Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 7976

Emak emak Penggunting Bendera Ditahan Polres Sumedang

0

BOGOR DAILY- Tiga emak-emak di Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengguntingan bendera merah putih. Ketiganya saat ini ditahan.”Sudah kami lakukan penahanan,” ucap Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020).

Ada tiga orang tersangka dalam kasus ini. Ketiganya yakni P, A dan DY. Dalam video yang viral, P bertindak sebagai penggunting bendera sementara dua tersangka lainnya belum diketahui.

Yanto menambahkan ketiganya diancam pasal yang sama yakni Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” kata dia.

Video aksi emak-emak menggunting bendera merah putih viral di media sosial, Rabu (16/9). Dalam video itu, terlihat ada seorang wanita paruh baya yang tengah memegang gunting dan kain bendera berwarna merah putih.

Perempuan berpakaian merah itu lantas menggunting sedikit demi sedikit bendera merah putih itu. Usai digunting, bendera itu berserakan di lantai.

Pembunuh Pria di Apartemen Kalibata Dibekuk, Polisi: Ada Tiga Orang

0

BOGOR DAILY- Polisi telah menangkap pelaku terkait kasus mutilasi mayat pria di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. Seorang perempuan ikut diamankan polisi dalam kasus ini.
Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Supardi menyebut pelaku yang diamankan lebih dari satu orang. Namun, Supardi belum bisa memastikan jumlah pelaku tersebut.

“Dua atau tiga ya. Tadi langsung diumpeti (pelakunya). Saya lihat tadi dua atau tiga, ada perempuannya juga,” kata Supardi ketika dihubungi detikcom, Rabu (16/9/2020) malam.

Supardi mengatakan pelaku juga merupakan penyewa kamar apartemen, tempat mayat korban ditemukan di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City. “Iya betul (pelaku) nyewa di situ,” imbuhnya.

Para pelaku tersebut ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Depok pada Rabu (16/9) sore. Saat ini para pelaku diamankan di Polda Metro Jaya.

“Sekarang pelaku dibawa ke Polda,” imbuh Supardi.

Penemuan mayat mutilasi di Apartemen Kalibata City itu berawal dari laporan orang hilang. Korban dilaporkan hilang sejak 9 September 2020.

Korban sendiri ditemukan pada pukul 19.00 WIB. Jasad korban ditemukan di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Korban diketahui bernama Rinaldi Harley Wismanu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa korban dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 9 September 2020.

“Sekarang sudah kita bawa ke RS Kramat Jati untuk kita lakukan autopsi awal dan memang hasil autopsi awal memastikan kalau yang bersangkutan adalah R (Rinaldi) sesuai LP itu,” jelas Kombes Yusri Yunus seperti dilansir detikcom, Rabu (16/9).

BPN Serahkan 30 Peta ke Pemkot Bgor

0

BOGOR DAILY- Wali Kota Bogor Bima Arya menerima secara simbolis penyerahan 30 peta kelurahan lengkap dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor. Peta tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat Yusuf Purnama dan disaksikan oleh Kepala Kantor BPN Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh.

Erry menyebut tahun 2020 ini seluruh bidang tanah yang ada di Kota Bogor sudah terdaftar dan terpetakan hampir 103 persen. Dengan selesainya pendaftaran bidang tanah tersebut, Kantor BPN Kota Bogor melanjutkan dengan membangun peta kota lengkap.

“Pagi ini kita menyerahkan peta lengkap kelurahan sebanyak 30 kelurahan yang sudah lengkap dari 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor. Dan 11 kelurahan lengkap ada di satu kecamatan lengkap yaitu Bogor Tengah,” ungkap Erry dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

Ia menambahkan roadmap peta kota lengkap ini sudah dimulai sejak Maret 2020 dan seharusnya rampung September ini. Namun, karena pandemi jadi sedikit terhambat.

“Masih ada sisa 38 kelurahan yang menjadi pekerjaan Kantor Pertanahan Kota Bogor. Kita akan terus percepat pengerjaannya dan semoga bisa rampung seluruhnya pada akhir tahun ini,” terangnya.

Foto: dok. Pemkot bogor

Erry mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor dan unsur Forkopimda dalam perampungan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Banyak support yang telah diberikan kepada kami, mulai dari support anggaran untuk kebutuhan operasional, kebutuhan peralatan penunjang dan dukungan tenaga dari Lurah, Camat, RT dan RW dalam membantu pengumpulan data, baik fisik maupun yuridis,” ungkap Erry.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, bahwa persoalan di Kota Bogor cukup banyak. Jika tidak dicicil untuk menyelesaikannya, akan sangat membuang energi. “Kadang energi untuk menyelesaikan masalah itu lebih besar dari pada kita berpikir untuk inovasi. Kadang-kadang kita bisa terjebak ke masalah itu,” ujar Bima Arya.

“Masalah di Bogor yang utama itu banyak. Tapi di sini saya ingin sampaikan dua hal. Pertama, masalah konflik pertanahan atau konflik agraria. Jadi, sengketa tentang kepemilikan, ketidakjelasan sertifikat tanah warga dan lain-lain. Yang kedua adalah masalah penatausahaan aset. Makanya Kota Bogor baru WTP sejak tahun 2016 selama empat kali berturut-turut sampai tahun ini dari BPK setelah menyelesaikan cicilan warisan masalah yang luar biasa terkait aset kota,” imbuhnya.

Menurut Bima Arya penyerahan peta kelurahan lengkap ini merupakan dari wujud kepastian hukum untuk masyarakat terhadap tanah yang dimilikinya dan penguatan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Warga kita berhak berdasarkan UUD memiliki kepastian untuk hidup di lahan yang mereka miliki secara sah. Ini juga kaitannya dengan perencanaan pembangunan dan bagaimana ikhtiar kita untuk menggenjot pendapatan. Jadi ketika penatausahaan aset, kemudian konflik kepemilikan ini bisa selesai atau dicicil untuk selesai, ya Insya Allah banyak hal menjadi lebih pasti,” jelasnya.

Ia berterima kasih kepada Kepala BPN Kota Bogor dan jajaran atas kerja kerasnya selama menyelesaikan berbagai persoalan terkait pertanahan.

“Pemkot Bogor siap mendukung terus agar semuanya rampung. Karena tadi disebut akhir Desember ini akan dikebut, Insya Allah saya koordinasi dengan Ketua Dewan. Ikhtiar akan kita maksimalkan agar target Bogor menjadi kota pertama dengan peta lengkap bisa terwujud,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain penyerahan peta kelurahan lengkap, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan zona integritas secara eksternal, peresmian loket pelayanan yang maju dan modern sekaligus meluncurkan inovasi-inovasi aplikasi online yang terkait dengan pendaftaran tanah online, termasuk menyediakan sarana prasarana untuk warga berkebutuhan khusus

Nyamar jadi Pembeli, Komplotan Ini Kuras Brankas Minimarket Bogor sambil Todongkan Pistol

0

BOGOR DAILY-Empat orang anggota komplotan diciduk Subdirektorat III Resmob Polda Metro Jaya. Di antaranya adalah RN, (36) , PMH (49), JFH (25), dan MD (21).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, keempatnya merupakan rampok spesialis minimarket yang biasa beraksi di wilayah Bekasi dan Bogor.

Dalam aksinya, para perampok ini kerap menodongkan pistol pada pegawai minimarket.

“Modusnya menyamar sebagai pembeli, pada saat pembeli lain sudah tidak ada, sudah kosong, mereka beraksi dengan cara menodongkan senjata api dan senjata tajam ke karyawan,” ujar Yusri.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis pistol dan tiga buah senjata tajam saat menangkap pelaku.
“Senjata ini digunakan untuk mengancam kasir agar menguras berangkas uang di minimarket,”terangnua.

Setelah melakukan aksinya, kata Yusri, mereka melarikan diri menggunakan mobil.

Yusri berujar, komplotan ini mengaku sudah beraksi di empat minimarket di kawasan Jawa Barat. Yaitu di Alfamart Lemah Abang Raya 3, Cikarang Utara, pada Selasa, 25 Agustus 2020 sekitar pukul 03.30 dan Alfamart Cibuntu, Cibitung, Bekasi pada Kamis, 27 Agustus 2020 sekitar pukul 03.30 WIB.

Selanjutnya di Alfamart yang berada di Jalan Letjen R. Suprapto, Cijengkol, Bekasi pada Kamis, 27 Agustus 2020 sekitar pukul 03.30 WIB dan Alfamart Kampung Pekopen Timur, Tambun, Bekasi pada Rabu, 9 September 2020 sekitar pukul 04.30 WIB.

“Diduga masih ada 7 TKP lainnya,” kata Yusri.

Yusri mengatakan para tersangka perampok minimarket itu dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam dihukum sembilan tahun penjara.

Sumber:Tempo.com

Pemkab Bogor bakal Buka Outlet Pembayaran Kendaraan di Parungpanjang

BOGOR DAILY- Di tengah pandemi Covid-1¥, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat yerus menodorong peningkatan pajak

Termasuk, menarik pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko mengatakan, Pemkab Bogor sudah membantu memfasilitasi adanya outlet pembayaran PKB di Parung dan Jonggol.

“Rencananya outlet serupa juga akan hadir di Parungpanjang karena potensi pajak di kawasan ini cukup besar,”terangnya usai penandatangan kerjasama di Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, potensi pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat sangat besar. Ada 17 juta unit kendaraan bermotor di Jawa Barat, tapi hanya 11 juta unit yang rutin melapor tiap tahun. Itu pun tidak semua taat bayar pajak,” kata Widiatmoko.

Sementara di Kabupaten Bogor, ada 1,6 juta unit kendaraan bermotor yang beredar. Potensi pajak dari kendaraan bermotor ini sangat besar jika bisa dimaksimalkan.

“Dengan potensi yang luar biasa besar, kami berharap pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Bogor bahu-membahu mendukung, menyukseskan berbagai inovasi layanan dan kreatifitas yang sudah ada serta program intensifikasi dan ekstensifikasi yang sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Tak hanua itu, Bappenda Jabar dan Pemkab Bogor juga aka memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di seluruh Kabupaten Bogor menjadi titik pembayaran PKB sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk membayar pajak.

Nanti BUMDes bisa kerja sama dengan Bank BJB. BUMDes bisa mendapatkan fee dari setiap transaksi,” paparnya.

Widiatmoko berharap agar Covid-19 segera menghilang sehingga ekonomi berjalan normal kembali, tingkat kemampuan masyarakat juga meningkat.

“Meskipun Covid-19 masih mengancam, kita mendorong masyarakat untuk tetap memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak baik PKB maupun PBB,” jelas Widiatmoko.

Optimalkan pendapatan
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengapresiasi kerja sama dengan Bapenda Jabar ini.

Menurut dia, pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah.

“Pemkab Bogor senantiasa mendukung upaya Pemprov Jabar dalam meningkatkan pelayanan PKB di wilayah Kabupaten Bogor berdasarkan peraturan perundang-undangan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, perjanjian kerjasama ini merupakan upaya mengoptimalkan penerimaan pendapatan darah dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat atas terbangunnya kerjasama ini sebagai implementasi langkah operasional bersama untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah,” pungkasnya.

Wulan Guritno Membebaskan Shaloom Razade untuk Jadi Artis atau Pengusaha

0

BOGORDAILY – Wulan Guritno rupanya sangat mendukung pilihan anaknya, Shaloom Razade, menjadi artis atau pun sebagai pengusaha. Memang Shaloom sudah menyelesaikan pendidikannya di tingkat kuliah.

Sebetulnya Wulan Guritno juga tak masalah dengan pilihan Shaloom Razade. Hal itu dia sampaikan di kawasan Studio Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

“Dukung, dukung aja sih apa pun pilihan dia asal dikerjakan secara serius dan bertanggung jawab ya. Nggak masalah mau ngapain juga,” kata Wulan Guritno sembari tersenyum.

Dalam kesempatan itu, sebagai ibu, Wulan Guritno juga mengakui bahwa dirinya tak ragu untuk memberikan arahan kepada putri cantiknya tersebut. Sehingga dia juga tahu dunia apa yang diminati oleh Shaloom Razade dan tetap dalam kontrolnya sebagai orang tua.

“Iya misalnya dia memilih bidang yang ternyata dia terjun duluan, sehingga aku tahu situasi bussiness itu gimana dia mungkin dia kasih masukan,” kata Wulan Guritno.

“Saya juga tahu medan perangnyalah, jadi dia juga bisa mateng dan memanfaatkan mengerjakan apa yang dia kerjakan,” lanjut Wulan Guritno.

Di sisi lain, untuk kegiatan usai lulus kuliah jurusan marketing, Shaloom Razade sendiri masih bingung. Apalagi saat ini masih ada pandemi virus Corona sehingga dia masih mencari kegiatan yang pas.

“Dari dulu aku bilang mau menyelesain sekolah aku dulu sampai tuntas, nah ini kan baru tuntas bisa dilihat aja sebulan ke depan mungkin aku ada projek, nggak tahu mungkin kalau ada alhamdulillah, kan masih ada virus juga. Aku baru lulus ke depannya lihat nanti,” beber Shaloom Razade dalam kesempatan yang sama.

Saat ini Shaloom Razade sedang menikmati suasana berkumpul dengan Wulan Guritno. Sebab diketahui ia lama berpisah dengan sang ibu karena pendidikannya di London, Inggris.

Amsohi Siap Maju Jadi Ketua PGRI Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, saat ini sedang mencari ketua baru masa bhakti 2020-2025 menjelang konferensi PGRI yang akan dilaksanakan pada Kamis (24/9/2020).

Salah satu guru pensiunan PNS, Amsohi mengaku telah memutuskan untuk maju mencalonkan sebagai ketua organisasi profesi guru di Bumi Tegar Beriman tersebut.

“Jika memang didukung dan diberi kepercayaan oleh insan-insan pendidikan di Kabupaten Bogor, saya akan bersinergi dengan program utama Bupati Ade Yasin, yaitu Pancakarsa, khususnya Karsa Bogor Cerdas,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Ia mengaku siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Pendidikan, lantaran pernah berada di dalamnya, sejak tahun 1982 saat menjadi guru SD Negeri, hingga menjadi Kepala Bidang PAUD pada tahun 2019.

“Saya aktif di berbagai organisasi pendidikan, dari Sekretaris Cabang PGRI Parung Panjang selama tiga periode sampai jadi Dewan Penasehat PGRI Bogor periode 2015-2020,” kata Amsohi.

Pada pencalonannya sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi didampingi oleh dua calon wakil ketua yaitu Barkeh Dimyati dan Agus Sundowo, serta didampingi Idrus Wirdaus sebagai calon sekretaris.(Andi)

The Green Student Village Sediakan Venue Outdoor Wedding Garden

BOGOR DAILY – Bingung mencari tempat acara pernikahan yang pas, nyaman dan sesuai dengan kondisi saat Pandemi ini. Cocok banget jika kamu melihat salah satu tempat yang tentu direkomendasikan oleh banyak orang tersebut.

The Green Student Village menawarkan venue outdoor open air yang berkesan untuk acara spesial momen pernikahan kalian semua. Dengan konsep wedding garden di alam terbuka menjadi tren pernikahan saat pandemi ini.

“Ya ini adalah salah satu dari sekian keunggulan yang dimiliki. Saat pandemi seperti ini, banyak kalangan masyarakat yang memilih ruang terbuka untuk melangsungkan pernikahannya.” Ucap Erzon, pengembangan The Green Student Village.

Selain menjadi kawasan apartemen kos terkemuka, The Green Student Village dilengkapi dengan venue wedding garden dengan keunggulan river view dan tentunya dengan harga sewa yang kompetitif.

“Saat pandemi, mungkin kami hanya menerima sebatas akad dan semi resepsi, kuota yang diberikan hanya untuk sekitar 50 orang undangan di area taman terbuka dengan tetap menerapkan protokol Covid-19 yang berlaku yaitu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Jika pandemi berakhir, In Syaa Allah daya tampung cukup untuk sekitar seratus sampai seratus lima puluh orang.” Jelas Erzon.

Paket wedding garden termasuk juga untuk penyewaan cottage container untuk honeymoon pasangan pengantin baru tersebut. Standart penerapan protokol kesehatan diterapkan dengan seksama di seluruh kawasan The Green Student Village yang berada di Jalan Alternatif IPB, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

“Silahkan datang langsung atau bisa click kostgsv.com untuk informasi lebih jelas. Kami menunggu kehadiran anda.” Pungkasnya.

(Red-BDN).

Netizen Geger, Video Kades Nimbun Bantuan Covid, Ramai di Tiktok

0

BOGOR DAILY – Pemilik akun TikTok @yudi_sam alias Wahyudi Samosir membuat geger warganet setelah mengunggah video yang mengkritik adanya kepala desa yang diduga menimbun bantuan Covid-19.

“Siapa bapaknya kepala desa yang dapat bantuan covid tapi malah disimpan di rumah buat stock?” tulis Wahyudi dalam video yang diunggahnya, Senin (14/09/2020).

Dalam video dengan lampu kelap-kelip itu, Wahyudi memperlihatkan tumpukan bantuan yang diduga berisi mie instan dalam jumlah banyak.

Nampak berkardus-kardus mie instan tertata rapi di video berdurasi 11 detik tersebut.

Atas video kreasinya itu, kolom komentar akun TikToknya mendadak diserbu oleh warganet.

“Makan hak orang lain, tanggungan dunia akhirat,” komentar pemilik akun @aisy***

“Gak amanah, biasanya orang yang begini, besok rumahnya kesamber gledek,” sumpah warganet lainnya pemilik akun @Henry****.

Tidak berhenti sampai di situ, video Wahyudi itu bahkan menjadi viral di media sosial Twitter usai disebarkan oleh pemilik akun @_HaddadP.

“Pak tolong dicek ada yang nimbun bansos @BNPB_Indonesia,” tulis keterangan video yang diviralkan itu.

Sama seperti di TikTok warga Twitter juga ramai-ramai menuliskan komentarnya masing-masing.

“Kalau liat tiktoknya si, kata dia itu nyindir kepala desa yang gak amanah, dia sendiri punya warung jadi itu stock warungnya,” duga akun @caya**.

“Di desa lama yang dapat bantuan hanya sedikit kurang lebih 7 orang. Desa saya yang baru sekitar 40an lebih. Soalnya aku pindah tapi alamat masih di desa lama. Aktif di 2 desa wkwkwk. Tergantung yang mimpin. Kalo yang mimpin jujur enak,” sambung warganet lainnya @siluman***. (*)

Viral, Video Emak-emak Gunting Bendera Merah Putih. Ini Dia Orangnya!

0

BOGOR DAILY – Warganet dihebohkan dengan aksi perempuan menggunting bendera merah putih yang videonya viral di sosial media. Perempuan itu ternyata adalah seorang ibu rumah tangga dari Sumedang, Jawa Barat.

Menyadur dari Makassar.terkini.id –jaringan Suara.com, ada empat pelaku yang terlibat dalam video menggunting bendera Merah Putih tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

Pelaku pertama adalah ISR (36). Ia merupakan seorang warga Mekarjaya, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Sementara itu pelaku lainnya yang terlibat dalam video pengguntingan bendera adalah DYH (30), PO (40) dan AN (51).

Dalam video viral tersebut, tampak seorang wanita yang tengah menggunting sebuah bendera di ruangan sebuah rumah diiringi dengan riuh suara sorakan.

Ia menggunting bendera berwarna Merah Putih tersebut di hadapan sejumlah orang yang diduga adalah anggota keluarganya. Bahkan juga di depan seorang anak kecil yang tampak seperti kebingungan.

Usai mengguntingnya, wanita tersebut meraih potongan kain bendera yang berserakan di lantai dan kemudian melempar-lemparnya ke udara, diakhiri dengan tepuk tangan.

Lebih lanjut lagi, wanita ini langsung meminta agar bendera yang telah diguntingnya tersebut untuk segera dibuang ke tempat sampah. (*)