isolasi, 32.049 sembuh dan 795 orang lainnya meninggal. Saat ini terdapat tiga zona merah di Jawa Barat di antaranya Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang

Dilihat dari titik sebaran kasus aktif, Kota Bekasi merupakan wilayah dengan jumlah pasien terbanyak di Jawa Barat dengan 1.778 orang, kemudian diikuti Kabupaten Bekasi (1.282 kasus), Kota Depok (1.168 kasus), Kabupaten Bogor (937 kasus).

Kasus positif COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) dua minggu pascalibur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 mengalami kenaikan, tapi tidak setinggi liburan panjang Agustus 2020.

“Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai rapat bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhur Binsar Pandjaitan.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Tapi, menurutnya, yang patut disyukuri penting terjadi penurunan tren.

Provinsi dengan banyak destinasi wisata seperti Jabar memang berisiko ada kenaikan kasus COVID-19 terutama di masa libur panjang.

“Dan memang risiko tinggi ada di kita karena penerbangan orang jarang. Sekarang orang berwisata naik sepeda motor atau mobil, dan orang Jakarta mayoritas larinya ke Jabar,” tutur Emil.

Mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, Emil meminta pemkab dan pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.

“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” ucap Emil.

Telat Bayar SPP, Santri Bogor Dipulangkan Ponpes

BOGOR DAILY– AD santri perempuan di Pondok Pesantren Qotrunnada, Citayam, Kota Depok harus menelan realita hidup yang pahit. Ini setelah Pondok Pesantren tempatnya menimba ilmu justru memulangkannya karena telat bayar SPP selama 2 bulan.

Ayahanda dari AD harus menahan bendungan air matanya agar terlihat kuat di depan anaknya. Ia terpukul saat  anaknya memberitahu lewat video suara dan bilang terpaksa berhenti mondok.

“Ayaah… Aku enggak mau pulang dari pondok, aku Mohon ayah cari uang buat bayaran pondok. Kalau ayah engga bayaran, nanti aku dipulangkan” kata AD tersedu keras sembari menghabiskan air matanya,” begitu ucap AD.

Menurut NK, ayah AD, pihak pondok memfasilitasi anaknya telpon genggam untuk melaporkan langsung bahwa ia belum bayaran 2 bulan lebih. Hal tersebut tentu menjadi catatan merah untuk pihak pondok pesantren yang mustinya santri fokus belajar dan mengaji dan untuk urusan bayaran itu kewajiban orang tua.

“Saya kecewa dengan sikap pondok pesantren, mustinya ada mediasi dengan orang tua murid. Siswa itu mestinya fokus ngaji dan belajar di pondok pesantren bukan disuruh mikirin uang bayaran. Kalau seperti ini menjadi beban mental buat santrinya. Ya meskipun nanti saya bisa bayar, tapi beban mental pada anak saya akan terus membekas,” ungkap ayahanda AD dengan nada kecewa.

Sontak, NK mematikan panggilan video dengan anaknya karena tidak kuat melihat air mata anaknya yang sudah habis. Sang ayah langsung angkat bicara kepada pihak Ponpes atas sikap yang tak semestinya dilakukan oleh lembaga pendidikan. Ia berencana mengambil anaknya sebelum pihak pondok pesantren memulangkanny. Namun, respon pihak pondok lagi-lagi tidak memuaskan hati seorang ayah.

“Saya langsung kabari pihak pondok untuk klarifikasi hal yang tak semestinya itu. Tapi lagi-lagi pihak pondok hanya membalas ‘Kami hanya menjalankan amanah saja, pak’. Balasan yang tidak memiliki solusi,” ungkapnya.

Setelah seharian dalam keresahan, esoknya Selasa (10/11/2020) NK langsung menjemput anaknya sebelum pihak pondok memulangkannya. Namun hal yang mengagetkan pun terjadi kembali saat NK tiba di Pondok Pesantren. Si anak sudah ada di luar asrama dengan kondisi yang sudah siap untuk pulang.

“Saat saya sampai ke pondok, ternyata si anak sudah ada di luar pondok, di rumah ustadzahnya dengan kesiapan untuk pulang. Saya pun berkeinginan untuk bermediasi bersama pihak pondok. Namun, lagi-lagi saya tidak bisa bertemu langsung dengan pimpinan pondoknya, dengan dalih pimpinan pondok tidak bisa ditemui. Kalau seperti itu, tidak ada sama sekali solusi dari pihak pondok, akhirnya saya pulang dengan anak saya dengan tak menghasilkan sesuatu apapun,” ia menerangkan.

Menurut keterangan AD, anak dari NK, ia menjelaskan bahwa bukan hanya dia saja yang dipulangkan, namun ada 3 temannya yang dipulangkan juga karena telat bayaran SPP. Ia oun heran,  dikala pemerintah sudah mewajibkan masyarakatnya untuk belajar guna meningkatkan kualitas pendidikan, Pondok Pesantren tersebut memulangkan santri-santrinya yang telat bayar SPP tanpa bisa diajak untuk bermeditasi.

Tak hanya itu, Pondok Pesantren tersebut  yang terbilang tua dengan santri ribuan pun pernah melakukan sistem yang tak semestinya dilakukan oleh lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam. Yakni,   dengan memungut biaya perhari 10 ribu bagi santrinya yang telat bayaran.

“Sebelum ini terjadi pun, mereka pernah memungut 10 ribu perhari jika bayaran telat. Contohnya, batas terakhir bayaran itu tanggal 10, jika tanggal 10 itu tidak bayar juga, tanggal 11 nya siswa dipungut 10 ribu setiap harinya sampai melunasi bayaran yang tertunda itu,” NK menjelaskan.

Hal tersebut menjadikan cambukan untuk lembaga-lembaga pendidikan atau pondok pesantren yang terkenal dengan Rahmatan Lil Alamin, namun dengan sistem yang seperti itu tidak sama sekali mencontohkan.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan. Wartawan Bogordaily. Net telh berusaha mengklarifikasi kepada pihak Yayasan Qottrunada, namun yang bersangkutan tidak merespon panggilan telpon maupun chat whatsApp yang dikirim. (Egi)

Pemprov DKI Berkilah Bangkai Bus di Bogor Bukan Transjakarta, Hanya Namanya Saja yang Sama

BOGOR DAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut bus yang terbakar di Dramaga, Kabupaten Bogor bukan miliknya atau Transjakarta. Meskipun, di bus-bus tersebut tertempel logo dan tulisan Transjakarta.

“Jadi ya teman-teman, terkait dengan adanya kegiatan, apa, pemotongan ya, itu bukan milik Transjakarta,” ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Sabtu (14/11/2020).

Riza menjelaskan asal usul bus-bus tersebut. Menurutnya, bus tersebut adalah bus yang tidak memenuhi spesifikasi TransJakarta.

“Itu dulu ada suatu perusahaan, yang mengadakan bus tapi tidak jadi, dibatalkan karena tidak sesuai dengan spek, dan ketentuan lainnya,” katanya.

“Jadi itu bukan milik kami, bukan milik Pemprov juga, bukan milik TransJakarta,” sambungnya.

Sebelumnya pada Jumat (13/11), sekitar pukul 14:00 WIB penampungan bangkai buas TransJakarta terbakar hebat. Sebanyak 37 bus hangus terbakar dalam kejadian ini.

Kapolsek Dramaga Iptu Dian Pornomo mengatakan, kebakaran diduga akibat percikan api yang keluar dari alat las yang digunakan untuk memotong badan bus. Sehingga api kemudian membakar bus dan menjalar ke bus-bus di lokasi.

Di lokasi ini, sebanyak 200 bangkai bus TransJakarta parkir sejak 2018 lalu. “Informasi yang kami dapat ini ada lebih dari 200 bus di sini ya. Perlu diketahui kami juga sebenarnya belum pernah ketemu sama pemilik lahan ataupun yang mengelola proyek bus ini,” kata Camat Dramaga, Ivan Pramudia, Jumat (13/11).

Sejak tiga pekan lalu, kata Ivan, di lokasi ini berlangsung kegiatan proses pemotongan badan bus menggunakan alat las. Kegiatan ini, lanjut Ivan, sempat dikeluhkan warga karena asap dari proses pemotongan dan pembakaran badan bus mengganggu pernapasan warga.

“Kita juga sempat sidak ke sini, kemudian meminta teknik pemotongan diubah, agar asapnya tidak mengganggu warga akibat pembakaran ban dan cat,” kata Ivan.

“Tapi tiga kali kita minta tidak juga dilaksanakan, sehingga terjadi seperti ini (terbakar),” tambahnya.

Nikita Mirzani: “Maaher Dulu Lo Sakit Parah Abis Menghina NU. Mau Sakit Lagi Lo Habis Maki Gue”

BOGOR DAILY – Nikita Mirzani dapat ucapan kasar dari ustaz pembela Habib Rizieq. Memang sebelumnya sang artis sempat berkomentar soal kepulangan Rizieq yang menurutnya diberi sambutan gila-gilaan.

Nikita Mirzani dinilai telah merendahkan Habib Rizieq oleh koleganya, Ustaz Maaher. Parahnya ia sampai disebut binatang hingga wanita tak benar.

Ustaz Maaher juga mengancam akan membawa 800 orang untuk menyerbu rumah Nikita Mirzani. Namun, eks istri Dipo Latief itu rupanya tak gentar.

Nikita Mirzani malah balik menyerang Ustaz Maaher. Ia membongkar kebobrokan sang pemuka agama.

Yang pertama, Nikita Mirzani mengunggah foto zaman dulu Ustaz Maaher yang tampak sakit. Ia menyebut Maaher sakit imbas menghina NU.

“Maaher dulu Lo sakit parah abis menghina NU. Mau sakit lagi Lo habis maki2 gue,” tulis Nikita dalam caption di Instagram Stories.

Lalu Nikita Mirzani mengungkap Ustaz Maaher bukan nama aslinya. Katanya, Nana asli Maaher ialah Soni Eranata.

Nikita Mirzani juga memperlihatkan ceramah dengan kata-kata kasar Maaher. Ia meminta pengikutnya mendengarkan video yang diunggah.

“Hey elo Soni Eranata dan para pengikutnya. Coba dengarkan ocehan ini manusia,” ujar Nikita.

Lebih lanjut, Nikita Mirzani membeberkan tweet Ustaz Maaher yang sadis. Ia menganggap Maaher keterlaluan sudah menghina Habib Luthfi dan mendiang Gus Dur.

Setelah itu, Nikita Mirzani mengaku Twitter-nya diblokir oleh Ustaz Maaher. Ia minta Maaher menggunakan mulutnya dengan baik.

“Gue di block sama sih Maaher di Twitter. Lalu di Instagram pura2 Fred yg ngata2in gue itu di hapus Instagram padahal dihapus sendiri karena takut. Makanya congor itu di pergunakan dengan baik kalau lagi berperang lawan gue. Sok2an mau ikut campur eh dia kena perangkap sendiri,” tutur Nikita.

Habib Rizieq Bakal Dilaporkan Polda Jabar Terkait Pelanggaran Protokol Kesehatan

BOGOR DAILY – Polisi menyebut, banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan saat mengikuti kegiatan Habib Rizieq di Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/11/2020).

Beberapa protokol kesehatan yang dilanggar antara lain, tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

“Tidak ada jaga jarak, terjadi kerumunan dan banyak tidak pakai masker. Banyak pelanggaran,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi, Sabtu (14/11/2020).

Pihaknya telah membuat catatan terkait pelanggaran tersebut. Kapolda juga akan menyampaikan evaluasi terkait kegiatan Rizieq di Bogor, kepada Satgas Covid-19 Jabar bersama dengan unsur pimpinan lain seperti Gubernur Jabar dan Pangdam III Siliwangi.

“Nanti dalam rapat gugus tugas saya bersama gubernur, pangdam, pak kajati, ketua DPRD Jabar, sama-sama kita akan bahas dalam rapat gugus tugas minggu depan. Hasilnya nanti kita akan sampaikan,” tuturnya.

Terkait soal keamanan saat kegiatan, Rudy menyebut sampai dengan selesainya kegiatan, situasi Kamtibmas di Bogor, tidak ada permasalahan.

“Kamtibmas tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan lancar, kami Polda Jabar dan Polres di tingkat kota dan kabupaten melayani masyarakat melakukan kegiatan. Namun, harus diingatkan, secara protokol kesehatan masih banyak sekali,” ucapnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab meresmikan pembangunan masjid seharga Rp 50 miliar di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat, Jumat (13/11/2020). Habib Rizieq melakukan peletakan batu pertama.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid itu dilaksanakan di halaman markas Front Pembela Islam (FPI) berlokasi di Jalan Cikopo Selatan, Kampung Lembah Nendeut, RT05/04, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peletakan batu pertama kali ini mengawali pembangunan masjid di ponpes Agrokultural Markaz Syariat.

“Insya Allah kita akan bangun masjid di sini (Ponpes Agrokultural Markaz Syariat),” ujarnya saat sambutan dihadapan ratusan jamaah atau pendukungnya.

Menurutnya, masjid yang akan dibangun kali ini berdiri di tanah seluas 10 hektar, dengan dua lantai.

“Masjid ini akan dibangun di atas tanah seluas 10 hektar dengan dua lantai,” katanya.

Bahkan kata pentolan FPI tersebut, anggaran pembangunan masjid itu cukup fantastis dan bisa menampung sekitar 5 ribu jamaah.

Suherwin Kawal Penetapan DPS Pilkades Ciherang

BOGOR DAILY- Bertempat di lantai dua Aula Desa Ciherang Kecamatan Dramaga, Suherwin bersama calon kades lainnya mengikuti tahapan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang akan berjalan selama 10 hari, sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Endi Suryadi Ketua Panitia mengatakan, DPS awal berjumlah 11.452 orang.

“Sementara, hasil coklit yang dilakukan panitia saat ini sudah masuk DPS 11.117. Nanti akan dilakukan koreksi bersama semua calon selama sebelum Penetapan DPT tanggal 24 November,” ujar Endi kepada Bogordaily.net.

Sementara Juarsa Sekretaris Desa Ciherang mengungkapkan, proses dari DPS suara menjadi DPT selama 10 hari. Dan itu dilakukan bersama sama. Dengan diberikannya salinan DPS kepada semua calon.

“Tahapan ini menjadi indikator Pilkades Ciherang berjalan Jurdil,” beber Juarsa.

Ditemui di tempat yang sama. Suherwin mengatakan, Daftar Pemilih Sementara adalah hal penting dalam tahapan Pilkades. Karena partisipasi warga dalam memberikan suara akan menjadi legitimasi pilkades

“Partisipasi warga sangat penting untuk menekan angka golput,” pungkas Suherwin yang maju untuk periode ketiga karena mendapat dukungan warga. (gib)

Kisah Pemulung Cilik yang Rajin Baca Al-Quran Jadi Anak Angkat Syekh Ali Jaber

BOGOR DAILY- Kehidupan Muhammad Gifari Akbar (16) berubah total. Setelah viral karena mengaji di trotoar Jalan Braga Kota Bandung, dia ‘pensiun’ menjadi pemulung. Akbar pun tak harus tinggal di jalanan, diterpa dinginnya udara Kota Bandung.
Ya, warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut itu kini menjadi anak angkat ulama besar Syekh Ali Jaber. Dia juga dimasukkan ke salah satu pesantren di Cipanas Kabupaten Cianjur. Bahkan, pada Desember mendatang, Syekh Ali Jaber akan memboyong Akbar menunaikan ibadah umrah dan bertemu dengan imam besar di Arab Saudi.

Pertemuan Akbar dengan Syekh Ali Jaber terjadi di Muslimah Center Nuurun Nisa, Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/11/2020). Saat itu, Syekh Ali Jaber yang berniat mendatangi Akbar ke rumahnya di Garut sedang mengisi tausyiah.

Dia tak menyangka ternyata Akbar ada di acara pengajian tersebut. Pertemuan Akbar dan Syekh Ali Jaber berlangsung haru. Keduanya saling berpelukan, disaksikan jemaah tausyiah. Syekh Ali Jaber tak sungkan mencium pipi dan kepala Akbar, lalu kembali memeluknya.

“Saya punya firasat Muhammad Gifari menjadi imam besar, akan dibina di pesantren saya yang ada di Cipanas agar Akbar jadi Ahlul Quran karena kita tahu remaja zaman sekarang tenggelam dalam dunia maya,” kaya Syekh Ali Jaber.

Ulama besar ini mengajak kepada seluruh warga Indonesia dan dunia akan memberikan perhatian lebih kepada mereka yang mencintai Alquran.

“Saya belajar dari guru saya, siapapun mencintai Alquran apapun kemampuannya, kalau dia mencintai Alquran kasih perhatian sebesar-besarnya biar kemampuan terbatas. Kasih sepenuhnya perhatian karena pencinta Alquran dia dicintai Allah SWT,” jelasnya.

Akbar juga mengaku bahagia, bisa bertemu dengan ulama besar Syekh Ali Jaber. “Ketemu Syekh Ali Jaber perasaannya senang sekali, tidak menyangka. Saya kira ini mimpi ternyata ini kenyataan,” ungkap Akbar sambil terbata-bata.

Cerita Akbar juga membetot perhatian hafiz asal Aceh Muzammil Hasballah yang sama-sama hadir dalam acara tersebut. Muzammil mengaku terharu karena masih ada generasi muda yang menaruh perhatian pada agama dan tak lupa mengaji dalam keadaan sulit sekalipun.

“Allah pilih dengan takdir berkah Alquran sampai akhirnya dikenal masyarakat. Begitulah berkah Alquran yang dijanjikan Allah SWT, tidak hanya di akhirat, tapi langsung di dunia juga,” tutur Muzammil.

Ia berharap, Akbar tetap rendah diri dan niatnya selalu dijaga agar tidak tergiur godaan duniawi. “Niatnya dijaga agar terus Lillahi Ta’ala. Memang dikenal orang banyak itu akan jadi godaan buat kita, mudah-mudahan bisa dilalui. Kita saling mendoakan yang terbaik,” harapnya.

Seperti diketahui, sosok Akbar viral setelah aksi mulianya mengaji di trotoar Jalan Braga, Kota Bandung terabadikan dan diunggah ke media sosial.

Akbar diketahui merupakan warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Di rumah sederhananya di Kampung Sodong, dia tinggal bersama ayah, nenek dan kakeknya.

Akbar ditinggal sang ibu, Siti, saat usia delapan bulan setelah bercerai dengan ayahnya Unan. Dari dulu, Akbar berupaya mencari keberadaan sang ibu.

Akbar mengaku sangat merindukan sang ibu. Sebab, dia tidak pernah bisa mengingat seperti apa wajah ibunya. Bahkan, sekedar foto pun dia tak punya.

Saat ini Akbar mengaku lelah mencarinya. “Dulu mah saya cari. Kalau sekarang mah ya saingetnya aja. Kalau dia ingat sama saya pasti ke sini,” ujar Akbar.

Jabar Bergerak Kota Bogor Launching Ruang Belajar Online Titik Ke 4

BOGOR DAILY- Jabar Bergerak Kota Bogor melaunching Ruang Belajar Online di Kampung lauk, Kelurahan Bubulak Rt 02/rw11 Kecamatan Bogor Barat.

Yantie Dedie A Rachim, Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor mengatakan, Ruang Belajar Online merupakan salah satu program kerja bidang Pendidikan dan bidang sosial untuk membantu siswa siswi dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh, namun terkendala masalah quota dan jaringan internet di masa pandemi ini.

“Jabar Bergerak Kota Bogor Kembali membuka RBO (Ruang Belajar Online) di wilayah Kecamatan Bogor Barat, tepatnya di Kelurahan Bubulak, lokasi ini adalah merupakan titik ke 4 dari tujuh titik target pendirian ruang belajar online,”ungkap Yantie.

Lebih lanjut, Yantie mengungkapkan bahwa dalam menentukan titik lokasi ruang belajar online, Jabar Bergeak Kota Bogor berkoordinasi dengan pemerintah setempat,yakni kecamatan untuk mendapatkan rekomendasi titik yang paling membutuhkan fasilitas ruang belajar online.

“Kami berharap agar ruang belajar online dapat menjangkau secara merata di 6 kecamatan,”harapnya.

Sementara itu, terkait tujuan diluncurkannya Ruang Belajar Online, Yantie memaparkan bahwa program ini selain membantu pemenuhan hak belajar Anak, juga membuat kesempatan belajar online bisa merata. Khususnya bagi siswa siswi yang kurang mampu.
“Dan yang tidak kalah penting, ini dibuat agar bisa mengurangi beban moril dan materiil bagi keluarga kurang mampu,”tuturnya.

Ynatie juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung program Ruang Belajar Online. Khususnya sponsor utama yang konsisten dalam membantu terlaksana program Ruang Belajar Online.
“Kami berterimakasih kepada PT Telkomsel, Le Mineral, Yamaha, yang secara konsisten membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini, dan juga kepada para donator yang juga turut menyumbangkan gadget nya untuk mendukung kegiatan ini,”tandasnya.

Bupati Bogor Pernah Minta Bangkai Transjakarta Dihibahkan jadi Bus Sekolah

0

BOGOR DAILY- – Puluhan bangkai Transjakarta yang terbakar di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor Jawa Barat ternyata pernah diminta untuk jadi bus sekolah.

“Sempat kami minta, daripada nganggur bagusnya dihibahkan aja untuk bus sekolah,” kata Bupati Bogor Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Jumat, 13 November 2020.

Menurutnya, dari sekitar 300 bus yang telantar, sebagian masih nampak layak fungsi. Maka, saat itu ia meminta agar bus-bus yang cenderung masih berfungsi baik, bisa dimanfaatkan.

Sebabnya, ketika bus itu dibiarkan terus telantar berpotensi menimbulkan banyak dampak sosial. Dampak sosial itu mulai dari digunakannya sebagai tempat mesum, hingga rentan menjadi sarang nyamuk.

Namun, rupanya bus-bus berlabel Transjakarta itu bukan milik PT TransJakarta. Sehingga, niatan Ade Yasin tak terealisasi, sampai akhirnya belakangan perusahaan swasta pemilik bangkai bus tersebut memusnahkannya.

Sebelumnya terjadi kebakaran di lokasi penampungan bangkai bus Transjakarta di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bogor, Mamur menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan terbakarnya puluhan bus Transjakarta sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian berhasil memadamkannya pada pukul 16.55 WIB dengan mengerahkan lebih dari 10 armada damkar.

“Pemiliknya belum diketahui, pelapor warga setempat. Sedangkan sumber api diduga dari proses pengelasan,” kata Mamur.

SUMBER: Tempo.com