Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 7847

Klaster Keluarga Masih Dominasi Penyebaean Covid di Kota Bogor, Ini Rinciannya

0

BOGOR DAILY –

Klaster keluarga jadi penyumbang tertinggi kasus positif covid-19 di Kota Bogor. Namun jika dibedah lebih dalam, adanya klaster keluarga mayoritas berasal dari perkantoran.

“Kami lihat trennya masih sama, klaster terbesar adalah klaster keluarga. Apabila didalami klaster keluarga itu disebabkan atau terpapar karena dua hal. Pertama karena dari tempat kerja dan kedua dari luar kota,” kata Bima, Rabu (14/10/2020).

Sementara, penularan dari area publik seperti rumah makan atau restoran justru presentasenya jauh lebih kecil. Karena itu, pihaknya sepakat akan lebih menguatkan pengawasan di lingkungan perkantoran.

 

“Kami imbau perkantoran membentuk satgas sendiri. Nanti akan kita cek berdasarkan di wilayah apakah seluruh kantor sudah memiliki satgas yang akan berkoordinasi dengan satgas Kota Bogor,” ungkapnya.

 

Berikut data lengkap klaster covid-19 dari Satgas Covid-19 Kota Bogor Per Minggu 11 Oktober 2020 :

 

Data klaster :

 

1. Rumah tangga (729 kasus/46%).

 

2. Luar kota (422 kasus/27%).

 

3. Non klaster (212 kasus/13%).

 

4. Faskes (87 kasus/6%).

 

5. Perkantoran (66 kasus/4%).

 

6. Perkantoran pusat perbrlanjaan (27 kasus/2%).

 

7. Kegiatan keagamaan (22 kasus/1%).

 

8. Pasar tradisional (8 kasus/1%).

 

9. Transportasi umum (5 kasus).

 

10. Penginapan/asrama (1 kasus).

Total 1.579 kasus.

A. Klaster Rumah Rangga :

 

Jumlah keluarga per 11 Oktober 2020 (277 kasus).

 

Jumlah pasien per 11 Oktober 2020 (740 kasus).

 

Jumlah kelurahan per 11 Oktober 2020 (62 kelurahan).

 

1. Tidak berpergian (29 kasus/32%).

 

2. Ada anggota keluarga yang bekerja (40 kasus/44%).

 

3. Pergi bekerja (2 kasus/2%).

 

4. Merawat keluarga yang sakit (7 kasus/8%).

 

5. Melayat yang meninggal (1 kasus/1%).

 

6. Berobat sakit (2 kasus/2%).

 

7. Acara keluarga (2 kasus/2%).

 

8. Perjalanan ke luar kota (6 kasus/6%).

 

9. Ke pasar (1 kasus/1%).

 

Total : 90 kasus.

 

Non klaster :

 

1. Berobat/sakit bergejala (24 kasus/49%).

 

2. Bekerja (15 kasus/31%).

 

3. Skrining/syarat masuk kerja/ke luar kota (2 kasus/4%).

 

Total : 49 kasus.

2. Kantor dan litbang kehutanan (2 kasus/15%).

 

3. PT Goodyear (1 kasus/8%).

 

4. Kecamatan Bogor Timur (1 kasus/8%).

 

5. PT Daya Hidup Semesta (1 kasus/8%).

 

6. Bank Mandiri Semplak (1 kasus/8%).

 

7. Bank BRI Syariah (1 kasus/8%).

 

8. PT Novel Indraprasta (1 kasus/8%).

 

9. Bank Mega Syariah (1 kasus/8%).

 

10. Tidak Diketahui (1 kasus/8%).

 

Total : 13 kasus.

 

Klaster faskes :

 

1. RS Medika Dramaga (3 kasus/38%).

 

2. RS Melania (1 kasus/13%).

 

3. RS BMC (1 kasus/13%).

 

4. RSUD Kota Bogor (1 kasus/13%).

 

5. RS PMI (1 kasus/13%).

 

6. RS Islam (1 kasus/13%).

 

Total : 8 kasus.

Mahfud MD Bongkar Surat Cekal Rizieq Syihab

0

BOGOR DAILY – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan apa yang selama ini disebut Rizieq Syihab sebagai surat cekal ternyata bukanlah surat cekal. Surat itulah yang sebelumnya diperlihatkan Rizieq dalam videonya.

“Jadi kedua surat ini merupakan bukti-bukti nyata, riil, otentik, kalau saya memang dicekal oleh pemerintah Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia,” ujar Habib Rizieq seperti dilihat di cuplikan video YouTube Front TV, Minggu (10/11/2019).

Mahfud Md menjelaskan dua surat yang ditunjukkan Rizieq itu hanya surat penolakan agar Rizieq tidak keluar Saudi karena alasan keamanan.

“Itu bukan surat dari pemerintah, itu surat penolakan bahwa yang bersangkutan tidak boleh keluar karena alasan keamanan, gitu aja,” ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Mahfud tidak mengetahui dari mana surat itu berasal. Surat itu tidak bisa dijadikan bukti klaim Rizieq bahwa Pemerintah RI meminta Pemerintah Saudi untuk menahan Rizieq di Saudi. Soal tertahannya Rizieq di Saudi, itu adalah masalah Rizieq dengan otoritas Saudi. Tidak ada urusan dengan pemerintah Indonesia.

Begini tanggapan Ridwan Kamil Soal Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat

0

BOGOR DAILY – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi wacana sejumlah tokoh Sunda, yang ingin mengembalikan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, wacana itu boleh saja dilontarkan namun untuk mengganti nama provinsi yang telah ditetapkan sejak tahun 1926 itu bukanlah hal yang mudah.

Sebabnya, Jawa Barat merupakan melting pot atau tempat bercampurnya tiga budaya. Pertama Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya dominan menggunakan bahasa Jawa serta Betawi dengan bahasa dan budayanya yang juga khas.

“Saya harus melihat dulu secara fundamental, karena jabar itu kalau secara judul memang bukan lagi Jawa bagian barat, Jawa paling barat kan Banten. Sudut paling barat ya bukan Jabar, tetapi Banten. Tapi Jabar itu budaya ada tiga, ada Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya Jawa dan ada Betawi,” ujar Ridwan Kamil.

Oleh karena itu, ucap pria yang akrab disapa Kang Emil itu, andaikata provinsi Jawa Barat berganti nama menjadi Tatar Sunda. Tentunya, kebijakan itu harus dipahami dan disepakati oleh warga Jabar di Cirebonan, maupun warga Jabar di daerah Betawi.

“Kalau tidak ada kesepakatan, maka hidup ini tidak akan mashlahat, jadi saya istilahnya melihat sebuah wacana, silakan, tapi masih panjang perjalanannya karena harus dipahami dan disetujui oleh pihak yang merasa berbeda, kalau itu dihadirkan,” ujar Kang Emil.

Ia pun menjelaskan, memang sedianya Sunda itu bukan hanya etnis atau suku yang tinggal di Jawa bagian barat semata. Tetapi, Sunda merupakan wilayah geografis yang meliputi Sumatera, Kalimantan dan Jawa atau istilah lainnya Sunda Besar. “Kemudian ada Sunda Kecil yaitu Bali, Nusa Tenggara dan lain-lain, tapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi etnisitas, nah kesepakatan ini belum semua orang paham jadi masih panjanglah,” tuturnya.

Sunda Besar dan Sunda Kecil yang dimaksud Kang Emil, ialah Lempeng Sunda yang merupakan bagian dari Lempeng Tektonik Eurasia, yang kini secara administratif meliputi Kalimantan, Jawa, Sumatera, bahkan sebagian Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja, dan Vietnam.

Sebelumnya, wacana penggantian nama provinsi ini muncul setelah sejumlah tokoh Sunda menggelar Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu dan sejumlah tokoh lainnya.

Meski Sudah Zona Orange, Pemkot Belum Berani Buka Fasilitas Olahraga

0

BOGOR DAILY – Kendati Kota Bogor sudah masuk dalam zona oranye ditengah persebaran Covid-19, namun fasilitas untuk pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah belum bisa dibuka.

Hanya saja, rencanannya pemerintah baru berencana memperbolehkan fasilitas di kawasan Sistem Satu Arah (SSA) untuk dimanfaatkan kepada masyarakat yang ingin berolahraga berjalan kaki, dan dengan catatan tidak terjadinya kerumunan.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota, Dedie Rachim, ketika menutup kegiatan Kepemudaan di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Rabu 14 Oktober 2020.

“Kita baru saja menggelar rapat. Bahkan dalam rapat tersebut, yang pertama Pak Walikota sudah memberikan sinyal, kalau SSA sudah boleh lagi dipakai untuk kegiatan masyarakat berolahraga, dengan catatan tidak boleh terjadi kerumunan. Selanjutnya diturunkan ke taman-taman secata terbatas yang boleh dipergunakan untuk rapat diruang terbuka. Akan tetapi untuk sarana olahraga masih harus dibahas lebih detail dengan Dispora,” ujarnya.

Tapi pada prinsipnya, kata Dedie Kota Bogor baru memasuki zona orange. Dan mudah-mudahan dari zona orange ke zona kuning bisa sehingga dalam pembukaan tersebut pemerintah lebih tidak khawatir dalam membuka fasilitas tersebut.

“Kita tidak ingin sepotong-sepotong dalam membuka fasilitas tersebut. Karena jangan sampai dibuka, tutup lagi, buka tutup lagi. Jadi pada prinsipnya kita mendukung, tapi yang terjadi secara nasional, seperti contoh kejuaraan Pordasi, yang mana pesertanya sudah berkumpul di Yogyakarta, namun dibatalkan, akibat tingginya angka penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Kemudian juga sambung Dedie Liga 1 juga dibatalkan. Jadi secara nasional belum ada kepastian ujung-ujung dari rangkaian kegiatan olahraga ini Olimpiade, dan apakah Olimpiade akan tetap digelar 2021, belum ada kejelasan juga. Sehingga menurutnya Wakil Walikota, untuk persiapan-persiapan mandiri, silahkan. Namun untuk pemakaian fasilitas publik yang menimbulkan kerumunan, bahkan yang menimbulkan resiko dari Covid-19, masih akan dikaji kembali.

“Kita belum bisa pastikan kapan bisa dibuka. Karena Kota Bogor, baru masuk zona orange. Jadi kita harus melihat situasi dan kondisi harus benar-benar aman,” pungkasnya.

PKB Yakin SBY Akan Menghadapi Tuduhan Gerakkan Demo dengan Kepala Dingin

BOGORDAILY – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin karena dirinya dituduh menggerakkan demo omnibus law UU Cipta Kerja yang akhirnya ricuh. PKB menilai SBY kebal akan tuduhan seperti itu.

Lagian Pak SBY rasanya sudah kebal dengan tuduhan-tuduhan seperti ini. Sebagai politisi senior (SBY) akan menghadapinya dengan kepala dingin, dan fakta sesungguhnya nanti akan terungkap juga,” kata Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Menurut Daniel, curhat SBY itu akan reda dengan sendirinya. Sebab, masih ada persoalan yang penting dan mendesak.

“Masih banyak urusan lain yang lebih penting dan mendesak, biarin aja nanti juga reda sendiri,” ucap Daniel.

Sebelumnya, SBY angkat bicara soal sejumlah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan demo omnibus law yang berakhir ricuh. SBY mengaku prihatin atas tuduhan dia sebagai dalang di balik demo ini.

“Ya nggak tahu saya, nggak tahu, apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya. Nggak tahu saya. Memang kalau saya ikuti ya kembali seperti yang saya alami pada tahun 2016 lalu saya dituduh difitnah menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama dengan sekarang sebuah gerakan unjuk rasa besar waktu itu,” kata SBY dalam video yang diunggah di akun YouTube resminya, Senin (12/10).

November Ini Kota Bogor Terima 200 Jatah Vaksin Covid-19

0

BOGOR DAILY – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana vaksinasi di Kota Bogor. Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, Kota Bogor akan menerima sekitar 200.000 vaksin dari Pemerintah Pusat pada November 2020.

“Angkanya kurang lebih 20 % dari jumlah penduduk di Kota Bogor yang akan kita siapkan untuk menerima vaksin pertama,” ujar Bima, Rabu (14/10/2020).

Vaksinasi akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, dan orang beresiko tinggi terpapar Covid-19.

“Data ini (penerima vaksin) akan kami sampaikan kepada bapak Presiden melalui Pak Gubernur Jawa Barat. Untuk selanjutnya secara teknis akan dimatangkan bagaimana rundown pemberian vaksin yang mungkin akan diberikan bulan November,” katanya.

Sebelumnya, saat kunjungan kerja ke Kota Bogor, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa ada dua jenis vaksin Covid-19 yang nantinya akan digunakan di Indonesia, yakni vaksin yang diimpor 100 persen dari luar negeri dan vaksin yang sedang berproses uji klinis oleh Biofarma di Bandung, Jawa Barat.

“Yang diimpor langsung menurut pemerintah pusat akan datang di bulan depan, fokus untuk tenaga kesehatan. Kalau yang diproduksi dalam negeri sedang dalam proses tes ketiga, seperti yang saya lakukan (jadi relawan vaksin). Baru Desember nanti keputusan berhasil atau tidaknya,” jelas Emil, Rabu (7/10/2020).

“Kalau hasil darah saya meningkat antibodi, maka berhasil. Maka Januari sudah bisa diproduksi. Dan nanti manajemennya sambil produksi, sambil memberi vaksin. Jadi sudah bisa disuntikan untuk pihak-pihak tertentu di bulan Januari sampai akhir tahun 2021,” tambahnya.

Prihatin, Pendapatan Kota Bogor Menurun Selama Pandemi

0

BOGOR DAILY – Pendapatan Kota Bogor menurun akibat pandemi COVID-19. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberdayakan bantuan dana dari pihak swasta untuk menjalankan program pembangunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah memaparkan, kehadiran Forum CSR Kota Bogor yang dibentuk tahun 2018, membantu menjembatani Pemkot Bogor dengan perusahaan yang ingin memberikan bantuan kegiatan pembangunan kota lewat program CSR.

Syarifah pun telah berdiskusi dengan Forum CSR Kota Bogor mengenai berbagai kegiatan yang dapat dikolaborasikan Pemkot Bogor dengan pihak swasta.

“Hari ini (Selasa, red) kami diskusi apa saja yang bisa dilakukan ke depan karena Pandemi COVID-19 membuat pendapatan Kota Bogor menurun sehingga harus ada pendanaan dari non-APBD untuk pembangunan di Kota Bogor,” jelas Syarifah dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Syarifah mengatakan sumber pendanaan kota tidak hanya berasal dari APBD atau APBN. Menurutnya, sebuah kota dibangun secara bersama-sama oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah. Ia memandang keberadaan Forum CSR Kota Bogor sangat membantu perusahaan yang ingin membangun Kota Bogor melalui CSR.

“Walaupun perusahaan banyak yang juga terdampak COVID-19, tetapi banyak juga yang mau peduli bersama-sama membangun Kota Bogor,” ulas Syarifah.

Syarifah menyampaikan di akhir tahun ini pihaknya bersama Forum CSR akan mencoba menyusun perencanaan kegiatan yang termasuk program Wali Kota Bogor atau kebutuhan Pemerintah Kota Bogor. Dikatakan Syarifah, paket kegiatan tersebut nantinya bisa diikuti keterlibatan individu dan perusahaan.

“Kami akan menyusun materi atau rencana kegiatan dulu yang akan ditawarkan ke perusahaan. Setelah COVID-19 sudah selesai kita bisa langsung bergerak,” kata Syarifah.

Ketua Forum CSR Kota Bogor Erik Suganda menambahkan Forum CSR Kota Bogor menawarkan kegiatan-kegiatan yang tidak tercover APBD ke perusahaan di Kota Bogor. Erik menguraikan ada beberapa kendala yang dihadapi Forum CSR, salah satunya beberapa perusahaan sudah mempunyai binaan yang diberikan CSR.

“Jadi kami Tim Forum CSR dan Tim fasilitator Bappeda sepakat membuat atau memilih lima sampai sepuluh program unggulan yang bisa terlihat hasilnya untuk Kota Bogor yang nantinya akan kami tawarkan ke perusahaan di Kota Bogor atau Jawa Barat,” ulas Erik.

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022: Neymar Hat-trick, Brasil Kalahkan Peru 4-2

0

BOGORDAILY – Brasil berhasil mengalahkan Peru 4-2 di kualifikasi Piala Dunia 2022. Neymar menyumbang hat-trick pada laga ini dengan dua gol lewat eksekusi penalti.

Peru vs Brasil berlangsung di Estadio Nacional, Rabu (14/10/2020) pagi WIB. Tim tuan rumah langsung mengejutkan Brasil dengan mencetak gol cepat di menit keenam.

Gol tersebut berawal dari umpan Yoshimar Yotun ke Jefferson Farfan yang diblok bek Brasil. Bola rebound kemudian lekas disambut Andre Carrillo dengan sepakan voli. Bola pun meluncur deras ke dalam gawang Brasil yang dijaga Weverton.

Brasil gerak cepat untuk mendapatkan gol penyeimbang. Peluang datang di menit ke-14 saat Roberto Firmino mencoba menyambut bola yang melintas di depan gawang Peru setelah Richarlison membuka peluang lewat sundulan. Pedro Gallese tampil sigap dan menghalau bola tepat sebelum melewati garis gawang.

Brasil mendapat hadiah penalti di menit ke-28 setelah Neymar dilanggar oleh Yoshimar Yotun. Bintang Paris Saint-Germain itu maju sebagai eksekutor dan berhasil merobek gawang Peru. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Peru tertekan di babak kedua. Brasil dengan gencar melancarkan serangan dari berbagai sisi, namun mereka kecolongan di menit ke-59.

Brasil kebobolan lagi setelah bola tembakan Renato Tapia dari luar kotak penalti berbelok arah membentur barisan belakang. Weverton mati langkah dan gagal menghalau bola. 2-1 Peru memimpin.

Brasil dengan cepat menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-64. Bola sundulan Firmino dari umpan sepak pojok berhasil diteruskan oleh Richarlison yang ada di mulut gawang. Gol tersebut sempat ditinjau ulang oleh VAR sekitar lima menit sebelum disahkan.

Neymar benar-benar membuat Peru menjadi sial. Striker 28 tahun itu dilanggar di kotak penalti saat ingin menyambut umpan silang. Wasit Julio Bascunan Gonzalez menunjuk titik putih dan eksekusi penalti kedua Neymar membawa Brasil balik memimpin 2-3 di menit ke-83.

Peru harus bermain dengan 10 orang di menit ke-89. Carlos Zambrano diganjar kartu merah langsung setelah menyikut Richarlison. Wasit sempat memberi kartu kuning, namun diubah menjadi kartu merah berdasarkan VAR.

Neymar melesakkan hat-trick di masa injury time. Gol tersebut sekaligus membawa Brasil menang 4-2.

Susunan Pemain:

Peru: Pedro Gallese; Luis Advincula, Carlos Zambrano, Luis Abram, Miguel Trauco; Renato Tapia; Andre Carrillo, Pedro Aquino, Yoshimar Yotun, Christopher Gonzalez; Jefferson Farfan.

Brasil: Weverton; Renan Lodi, Thiago Silva, Marquinhos, Danilo; Philippe Coutinho, Casemiro, Douglas Luiz; Neymar, Roberto Firmino, Richarlison.

Ini Penjelasan Jenis Vaksin yang Akan Disuntikan ke Warga Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Warga Kota dan Kabupaten Bogor rencananya mulai menjalani vaksinasi di Bulan November. Namun, belum dipastikan jenis vaksin yang mana yang akan diberikan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait jenis vaksin yang akan diberikan untuk warga Kota Bogor di Bulan November nanti.

Namun, kata Bima, kemungkinan besar bukan jenis vaksin yang diuji coba kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kemungkinan besar bukan yang diujicoba. Karena masih proses uji klinis itu kan,” kata Bima Arya.

Hal serupa juga diungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, jenis vaksin yang diujicobakan kepada Ridwan Kamil masih dalam tahap uji klinis dan masih butuh waktu lama untuk bisa digunakan.

“Kita pada posisi menunggu dari pusat. Kemungkinan dari India, China atau Uni Arab Emirates. Yang diuji Gubernur Jabar masih uji klinis dan membutuhkan waktu lebih lama,” kata Dedie.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemberian vaksin Corona akan dilakukan mulai November 2020 mendatang kepada warga Kota Bogor. Pemkot Bogor menunjuk Puskesmas Tanahsareal untuk lokasi pemberian vaksin.

“Kota Bogor menyiapkan Puskesmas Tanahsareal untuk pelaksanaan pemberian vaksin. Hari ini akan kita akan matangkan, jadi berdasarkan arahan Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan), kemungkinan besar pemberian vaksin jika tidak ada halangan akan dilakukan mulai bulan November,” ungkap Bima Arya.

Pada tahap pertama, kata Bima, pemberian vaksin akan dilakukan terhadap tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik yang memiliki intensitas tinggi bertemu dengan banyak orang.

Tidak hanya warga Kota Bogor, sebanyak 1,2 juta warga Kabupaten Bogor juga akan menjalani vaksin Corona dalam waktu dekat ini.

“Dari total jumlah penduduk 6 juta jiwa, Pemkab Bogor harus menyerahkan data sebanyak 1.2 juta jiwa sebagai calon penerima vaksin tahap pertama,” kata Ade Yasin.

Pemkot Jelaskan Ada Perubahan Tren PSBMK di Bogor

0

BOGOR DAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK). Langkah PSBMK diberlakukan mulai hari ini hingga 27 Oktober 2020.

Dari hasil rapat evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, ada beberapa kebijakan ke depan yang disesuaikan.  “Pertama Forkopimda sepakat untuk menyesuaikan kembali jam operasional restoran dan unit-unit ekonomi yang tadinya jam 18.00 WIB jadi jam 21.00 WIB. Di atas jam itu diperbolehkan untuk layan antar,” ujar Bima Arya.

Kedua, Bima Arya melanjutkan, tren penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bogor masih didominasi klaster keluarga. Jika didalami, klaster keluarga disebabkan karena dua hal, yakni dari tempat kerja dan luar kota.

Sedangkan, penularan di rumah makan dan restoran justru minim terjadi. Karena itu, Bima Arya menjelaskan, Forkopimda sepakat untuk menguatkan pengawasan di perkantoran, serta mengimbau perkantoran untuk membentuk Satgas Covid-19 sendiri.

“Nanti akan kita cek berdasarkan di wilayah, apakah seluruh kantor sudah memiliki Satgas sendiri yang akan berkoordinasi dengan Satgas Covid di Kota Bogor,” tuturnya.

Selain itu, meski jam operasional dikembalikan jadi pukul 21.00 WIB, Bima Arya mengatakan protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat. Pemkot Bogor juga sudah menyampaikan kepada publik terkait kanal yang bisa digunakan warga untuk mengadu bila ada pelanggaran protokol kesehatan.

“Jadi ada nomor telepon yang bisa dihubungi dan dikontak melalui Whatsapp,” ujarnya.

Sementara itu, dengan kembalinya Kota Bogor menjadi zona risiko sedang atau oranye, terdapat angka-angka perbaikan pada kasus kesembuhan dan ketersediaan tempat tidur isolasi. Bima Arya mengungkapkan, kasus kesembuhan atau recovery rate di Kota Bogor membaik 30 persen dibandingkan pekan lalu.

Pada data tren angka kesembuhan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, menunjukkan jumlah kasus sembuh sejak September hingga pekan ini terus meningkat dengan angka 67,3 persen atau lebih tinggi 4,75 persen dari angka kesembuhan Jawa Barat (62,55 persen). Sementara, jumlah kasus sembuh minggu ini adalah 133 kasus atau meningkat 30 persen dari pekan sebelumnya.

Bima Arya melanjutkan, perbaikan juga terjadi pada indikator bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat ketersediaan tempat tidur isolasi di Kota Bogor. “Karena OTG diprioritaskan untuk dikirim ke tempat isolasi di Lido. BOR kita yang tadinya 60 persen, per hari ini angkanya di 51 persen,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Bogor, jumlah tempat tidur isolasi di Kota Bogor per 11 Oktober 2020 adalah 371 unit, dengan ICU 14 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19. Keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 per 11 Oktober 2020 sebesar 51 persen dan tempat tidur ICU sebesar 64 persen. Sementara, di pusat isolasi BNN Lido terisi 33 dari 100 tempat tidur.