Friday, 15 May 2026
Home Blog Page 8029

Lihat Nih, Tumpukan Duit Rp58 Miliar Hasil Kejahatan Covid-19

0

BOGOR DAILY – Benar saja di tengaj penderitaan orang lain ada kejahatan yang memanfaatkannya.

Salah satunya ini. Tiga penjahat ditangkap polisi atas hasil kejahatan Covid-19.

Bareskrim Polri menangkap tiga pelaku penipuan terkait penjualan ventilator dan monitor Covid-19 dengan nilai kerugian korban sekitar Rp58,83 miliar.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, para pelaku beraksi dengan modus meretas e-mail atau disebut business e-mail compromise.

“Dengan cara mem-bypass komunikasi e-mail antara perusahaan Italia, dalam hal ini Althea Italy S.p.A dengan perusahaan China, Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics,” kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Ia mengatakan, modus tersebut sedang didalami oleh penyidik Bareskrim.

Kasus ini bermula dari kontrak jual-beli antara perusahaan Althea Italy dan perusahaan di Shenzhen terkait pengadaan ventilator dan monitor Covid-19.

Pembayaran pun telah dilakukan beberapa kali.

Lalu, peretasan diduga terjadi sehingga perusahaan Althea Italy menerima e-mail dari orang yang mengaku sebagai general manager perusahaan Shenzhen.

Melalui e-mail tersebut, diinformasikan adanya perubahan rekening penerima pembayaran alat kesehatan tersebut menjadi rekening pada bank di Indonesia.

Setelah tiga kali melakukan transfer, barang yang telah dibayar tidak kunjung diterima perusahaan Althea Italy.

“Terjadi 3 kali transfer ke rekening dengan dengan total kurang lebih 3.672.146 euro atau setara kurang lebih Rp 58,831 miliar,” ujar Listyo.

Dari kasus tersebut, polisi meringkus tiga pelaku yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) di Padang, Sumatera Barat, Jakarta, serta Bogor.

Ketiganya diduga berperan menyiapkan keperluan administrasi untuk membentuk perusahan di Indonesia yang menyerupai Shenzhen.

Tersangka SB berperan membuat perusahaan fiktif, menjabat direktur CV Shenzhen Mindray Bio Medical Electronics, direktur CV Mageba Shanghai Bridge, direktur CV Zed Trading DMCC, membuka rekening penampung, serta mentransfer uang hasil kejahatan ke rekening penampung.

Kemudian, tersangka R berperan dengan menjabat selaku komisaris CV Shenzhen serta membantu membuat rekening CV Shenzhen.

Tersangka TP disebut membuat surat pengajukan pembukaan blokir rekening serta melengkapi administrasi lainnnya.

Sementara itu, polisi masih memburu warga negara Nigeria berinisial DM yang diduga menjadi otak dari tindak pidana ini.

Polisi pun menyita uang dari rekening penampungan sebesar Rp 56,1 miliar serta mobil dan tanah yang dibeli pelaku dengan uang hasil kejahatan.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ketiganya terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (*)

Reaksi Mengejutkan Anak Nia Ramadhani Saat Diberi Mainan Jadul yang Murah

0

BOGORDAILY – Siapa sih yang nggak kenal dengan Nia Ramadhani? Seleb Indonesia yang satu ini memang selalu hadir dengan kemewahan dan kelucuannya.

Tapi ternyata belum lama ini, suami Nia Ramadhani, Ardi Bakrie memberikan sebuah mainan jadul yang juga tak terlalu mahal harganya untuk dimainkan.

Mainan itu adalah pistol air. Ardi Bakrie pun mengabadikan itu dalam Instagram miliknya. Ardi Bakrie juga mengaku sama sekali tidak menyangka menyoal respons anak-anaknya itu.

“Ternyata yg buat kids seneng jaman now masih sama kaya jaman old … pistol air warung !!!#pistolair #jamanold #jamannow,” tulis Ardi Bakrie dalam Instagram miliknya.

Dalam video yang diposting di Instagram miliknya, Ardi Bakrie memperlihatkan betapa senangnya ketiga anaknya bermain pistol air yang baru saja dibelikannya.

Postingan itu langsung mendapatkan banyak komentar dari netizen. Banyak yang memuji kebersamaan Ardi Bakrie dengan anak-anaknya.

“Salut sama pak Ardi bakri, walaupun sibuk bekerja selalu meluangkan waktu dengan anak2nya, sepertinya anak anak lebih dekat dengan papanya,” ungkap akun khai***.

“Bukan harga memang, kebersamaan yg membuat senang,” papar akun bey***.

“Ini saya baru senang ..keluarga Bakri …bermain dg permainan sederhana…bisa memberikan contoh yg baik buat orang kecil…,” kata akun hey***.

Ada juga yang memuji jika anak-anak Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie tidak selalu menolak mainan yang murah.

“Gemezzz banget, holang kaya mah bebas ya, maen aer dlm rumah ada mbak yg beresin, lah anak gue kaya gitu kena tampol udah basah2an di rumah wkwkwkw,” kata akun ziz***.

“Pistol air jaman gw SD ini murah meriah banyk bocornya,” jelas akun war***.

“ahahaha maen pistol aer depan tipi.. yang kepleset satu rumah.. orang rumah kita mah mau ke dapur lewatin tipi, mau ke kamar lewatin tipi, mau ke kamar mandi lewatin tipi,” urai akun av***.

Permintaan Maaf Reza Artamevia untuk Zahwa dan Aaliya Massaid

0

BOGORDAILY – Reza Artamevia menyampaikan permohonan maaf saat dirilis Polda Metro Jaya, Minggu (6/9/2020). Ia membawa sepucuk surat lalu membacakannya.

Dalam kesempatan tersebut, Reza Artamevia terlihat mengenakan baju tahanan oranye. Ia juga tampil dengan masker.

Pertama-tama, Reza Artamevia mengucapkan permintaan maaf setelah ditangkap karena narkoba. Dari hasil pemeriksaan, urine sang penyanyi juga positif narkoba.

“Pada kesempatan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, kepada anak saya, Zahwa dan Aaliya, orang tua, adek saya, guru, sahabat dan kerabat dan semua pihak yang mendukung perjalanan karier menyanyi saya,” kata Reza Artamevia.

“Saya mohon maaf lahir batin atas perbuatan saya. Semoga hal ini tak dicontoh siapapun juga dan jadi pelajaran berhaga untuk saya khususnya.”

Reza Artamevia ditangkap karena kasus narkoba dan kepemilikan obat-obatan terlarang. Dia ditangkap di sebuah restoran di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2020) pukul 16.00 WIB.

Pihak kepolisian menyampaikan saat ditangkap, Reza Artamevia baru saja membeli sabu 0,78 gram dengan harga Rp 1,2 Juta.

“Rp 1,2 juta (rupiah) dia beli satu klip beratnya 0.78 gram sabu-sabu. Ini pun masih kami lakukan pengecekan untuk ke labfor (laboraturium forensik),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus yang menjerat pelantun Satu yang Tak Bisa Lepas itu. Pihak yang berwajib masih melakukan pengejaran terhadap pengedar narkoba berinisial F.

“Kami lakukan pendalaman yang bersangkutan untuk mengetahui dari mana asal muasal barang haram itu. Kemudian satu yang menjadi DOP pengejaran kami inisialnya adalah F. Ini masih melakukan pengejaran mudah-mudahan segera bertemu,” ujar Yusri.

Polisi mendapatkan sabu di dalam tas. Dompetnya juga dijadikan barang bukti. Sedangkan di kediamannya ditemukan alat hisap (bong) dan korek api.

Penyanyi kelahiran 29 Mei 1975 itu mengaku menggunakan sabu selama empat bulan karena menjalani karantina mandiri di rumahnya selama masa pandemi COVID-19.

Ramos Menyamai Rekor Gol Di Stefano Bersama Spanyol

0

BOGORDAILY – Sergio Ramos menorehkan rekor usai mencetak dua gol ke gawang Ukraina. Ia menjadi bek tersubur bersama timnas dan menyamai catatan gol dari Alfredo Di Stefano.

Ramos bersama Spanyol menghadapi Ukraina di Estadio Alfredo Di Stefano pada laga Grup 4 UEFA Nations Legue, Senin (7/9/2020). Kapten La Furi Roja ini mampu menghadirkan kontribusi besar untuk timnya di laga ini.

Ramos yang hanya bermain hingga menit ke-61 mampu menyumbang dua gol. Gol pertama diciptakannya melalui penalti di menit ke-3, sedangkan gol kedua lahir dari kepala Ramos pada menit ke-29.

Spanyol kemudian memastikan menang 4-0 usai mereka menambah dua gol lagi lewat Ansu Fati dan Ferran Torres.

Berkat dua golnya di laga ini membuat Ramos telah mengemas 23 gol untuk Spanyol. Ia menorehkan hal tersebut dari 172 penampilan sejak melakoni debut dengan Tim Matador pada Maret 2005.

Dikutip dari Marca, pemain 34 tahun tersebut kini tercatat sebagai bek yang paling banyak membuat gol bersama tim nasional. Ia melampaui rekor Daniel Passarella yang mengemas 22 gol untuk timnas Argentina.

Dengan raihan 23 gol tersebut, Ramos juga berhasil menyamai catatan gol dari legenda Madrid, Alfredo Di Stefano, di timnas Spanyol. Ramos dan Di Stefano duduk di peringkat ke delapan dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Spanyol.

David Villa saat ini masih menjadi pemain tersubur dalam sejarah Spanyol dengan raihan 55 gol. Torehan gol Ramos ini jelas terbilang luar biasa bagi seorang pemain belakang.

Pria didikan akademi Sevilla ini tak hanya subur saat membela Spanyol, tapi juga kala berseragam Madrid.Ia musim lalu tampil tajam dengan mengemas 13 gol di semua ajang untuk Los Blancos.

Jumlah golnya tersebut hanya kalah dari ujung tombak utama Madrid, Karim Benzema, yang menorehkan 27 gol di sepanjang musim 2019/2020. Ramos total telah mengemas 97 gol bersama Madrid dari 650 penampilan sejak musim 2005/2006.

Kekesalan Vanessa Angel soal Instagramnya yang Hilang

0

BOGORDAILY – Instagram Vanessa Angel hingga saat ini belum kembali seperti semula. Instagram Vanessa Angel diketahui menghilang dan sampai saat ini belum bisa digunakan lagi.

Lewat Instagram milik suaminya, Bibi, Vanessa Angel meluapkan kekesalannya. Vanessa Angel mengaku sangat kesal lantaran, pintu rezeki di Instagram miliknya diputus oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Sebab hingga saat ini, Vanessa Angel memang belum bisa bekerja seperti sedia kala. Vanessa Angel mengandalkan Instagram untuk mencari nafkah.

“Aku Sabar… saat aku di hujat 1 negara karna prostitusi & akupun dipenjara karena pelanggaran UU ITE, aku sabar… saat aku telah menjalani masa hukumanku di penjara selama 5bulan & masih dihina juga,” buka Vanessa Angel dalam Instagram milik Bibi.

“Aku sabar… aku sabar… Saat aku & ayahku diadu domba demi konten. Aku sabar…. saat aku dijadikan tersangka kepemilikan xanax & resep resminya,” ungkap Vanessa Angel lagi.

Bicara soal sabar yang selama ini sudah dijalankannya, Vanessa Angel menuliskan tidak bisa sabar ketika Instagram miliknya justru kena report dan memutus pintu rezekinya.

“Tapi aku ga bisa SABAR saat ada akun yg memberitakan berita buruk tentang anakku, mereport akunku memutus pintu rejekiku satu satunya saat ini. Aku Vanessa sabar angel. #gila,” tukasnya lagi.

Dalam kolom komentar Instagram miliknya, Bibi menjelaskan kemungkinan akun Vanessa Angel akan kembali dalam waktu yang lama lantaran kondisi Pandemi seperti ini.

“Karena situasi covid jadi proses pengembalian akun vanessa akan memakan waktu cukup lama. Doain aja balik lagi akunnya & menghibur kalian lagi. Doain juga sidang besok lancar ya,” sambung Bibi dalam Instagram miliknya.

Dalam postingan sebelumnya juga tertulis jika ada yang berusaha masuk ke dalam email Vanessa Angel.

“Akun mami @vanessaangelofficial belum balik karena di report rame2 tanpa alasAn jelas, bahkan kemarin sore ada yg mau coba hack emailnya mami. Maaf ya untuk segala endorsAn yg tertunda, insha allah kami ganti nanti. DoAin rejeki mamiku ga berhenti sampai sini #keluarGALA,” tulis Bibi.

Pakai Alamat Istana Bogor Sebagai Tempat Pengiriman, Kaesang Dibully di Twitter

0

BOGORDAILY – Dikenal sebagai anak bungsu orang nomor satu di Indonesia, sosok Kaesang Pangarep tentu tak asing lagi bagi masyarakat di Tanah Air.

Tak hanya disorot sebagai putra presiden, Kaesangacap kali menjadi sorotan publik atas kesuksesan bisnisnya.

Terlepas dari pamor orang tuanya yang sukses menjadi kepala negara. Kaesang pun juga dikenal sebagai pribadi yang suka bercanda.

Sering kali Kaesang dan para netizen pun saling lempar berbalas candaan di media sosial. Belum lama ini nama Kaesang Pangarep kembali jadi trending di Twitter.

Nampaknya ia kini tengah menikmati peran barunya sebagai pembasmi akun penipu. Hal itu ia lakukan akhir-akhir ini dan ia ceritakan lewat akun Twitter miliknya.

Namun Kaesang kemudian mendapat balasan yang cukup mengejutkan. Soalnya ia dianggap tak tahu malu karena mencantumkan alamat Istana Bogor saat memesan barang.

Berawal dari Kaesang yang tidak sengaja mendapat DM kalau ia memenangkan lelang. Setelah itu, ia kembali beraksi dengan menghubungi duluan akun-akun yang mencurigakan.

Salah satunya adalah akun online shop yang menulis kalau mereka menjual iPhone hanya dengan harga Rp 250 ribu! Sudah begitu, beli satu gratis satu lagi!

Kaesang pun menghubungi penjual dan menanyakan ketersediaan barang.

Kemudian ia berkata kalau mau membeli 100 unit iPhone dan oleh si penjual diminta data dirinya.

Ia pun mengisi format yang sudah diberikan dan mencantumkan alamat Istana Bogor sebagai alamat penerima.

Tak disangka, cuitan bercanda ini kemudian ditanggapi nyinyir oleh seseorang.

Ia menganggap Kaesang tidak tahu malu karena menggunakan Istana Bogor yang dipikir adalah rumahnya.

Cuitan itu pun dibalas langsung oleh Kaesang yang menyebut bahwa rumah pribadinya tidak ada orang sehingga sulit untuk jasa antar barang jika dikirim ke sana.

Yang lucu, ia menambahkan akan memarahi ibunya, Iriana Jokowi, karena sering mengirim kerupuk dari Solo ke Istana Bogor.

Cuitan Kaesang yang memicu kontra di twitter.

“Mohon maaf pak (emoji) tapi kalo saya kirim ke rumah saya pribadi gak ada orang karena gak ada yang nempatin.

Maaf pak saya baru tau kalo saya gak boleh kirim paketan ke Istana Bogor. Lain kali saya marahin ibu saya karena beliau sering kirim kerupuk dari solo ke Istana Bogor (emoji)” ujar Kaesang.

Antara Inkonsistensi Pemerintah dan Rakyat yang Tak Percaya Covid-19

BOGORDAILY – Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk kembali mensosialisasikan bahaya virus Corona. Pasalnya angka penularan virus asal Wuhan, China tersebut terus meningkat. Bahkan hingga Minggu (6/9), tercatat sudah ada 3.444 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam satu harinya. Sehingga secara keseluruhan telah ada 194.109 kasus di Indonesia.

Pemerintah pusat melalui Satgas Covid-19, meminta pemerintah daerah yang wilayahnya masuk zona merah untuk menarik rem darurat. Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyampaikan, kepala daerah memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19. Dia mengungkapkan, analogi gas dan rem yang dipakai Jokowi.

Doni menuturkan, jika daerah tergolong kategori merah, maka kepala daerahnya harus mengerem. Namun, jika jumlah kasus sudah berkurang, maka kepala daerah bisa menambah gasnya.

“Bapak presiden mengingatkan rem dan gas, kalau zona merah maka rem lah yang ditekan ketika daerah sudah berkurang kasusnya maka gas bisa ditambah,” katanya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI.

Dia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir daerah zona merah Covid-19 bertambah dari 32 daerah menjadi 65 daerah. Daerah zona kuning dan hijau kian mengalami penurunan.

“Dalam beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan semula daerah zona merah 32 sekarang bertambah menjadi 65,” ujarnya.

Salah satu yang perlu diperhatikan kepala daerah adalah ketersediaan rumah sakit yang semakin berkurang. Doni meminta kepala daerah memperhatikan hal ini agar tidak membuat kekhawatiran di masyarakat.

grafik covid 19 di indonesia

©2020 worldometers.info

Alhasil upaya mengingatkan bahaya Covid-19 kembali dikampanyekan. Salah satu inovasi yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta adalah dengan penerapan sanksi masuk peti jenazah bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Namun, gagasan sanksi yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta itu harus ditangguhkan lantaran mendapatkan kritik.

Selain itu, sanksi tersebut juga tidak diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020. Aturan tersebut hanya memberlakukan dua sanksi yang bisa dipilih oleh pelanggar, yaitu membayar denda Rp 250 ribu atau melakukan kerja sosial selama satu jam.

Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy mengatakan, sanksi tersebut merupakan bentuk simbolik untuk membangun kepekaan pada masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran akan bahaya dari Covid-19.

Namun sayangnya, kampanye tersebut saat ini sudah terlambat. Dia menilai, pemerintah sendirilah yang telah membuka keran penyekatan penyebaran Covid-19, dengan mengeluarkan gagasan new normal.

“Saya kira upaya ini sudah agak terlambat. Karena sebelumnya sudah terlanjur meluas gagasan new normal,” katanya saat dihubungi merdekacom, Minggu (6/9).

Rissalwan mengungkapkan, gagasan new normal dari pemerintah membuat publik tidak percaya lagi dengan simbol-simbol yang disampaikan pemerintah. Sebab kebijakan tidak dilakukan dengan konsisten dalam penanganan Covid-19.

Sebagai contoh upaya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di mana pusat perbelanjaan, tempat ibadah hingga pasar ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covod-19. Lalu, muncullah kebijakan new normal, di mana masyarakat mulai dapat kembali beraktivitas.

Alhasil Indonesia hingga saat ini masih belum mencapai puncak dari pandemi Covid-19. Grafik menujukan, angka penularan Covid-19 masih terus naik hingga berita ini ditulis.

“Jadi bisa saja sebagian besar publik justru tidak bisa memercayai lagi pesan-pesan simbolik yang disampaikan oleh pemerintah. Karena kebijakan-kebijakan yang inkonsisten dalam penanganan penyebaran wabah Covid ini sejak Maret yang lalu,” jelas Rissalwan.

Sanksi Sebagai Upaya Edukasi

upaya edukasi

Psikolog Sosial Universitas Mercu Buana dan Peneliti Lab Psikologi Politik Universitas Indonesia, Naufal Umam mengungkapkan, efek jera hanya terasa ketika hukuman itu secara langsung menimpa pribadi seseorang dalam waktu yang panjang. Menurutnya, efek jera dari sanksi hukuman masuk peti mati ini sangat simbolis dan tidak semua orang dapat menangkap maksudnya.

“Kesadaran masyarakat tidak bisa terbentuk begitu saja. Terlebih lagi Indonesia sedari awal terlanjur memberi sinyal bahwa Covid-19 ini bukan hal yang serius,” ujarnya.

Dia menambahkan ada anggapan unik dari catatan lapangan tentang dinamika sosial yang terjadi. Masyarakat menengah ke bawah menganggap ini penyakit orang kaya yang suka bepergian ke luar negeri dan suka ngumpul dengan orang asing.

Di sisi sebaliknya, lanjut dia, bagi masyarakat menengah ke atas menganggap ini penyakit orang bawah yang tidak peduli dengan sanitasi. Sehingga terlibat dalam siklus saling menyalahkan dan sulit mencapai kesadaran kalau kita semua bersama-sama berada di masa pandemi.

“Namun, kalau boleh dibilang ini sangat lemah dalam hal efektivitas modifikasi perilaku. Masyarakat butuh konsistensi dan pemerataan hukum yang logis yaitu sanksi/denda/pembatasan untuk semua kalangan dan setiap waktu. Sehingga tidak ada lagi anggapan yang menggiring ini bukan hal yang serius,” tegasnya.

Masyarakat Hanya Percaya Apa yang Dilihat

Sementara itu, pengamat sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati menilai, fenomena ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyebaran virus Covid-19 karena beberapa hal. Pertama, tidak ada seorang pun yang memiliki pengetahuan. Covid-19 merupakan suatu hal yang baru, terlebih hingga kini vaksin masih belum ditemukan. Kedua, tidak ada orang yang punya pengalaman sebelumnya.

“Ketiga, ada penglihatan, orang tidak melihat langsung, kalau demam berdarah setidaknya paling tidak orang terdekat pernah kena, tapi Covid-19 apa iya Anda pernah melihat sendiri?” ujar Devie dalam percakapan telepon dengan merdeka.

Dia menjelaskan, manusia itu sangat visual, ‘seeing is believing’. Sehingga hanya memercayai apa yang dilihatnya

Berbagai hoaks dan juga konspirasi masih banyak beredar luas di internet dan tidak jarang orang yang memercayainya. Sehingga penyebaran hoaks ini menjadi salah satu pemicu dari ketidakpercayaan masyarakat.

“Jadi 4P pengetahuan, pengalaman, penglihatan, penyebaran hoaks, tidak hanya masyarakat Indonesia saja, ini bahkan terjadi di negara maju. Seperti Amerika yang menolak memakai masker secara gila gila-an. Artinya jangan salahkan masyarakat kita,” sambungnya,

Lantas apa yang bisa dilakukan?

Devie menjawab ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu pertama sosialisasi tiada henti. Dia percaya masyarakat perlu disosialisasi terus menerus. Kedua, demonstrasi simbolik ia mencontohkan seperti kejadian yang baru-baru ini viral terkait dengan pelanggar masker yang dimasukan ke dalam peti jenazah, menurutnya itu menjadi langkah yang baik untuk menyadarkan masyarakat bahwa virus Covid-19 itu nyata adanya.

Menggunakan tokoh publik juga bisa menjadi cara agar apa yang disampaikan pemerintah bisa sampai ke masyarakatnya. Peran tokoh publik memang dinilai penting sebagai pemberi contoh dan panutan. Dengan cara menggunakan tokoh publik di media sosial ataupun secara langsung seperti menggunakan peran RT dan tokoh masyarakat.

“Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang hierarkis, artinya akan mengikuti orang yang dianggap status sosial lebih tinggi,” tukasnya.

“Di samping itu hal yang perlu dilakukan pertama adalah mengedukasi tokoh publik jangan sampai perilaku mereka tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena berpotensi menjadi panutan bagi pengikut atau penggemarnya. Terakhir, isolasi jika memang nantinya jumlah kasus sudah tidak terbendung lagi,” pungkas Devie.

Reza Artamevia Ditangkap Bersama Dua Orang Lainnya

0

BOGORDAILY – Reza Artamevia ditangkap karena kasus narkoba dan kepemilikan obat-obatan terlarang. Dirinya diringkus pada Jumat (4/9/2020) pukul 16.00 WIB di sebuah restoran di daerah Jatinegara, Jakarta Timur.

Ketika ditangkap, dia tengah bersama dua orang lainnya. Hanya saja setelah diperiksa, dua orang lainnya negatif dari obat-obatan terlarang sedangkan Reza Artamevia positif amphetamine atau sabu.

“Kami mengamankan di restoran ada dua orang di sana kita sudah lakukan tes urine ketiga-tiganya yang dua negatif yang bersangkutan inisial RA positif amphetamine,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Menurut pihak kepolisian Reza Artamevia terbilang dapat bekerja sama ketika dimintai keterangan. “Kooperatif, memang ditemukan sabu-sabu di tas yang bersangkutan,” kata Yusri.

Ada sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi saat Reza Artamevia ditangkap. Sebu seberat 0,78 gram dan dompet ditemukan dalam tasnya.

Usai menciduk Reza, polisi menggeledah kediamannya di Cirendeu, Tangerang Selatan dan menemukan bong atau alat hisap sabu dan korek api.

Menurut keterangan yang diperoleh polisi, pelantun Satu yang Tak Bisa Lepas itu mulai kembali mengkonsumsi narkoba sejak empat bulan lalu untuk mengisi waktu selama karantina di rumah pada masa pandemi COVID-19.

“RA memang mengakui dia menggunakan sabu selama 4 bulan di rumah saja semasa pandemi COVID-19. Saya masih mendalami motifnya,” sebut Yusri.

Reza Artamevia diketahui mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial F yang hingga kini masih diburu oleh polisi.

Atas perbuatannya itu, Reza Artamevia dikenai Pasal 112 Ayat 1 Subsider 127 Ayat 1 Undang Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dia pun harus menanggung resiko ancaman hukuman paling sebentar 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Ini bukan kali pertama Reza Artamevia terjerat kasus narkoba. Pada 2016 lalu, dia pernah diamankan pihak kepolisian saat tengah berada di Mataram. Dia ditangkap bersama guru spiritualnya, Gatot Brajamusti dan istrinya.

Di tahun yang sama, Reza Artamevia melaporkan guru spiritualnya itu karena dirinya merasa tertipu. Aspat yang selama ini dikonsumsinya ternyata merupakan sabu.

Musisi kelahiran 29 Mei 1975 itu baru menyadari bahwa aspat yang dia konsumsi adalah sabu setelah sempat menjalani pemeriksaan dan dirinya positif narkotika hingga direhabilitasi.

Begini Alasan Pemkot Bogor Soal Rencana Pinjaman PEN Daerah

0

BOGORDAILY – Pemerintah menyiapkan pinjaman daerah untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kementerian Dalam Negeri mengatakan, anggaran yang disiapkan terkait pinjaman PEN daerah mencapai Rp 10 triliun.

Namun, masih banyak daerah yang belum merealisasikan program tersebut. Contohnya Bogor yang kini masih melakukan kajian terkait pinjaman PEN daerah ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kajian terkait rencana pinjaman PEN daerah ini penting dilakukan. “Masih kajian, penting untuk didasarkan pada kajian,” kata dia.

Bima juga belum bisa memastikan kapan kajian tersebut akan selesai. Terlebih saat ini Bogor masih berusaha menghentikan penyebaran virus corona.

“Tidak ada target (terkait kajian), apalagi masih situasi Covid-19,” lanjut dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Ardian mengatakan, hingga saat ini terdapat 51 pemerintah daerah yang berminat mengajukan pinjaman PEN daerah. Meski begitu, belum ada daerah yang melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah pusat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, terdapat 8 daerah yang telah mengusulkan pinjaman PEN daerah. Antara lain, Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Probolinggo dan Kota Bogor.

MasyaAllah, Kata Anjay Ternyata Sudah Tertulis dalam Alquran

0

BOGOR DAILY – Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan kata pelesetan anjay.

Kata itu seketika menjadi viral usai Lutfi Agizal membuat konten video dan mengungkapkan arti di balik kata anjay.

Seiring hebohnya pemberitaan tersebut, seorang netizen bernama Anjay pun ikut menjadi sorotan.

Berdasarkan Instagram pria yang berasal dari Pekanbaru, Riau, tersebut dia memang memiliki nama panjang Anjay Saiful Islam.

Ia pun sadar dengan hebohnya kata anjay, nama dirinya ikut menjadi sorotan publik.

Lewat unggahan terbarunya, Anjay mengungkapkan perasaannya di tengah polemik kata anjay.

Pria kelahiran tahun 1999 itu mengaku bangga meski banyak mengalami suka dan duka.

“ANJAY Punya nama Anjay memang banyak suka dukanya, tapi seru kok Banyak ekspresi yang bisa di ungkapkan hanya dengan mengataka satu kata ini,” tulis Anjay Saiful Islam, Rabu (2/9).

Selain itu, Anjay juga membagikan makna di balik kata yang tengah viral itu. Dalam penuturannya, kata anjay dalam bahasa Arab memiliki arti menyelamatkan.

Pria itu juga mengungkapkan jika ada 23 kali kata anjay (dalam bahasa Arab) dan turunannya dalam Al Quran. Salah satunya dalam Surah Al Baqarah ayat 50.

Dalam akhir tulisannya, pria kelahiran Nganjuk itu berpesan untuk berbangga karena kata anjay memiliki arti yang baik dalam bahasa Arab atau Al Quran.

“Jadi untuk kamu yang punya nama “Anjay” sama kayak aku banggalah! Karna namamu punya arti yang dalam, baik itu di bahas Arab atau bahasa Al-Quran,” tulis Anjay.

“Perkenalkan. Namaku Anjay Saiful Islam panggil aja Anjay dan aku bangga dengan nama yang telah diberikan oleh orang tua ku kepada ku,” tambahnya. (*)