Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 7846

Pemkot Buka Kembali Jalur Pedestrian Selama PSBMK

0

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan relaksasi beberapa sektor selama Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBMK) hingga 27 Oktober 2020. Di antaranya, membuka jalur pedestrian di seputaran Istana Bogor pada akhir pekan.

“Pedestrian jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau seputar Istana-Kebun Raya Bogor) bisa dipergunakan di akhir pekan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dalam keterangannnya, Rabu (14/10/2020).

Mulai akhir pekan besok, masyarakat dapat menggunakan jalur pedestrian untuk berolahraga. Namun, tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Tapi dengan pengawasan ketat Satpol PP. Artinya, betul-betul dimanfaatkan untuk olahraga, bukan berkumpul. Satpol PP nanti akan patroli,” tegas Bima.

Kemudian, relaksasi juga dilakukan terhadap sektor usaha. Di mana, rumah makan, restoran hingga mall diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya hanya sampai pukul 18.00 WIB.

“Diperbolehkan makan di tempat (dine in) sampai jam 21.00 WIB, setelah jam itu masih diperbolehkan layanan antar dan take away. Namun, tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya.

Demi Ayah, Nia Ramadhani Menurunkan Gengsi di Depan Ardi Bakrie

0

BOGORDAILY – Nia Ramadhani mengungkapkan pengalaman dukanya tentang almarhum Prya Ramadhani. Sang ayah meninggal dunia setelah mengidap kanker tulang pada 2014.

Nia Ramadhani mengatakan, awalnya sang ayah hanya mengeluhkan kerap merasa nyeri di tangannya. Keadaannya semakin menurun ketika almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Diungkapkan kakak ipar Nia, Gita, ayah mertuanya tersebut mengalami batuk darah.

“Gue bilang waktu itu ke Papa, Papa terlalu banyak batuk aja jadi luka. Padahal udahannya gue nangis di kamar mandi,” ungkapnya.

Nia mengatakan, sebisa mungkin dirinya dan keluarga tak merepotkan sang suami dan keluarga Bakrie. Namun momen tersebut juga diyakini Nia sudah genting.

Sang ayah memerlukan perawatan lebih di luar negeri.

“Kita nih satu keluarga, walau Ardi keluarganya jauh lebih mampu, kita nggak pernah mau minta tolong. Tapi pada saat hari itu, kita mikir, nggak bisa nih kalau nggak minta tolong. Ini harus dibawa ke Singapura, nggak bisa kalau gitu-gitu aja,” ungkap Nia.

Nia akhirnya berembuk dengan keluarganya untuk meminta dan menerima bantuan dari keluarga besar Ardi Bakrie.

“Ardi sangat ingin membantu, tapi kita kayak, nggak kita usaha dulu sendiri. Aku juga nggak tahu gimana caranya menghubungi pesawat (dari Singapura) untuk dateng saat itu juga, aku nggak ngerti juga,” kata Nia.

“Aku juga ngomong sama kakakku yang paling tua. Udah turunin gengsi, segala macam, karena kita emang butuh bantuan, kita memang nggak mampu gitu. Akhirnya Ardi dibantuin juga sama Papa Ical bantu menghubungi, dan datenglah pesawat semacam S.O.S,” kisah Nia.

Nia Ramadhani mengenang sosok ayahnya yang pengertian dan sayang padanya. Nia mengatakan, ayahnya tak pernah mengeluh sakit dari penyakit yang diidapnya semasa hidup.

Tanggapan Anak Soal Tio Pakusadewo 10 Tahun Pakai Narkoba

0

BOGORDAILY – Fakta baru ditemukan dari kasus narkoba aktor Tio Pakusadewo. Tio mengaku sudah 10 tahun mengkonsumsi narkoba golongan satu dalam kesehariannya. Hal ini diceritakan Santrawan T Paparang selaku kuasa hukum Tio.

Terkait dengan hal itu, pihak keluarga Tio pun angkat bicara. Patrisha selaku anak kedua Tio mengaku tak mengetahui ayahnya mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu selama 10 tahun.

Patrisha mengaku tak lagi tinggal bersama Tio. Hal ini menjadi alasan Patrisha tak selalu mengawasi kegiatan negatif ayahnya itu.

“Aku nggak tinggal sama papa sih. Nggak, aku kurang tahu. Dari kecil aku sudah ikut mama, nggak bareng papa, jadi kurang tahulah masalah itu,” ujar Patrisha, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai sidang Tio, Selasa (13/10/2020).

“Tetapi sebagai anak tetaplah ada kekhawatiran, tetap doain papa yang terbaik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Patrisha mengaku sama sekali tak mengetahui ayahnya itu menggunakan barang-barang terlarang. Patrisha juga tak pernah menemukan ayahnya dalam kondisi ketergantungan atau sakau.

“Nggak, nggak pernah (lihat Tio sakau). Sama sekali (nggak tahu),” jawabnya.

Diketahui, Tio sebelumnya juga sempat ditangkap atas kasus yang sama pada 2018. Tio Pakusadewo menjalani masa hukumannya dengan menjalankan rehabilitasi.

Mendengar kejadian itu terulang lagi saat ini, pihak keluarga merasa sedih dan tak menyangka.

“Sedih banget sih, sempat kayak ‘kok gini lagi ya? Apa yang salah nih’, terus ya sudahlah, it is life. Papa juga sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” papar Patrisha.

Selain itu, Patrisha menjelaskan kondisi Tio setelah kasus narkobanya pada 2018. Tio yang saat itu sudah menjalani rehabilitasi disebut mengalami banyak perubahan.

Kondisi kesehatan hingga keadaan tubuh Tio Pakusadewo disebut sangat sehat. Namun Tio merasa kesepian lantaran hanya tinggal sendiri tanpa anak-anaknya.

“(Perubahan saat rehabilitasi kemarin) Ada, ada banget. Dari badannya sih sehat, nggak lihat stres atau apa, nggak ada sama sekali,” ungkap Patrisha.

“Cuma mungkin setelah itu ia sempat merasa sepi kali ya. Karena anak-anaknya juga, kan kita jauh, jadi merasa sepi,” tutupnya.

Wawancara Eksklusif bersama dr. Albert Abednego MM, Direktur RS Bogor Senior Hospital

Bogor Daily – Menjadi salah satu Rumah Sakit umum yang memiliki banyak sekali keunggulan menjadikan RS Bogor Senior Hospital terdepan soal pelayanan dengan konsep interdisiplin treatment.

RS Bogor Senior Hospital

RS Bogor Senior Hospital yang terletak di Jalan Raya Tajur, Muara Sari, Kota Bogor itu memiliki keunggulan yaitu perawatan prima bagi orang lanjut usia atau Geriatri. Dengan berbagai macam keunggulannya tersebut, Bogor Senior Hospital layak mendapatkan predikat sebagai salah satu Rumah Sakit terbaik yang ada di Bogor.

RS Bogor Senior Hospital

Hal tersebut pun tidak luput dari tangan dingin dr. Albert Abednego MM yang saat ini menjadi Nakhoda RS Bogor Senior Hospital sebagai Direktur Rumah Sakit tersebut.

Penasaran dengan sosok dokter muda yang menjabat sebagai Direktur tersebut, serta bagaimana seutuhnya RS Bogor Senior Hospital dimata dr. Albert.

Yuk simak sesi wawancara eksklusif bersama dr. Albert Abednego MM, Direktur Bogor Senior Hospital berikut ini :

*1. Bogor Senior Hospital dimata dr. Albert Abednego MM itu seperti apa sih Dok ???…*
Jawaban :
√ Bogor Senior Hospital, pada dasarnya untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya Kota Bogor. Seperti kita ketahui terjadi peningkatan angka harapan hidup yang terus meningkat, yang menyebabkan populasi lansia atau geriatri meningkat. Tentu hal ini perlu diantisipasi dari berbagai sisi, contohnya adalah sisi medis dimana lansia tentu berbeda penanganannya dalam pengobatan baik yang dikonsumsi dan juga pelayanan perawatan yang berbeda (High Care).

Untuk Non medis kita ketahui bahwa Kota Bogor yang memiliki environtement yang baik untuk merawat pasien, ditunjang dengan fasilitas Bogor Senior Hospital yang juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor sebagai “Rumah Sakit Ramah Gender” serta mengusung konsep Green Hospital dan akan memajukan konsep Medical Tourism.

*2. Apa alasan terkuat anda untuk bergabung dan terjun langsung di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Alasan saya bergabung dan terjun langsung di Bogor Senior Hospital karena BSH ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekitar.

Contohnya adalah konsep interdisiplin yang menjadi value dengan harapan pembiayaan kesehatan dapat terjangkau, kedua menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan terutama bagi para lansia yang lengkap seperti adanya Hydropool dan Bone Mineral Densitometri yang saat ini ada satu-satunya di Kota Bogor.

Kembali lagi tujuan utama saya secara pribadi adalah dengan segala potensi yang ada di BSH ini, menjawab serta menjadi berkat tidak hanya untuk Kota Bogor tetapi juga untuk masyarakat Indonesia.

 

*3. Sebutkan tiga saja, pelayanan terbaik versi anda di Bogor Senior Hospital yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas ???…*
Jawaban :
√ Sebenarnya banyak lho, ok saya coba ambil tiga poin ya :

a. Fasilitas Kesehatan yang mengusung Open Air dan Green Hospital. Hal ini tentu relevant dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi, sehingga BSH merupakan salah satu RS yang mengajukan sebagai rumah sakit rujukan Covid – 19. Seperti kita ketahui bahwa untuk pelayanan Covid – 19 ini sangat memerlukan, ventilasi udara yang baik, sinar matahari yang cukup yang dapat ditemui di Bogor Senior Hospital.

b. Pelayanan High Care, dengan keunggulan perawatan lansia tentu keterampilan SDM di BSH ini unggul. Hal ini menjadi value kami karena kebutuhan pasien usia lanjut berbeda dengan pasien usia muda baik dari sisi medis dan juga kebutuhan psikologisnya. Hal ini juga yang akan membedakan SDM di BSH nantinya. Juga dari sisi dokter yang merawat, selain memiliki sertifikasi dari Amerika , konsep pelayanan high care tercermin yang paling mudah ditemui adalah visite dokter spesialis yang pada umumnya hanya oleh satu dokter spesialis per-hari, di BSH sampai 3x per-hari tentu dengan pembiayaan hanya satu kali, hal ini dilakukan untuk memastikan pasien yang dirawat benar-benar terpantau dan hemodinamik pasien dapat dipantau dengan ketat.

c. Konsep pelayanan Patient Center Care, pelayanan yang diberikan benar-benar terfokus untuk kepentingan pasien sehingga dalam perawatan kendali mutu dan biaya dapat terjaga dengan baik. Contoh apabila dikaitkan dengan pandemi saat ini pasien yang dirawat dengan Covid-19 tidak dilakukan Kohort (dirawat bersama dalam satu ruangan), dengan tujuan menghindari terjadinya ping pong phenomena antara pasien.

 

*4. Menurut anda, mengapa masyarakat Bogor dan sekitarnya wajib mempercayakan pelayanan kesehatannya di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Mengenai kepercayaan pendapat saya hal ini tidak dapat dipaksakan, karena untuk mendapatkan trust harus dibangun dengan merasakan terlebih dahulu.

 

*5. Apa yang membedakan Bogor Senior Hospital dengan Rumah Sakit yang ada disekitar Bogor ???…*
Jawaban :
√ Hal yang membedakan BSH berbeda dengan RS lainnya, saya coba berikan ya infonya, diantaranya adalah :

a. Fasilitas Kesehatan yang mengusung konsep Green Hospital (Open Air), termasuk fasilitas lengkap yang menunjang pelayanan lengkap bagi para lansia khususnya seperti hadirnya (BMD dan Hydropool).

b. Value yang dianut yaitu pelayanan high care dan konsep Patient Center Care.

c. Dokter yang memiliki kompetensi tinggi serta mendapatkan sertifikasi di USA.

d. Parkir Gratis dan luas di BSH

e. Biaya pelayanan terjangkau

f. dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

*6. Hal paling membahagiakan apa yang pernah ada rasakan di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Hal yang paling membahagiakan di Bogor Senior Hospital bagi saya pribadi adalah “staff BSH” memiliki value yang terus berkembang, baik dari cara berpikir, skill serta kemampuan financial, bangga dapat bekerja di BSH, memiliki keseimbangan hidup yang baik. Lalu selanjutnya kepentingan pasien yang mendapatkan pelayanan dan pelayanan kesehatan yang baik seperti banyak layanan kesehatan lainnya. Alasan saya memastikan staff terlebih dahulu karena apa yang melimpah keluar berasal dari dalam.

 

*7. Apa harapan anda untuk Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Harapan saya tentu, Bogor Senior Hospital menjadi tempat kepercaayaan untuk masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan memiliki mutu yang baik. hal lainnya BSH menjadi tempat yang baik bagi para staff untuk bekerja juga bagi setiap pasien yang datang ke BSH.

 

*8. Sebutkan satu kalimat yang mencerminkan Bogor Senior Hospital menurut anda ???…*
Jawaban :
√ Bogor Senior Hospital merupakan Rumah Sakit Umum dengan keunggulan pelayanan Lansia (Geriatri) pertama di Indonesia, itu ada di Kota Bogor.

(Red-BDN).

Diboikot Pendemo, Jalan Padjajaran Ditutup Sementara

0

BOGOR DAILY – Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Pakuan Bogor yang semula dimulai di Tugu Kujang, kini pindah ke depan pos 1A Polresta Kota Bogor, bahkan sampai  menutup arus lalu lintas.

Aksi yang berjalan melawan arah menuju Pos 1A Polresta itu, digiring dengan suara ‘Alreta, alerta!’ dan dibalas dengan ‘Antiascista’ yang kerap dikeluarkan oleh para pendemo.

Setelah sampai di Pos 1A Polresta Kota Bogor, aksi membakar ban pun dilakukan hingga penggunaan jalan menuju Tugu Kujang terhalang oleh masa aksi.

Aksi demo berjalan dengan damai, tidak ada aksi anarkis atau perusakan apapun yang dilakukan oleh pendemo yang diwadahi dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan. (egi)

Saat Dian Sastrowardoyo Merasa Dinilai dari Kecantikannya Saja

0

BOGORDAILY – Dian Sastrowardoyo mengulas tentang ilmu filsafat yang dulu sempat ia pelajari saat kuliah. Sebuah pembahasan tentang kecantikan dan perempuan menjadi bahan skripsinya.

Hal ini ia kaitkan dengan konsep kecantikan dan image tentang bagaimana perempuan selalu kerap dianggap objek dari sisi seksual.

“Jadi saya bahas konsep tentang konsep kecantikannya Immanuel Kant itu apa sih sebenarnya? Apa sih yang dibilang kecantikan? Abis itu saya pakai pisau analisa lagi, Bourdieu,” kenang Dian Sastrowardoyo dalam obrolannya dengan Gita Wirjawan di YouTube.

“Bourdieu itu ada bilang tentang ada namanya sosial, apa sih sebutannya? Pokoknya hambatan sosial menjadi perempuan. Jadi selalu ada konsep yang dimiliki masyarakat terhadap bagaimana perempuan seharusnya bisa terlihat atau terapresiasi oleh masyarakat,” sambungnya.

Dalam skripsinya, bintang film AADC? ini kemudian semakin mengupas hal itu dengan deretan teori filsafat dari sejumlah tokoh termasuk para tokoh feminis.

Bicara tentang perempuan sebagai objek seksual, ia mengambil contoh dari penampilan Madonna yang kontroversial dalam sampul majalah Vogue tahun 1990. Kala itu Madonna tampil menjadi model poster mengenakan bra berbentuk kerucut yang jadi perhatian.

“Saat kamu lihat poster Madonna yang dia pakai BH yang kerucut gitu. Yang Vogue. Apakah anda menganggap Madonna sebagai objek imajinasi seksual orang-orang yang membeli posternya? Atau apakah anda menganggap ia sebagai subjek? Pertanyaan yang bagus kan?” urainya.

“Karena saat kamu melihat gambar besarnya, di saat dia yang jadi enterpreneurnya, sebenarnya dia membiarkan bagian dari dirinya dari sisi penampilannya, yang bukan keseluruhan dirinya itu bisa dieksploitasi sama orang-orang lewat poster itu,” ucap Dian.

Ia pun menerapkan contoh kasus ini pada dirinya sendiri yang sempat menjadi duta sabun Lux. Dian menyadari, dirinya bisa dinilai dimanfaatkan hanya karena kecantikannya saja dengan tampil dalam kampanye iklan tersebut. Namun, hal yang bekerja sebenarnya tidaklah seperti yang dianggap banyak orang.

“Seperti Madonna, saat kamu melihat gambar besarnya, di saat dia yang jadi enterpreneurnya, sebenarnya dia membiarkan bagian dari dirinya dari sisi penampilannya, yang bukan keseluruhan dirinya itu bisa dieksploitasi sama orang-orang lewat poster itu. Dia adalah subjek. Yang dijadikan objek oleh mereka adalah orang-orang yang membeli poster. Jadi dia lagi mengeksploitasi dompet-dompetnya cowok-cowok itu yang pada beli posternya dia,” ungkap Dian.

Pemahaman ini disebut Dian membuat dirinya seperti memiliki kendali atas dirinya. Meskipun ia menjadi pusat perhatian dan seakan dijadikan objek karena penampilan fisiknya.

“Aku akhirnya mengadvokasi posisi aku sebagai duta merek sabun kecantikan. Saat itu anda berpikir saya adalah objek, atau objek kecantikan dari kampanye ini, saat itu sebenarnya gue yang lebih jadi subjek dan kamu objek, gitu,” tukasnya.

Anies Menyebut 14 Hari Terakhir Sebaran Covid-19 dari Klaster Perkantoran Menurun

BOGORDAILY – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan selama 14 hari terakhir terjadi penurunan penyebaran virus corona pada klaster perkantoran. Kondisi ini terjadi berkat pengujian dan pelacakan (testing and tracing) dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Anies menyebut, DKI Jakarta telah melakukan pengujian Covid-19 secara gratis kepada 8.000 spesimen dalam sehari.

“Testing ini diterapkan secara gratis kepada 8.000 spesimen perharinya,” kata Anies dalam Rapat Koordinasi Targeted Testing dan Tracing Covid-19 di Jabodetabek dan Bali, Jakarta Selasa (13/10).

Anies menjelaskan, garda terdepan dari pengujian dan pelacakan ini dilakukan di puskesmas kecamatan. Di setiap puskesmas terdapat dua komponen.

Pertama, digital tracer yang bertugas untuk melakukan investigasi kasus dan menindaklanjuti semua kontak eratnya. Kedua, koordinator lapangan di setiap kecamatan. Dalam ini melibatkan 1.500 ASN dan relawan.

“Jika digital tracer hanya melakukan pelacakan kontak erat secara daring, koordinator lapangan terjun langsung ke lokasi untuk menemui dan mendampingi pasien serta melacak kontak eratnya,” tutur Anies.

Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta telah menyediakan aplikasi Jakarta Terkini (JAKI). Aplikasi ini telah digunakan lebih dari 800 ribu pengguna aktif di Jakarta. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melaporkan pelanggaran protokol kesehatan maupun pelacakan pasien Covid-19.

Merayakan Anniversary Tanggal 10.10, Indra Bekti & Istri Buat Giveaway

0

BOGORDAILY – Presenter kondang Indra Bekti merayakan satu dekade pernikahannya dengan Aldila Jelita atau yang akrab disapa Dila, pada 10 Oktober 2020 lalu. Melalui Instagram, Indra Bekti turut membagikan kebahagiaannya kepada para followers dengan berbagi hadiah dan giveaway bertemakan Bekti & Dila Satu Dekade.

“Alhamdulillah kami hari ini merayakan ulang tahun pernikahan ke sepuluh. Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu hadir dalam keluarga kami, khususnya kami berdua agar tetap langgeng untuk menyambut sepuluh tahun berikutnya. Untuk itu kami memutuskan untuk melakukan hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Indonesia,” ujar Bekti dalam keterangan tertulis (13/10/2020).

Bekti mengajak Raja IT dan Ayooentertainment.id untuk bersama membagikan kebahagian tersebut. Menurut Bekti, bekerja sama dengan Raja IT dan Ayooentertainment.id diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia dan followers-nya untuk dapat berbagi berbagi keseruan, saling support, dan dapat menuai berkah.

“Kami bermaksud untuk turut memberikan semangat baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang beberapanya terdampak karena pandemi yang melanda negeri ini. Sebenarnya ini juga merupakan bentuk terima kasih saya atas support para followers yang selalu mendukung dan terus memberikan komentar positif,” tambahnya.

CEO Airmas Group Basuki Surodjo yang merupakan pegiat gerakan sosial sekaligus inisiator #BerbuatBaikEsokHari mengatakan, melalui kegiatan berbagi seperti yang dilakukan Indra Bekti bersama Raja IT dan Ayooentertainment.id, diharapkan dapat menjadi inspirasi agar seluruh masyarakat tidak lupa untuk berbuat baik.

“Semoga selain memberikan kebahagiaan dan semangat baru bagi masyarakat Indonesia khususnya warganet, kami berharap kegiatan seperti ini dapat turut menginspirasi baik tokoh publik, artis, pengusaha, atau siapapun itu untuk terus peduli dan berbuat baik kepada sesama saudara kita. Mari kita semua percaya dan terus berdoa agar bangsa kita dapat kembali pulih,” lanjut Basuki Surodjo yang juga Ketua Umum HIPMI Jakarta Barat itu.

Sebagai informasi, dalam giveaway tersebut, Bekti dan Dilla membagikan Printer, Tas laptop, Headphone, Powerbank dan berbagai hadiah menarik lainnya. Melalui kegiatan ini Bekti berharap agar bisa membuat orang lain ikut bahagia dengan mendapatkan hadiah. Bekti berharap silahturahmi semakin terjalin dengan para penggemar dan para brand.

Para warganet beradu keberuntungan untuk memenangkan giveaway dengan mengikuti beberapa persyaratan, antara lain follow akun Instagram @ayooentertainment.id, @basukisurodjo, dan @indrabekti. Selain itu mereka juga wajib subscribe Youtube Indrabektiofficial, Basuki Surodjo, dan AyooTV. Pembagian hadiah giveaway tersebut telah dilakukan pada Sabtu (10/10) malam di YouTube IndraBektiOfficial.

Puluhan Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan Gelar Aksi Menuntut Tiga Hal

0

BOGOR DAILY – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan menggelar aksi di bawah Tugu Kujang dengan pakaian Hitam.

Dalam aksi ini Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan mengaku 2020 menjadi tahun yang sangat sulit bagi bangsa Indonesia, di tengah pandemi virus corona terselip masalah dan kebijakan pemerintah yang justru menyengsarakan rakyat.

Masalah dan kebijakan pemerintah yang mereka garis bawahi sebagai kecacatan ada 3 masalah dalam Tahun 2020 ini:

1. Penanganan Covid-19 yang Amburadul
Dalam penanganan Covid-19, pemerintah terlalu menyepelekan masa pandemi ini dengan data mulai dari bulan Maret hingga Oktober 2020 tercatat ada kasus positif sebanyak 328.952 dan total ada 11.765 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Dengan data tersebut Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus kematian corona terbanyak ketiga di Asia. (sumber: Worldmeters).

Selain itu, Sejak awal adanya Covid-19, Pemerintah lebih memilih langkah PSBB untuk menjaga stabilitas ekonomi bukan malah mementingkan kesehatan rakyatnya yang mustinya sedari awal diberlakukan lockdown atau karantina wilayah yang warganya dijamin negara.

Terakhir, Pemerintah juga tidak siap dalam penanganan virus corona. Hal ini terbukti dengan minimnya sarana dan prasarana rumah sakit yang menampung pasein positif Corona.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan ventilator hanya dimiliki oleh 60% rumah sakit di Indonesia. terbanyak di Jawa Barat ada sekitar 1.200 unit, sedangkan paling sedikit di Maluku (22 ventilator). Jumlah rata-rata ventilator secara kasar, di setiap rumah sakit hanya sekitar 3-4 unit yang amat sangat kurang untuk bisa memenuhi lonjakan pasein. Selain itu, kekurangan tempat tidur menyebabkan rumah sakit berusaha memulangkan pasein non-Covid lebih cepat, yang menyebabkan pergantian tempat tidur yang tinggi. Meningkatnya jumlah pasein yang keluar rumah sakit lebih dini juga dapat membahayakan keselamatan pasein. (sumber: theconversation.com).

2. Omnibus Law

Presiden Joko Widodo mengajukan rencana penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja, (20/10/2019). Tak butuh waktu lama bagi pemerintah pusat (Presiden) dan DPR untuk mengesahkan UU tersebut. Senin, (5/10) DPR mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja meski banyak menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat dengan dalih urgensi pemulihan ekonomi dalam masa pandemi.

Tak hanya itu, Perbedaan antara sistem hukum yang dianut Indonesia dan konsep omnibus law, jelas bahwa pemerintah melakukan, meminjam istilah Anggi Abdul Rahman, S.H.—bid’ah yuridis. Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, makin menunjukkan bahwa pemerintah mengkhianati hukum itu sendiri dan mengada-ada secara hukum.

Selanjutnya, Undang-Undang Cipta Kerja pun berpotensi memberikan karpet merah untuk investor asing. Bangsa asing diberikan keleluasaan untuk mengelola sumber daya alam dan manusia negara Indonesia, dengan adanya UU ini menciptakan ekosistem investasi yang terbuka.

Tentu, kebijakan pemerintah yang mengesahkan omnibus law adalah sebuah bentuk keberpihakan kepada kapital semata. Bukan mengakomodir aspirasi, bahkan untuk kepentingan rakyat. Hal ini tentu mencederai kedaulatan rakyat sebagaimana telah diamanatkan dalam UUD 1945.

3. Pilkada Serentak

Pemerintah, DPR, dan KPU sepakat bahwa Pilkada serentak (9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota) dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Meski di tengah pandemi virus corona dan banyak mendapat penolakan dari masyarakat. Indikator Politik Indonesia, pada (21/7) merilis hasil survei terbaru mengenai persepsi publik terhadap Pilkada 2020. Salah satu temuannya adalah, 63 persen publik menginginkan Pilkada ditunda karena pandemi Covid-19. Sementara, hanya 34 persen masyarakat yang menginginkan pilkada tetap dilaksanakan di bulan Desember.

Kebijakan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, jika rakyat saja banyak yang menolaknya. Sebenarnya Pilkada ini untuk siapa?, tentu jawabannya adalah untuk memuaskan birahi kekuasaan oligarki yang berdemokrasi. Agenda neoliberalisme tidak cukup dengan disahkannya UU Cipta Kerja, akan tetapi mesti didukung oleh kekuasaan kepala daerah.

Itu merupakan tiga dari sekian banyaknya persoalan pemerintah yang belum terselesaikan, termasuk dengan: kemiskinan, Hak Asasi Manusia, Supremasi Hukum, Lingkungan, Korupsi, Pencaplokan tanah rakyat, Liberasisasi Pendidikan, Kesehatan, Lapangan Pekerjaan, Kesejahteraan, dan segudang masalah lainnya. (Egi)

Shopee Liga 1 Diputuskan Lanjut, Sudah Dapat Izin Polri?

0

BOGORDAILY – Klub-klub Shopee Liga 1 2020 sepakat untuk melanjutkan kompetisi dalam rapat di Yogyakarta, Selasa (13/10/2020). Sudah dapat izin Polri?

Rekomendasi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sangat vital agar kompetisi bisa diselenggarakan. Polri pada akhir September lalu menyatakan tak mengeluarkan rekomendasi sepakbola karena mempertimbangkan masih tingginya angka penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Kondisi pandemi di Indonesia saat ini belum lebih baik dibanding akhir September lalu. Nah, apakah PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sudah mengantongi izin rekomendasi dari Polri untuk melanjutkan kompetisi?

“Izin kepolisian saat ini masih diupayakan,” kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

Setidaknya ada tiga kesepakatan yang dicapai klub-klub Shopee Liga 1. Pertama, ucapan terima kasih ke Presiden RI (Joko Widodo) atas dukungannya terhadap percepatan pembangunan persepakbolaan Nasional. Kedua, demi Piala Dunia U-20 2021. Ketiga, demi ekonomi mikro dan menengah (UMKM).

Poin pertama menarik perhatian karena menyertakan Presiden RI. Jika poin itu dimaksudkan bahwa sepakbola diresmikan Presiden, tentu izin Kepolisian akan lebih mudah didapatkan.

“Tentunya Kepolisian punya pertimbangan-pertimbangan,” ujar Akhmad Hadian berdiplomasi terkait kesepakatan poin pertama klub-klub Shopee Liga 1.

Dari tiga kesepakatan itu, klub-klub Shopee Liga 1 menyatakan sikapnya bahwa kompetisi harus dilanjutkan. Mereka ingin kasta tertinggi sepakbola Indonesia bergulir lagi pada 1 November mendatang.