Thursday, 7 May 2026
Home Blog Page 7960

Dilanda Bencana, Bupati Bogor Keluarkan Tujuh Instruksi

BOGOR DAILY-  Bencana yang melanda Kabupaten Bogor membuat orang nomor satu di Tegar Beriman langsung tanggap. Bupati Bogor Ade Yasin mengeluarkan tujuh instruksi kepada semua jajarannya dalam menyikapi bencana yang terjadi Senin (21/9/20) kemarin.

Dalam keterangan tertulis, Ade meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan para camat se-Kabupaten Bogor agar selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan mitigasi bencana.

“Curah hujan sepanjang hari kemarin dan hari ini mengakibatkan meluapnya beberapa sungai di Kabupaten Bogor. Melalui broadcast ini saya menginstruksikan BPBD dan camat untuk senantiasa waspada dan siaga,” kata Ade dalam keterangan tertulis.

Ia juga mengingatkan kembali keada BPBD dan camat untuk menyiapkan tim siaga tanggap bencana di titik lokasi rawan bencana.

Termasuk, melakukan  pemetaan lokasi bencana, menghitung risiko lanjutan dan mencari kawasan yang aman dan strategis dalam upaya evakuasi.

Dalam hal ini, ia ingin memastikan agar kebutuhan dasar korban bencana seperti sandang dan pangan tetap terpenuhi.

“Mengevakuasi warga yang tinggal di wilayah rawan ke lokasi yang aman,” ujar dia.

Selain itu, semua jajaran diminta untuk segera melakukan koordinasi di lapangan dengan unsur-unsur terkait seperti TNI/Polri, Basarnas dan melibatkan peran serta masyarakat setempat untuk mewaspadai terjadinya bencana.

Ade juga mengingatkan seluruh warganya agar mengusahakan menjaga protokol kesehatan di lokasi.

Seperti diketahui, hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor dikepung hujan dengan intensitas tinggi.

Sejumlah wilayah pun tergenang banjir hingga terdampak longsor.

Waspada Sungai Ciliwung Meluap, 13 Kelurahan Ini Masuk Zona Rawan

0

BOGOR DAILY- Sejunlah warga yang ada di 13 kelurahan di Kota Bogor mendapat sorotan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kota Bogor.  Ini menyusul status bendung Katulampa yang aiaga 1 saat tadi malam.

Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Achmad Maulana melalui keterangan tertulisnya meminta agar warga mewaspadai adanya luapan Sungai Ciliwung.

Khususnya untuk 13 kelurahan dengan risiko tinggo terdampak luapan sungai. Di antaranya,  Kelurahan Sindangrasa, Katulampa,   Baranangsiang,  Kedungbadak,  Cibuluh,  Tajur, Sukasari, Sukaresmi, Kedunghalang,  Sempur, Tanah Sareal, Bantarjati, dan Babakanpasar. Sukaresm

“Kita sudah lakukan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media sosial dan pemberitahuan kepada Camat dan Lurah se-Kota Bogor,” ucapnya.

Saat ini, BPBD Kota Bogor masih terus berkoordinasi dengan petugas di Bendung Katulampa untuk memantau ketinggian air dan menyiapkan personel.

Untuk informasi, ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Kota Bogor terus mengalami kenaikan dan sempat menyentuh angka 250 sentimeter atau status siaga I pukul 18.18 WIB.

Kenaikan itu terjadi karena curah hujan tinggi di kawasan hulu (Puncak) sejak sore tadi. Diperkirakan air akan sampai di Jakarta sekitar 9 jam ke depan.

 

BMKG Ingatkan Warga soal Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

0

BOGOR DAILY-  Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dans ekitarnya, banjir  bandang menghantam dua wilayah yang saling berdekatan. Yakni,  Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Badan Metereologi, Klimatologi  dan Geofisikan (BMKG) mengingatkan agar seluruh masyarakat mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, menyampaikan keterangan bahwa dari hasil pengamatan di Citeko pada 21 September 2020, terjadi curah hujan intensitas tinggi hingga 110mm

” Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi). Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat,”demikian dalam keterangan tertulis yang diterima Bogordaily.net.

Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 wib hingga 22.50 wib.

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi genangan.

Tak hanya itu, BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, dimana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober-Nopember 2020.

“Selama bulan September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, dimana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat,”paparnya.

Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es.argaBMKG memprediksikan dalam periode sepekan kedepan, hujan dengan INTENSITAS LEBAT yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

Periode 22-24 September 2020 :
– Aceh,
– Sumatera Utara,
– Sumatera Barat,
– Riau,
– Jambi,
– Sumatera Selatan,
– Lampung,
– Jawa Barat,
– Jawa Tengah,
– Jawa Timur,
– Kalimantan Barat,
– Kalimantan Tengah,
– Kalimantan Timur,
– Kalimantan Selatan,
– Kalimantan Utara,
– Sulawesi Utara,
– Gorontalo,
– Sulawesi Tengah,
– Sulawesi Barat,
– Sulawesi Selatan,
– Maluku,
– Maluku Utara,
– Papua Barat, dan
– Papua.

Periode 25-28 September 2020 :
– Aceh,
– Sumatera Utara,
– Sumatera Barat,
– Riau,
– Jambi,
– Sumatera Selatan,
– Bengkulu,
– Kep. Bangka Belitung,
– Lampung,
– Banten,
– Jawa Barat,
– Jawa Tengah,
– Kalimantan Barat,
– Kalimantan Tengah,
– Kalimantan Timur ,
– Kalimantan Utara,
– Sulawesi Utara,
– Gorontalo,
– Sulawesi Tengah,
– Sulawesi Barat,
– Sulawesi Selatan,
– Sulawesi Tenggara,
– Maluku,
– Maluku Utara,
– Papua Barat, dan
– Papua.

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

– call center 021-6546315/18;
– http://www.bmkg.go.id;
– follow media sosial @infoBMKG;
– aplikasi iOS dan android “Info BMKG”;
– atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Jakarta, 21 September 2020

 

Wilayah Pamijahan sudah Tiga Kali Diterjang Banjir Bandang

BOGOR DAILY- Banjir bandang di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan kembali terjadi.  Banjir yang ketiga kali ini dianggap paling parah karena mengakibatkan banyak kerusakan.  Tak hanya rumah warga, kolam ikan dan area persawahan pun habis disapu banjir yang terjadi sore kemarin di Kampung Muara, RT 01 RW 01, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan saksi, Hendra, ada tujuh rumah yang rusak serta satu pondok pesantren yang kondisinya parah saat air meluap.  Sebelumnya, banjir serupa juga pernah terjadi pada 2003 dan 20017

“Banjir ini paling parah yang saya saksikan, hingga 7 rumah dan 1 pondok rusak parah tidak bisa dihuni”, ucapnya

Berdasarkan penuturannya, sebelum banjir bandang smepat terjadi longsoran di Cianten dan menyebabkan tersendatnya aliran air Cianten sehingga bertemunya aliran air Nusakati dan Cianten dengan sama-sama besar sampai terjadinya luapan besar di muara aliran Nusakati dan Cianten yang meluber deras ke permukiman warga Muara.

“Awalnya longsor di Cianten, jadi tersendat hingga datang aliran besar dari aliran Cianten bertemu dengan aliran Nusakati hingga meluap besar ke permukiman warga”, ujarnya.

Ia mengeluh dengan kerugian yang ia rasakan karena kolam ikannya ludes tergerus banjir sebanyak kurang lebih 15 ton.”Banyak kolam-kolam ikan disini, saya sendiri ikan yang siap panen habis 15 ton lah kira-kira” ucapnya memelas

Selain kerugian itu, ia juga menyayangkan Pondok pesantren nya yang rusak oleh derasnya air. “Pondok buat tidur santri saya bersama majelisnya pun ikut rusak lumayan, tidak bisa dihuni”, ucapnya.

Memotong omongan Hendri, Mantan RW, Hidayat, pun ikut menyesali kerena usulan dia yang belum juga direalisasikan oleh Pemdes untuk pembuatan tanggul saat Musrenbang tingkat Desa.

“Saya padahal sudah usulkan sejak saya jadi RW untuk membuat tanggul penjaga supaya bisa terhalang hal-hal yang seperti ini, bukan hanya iya-iya saja” ucapnya, kesal.

Meneruskan ucapannya, dia menjelaskan bahwa usulan untuk pembuatan tanggul penghalang itu sudah sedari dulu diusulkan, namun Pemdes hingga saat ini masih saja belum bisa merealisasikan.

“Sudah dari dulu saya minta buat tanggul, sampai saya sudah diganti jadi RW masih saja tidak dibuatkan”, Ia meneruskan.

Ari, salah satu pemilik rumah yang hancur parah berharap pemerintah sigap akan hal ini dan iapun mengharapkan bantuannya tersalurkan kepada orang yang tepat, yang terdampak bencana ini.

“Saya harap kalo ada bantuan tersalurkan kepada yang benar-benar terdampak dan rusak parah, jangan seperti tahun 2003, yang rusak siapa yang dapat bantuan siapa” ucapnya.

Sekertaris Desa Cibunian, Hafidz, membeberkan tingginya banjir yang terjadi di Muara, Desa Cibunian, sekitar 1 meter lebih. “Yaa sekitar satu meter lebih tingginya banjir bandang tadi” ucapnya.

Hafidz pun melaporkan data assessment yang diterima Pemdes hingga dini hari (22/09) ialah 13 terdampak 7 diantaranya rusak parah.

” Total keseluruhan yang kami dapatkan hingga malam ini sekitar 13 rumah dan 7 di antaranya rusak parah oleh banjir bandang ini” ia meneruskan.

Ia meneruskan kerugian warga yang rata-rata warganya petani dan peternak ikan diperkirakan 20 kolam yang ikannya hanyut terbawa air dan kurang lebih 1 hektar lahan garapan tani yang rusak oleh bencana ini, baik yang baru menanam hingga yang siap panen.

Pemerintah Desa Cibunian belum memberikan bantuan secara secara materi karena menunggu hasil yang pasti agar bantuannya tersalurkan kepada orang yang benar-benar terdampak oleh banjir bandang ini. “Kalau secara materil belum melakukan bantuan apapun, karena kita menjaga agar tidak salah sasaran antara yang terdampak dan yang tidak, namun kami ” ujarnya.
(egi)

 

Tekan Penyebaran Virus, Elly Yasin Dukung BUMN Bantu Tes Covid-19 Gratis

0

BOGOR DAILY- Di tengah penyebaran virus Covid-19,  Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin mendorong agar BUMN bergerak memberikan fasilitasi testing Covid-19. Hal ini dilakukan demi menekan penyebaran virus mematikan ini.

Menurut Elly, saat ini langkah testing terbentur dengan tingginya biaya. Bayangkan, untuk sekali rapid tes saja dibutuhkan biaya dengan kisaran Rp100-300 ribu. Ini belum termasuk dengan biaya untuk swab tes yang angkanya jauh lebih mahal.

“Untuk mengetahui penyebaran pandemi secara pasti, testing covid-19 seharusnya lebih massif. Persoalannya, tes Swab (PCR) yang akurasinya lebih tinggi harganya Rp. 1,5 – 2 juta yang hasilnya 4-7 hari. Ada pula rumah sakit yang membanderol Rp. 2,3 juta hingga Rp. 3,5 juta dengan hasil 1 hari,” papar Elly, Minggu (20/9/2020)

Menurutnya, besaran biaya yang tinggi  membuat masyarakat acuh tak acuh dengan tes. Kecuali, difasilitasi gratis oleh pemerintah atau instansi tertentu.

“Semakin bahaya jika masyarakat dibiarkan abai melakukan testing. Muncul kemudian klaster seperti di perkantoran, keluarga, restoran, pasar, mall dan lainnya. Semuanya diawali dari sikap kurang waspada karena merasa sehat oleh orang tanpa gejala,” jelas politisi PPP itu.

Ia pun mendorong agar BUMN membantu pemerintah proaktif memfasilitasi testing secara massif. Agar pasien dapat lebih cepat tertangani, sekaligus menekan laju penularannya. Kalau tidak, sulit bagi pemerintah memastikan berakhirnya pandemi dan membenahi pekenonomian yang kian terpuruk. Tidak mungkin juga kita kejar-kejaran dengan virus.

“Kita pun sangat tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Kita baru mengumpulkan 2.863 tes spesimen dari total 273,5 juta jiwa. Sedangkan Singapura sudah memiliki 6.495 spesimen dari satu juta penduduknya per 20 Maret kemarin,” tegasnya.

Elly memaparkan kalau mengikuti standar badan kesehatan dunia, WHO, tes covid-19 haruslah 1.000 spesimen per 1 juta penduduk setiap minggunya. Berarti harus diupayakan 260 ribu spesimen per minggu dari total 260 juta penduduk Indonesia. Namun, hingga Agustus lalu testing spesimen belum sampai 30 ribu per harinya.

“BUMN diharapkan ikut serta membantu mempermudah dari segi akses dan keterjangkauan harga. Karena biaya tes menjadi persoalan bagi masyarakat. Syukur-syukur BUMN bisa mengupayakan testing covid-19 secara gratis,” pungkasnya.

Sidang Perdana di MK, Rizal Ramli: Saya Ingin Kita Wariskan Demokrasi Adil dan Amanah

0

BOGOR DAILY – Tokoh nasional Rizal Ramli berharap agar para hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mampu mewariskan sebuah sistem demokrasi di Indonesia yang benar-benar terbebas dari money politic.

Hal tersebut disampaikan oleh RR sapaannya dalam sidang perdana gugatan uji materi terkait penghapusan ambang batas syarat pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen di Mahkamah Konstitusi (MK) secara virtual, Senin, (21/9/2020).

“Ini kesempatan bersejarah untuk mengubah Indonesia. Saya ingin kita semua wariskan sistem demokrasi yang betul-betul adil dan amanah. Sehingga yang terbaik dari bangsa kita bisa nongol di berbagai level kepemimpinan,” kata RR dalam sidang tersebut.

Eks Menteri Koordinator Kemaritiman ini melanjutkan, PT 20 persen telah menciptakan demokrasi kriminal di Indonesia.

“Demokrasi kriminal artinya peranan money politic jadi sangat dominan di sistem politik kita. Salah satu tonggak dari basis demokrasi kriminal itu adanya PT 20 persen. Ini terjadi pada bupati harus bayar partai antara Rp 20 sampai Rp40 miliar, gubernur Rp 100-300 miliar, presiden jauh lebih mahal,” sindir RR.

Tidak hanya itu, para parpol, kata RR, juga menjadikan PT 20 persen sebagai upeti untuk pencalonan sehingga menyebabkan kepemimpinan di berbagai level tidak memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Ketika berkuasa tidak memperjuangkan kepentingan rakyat dan hanya mengabdi kepada bandarnya,” tegas RR. (*)

Video Banjir di Desa Cibunian, Pamijahan Bogor, Rumah Terendam Jalan tak Bisa Dilintasi

0

BOGOR DAILY – Banjir di Kecamatan pamijahan tepatnya di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan cukup parah.

Akibat banjir tersebut, Rumah terendam jalanan pun tak bisa dihindari.

Dalam video yang diterima redaksi Bogordaily.net. Nampak sebuah rumah terendam, sejumlah pengguna jalan pun berhenti akibat derasnya banjir yang meluap hingga ke jalan raya.

https://www.instagram.com/p/CFZyjy5H10c/?igshid=1vnutujfnpdsr

Akibat banjir itu, jembatan penghubung antar desa jebol dihantam banjir, rumah terendam

Air dari hulu meluap bahkan merendam beberapa kolam ikan dan persawahan milik warga sekitar. Sementara Pemdes setempat dan warga masih melakukan upaya serta mengecek pemukiman yang berada bantaran sungai.

Dari foto dan video yang diterima redaksi Bogordaily.net, sejumlah wilayah di Desa Cibunian terendam. Bahkan ada rumah yang terendam hingga nyaris menutupi atap rumah.

Warga sekitar menuturkan, hujan diwilayah itu menguyur sejak pukul 14:00, akibat hujan itu air sungai melaup dan menyebabkan banjir.

“Kalau pas dikampung saya terendam, karena dekat dengan tepian sungainya,” ujar warga setempat, Gilang.(*)

Pamijahan Bogor Diterjang Banjir, Rumah Terendam Hingga Dua Meter, Jembatan Hancur

0

BOGOR DAILY – Hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor mengakibatkan banjir disejumlah wilayah.

Di Kecamatan pamijahan satu desa diterjang banjir. Desa itu adalah Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan.

Jembatan penghubung antar desa jebol dihantam banjir, rumah terendam

Air dari hulu meluap bahkan merendam beberapa kolam ikan dan persawahan milik warga sekitar. Sementara Pemdes setempat dan warga masih melakukan upaya serta mengecek pemukiman yang berada bantaran sungai.

Dari foto dan video yang diterima redaksi Bogordaily.net, sejumlah wilayah di Desa Cibunian terendam. Bahkan ada rumah yang terendam hingga nyaris menutupi atap rumah.

Warga sekitar menuturkan, hujan diwilayah itu menguyur sejak pukul 14:00, akibat hujan itu air sungai melaup dan menyebabkan banjir.

“Kalau pas dikampung saya terendam, karena dekat dengan tepian sungainya,” ujar warga setempat, Gilang.(*)

Bastian Steel Blak-blakan soal Sosok Shafa Harris

0

BOGORDAILY – Aktor sekaligus penyanyi Bastian Steel sudah putus dengan Shafa Haris. Keduanya resmi tak berpacaran sekitar tiga minggu yang lalu.

Saat diundang menjadi bintang tamu di Channel YouTube Robby Purba, Bastian Steel, akhirnya blak-blakan mengenai hubungan dengan Shafa Harris setelah sebelumnya diam. Ia bahkan mengungkapkan bagaimana sebenarnya sosok Shafa Harris selama kurang lebih dua tahun kenal menjalani asmara.

“Dia orang baik. Maksudnya nggak ribet. Tipe anak yang santai jadi nggak berasa ribetlah,” kata Bastian Steel, Minggu (20/9/2020).

Bastian Steel lebih suka berpacaran dengan Shafa Harris. Sebab, anak dari Sarita Abdul Mukti itu selalu ada untuknya kapanpun dan dimanapun.

Seperti diketahui, Bastian Steel pernah berpacaran dengan Chelsea Islan. Hubungannya hanya bertahan selama satu tahun karena kesibukan Chelsea Islan.

“(Suka) didampingin dong. Aku lebih mau diperhatiin aja. Aku makanya naik 10 kilo ini. Makan mulu soalnya dia. Kalau aku nggak makan dia benar-benar bisa nggak makan,” ujar Bastian Steel.

Namun hal itu bukanlah menjadi penyebab hubungannya kandas dengan Shafa Harris. Ia membantah jika ada isu tersebut yang berkembang.

“Bukan. Nggak (masalah didampingin terus), dia orang baik. Maksudnya nggak ribet. Tipe anak yang santai jadi nggak berasa ribetlah,” imbuh pria 20 tahun itu.

Meski telah putus, namun Bastian Steel dan Shafa Harris masih tetap saling berkomunikasi. Bahkan ke keluarganya masing-masing pun demikian.

“Masih, kadang berkabar. Kemarin aku ke Bali pas Shafa juga di Bali. Jadi ketemu juga. (Bahasanya) biasa aja, kan kita pas udah putus emang udah janjian yang ‘yaudah kita bisa aja tapi ya’ iya,” ucap Bastian Steel.

“(Dulu manggilnya) Shafa, biasa aja sama. Aku masih aku kamu kok, nggak ada tuh yang udah putus tiba-tiba ‘ udah makan lo’ ngapain haha,” pungkasnya.

Mencekam! Video Detik-detik Banjir Dahsyat Cicurug Menghanyutkan Sebuah Mobil

BOGOR DAILY – Banjir dahsyat yang terjadi Di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9) sekitar pukul 17.10 WIB, benar-benar mencekam.

Detik-detik banjir dahsyat itu berhasil direkam kamera warga. Dalam video yang diterima redaksi Bogordaily.net, nampak air bah tiba-tiba muncul.

Selain puing-puing kayu dan sampah, nampa sebuah mobil terbawa hanyut.

https://www.instagram.com/p/CFZp587nA9z/?igshid=zjz0j5o4dthz

Ya, dlaam kejadian itu satu rumah warga dilaporkan hanyut akibat banjir bandang tersebut, dan dua orang dilaporkan hilang terbawa arus.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, banjir disebabkan akibat hujan deras yang turun selama beberapa waktu.

“Pantauan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi satu unit rumah hanyut dan satu mobil hanyut akibat banjir ini,” kata Raditya dalam keterangan tertulisnya.

Kata Raditya, hujan deras memicu debit air Sungai Cipeuncit meluap dan menyebabkan banjir.

“Lokasi terdampak bencana ini berada di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi,” katanya.

BPBD Sukabumi masih melakukan pendataan di lokasi terdampak. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi berada di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi serta pendataan.

Selain itu, Raditya mengatakan wilayah Jawa Barat termasuk provinsi yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga dua hari ke depan, 22 – 23 September 2020.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menuturkan petugas masih mendata tentang laporan orang hilang dan kerusakan akibat banjir bandang.

Kata dia, sungai Cibuntu yang tidak bisa lagi menampung debit air menyebabkan air melimpah ke sejumlah permukiman di warga, petugas gabungan yang tiba di lokasi pun langsung melakukan assessment dan melakukan penyisiran terhadap dua warga yang terbawa hanyut.

Hingga saat ini sejumlah warga masih mengungsi di tempat yang lebih aman dan banjir bandang sedikit demi sedikit mulai surut.

“Di lokasi kejadian pun warga masih berkumpul untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan,” kata dia.(*)